Author : Olvie Leonita
Cast : – Park Jaesoon
– Yong Junhyung Beast
– Minho Shinee
– Hyuna 4minute
– and other cast
Genre : Romance,Friendship

Langsung saja.. Check it out~~~~~~~~

“Mwo? Kenapa bisa dia menjadi teman sekamarku?! Ini pasti tidak mungkin.. ini tidak boleh terjadi.. Bagaimana kalau dia sampai tahu identitasku yang sebenarnya???!!!…. teriak jaesoon dalam hati. Jaesoon terdiam kaget melihat seseorang yang ada didepannya sekarang..
“Jun..Junhyung-ah? Kenapa kamu bi..bisa menjadi teman sekamarku?” tanya jaesoon bingung setelah mereka berdua sudah berada di dalam kamar..
“Hmm, memang aku yang memutuskan untuk sekamar denganmu lalu aku segera memberitahukan itu pada pelatih.. Karena akan ada anggota baru tim voli kita yang akan ditempatkan di kamarmu karena itu aku sengaja bertukar dengannya karena aku yakin kamu akan lebih nyaman sekamar denganku daripada dengan pemain baru itu..”jelas junhyung yakin.
“Yaa!! Siapa juga yang merasa nyaman sekamar denganmu? Malahan aku pasti akan merasa seperti di neraka karena setiap hari harus mendengar omelanmu dan tampangmu yang sok itu, hhh.. aku malahan berharap pemain baru itu yang sekamar denganku daripada denganmu..”omel jaesoon.
“Kau ini… ah, sudahlah.. aku lelah berdebat denganmu.. yang penting kamu harus menerima kenyataan kalau kita sekarang adalah teman sekamar.. dan aku akan berusaha menghargaimu selayaknya teman.. dan ingat, aku paling tidak suka melihat pemandangan kamar yang kotor.. jadi tolong jaga kebersihan biarpun ini adalah kamar laki-laki..”tegas junhyung seraya masuk kedalam kamar mandi.

Jaesoon POV
“Dasar nappeun junhyung!!.. ggrrhh.. aku benci sekali melihat kelakuannya itu.. Aigoo.. bagaimana ini? Mudah-mudahan saja dia tidak dengan mudah mengetahui identitasku yang sebenarnya.. mulai sekarang aku akan lebih berhati-hati lagi agar dia tidak curiga..”ucapku. Seketika itu juga junhyung keluar dari kamar mandi dan sesaat kami saling berpandangan dan keadaan menjadi hening.. Aku bingung harus berkata apa, aku masih terlalu kesal dengannya karena masalah tadi siang dan sekarang sampai aku lupa jika aku mau meminta maaf atas omonganku yang mungkin terlalu kasar tadi siang.. Cukup lama keadaan hening, junhyung yang sedang asik mengutak-atik laptopnya tidak menyadari kalau aku ingin mengatakan sesuatu.. “Hmm, junhyung-ah.. mi..mianhae..”ucapku pelan. Mendengar perkataanku tadi junhyung lalu terdiam dan membalikkan badan..
“Maaf apa? Ahh.. apakah gara-gara tadi siang? Hahaha.. kamu tidak perlu minta maaf jaesoon-ah.. lagipula itu juga karena kesalahanku, aku yang terlalu sering membentakmu.. Mian..”ucap junhyung yang langsung membuatku terperanjat kaget mendengar perkataannya. Aku tidak menyangka kalau junhyung yang terkesan kasar dan sok akan bisa berkata seperti itu. Tiba-tiba suasana menjadi hening kembali..
“Karena kau terlalu bodoh.. makanya aku sampai membentakmu..”ucap junhyung lagi memecah keheningan.
“Yaa!! Enak saja kau berkata aku bodoh.. kau saja yang memang orangnya tidak sabaran.. latihan itu perlu proses.. tidak mungkin aku langsung bisa begitu saja..”ucapku..
“baiklah..baiklah.. aku minta maaf.. sekarang aku lelah.. aku mau tidur dulu..”ucap junhyung seraya bergegas menuju tempat tidurnya.. dan lalu aku dikejutkan dengan teriakkan junhyung..
