Author : cutemoo
Title :My Magic Mirror
Length : One Shoot
Genre : Romance
Cast : Jae Joong, Han Yong Woo [belong to writer]

Happy reading n enjoy ^^

My Magic Mirror

 

Author POV

Wajah gadis itu terbilang cantik. Rambut panjang sebahu, mata berwarna coklat, hidungnya mancung. Di pipinya ada semburat rona merah muda, dan sedikit kesan sensual pada bentuk bibirnya. Kulit yang putih bersih, tinggi badannya pun semampai. Bukan berarti ia semeter tak sampai loh. Saat ini gadis itu sedang memandang wajahnya sendiri di depan cermin yang ukurannya hampir menyamai tinggi badannya. Entah apa yang ada dipikirannya, hingga sudah setengah jam ini ia belum juga beranjak dari depan cermin itu. Padahal waktu sudah menunjukkan pukul 9 pagi, sudah lewat dari jamnya sarapan. Walaupun sekarang sedang libur musim panas, gadis itu tetap berada di apartemennya. Ia enggan menuruti ajakan teman kampusnya untuk mengisi liburan musim panas mereka di Pulau Jeju.

Fb

“Yong Woo ya… Besok sudah masuk libur musim panas, bagaimana kalau kita ke Pulau Jeju? Aku ingin sekali berjemur di pantai. Supaya kulitku agak lebih gelap seperti artis Hollywood… siapa itu? O ya Merana” Eun Chae berkata pada Yong Woo sesaat sebelum mereka pulang dari kampus.

“Maksudmu Rihanna” Yong Woo membenarkan. “Mianhae Eun Chae yaa..tapi hari libur nanti aku ingin mengunjungi orang tuaku di Busan. Karena baru kali ini aku bisa mengunjungi mereka. Kau pergi saja dengan Min Rin, aku dengar dia juga ingin pergi kesana” sambung Yong Woo.

End Of Fb

Jadilah sekarang ia terperangkap di dalam apartemennya. Ia membohongi Eun Chae dengan alasan ingin mengunjungi orang tuanya di Busan agar tidak ikut ke Pulau Jeju. Padahal sekarang ayahnya sedang ditugaskan ke Shanghai, dan ibunya sedang berada di Singapur untuk urusan bisnis. Di apertemennya ini, luasnya hanya seperempat besar dari luas rumahnya di Busan. Maksudnya rumah orang tuanya. Namun ini adalah apartemen yang cukup elit di kota Seoul. Apalagi jika ditinggali hanya seorang diri saja, terlihat lengang sekali.

End Author Pov

Yong Woo POV

Aku Yong Woo, Han Yong Woo. Saat ini umurku 19 tahun, kuliah di Seoul International University jurusan seni musik semester 2. Kegiatan akhir-akhir ini yang sering kulakukan adalah bercermin. Dan sekarang aku sedang menatap sosok wajahku yang baru bangun tidur.

“Kenapa sih matamu berwarna coklat? Kenapa sih rambutmu hanya sepanjang ini? Kenapa juga bentuk bibirmu seperti ini? Yaa..tidak kupungkiri kalau kulitmu putih dan hidungmu mancung, tapi tetap saja wajahmu tidak cantik. Tidak seperti kebanyakan teman-teman kampusku yang cantik-cantik. Dasar jelek kamu. Jelek…jelek…jelek…”

Aku mengomeli bayanganku sendiri yang terpantul pada cermin didepanku. Sudah beberapa hari ini aku selalu berlama-lama memandang wajahku dan tidak jarang akhirnya aku mengomeli diriku sendiri. Sampai-sampai aku berpikir mengapa mama melahirkanku dengan wajah seperti ini. Padahal aku ingin sekali punya mata hitam yang indah. Juga rambutku yang panjangnya tanggung ini, aku ingat sudah hampir satu tahun aku tidak pernah ke salon lagi. Sudah selama itu tapi kenapa rambutku belum memanjang juga, pikirku. Tambahan lagi jika aku ikut Eun Chae ke Pulau Jeju, dan merubah kulitku agar lebih gelap. Apa aku tidak jadi lebih buruk dari sebelumnya. Tapi sepertinya aku sedikit berlebihan.

