Author : Olvie Leonita Cast      : – Park Jaesoon
– Yong Junhyung Beast
– Minho Shinee
– Hyuna 4minute
– and other cast
Genre  : Romance,Friendship

Langsung saja.. Check it out~~~~~~~~

“Jadi selama ini jaesoon adalah seorang perempuan??!! Lalu kenapa dia bisa menyamar menjadi seorang pria?? Kenapa bisa seperti itu?!! Ini tidak mungkinnn.. “teriaknya pelan..
Terlihat jelas ekspresi terkejut di wajah minho ketika ia keluar dari kamar jaesoon tadi, karena ternyata dugaannya selama ini  adalah benar, dia tidak menyangka dengan yang jaesoon perbuat.. menyamar menjadi pria? Tapi buat apa dia melakukan itu?..
“hmm.. mungkin aku harus menyembunyikan ini dulu.. lagipula aku penasaran apa yang membuat jaesoon melakukan ini..”ucap minho dalam hati.
“tapi aku merasa aneh, kenapa perasaanku setelah mengetahui semuanya ini bukannya marah malahan aku merasa senang karena mengetahui jaesoon sebenarnya adalah perempuan.. mungkinkah aku… benar menyukai jaesoon?”ucap minho bingung dan ketika itu saja suara junhyung membuyarkan pikiran minho..
“Yaa.. minho-ah.. apa yang kau lakukan didepan kamarku?”tanya junhyung.
“Ah.. anio.. aku tadi disuruh pelatih mengambil laporan di kamarmu junhyung-ah.. tapi aku sudah menemukannya.. nggg.. sekarang aku pergi dulu, aku masih ada urusan.. sampai nanti..”ucap minho gugup seraya pergi.
“Hh.. aneh.. kenapa tadi wajah minho terlihat gugup? Apakah dia melihat sesuatu atau menemukan sesuatu yang mencurigakan.. akh, sebaiknya aku bertanya pada jaesoon di dalam..”ucap junhyung seraya masuk kedalam kamar.

Jaesoon POV
“Ahh.. segar sekali.. memang benar kata orang, kalau setelah mandi pikiran kita jadi bisa lebih jernih..”ucapku dan tepat setelah itu junhyung dengan tiba-tiba masuk kekamar..
“Jaesoon-ah, tadi aku melihat minho diluar.. apa yang dia lakukan di kamar ini? Apa benar dia hanya mengambil laporan saja?”tanya junhyung langsung.
Mwo? Minho? yang benar saja.. aku tidak ada mendengar apalagi melihat orang masuk kedalam kamar.. apa jangan-jangan..
“ah.. minho? aku rasa tidak ada orang yang masuk kesini junhyung-ah.. mungkin minho hanya sekedar lewat saja..”ucapku ragu..
“yang benar saja? Jelas-jelas tadi minho yang bilang kepadaku kalau dia baru saja masuk kesini untuk mengambil laporan.. aigoo sudahlah.. memang mungkin telinga dan matamu saja yang kadang-kadang error (?) makanya tidak bisa dipakai dengan baik.. masa orang seperti minho saja kamu tidak tahu dia baru saja masuk kedalam sini..”omel junhyung.
Aku sama sekali tidak menanggapi omelan junhyung itu karena di pikiranku masih melayang pada perkataan junhyung tadi.. bagaimana mungkin aku tidak tahu minho masuk kesini? Atau mungkin ia masuk pada saat aku sedang asik dalam kamar mandi??dan bodohnya lagi pada saat itu.. aku lupa satu hal.. aku lupa mengunci kamar mandi tadi.. dan pintu kamar mandi itu sedikit terbuka karena aku yakin pasti tidak ada orang yang masuk kekamar.. dan itu berarti… jangan-jangan…
“ANDWEEEE..!!”teriakku nyaring..
“YAA!! Buat apa kau berteriak seperti itu jaesoon –ah.. mengagetkanku saja.. bagaimana kalau ada orang yang mendengar? Bisa-bisa aku dikira menyiksa kamu.. Hhhh.. memang ada apa jaesoon-ah?”omel junhyung nyaring.
