Author : Sila
Title : I can’t Breath Without You
Length : Continue (part 3)
Genre : Romance
Cast : Jonghyun SHINee, Jessica SNSD, Taecyeon 2PM, Shin Se Kyung

“Se Kyung~ apa berita di Televisi itu benar nak?”

“Hmm… Omma.. hmm… iya.” Jawab Se Kyung dari telepon.

“Jadi sekarang kau sudah punya pacar ya. Kenapa kau tidak pernah bilang pada ibu?” tanya Ibu Se Kyung dari telepon.

“Hmm… akk~ aku tidak sempat bu.”

“Kalau begitu, ajak dia ke rumah. Ibu ingin bertemu langsung.”

“Eihh???? Kke rumahhh?? Akh~ dia sibuk Bu.” Jawab Se Kyung gugup.

“Menantu mana yang menolak ajakan mertuanya. Kau ini~ Pokoknya ajak dia kesini. Ayah dan Ibu ingin bertemu dengannya. Oh iya, siapa namanya tadi..?”

“Hmm.. Jonghyun bu.”

“Ya.. Jonghyun. Ajak dia makan di rumah nanti malam” jawab Ibu Se Kyung.

“Tapi Bu….”

“Tidak ada tapi-tapian! Oh iya, suruh dia berpakaian rapi, jangan lupa sifat Ayahmu” jawab Ibu SeKyung.

Se kyung panic bukan kepalang. Ternyata ibunya benar-benar berpikir kalau dia dan Jonghyun berpacaran. Ini benar-benar GAWAT!!!! Tentu dia harus bicara pada Jonghyun SEGERA!!! Tapi dia takut Jonghyun akan langsung menyambarnya dengan marah-marah. Untuk itu dia mencoba menelepon Jonghyun dengan manis.

“Yoboseyo?” sapa SeKyung.

“Oh~ Apa? Kenapa telepon siang-siang begini?” jawab Jonghyun ketus.

“Hmm.. Oppa apa hari ini ada jadwal?” tanya SeKyung ramah.

“Hey… Apa kau sedang di acara TV, apa ini disiarkan? Kenapa dengan nada ‘Oppa’mu itu?” tanya Jonghyun pelan.

“Bukan. Ini hanya menelepon biasa. Hanya… ada yang mau kusampaikan.”

“Apa???? Apa kau berbuat kacau?? Haah??”

“YAkh!~~ Kau ini memang benar-benar tidak bisa diajak bicara damai ya?” balas Se Kyung emosi.

“Nah~ Kalau nada bicaramu begini baru terlihat seperti Se Kyung. Se Kyung yang cerewet itu. Cepat katakan kau mau bilang apa.”

“Nanti malam kau harus makan malam di rumahku. Ayah dan Ibuku mengundangmu”

“Haah? Kok bisa? Untuk apa kau bilang kita pacaran?”

“Helloww… Ibuku juga punya TV Jonghyun!!!”

“Ah~ Benar juga!! Ya sudah, nanti aku jemput di lokasi syutingmu. Tenang, aktingku cukup bagus.”

“Tidak. Kau jemput aku sekarang!! Kita harus belanja!”

“Belanja?? Hey, aku bukan pacar sungguhanmu!! Untuk apa?”

“Gaya berpakaianmu tidak cocok dengan sifat ayahku. Dia tidak suka fullcolor dan penuh aksesoris sepertimu!!”

“Haaaaaaaaaaaaaaahhh… MEREPOTKAN!!”

Ayah Se Kyung bukan orang yang mudah bergaul. Dia adalah orang yang pendiam, disiplin, dan pekerja keras. Ayah Se Kyung adalah petinggi militer Korea Selatan, jadi sangat jelas jika ia punya disiplin tinggi. Di matanya, untuk calon menantu Jonghyun adalah nilai -100. Jauh dari ‘MENANTU IDAMAN’. Berbeda dengan ibu Se Kyung yang benar-benar keibuan. Orangnya ramah, manis, baik, dan halus tutur bahasanya. Wajahnya pun cantik, Se Kyung tentu mewarisinya. Permasalahan yang sekarang Se Kyung hadapi adalah bagaimana mengubah Jonghyun yang senilai -100 menjadi menantu idaman dengan nilai 100.

