Title: Love don’t leave

Author: Nisaa (Nisa – Eyl)

Genre: Romance

Status: On going!

Cast: Cho Kyuhyun (again), Choi Si Won, Shara Jo/Jo Jin Hye

Ps: Bismillah. Sebenarnya aku paling gak bisa bikin cerita melodrama. Tapi, sebagai author yang baik, bermacam-macam genre harus di coba /plak! Ya, semoga saja tidak ada keanehan yang nyempil di cerita ini. Hohoho…

Happy Reading ya ^^


————————————————————————–

“kau lama sekali” ucap wanita 45 tahunan yang masih terlihat sangat cantik. Wajahnya terlihat sangat Eropa, namun perawakannya seperti wanita Asia. Ia bergelayut manja di pundak laki-laki berumur 22 tahun yang baru saja datang ke apartmentnya yang mewah

“ah, lepaskan, aku sedang lelah” ucap laki-laki itu dingin dan melepaskan pelukan wanita itu dengan perlahan namun pasti.

Laki-laki itu berjalan menghampiri sofa berwarna merah marun dengan permukaan yang dilapisi kain belundru…

Wanita itu mengikutinya, dan duduk di sebelahnya. Menyenderkan kepalanya di bahu laki-laki itu. Terasa sangat nyaman…

“jadi, mana uang yang kau janjikan?” Tanya laki-laki itu tanpa banyak basa basi

“hmm… ada syaratnya”

Laki-laki itu mendesah pelan, “baiklah, apa?”

“temani aku… ke acara pernikahan temanku di Busan, lusa…”

Laki-laki itu berdecak, mempertimbangkan, “baiklah, jangan meminta hal lain”

wanita itu tertawa kecil, menatap nakal laki-laki mempesona yang ada di depannya ini, “tidak akan, kau tenang saja” ucapnya lembut seraya mencium pipi laki-laki itu

***

Ia menjijitkan kakinya. Menempelkan bros mawar berwarna emas itu di baju yang terpasang indah di patung…

Nampaknya. Heels itu kurang cukup untuk mempertinggi tubuhnya. Tinggi heels itu hanya 5 cm. ia tidak bisa memakai heels yang lebih tinggi dari itu. Sebetulnya, ia juga lebih suka memakai flat shoes

“Eonnie, ada ibumu datang” ucap Ran, wanita jepang yang sudah hampir 2 tahun tinggal di korea

Gadis itu memicingkan matanya, “oh ya? Dimana dia?”

“di ruang kerjamu, temui saja dulu. Biar ini aku yang urus…” ucap gadis bermata sipit itu sambil tersenyum manis

“baiklah. Gomawo Ran-ya…” ucapnya sambil meninggalkan asistennya itu. Ia pun bergegas menghampiri ibunya di ruang kerja…

***

Ckrek!

Gadis itu membuka pintu dan melihat ibunya sedang asyik memandangi foto di atas meja kerjanya. Gadis itu hanya tersenyum. Nampaknya, ibunya tidak menyadari kehadirannya…

Ia pun berjalan menghampiri wanita itu dan memeluknya dari belakang, “mama… “ panggilnya lembut

Wanita itu mendongak, dan melihat kea rah belakangnya. Senyuman langsung mengembang dan dengan cepat ia menyimpan foto itu di atas meja. Berbalik, dan memeluk anak semata wayangnya itu…

“kau hobi sekali memeluk orang dari belakang Shara Jo”

Gadis itu mendesah pelan, “aku lebih suka nama korea ku, tapi… kenapa jarang sekali ada orang yang mau memanggil nama koreaku?”

“baiklah, Jo Jin Hye”

Gadis itu menggedikan bahunya, “terdengar aneh juga, ya sudah… call me Shara, I think it’s better”

Kedua wanita bermata indah itu tertawa, cara mereka tertawa… sangatlah mirip

“ada apa Mama datang ke butik ku?”

“ah, mama ada acara, bisakah kau memilihkan baju yang cocok untuk mama?” Tanya wanita itu sambil mengelus puncak kepala Shara

“tentu saja, warna merah bata sangatlah cocok untuk musim gugur, apalagi di pakai oleh mama… si wanita berkulit indah” ucapnya sambil mengedipkan matanya

***

Langkah Shara terhenti saat mendapati seorang laki-laki tengah berdiri menyender di dinding, memandangi pintu apartment Shara

Tanpa berpikir apa-apa lagi, ia pun menghampirinya…

“Kyuhyun?” tanyanya

Laki-laki itu menoleh perlahan, tersenyum. Senyuman yang sulit diartikan…

“Noona”

Shara membalas senyuman laki-laki itu, “sedang apa kau disini?”