“Ahh.. mian junhyung-ah.. aku kelepasan berteriak tadi, aku ada satu urusan penting yang aku hampir lupa.. aku pergi dulu..”ucapku seraya cepat pergi mencari minho.

~~~~~~~~~~~~~~
“Aigoo.. dimana sebenarnya minho sekarang, kenapa disaat penting seperti ini aku tidak bisa menemukannya..”ucap jaesoon gusah.
Jaesoon terus mencari minho kesemua seluk-beluk asrama, dipikirannya sekarang hanyalah menemukan minho dan memastikan kalau minho tidak melihat lebih-lebih mengetahui yang sebenarnya karena kalau sampai itu terjadi, hancurlah rencana jaesoon selama ini. Dan setelah lama berkeliling akhirnya jaesoon menemukan minho yang sedang duduk di bangku dekat lapangan voli dan kelihatannya minho sedang asik menelepon seseorang dan aku terdiam sebentar sambil mendengarkan sedikit pembicaraan minho ditelepon itu..
“bagaimana? sampai mana rencana kamu untuk mendekatinya lagi? Apa sudah berhasil.. aku harap kamu tidak pantang menyerah untuk mendapatkannya lagi, ingat.. ini semua juga untuk kepentingan kita berdua jadi aku harap kita tidak boleh gagal.. oke? Aku percaya padamu..”ucap minho seraya menutup percakapannya di telepon itu.
Melihat minho yang sudah selesai bertelepon (?) itu jaesoon langsung pergi mendatangi minho dengan  ragu-ragu..
“Ngg.. minho-ah.. apa aku menganggumu? Boleh aku duduk disini?”tanya jaesoon ragu.
“Oh.. jaesoon-ah.. kenapa kau tiba-tiba ada disini? Ah.. silahkan saja.. kamu tidak mengangguku sama sekali..”ucap minho.
“ahh.. sebenarnya ada sesuatu yang aku mau tanyakan kepadamu minho-ah.. hmm.. apakah kamu tadi sempat masuk kekamarku mencari sesuatu?”tanya jaesoon.
Minho terdiam sebentar mendengar pertanyaan jaesoon tadi, di dalam pikirannya dia berpikir mau mengatakan yang sebenarnya atau tidak..
“emm.. aku memang sempat masuk kekamarmu tadi untuk mengambil laporan.. tapi aku kira tidak ada orang didalam karena kamarmu terlihat sunyi.. makanya setelah itu aku langsung pergi saja..”ucap minho.
“tapi kamu yakin tidak mendengar atau melihat sesuatu?”tanya jaesoon penasaran.
“hmm.. sepertinya tidak ada.. aku tidak melihat atau mendengar apapun.. aku langsung pergi saja setelah mendapatkan laporan itu.. memangnya kenapa jaesoon-ah”tanya minho.
Sejenak jaesoon menerka pernyataan minho itu dan ketika itu juga jaesoon senyum jaesoon merekah..
“ah.. anio.. aku hanya ingin bertanya saja.. karena junhyung tadi menanyakan itu padaku dan ternyata benar memang kamu yang masuk.. syukurlah kalau begitu..”ucap jaesoon lega.
“apakah mungkin kau ada didalam kamar jaesoon-ah ketika aku sedang mencari laporan itu? Tapi kenapa aku tidak melihatmu?”tanya minho.
“ohh.. aku tidak ada disitu.. aku.. aku sedang berada di lapangan.. aku tadi hanya bertanya saja.. baiklah kalau kau tidak melihat apa-apa..”jelas jaesoon.
“Ahh.. nan arraseo.. hmm.. jaesoon-ah, aku sangat bosan berada di asrama.. bagaimana kalau kau menemani aku saja pergi sebentar keluar? Aku ingin sekali membeli jajanan di luar sana..”ajak minho seraya langsung menarik tangan jaesoon.
“ngg.. baiklah.. kajja minho-ah..”setuju jaesoon dan mereka berdua pun langsung pergi diam-diam melalui pintu belakang asrama..