“Yaa.. junhyung-ah, wae geurae?”tanyaku..
“a..ada laba-laba di dekat ranjangku.. tolong aku jaesoon-ah.. aku phobia terhadap serangga.. Arghhh..”teriak junhyung..
“Kyaa.. laba-laba?!! Dimana? Kau kan tahu aku juga phobia terhadap serangga.. Argghh..”ucapku sambil melompat kearah junhyung..
Sekejap saja aku tiba-tiba sudah ada dalam gendongan junhyung.. dalam beberapa saat kami saling berpandangan dan akhirnya kami tersadar dengan posisi kami sekarang.. dan segera saja junhyung menjatuhkanku..
“Aww.. Yaa!! Appo..”teriakku nyaring.
“Yaa! Ehm.. Salahmu sendiri kenapa kamu langsung melompat kearahku.. yang benar saja jaesoon-ah.. aku ini masih penyuka wanita.. jadi tolong bersikaplah yang sewajarnya..”ucap junhyung.
“Mwo? Yaa.. kau kira aku ini lelaki macam apa? A..aku juga masih penyuka wanita.. justru lelaki seperti kamu itu yang perlu ditanya kejelasannya.. masa dengan laba-laba saja kau sampai histeris seperti itu.. hahaha..”ejekku.
“Jaesoon-ah.. memang kau pikir kamu itu apa? Kamu juga laki-laki sama sepertiku tapi kau juga phobia terhadap serangga.. Cih.. seperti perempuan saja..”balas junhyung.
“Yaa.. aku wajar bertingkah seperti itu, karena aku adalah pere..” Hppttt.. segera aku tutup mulutku rapat yang hampir saja keceplosan bicara tentang identitasku..
“Mwo? Karena kamu adalah apa?”tanya junhyung sambil mendekatkan kepalanya padaku..
“Karena.. karena aku memiliki garis keturunan phobia terhadap serangga jadi sikapku itu wajar.. ahh.. sudahlah, aku lelah berdebat denganmu.. aku mau keluar dulu..”ucapku seraya pergi.

Junhyung POV
“hhh.. anak itu.. selalu saja bisa membuatku kehilangan akal.. tapi kadangkala aku sangat senang menjadikannya bahan ejekanku karena itulah yang membuatnya semakin menarik..”ucapku sambil tersenyum.. “Aisshh.. apa yang sedang aku pikirkan.. ayo junhyung-ah.. kembali ke alam sadarmu.. dia itu laki-laki.. kamu harus memperlakukannya seperti layaknya laki-laki.. yang terpenting sekarang adalah rencanamu..”ucapku.

~~~~~~~~~~~~~~~
“Hh.. dasar junyung menyebalkan.. selalu saja menghina dan membentakku seperti itu.. awas saja, kau tidak akan pernah kumaafkan..”kesalku dalam hati. Tiba-tiba jaesoon merasa seperti menabrak seseorang dan benar saja dia telah menabrak seseorang.. tapi ia malah terkaget melihat siapa yang ada didepannya sekarang.. “Min..Minho-ah.. kenapa kau bisa ada disini? Bukannya kamu tidak termasuk dalam anggota voli?tanya jaesoon.
“haha.. memang benar aku dulu tidak pernah tertarik masuk kedalam tim voli ini, tapi ada sesuatu hal yang membuat aku penasaran untuk bergabung jadi aku berminat untuk mendaftar dan ternyata aku langsung lolos menjadi pemain tetap tim ini..”jelas minho.
“wahh.. jadi kamu pemain baru yang dimaksud pelatih? Yang awalnya mau ditempatkan sekamar denganku? Yaa.. Kenapa kau malah memilih mau bertukar dengan junhyung, minho-ah? Kalau aku tahu pemain itu adalah kamu, aku pasti akan senang hati menerimamu.. tidak seperti junhyung.. Hhh.. menyebalkan”ucap jaesoon.
“Mwo? Apa kamu bilang? Jadi kamu yang awalnya akan jadi teman sekamarku jaesoon-ah?”tanya minho terkejut. “Ahh.. mian jaesoon-ah.. aku tidak tahu.. hmm sekarang aku harus pergi dulu.. aku ada urusan.. sampai ketemu nanti..”ucap minho seraya pergi meninggalkan jaesoon.