Laki-laki itu menggerlingkan matanya, “sepertinya aku butuh masuk”

***

“ini” Shara menyodorkan secangkir Hot Chocolate pada laki-laki yang kini sedang duduk bersila di depan api unggun

“gomawo” jawabnya singkat

Shara duduk di sebelah Kyuhyun, menyesap Hot Chocolatenya. Ia menoleh perlahan kea rah Kyuhyun…

Lagi-lagi kekhawatiran menghampiri dirinya, tangannya menyentuh pipi Kyuhyun yang lebam dengan lembut…

“siapa yang melakukan ini?”Tanya Shara dengan alis berkerut

Kyuhyun hanya tersenyum, “tidak ada yang berani melakukan ini selain dia”

Shara terdiam. Ayolah, hatinya… begitu sakit melihat pemandangan ini.

Shara menyimpan cangkir itu di atas meja, dan merangkul bahu laki-laki itu. Kyuhyun mendesah pelan dan menyenderkan kepalanya ke kepala gadis yang 3 tahun lebih tua darinya…

“kau menginap saja malam ini”

***

Laki-laki itu berjalan cepat menuju ruangannya. Semua orang membungkukan badan ketika melihatnya. Laki-laki itu hanya tersenyum. Memperlihatkan lesung pipinya yang mempesona…

“selamat pagi Pak…” sapa Soo Mi. sang sekretaris yang diam-diam menyukai atasannya itu

“pagi” jawab laki-laki itu singkat sambil memasuki ruang kerjanya…

Ia mendesah frustasi ketika melihat ada beberapa map yang bertumpuk di meja kerjanya. Sebenarnya, ini adalah konsumsinya setiap hari. Tapi ntah kenapa, akhir-akhir ini dirinya merasa bosan semi muak dengan pekerjaanya. Menjadi businessman itu, ternyata tidak selamanya menyenangkan.

Ia mendudukan tubuhnya di atas sofa berwarna hitam mengkilat favoritenya. Menyenderkan punggungnya yang lelah.

Kepalanya agak sedikit pusing. Jadi ini dampaknya tidur 4 jam sehari?

Ia memandang arloji elegan yang menempel indah di pergelangan tangannya, pukul 10.

Tiba-tiba saja senyuman mengembang di bibirnya, dengan segera ia mengambil handphonenya dan menghubungi seseorang…

***

Kyuhyun berjalan malas sambil menghisap lollipop nya. Dengan kedua tangan yang dimasukan ke saku celananya.

Baiklah. Ia sudah terlambat setengah jam. Tapi, ia tidak peduli. Mata kuliah yang itu, sudah terlalu remeh untuk nya.

Tanpa mengikuti jadwal kuliah, toh nilainya selalu mendapat A?

Hanya saja, kenapa orang-orang menyebalkan itu selalu mempermasalahkan soal kehadiran?

Tanpa ragu, ia membuka pintu…

“maaf saya terlambat” ucapnya santai

Ia melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam kelas, tapi…

“siapa yang mengijinkanmu masuk?” Tanya laki-laki paruh baya yang lebih mirip penjaga pintu neraka itu

Kyuhyun mengangkat bahu

“keluar!” bentak laki-laki yang berprofesi dosen itu

Kyuhyun tertawa mengejek, “baiklah, dengan senang hati. Kapan ada kuis? Mau bertaruh denganku? Kalau aku mendapat nilai A, ijinkan aku tidak mengkuti mata kuliahmu selama 1 tahun”

Kyuhyun berbalik dan berjalan santai meninggalkan ‘penjara’ menyebalkan itu

***

Shara memainkan garpu yang ia pegang. Memandangi laki-laki yang sudah hampir 2 tahun menjadi kekasihnya…

“kenapa tidak dimakan?” Tanya nya heran

“pancake ini… krimnya terlalu banyak. Aku kurang suka…” jawabnya lembut sambil tersenyum

Shara mengangguk. Mengambil piring milik laki-laki itu, “aku singkirkan krimnya, ok?”

Shara menyingkirkan krim-krim berwarna putih itu dari atas pancake. Setelah selesai… ia menyimpannya lagi di depan laki-laki itu…

“gomawo Choi Jin Hye…” goda laki-laki itu sambil mulai memakan pancake nya…

“mwo? Choi Jin Hye?” Shara tertawa kecil, “mungkin sekitar 3 tahun lagi”

“anniya, secepatnya”

“baiklah, Jo Si Won” gurau nya

Si Won terkekeh pelan, “mana bisa?”