Junhyung POV
Aiisshh.. dimana lagi anak itu.. kenapa daritadi aku tidak melihatnya.. dasar jaesoon, hobinya selalu menghilang.. apa dia tidak tahu kalau aku sedang khawatir mencarinya.
“sebenarnya jaesoon pergi kemana? Hmm.. lebih baik aku bertanya saja kepada teman-teman di dekat lapangan itu mungkin mereka tahu..”ucapku seraya pergi menuju gerombolan anak-anak didekat lapangan itu..
“ngg.. permisi, apa kalian ada melihat jaesoon lewat disini?”tanyaku.
“Ohh.. jaesoon.. tadi aku melihat dia pergi bersama minho melewati pintu belakang.. sepertinya mereka mau pergi keluar..”ucap orang disitu.
Mendengar penjelasan tadi aku sontak langsung berpikir jauh.. bagaimana mungkin minho berani mengajak jaesoon pergi malam-malam begini keluar asrama..
“hmm, apakah aku sebaiknya mengikuti mereka? Aishh.. bagaimana ini..??”tanyaku ragu.

Jaesoon POV
“yaa.. minho-ah.. apa kita masih jalan begitu jauh lagi? Aku sudah lelah..”ucapku yang sedari tadi terus berjalan mengikuti minho pergi.
“sebentar lagi jaesoon-ah.. kamu yang sabar, aku berani jamin kamu akan menyukai tempat itu..”ucap minho yakin.
Tiba-tiba dari kejauhan terdengar seseorang yang berteriak memanggilku dan minho dan ternyata orang itu adalah junhyung..
“Jun..junhyung-ah.. kenapa kau bisa tahu kami disini? Kamu membuntuti kami?”tanyaku heran.
“ahh.. itu.. aku tadi hanya ingin keluar asrama membeli sesuatu dan tidak sengaja melihat kalian berdua..”jelas junhyung bohong.
“benarkah? Tapi kenapa bisa kebetulan seperti ini? Rasanya itu sangat tidak mungkin..”tanya minho curiga.
Aku yang sepertinya merasa tatapan antara junhyung dan minho agak berbeda dari biasanya langsung memotong pertanyaan itu..
“aishh.. sudahlah.. hal itu tidak perlu dibahas lagi.. yang penting sekarang kita harus cepat pergi biar tidak ketahuan penjaga asrama.. dan kamu junhyung-ah, apa kau mau ikut dengan kami?”tanyaku.
“oohh.. baiklah.. daripada aku harus berurusan sendiri dengan penjaga asrama.. kajja..”ajak junhyung seraya menarik tanganku pergi dan tanpa junhyung sadari minho sedang melihat junhyung dengan tatapan marah dan langsung mengambil handphonenya mengirim pesan kepada seseorang..

~~~~~~~~~~~
“Waahhh.. indah sekali tempatnya.. benar katamu minho-ah.. aku sangat menyukai tempat itu..”ucap jaesoon senang.
“haha.. sudah kubilang kamu pasti akan sangat menyukainya.. disini adalah tempat aku sering bermain dulu jaesoon-ah..”ucap minho.
Junhyung yang sedari tadi melihat kedua orang didepannya ini asik berbicara satu sama lain, hatinya merasa sedikit jengkel..
“hh.. harusnya aku tidak perlu ikut dengan mereka kalau akhirnya akan seperti ini juga.. tapi biarlah.. aku sudah terlanjur disini.. lebih baik aku nikmati saja..”ucap junhyung dalam hati.
“yaa.. junhyung-ah, kenapa kau malah melamun disitu.. ayo kesini.. apa kau tidak mau melihat pemandangan sebagus ini..”ucap junhyung yang membuyarkan lamunanku dan aku bergegas mendatangi jaesoon yang ternyata hanya seorang diri..
“hmm.. dimana minho jaesoon-ah?”tanya junhyung.
“katanya tadi dia mau membeli sesuatu.. tapi aku juga tidak tahu apa.. aishh.. lebih baik kita berdua melihat pemandangan disini, jarang-jarang kita melihat seperti ini..”ucap jaesoon.
