Ahoi READERS!!!

Saya kembali dengan FF saya yang terbaru. Hehehehe, kali ini saya akan menampilkan sebuah games yang berbentuk FF.

Nah lo! Apaan tuh?

Ada yang pernah bermimpi menjadi seorang detektif atau pernah mencoba ikut-ikutan memecahkan masalah sulit?? FF ini hadir untuk memberikan kepuasan bagi Readers semua yang merasa dirinya TOP! #plakk bukan TOP bigbang ya#

WARNINGs!

Sebelum mulai, mari kita baca peraturan berikut:

  1. Di setiap akhir FF ada KUIS yang berupa pilihan dan harus disertai alasan.^^
  2. Karena ini FF berantai, jadi jawaban dari pertanyaan akan ditampilkan di FF berikutnya!
  3. Dalam FF ini, kalian bisa ikut berpartisipasi menjadi tokoh dalam cerita dan berpikir seperti tokoh tersebut.

Yaps! Ada yang masih gag mengerti?

Yuk, mending kita lihat dulu PROLOGnya.

Title                 : KOREAN INVESTIGATION ACADEMY (KIA)

Cast                 : all member BIGBANG

Genre              : AU, Mistery, Futuristic, Gamesfiction.

Length             : PROLOG

Rating             : General

Author                        : Zantz Zenith

Summary        : There’s secret behind a secret!

Disclaimer       : All characters aren’t mine except OC. They belong to themselves and I write this fanfiction not for money. So don’t sue me.

Warnings        : This fanfiction has not betaed yet. Sorry for hard diction. Don’t like, don’t read. Please give your comment, critic, or advice to support me. Don’t copy or steal without my permission and take out all credit.

© 2011 Zantz_Zenith. All rights reserved. Distribution of any kind is prohibited without written consent of Zantz_Zenith.

NO SILENT READER

Happy reading~~

Database of KIA, Seoul.

Derap langkah statis menggema di sepanjang koridor putih bersih bergaya futuristik. Lantai marmer yang menghiasi koridor nampak mengilap memantulkan sesosok pria paruh baya tegap mengenakan jas putih beraksen hitam dengan potongan asimetris yang mempesona. Sekilas koridor yang lengang itu tak berujung dan tanpa pintu satu pun di kedua sisinya. Namun, dinding putih polos tersebut hanyalah kamuflase dari ruangan-ruangan yang tersembunyi di dalamnya. Entah sudah langkah ke berapa pemuda itu berjalan. Ia seperti sudah amat mengenal ruangan yang akan ia tuju.

Tiba-tiba pria itu berhenti dan menghadapkan tubuhnya pada sebidang dinding. Tangannya terulur menyentuh permukaannya licin. Sedetik kemudian, sebuah sinar monokrom hijau mencetak detail garis tangannya dengan sempurna. Padahal sebelumnya tak ada sesuatu apapun yang dapat menunjukkan dimana sensor pendeteksi itu tersembunyi. Namun, pemuda itu mengetahuinya. Bahkan setiap sentinya tak meleset dari perkiraan. Kemudian, laser hijau lain mendeteksi tubuhnya dari ujung kepala hingga jengkal kaki.

Sebuah suara digital electro mengumandangkan ID pria itu.

Access success. Please come in. Yang Hyun Suk.

Dinding putih tanpa cela itu menciptakan sebidang celah kotak berbentuk pintu yang bergerak cekung ke dalam secara perlahan. Suara mesin terdengar sesaat sebelum pintu itu benar-benar terbuka.

Yang Hyun Suk, sebagaimana dikatakan suara digital itu; memasuki ruangan tanpa keraguan. Suasana di dalam ruangan justru lebih menarik lagi. Virtual screen effect nampak mendominasi ruangan dengan pesona luar angkasa yang menakjubkan. Langit pekat malam bertabur kristal gemintang melatarbelakangi objek bumi berwarna biru cerah. Sedangkan lantainya terproyeksi dengan sempurna permukaan bulan yang tandus ke abu-abuan. Hyun Suk berjalan santai menuju meja besar yang dikelilingi empat kursi yang salah satunya menjulang tinggi besar membelakangi bumi. Ia kemudian duduk di salah satu kursi kecil yang tersisa dan menatap empat pasang mata yang tengah memperhatikan kedatangannya.

“Maaf, atas keterlambatanku. Aku harus mengurusi beberapa masalah di Gwangju,” ucap Hyun Suk sopan.

