Author : Olvie Leonita Cast      : – Park Jaesoon
– Yong Junhyung Beast
– Minho Shinee
– Hyuna 4minute
– and other cast
Genre  : Romance,Friendship

Langsung saja.. Check it out~~~~~~~~

“MINHO???”ucap jaesoon dan junhyung bersamaan.
“ka.. kalian??.. ternyata benar kalian berada disini.. apa yang kalian lakukan semalam dan mengapa sampai harus menginap ditempat ini?”tanya minho.
“ani.. anio minho-ah.. kami tidak melakukan apa-apa.. yang benar saja.. kami berdua ini masih laki-laki normal.. kami kemarin hanya terpaksa menginap disini karena ketika kami sudah ingin pergi tiba-tiba hujan turun deras.. kau jangan salah paham dulu..”jelas jaesoon.
“Mwo? Begitukah?.. tapi kenapa kau tidak ikut bicara junhyung-ah? bukankah kamu penyebab dari semuanya ini..”ucap minho sambil mengalihkan pandangannya.
“mworagu? Baiklah.. harus aku akui aku penyebab semuanya ini, tapi bukan berarti kau bisa bersikap seperti ini padaku.. lagipula kami berdua juga baik-baik saja.. tidak ada yang perlu dikhawatirkan dan kenapa kau jadi begitu marahnya kepadaku?..”balas junhyung sinis.
“junhyung-ah.. KAU..!!”bentak minho.
Melihat keadaan yang semakin penuh dengan amarah itu, jaesoon bergegas untuk melerai pertengkaran mereka berdua itu.
“Aishh.. sudah cukup.. tidak perlu ribut seperti ini.. buat apa hal seperti ini diperpanjang lagi, yang penting sekarang kami berdua junhyung baik-baik saja.. dan kita juga harus cepat pulang kembali ke asrama karena kalian pasti tidak lupa kalau hari ini adalah pertandingan gelombang pertaman seleksi Lomba Voli tingkat SMA itu.. jadi ayolah cepat kita pergi.. palli..”ajak jaesoon yang sambil berusaha menengahi pertengakaran junhyung dan minho itu

Junhyung POV
Apa-apaan perilaku minho tadi? Kenapa sepertinya dia marah sekali kepadaku.. memangnya aku telah berbuat sesuatu yang salah?
“apa mungkin ada sesuatu hal yang diketahui minho tentang jaesoon?”ucapku penasaran.
“hmm.. aku semakin curiga terhadap sikapnya.. mungkin dari sekarang aku harus lebih memperhatikan kelakuan minho.”ucapku.
Saat aku sedang bingung memikirkan tentang minho itu, tiba-tiba jaesoon menghampiriku..
“Junhyung-ah.. apa yang kau lakukan disini? Kau tidak tahu aku menunggumu lama di lapangan? Kau tidak lupa kan kalau kau masih punya waktu dua hari mengajariku?”tanya jaesoon.
“ahh.. mian.. aku hampir saja lupa jaesoon-ah.. ayo sekarang kita pergi latihan..”ajakku.
Melihat sikap junhyung itu, jaesoon hanya bisa terdiam bingung..
“ada apa dengan junhyung? Apa dia ada masalah?”ucap jaesoon dalam hati.

~~~~~~~~~~~~~~~~~
“sampai disini saja latihan kita hari ini jaesoon-ah, selanjutnya kamu berlatih sendiri saja untuk mematangkan kemampuanmu..”ucap junhyung.
“sekarang aku harus pergi.. karena aku masih banyak urusan.. aku harap kamu sukses menggantikanku untuk pertandingan besok..”tambah junhyung lagi.
“baiklah.. aku mengerti junhyung-ah.. aku akan berusaha sekuat tenaga.. aku janji tidak akan mengecewakanmu.. hmmm.. tapi apakah kau akan datang nanti?”tanya jaesoon.
“ngg.. mungkin aku sepertinya tidak bisa datang.. karena aku harus mengerjakan sesuatu.. tapi aku akan memberi dukungan sepenuhnya padamu jaesoon-ah.. Semangat jaesoon-ah.. Fighting, aku yakin kamu bisa..”ucap junyung seraya pergi.
Jaesoon hanya bisa tersenyum kecil membalas dukungan junhyung itu.. sebenarnya ia berharap junhyung akan ada pada saat pertandingan dan mendukungnya dari kursi penonton, tapi harapan itu langsung lenyap seketika.