Ketika jaesoon dan junhyung sedang asik menikmati panorama pemandangan di sekitar tempat itu, minho datang dengan membawa seseorang yang tak lain adalah hyuna..
“Junhyung oppa.. kamu ternyata ada disini juga.. aku kira hanya ada minho oppa dan jaesoon saja..”ucap hyuna.
“ahh.. iya hyuna-ah.. aku tidak sengaja bertemu mereka makanya aku langsung ikut dengan mereka saja..”jelas junhyung.
“hmm.. begitukah? Aishh.. sudahlah tidak perlu dibahas lagi.. bagaimana kalau kita berempat jalan-jalan mencari tempat makan? Aku sudah sangat lapar..”ajak hyuna dan setelah mereka bertiga menyetujui ajakan hyuna mereka berempat pergi mencari tempat makan.

Junhyung POV
Kenapa rasanya aku merasa ada yang aneh dengan kedatangan hyuna tadi? Seperti semuanya tadi itu adalah rencana dari minho dan hyuna.. aishh.. tapi aku tidak boleh curiga seperti itu..
“Yaa.. sebenarnya kita mau pergi makan dimana? Kenapa lama sekali sampainya?”tanya junhyung.
“sedikit lagi oppa.. oppa yang sabar yaa.. sebentar lagi kita sampai..”ucap hyuna.
Saat itu juga ketika kami sedang dalam perjalanan ketempat makan itu muncul sekelompok anak berandalan (?) menghadang kami..
“Hei.. mau kemana kalian semua? Hmm.. kalau kalian mau melewati jalan ini harus  bayar dulu kepada kami..”bentak seorang dari berandalan itu.
“Mwo? Lebih baik kami yang menggunakan duit itu daripada harus memberikannya kepada berandalan seperti kalian, tidak ada gunanya..”ucapku sinis.
Mendengar perkataanku itu para berandalan itu segera hendak memukulku tapi dengan cepat aku tahan pukulannya itu.. dan melihat jumlah mereka yang tidak sedikit aku tidak yakin kami berdua minho bisa mengalahkan mereka jadi aku putuskan untuk berlari dan menarik tangan jaesoon pergi jauh-jauh tanpa memperdulikan lagi raut wajah minho dan hyuna yang kebingungan..

~~~~~~~~~~~~~~
Junhyung dan jaesoon masih saja terus berlari tanpa memperdulikan arah kemana mereka pergi lagi.. mereka juga sudah jauh terpisah dari minho dan hyuna.. yang terpenting di pikiran mereka sekarang adalah mencari tempat yang aman untuk mereka bersembunyi agar tidak ketahuan oleh berandalan tadi..
“Hhh.. junhyung-ah.. aku lelah, kita istirahat sebentar dulu di pondok itu yah?”bujuk jaesoon.
“Aishh.. baiklah.. lagipula aku juga sudah lelah dan sepertinya berandalan tadi tidak dapat menemukan kita.”ucap junhyung.
Langsung saja seketika itu mereka beristirahat sejenak di pondok itu dan langsung tenggelam di dalam kesunyian pikiran mereka masing-masing sambil menghilangkan rasa lelah mereka..
“aigoo.. kita jadi terpisah dengan mereka berdua junhyung-ah.. bagaimana ini? Dan sebenarnya dimana kita ini sekarang? Aku sama sekali tidak mengenal tempat ini..”ucap jaesoon.
“biarlah jaesoon-ah.. aku yakin mereka berdua baik-baik saja.. hmm.. sebenarnya aku juga tidak tahu kita ini sekarang dimana.. tapi kita berjalan balik saja nanti.. siapa tahu kita bisa bertanya dengan orang disekitar sini..”ucap junhyung.
“baiklah.. bagaimana kalau sekarang juga kita pergi.. aku sudah tidak terlalu lelah lagi..”ajak jaesoon.
Ketika mereka sudah hendak beranjak pergi dari pondok itu, tiba-tiba hujan disertai petir turun dengan deras.. melihat hujan yang sangat deras itu mereka lalu berubah pikiran untuk pergi..
“jaesoon-ah.. sebaiknya kita masuk dulu kedalam pondok ini.. daripada kita berdua kedinginan diluar..”ajak junhyung.