Minho POV
Jadi itu alasan junhyung bersikeras bertukar kamar denganku.. hmm, apa dia sama penasarannya seperti aku.. atau mungkin dia sudah mengetahui yang sebenarnya makanya ia mau melindungi anak itu.. Akh.. lebih baik aku jangan berpikiran yang aneh-aneh dulu sebaiknya aku selidiki ini dulu.. “baiklah junhyung-ah.. kita lihat siapa yang akan menang.. aku tidak akan membiarkan apa yang aku ingin dapatkan direbut olehmu..”ucapku sinis.. tiba-tiba handphoneku bergetar dan benar saja ada sms yang masuk..
~ from : hyuna
Oppa.. neo eodiya? Aku sudah berada di depan asramamu.. cepatlah datang kesini..
“Hyunah ada disini? Kenapa tiba-tiba sekali? Mengganggu saja..”ucapku..
~ to : Hyuna
Arraseo.. aku segera kesana.. tunggu aku..

~~~~~~~~~~~~~~~
Sudah lumayan lama hyunah menunggu minho didepan asrama pria itu.. pandangannya sesekali melihat kearah anak-anak tim voli pria disana.. Hyuna bukan anak yang buta tentang olahraga voli, ia juga merupakan salah satu pemain voli SMA Dongguk dan SMA Dongguk belum pernah menuai kekalahan selama pertandingan musim ini.. jadi dia sangatlah mengerti seluk beluk olahraga voli.. dan tiba-tiba pandangannya terarah panda seorang namja yang sedang asik melatih seorang pemain di lapangan voli itu.. segera saja hyuna mendatangi namja itu..
“Hmm.. chogi.. Junhyung-oppa?”tanya hyuna.

Junhyung POV
Aigoo.. lelah sekali mengajarkan anak ini.. untungnya dia tidak sebodoh kemarin lagi, sudah ada peningkatan yang intensif pada jaesoon bahkan ia sekarang sudah bisa menservis dan menpassingnya dengan akurat kepada lawan.. Ketika aku sedang serius melihat jaesoon berlatih tiba-tiba ada seseorang yang mengejutkanku..
“Hmm.. chogi.. Junhyung-oppa?”tanya hyuna.
Betapa terkagetnya aku melihat seorang yeoja yang menegurku itu, dia adalah kim hyunah.. cinta pertamaku ketika masih duduk di bangku SMP. Penampilannya sekarang tidak jauh berbeda dengan dulu, tetap mengagumkan.. seketika itu aku bingung hendak berkata apa..
“Hyun..hyuna-ah.. lama tidak bertemu denganmu..”ucapku kaku.
“Oh.. ne oppa.. ternyata aku tidak salah lihat.. ternyata benar kau junhyung oppa.. lama tidak bertemu.. bagaimana keadaan kau sekarang oppa? penampilanmu sedikit berubah oppa..”ucap hyuna.
“Ah, begitukah? Ne.. keadaanku baik-baik saja mungkin aku terlalu keras berlatih voli jadi sedikit lelah..”ucapku singkat.
“kau memang tidak pernah berubah oppa.. selalu saja gila bermain voli.. ahh.. oppa aku buru-buru sekarang, aku masih harus bertemu seseorang.. aku pergi dulu..”ucap hyuna seraya pergi.
Sambil memperhatikan hyuna yang semakin pergi jauh ternyata aku tidak menyadari jaesoon sedari tadi telah melihat dan mendengar percakapanku dengan hyuna dan sekarang terpampang jelas di wajahnya sebuah tanda tanya penasaran yang besar…

Jaesoon POV
Siapa sebenarnya yeoja tadi? Sepertinya junhyung mengenalnya, mereka terlihat akrab berbicara di hadapanku tadi..
“hmm.. junhyung-ah.. yeoja tadi siapa?” tanyaku..
“Ohh.. yeoja itu.. namanya hyuna.. kim hyuna.. hmm, bukan siapa-siapa hanya adik kelasku waktu SMP saja..”ucap junhyung.
