Author : Cho Eun Chan
Title : [prolog] aeng moo sae (parrot)
Length : Continue, setiap chapter judulnya beda,
Genre : romance
Cast : Cho kyuhyun

            victoria song
****

Kyuhyun POV

Menatap seseorang yang sama sekali tak pernah menatapmu. klasik sekali.  dia tertawa, dia mengajariku banyak hal, banyak kata yang terlontar dari mulutnya yang aku ulang berkali-kali. aku…harus mengingatnya. like a parrot…

song qian…song qian. dia, orang yang membuatku untuk kembali belajar ‘tertawa’.

“Waah…victoria keren sekali!” kata Leeteuk hyung saat melihat tarian nickhun dan Victoria.

mereka…keren. aku hanya tersenyum miris dan kembali pada laptopku. membantai ‘musuh-musuh’ku dalam game lebih menyenangkan!.  Sesekali, aku melirik layar kaca itu, aku tersenyum lagi, nyaris tertawa. menertawakan bodohnya aku yang mencintainya, menghibur diriku sendiri agar sakit hatiku ini berkurang.  ingin rasanya aku menghancurkan layar kaca itu sebenarnya, tapi  jika aku melakukannya, hyung-hyungku pasti akan mengirimku ke rumah sakit jiwa .

****

                “Kyuhyun, besok ada pemotretan SPAO, lalu  syuting foresight, lalu sukira. hmm, lalu lusa, paginya kita ke Taiwan.”

“Ada lagi?”

“Hmm… sebenarnya masih ada, pembuatan soundtrack  drama terbaru. tapi jika kau mengambil job ini besok, kau hanya bisa tidur 2 jam besok.”

“Hmm…gwenchana.  ambil saja.”

Mulai besok, aku kembali menjadi robot. yah, robot. aku lebih suka menjadi robot seperti ini. Karena jika aku diam, aku teringat wajahnya, senyumnya, semangatnya, dan semua yang terbaik darinya. dan…aku bisa gila!.

“Kyu, aku rasa kau terlalu memforsir diri akhir-akhir ini…” Kata Sungmin hyung. Aku hanya tersenyum dan kembali berkutat pada gameku.

“Ada apa?”

“Tidak hyung, sudahlah, cepat tidur.”

“Ya!  seharusnya aku yang bilang begitu! cepat tidur!”

“Aku insomnia hyung! aku tidak bisa tidur sebelum menyelesaikan level ini! arrrggh!! kenapa gagal lagi? jinjaa!!”

“Hmm… ya sudahlah! terserah kau saja! aku ngantuk!”

Tak terasa sudah hampir dini hari. Aaaahh…rasanya punggungku remuk!.  Sebelum tidur, aku mengecek twitterku dulu.

‘Ya! namja pabooo!! kau ini robot atau apa hah? badanmu sudah seperti tengkorak seperti itu, sayangilah ia sedikit! badanmu itu sudah ringsek!’

hah? beraninya dia memaki namja tertampan se korea?

lalu ada lagi:

‘Ingin sekali aku menculikmu dari SM, membawamu pergi ke puncak Himalaya! hah, aku benci melihatmu seperti ini tuan cho!”

Hmm…aku tau ia menyayangiku. semua fansku memang menyayangiku.  anak ini, dia sedikit berbeda dari mention-mention yang lain. biasanya yang lain selalu di iringi dengan ‘saranghae’ atau ‘oppa’ tapi dia seenak jidatnya memaki-makiku. Konyol sekali.

hei, bisakah kau menculikku dari sini, dan menghapus Qian dari hatiku huh?

****

Bahkan di hari yang ‘menggila’ seperti ini, dengan kesibukkan yang jauh dari kata manusiawi mendekati rodi , aku masih ingin melihat wajahnya. apa..dia baik-baik saja? apa hari ini dia masih tersenyum?. Hah…aku lelah sekali. bisakah aku mati untuk hari ini saja?

I miss you again, just like it’s yesterday
My desire to see you just won’t disappear
You just keep appearing in my mind

baru saja aku berfikir, ‘ingin sekali melihatnya’. Dan benar saja, aku melihatnya. dan well, diapun tersenyum padaku. Tapi bukan peamandangan seperti ini yang aku inginkan. Disampingnya ada nickhun. tangan Qian bergelayut manja di tangannya. dan tangannya yang sebelah kanan melambai padaku.

The more I comfort myself, the more I cry
Even if I rub away those tears secretly..
The memories spreading to other memories
Making me cry with pain