“baiklah junhyung-ah.. lagipula aku sudah mulai kedinginan..”ucap jaesoon seraya masuk kedalam dan untungnya didalam pondok itu ada sebuah lampu minyak untuk penerangan mereka..
Ketika mereka sedang duduk di dalam pondok itu tiba-tiba jaesoon merasa tubuhnya seolah membeku kedinginan oleh angin dari luar..
“jun.. junhyung-ah.. bisakah aku meminja m jaketmu itu? Aku kedinginan..”pinta jaesoon.
“Mwo? Kedinginan? Aku juga kedinginan jaesoon-ah.. kamu tahan saja dulu.. bagaimana kamu ini? Masa laki-laki tidak tahan dingin..? tahanlah sebentar lagi sampai hujannya reda..”ucap junhyung..
“ta.. tapi aku benar-benar kedinginan junhyung-ah..”ucap jaesoon pelan.

Jaesoon POV
“ta.. tapi aku benar-benar kedinginan junhyung-ah..”ucapku pelan.
mendengar perkataanku yang pelan itu junhyung menoleh dan melihat aku sudah mendekup kedinginan di lantai..
“Aishh.. yaa.. jaesoon-ah.. kenapa kau benar-benar kedinginan seperti ini.. baiklah.. ini aku berikan jaketku..”ucap junhyung sambil menyelimutiku dengan jaketnya..
setelah junhyung memberikanku jaket itu badanku merasa sedikit hangat sekarang.. tapi badanku masih saja menggigil kedinginan..
“gomawo junhyung-ah..”ucapku lirih.
“tidak perlu berterima kasih, lagipula aku melakukan itu karena terpaksa karena aku tidak mau melihat seseorang mati kedinginan..”ucap junhyung.
mendengar perkataan junhyung itu aku hanya bisa tersenyum kecil karena aku tidak punya kekuatan untuk melawan perkataannya itu..
“hmm.. jaesoon-ah.. apakah kepalamu tidak sakit harus berbaring di lantai?”tanya junhyung.
“hh.. tidak apa-apa junhyung-ah..”ucapku
seketika itu juga junhyung menarik kepalaku tepat diatas kakinya.. aku yang terkejut dengan perlakuannya itu hanya bisa melihatnya heran karena aku tidak punya kekuatan untuk berdiri..
“nah.. dengan begini kepalamu tidak akan terasa sakit jaesoon-ah.. karena kakiku sudah menjadi pengganti bantalmu.. cepatlah kau tidur supaya kau lebih baikkan saat kau bangun nanti..”ucap junhyung.
“jinjja gomawo junhyung-ah.. aku tidak menyangka kamu begitu baik kepadaku.. tapii.. aku punya satu kebiasaan sebelum tidur..”ucapku ragu.
“kebiasaan? Kebiasaan apa? Katakanlah jaesoon-ah..”tanya junhyung..
“nggg.. bisakah kau menyanyikanku sebuah lagu untuk mengantarku tidur.. karena setiap aku hendak tidur aku pasti medengarkan lagu terlebih dahulu.
“Mwo? Apa kau gila jaesoon-ah? tidak.. aku tidak mau.. lagipila aku juga tidak bisa menyanyi..”tolak junhyung..
“Hhhh.. ayolah junhyung-ah.. sekali ini saja.. aku benar-benar tidak bisa tidur sekarang dan kalau sampai seperti itu, keadaanku akan semakin parah besok hari..”bujukku.
“aigoo.. baiklah.. baiklah.. tapi aku memang tidak bisa menyanyi.. bagaimana kalau hal lain yang aku bisa”tanya junhyung.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~
“aigoo.. baiklah.. baiklah.. tapi aku memang tidak bisa menyanyi.. bagaimana kalau hal lain yang aku bisa”tanya junhyung.
“Hmm.. apa? Baiklah.. terserah kau mau melakukan apa.. asal bisa membuatku tidur..”ucap jaesoon sambil bersiap menutup matanya.