“aku tidak boleh lesu.. biarpun junhyung tidak ada, tapi aku harus memberikan yang terbaik baginya..”ucap jaesoon semangat.

Jaesoon POV
“aku tidak boleh lesu.. biarpun junhyung tidak ada, tapi aku harus memberikan yang terbaik baginya..”ucapku.
Saat aku sedang asim berlatih seorang diri di lapangan, tiba-tiba hyuna datang menghampiriku dengan eksperesi yang tidak seperti biasanya..
“jaesoon-ssi.. boleh kita berbicara sebentar?”tanya hyuna.
“silahkan.. apa yang kamu mau bicarakan?”tanyaku.
“Hmm.. langsung saja, jujur.. sebenarnya selama ini aku tidak terlalu suka kamu terlihat dekat dengan junhyung jaesoon-ssi.. aku merasa setelah junhyung dekat denganmu sikapnya berubah drastis kepadaku.. aku rasa kamu tahu aku dan junhyung dulu pernah menjalin hubungan yang lumayan lama, dan aku merasa yakin kami berdua masih saling menyukai sampai sekarang, karena itu aku ingin memulai dari awal lagi hubungan itu.. tapi sekarang aku malah melihat sikap junhyung berubah kepadaku karena kehadiranmu jaesoon-ssi.. jadi aku mohon berjaga jaraklah dengan junhyung oppa.. jangan selalu ingin bergantung dan berada didekatnya terus.. hmm.. aku tahu kalian berdua dekat karena kalian sesama lelaki.. tapi tolong mengerti keadaanku sekarang..”jelas hyuna.
Mendengar perkataan hyuna tadi membuatku pikiranku serasa berhenti bekerja.. aku tidak tahu kenapa hyuna sampai bisa mengatakan hal seperti ini padaku.. aku tidak tahu bagaimana harus menanggapi permohonan hyuna itu.. jujur, dalam hati kecilku aku tidak pernah mau untuk menjauhi junhyung, karena aku tidak tahu kenapa.. aku merasa bahagia dan nyaman berada didekatnya, walaupun dia kadang-kadang sangat suka membentakku.. dan sekarang.. hyuna memintaku untuk menjauhi junhyung.. aku bingung mau berkata apa..
“jaesoon-ssi.. apa kamu mendengarkanku..”ucap hyuna seraya membuyarkan lamunanku.
“ohh. Ne.. mian.. aku tadi sedikit terkejut mendengar perkataanmu itu..”ucapku.
“hmm.. jadi bagaimana? Apakah kamu setuju? Aku harap kamu menyetujuinya.. karena ini juga demi kebahagiaan junhyung.. apa kamu tidak mau melihat dia bahagia bersama wanita yang dicintainya? Aku yakin junhyung oppa bisa bahagia bersamaku..”ucap hyuna yakin.
“hmm.. maafkan aku hyuna-ssi.. aku tidak bisa menyetujui permintaanmu itu.. bukan karena aku tidak mau junhyung bersamamu, tapi junhyung itu sudah melakukan banyak hal demiku.. dan aku tidak mungkin semudah itu menjauhinya dengan alasan seperti itu.. lagipula kamu tidak perlu khawatir, aku dan junhyung juga sama-sama lelaki.. jadi wajar saja kami dekat.. justru kalau kamu yakin junhyung bisa bahagia bersamamu, buktikan itu dengan caramu sendiri.. bukan dengan cara menjauhiku dengannya.. masih banyak caramu untuk bisa mendekatinya lagi hyuna-ssi.. maafkan aku..”jelasku panjang.
Hyuna yang mendengar perkataanku itu hanya bisa terdiam bingung, karena terkejut aku akan menolak permintaannya itu..
“Mwo? Kamu yakin dengan perkataanmu itu jaesoon-ssi?
“Ya, aku sangat yakin hyuna-ssi.. jadi aku minta jangan lagi memohon seperti itu padaku..”ucapku
mendengar perkataanku itu, hyuna hanya bisa menatapku dengan pandangan heran seraya berbalik pergi meninggalkanku, tapi langkahnya terhenti dan kemudian ia berbalik lagi..