Tak jauh dari tempatnya duduk, Park Jin Yong dan Lee Soo Man sedang meneliti beberapa berkas yang menumpuk di depan kursinya masing-masing. Berkas-berkas itu adalah daftar nama peserta yang mengikuti ujian masuk untuk menjadi training di KIA. Nantinya nama-nama yang telah dipilih akan di klasifikasi dalam beberapa kelompok. KIA yang bekerja sama dengan Badan Intelijen Negara Korea dan Tim Forensik Kedokteran Korea, berusaha mencari bibit yang berpotensi dalam investigasi. Dan training yang dilakukan KIA tidak terbatas penentuan kelulusannya. Jadi, cepat atau lambatnya waktu training tergantung peserta sendiri.

Yang Hyun Suk mengambil berkas-berkas di mejanya dan meneliti satu persatu. Hampir semua kriteria peserta sangat menarik perhatian Hyun Suk, namun ia masih merasa janggal dan memilih untuk meneliti kembali.

“Kau sudah mendapatkan anggota kelompok?“ tanya Jin Yong pada Hyun Suk.

“Baru dua orang,“ jawabnya.

“Memangnya kau membutuhkan berapa orang?“ Kali ini Soo Man yang bertanya.

“Aku tak tahu pasti. Aku akan benar-benar memilih mereka dan mendalami karakter mereka, agar aku tak menyesal nantinya telah melepaskan berlian.“

“Kau tahu, Soo Man saja sudah menargetkan 13 anggota untuk grupnya,“ sela Jin Yong sambil melirik Soo Man. “Aku saja baru enam. Atau mungkin hanya lima. Aku tak terlalu yakin.“

“Tiga belas anggota apa tidak terlalu banyak?“ tanya Hyun Suk kemudian pada Soo Man.

“Seperti katamu tadi, terlalu banyak berlian di dunia ini. Jadi, aku tak bisa menyianyiakan berlian-berlian itu. Dan aku akan menamai grup itu Super Junior saja. Bagaimana menurut kalian?“

“Nama yang menarik.“ Jin Yong menyahut. “Aku akan menamai mereka MBLAQ! Dan Kau Hyun Suk?“

Hyun Suk tertunduk melihat daftar peserta yang lolos dari serangkaian tes IQ, EQ, SQ, uji kasus, tes fisik, tes forensik dan lain sebagainya. Ia meneliti lagi mereka satu persatu. Sesaat ia termenung dan menatap sekeliling ruangan meeting room di Database yang keseluruhannya berlatar visual efek yang megah. Langit luar angkasa yang luas tanpa batas, bumi, dan bulan tempatnya seolah-olah berpijak. Alam semesta ini hadir dengan caranya yang terduga. Dia yang menguasai langit. Awal mula alam semesta ini ada. Tiba-tiba ia teringat sesuatu.

“Sudah kuputuskan. Aku akan memilih lima orang ini.” Hyun Suk mengeluarkan berkas yang dimaksud. “Dan aku akan menamai mereka BIGBANG! Aku harap lima orang itu selalu membuatku dan yang lain terkejut karenanya.“

~oo0O0oo~

The Day! At BIGBANG’s basecamp.

Seungri’s POV

Basecamp yang dimotori oleh KIA yang dikhususkan untuk grup BIGBANG menjalani training sebelum bekerja menjadi intelijen atau anggota forensik ini sangatlah luar biasa megah. Desainnya sangat futuristic. Aku sangat mengagumi ruangan dimana aku berdiam diri disini. Ruangan itu hanya berisi meja kaca yang berbentuk aneh dan lima kursi yang mengelilinginya. Virtual effect yang menguasai langit-langit bertemakan galaksi Andromeda di atasnya dan taburan rasi-rasi bintang. Begitu menakjubkan, sampai aku lupa menutup mulutku yang menganga karenanya.

Empat kursi dari lima kursi yang tersedia sudah terisi oleh empat orang pemuda yang nampak berbeda satu sama lain. Mereka seolah secara serentak memperhatikanku yang terlambat datang dengan pandangan yang sulit di tebak. Aku menundukkan kepala, tak biasa diperhatikan sedemikian intensnya. Ku tebak mereka pastilah pemuda yang lulus ujian masuk KIA yang terkenal sulit ditembus. Temanku saja sudah puluhan kali mencoba setiap tahunnya, tidak pernah berhasil lolos sampai di bagian sekarang ini. Ujian terakhir yang membuktikan bahwa aku berhasil disatukan dengan empat otak yang ada disini saat ini.

Uji kasus per kelompok.

Aku menganggap bisa di terima menjadi trainer di KIA adalah kehormatan sekaligus ketidakberuntungan, bila tak mau dianggap sebuah kesialan. Ya, kesialan karena aku salah masuk tes ujian yang seharusnya untuk menjadi editor, malah berakhir menjadi trainer KIA. Aku pikir saat mengikuti ujian, mungkin memang beginilah tes menjadi editor. Tak ku sangka aku di terima, dan baru tahu setelahnya bahwa aku masuk KIA. Aissh, bodohnya aku! Pantas saja mengapa tesnya aneh sekali.

