mian buat hiatusnya yang agak lama yaa.. dan mian lagi karena bukan posting ‘SJ is a Special Guest’.. secepatnya pasti akan thyz posting kok.. masalahnya cuma ‘lagi kepengen aja memfokuskan sesuatu ke evil couple ini’.. hehe.. harap dimengerti yoo.. enn, komentarnya ditungguin.. 🙂

Title : I’m not an ‘Eomma’!!
Length : One Shot
Genre : Comedy, Romance
Cast :
-. Evil Couple : Song Eunrim dan Cho Kyuhyun
-. Joowon (Cho Ahra’s son)
-. Three Musketers player

============================================================

BRAAAAKK!!!

Lagi-lagi kedamaian dorm suju terganggu dengan kedatangan seorang yeoja..

“Taruhan.. pasti Eunrim..” kata Eunhyuk sambil buru-buru memakai kaos.

“CHO KYUHYUN ODIEYA?” teriak yeoja itu sambil menggendong sesosok balita.

“EHHHH.. Noonim? Kenapa tiba-tiba muncul?” tanya Ryeowook yang kaget dengan teriakan yeoja yang tidak lain adalah Cho Ahra, noona Kyuhyun.

Sungmin keluar dari kamarnya, “Noona, Kyuhyun lagi berpakaian, sabarlah.. Kau jangan berteriak, nanti anakmu kaget..” komentar Sungmin lalu menggendong Joowon.

“Ahh.. Suruh dia lebih cepat..” kata Ahra lalu duduk di sofa. “Wookie, kau tidak menawarkan noona minuman?”

“Nee..” Ryeowook buru-buru menuju ke dapur.

Setelah beberapa lama, Kyuhyun muncul dari dalam kamarnya. “Noona, kesambet angin apa kau datang membawa Joowon ke sini?”

“Aku ingin meminta penjelasan kenapa kata pertama yang keluar dari mulut anakku bukan ‘eomma’ melainkan ‘noona’!” sahut Ahra.

“Hyee.. Noona? Waduh.. kau sudah mengajarkan bahasa yang salah kalau begitu noonim..” komentar Eunhyuk.

“Noona? Apa hubungannya denganku?” tanya Kyuhyun bingung.

“Maka dari itu noona juga bingung! Arghh.. kupikir kau yang mengajarkannya! Mana sekarang noona harus ke luar kota lagi.. jadi bisa titip Joowon?” pinta Ahra yang akhirnya sampai ke titik permasalahan.

“Noona. Tidak bisa. Aku ada drama musikal hari ini!” tolak Kyuhyun.

“Ayolah Kyuu.. hanya kau harapan noona..” rengek Ahra sambil memberikan tatapan memelas pada Kyuhyun.

“Aku sekarang mengerti darimana Kyu mendapatkan ilmu mengambil hati orang..” bisik Eunhyuk pada Ryeowook.

“Aishh.. noona.. aku tidak bisa!!” tolak Kyuhyun lagi.

“Kau minta saja yeojamu membantu.. ayolah Kyuu.. mau yaa?? Yaa??” pinta Ahra untuk yang kesekian kalinya.

“Noona! Eunrim itu bukan babysitter!” jerit Kyuhyun.

“Tidak ada penolakan. Aku sudah membawa Joowon ke sini. Terserah, pokoknya sampai besok dia harus aman tentram bersamamu.. Noona pergi dulu.. Annyeong..” pamit Ahra yang langsung meninggalkan mereka tanpa meminta penjelasan lagi.

“Hiks.. Hiks.. noonaaaa..” isak Joowon.

“Waduh.. anak ini betul-betul memanggil noona? Joowon, dia itu eommamu.. eommaaaa..” ajar Sungmin pada Joowon.

“Noonaaaaa.. hweeee..” tapi Joowon tidak menggubris Sungmin.

Kyuhyun yang sudah frustasi mendengar tangisan Sungmin langsung akhirnya menyerah dan meminta bantuan Eunrim.

