Author : cutemoo
Title : It Has To Be You
Length : One Shot
Genre : Romance
Cast : Yesung, Han Yong Woo [belongs to author], Siwon, Lee Choon Ne [belongs to author]

Annyeong…fflovers. Aq writer baru disini.. Sengaja maw ngpost ff yang menurutku geje. Dan klo kalian ga keberatan mohon kritik dan sarannya. Ga usah kirim pake sms, cukup dibawah aja hihihihi… Untuk para author ^^ gomawo uda maw kasih kesempatan buat nampilin ff ini. Btw, enjoy……

IT HAS TO BE YOU

 

“Dia itu suka padamu, karena wajahmu mirip dengan kekasihnya yang dulu…..”

Kalimat itu terus saja terngiang-ngiang ditelingaku. Hal ini kudengar dari sahabatku, Lee Choon Ne (a/n: dia ini cw). Dia tak henti-hentinya memperingatiku untuk tidak mendekati Yong Woo, wanita yang sangat kucintai sampai detik ini. Yeah…Han Yong Woo, gadis yang telah mengisi hari-hari indahku selama 2 tahun belakangan ini. Dua tahun bukanlah waktu yang pendek untuk suatu hubungan. Tapi ternyata kami bisa melewatinya dengan cukup harmonis. Sampai tiba kejadian itu, kejadian yang tidak ingin kuingat sekarang…

 

 

Sekitar dua minggu yang lalu, Choon Ne minta tolong padaku untuk bertemu dengannya di Kafe Miracle.

“Yesung….di sebelah sini…” Choon Ne memanggilku dengan suara sedikit lebih kencang dari bisikan seraya menunjukkan tempat duduknya. Aku pun berlari kecil menghampirinya. Disebelah kirinya duduk seorang pria yang sangat kukenal, Choi Si Won. Dia adalah pacar Choon Ne sekaligus sahabat terbaikku. Setelah beberapa lama kami mengobrol, aku langsung menuju topik utama yaitu hal yang membuatku bertanya-tanya sejak tadi.

“Sebenarnya ada apa kalian memanggilku kemari?? Tidak mungkin kan hanya untuk melihat kalian berdua pacaran??!” candaku. Si Won meninju bahuku pelan sambil tertawa, yang diikuti senyum terpaksa Choon Ne. “Jeongmal?? Tapi itu tidak mungkin” protesku setelah Si Won menceritakan padaku bahwa Yong Woo telah kembali pada kekasihnya yang dulu, Lee Jun Ki. Dia adalah kakak kelas kami di kampus.

Yong Woo berpacaran dengan Jun Ki ketika masuk semester dua, sedangkan Jun Ki sudah semester enam. Tapi ketika Jun Ki lulus kuliah tepatnya sekitar dua tahun yang lalu, ia pergi meninggalkan Yong Woo untuk melanjutkan studynya di Inggris. Dan mereka sepakat untuk berpisah. Saat itulah aku berani mendekati Yong Woo. Setelah kira-kira dua bulan masa pendekatan, aku memberanikan diri menyatakan rasa sukaku padanya. Tanpa kusangka, Yong Woo menerimaku. Hingga saat ini hubungan kami berjalan harmonis yang terkadang diwarnai dengan sedikit kesalahpahaman. Tapi kami bisa menyelesaikannya dengan baik.

Dan saat kudengar berita ini dari Si Won aku sedikit terkejut. Masalahnya, tak jarang aku memergoki Yong Woo sedang memandang foto mereka berdua *Yong Woo + Jun Ki* dengan mata berkaca-kaca.

Disaat aku mengingat kenangan itu, Si Won menyenggol tanganku sambil menunjuk ke arah satu tempat duduk tak jauh dari kami. Yong Woo dan Jun Ki ternyata. Mereka tengah mengobrol sambil sesekali tertawa bersama. Mereka memang serasi, sampai-sampai hampir semua teman kampusku menyayangkan mereka berpisah. Seketika mataku membelalak ketika Jun Ki menggenggam tangan Yong Woo. Aku tak bisa memandang ke arah mereka lebih lama, hatiku terlalu sakit melihatnya. Tanpa permisi, aku langsung meninggalkan Si Won dan Choon Ne yang sejak tadi tidak bersuara.

 

 

Sudah dua minggu berlalu sejak kejadian itu. Saat itu juga terakhir kalinya aku melihat wajah Yoong Woo. Sebenarnya aku sangat rindu padanya, tapi mengingat Yong Woo yang sedang tertawa bersama Jun Ki, hatiku kembali perih. Mungkin Yong Woo tahu bahwa aku mengetahui kejadian itu, karena setelahnya tak henti-henti Yong Woo menghubungiku. Dalam sehari dia meninggalkan missed call dan sms di hpku lebih dari dua puluh kali. Tapi aku tak pernah membalas atau menghubunginya kembali. Sepenggal lagu sorry sorry mengalun dari hpku, yang berarti ada sms masuk. Dari Yong Woo. Ini sudah ke delapan kalinya. Biasanya pesan yang dikirimkan kepadaku akan selalu terhapus sebelum sempat kubaca. Aku terlalu takut untuk mengetahui apa isinya. Tapi kali ini aku penasaran, penjelasan apa yang akan dikatakan Yong Woo lewat pesannya atau telepon yang tak pernah sekalipun kuangkat. Dengan sedikit keraguan kutekan tombol read pada hp-ku.