Mereka berdua tertawa…

“Si Won” panggil Shara tiba-tiba sambil memegang tangan kiri laki-laki yang ada di depannya

“nae?” Tanya Si Won sambil terus menyuapkan pancake itu kemulutnya

“apa yang terjadi dengan Kyuhyun?”

Si Won terdiam, ekspresi wajahnya berubah seketika saat nama itu disebut, “memangnya… dia kenapa?”

“kau benar-benar tidak tahu?”

Si Won menggeleng pelan, “aku tidak tahu…”

“sepertinya, ia bertengkar lagi dengan ayahmu…”

Wajah Si Won berubah panic, “mwo?”

Shara mengangguk, kemudian tertunduk, “aku benar-benar khawatir…”

Si Won menarik nafas, dan menghembuskannya perlahan, “sepertinya, aku harus benar-benar bicara”

“kepada siapa?”

“ayahku, atau mungkin… juga Kyuhyun” Si Won melepaskan genggaman Shara, mengusap wajahnya dengan kasar

“apa dia mau mendengarku?” tanyanya dengan nada pesimis

“tentu saja! Dia pasti mendengarmu… percayalah. Bicaralah padanya…”

***

Laki-laki itu terduduk sendiri menunggu seseorang di sebuah restoran mewah. Tak lama kemudian…

“anda telat 4 menit, nona Kinsley” ucap laki-laki itu dengan pelafalan yang tepat pada namanya. Jarang, orang korea yang bisa menyebut nama wanita itu dengan benar…

Wanita berumur 45 tahun itu hanya tersenyum, “kau sangat tampan dengan tuxedo berwarna coklat tuamu…” pujinya sambil menarik tangan laki-laki itu agar berdiri

“terimakasih, tapi sepertinya… pujian anda akan membuat kita terlambat. Anda tidak mau kan terlambat malam ini?”

Wanita itu tertawa pelan, “tentu saja tidak, bagaimana penampilanku malam ini?”

“seperti biasa sangat menawan” ucap laki-laki itu sambil mengandeng tangannya

“terimakasih”

“pujianku tidaklah gratis, anda harus menambahkan uang tips” gurau laki-laki itu sambil menyunggingkan senyumnya. Senyuman yang bisa meluluhlantakan hati wanita mana pun yang melihatnya…

“baiklah” ntah kenapa, laki-laki ini selalu saja berhasil memesona dirinya

***

Pukul 10. Baguslah, setidaknya Si Won tidak pulang terlalu larut malam. Masih ada kesempatan untuk bertemu dengan ayah dan adiknya.

Si Won memasuki apartmentnya, langsung berjalan menuju tengah. Dimana dia biasa mendapati ayahnya yang sedang ketiduran ketika menonton TV

“Appa, syukurlah aku bisa bertemu denganmu malam ini” ucapnya lega sambil melemparkan tas dan jas nya ke sofa yang lain

Laki-laki paruh baya itu menoleh, “memangnya ada apa? Dan… tumben sekali kau pulang kurang dari jam 12”

“aku sengaja pulang lebih awal” jawabnya cepat

Ia pun duduk di sebelah Ayahnya…

“ada yang ingin aku bicarakan”

Laki-laki itu membuang nafas keras. Sudah dipastikan, laki-laki ini sangat tidak berminat membicarakan ‘hal’ yang di maksud Si Won

“mwo?”

“Appa bertengkar lagi dengan Kyuhyun?”

Sejenak laki-laki itu terdiam, lalu 1 detik kemudian ia tertawa, “memangnya kapan kami bisa untuk tidak bertengkar?”

Si Won mendesah, “apa yang kalian ributkan? Dan… aku mohon, jangan kasar padanya”

“sejak kapan kau berani menceramahiku? Sudahlah, lagi pula dia pantas mendapatkan perlakuan seperti itu!” bentaknya

“tapi…”

“dan untuk apa kau terus mempedulikannya? Keluarga kita saja bukan”

“dia adik ku!” nada suara Si Won meninggi

Laki-laki paruh baya itu tertawa mengejek, “adikmu? Haha… yak, kau tidak lihat… nama depan dia saja sudah beda dengan kita. Lagi pula… mana mau aku memasukan orang macam dia ke keluarga Choi yang terhormat ini. Baiklah… lebih baik aku pergi tidur sekarang, aku sudah tua Si Won-ya… tidak baik memikirkan hal-hal yang berat. Apalagi hal itu mengenai Cho Kyuhyun, sangat tidak penting”

Laki-laki itu beranjak dari sofa, berjalan dengan gontai menuju kamarnya

Si Won hanya berdecak, kecewa.