—————————————————————————–

.Eunrim POV.

Drtt.. drtt.. drttt. Drttt..

“Yoboseyo? Wae?” sahutku begitu melihat siapa yang menelpon.

“Jebaaaal~” Kyu memohon padaku? O_o

“Diterpa angin apa kau babo?” tanyaku tidak percaya dengan ucapan Kyu barusan.

“Jebaaal, Eun-ah.. datang ke dorm sekarang yaa..” pinta Kyu padaku.

“Wae? Kau sakit?” tanyaku agak cemas.

“Anii.. ada Joowon di sini.. Jebaal.. bantu aku menjaganya..” kata Kyu dengan suara pelan.

“Aishh.. kenapa setiap ada Joowon kau selalu memanggilku sih? Andwee.. aku mau berhibernasi dulu..” kataku lalu mau memutuskan telpon.

“Changkamman.. aku akan menuruti apa saja maumu, asal kau membantuku.. bahkan boneka teddy bear sebesar Shindong akan kuberikan padamu jika kau meminta..” jerit Kyu dari telponnya.

Ahh.. Apa boleh buat.. “Heuhh.. Tunggu setengah jam lagi..” kataku lalu langsung memutuskan telepon.

———————————————————————

At Suju’s dorm..

“Aigoo.. Joowoniee.. kenapa kau ditinggal sendirian? Dasar oppadeul kejam!” kataku yang tidak tega melihat Joowon yang tergeletak begitu saja, DI LANTAI.

Aku langsung menggendongnya.

“Noonaa.. hikss.. hikss..” isak Joowon di bahuku.

“Cup.. cup.. anak pintar tidak boleh menangis. Ajusshimu mana?” kataku pada Joowon.

Ahh.. percuma.. mana mungkin anak ini tahu.. Aku lalu menuju ke kamar Kyu.

Krieeek.. Tidak ada orang?

“Kyuuu..” panggilku.

“Di sini.. adaww..” terdengar sahutan Kyu disusul bunyi panci jatuh dari arah dapur.

“Buat apa babo? Kenapa kau tega membiarkan Joowon sendiri?” tanyaku.

“Aku bukannya tega, Eun-ah.. tapi masa kubawa Joowon ke dapur? Membuat susu saja aku susah, bisa-bisa nanti Joowon yang kumasukkan ke panci!” sahut Kyu.

“Aihh.. Kapan sih kau bisa belajar memasak? Sini.. Gendong Joowon, biar aku saja yang membuat susunya..” ujarku lalu memberikan Joowon ke Kyu.

“Ehh.. Eun-ah.. hari ini kau tidak ada acara kan?” tanya Kyu manis.

“Seandainya aku ada acara kenapa?” tanyaku balik.

“Anii.. kau mau kan nonton drama  musikalku? Bersama Joowon tentunya.. Hari ini aku ada jadwal, tapi noona tanpa kasihan menitipkan anaknya padaku..” jelas Kyu.

“Aku? nonton drama musikalmu?” tanyaku tidak percaya.

“Tentu saja.. Kau belum pernah sekalipun menonton kan? Ayolah Eun-ah..” pinta Kyu.

“SHIREOO!!” tolakku mentah-mentah.

“Wae? Kau tidak mau memberiku semangat?” cicit Kyu.

Bukan.. Aku bukannya tidak mau memberimu semangat babo! Tapi.. mana mungkin aku tahan melihatmu BERCIUMAN dengan yeoja lain?!

Aku langsung mengambil Joowon dari pelukan Kyu. “Shireo! Pokoknya SHIREO!” jeritku.

“Tapi tidak akan ada orang di dorm ini! Kau mau tinggal sendiri? Ayolah Eun-ah.. Aku akan memberimu tempat duduk paling depan! Lagipula, setelah itu ada acara kecil-kecilan..” jelas Kyuhyun lagi.

“Aku akan pergi.. dengan syarat, jawab dulu 2 pertanyaanku..” kataku.

“Baik.. setelah kujawab, ayo kita segera berangkat!” sahut Kyu.

