Title: Meet Her, The Name I Loved part 5 [END]
Length: Continue
Author: Charleea
Genre: Angst, Romance, Sad
Casts:
– Lee Jin Ki a.k.a. Onew SHINee
– MVPs a.k.a. Kang Sang Ki
– Kim Sang Bum a.k.a. Kim Bum
– Supporter casts :
– Sang Ki’s friend a.k.a. Hara

Setelah cukup lama merenung di pinggir sungai Han, akhirnya One Day Trip ku bersama Jinki harus usai dan sekarang kami sudah dalam perjalanan pulang ke rumahku.
Hangat, nyaman.. itu yang kurasa ketika terbangun di tempat yang sepertinya pernah kuingat sebelumnya
“Sang Ki… kau terbangun?” bisik seseorang membangunkanku, dari suaranya aku yakin bahwa ini adalah punggung dan bahu Jinki.
“Engg.. Jinki, bagaimana bisa..” kata-kataku terhenti saat Jinki membetulkan gendongannya padaku. Err,, kau membuatku salah tingkah
Jinki!!
“Cie.. yang besok ulang tahun..” godanya sambil menengok kebelakang dan membuatnya menatapku sesukanya.. hmm, wajahnya yang seperti ini, aku rasa sepertinya kami sudah lama bersahabat, lama sebelum aku mengenalnya sebagai seorang malaikat. Bagaimana dia bisa tahu? Hah!!
Dia membuatku teringat lagi pada orang tuaku sekarang, rasanya aku rindu berkumpul lagi dengan mereka, karena merekalah yang membesarkanku hingga sebentar lagi umurku bertambah setahu lagi.
“Kau ingin kado apa?” tanyanya, namun aku menggeleng
“Aku hanya ingin bisa berkumpul bersama ayah dan ibu, dan kami berbahagia seperti dulu lagi.” jawabku sambil tersenyum.
“Benar hanya itu? Kau tak ingin sesuatu yang lebih?” tanyanya meyakinkan
“Uhmm!” kuanggukan kepalaku agar dia mengerti
“Yah.. baguslah kau sudah lebih dewasa sekarang” ujarnya sambil mengelus kepalaku.
Tiba-tiba hpku bergetar, kuraih sakuku untuk mengambil hp itu.. Tebak apa?? Ternyata ibuku menelpon dan memberi tahu bahwa transplantasi ginjal ayah berhasil dan yang lebih mengejutkan lagi adalah mereka akan segera pulang, aku yang terkejut hampir saja jatuh dari gendongan Jinki. Untung saja Jinki cukup kuat dan bisa menahanku..
“Hei.. pelan-pelan Sang Ki! Kau ini, apa sih yang bisa membuatmu seperti ini?” tanya Jinki penasaran..
“Jinki-ya… aku… aku,,, sangat suka hari ini.. Aku suka pada segala yang terjadi hari ini, aku suka padamu!!” ujarku sambil mengeratkan pelukanku menunjukkan ekspresi senang yang sedang menimpaku.
“Haha.. kau ini gak malu apa diliat orang?” sindir Jinki sambil menatap sekelilingnya yang membuatku menunduk malu..”Hya, kenapa diam?
Sudahlah… iyaiya bersembunyilah di bahuku, jika sampai kubangunkan kau..” bisiknya pelan.. Aku pun hanya menurut seperti anak kecil.

Putih, semuanya putih… Dimana aku? Tempat macam apa ini? Apakah aku di surga?
“Sang Ki….” Kudengar namaku disebut, tapi oleh siapa? Tiba-tiba malaikat itu muncul, malaikat Jinki ku.. hah,, senang sekali
melihatnya lgi setelah semalam tertidur.
“Bagaimana? Kau senang kan sekarang?” tanyanya
“Hm? Maksudmu?” tanyaku tak mengerti
“Kau tak sadar? Semalam kan omma dan appamu sudah pulang, mereka menanyaiku macam-macam, untunglah semuanya lancar-lancar saja..” jelas Jinki datar
“Mwo? Mereka sudah pulang? Akhhh,, aku tak sabar bertemu mereka.” Tanyaku tak percaya
“Baguslah, kalau begitu selamat ulang tahun ya..” ucapnya sambil menyalamiku. Hah ada-ada saja malaikat ini, masih ingat saja dengan ultahku. Tapi tunggu!! Di sana, di ambang batas cahaya atau dimensi putih ini, ada sosok malaikat yang taka sing bagiku.. yang sejak kemarin belum menampakkan wajahnya untukku.. Bum-ah..
