Title: Meet Her, The Name I Loved part 4

Length: Continue

Author: Charleea

Genre: Angst, Romance, Sad

Casts: Lee Jin Ki a.k.a. Onew SHINee

MVPs a.k.a. Kang Sang Ki

Kim Sang Bum a.k.a. Kim Bum

Sejak hari itu aku selalu berbagi cerita kepada malaikat-malaikatku, dari yang senang sampai yang sedih. Hari-hariku juga semakin berwarna karena mereka, Jinki selalu melindungiku, pernah ketika aku akan menyeberang jalan, dia menyelamatkanku sehingga lolos dari tabrakan sebuah truk. Aku juga sudah terbiasa dengan pemandangan pekerjaan para malaikat maut, khusunya Bum-ah. Wajahnya dan perilakunya takkan membuatku takut pada malaikat berjubah hitam itu, hehe..

Tapi, entah mengapa sejak hari itu pula, aku dan Onew… hubungan kami tak jelas. Dia jarang kudapati di sekolah, sekali kulihat.. dia sedang sangat sibuk, bahkan melirikku lagi sudah tak pernah. Kenapa begini? Bukannya waktu itu dia yang bilang kita hanya harus seperti dulu? Maksudnya supaya kita tetap bersahabat kan?? Haaaa~~~ males aku !!

Alhasil, tiap hari aku hanya memandanginya dari jauh, bahkan aku sengaja mengambil jalan ke kantin yang melewati kelasnya hanya untuk sekilas melihatnya, tapi yang kudapat hanya bayangan kosong di tempat duduknya, kemana saja dia? Apakah menghindar dariku? Dan Akhirnya, ku lewati hari demi hari bersama ke-2 malaikatku.

“Sang Ki, apa yang kau lihat sedari tadi?? Hpmu takkan mengeluarkan uang, Sang Ki, hehe” goda Jinki..

“Huuhh, sudahlah.. lagipula dia takkan mengabariku kan? Huh!!!” sesalku sambil menutup flip hpku dengan cukup kasar.

“Wah wah, sepertinya aku ketinggalan sesuatu nih?” tanya Bum-ah yang baru saja datang ke kamarku(?)..

“Aniyo Bum-ah, hanya saja.. aku pusing dengan keadaanku sekarang..” curhatku sambil menyandarkan kepalaku di bahu Bum-ah

“Hmm, begitu ya? Sudahlah, tidur saja di bahuku biar Jinki nyanyikan sebuah lagu untukmu..” hibur Bum-ah, akupun menuruti saja dan langsung memejamkan mataku, bahkan sebelum kudengar nyanyian Jinki, aku sudah tertidur dengan lelap..

“Bagaimana tawaranku Jinki? Kau mau? Mungkin ini jadi pertemuan terakhirmu dengannya, karena waktumu untuk jadi malaikat pelindungnya hampir habis, dan aku tak mungkin menyentuhnya setiap saat sedangkan aku terluka karena itu?” tanya Bum-ah pada Jinki

“Begitu ya? Jadi ini yang terakhir? Hmm, baiklah.. Aku akan sangat berterimakasih padamu Bum-ah, atas kesempatan untuk bertemu dengannya lagi, orang yang kucintai.. Dan maukah kau jika kita beri hadiah dia saat ulang tahunnya nanti?” tanya Jinki

“Mwo? Ulang tahun? Kapan itu?” tanya Bum-ah balik

“Lusa!!” jawab Jinki antusias

“Yah.. baiklah, asal ini yang terakhir karena sehabis ini aku juga tak akan bertemu dengannya lagi dan semua harus kulepaskan setelah urusanku denganmu selesai.” Ucap Bum-ah

“Haha, gomawo-yo malaikat pencabut nyawa terbaik yang pernah kutemui, yang memberiku kesempatan sekali lagi, walau hanya sementara. Kau seperti sahabatku saja, hehe” ujar Jinki sambil merangkul Bum-ah

“Sang Ki-ah!!!!!!!!” teriak seseorang tepat ditelingaku, errrrrr “Apaan sih?! Ini masih pagi tahu!!!” kesalku sambil mengucek pelan mataku. Hasih~ ternyata Jinki, ada-ada saja dia. Tapi tunggu!! Kok, bisa bisanya dia, hanya memakai handuk??