Hanya ada satu kata yang tertera pada layar hp..

‘Mianhae…’

Tiba-tiba tanganku lemas, hp yang sejak tadi kupegang jatuh ke lantai. Tak terasa mataku basah oleh air mata. Itu berarti tamatlah hubunganku dengan Yong Woo kali ini. Secercah perasaan lega menghampiriku, karena sebelumnya aku tak pernah membaca pesan-pesan yang dikirimkan Yong Woo yang mungkin bisa membuatku lebih kalut dari sekarang. Saat ini aku hanya bisa memeluk diriku sendiri.

Ting tong…ting tong… Kubiarkan bel pintu terus berbunyi, karena kupikir yang datang pasti Si Won atau Choon Ne. Mungkin mereka ingin menghiburku mengingat kejadian yang kualami membuatku terpuruk dan tak pernah menghubungi mereka lagi. Ting tong…ting tong…ting tong… Karena tak tahan dengan suara bising yang bisa membuat kepalaku pecah akhirnya dengan ogah-ogahan aku menghampiri pintu. Saat kubuka….

“Yong…Woo…” Kataku tersendat, kaget bukan kepalang. Sebenarnya aku ingin langsung memeluk dan mengatakan bahwa aku rindu sekali padanya. Tapi tentu saja kutahan, akibatnya tubuhku sedikit bergetar.

‘Yesung..gwaenchana??” katanya setelah agak lama kami berdiam diri dan mulai memasuki ruang tamu apartemenku. Tampangnya tak lebih kusut dariku. Matanya sembab dan sepertinya dia agak kurusan.

“Waeyeo? Ada apa kau datang kemari?” kataku tanpa melihat kearahnya, berusaha sedingin mungkin padahal hatiku seperti tercabik-cabik.

“Apa kau sudah membaca semua smsku?”


Oh, ini dia. Aku mengerti sekarang, Yong Woo datang kesini pasti ingin meminta padaku agar hubungan kami diakhiri saja. Karena kekasihnya yang dulu sudah kembali padanya. Mungkin juga ia hanya menjadikanku sebagai boneka, yang mengisi hari-hari kosongnya tanpa Jun Ki disampingnya. Pikiran-pikiran buruk melintas dikepalaku.

“Jika sudah, aku ingin minta maaf padamu” katanya tertunduk. Hampir saja aku menangis, buru-buru kuseka air mataku. “Aku sudah menjelaskan kepada Si Won dan Choon Ne tentang kejadian dua minggu yang lalu. Dan sepertinya kau salah paham” sambungnya kembali menatapku. Tersirat luka yang sangat dalam dari matanya.

“Waktu itu Jun Ki menghubungiku dan dia ingin aku menemuinya. Memang saat itu ia ingin agar aku kembali padanya. Kukatakan bahwa…”

“CUKUP…” kataku tak tahan mendengar lanjutannya.

“Sudahlah, aku sudah tahu maksudmu datang kemari. Jika kau ingin kembali padanya. Kembalilah, aku sudah merelakannya” aku menarik napas panjang. Yong Woo mulai menangis. “Mianhae..Yong Woo yaa. Jika selama dua tahun ini aku tidak bisa membuatmu bahagia. Dan telah merampas hatimu dari Jun Ki hyung.. Memang waktu itu aku yang salah, karena terlalu cepat membuat keputusan untuk memaksamu menjadi pacarku. Gomawo.. karena selama dua tahun ini aku sangat bahagia, walaupun harus berakhir seperti ini” kataku membelakanginya, berusaha menahan tangis.

Namun Yong Woo menarik tanganku dan langsung memelukku. “Yesung yaa…anniyeo. Bukan itu maksudku datang kesini” Yong Woo melepas pelukannya dan menatapku lembut disela tangisnya yang mereda. “Jun Ki memang menghubungiku dan memintaku untuk kembali padanya. Tapi aku menolaknya. Kau tahu kenapa?? Karena dari awal yang kusukai itu adalah kau”

“Waktu itu kupikir kau menyukai Choon Ne, karena kulihat kalian akrab sekali. Makanya ketika Jun Ki mendekatiku, aku menerimanya.” Aku menatapnya, bengong. “Dan jika kau sering melihatku sedang memandang fotoku dan Jun Ki, itu karena aku merasa bersalah telah menyakiti hatinya. Karena tidak dari awal aku mengatakan padanya bahwa aku suka orang lain, dan orang itu adalah kau”

“Apa kau mengerti sekarang?…. Yesung yaa..kenapa melamun terus?” tanyanya tak sabar. Mulutku terbuka, tapi tak ada kata-kata yang keluar. Perbendaharaan kataku seakan hilang. Aku terlalu shock, mungkin terlalu bahagia tepatnya.

“Yong Woo…benarkah apa yang kaukatakan?” kataku masih belum percaya sepenuhnya. “Aku sungguh-sungguh. Jika kau masih tak percaya, kau boleh…..” Sebelum Yong Woo sempat menyelesaikan kalimatnya, aku sudah menariknya dalam pelukanku. Semua yang ia katakan sudah lebih dari cukup. Kali ini aku benar-benar menangis, tapi bukan air mata kesedihan melainkan kebahagiaan.

“Jeongmal saranghae…” kataku sambil terus memeluknya. “Nado saranghae, Yesung yaa..”jawabnya mempererat pelukannya. Hari ini akan menjadi hari yang sangat panjang untukku dan Yong Woo.

====================The End================================