Aku duduk di kursi yang tersisa dengan canggung dan tak mengerti apa yang aku harus lakukan. Ku tebarkan arah pandang menikmati virtual efek yang fantastis. Merasakan jika aku benar-benar berada di ruang angkasa. Melayang-layang bersama asteroid. Melintasi sabuk Orion. Terpantul-pantulkan di bulan tanpa gravitasi. Bertemu alien? Hmm, mungkin saja…

“Aku Jiyong.“

Aku menoleh, terkejut mendengarnya. Pemuda di sebelahku tersenyum amat manis sekali. Ia mengulurkan tangannya. “Seungri,“ kataku gugup.

“Seungri, ya. Kau sudah siap?“

“Eh? Memangnya apa yang akan kita lakukan?“

“Menerima tugas pertama. Pasti menyenangkan! Mohon kerjasamanya ya!“ bisik Jiyong dengan suara tercekat.

Entah bagaimana awalnya, namun sebuah hologram tiba-tiba saja muncul di hadapan. Mencuat begitu saja ke atas meja. Aku yang tak siap lantas terjengkang ke belakang. Hampir saja aku jatuh bila Jiyong tidak langsung sigap menangkapku. Hologram itu menampilkan sesosok pria bermata kecil dan memiliki dahi lebar. Ke empat pemuda di dalam ruangan itu termasuk Jiyong menegakkan posisi tubuhnya. Sepertinya dia orang yang cukup di hormati.

“Aku Yang Hyun Suk, yang bertanggung jawab pada grup BIGBANG yang telah aku bentuk. Kalian telah melewati serangkaian tes sulit di awal, saatnya penentuan terakhir dari tes menjadi trainer di KIA. Tes kali ini akan menguji kerja sama kalian agar mengenal kemampuan satu sama lain di dalam kelompok dan bersama memecahkan masalah yang akan aku berikan pada kalian semua. Ingat! Bila salah satu dari kalian gagal dalam menyelesaikan tugas, maka kalian semua dengan terpaksa aku tolak dan harus hengkang dari tempat ini. Mengerti?”

Aku menganggukkan kepala mencoba memahami, walaupun sebenarnya aku sepenuhnya tidak mengerti. Hei, siapa yang ingin menjadi detektif? Aku hanya ingin menjadi editor sebuah buku, bukan terlibat dalam kasus-kasus aneh yang membuat rambutku rontok satu persatu. Eh? Lalu mengapa aku bisa lulus ujian??

“Sekarang aku minta dua kelompok dari kalian yang terdiri dari 3 dan 2 orang. Diskusikan siapa di antara dua kelompok itu yang menjadi outdoor grup dan indoor grup. Yang perlu kalian ingat, pemilihan anggota kelompok sangat tergantung keberhasilan kalian baik di outdoor maupun indoor. Jadi, sesuaikan keahlian anggota kelompok dengan pilihan grup. Bila memasukkan anggota ke dalam ke dalam kelompok salah, maka kalian dipastikan tidak bisa menyelesaikan tugas. Dan berakhir dengan kegagalan!“ kata Hyun Suk lagi, sontak membuatku semakin panas dingin.

Aku baru saja berpikir, apa keahlianku? Ku tebarkan arah pandang meneliti satu persatu wajah ke empat anggota lain. Seperti apa mereka? Aku hanya khawatir akan menjadi penghalang mereka untuk menjadi trainer KIA.

~oo0O0oo~

SeungHyun’s POV

Bagus!

Senyumku terkembang lebar mengingat keahlianku sangatlah potensial. Otak kiriku berkembang sangat baik. Dengan otak yang luar biasa seperti itu, aku bisa saja tertidur di mata kuliah Matematika Kalkulus dan Fisika Quantum. Selanjutnya saat ujian aku hanya mengerjakan selama 10 menit saja. Hebat, bukan? Tidak juga, aku belum merasa membanggakan diri sebelum menaklukan KIA. Dan aku tak ingin keahlianku sia-sia hanya karena satu anggota yang bodoh dan menghalangi tujuanku.

Namun, aku sepertinya merasa ada orang bodoh di kelompokku. Ah, selalu saja begini.

Hologram Hyun Suk menghilang, kami diberi waktu hanya lima menit untuk memutuskan keputusan mengenai anggota indoor dan outdoor. Pemuda kurus dan tengil itu unjuk diri dan memperkenalkan dirinya beserta keahliannya. Dia mengaku bernama, Kwon Jiyong. Aku takjub padanya yang tertarik pada segala jenis peralatan medis, kimia, dan obat-obatan. Dia sepertinya cocok diterima bekerja sebagai Tim Forensik dan telah bergelut dengan mayat-mayat tak beridentitas. Dia adalah dokter spesialis bedah termuda yang pernah aku temui di umurnya yang menginjak 20 tahun.