“tenang saja jaesoon-ssi.. junhyung pasti akan kembali lagi bersamaku.. dia pasti akan bahagia bersamaku..”ucap hyuna lalu benar-benar pergi meninggalkanku yang masih bingung dengan perkataan hyuna tadi..
aku yang masih setengah heran dengan kedatangan hyuna tadi langsung mengalihkan pikiranku untuk kembali berlatih lagi untuk pertandingan besok..

~~~~~~~~~~~~~~~~~
Tanpa jaesoon sadari, hyuna masih mengamati dirinya dari kejauhan dan kemudian pergi bergegas mencari minho..
“Oppa.. kamu harus berkata yang sebenarnya padaku, aku ingin tahu apa alasan kamu mau menyelidiki jaesoon itu? Memang apa yang oppa curigai dari dia?”tanya hyuna ketika dia berhasil menemukan minho.
“mwo? Kenapa kau tiba-tiba bertanya seperti itu hyuna-ah? bukankah kau sudah berjanji akan mengikuti perintahku tanpa harus kuberitahu apa tujuanku..”ucap minho bingung.
“maafkan aku oppa.. aku sudah tidak ada jalan lain lagi.. anak itu sangat keras kepala.. aku sudah bilang kepadanya agar menjauhi junhyung oppa.. tapi tetap saja dia bersikeras menolaknya dengan berbagai alasan.. aku mohon beritahukan aku yang sebenarnya oppa.. aku yakin kalau oppa pasti mengetahui segalanya.. aku mohon oppa.. aku tidak mau sikap junhyung berubah terhadapku..”pinta hyuna.
“a.. aku tidak bisa hyuna-ah.. aku tidak bisa memberitahukanmu.. semuanya akan hancur kalau aku memberitahukannya sekarang kepadamu.. hanya aku saja yang boleh mengetahui ini semua sekarang, tapi nanti pasti akan tiba saatnya aku mengatakan tujuanku itu.. tapi saat kamu sudah kembali lagi bersama junhyung.. kamu ikuti saja rencana awal kita dulu.. aku yakin kamu pasti bisa mendapatkannya lagi..”ucap minho.
“Oppa? Begitu pentingnya jaesoon daripada adikmu sendiri? Dia hanya seorang anak laki-laki biasa.. kenapa kamu dan junhyung begitu peduli terhadapnya? Apa dia begitu lemah sampai kalian harus selalu menjaganya? Harusnya yang kalian jaga adalah aku.. karena aku adalah seorang perempuan.. bukannya malah menjaga jaesoon.. dia itu seorang lelaki.. dia bisa menjaga dirinya sendiri..”ucap hyuna bingung.
“aku tahu hyuna-ah.. tapi aku memang punya alasan tersendiri yang tidak boleh satu orangpun tahu.. karena itu akan berdampak besar bagi jaesoon.. maafkan aku.. sebaiknya kamu pulang saja hyuna-ah..”perintah minho.
Hyuna yang mendengar perkataan minho itu hanya bisa menatap minho dengan tatapan tak percaya..
“baiklah kalau oppa tidak mau jujur kepadaku.. aku yang akan mencari tahu sendiri.. aku tidak akan pernah membiarkan jaesoon merubah sikap junhyung oppa kepadaku.. lihat saja nanti..”ucap hyuna seraya pergi meninggalkan minho dengan raut wajah kesal.

Junhyung POV
Sudah dua hari ini aku tidak bertemu dengan jaesoon.. rasanya seperti sangat lama aku tidak melihat kelakuan bodohnya itu..
“sedang apa anak itu sekarang? Apa dia sedang serius berlatih untuk pertandingan hari ini?”pikirku dalam hati.
Aku segera meraih handphoneku diatas meja lalu bergegas menelpon jaesoon tapi jaesoon sama sekali tidak mengangkat teleponku..
“sedang apa dia sebenarnya sekarang? Kenapa aku merasa kalau dia sedang ada dalam masalah?”ucapku cemas..

Jaesoon POV
Akhirnya hari yang kutunggu-tunggu sebentar lagi akan tiba.. pertandingan yang sudah aku nantikan.. entah kenapa rencanaku yang semula hanya ingin mengalahkan dan mengagalkan tim Voli SMA ku yang dulu sekarang sudah hampir aku lupakan.. yang ada dipikiranku sekarang adalah membawa kemenangan bagi tim voli SMA Konkuk dan membuat bangga junhyung..