“Ayo Jinki, waktumu sudah habis.. dan Sang Ki,, terima kasih karena kau.. sudah menghadirkan rasa itu untukku, tapi bagaimana pun aku hanyalah malaikat maut yang menjemput Jinki.. Aku sangat senang sudah bisa mengenal seseorang sepertimu” ujar Bum-ah yang mendekat kearah kami.
“Kalau begitu sekarang aku sudah bisa pergi, baik-baiklah mulai sekarang, jangan ceroboh. Dan terimakasih sudah menjadi sahabatku” lanjut Jinki sambil menepuk pundakku
“Ya, terimakasih ucapannya, tapi mengapa..” belum selesai kubertanya dia sudah menghilang, samar-samar kulihat senyum mengembang di wajahnya

“Sang Ki, bangun sayang..” kurasakan seseorang membangunkanku dan mengguncang tubuhku. Perlahan kubuka mataku yang terasa sangat silau dengan cahaya matahari..
“Saengil Chukae uri saranghaneun Sang Ki-ah” ucap omma dan appa sambil mencium pipiku. Ya! Benar sekali hari ini ulang tahunku, dan tiba-tiba saja teman-temanku mengajakku ke sebuah tempat, saat kutanya ini
tempat apa tak ada yang menjawab. Satu yang mengganjal sejak tadi, tak ada Onew, yang selalu ada di antara rombongan teman-temanku. Setelah perjalanan yang cukup jauh, sampai lah kami di tempat peristirahatan terakhir dari semua orang, ya..pemakaman. Kemudian mereka membawaku ke sebuah makam yang bertuliskan “Lee Jinki”.
Hara, salah seorang temanku memberiku sebuah album foto dan segera kulihat, walau aku pun masih tak mengerti dengan semua ini. Malaikat??
Malaikat Jinki??.
“Sepertinya aku pernah melihatnya” ucapku pada teman-teman
“Dia Jinki, namjachingumu dulu, setahun yang lalu tepat di hari ini kalian kecelakaan. Kau selamat, namun kehilangan semua ingatanmu, dan Jinki, dia meninggal….” jelas Hara padaku.
“Ya Tuhan! Berarti selama ini.. pantas saja wajahnya sangat familiar bagiku. Jinki, Odigayeo? Aku ingin bertemu denganmu” batinku.
Kupandangi makam Jinki, mencoba menemukan serpihan kenangan disana.
Tiba-tiba angin bertiup & dapat kurasakan semilir angin di tengkuk dan telingaku.
“Sang Ki, akhirnya kau ingat juga.. Kita ini abadi, bahkan saat aku meminta kepada malaikat pencabut nyawaku agar aku menjadi malaikat pelindungmu dan berada di dunia yang berbeda denganmu, kau masih tetap mau menerimaku. Dan Onew, dia kembaranku.. yang kau sukai sekarang itu dia.. Jangan kecewakan dia, kau dulu memang milikku, tapi kumohon jaga hatinya seperti kau jaga hatimu untukku. Terima kasih untuk kesediaanmu menjaga hatimu untukku selama ini. Mulai sekarang, hiduplah dengan jalan & caramu sendiri, aku pergi..” terdengar sebuah suara, suara malaikat Jinki di tengah semilir angin tersebut.
“Terima kasih malaikat Jinki..” ucapku pelan sambil memberikan senyum dan penghormatanku di makam Jinki, malaikat abadiku.
“Ah, iya.. dan Onew..??” tanyaku pada Hara
“Kalian semua dulu bersahabat, dan pada saat kecelakaan.. yang kutahu Onew sangat frustasi mendengar hal itu, karena sesaat sebelum kecelakaan kalian baru saja menemuinya dan memberitahukan hubungan kalian. Padahal setahuku, dia juga menyukaimu.. Ah iya,, Onew.. dia hari ini akan berangkat makanya dia tak ikut mengantarmu kesinii..”
jeals Hara menyisakan tanda tanya di akhirnya
“Wae?? Dia kemana? Kemana dia tak bilang padaku?” tanyaku dengan galaunya
“Jinja?? Kau tak tahu? Ahh.. dasar Onew pabo! Dia kan dapat beasiswa ke Jepang, selama ini dia sudah mengurusnya..bahkan jam 2 nanti dia sudah take off!! Kau tak tahu sedikitpun? Aishhh Jinja..” kesal Hara
“Begitu ya.. jadi dia ingin lari begitu saja?? Hah!! Takkan kubiarkan setelah semua ini!!” umpatku sambil berlari ke luar daerah pemakaman, kunaiki sembarang taxi menuju bandara.. Ya Tuhan!! Incheon itu jauh!!
