casts:

– Lee Chaerin

– Kwon Ji Yong

Note: – No happy ending in this story

“Aku tahu kau bisa, oppa,” Chaerin dan Ji Yong berbicara di ruang latihan YG. “Tapi, Chaerin, kau tahu sendirikan? Aku benar-benar tak bisa. Sungguh,” tanggap Ji Yong yang berada dua meter di belakang Chaerin. “Oppa, seharusnya oppa mengerti. Kita ini public figure. Kita tak bisa sembarangan begini,” kata Chaerin seraya berbalik. “Chaerin, jangan begini. Jangan bohongi perasaanmu, Chaerin,” Ji Yong memeluk erat tubuh Chaerin. Cepat-cepat, Chaerin melepasnya. “Aku tak berbohong, oppa! Aku sudah mengatakan yang sebenarnya! Hatiku untuk blackjack. Aku sudah ditakdirkan untuk merelakan orang yang ku cintai. Seharusnya sebagai public figure oppa mengerti! Ini resikonya hidup di dunia hiburan! Miane, oppa… Aku tak bisa….,” Chaerin pergi dengan menahan tangis.

flashback

Chaerin dan Ji Yong duduk di ruang tunggu hanya berdua saja. Mereka duduk di sofa yang sama dengan jarak dua meter. Mereka tak saling berpandangan, tapi saling berpaling wajah. Chaerin terdiam. Hatinya berdebar. Begitu juga Ji Yong.

“Chae-ah,” Ji Yong memulai. Chaerin cepat-cepat menengok. “N.. ne?” tanggap Chaerin. “Um…,” Ji Yong menengok sekeliling. “Saranghae,” lanjutnya tiba-tiba. Chaerin berbalik sebentar lalu kembali menatap Ji Yong. “Na ddo saranghae,” katanya dengan senyum lebar, agak membentak tapi pelan. Ji Yong tersenyum.

Chaerin dan member 2ne1 sedang berada di Jepang. Mereka di sana bukan untuk tapi untuk liburan. Minzy dan Bom hanya menetap di hostel, sedangkan Dara dan Chaerin berjalan-jalan ke daerah harajuku.

“Eonnie, yang ini keren,” kata Chaerin sambil menunjukkan T-shirt pada Dara. “Mwo? Ah, itu seleramu. Kau mau? Ambil saja,” kata Dara. “Aniyo…,” ponsel Chaerin berbunyi. “Sebentar, eon,” Chaerin sedikit menyingkir saat tahu itu adalah pesan dari Ji Yong.

“Yeobo, bagaimana liburanmu?” Chaerin membalas, “Menyenangkan.”

Diam-diam Dara mengintip pesan Chaerin. “Chaerin!” bentak Dara. Chaerin langsung menutup ponselnya. “Itu tadi Ji Yong? Kau pacaran dengannya? Kau sudah melanggar kontrak,” kata Dara. “Ani, eonnie… Aku..,” Chaerin kehabisan akal. “Kau akan menghancurkan mimpi 2ne1 kalau begini caranya. Tak ku sangka. Kau tega, Chaerin. Ku biarkan Yong Bae bersama Yuri agar aku bisa fokus pada 2ne1. Tapi ternyata? Akan ku laporkan kau pada Presiden Yang sepulang nanti,” Dara bergegas menuju mobil. “Andwe! Eonnie, andwe!” Chaerin menarik tangan Dara. Dara berhenti. Dilanjutkan lagi perjalanannya menuju mobil. Di sepanjang perjalanan menuju hostel, Chaerin terus memohon.

“Eonnie, aku mohon!!!!” Chaerin terus memohon hingga sampai di hostel. Bom dan Minzy langsung berdiri dan menanyakan yang terjadi. “Ada apa?” tanya Bom. “Tanya saja pada dia!” Dara langsung masuk ke kamarnya dan menutup pintu keras-keras.

“Ada apa, Chaerin?” tanya Bom sambil memegang pundak Chaerin. Chaerin masih menangis. “Waeyo, eonnie?” tanya Minzy. “Eonnie, Minzy, tak ada salahnya kan kalau di antara BIGBANG dan 2ne1 ada hubungan khusus?”tanya Chaerin. “Maksudmu? K… kau?” Bom melepas tangannya dari pundak Chaerin. “Aku menyukai Ji Yong oppa, eon…,” kata Chaerin. Bom langsung diam dan meninggalkan Chaerin.

Chaerin terdiam di kamarnya. Direnungkanlah kata-kata Dara saat di harajuku. Mimpiku?, pikirnya. tanpa sadar, air matanya menetes. Telah diputuskannya, dia akan merelakan Ji Yong untuk mimpinya.

end of flashback

Ji Yong terdiam di ruang latihan saat Chaerin sudah pergi. Sesekali dipukulinya kepalanya.

2ne1 sedang melakukan konser di seoul. diam-diam seorang namja memperhatikan mereka dari kerumunan penonton. Ji Yong. Namja berjubah itu menangis dibalik jubahnya. Chaerin, aku memang bisa. Tapi tidak tanpamu…

2NE1 sudah selesai dengan konsernya. Chaerin yang langsung menuju meja riasnya menemukan sebuah surat.

Aku tahu kau tersiksa. Miane… Aku hampir menghancurkan mimpimu. Chaerin, mimpiku sudah tercapai. Tapi mimpimu belum. Teruslah berjuang. Kontrak ku sudah habis. Aku akan tinggal di Paris. Mungkin saat kau membaca surat ini, aku sudah terbang. Aku akan berusaha sekuat mungkin untuk tetap hidup dan kembali padamu nanti. Tunggu aku ya! Hwaiting!  ^_^

Ji Yong

Chaerin menangis. dipeluklah surat itu. “Oppa…, miane….,” katanya.