Tok.. Tok.. Tok.. (berasa lagu SJ-T#plakk)
Suara ketukan itu membuyarkan lamunanku dan dengan segera aku membukanya..
“Jaesoon ssi, boleh aku masuk?”tanya hyuna.
Dengan ragu aku mempersilahkan masuk.. karena aku sudah sangat tahu apa maksud kedatangannya kesini adalah tidak lain mengenai junhyung lagi..
“ada apa kau mencariku lagi hyuna ssi? Bukankah sudah kubilang aku tidak akan menjauhi junhyung?”tanyaku.
“bukan itu maksudku.. aku kesini hanya ingin meminta maaf atas permintaanku yang sebenarnya tidak masuk akal tadi.. aku sadar harusnya aku tidak perlu takut sikap junhyung oppa berubah padaku karena aku sangat percaya kalau kami berdua masih saling menyukai..”jelas hyuna.
“baiklah kalau begitu.. berusahalah untuk membuat junhyung kembali padamu lagi.. hmm.. sekarang aku harus bersiap-siap pergi bertanding.. lebih baik sekarang kau pergi..”ucapku.
“tunggu jaesoon ssi.. boleh aku meminjam kamar mandimu sebentar?”tanya hyuna.
“baiklah.. pakai saja.. dan jangan lupa untuk menutup pintu kamarku lagi”ucapku seraya terburu-buru pergi meninggalkan hyuna sendiri.
“Anak bodoh.. aku pasti akan menemukan sesuatu yang akan membuatmu menjauhi junhyung atau sekalian pergi dari sini..”ucap hyuna dalam hati sambil tersenyum sinis.

~~~~~~~~~~~~~~~~~
Setelah memastikan jaesoon telah pergi jauh, hyuna segera menyusuri perlahan-lahan setiap bagian di ruangan jaesoon itu.. dengan hati-hati ia membongkar salah satu lemari dekat ranjang jaesoon tapi tidak ada satupun barang yang bisa dijadikannya bukti..
“sial.. dimana sebenarnya jaesoon menyimpan barang-barang pribadinya?”ucap hyuna kesal.
setelah cukup lama mencari hyuna melihat sebuah tas besar tersimpan dibawah ranjang jaesoon..
“ini dia yang aku cari.. mudah-mudahan disini aku temukan sesuatu..”ucap hyuna sambil melihat setiap barang yang ada di dalam tas itu..
Dengan teliti hyuna melihat barang-barang yang ada didalam tas jaesoon itu.. dan ternyata dia menemukan sesuatu yang membuatnya terkejut..
“Kartu pelajar? Apa ini kartu pelajar jaesoon di sekolahnya yang lama? Ta.. tapi kenapa foto di kartu ini adalah foto seorang pe..perempuan..?”ucap hyuna bingung.
Segera hyuna melihat bagian biodata yang ada di kartu pelajar itu dan betapa terkejutnya dia melihat biodata itu..
“kenapa disini jenis kelamin jaaesoon adalah perempuan? Tapi disini memang benar namanya jaesoon dan foto di kartu pelajar ini mirip sekali dengan jaesoon.. Apa maksud semua ini? Apa jangan-jangan dia menyamar menjadi laki-laki untuk masuk ke tim Voli ini? Tapi untuk apa?”ucap hyuna yang semakin bingung dengan apa yang dia liat sekarang..
Saat hyuna sedang tenggelam dalam kebingungannya, tiba-tiba handphone dalam tas jaesoon itu bergetar dan ternyata ada telepon yang baru masuk..
“Jaesoon-ah.. aku hampir lupa kalau hari ini SMA mu akan bertanding.. semangatlah.. kamu harus kalahkan tim voli laki-laki SMA kita dulu.. karena aku tahu itu adalah rencanamu makanya kamu bersedia masuk ke SMA Konkuk itu.. aku senang rencanamu berjalan dengant.. ingatlah.. teman-temannmu disini menunggumu..”ucap seseorang di telepon itu lalu segera menutup teleponnya tanpa menunggu balasan dari hyuna.
“Jadi selama ini jaesoon punya maksud dibalik semua ini.. dan tim voli sekolah ini hanya dijadikannya sebagai perantara agar ia bisa mengagalkan tim Voli SMA dia dulu.. dan dia rela menutupi identitasnya menjadi seorang laki-laki.. benar-benar bodoh.. lihat saja jaesoon-ah.. aku tidak akan tinggal diam dengan itu.. secepatnya kau pasti akan keluar dari sini..”ucap hyuna seraya pergi membawa kartu pelajar jaesoon itu.