Selanjutnya, Dong Yongbae. Entah mengapa aku merasa dia seperti gabungan antara manusia dan gadget. Seolah-olah sebagian otaknya terbagi bersama mesin pengolah data itu. Tangannya lincah sekali menari-nari di atas keyboard, mengutak-atik entah program apa. Barisan angka-angka digital itu seperti manuskrip kuno yang berhasil ia terjemahkan dengan kemampuan komputernya. Yong Bae, manusia setengah elektronik itu sudah berhasil mendapatkan sertifikat resmi dari perusahaan Microsoft pada saat dia berumur 10 tahun! Luar biasa! Dan apa jadinya ia sepuluh tahun kemudian yaitu hari ini?

Kang Daesung. Ia terlihat biasa. Mungkin bisa ku katakan terlalu biasa. Menurutnya, keahlian yang menonjol adalah naturalis. Dia sangat mencintai dan mengenal alam dengan baik. Aku membayangkan, bila aku tersesat di hutan mungkin ia akan menyelamatkanku dan mengeluarkanku dari kelebatan hutan-hutan itu. Ku pikir ia lebih cocok di outdoor nantinya.

“Hmm… Aku Seungri.“ Bocah kecil, polos, dan kupikir otaknya tak lebih dari kulit kacang yang kosong. Ku tebak umurnya baru saja merangkak menuju 18 tahun. Tapi, wajahnya irit sekali. Nampak ia seperti umur 15 tahun. Hebat juga dia bisa melewati serangkaian tes di KIA. Aku jadi semakin penasaran akan kemampuannya.

“Aku… hmmm… Aku bisa, maksudku aku bekerja sebagai Beta Reader di forum-forum Fanfiction. Dan… hmmm, aku mungkin akan jadi seorang editor.“

“Apa maksudmu dengan ‘mungkin‘?“ tanyaku tidak mengerti. “Apa yang kau bisa lakukan selain yang berhubungan dengan pekerjaanmu?“

“Kau bisa mengendarai sesuatu? Tertarik pada otomotif?“ timpal Yongbae. Seungri mengeluh bingung.

“Hmm, aku tak yakin mengenai hal itu.“

“Jadi, bisa kau sebutkan sesuatu yang benar-benar kau kuasai?“ Kini Jiyong memberikan perhatian sepenuhnya pada bocah itu. Waktu yang tersisa tinggal 2 menit lagi. Seungri benar-benar pengganggu! Bocah ini seharusnya tak lulus pada ujian tingkat pertama. Daesung diam saja, karena ia sudah tahu dirinya akan masuk ke grup outdoor.

“Menulis! Aku bisa menulis!” serunya girang. Ku lirik mata Seungri berbinar-binar, terpancar ke segala arah dan sangat menyilaukan.

“Tidak bisakah kau serius?! Aku menghabiskan setahun lebih agar bisa sampai pada tes terakhir ini. Dan aku tak mungkin gagal hanya karena keahlianmu yang sangat konyol!“ bentakku berang.

Seungri menunduk menyembunyikan wajahnya dari serangan mataku yang menatapnya tajam. Jiyong berusaha menenangkanku dan Yongbae menghalangiku agar tak melemparkan sesuatu pada Seungri dan membuat kami berlima gagal hanya karena Seungri pingsan. Sementara, waktu yang tersisa tinggal 1 menit lagi. Namun, ketegangan itu berakhir setelah Daesung yang sedari tadi diam mulai angkat bicara.

“Aku punya ide!“

~oo0O0oo~

Yups, memang agak aneh yah kenapa jadi gini?

Hohoho, atau ada yang masih bingung? Ditunggu kritik n sarannya!

Pertanyaannya!

Kamu adalah Daesung yang mempunyai kecerdasan natural, kamu suka sekali dengan alam dan mencintai segala bentuk yang berhubungan dengan alam. Tapi, kamu juga dikenal sebagai seseorang yang memiliki ide gila dan dengan ide gila itu ia selalu bisa lolos dalam situasi-situasi sulit.

Waktu tinggal 1 menit lagi dan jika lewat dari waktu yang ditentukan. Kamu dan empat lainnya gagal.

Tapi, ide liar begitu saja terlintas dalam pikiranmu. Kamu tak yakin mereka akan menerima pendapatmu, namun waktu tidak lagi mendukung untuk berdebat.

Jika kamu adalah Daesung, ungkapkan pembagian kelompok menurut-mu pada mereka!!

Yups, itulah pertanyaannya!

Ditunggu ya IDE gilanya. Hehehe….