“Haaah…sudahlah. Sebaiknya aku mandi saja” Aku melangkahkan kakiku, menyambar handuk yang ada diatas tempat tidurku dan langsung menuju kamar mandi.

End Of Yong Woo POV

Author POV

Yong Woo masih saja mengomel dan mengatai dirinya sendiri jelek, sambil sesekali menyentuh bagian-bagian wajah yang tidak disukainya. Sebentar ia tersenyum, sebentar ia cemberut. Setelah beberapa lama ia pun menyudahi kegiatannya itu.

“Haaah…sudahlah. Sebaiknya aku mandi saja” Lalu ia melesat pergi menuju kamar mandi. Setengah jam kemudian ia sudah kembali ke kamarnya dan mulai menatap cermin lagi. Kali ini sambil menyisir rambut basahnya yang sehabis dicuci. Tiba-tiba cermin yang ada didepannya mengeluarkan gambar samar-samar. Seperti tv yang antenanya sedang diset agar gambarnya terlihat bagus. Yong Woo terlonjak saking kaget karena cermin itu akhirnya memantulkan sosok manusia didepannya. Bukan sosok dirinya yang ada dalam cermin. Melainkan sosok yang tak ia kenal. Ekspresi sosok itu sama terkejutnya dengan Yong Woo.

Zzzzrrrtt…zzzzrrrtt… Cermin Yong Woo mengeluarkan suara seperti speaker yang menangkap sinyal hp. Entah bagaimana suara itu bisa terdengar. Setelah terpantul sempurna, sosok itu mulai bertanya pada Yong Woo yang sejak tadi terbengong-bengong menatapnya. Meskipun sebenarnya mereka berdua sama-sama bengong karena shock.

“Apa…kau bisa..melihatku?” tanyanya sedikit ragu-ragu. Yong Woo hanya bisa menganggukkan kepalanya sekali dengan sangat pelan. Sepertinya ia masih shock pada sosok didepannya. “Dan…apa kau juga bisa mendengar suaraku?” tanya sosok itu lagi. Ekspresi Yong Woo seperti mengatakan apa-jika-aku-tidak-bisa-mendengarmu-aku-akan-menjawab-pertanyaanmu. Sambil menatap aneh pada cerminnya, Yong Woo akhirnya bersuara. “De..aku bisa melihat dan mendengar suaramu dengan jelas.” Sosok dalam cermin itu tersenyum….manis sekali. Memperlihatkan sederet giginya yang putih bersih. Yong Woo terpesona dengan senyumnya.

Yong Woo POV

Tadinya kupikir sosok didepanku ini adalah seorang wanita, karena wajahnya yang cantik. Tapi setelah mendengar suaranya aku baru tau kalau dia adalah seorang pria. Walaupun suaranya terbilang lembut untuk ukuran pria. Kami mengobrol cukup lama dengan cermin sebagai medianya. Dia bilang bahwa namanya adalah Kim Kae Joong, dan sekarang tinggal di Busan. Jarak rumahnya dengan rumahku yang di Busan tidak terlalu jauh. Anehnya, sebelum aku pindah ke Seoul aku tidak pernah sekalipun melihatnya berkeliaran di sekitar rumahku. Ternyata dia bilang dia baru saja pindah sekitar 2 bulan yang lalu.

