Annyeoongg !!

yak, ini adalah FF sekuel dari Sad Harmony dan My Another Side. masih prolog nya dan masih pendek bangett..😀
dan aku jadi pake cast  Sandara Park lhooo… ^^

ehemm. karena aku sekarang jadi kordi PDD di salah satu event besar universitas, kayaknya aku bakal sibuk bangett minggu ini ngurusin ini itu. -__-”
*guayaa poll.. XP *
Tapiii… aku usahain minggu ini sudah bisa bikin FF-FF ku yang menumpuk banyak ituu. hehee…

harap sabar menunggu yaa, and please keep support me . =)

udah ah, langsung sajaaa…

Happy enjoyiiiingg!

___________________________________

Tittle: Great Confession

Cast : Sandara Park, Dong Youngbae, etc.

Genre : (still) romance

Ini adalah kata-kata yang selalu ingin aku ucapkan padanya. Namun tak pernah bisa aku ucapkan…

Aku telah mencintainya sejak dulu, sejak pertama kali melihatnya. Aku selalu melihatnya, walau dia selalu melihat orang lain. Orang lain yang tak pernah melihatnya. Aku selalu memandangi punggungnya yang kokoh ketika memainkan piano. Di balik pemain biola yang lain, aku diam-diam mencintainya.

Selalu…

Selalu mencintainya…

Aku tak tahu, apakah dia akan melihatku. Seorang yang biasa, yang lebih tua darinya. Haiishh ! terkadang aku jadi benci dengan umurku ini. Membuatku jadi mempunyai jarak yang tidak terlihat dengannya. Dan aku tak bisa berbuat apapun dengan jarak ini.

Namja itu… sikapnya selalu membuatku terenyuh. Sikapnya yang gentle, dan hangat. Sikap yang membuatnya lebih dewasa dari umurnya yang sebenarnya.

Aku tak ingin jatuh cinta padanya, namun aku tak ingin kehilangan kehangatannya. Kenapa kamu begitu hangat?

Dan sangat kusadari, aku telah jatuh pada pesonanya. Perlahan tapi pasti, aku jatuh cinta padanya…

Aku tak tahu kapan yang dimaksud orang saat yang tepat. Apakah besok? Hari ini? Bagaimana suasana yang tepat?

Aku tak tahu…

Aku hanya ingin mengatakannya…

***

“Yak, latihan hari ini selesai!” Youngbae menepukkan tangannya tanda mengakhiri latihan orchestra hari ini. Para anggota langsung membereskan alat musik mereka. Termasuk Youngbae yang memasukkan tongkat konduktornya ke dalam tempatnya.

Aku segera memasukkan biolaku ke dalam tas dan berlari ke arah Youngbae yang belum berlalu dari podium konduktor.

“Youngbae-ah!”

“Noona?” Dahinya berkerut melihat tingkahku yang terburu-buru berlari ke arahnya. “Ada apa?”

Aku menarik nafasku bersiap mengatakan sesuatu. Jantungku yang sudah berdebar sejak tadi semakin kencang berkontraksi, hingga rasanya ingin keluar dari rongga dadaku. Aku menutup mataku sejenak, kemudian menatap matanya lekat-lekat.

“Youngbae-ah! Saranghaeyo!!”

Semua orang di ruangan itu langsung menoleh ke arahku. Aku bisa merasakan tatapan kaget seluruh anggota orkestra. tapi aku tak peduli. aku ingin mengatakannya…
__________________________________________

okee. begitu saja posting hari ini.🙂

untuk FF nya, harap sabar menunggu yaaaa….

plis pliiisss..

at last, KEEP COMMENT me yaa !!😀

oya, yang mau konek konek denganku,

langsung saja:

gomawoyoooooo… !!