“aku.. aku akan menyanyikan sebuah rap buatmu.. karena itulah yang bisa aku lakukan.. karena aku bisa menjadi seorang rapper kadang-kadang diacara sekolah..”jelas junhyung.
“mwo? Hahaha.. oke.. baiklah kalau begitu.. aku akan mendengarkannya..”ucap jaesoon..
“baiklah.. aku mulai.. tapi kamu janji harus cepat tidur..”perintah junhyung.
Sambil menunggu jaesoon tertidur junhyung mulai menyanyikan rap kesukaannya..
~  Baby Girl neon namanui cheonsa
Areumdaun ne moseubeun nal banhage hanikka
Eoduwotdeon naui sarme hanjulgi biccheoreom
Dagawa nae soneul kkok jabajun geudaeyeo
Himdeureodo apado utge dwae neo ttaemune
Neomeojyeo sseureojyeodo himeul nae neo ttaemune
U the only one in my life byeonhaji anha
Neol hyanghan nae sarangeun yeongwonhagi ttaemune~
Translate :
~ Baby girl, you’re my angel
Cuz I’ve fallen for you by your beauty
You, who grabbed my hand and pulled me out of the dark
Even when I’m struggling, I can smile because of you
Even when I fall down, I can get back up because of you
You are the only one in my life, that fact will never change,
Because my love for you is eternal~
Selesai junhyung menyanyikan rapnya itu muncul segurat senyuman kecil di wajah jaesoon..
“Gomawo junhyung-ah..”ucap jaesoon dalam hati.

Junhyung POV
“Sepertinya dia sudah tertidur.. lihat saja mukanya ketika sedang tertidur pulas seperti ini.. polos sekali..”ucapku dalam hati.
Lama aku menatap wajah jaesoon yang kelihatan lelah sekali itu lekat..
“kasihan juga ternyata dia, mukanya terlihat lelah sekali..”ucapku seraya menarik kepalanya lebih naik lagi.
Melihat jaesoon yang sudah terlihat tenang itu, mataku juga sudah terasa berat dan segera saja aku ikut tertidur sambil mendekap jaesoon yang kedinginan..

Jaesoon POV
“Hoammmm.. aigoo.. badanku sakit semua..”ucapku seraya bangun dan terkaget mendapati diriku yang tengah berada dalam dekapan junhyung..
“Kyaaaa… JUNHYUNG-AH!!! kenapa aku bisa berada di dalam dekapanmu?? Bukannya aku kemarin hanya berada di kakimu saja ???!!”teriakku yang langsung dengan sekejap membangunkan junhyung.
“YAA!! Kenapa pagi-pagi begini sudah berteriak? Kau kira aku tuli? Soal itu.. ngg.. bukankah kamu sendiri yang berpindah-pindah.. mana aku tahu kalau saat pagi kau sudah ada dalam dekapanku.. kau kira aku sudah tidak normal..??”omel junhyung.
“Arrggghh.. sudahlah.. lain kali.. aku tidak akan mau lagi tidur di kakimu atau dimanapun.. Hiii..”ucapku.
“Yaa.. kau.. apa kau mengira aku yang aneh-aneh? Awas kau jaesoon-ah.. jangan coba untuk berpikiran yang lain-lain..”omel junhyung.
dan disaat kami sedang ribut berdebat tiba-tiba ada seseorang yang mendobrak pintu pondok kami..
“MINHO-AH???”ucap kami bersamaan.
To be continued.. ~

Jengg.. memang olvie putusin buat TBC disitu.. hehehe.. mian yaa readers..😀 Wawawawa.. olvie backkk.. olvie backk.. yeyeye.. (#plakk) annyeong readers.. olvie kembali lagi.. olvie sekarang udah bebas merdeka sama yang namanya UN.. gomawo yaa juga buat dukungan UN buat olvie.. itu ngebantu olvie banget..😀 dan sekarang As A Man part 4nya udah kelar.. gimana?gimana? hahaha.. mian yaa kalau kurang puas bacanya.. olvie janji di part 5 bakal lebih panjang😀 dan olvie juga berharap jejak komennya dari readers semua.. Jeongmal Gomawo J (Bow 90 derajat)