“Hya!! Mana pakaian malaikatmu? Kenapa kau terlihat seperti baru saja mandi?”tanyaku tak mengerti dengan pemandangan yang ada didepanku ini

“Hadeehh, kau ini sudah pemalas, bodoh pula! Ya jelas karena aku baru saja mandi,,” jelas Jinki sambil menjitakku pelan dan membuatku sadar akan semuanya

“Mwo??? Kau.. kau… bisa menyentuhku? Kau, sejak kapan?” tanyaku tak percaya

“Aish~ hari ini aku akan menemanimu menghabiskan hari sebagai seorang manusia, tapi sebelum itu bisakah kau, enghhh….” Belum selesai Jinki menjelaskan, langsung kupeluk saja dia, aku tak percaya ini. Malaikat bisa menjelma jadi manusia? Hwa Jinki, kau membuatku gila bercampur senang…

“Ehmm, bisakah kau lepaskan aku Sang Ki? Aku belum berpakaian dan aku butuh baju..” sela Jinki

“Ah!! Matta! Betul sekali, ayo sini! Tapi mungkin hanya ada baju appa, jadi agak kebesaran lah. Untuk sementara pakai saja dulu, nanti kita sekalian berbelanja, ok?” jelasku “Kau pilih saja mana yang mau kau pakai, aku bersiap-siap dulu!” teriakku dari luar kamar appa sambil bergegas mandi, tak sabar aku bersenang-senang dengan Jinki

“Ini makanlah, hanya sandwich, tapi lumayan untuk mengganjal perut..” tawarku sambil menyerahkan sandwich pada Jinki setelah berganti baju..

”Hmmm, ckckckck… hmmmm, haduhhhh..” gumamku ngasal sambil melihat tingkah Jinki yang makan sangat pelan

“Waeyo?”

“Anieyo.. hanya saja biarpun kau sudah berganti baju, rasanya auramu masih seorang malaikat. Wajahmu masih bersinar walau tak terlalu silau dan tingkahmu, senyummu, aduhh bagaimana ini? Bisa bisa diperjalanan nanti, semua yeoja akan memperhatikanmu!!” protesku

“Hehe, kau tenang saja. Takkan ada yang mengganggu kita” jawab Jinki dengan smile angelnya.

“Kkaja!!” ajaknya sambil merangkulku

“Hmm, kita naik apa?” tanyaku

“Bus saja, sudah lama.. hehe” jawabnya menggantung, tapi tak kuhiraukan.

“Kkaja!!” ujarku sambil menggandeng lengannya, awalnya dia agak terkejut, tapi akhirnya dia biasa biasa saja.

“Wah, penuh ya? Ya sudah kita berdiri di sana saja!” ajakku saat melihat keadaan bus yang cukup ramai, sehingga kami harus berdiri

“Hm, kalau begitu aku disini dan kau disini..” ucapnya sambil menempatkanku di pojokkan dan langsung menghadapnya agar tak berdesakan dengan penumpang lain, seketika aku tertegun. Kenapa bisa begini? Kenapa sama seperti dulu? Saat Onew yang mengajakku pergi, posisiku juga seperti ini ><. Aku pun hanya tertunduk mengingat semua yang hari itu terjadi, namun tiba-tiba seseorang mengacak rambutku pelan

“Sang Ki-ah jangan bingung seperti itu, hari ini lupakan dia sebentar ya? Kita bersenang-senang hari ini, ok?” tanya Jinki

“Eh? Haha, ternyata kau bisa seperti ini juga ya Jinki. Ehm, ok!” jawabku sambil melingkarkan kelingkingku di kelingking Jinki

Beberapa saat kemudian, kami sampai di perhentian bus, langsung saja kami tuju salah satu mall untuk mencarikan Jinki pakaian, kali ini aku yang pilihkan, dia pun hanya menurut padaku. Tumben sekali hari ini dia sangat berbeda, coba saja tiap hari dia seperti ini, hehe..

Tank top, jacket, straight jeans, haha.. buruk sekali ya seleraku? Tapi begini juga ada alasannya, supaya penampilannya tak terlalu mencolok, jadi tak ada yeoja genit yang mengganggu kami nanti. Haha, I’m greedy huh?

Sehabis dari mall, kami menuju Dream land, disana kami mencoba segala macam permainan.. roller coaster, rumah hantu, dan masih banyak lagi, tapi tetap saja.. Jinki kan tetap seorang malaikat, dia tak menunjukkan ekspresi apapun, huu!! Cukup kesal juga sih…

Kami bermain hingga lupa waktu, dan sekarang sudah sore hari. Kami memutuskan untuk pergi ke restoran terdekat di pinggir sungai Han.

“Kau mau makan apa?” tanya Jinki padaku

“Hmm, spaghetti saja!!” seruku yang sudah kelaparan

“Minumnya aku yang pesan ya?” tanyanya, aku pun mengangguk kuat

“Ahjumma, kami pesan spaghetti 2 dan orange sweet ice 2!” ujarku pada pelayan

“Hmmm.. ngomong-ngomong soal orange sweet ice, Bum-ah kemana ya? Kenapa dia juga tk berubah jadi manusia sepertimu?” singgungku pada Jinki karena teringat akan malaikat bersenyum manis itu

“Dia kan ada kerjaan lain, lagipula senyumku juga tak kalah manis dari dia. Sudahlah, yang bertugas menjagamu kan aku, jadi lihat aku saja.” Terang Jinki sambil mengarahkan wajahku menghadapnya, aku pun hanya bisa tersenyum melihat tingkahnya, seperti dengan namjachinguku sendiri, haha!! Yah, setidaknya malam ini makan malamku tidak sehampa biasanya, yang sendirian karena omma yang masih intens berada di RS.