“Pertama, siapa yang bermain denganmu hari ini?” kulontarkan pertanyaan pertamaku.

“Menurut jadwal, Ahsun noona.. wae? Ahhh..” sepertinya Kyu sudah mengerti. “Kau tidak mau menonton karena adegan kissingku?”

“Bukan saatnya kau bertanya, babo..” aku enggan memberikan jawaban. “Yang kedua, sebenarnya ini bukan pertanyaan tapi permintaan.. Bisakah.. kau.. memperkenalkanku di depan para pemain drama musikalmu?” kataku terbata-bata. Tidak biasanya aku meminta hal seperti ini pada Kyu. Aku ingin sekali-kali menjadi egois.

“Hahaha.. Sudah kulakukan dari dulu.. sayangnya mereka belum pernah melihat tampangmu.. makanya kau harus ikut hari ini..” kata Kyu disela-sela tawanya.

“Cinca?” tanyaku tidak percaya.

“Tentu saja.. Kau pikir selama ini aku mencium yeoja lain tanpa memberitahu mereka kalau aku sudah ada yang punya? Begini-begini aku masih punya harga diri!” jawab Kyu. “Nahh.. sudah kan? Kajja..” katanya sambil menarikku pergi.

———————————————————————

Kyu menepati janjinya.. Dia memberikanku 2 tempat terdepan, satu untukku dan satunya lagi untuk Joowon. Kami tentu saja berpisah di pintu masuk tadi, karena biar bagaimanapun pasti ada ELF yang datang menonton..

“Joowonie, kau noona pangku saja yaa..” kataku langsung memangku Joowon.

“Agassi, wahh.. kau membawa anakmu untuk menonton bersama? Pasti ELF ya?” tanya seorang ajumma yang duduk disebelahku.

O_o anak?

“Ajumma, dia ini bukan anakku..” kataku sopan.

“Ehh.. Masa kau tega sekali tidak mengakui anakmu Agassi?” kata ajumma itu tidak percaya.

Heuhh.. sudahlah.. tidak ada gunanya juga aku menjelaskan siapa Joowon pada ajumma ini. Lagipula, pertunjukannya sudah dimulai..

Sepanjang acara, Kyu melirikku sekilas, apalagi tepat sebelum adegan yang paling tidak kuinginkan.

“Joowoon, ajusshimu itu kurang ajar ya?” kataku pada Joowon untuk menghindari melihat adegan ‘itu’.

Joowoon yang sepertinya tidak mengerti dengan perkataanku hanya terus bertepuk tangan dan bermain-main.

Akhirnya aku pasrah saja dengan sisa pertunjukkannya..

Setelah pertunjukan berakhir…

Aku menunggu sampai penonton berkurang, dan mulai mencari akses masuk ke belakang panggung.. Huh.. kupikir Kyu akan menjemputku! Tanganku sudah pegal menggendong Joowon selama berjam-jam..

“Agassi, kau tidak boleh lewat sini..” tegur salah seorang ajusshi ketika aku baru saja mau menyelonong ke belakang panggung.

“Ajusshi, aku terburu-buru.. tanganku sudah pegal dari tadi menggendong anak ini!” kataku sewot.

“Agassi, kalah tidak mau capek, jangan membuat anak.. kalau dilihat dari umurmu, sepertinya kau masih sangat muda.. ‘kecelakaan’ ya?” tanya ajusshi itu.

“Hee? Ajushi, apa maksudmu? Ini bukan anakku!” kataku membela diri.

“Kalau bukan anakmu, anak siapa lagi Agassi, lagipula daritadi anak itu nyaman-nyaman saja di gendonganmu.. berarti dia itu memang anakmu.. tega sekali kau tidak mengakuinya..” ejek ajushi itu. Dia benar-benar cari gara-gara!

“Ajusshi, dia ini bukan anakku, dan biarkan aku lewat!!” kataku mulai kehabisan kesabaran.