Jaesoon POV
“Akhirnya sebentar lagi pertandingan dimulai.. aku sangat tidak sabar menantikannya..”ucapku dalam hati.
Saat aku sedang bersiap-siap sambil melakukan sedikit pemanasan, mataku berputar mencari junhyung.. aku sangat berharap dia berada di salah satu kursi penonton dan melihat permainanku nanti..
“dimana junhyung? Apa dia juga tidak bisa datang menontonku?”ucapku..
Saat aku sedang mencari-cari keberadaa junhyung tiba-tiba datang minho sambil membawa sekaleng minuman..
“ini untukmu jaesoon-ah”ucap minho.
“ahh.. gomawo minho-ah.. hmm.. apa kamu tidak bersiap-siap? Sebentar lagi kita akan mulai..”ucapku.
“aku sudah bersiap-siap daritadi dan aku lalu melihatmu masih duduk melamun disini makanya aku mendatangimu.. apa yang sedang kau pikirkan jaesoon-ah?”tanya minho.
“tidak.. aku tidak sedang memikirkan apa-apa.. ayo.. cepat kita pergi ke lapangan”ajakku, tapi dengan tiba-tiba minho menahan tanganku..
“jaesoon-ah.. maukah kau melakukan satu hal untukku setelah pertandingan ini?”tanya minho.
“melakukan apa? Cepatlah kau bilang minho-ah.. kita sudah tidak punya banyak waktu lagi..”ucapku.
“aku mau.. setelah pertandingan ini orang pertama yang kau hampiri adalah aku.. apa kau bisa jaesoon-ah? hanya itu yang aku harapkan..”pinta minho.
Aku sedikit terkejut mendengar permintaan minho itu.. apa maksud perkataannya itu? Tapi aku tidak punya banyak waktu lagi untuk berpikir karena pertandingan akan segera dimulai..
“baiklah.. aku berjanji orang pertama yang aku hampiri adalah kamu minho-ah.. sekarang ayo kita pergi..”ajakku.
Terlihat senyum lebar minho merekah dan dia langsung dengan cepat menarik tanganku pergi menuju lapangan pertandingan.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Pertandingan hari ini berlangsung sangat ketat.. Tim SMA Konkuk telah tertinggal dua poin dari Tim SMA Kyunghee, SMA tempat jaesoon bersekolah dulu.. sisa waktu sekarang adalah 15 menit lagi.. sisa waktu intu sangat berharga bagi Tim SMA Konkuk agar dapat menang..
Cukup lama masing-masing Tim bersaing untuk mendapatkan poin dan sekarang poin kedua tim adalah seri dan satu-satunya cara untuk tim voli jaesoon agar bisa menang adalah melebihi poin tim SMA Kyunghee..
Sekarang adalah waktunya bagi jaesoon untuk melakukan servis dan juga sebagai penentuan terakhir mereka menang atau kalah.. dengan hati-hati jaesoon melihat gerak-gerik lawan didepannya sambil mecari celah dimana bola yang dilemparnya ini tidak bisa dijangkau oleh lawan..
“fokus jaesoon-ah.. kita pasti menang..”ucap minho dari belakang.
Jaesoon kembali fokus, dia mengingat teknik-teknik voli yang diajarkan junhyung padanya dan akhirnya muncul segurat senyum dan dengan segera jaesoon bersiap menservis bolanya..
“aku pasti bisa.. bantu aku.. junhyung-ah..”ucap jaesoon dalam hati sembari menservis dengan keras bolanya..
Tidak disangka, bola yang diservis oleh jaesoon sangat tidak dijangkau oleh lawan didepannya sehingga bola tersebut terlempar bebas dan mengenai batas garis lapangan dan itu artinya bertambah satu poin bagi SMA Konkuk.. dan otomatis SMA Konkuklah yang memenangi pertandingan kali ini..
“Aku berhasil !!! Kyaaaa…”teriak jaesoon sambil melompat senang.
Ketika jaesoon sedang asik kegirangan bersama pemain yang lain, ia melihat seseorang yang tidak disangkanya akan datang.. ia melihat junhyung yang hendak menghampirinya sambil tersenyum bangga..