Adik kelas? Tapi mengapa aku merasa hubungan mereka bukan hanya sekedar itu saja? Mengapa aku melihat tatapan yang berbeda saat junhyung sedang berbicara dengannya tadi? Aishh.. buat apa aku memikirkan itu, lagipula junhyung bukan siapa-siapa bagiku.. jadi aku tidak mau terlalu ikut campur..
“Yaa.. jaesoon-ah.. aku lelah, ayo kita pergi mencari minuman sebentar”ucap junhyung membuyarkan lamunanku.
“Ahh.. ne.. kajja” ucapku pada junhyung.

~~~~~~~~~~~~~~~~~
Saat sedang asik berjalan pergi membeli minuman tanpa sengaja junhyung dan jaesoon melihat yeoja yang bernama hyuna itu tengah asik berbicara dengan minho..
“Junhyung-ah.. bukankah itu yeoja yang berbincang denganmu tadi? Ada hubungan apa dia dengan minho?”tanya jaesoon penasaran.
“ahh.. itu.. hyuna itu adalah adik sepupunya minho..”jelas junhyung.
Mendengar perkataan junhyung itu sontak saja jaesoon langsung terkejut karena tahu yeoja yang ia kira mempunyai hubungan khusus dengan junhyung itu ternyata adalah minho.
“Oh.. jinjjayo? Tapi kenapa aku tidak pernah melihatnya bersama dengan minho?”tanya jaesoon lagi.
“Yaa.. kamu pikir hyuna itu anak jalanan.. dia itu juga sekolah seperti kita dan juga ia adalah orang yang sangat sibuk.. maklum dia cukup terkenal di sekolahnya sekarang.. dan dia juga ikut dalam eskul voli, nanti kau juga akan bertemu dengannya di pertandingan minggu depan..”jelas junhyung.
“ahh.. geurae.. kau ternyata begitu banyak tahu tentang hyuna itu.. hmm aku semakin curiga tentang hubunganmu dengannya junhyung-ah.. hahaha”canda jaesoon.
“yaa !! neo.. aishh.. cepatlah kita pergi, aku sudah sangat haus..”omel junhyung sambil menarik tangan jaesoon pergi.

Minho POV
“jadi kau sudah bertemu dengan junhyung tadi?”tanyaku.
“ne.. baru saja tadi ketika aku sedang menunggumu oppa, dia tadi kelihatannya sedang sibuk mengajari seorang anak juga.. hmm, apa dia anak baru oppa? Aku belum pernah melihatnya dalam anggota tim voli SMA Konkuk..”ucap hyuna.
“ahh.. anak itu.. namanya adalah jaesoon, dia memang anggota baru di tim voli ini.. tapi dia masuk lebih duluan daripada aku dan anak itu juga alasanku memanggilmu kesini hyuna-ah.. karena aku mau meminta bantuanmu untuk membantuku menyelidiki anak itu..”jelasku.
“mwo? Memangnya ada apa dengan anak itu sampai oppaku ini penasaran terhadapnya? Lalu apa yang harus aku lakukan untuk membantumu oppa?”tanya hyuna bingung.
“untuk hal itu kamu tidak perlu tahu hyuna-ah, oppa punya alasan tersendiri kenapa oppa penasaran dengan anak itu.. yang penting kamu sekarang harus membantu oppa.. oppa mau kamu mendekati junhyung lagi karena oppa tahu kamu dan junhyung dulu pernah mempunyai hubungan yang dekat.. kadi oppa percayakan ini padamu..”ucapku yakin.
“Ahh.. ne.. arraseo oppa, aku akan berusaha mendekatinya lagi..”ucap hyuna seraya pergi..
“baiklah.. aku percaya kalau kau bisa melakukan semuanya dengan baik hyuna-ah..”yakinku.

Hyuna POV
Mwo? Apa maksud oppa menyuruhku mendekati junhyung lagi? Aihh.. apa yang harus aku lakukan sekarang? Memang benar kalau dulu aku sempat dekat dengannya.. tapi itu kan dulu, aku bahkan tidak tahu perasaan sekarang.. Memang tidak bisa aku pungkiri aku masih menyukainya, bahkan sampai aku bertemu dengannya tadi aku masih tidak bisa menghapus perasaan dan kenanganku bersamanya..