“Agassi, untuk yang kesekian kalinya kubilang, tidak boleh sembarang orang masuk.. pulanglah.. fans meeting akan diadakan minggu depan..” kata ajusshi itu lalu mulai mendorongku menjauh.

“Kalau kubilang aku memang bukan sembarangan orang bagaimana ajusshi?” kataku lalu mulai memencet nomor Kyu.

“Kalau begitu buktikan padaku.. Hubungi salah satu pemain.. setelah itu aku akan percaya padamu..” kata ajusshi itu sambil melipat tangannya.

Tuutt.. tuttt.. aku sengaja meloadspeakerkan teleponku supaya si ajusshi yang menyebalkan itu bisa mendengarkan.

“Yoboseyo? Eun-ah? Odieya? Kenapa lama sekali? Joowonie gwenchana?” kata Kyu begitu dia mengangkat telpon.

“Ada ajusshi menjengkelkan yang melarangku masuk.. kau ini bagaimana sih? Tanganku pegal tau menggendong Joowon!” sahutku puas setelah melihat tatapan tidak percaya ajusshi itu. Sepertinya dia mengenal suara Kyu.

“Itu.. suara Cho Kyuhyun bukan?” katanya terbata-bata.

“Menurutmu ajusshi? Sudah kubilang aku bukan sembarangan orang..” sahutku, aku lalu berbicara ke sambungan telpon. “dalam hitungan kesepuluh kalau kau tidak menampakkan dirimu didepanku, kita PUTUS!” kataku lalu mulai menghitung.

1..2..3..4..5..6..7..8..9..9 ½ ..

“AKU SAMPAIII!!” teriak Kyu sambil ngos-ngosan.

“Hmm.. baiklah.. kau dimaafkan..” kataku sambil memberikan Joowon pada Kyu.

“Pertama ajusshi,sudah kubilang dia bukan anakku kan? Kau tidak percaya.. kedua.. sudah kubilang juga kalau aku ini bukan sembarang orang, kau juga tidak percaya.. sekarang apa lagi?” kataku sambil memperlihatkan Kyu di depan matanya.

“Ahh, ituu.. kenapa kau tidak bilang daritadi Agassi?” sahut ajusshi itu sambil menggaruk-garuk kepalanya.

“Kalau kubilang kau percaya? Tidak kan? Mending langsung diperlihatkan saja..” kataku sambil menunjukkan muka puas.

“Aihh.. sudahlah.. karena kesalahpahaman kalian, aku yang dikorbankan begitu? Aku tadi sedang ganti baju tau!” cerocos Kyu.

Aku lalu baru menyadari kalau dia hanya memakai kemeja putih polos dan itu juga dikancing asal-asalan.

“Hahaha..” kataku tidak berhenti menahan tawa.

“Wae? Puas kau melihatku begini hah? Aishh.. ajusshi, lain kali kau langsung saja masukkan yeoja ini..” kata Kyu pada ajusshi itu.

Dia lalu membawaku masuk ke belakang panggung. Terlihat banyak kru yang sibuk membereskan peralatan setelah selesai acara.

Krieekk.. Kyu membuka pintu diujung ruangan dan menarikku masuk.

“Yeorubun, ini yeoja yang kuceritakan pada kalian!” kata Kyu yang langsung memperkenalkanku pada seisi ruangan.

“Ahh.. yeoja yang sangat manis..” sahut seseorang.

“Annyeong..” teriak yang lainnya.

“Lihat, mereka bahkan membawa anaknya!” canda yang lainnya.

“Aishh.. Mana mungkin aku menikah lalu tidak mengundang kalian.. Ini keponakanku.. Eunrim membantuku menjaganya dari tadi..” sahut Kyu.

Aku hanya terdiam saja melihat semua kejadian itu. Kami memang menikmati santapan yang disediakan, Kyu bahkan beberapa kali memeluk bahuku, tapi aku merasa ada mata yang selalu mengawasiku.

“Eunrim, bisa kita bicara berdua saja?” tanya seseorang yang tidak lain adalah Ahsun eonnie.