Setelah dijemput, Jonghyun dan Se kyung pergi ke Cheongdam-dong. Pusat trend dan fashion di Korea. Di sini tempat terbaik untuk melakukan ‘make over’ pada Jonghyun.

“Rambut apa ini?? Kenapa rambutmu panjang sekali?” tanya Se kyung sambil menjambak rambut Jonghyun.

“AKh~ sakit! Ini fashion tau!! Konsep!!”

“Potong!” perintah Se Kyung.

“Enak aja!! Sudah kubilang ini konsep album kami!”

“Aku sudah bilang pada managermu. Katanya boleh asal jangan botak!”

“Akh~~~ Rambutkuuu!!!!”

Mereka masuk ke sebuah salon. Dengan arahan Se Kyung, hairstylist itu memotong rambut Jonghyun jadi pendek bisa di bilang cepak.

“Ohh… Rambutku.. Rambutku yang malang! My innocent hair.” Seru Jonghyun sambil menatap sedih ke rambutnya.

“Oke. Sekarang…. Jas!!”

“Jas??? Tidak!! Jaket saja!!”

“Jas!”

“Jaket!”

“Jasssss!!!!”

“Jakeetttt!!!”

“Aku bilang JAS” teriak Se kyung mengeras.

“Aku bilang JAKET” Teriak Jonghyun membalas.

“Maaf, tapi tempat ini mau dipakai. Mungkin kalian bisa melanjutkan ‘Jas dan Jaket’ itu di luar.” Sahut hairstylist di salon itu.

Setelah  itu Se Kyung menarik Jonghyun ke factory outlet. Walau dengan tampang yang benar-benar kesal tapi Jonghyun tetap ikut masuk ke FO itu. Mereka menuju ke tempat pakaian, saat Se Kyung sedang sibuk memilih pakaian yang cocok Jonghyun justru asik sendiri si toko sepatu.

Se Kyung menarik tangan Jonghyun dan membawanya ke fitting room.

“Ini… coba semua pakaian ini” perintah Se kyung sambil menyodorkan beberapa stel jas.

“Haah?? Sebanyak ini? Kita mau bertemu orang tuamu atau fashion show?”

“Jangan berisik! Cepat pakai!” Jonghyun masuk dan setiap memakai stel jas, ia keluar dari fitting room. Berulang kali Jonghyun mencoba bermacam-macam model. Ada yang terlihat seperti bapak-bapak, seperti guru, seperti pejabat, intinya tidak ada jas yang cocok dengannya. Mungkin itu karena bentuk tubuh Jonghyun yang memang relative kecil.

“Haah!! Aku capek! Semua baju tidak ada yang bagus katamu!” keluh Jonghyun.

“Makanya, punya badan yang bagus dong!! Kan gampang nyari jas kalau badannya mendukung!”

“Ya sudah kau saja yang pakai jas!!”

“Iya.. iya maaf. Eh… tunggu!!! Itu!! Itu dia!” seru Se Kyung menunjuk satu stel jas sederhana namun glamor. Warnanya hitam dan sepertinya cocok untuk Jonghyun.

“Itu apa?”

“Itu… Coba jas itu!”

“Akh~ ngga!! Hasilnya pasti sama. Capek tau!”

“Tidak!! Ini yang terakhir!!”

“Janji??”

“Janji! Ini yang terakhir, tapi kalau ngga cocok juga ya kita pindah ke toko lain.”

“Haah??”

“Ngga.. Bercanda! Makanya coba aja, ngga usah banyak tanya!”

Jonghyun mencoba jas itu, dan saat kain penutup fitting room di buka. Terlihat seorang pangeran tampan dengan mata yang Bling Bling, serta senyum yang manis. Jas yang ia kenakan ini memang cocok. Sederhana, berkelas, dan rapih. Se Kyung tidak salah pilih.

“Gimana?” tanya Jonghyun.

“Bagus!! Kau terlihat seperti artis!” jawab Se Kyung.

“Memang selama ini aku bukan artis?? Bodoh!”

Baju sudah, sepatu sudah, rambut sudah. Semua sudah!! Kecuali….. PERILAKU!! Untuk yang ini se kyung harus bekerja ekstra keras. Karena ayahnya benci anak lelaki yang slengean dan bercanda. Dia suka yang jantan, tegas, dan bijak. Oh God.. 100 % not Jonghyun.