“Hei.. Jae Joong. Apa kau punya kain yang cukup lebar? Mungkin selebar selimutmu itu.” tanyaku sambil menunjuk selimut diatas tempat tidurnya. “Buat apa?” tanyanya bingung. “Ya untuk menutup cerminmu itu” “Lho, memangnya kenapa? Apa kau tidak mau melihat muka gantengku lagi” candanya sambil menggodaku dengan gayanya yang centil. “Ehem..ehem.. Terserah apa katamu. Untung saja begitu selesai mandi tadi, aku mengganti bajuku di kamar mandi. Entah apa yang terjadi selanjutnya jika aku menggantinya disini” kataku tanpa memedulikan dia menangkap maksudku atau tidak. “Hahahaha….ternyata untuk itu kau menyuruhku menutup cermin ini” katanya dengan tawanya yang lepas setelah terdiam beberapa saat. Yong Woo semakin terpesona dengan Jae Joong, ternyata dengan tawanya yang lepas itu ia terlihat lebih cakep lagi. “Tenang saja, kalau untuk yang itu aku juga sudah tau. Aku tidak akan melakukan hal seburuk itu, walaupun sebenarnya kau sangat menggoda.”

End Yong Woo POV

Author POV

“Heeeeeh…kau bilang apa barusan?” tanya Yong Woo kaget. Saat Yong Woo berkaget-kaget ria, Jae Joong berjalan ke arah samping cermin sehingga Yong Woo tidak lagi melihatnya. Yong Woo yang penasaran kemana Jae Joong pergi melangkahkan kakinya mendekati cermin, jaraknya hanya tinggal setengah meter dengan permukaan cermin. “Yaaa…pp..ppakai bajumu” seru Yong Woo terlonjak sambil memalingkan wajahnya ke arah lain, karena Jae Joong tiba-tiba saja muncul sambil bertelanjang dada pula. Jae Joong hanya senyum-senyum sambil memakai baju yang baru saja diambil dari lemari baju miliknya.

“Heii..bagaimana kalau kita bertemu saja. Bukankah kau bilang kau sedang liburan musim panas?” kata Jae Joong. Yong Woo kembali menatap Jae Joong. “Bertemu? Sepertinya asik… Baiklah, kau ingin kita ketemu dimana?” kata Yong Woo senang. “Bagaimana kalau di kafe Rising Sun. Kudengar…nya…us…n…ai. Hari ini jam lima…Ke..” *maksudnya: Kudengar tempatnya bagus dan ramai. Hari ini jam lima. Oke?* Jawaban Jae Joong terputus-putus bersamaan dengan sosoknya yang kadang ada kadang tidak. Yong Woo panik. Dan sepertinya bukan di cermin Yong Woo saja yang ada masalah, karena Jae Joong pun menunjukkan sikap yang sama dengan Yong Woo. Panik.

End Author POV

Yong Woo POV

Aku tidak tahu apanya yang salah, tapi tiba-tiba saja cermin di kamarku seperti konslet. “Jae Joong..apa kau bisa mendengar suaraku? Apa yang terjadi?” tanyaku panik. Suara Jae Joong makin tak terdengar. Aku berusaha semampuku agar gambar Jae Joong masih bisa terlihat di cerminku. Tapi semua usahaku sia-sia. Bersamaan dengan suaranya yang menghilang, sosok Jae Joong pun lenyap dari pandanganku. Aku terduduk lemas, kusandarkan tubuhku di pinggir ranjang.

“Aku bahkan belum sempat menanyakan no hp-nya” kataku pada diriku sendiri. Namun ingatanku kembali pada ajakan Jae Joong tadi. Kafe Rising Sun, hari ini jam 5. Sekarang sudah jam 3 lewat lima belas menit. Dari apartemenku kira-kira menempuh satu jam perjalanan. Tanpa pikir panjang lagi, kubuka lemari bajuku dan menyambar baju apa saja yang pertama kulihat. Baju yang terbaik pastinya. Aku senyum-senyum sendiri, saatku mengingat kembali wajah tampan Jae Joong. “Libur musim panasku kali ini tidak akan kulewati sendirian” kataku mantap sambil meninggalkan apartemen dan bergegas ke area parkir mobil. “Yong Woo…fighting!!” kedua tanganku mengepalkan semangat di dalam mobil. Sebelum akhirnya aku mulai menstarter mobilku untuk menuju ke kafe Rising Sun.

The End

 

 

Gomawo uda maw baca ff yg endingnya ga jelas ini ^^ Maw komen silakan, ga juga ga pa2 asal jgn timpuk writernya aja😀