Flashback~
“Hyuna-ah.. sebaiknya kita putus saja.. a.. aku sekarang harus lebih fokus dalam belajar dan juga voli.. jadi aku pasti tidak akan punya waktu untuk bersamamu.. mianhae hyuna-ah..”jelas junhyung.
“Wae oppa? Apa salahku oppa? Aku tidak apa-apa kalau oppa sibuk.. asalkan oppa bersamaku dan terus disisiku.. aku berjanji aku tidak akan mengeluh apa-apa..”ucap hyuna.
“Mianhae hyuna-ah.. aku tidak bisa membiarkanku seperti itu.. maafkan aku.. aku tidak bisa memilih hyuna-ah.. aku tidak mau melihat kamu terluka dan sedih karena sikapku terhadapmu ini.. aku tidak mau hyuna-ah.. karena itu menurutku ini adalah yang terbaik.. kamu percaya saja.. kalau kita berjodoh, kita pasti akan kembali bersama lagi..”ucap junhyung.
“Oppa.. nan arraseo oppa.. aku hargai keputusan oppa, tapi aku percaya kita pasti berjodoh oppa.. karena oppa adalah milikku selamanya..”ucap hyuna yakin.
Flashback end~
Mengingat semua kenangan itu aku mulai merasa sedih lagi.. tidak seharusnya aku melepaskan junhyung oppa.. aku sadar sekarang aku memang tidak mau kehilangan junhyung oppa..
“yah.. aku pasti bisa mendapatkan junhyung oppa lagi..”ucapku yakin sambil tersenyum.

~~~~~~~~~~~~~~~~
Setelah lama berkeliling akhirnya jaesoon dan junhyung mendapatkan minuman, mereka lalu beristirahat di bawah pohon dekat lapangan voli tempat mereka biasa berlatih dan tiba-tiba jaesoon tanpa ragu bertanya sesuatu..
“hmm.. junhyung-ah.. apa benar kau tidak punya hubungan apa-apa dengan hyuna itu? Mengapa aku tidak yakin mendengar penjelasanmu tadi?”tanya jaesoon penasaran.
“yaa..!! kau ini.. kenapa rasa penasaranmu tinggi sekali? Apa kau tidak percaya dengan perkataanku tadi.. hyuna itu hanya adik kelasku dulu.. tidak lebih, dan juga jangan suka mencampuri masalah pribadiku..”omel junhyung lalu kembali meneguk minumannya.
“Aishh.. kenapa kamu ini suka sekali emosi terhadapku junhyung-ah, aku hanya bertanya saja.. siapa tahu dengan kamu bercerita yang sebenarnya kau akan merasa lebih lega.. ayolah.. aku janji tidak akan memberitahu siapa-siapa”ucap jaesoon sambil mengacungkan(?) kelingkingnya.
“kamu ini.. ahh.. baiklah, karena kau begitu ingin mengetahuinya aku akan bilang yang sebenarnya, tapi ingat kalau kau sampai membocorkannya.. mati kau..”canda junhyung.
“Ne.. aku janji.. sekarang ayo ceritakan yang sebenarnya..”bujuk jaesoon.
“arraseo.. hmm.. sebenarnya hyuna itu bukan hanya adik kelas bagiku, dia itu adalah yeoja yang sangat aku cintai dulu.. dia itu merupakan cinta pertamaku.. Kami berpacaran lumayan lama, tapi karena aku terlalu sibuk dengan sekolah dan voliku sampai aku tidak pernah bersamanya dan bertemu dengannya lagi.. karena itu aku merasa aku tidak pantas menjadi namja yang baik baginya.. dan akhirnya kami putus.. dan sampai sekarang kami sudah sangat jarang bertemu, makanya watu aku melihatnya tadi siang aku merasa agak canggung dan kaget..”jelas junhyung.
“tapi sepertinya dia sudah tidak mempunyai perasaan apa-apa lagi terhadapku..”tambah junhyung.
Mendengar cerita junhyung itu, jaesoon hanya bisa diam tak bergeming.. ia terlalu kaget mendengarnya karena ia pikir seorang junhyung pasti tidak akan mungkin memiliki hubungan cinta yang seperti itu dan ternyata dugaannya salah.