“Jinki-ya, aku beli ice cream dulu ya?” ijinku pada Jinki

“Noe!! Tak cukup makan tadi?” tanya Jinki tak percaya, dan kupasang baby faceku, haha.. dia pun hanya bisa mendecak sambil melihatku yang pergi dengan girangnya

“Ajusshi, ice cream coklatnya dua ya” pesanku sambil menyerahkan uang pas pada penjual.

Hmm, sekilas kulayangkan pandanganku kesekeliling, banyak sekali pasangan disini. Apakah aku dan Jinki juga termasuk pasangan?? Haha, andai saja dia jadi manusia untuk selamanya, hihi. Wah,, pasangan yang itu terlihat canggung sekali, masa yeojanya udah meluk gitu, namjanya masih diam tak bergeming sih? Tapi.. hmmm, dari cirri-cirinya sepertinya aku kenal, siapa ya?? Tak butuh waktu lama, namja itu melihat kearahku, ya menatapku tepatnya. Sakit, sesak, seperti tercekiki.. itu yang tiba-tiba kurasa ketika melihat mata namja itu.. Dia,, Onew.. Sesaat mataku sangat panas, dan sepertinya akan turun hujan yang sangat deras didalam mataku. Untunglah akhirnya aku bisa bergerak, pergi berlari tak tentu arah sambil tertunduk dan meninggalkan ice creamku, bisa kudengar seseorang memanggilku, aku terus berlari tetapi suara itu semakin dekat saja.

Aku terus berlari, dengan cucuran air mata di pipiku, biar saja semua pasangan disini menganggapku gila, menerobos mereka tanpa permisi. Sebenarnya aku juga sudah cukup lelah berlari, hingga akhirnya aku pun berhenti ketika aku menabrak seseorang tapi orang ini mendekapku membiarkanku bersembunyi melepaskan kesedihanku di dadanya.

“Ssstt.. uljima,, tak cukupkah tangisanmu tadi sambil berlari? Susah juga mengejarmu, tenang sekarang kau bisa menyembunyikan wajahmu disini, tak ada yang bisa amengejekmu..” ucap seseorang itu sambil mengelus lembut rambutku, tapi kemudian masih kudengar seseorang yang lain memanggilku dan kiberanikan untuk mengangkat wajahku melihat siapa orang yang memelukku ini, dan ini.. Onew?? Kenapa bisa dia yang memelukku? Sedetik kemudian tangaku ditarik oleh orang lain dan kulihat Jinki sudah dibelakangku menggenggam tanganku..

“Maaf sudah merepotkanmu ya, tadi yeoja ini bersamaku hanya saja begitulah..” ucap Jinki pada Onew yang masih memelukku, dan kemudian dia menarik tanganku agar mendekat kearahnya.. Ya Tuhan, apa ini?? Kenapa baru sekarang aku sadar? Jinki ternyata sangat mirip dengan Onew.. pantas saja waktu itu orang yang memanggilku mengatakan bahwa gambaranku adalah Onew.. Ketika aku tenggelam dalam lamunanku, Jini kemudian merangkulku dan mendekatkanku dengannya, yang menyisakan tatapan sinis dari Onew.

“Jinki-ya, kau kemana saja? Tadi aku berlari cukup lama hanya untuk mencarimu tahu?”omelku pada Jinki setelah dia membawaku ke bagian tepi sungai Han yang sepi

“Hah? Kau mencariku? Bagaimana bisa jika kau berlari sambil tertunduk? Tapi ya sudahlah.. yang penting sekarang kan sudah ada aku..” terang Jinki

“Hmm,, ya syukurlah sekarnag sudah ada kau Jinki, tapi tadi itu Onew…” kata-kataku terpotong saat Jinki merengkuhku

“Sudahlah.. aku sudah tahu, kan sekarang kau sedang bersamaku. Ingat janjimu tadi ya..” sela Jinki sambil mengusap rambutku

“Yah, mungkin ini yang terbaik, aku harus membunuh perasaanku sendiri.. Karena bagaimanpun aku harus bisa menolak ini, yah.. lebih baik tak bertemu dengannya lagi.. Ku harap kau akan bahagia dengan pasanganmu kelak Sang Ki, dan terima kasih karena sudah membuatku merasakan ini, perasaan yang selama beratus-ratus tahun tak pernah kurasa. Aku akan sangat merindukanmu……” ucap Bum-ah pelan sambil memperhatikan Jinki dan Sang Ki yang berpelukan

TBC………………………