“Junhyung-ah !!!.. aku berhasil.. ini semua karenamu.. ketika aku hendak melakukan servis tadi, yang teringat di benakku adalah kata-katamu.. ”ucap jaesoon berlari lalu dengan sekejap langsung memeluk junhyung..
“Kau hebat jaesoon-ah.. aku sangat bangga padamu.. aku sangat senang jaesoon-ah.. chukkae..”ucap junhyung tersenyum ceria sambil masih memeluk jaesoon.
Saat mereka berdua tengah asik berpelukkan, mereka tidak sadar kalau mereka berpelukkan tepat ditengah lapangan pertandingan.. dan banyak orang yang melihat mereka berdua berpelukkan termasuk pemain-pemain satu tim voli jaesoon..
Tiba-tiba saja ada orang yang menarik jaesoon dan membuat mereka berdua berhenti berpelukkan.
“Hebat sekali kalian berdua bisa berpelukkan ditengah lapangan seperti ini.. apakah kalian tidak malu.. kalian adalah sesama lelaki, kenapa bisa sampai berpelukkan erat seperti itu hanya karena pertandingan seperti ini..”ucap minho.
“dan kau jaesoon.. aku sudah tidak tahan lagi.. sekarang semua kebohonganmu akan terbongkar..”ucap minho lagi sambil melirik kearah jaesoon.
“apa maksudmu? Kebohongan apa yang dilakukan oleh jaesoon?”tanya junhyung bingung.
mendengar pertanyaan junhyung, orang itu lalu mengambil mikrofon lalu menyetel suara mikrofon itu senyaring mungkin..
“kalian semua harus tahu yang sebenarnya.. kalian semua telah dibohongi oleh jaesoon selama ini.. asal kalian semua tahu.. jaesoon itu sebenarnya adalah seorang PEREMPUAN..”ucap minho.
Jaesoon yang mendengar perkataan minho melalui mikrofon itu hanya bisa terdiam melihat semua teman-temannya sedang menatap tajam kearahnya..
“semua yang dikatakan minho oppa itu adalah benar.. aku bahkan menemukan barang bukti yang kuat..”ucap hyuna yang tiba-tiba datang menghampiri para pemain yang sedang mengelilingi jaesoon.
hyuna lalu memperlihatkan kartu pelajar jaesoon yang tadi ia temukan dikamar jaesoon dan dengan segera para pemain yang lain mengambil lalu melihat kartu pelajar itu dengan teliti..
“jaesoon ssi sengaja masuk kedalam SMA Konkuk ini hanya untuk menjadi perantara baginya mengalahkan tim voli SMAnya yang dulu.. kalian semua sudah ditipu olehnya..”ucap hyuna sinis.
“jadi benar ternyata kau adalah perempuan jaesoon-ah? kenapa kau tega membohongi kami”tanya salah seorang pemain.
“a.. aku tidak sepenuhnya berbohong.. kalian harus mendengarkan penjelasanku dulu..”ucap jaesoon gugup.
“tidak ada yang perlu kau jelaskan lagi jaesoon-ah.. semuanya sudah jelas.. sebaiknya kamu cepat pergi dari sini, jangan sampai pemain yang lain makin emosi melihatmu disini..”ucap junhyung yang memotong pembicaraan temannya tadi.
“junhyung-ah.. kau harus dengar penjelasanku dulu.. semua yang kau dengar dari hyuna dan minho tadi tidak semuanya benar..”ucap jaesoon.
“sudahlah jaesoon-ah.. sebaiknya kau cepat pergi.. aku sedang tidak ingin melihatmu.. cepatlah kau pergi.. berikanlah aku waktu untuk menjernihkan apa yang terjadi saat ini..”ucap junhyung seraya berbalik pergi meninggalkan jaesoon.
saat junhyung sudah berbalik pergi tiba-tiba dengan mengumpulkan keberanian jaesoon berteriak nyaring..
“junhyung-ah.. AKU MENYUKAIMU..!!”teriak jaesoon nyaring.

To be continued~

Waaaa.. olvie kembali.. sudah agak lama olvie hiatus dari FF Lovers.. mian yaa readers soalnya urusan olvie lagi numpuk banyak banget dan olvie harus ekstra ngebut nyelesain part 5 ini.. mohon maaf yaa kalau kurang memuaskan para readers.. tapi olvie harapkan jejak komen dari readers semua.. jeongmal gomawo (Bow 90 derajat)😀