Semoga saja pesawatnya rusak, di delay dan aku masih bisa bertemu dengannya..
01.55.. Kumohon! Jangan biarkan Onew pergi dulu, kujejaki seluruh ruangan di bandara ini, tapi apa? Mana Onew?? Apakah dia sudah boarding? Ahh Andwae!!! Banyak sekali kerumunan orang disini, yang mengantar saudara mereka, relasi atau sekedar kenalan mereka untuk masuk ke ruang boarding.. “Bbukk!!” “Aduhhh!” keluhku saat seseorang menabrakku dan membuatku jatuh karena kehilangan keseimbanganku, dari bawah sini aku bisa melihat semua kaki para penumpang atau pengunjung
yang hilir mudik, terbesit hayalan semoga Onew membantuku berdiri..
“Hahhh, itu.. disana itu.. Onew kan??” batinku sambil mengucek mataku yang sedikit kunang, tak salah lagi itu Onew. Aku harus berdiri, tak mau tahu! Aku ingin Onew-ku!!
“Onew!!!” teriakku sambil berlari kearah Onew tepat sebelum dia memasuki ruang boarding, syukurlah Tuhan, dia berbalik.. “Buukk!” kupeluk langsung Onew, tak ingin dia pergi..
“Ssstt.. Kau kenapa? Kenapa menangis? Beginikah caramu memberi salam terakhir?” tanya Onew sambil mengusap pipiku yang basah
“Jangan.. jangan pergi, kau jahat.. Nappeunni!!” ucapku kesal.
“Kenapa? Kenapa aku tak boleh pergi? Kan kau sendiri yang menyuruhku berkelahi dengan rumus-rumus, jadi sekarang aku ingin memperdalam ilmu bela diriku dengan rumus-rumus itu di Negara tetangga..” jelas Onew yang membuat hatiku makin sesak
“Neoreul saranghae…” bisikku pelan, semoga saja dia dengar.. ahhh aku tak mau tahu, dia harus dengar!! Lama sekali aku memeluknya, ehmm tunggu! Sepertinya sekarang dia yang memelukku.
“Hmm.. arasseo! 2 tahun, hanya tunggu aku saja 2 tahun lagi.. Kupastikan hati ini masih tetap untukmu.. Dan kuharap kau juga begitu, aro?” Onew pun melepas pelukannya kemudian menatapku.
“Shirreo!! Belum juga sebulan kau nyatakan cintamu padaku saja, kau sudah berpelukan dengan yeoja lain.” Tolakku sambil menggeleng
“Hehe,, kau.. sebegitu menginginkanku? Itu hanya sepupuku Sang Ki, waktu itu hubungannya baru saja berakhir dengan pacarnya, jadi dia memelukku melampiaskan rasa sakitnya..” jeals Onew sambil mengangkat
wajahku dengan kedua tangannya di pipiku.
“Benarkah hanya begitu? Awass sampai kau berbohong padaku! Jangan buat aku menunggu sia-sia Onew-ah.. jangan pernah.. atau hatimu kucampakkan nanti!” ancamku
*CUP* Tiba-tiba Onew menciumku lembut, tidak cepat dan tidak juga lama.. hanya saja,, manis bibirnya masih seperti the madu yang dulu..
“Nah, itu sebagai stempel.. tanda bahwa kau hanya milikku. Jangan sampai saat aku pulang, stempel itu sudah terhapus dan terganti dengan stempel lain..” ujar Onew sambil mengerlingkan matanya padaku.. Oh My God!! My heart is melting!!
“Ah iya, tunggu aku ya!! Aku hanya akan kembali untukmu dan.. ehmmm semburat merah itu, kuharap saat kita bertemu nanti hanya untukku ya!!
Annyeong! Jaga dirimu baik-baik!” pamit Onew diakhiri kecupan lembut dipuncak kepalaku
“Annyeong Onew.. Saranghae yoengwonhi!!” teriakku saat dia menyerahkan tiketnya pada petugas, bayangan terakhir yang kulihat adalah dirinya yang membentuk tangannya menyerupai bentuk cinta di kepalanya.. Aku akan menunggumu Onew.. 
==The End==

**Annyeong!! Akhirnya FFku selesai juga, maaf karena kirimnya telat mulu, tapi akhirnya selesai juga kan?? hehe.. gimana nih endingnya? Puas gak? Terserah readers aja deh, pertama terima kasih untuk admin thyz yang udah mau nge-post FFku, terima kasih untuk Fanfiction Loverz Blog yang udah mau muat FFku, dan tentunya buat readers yang udah mau comment.. Gomapseumnida.. Annyeong!!🙂