“Ayahku benci anak lelaki yang bicara dengan hmm… ohh.. uoh…engg. Kalau mau bicara harus pasti dan tegas!”

“Seperti saat aku memarahi mu?”

“Tepat sekali. Tumben jalan!”

“Apanya yang jalan?”

“Otakmu!” jawab Se Kyung.

“Hissh!!”

Jam 7. Wah… Satu jam lagi mereka harus sudah sampai di rumah Se kyung. Satu lagi, ayah Se Kyung benci orang yang terlambat. Mereka segera pergi menuju rumah Se kyung. Jonghyun menyetir dengan stelan jas yang rapih serta model rambut yang baru. Brand New Jonghyun!!!

Mereka akhirnya sampai dan langsung disambut ramah oleh ibu Se Kyung.

“Omma!!” sapa Se Kyung begitu turun dari mobil langsung memeluk ibunya, tentu karena ia rindu sekali padanya. Selama memulai karir sebagai aktris Se kyung tinggal di apartemennya sendiri.

“Sekyung ah~” balas ibunya sambil memeluk Se Kyung.

“Annyeonghaseyo~” sapa Jonghyun.

“Oh~ ne… Apa kau Jonghyun?”

“Ne.. Saya Jonghyun bu. Ya, saya pacar Se Kyung.”

“Oh~ Jadi kamu Jonghyun. Wahh benar-benar tampan. Ah~ jangan panggil Bu, panggil Omma saja.”

“Ne.. omma” sahut Jonghyun.

“Omma, Appa mana?” tanya Se Kyung.

“OH.. dia di dalam. Jonghyun ayo masuk.” Ajak Ibu Se kyung.

“Apppaaaa!!” teriak SeKyung menghampiri ayahnya yang duduk di sofa.

“Annyeonghaseyo~” sapa Jonghyun ramah.

“Hmm.” Jawab ayah Se kyung singkat.

“Choneun Jonghyun imnida, senang bertemu Ayah.” Sapa Jonghyun memperkenalkan diri.

“Pertama, aku sudah tau namamu Jonghyun. Kedua, siapa bilang kau boleh memanggilku ayah?” jawabnya ketus.

“Ayah..” seru Ibu menegur.

“Hey~ apa kau sudah wamil? Kenapa dengan badanmu ini? Mana ada lelaki sekurus ini?” tanya Ayah Se Kyung ketus.

“Hmm.. Saya belum ikut wamil pak”

“Pantas!! Apa pekerjaanmu?”

“Hmm.. Kebetulan saya penyanyi” jawab Jonghyun pelan.

“Penyanyi ya penyanyi, kebetulan ya kebetulan. Bicara yang lantang!”

“Saya penyanyi Pak!” jawab Jonghyun ala militer.  Hissh, kalau bukan karena harus bersandiwara, sudah dari tadi aku keluar dari tempat ini. Haaah nasib. Nasib.

Benar-benar berbeda. Sifat Jonghyun dan Ayah Se kyung benar-benar bagai Bumi dan langit. Terlihat sekali sikap tidak suka yang ditunjukkan ayah Se Kyung kepada Jonghyun. Mereka akhirnya makan malam. Menu yang disiapkan benar-benar lezat, tapi tatapan ayah Se Kyung benar-benar menyeramkan. Jonghyun hanya bisa bersikap manis dan tersenyum sesekali. Tapi sebenarnya hatinya akan segera meledak. Ia benar-benar dibuat kesal dengan tingkah ayah Se Kyung, mulai dari tidak menghiraukan Jonghyun, memarahi Jonghyun, bahkan membanding-bandingkan Jonghyun dengan teman-teman Se Kyung.

“Ayo… ini ikannya dimakan” seru Ibu Se Kyung sambil menaruh potongan ikan ke piring Jonghyun.

“Ini, kau makan juga nasi ini. Badanmu itu terlalu kurus, bagaimana bisa menjaga Se Kyung!” sahut Ayah Se Kyung juga. Sejenak suasana berubah, keakraban sebuah keluarga mulai terlihat.

“Kenapa kau tidak punya otot seperti penyanyi-penyanyi pria lain? Bukankah kalian biasanya berlatih untuk itu?” tanya Ayah Se Kyung.

