Baby Don’t Go PG 15

 

author:Hyeyoon

cast:Cho Kyuhyun

genre:romance

lenght:oneshot

‘Ini bukan Evil Couple scene’

***

The true love is never dissapear.

Isn’t?

Perasaan ini hanya untuknya.

Walaupun berulang kali aku mencoba untuk pergi darinya.

***

“maaf Kyu, kurasa hubungan kita sampai disini saja”

Pernyataan yang keluar dari bibirku membuat Kyuhyun sangat terkejut

“ne? Apa kau bercanda?” tanya Kyuhyun seraya tertawa

Namun aku hanya dapat tersenyum masam menjawab pertanyaannya.

“wae Hyeyoon?” tanyanya tiba-tiba.

“mianhe. Aku sudah tak bisa bersamamu lagi Kyu” balasku.

“tak bisa? Wae? Apa ada namja lain?”

Aku terdiam sebentar mempertimbangkan apa yang harus kukatakan.

“ne. Mianhe Kyu. Tapi itu benar” jawabku menyesal.

“nuguya?’

“Son Dong Woon” balasku singkat.

“wae? Mengapa bisa?”

Hening lagi. Namun aku segera menjawab

“dia selalu ada disisiku saat aku membutuhkan sosok namja disisiku. Dia selalu mendengan keluh kesahku saat aku cemburu melihatmu bersama yeoja lain. Saat aku cemburu melihatmu tak bersamaku namun berada disisi yeoja lain yang lebih cantik dariku. Saat aku mendengar berita tentangmu dan Seohyun serta Sooyoung onnie. Dia yang selalu mendengar semua.”

Kulihat Kyuhyun hanya terdiam membisu tak dapat menjawab semua pernyataan yang keluar dari bibirku.

“mianhe Hyeyoon-ah. Mianhe. Please, give me a second chance” pintanya memohon kepadaku.

Aku hanya dapat menggeleng menjawab permintaannya. “mianhe oppa. You not have a chance anymore. Kau selalu menyakitiku. Terlalu sering. It hurts.”

“mianhe Hyeyoon.. jebal. Give me a second chance.”

“andwae oppa. Mianhe. But it’s over now.” Kataku mengakhiri perkataanku dan segera berdiri untuk meninggalkan tempat ini.

Kumasuki mobilku dan menutup pintunya tanpa memperdulikan Kyuhyun yang sudah berada disamping jendela memukul-mukul jendela mobilku meminta kesempatan kedua.

Dengan menyesal kutinggali dia yang seperti itu dan segera beranjak pergi dari sini.

Yeah~ it’s over now.

Tak ada apa-apa lagi diantara kita.

Kugenggam ponselku untuk mengetik sebuah pesan singkat yang kutujukan untuk Dongwoon.

To:Son Dongwoon

Tunggu aku ditempat biasa

 

Tiba-tiba aku langsung mendapatkan balasan darinya.
From:Son Dongwoon

Baiklah.

***

“ada apa lagi sekarang?” tanya Dongwoon begitu dia melihatku telah berada disana duluan tenggelam didalam alkoholku. *weks, ceritanya berat euy -_-*

“aniya. Tak ada apa-apa lagi. Semua sudah berakhir” jawabku singkat.

“katakan apa yang terjadi. Dan, jangan minum ini lagi. Tak baik untuk kesehatanmu.” Tukas Dongwoon saat melihatku yang sedang memegang segelas alkohol ditanganku.

“aku mengakhiri semuanya. Aku yang memutuskannya. Karena, kukira kau tau Dongwoon-ah. Aku tak sanggup lagi untuk jadi pendampingnya. Aku tak sanggup. Aku memutuskan untuk pergi dari hidupnya untuk selamanya.”ujarku mmenjelaskan semuanya panjang lebar.

Dongwoon pun hanya dapat terdiam tak dapat berkata apa-apa. Dia tak bisa memberiku saran ataupun nasihat.

Karena aku sudah memutuskan semuanya sendiri.

Kulihat wajah khasnya yang seperti arabic itu kebingungan. Wajah polos yang masih kekanakkan, ujarku dalam hati.

“Dongwoon-ah?” panggilku memecahkan keheningan.

“ne? Wae Hyeyoon?” jawab Dongwoon segera memalingkan wajahnya kearahku.

“saranghae” kata-kata itu segera meluncur dari bibirku membuat Dongwoon

“Hyeyoon-ah, jangan berkata seperti itu. Kau sudah mabuk, tak mungkin kau mengatakan yang sesungguhnya.” Jawab Dongwoon sedikit salah tingkah atas pengakuanku tadi.

“ani Dongwoon, aku mengatakan hal yang sebenarnya. Alkohol tadi tidak memiliki kadar alkohol cukup tinggi untuk membuatku mabuk hingga tak sadarkan diri. Sarangahae Dongwoon. Jeongmal saranghae” ujarku membelai kedua pipinya lebut.

“nado saranghae” balas Dongwoon segera mendekatkan wajahnya diwajahku dan mengecupku dengan lembut.

Bibirnya terasa lembut diatas bibirku.

Ya, kini aku benar-benar mendapatkannya sebagai pengganti Kyuhyun.

***

Pagi ini aku bangun dengan sangat berat.

Ya, hari ini aku bukanlah pacar dari seorang Cho Kyuhyun lagi, namun pacar dari Son Dongwoon.

Senang? Ya, sedikit.