“jun.. junhyungg-ah.. mian.. aku tidak tahu kalau ceritanya seperti itu.. maafkan aku..”sesal jaesoon..
“karena itu aku malas menceritakannya, tapi karena bujukan bodohmu itu aku terpaksa mengiyakan kemauanmu.. tapi omongan bodohmu itu sedikit benar.. aku menjadi lega sekarang.. Ahhh..”canda junhyung
“benarkah? Wah.. ternyata tidak salah saranku tadi, hmm.. tapi.. kalau aku boleh tahu apa kamu masih menyukai hyuna samapi sekarang junhyung-ah?”tanya jaesoon lagi sambil mengecek handphonenya.
“ah? sepertinya sekarang perasaan itu tidak ada lagi.. aku juga bingung kemana perginya perasaan itu.. sepertinya ada perasaan lain yang masuk dalam diriku.. perasaan yang baru..”jawab junhyung dengan suara pelan.
“Mwo? Mworagu? Aku tidak mendengar jelas junhyung-ah.. suaramu terlalu pelan.. tadi aku sedang sibuk dengan handphoneku.. katakanlah sekali lagi.. apa kau masih menyukainya?”
“sudahlah.. aku malas mengulangnya lagi, lebih baik kau tebak sendiri dengan otak bodohmu ini..”ucap junhyung sambil mengacak rambut jaesoon lalu berlari pergi..
Ketika mereka berdua terlihat asik bercanda satu sama lain, hyuna yang melihat pemandangan itu terlihat heran, tapi ia tanpa ragu langsung datang kearah junhyung..
“Junhyung oppa.. bisakah kita bicara berdua sebentar? Ada yang mau aku katakan.. ini penting..”ajak hyuna.

Jaesoon POV
“Junhyung oppa.. bisakah kita bicara berdua sebentar? Ada yang mau aku katakan.. ini penting..”ajak hyuna.
Ajakan hyuna itu membuyarkan semua candaan yang aku dan junhyung lakukan tadi dan dengan cepat junhyung menyetujuinya dan meninggalkanku lagi sendiri disini..
Aku hanya bisa tertunduk lesu.. “Aihh, ada apa denganku.. kenapa aku tiba-tiba seperti ini? Aku tidak boleh membiarkan perasaan itu masuk kedalam diriku.. Mungkin aku harus pergi mandi dulu untuk menjernihkan kembali otakku..”ucapku seraya pergi dengan langka lesu.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ketika jaesoon sedang asik membasuh badannya tiba-tiba ada seorang namja yang masuk kedalam kamarnya..
“Aishh.. dimana sebenarnya laporan itu.. tadi kata pak pelatih ada disini..”dengus namja itu dan tanpa sengaja namja itu melihat pintu kamar mandi yang sedikit terbuka tapi ia mendengar ada seseorang yang sedang asik bermain air di dalam kamar mandi..
“Ohh.. siapa yang sedang didalam..”ucap namja itu penasaran lalu menilik sedikit kedalam kamar mandi itu..
“Mwo? I..itu.. adalah jaesoon.. ta.. tapi kenapa.. kenapa..”ucap namja itu terpatah dalam hati
“Jadi selama ini jaesoon adalah seorang perempuan??!! Lalu kenapa dia bisa menyamar menjadi seorang pria?? Kenapa bisa seperti itu?!! Ini tidak mungkinnn.. “teriak namja itu pelan..
To be continued.. ~

Waaa…Waaa.. olvie balik lagi dengan part 3nya.. hehehe.. mian yaa kalau yang ini agak pendek soalnya olvie bikinnya buru-buru banget.. soalnya senin depan udah tatap muka sama yang namanya UN.. kyaaa!! (#plakk).. tapi olvie seneng bisa nyelesain part 3nya.. mian kalo agak gaje.. biasaa.. keburu.. hahhaa.. tapi sekali lagi olvie harap komennya dari readers semua buat jadi penyemangat olvie dan gomawo udah baca fanfic olvie.. olvie janji bakal balik setelah UN😀 Jeongmal Gomawo readers😀 (bow 90 derajat)