“Otot? Ah.. Entahlah, aku sudah mencarinya, tapi tidak ada.” Jawab Jonghyun.

“Mencarinya?” tanya ibu Se Kyung.

“Iya, Ahjumma di pasar bilang dia tidak menjual otot, dia hanya menjual daging.” Jawab Jonghyun membuat lelucon.

“HAhahaha” tawa Se Kyung dan Ibunya, walau tidak tertawa setidaknya ayah Se Kyung tersenyum dan mulai nyaman denga Jonghyun.

Ayah Se Kyung yang begitu keras seolah melunak dan menonjolkan sisi Ayah yang baik. Kedua orang tua Se Kyung memperlakukan Jonghyun seperti anaknya. Ibu Se Kyung dengan kasih sayang dan Ayah Se Kyung dengan kedisiplinan. Keakraban semakin terlihat, Jonghyun bahkan mulai bercanda dan bergurau dengan ayah dan ibu Se Kyung. Meski jarang tertawa, tapi Ayah Se Kyung terlihat menikmati pertemuan ini. Waktu sudah menunjukan pukul 9 malam, tentu Jonghyun harus segera mengantar Se Kyung pulang ke apartemennya. Untuk itu mereka pamit, namun saat akan pergi, ayah Se Kyung ingin berbicara dengan Jonghyun. Mereka pergi ke halaman rumah itu.

“Kau. Apa kau benar-benar mencintainya?” tanya Ayah Se Kyung.

“Ne…” jawab Jonghyun.

“Dia bukan anak yang kuat. Dia akan terlihat mandiri, tapi sebenarnya dia manja dan butuh kasih yang lebih. Kau harus tahu itu, dan terus menjaganya.” Jelas Ayah Se kyung.

“Iya, pak.” Jawab Jonghyun.

“Kalau begitu, sebagai laki-laki ingat hal ini. Sekali kau membuatnya menangis, aku akan mencarimu bahkan sampai ke ujung dunia!” tegas Ayah Se Kyung.

“Tidak pak. Suatu kehormatan untuk menjaganya. Tidak akan pernah ada tetesan air mata darinya” jawab Jonghyun. Setelah itu Jonghyun dan Se Kyung pergi kembali ke Seoul. Di perjalanan..

“Ya!!! Apa itu benar-benar ayahmu? Kau benar-benar mewarisi sifatnya” seru Jonghyun memulai pembicaraan.

“Apa maksudmu?” tanya Se Kyung.

“Sifatnya yang menyebalkan. Persis denganmu!!” balas Jonghyun. Begitu mendengar hal menyebalkan itu, dengan reflek Se Kyung menjambak rambut Jonghyun.

“Akh~ Akh~ sakit. Aku sedang mengemudi!” jawab Jonghyun sambil memegang rambutnya.

“Hahaha, makanya jangan sembarangan” seru Se Kyung.

“Se Kyung~ Gomawo”seru Jonghyun.

“Untuk apa? Bukankah harusnya aku yang berterima kasih, karna kau mau berakting dan menjaga emosimu dengan susah payah.” Jawab Se Kyung.

“Terima kasih untuk keluargamu. Hangat. Mungkin itu rasanya keluarga. Terima kasih” seru Jonghyun kemudian mengalihkan pandangannya ke jalan dan tidak menoleh lagi. Mendengar kalimat Jonghyun yang lemah itu, Se Kyung hanya menatapnya lembut. Tak pernah terpikir oleh Se Kyung, seorang Jonghyun akan mengatakan hal seperti itu. Hati Se Kyung mulai tergerak, entah karena kasihan atau ada perasaan lain. Mereka terus terdiam sepanjang perjalanan menuju apartemen Se Kyung.

“YA… sudah sampai. Cepat tu~!” seru Jonghyun namun terpotong ketika menyadari kalau Se Kyung sudah tertidur pulas di mobil. Jonghyun mengamati wajah Se Kyung dengan seksama. Ia mulai menyadari kalau Se kyung memang cantik. Se Kyung ah~ Mianhae melibatkanmu dalam masalahku. Mungkin nanti, setelah perasaanku padanya berakhir semua ini juga akan berakhir. Tapi itu Nanti. Sekarang, kumohon… bantu aku melupakannya.

***