Namun tak bisa kupungkiri bahwa hatiku masih separuh berpihak pada Kyuhyun.

Aah, aku harus melupakan dia.

Ya, itu harus.

Drrt drrt drrt …

Terdengar sebuah e-mail masuk diponselku.

Kyuhyun?

Untuk apa dia mengirimiku e-mail sepagi ini?

Omoooo~

Mengapa dia harus mengirimiku gambar seperti ini?

Di foto ini jelas-jelas tergambar dia sedang berciuman dengan perempuan lain, dengan Seohyun.

Dibawah gambar itu tertulis ‘jika ini yang kau mau, aku akan menurutinya. Selamat tinggal Hyeyoon’

Semua sudah benar-benar berakhir sekarang.

Tak ada lagi hubungan diantara kita.

Dia memilih Seohyun, dan aku memilih Dongwoon.

Tes, tes..

Tapi mengapa aku harus menangis?

Hatiku hancur seketika.

Aku menyesali semua perkataanku, semua pilihanku.

Bodoh bukan?

Ya, aku sangat bodoh.

Menyesali pilihanku saat semua sudah berakhir.

***

Sudah satu minggu atas semua yang terjadi.

Berita bahwa aku telah menjadi yeojachingu seorang member BEAST juga sudah tersebar.

Begitu pula dengan berita tentang Kyuhyun dan Seohyun.

Ah, tanpa kusadari, aku mulai terbiasa dengan keberadaan Dongwoon disisiku.

Kunyalaka televisi didepanku.

Sebuah berita menggemparkanku.

“Kyuhyun Super Junior Mengalami Kecelakaan Truk”     

MWO??!!

Dengan cepat aku segera menghubungi Leeteuk oppa yang merupakan leader dari boybandnya.

Katanya Kyuhyun dibawa kerumah sakit terdekat ditempat kejadian.

Aku harus segera kesana.

***

“onnie…. apa yang terjadi?” tanyaku pada Hyunri onnie, yeojachingu Leeteuk oppa seraya memeluknya.

“gwenchanayo Hyeyoon-ah. Kyuhyun tidak apa-apa. Dia hanya sedikit memar dikaki dan tangannya.” Jawab Leeteuk oppa.

“jinja?”

“ne.” Ujar Leeteuk oppa meyakinkanku.

Tiba-tiba pintu ruangan terbuka dan dokter yang menangani Kyuhyun keluar darisana.

“bagaimana dok?” tanya Leeteuk oppa pada  dokter itu.

“gwenchanayo. Dia tidak apa-apa. Namun, dia belum menyadarkan diri dan harus beristirahat dulu karena shock yang dialaminya.” Ucap dokter itu yang disambut dengan anggukan kepala dari kami bertiga. “apa diantara kalian ada yang bernama ‘Hyeyoon’ ?” tanya dokter itu tiba-tiba.

“ah, naneun Park Hyeyoon” jawabku

“sebaiknya kau masuk kedalam. Seperti Kyuhyun-sshi mencarimu. Daritadi dia memanggil namamu.”

Ne? Memanggil namaku?

“ah, ne. Baiklah”

Dengan segera aku memasuki ruangan dimana Kyuhyun terbaring tak berdaya disana.

Aku duduk dikursi yang berada disamping tempat tidurnya.

Tanpa sadar air mataku jatuh dari pelupuk mataku.

Kugenggam tangan Kyuhyun dengan erat.

“Hyeyoon”

Panggilnya lirih.

“Hyeyoon”

“ne?”

“Hyeyoon”

Ah, apa ini yang dimaksudkan dokter itu, dia memanggil namaku dibawah kesadaran dirinya?

Tuhan, apa dia masih mencintaiku?

“Hyeyoon…”

“ne, aku disini oppa” jawabku semakin banyak mengeluarkan air mata.

“Hyeyoon..”

Berulang kali dia memanggil namaku, “baby, don’t go. Please, don’t leave me alone. I can’t life without you by my side Hyeyoon. Don’t go…. I love you so much…” ujarnya masih dibawah kesadarannya.

Aku masih tak dapat menahan air mataku menangis disitu.

Tuhan, terima kasih. Ternyata dia masih mencintaiku.

Malam semakin kelam, bulan menerangi bumi dengan sangat terang.

Begitu pula dengan hatiku yang mulai kembali bersinar walaupun harus dibawah kesadaranku.

***

“Hyeyoon”

Kudengar suara seseorang memanggilku saat matahari sudah menyeruak dari jendela.

Suara milik Kyuhyun yang sangat familiar ditelingaku memanggilku.

“oppa, kau sudah sadar?” ujarku sangat senang.

“ne, aku baik-baik saja.”jawabnya seraya tersenyum cerah padaku.

“syukurlah oppa.”

“Hyeyoon, jangan pernah meninggalkanku lagi. Saranghae.”

“nado saranghae oppa. Aku berjanji tidak akan pernah meninggalkanmu lagi.”

Ya, semua sudah kembali seperti semula.

Aku kembali menjadi milik Cho Kyuhyun.

Dan aku tidak akan pernah mengatakan hal itu lagi, karena aku sadar, hanya Kyuhyun yang bisa mengisi hatiku, hanya dia matahari dan bulan dihatiku.

***

Keke~ ancur, ancur, ancuurrrrr…. ada yang mo bashing? Silahkan… ceritanya emang agak berat karena ada kata-kata alkohol-nya. kritik dan saran ditunggu…. ancuuurrrrrr ……………………