“Ehh.. Nee eon..” kataku bingung. Kami harus berbicara apa?

Dia lalu mengajakku keluar dan mencari tempat yang agak sepi.

“Begini Eunrim.. Eonnie cuma mau mengatakan kalau, eonnie tidak punya perasaan apapun pada Kyuhyun, begitu juga sebaliknya. Hubungan kami hanya sebatas pekerjaan saja.. Kau tidak perlu khawatir..” jelas Ahsun eonnie.

“Emm, tidak kok eonnie, aku percaya kok pada Kyu..” sahutku kaget dengan pernyataan Ahsun eonnie. Maksudku, kupikir dia akan mengatakan bahwa dia suka pada Kyu seperti apa yang kutakutkan selama ini, tapi ternyata..

“Tentu saja kau harus percaya padanya.. Dia sangat menyukai drama musikal ini.. tapi entah kenapa, pernah satu waktu dia berniat untuk mundur.. setelah kutanya, dia hanya mengatakan bahwa yeojanya marah kalau ada adegan kissing.. bisakah kau mengerti Kyu?” tanya Ahsun eonnie.

Aku terdiam. Dia pernah berniat mengundurkan diri? Dasar babo.. pasti karena masalah waktu itu (silakan baca ff ‘ottokhe’ untuk lebih jelasnya)

“Eonnie.. gomawoo untuk sarannya.. aku sekarang tidak mempermasalahkannya lagi kok..” komentarku.

“Tapi kenapa kau tidak pernah menontonnya?” balas Ahsun eonnie.

“Itu karena.. ehh.. aku sibuk dengan urusan sekolahku!” kataku mencari alasan.

“Cinca? Kalau begitu, sekali-kali berilah support pada namjamu.. eonnie juga sangat senang kalau namja eonnie menonton..” kata Ahsun eonnie ramah.

“Eonnie sudah punya namja?” tanyaku. Kalau begitu aku selama ini cemburu buta?!

“Tentu saja.. Kyuhyun tidak memberitahumu? Wahh.. Wahh.. Lain kali eon perkenalkan deh..” sahut Ahsun eonnie. “Hmm, sebaiknya kita kembali sebelum yang lain mulai membicarakan kita.. kajja..”

Kami lalu kembali ke ruangan tadi.

Setelah aku duduk, Kyu langsung mencercokiku dengan berbagai pertanyaan, “kalian bicara apa? Kenapa lama sekali? Kau tidak marah kan?”

Aku hanya tersenyum dan berkata, “urusan yeoja..”

Dia menatapku dalam sekali, seakan-akan berusaha membaca pikiranku. “Cinca?”

“Keuromyeon.. kenapa kau negative thingking begitu sih? Ehh.. ngomong-ngomong, Joowon tidur ya?” kataku sambil melihat Joowon yang sudah pulas tertidur di pangkuan Kyu.

“Hmm.. Yup.. Tadi dia sempat mencarimu sih.. Noona.. noonaa.. dia terus merengek seperti itu..” sahut Kyu.

“Hehe.. kalau begitu Joowon mengingat setiap ajaranku. Kau ingat waktu terakhir Joowon bersamaku? Aku mengajarinya berkata ‘noonaa’ begitu.. tidak kusangka dia akan menghafalnya..” kataku puas.

“HYEEE?? JADI TERNYATA KAU YANG MENGAJARI JOOWON BERBICARA??!!” jerit Kyu yang membuat semua kru langsung berbalik ke arah kami sekilas.

“Nee.. memangnya kenapa? Bagus kan?” tanyaku bingung.

“Tap Eun-ah.. dia hanya bisa berkata ‘noona’, bahkan Joowon juga memanggil Ahra noona dengan sebutan ‘noona’ bukannya ‘eomma’.. pantas saja noona mengamuk padaku..” sesal Kyu.

“Heehh? Cinca? Aishh.. kalau dia bangun akan kuajari kata ‘eomma’ deh!” kata Eunrim.