***

Ternyata. Ada baiknya juga tidak tidur semalaman. Jadi, hari ini ia tidak terlambat ke kampus. Acara selesai pukul 5 pagi. 2 jam lebih dari cukup untuk bersiap…

Ah, ditambah lagi kejutan yang ia dapat. Ya, kuis…

Seseorang menepuk bahunya dari belakang, Kyuhyun menoleh dengan malas…

Ternyata pemuda culun itu memberikannya selembaran, sudah dipastikan itu kertas absen.

Lagi-lagi seperti ini. Kyuhyun mendesah pelan ketika ia melihat nama yang tertera di kertas absen itu…

Choi Kyuhyun?

Sebelum ia menandatanganinya… ia mencoret huruf i yang ada di nama depannya…

“Cho Kyuhyun, itu baru namaku, sampai aku mati pun… aku tidak sudi memakai marga Choi, menjijikan”

***

“menurutku… mini dress itu lebih cocok dipadu padankan dengan pita, akan terlihat lebih manis” Saran Ran

Shara menggembungkan pipinya, “memangnya… bros ini jelek ya?” tanyanya sambil mengacungkan bros berbentuk bunga matahari

“tidak, itu bagus… tapi…”

“haha aku lebih percaya ucapanmu! Tenang saja, kapan aku tidak mengikuti saranmu? Selera berpakaianmu sudah tidak usah diragukan lagi” puji Shara sambil tersenyum

Ia menyimpan bros itu dan menempelkan pita pada mini dress berwarna orange itu

Ran hanya tersenyum dan menunduk, “gomawo… tapi, selera anda juga sangat bagus Eonnie”

“baiklah selesai, di simpan di depan saja! Ok?”

“nae” Ran mengambil mini dress itu dan membawanya ke depan

Shara terdiam, merapatkan jaketnya… ia pun berjalan menuju sofa, dimana tempat itu ditujukan untuk para tamu yang mengunjungi butik nya. Butik yang ia dirikan sekitar 3 tahun lalu di Myongdong… pusat perbelanjaan terkenal di kota Seoul

Ia menatap orang yang berlalu lalang di jendela, kenapa… tiba-tiba saja ia memikirkan Kyuhyun? Sejujurnya… ia sangat khawatir pada anak itu

Kemana dia sekarang?

Tiba-tiba saja… ada orang yang berdiri di depan jendela, dia melambaikan tangannya pendek.

Orang itu memakai mantel berwarna abu tua. Celana blue jeans, sepatu kets, dan menjinjing back pack hitam kesayangannya…

“Kyuhyun?” senyuman mengembang di bibir Shara, ia senang bisa melihat sosok anak itu lagi

***

“aku baik-baik saja noona, berhentilah memandangi wajahku dengan intensif” ucap Kyuhyun sambil menunduk, menyembunyikan wajahnya yang ia tahu pasti sudah sangat merah

“apa masih sakit?” tanyanya lagi

“kau sudah menanyakan hal itu 16 kali” ia mendekatkan bibirnya ke telinga Shara, “I’m fine…” bisiknya lembut

“aku sangat khawatir!” ujarnya sambil menyenderkan kepalanya ke bahu Kyuhyun

Kyuhyun hanya tersenyum. Tidak ada ketenangan yang bisa ia dapat, selain berada di sisi gadis ini. Berada di sisi seseorang bernama Shara Jo

“apa tadi malam kau bertemu dengan Si Won?” pertanyaan Shara memecah keheningan di antara mereka

Choi Si Won? Lelaki itu? Lelaki yang selalu berhasil membuatnya IRI dalam hal apa pun…

“andwe” jawabnya singkat

“wae?”

“kenapa kau menanyakan orang itu? Aku tahu kau kekasihnya… tapi, aku tidak suka kau membahas orang itu di depanku”

Shara Jo mengangkat wajahnya, “jangan berbicara seperti itu… dia adalah orang yang sangat mempedulikanmu Kyu”

“aku tidak peduli Noona”

Shara mendesah pelan, “baiklah… berhentilah membahas hal itu. Bagaimana kuliahmu?”

“seperti biasa, memuakan. Ah. Aku punya sesuatu untuk mu”

Kyuhyun mengambil back pack nya, mengeluarkan sesuatu dari back pack nya…

“ini untuk mu”

Mata Shara melebar, senyumannya mengembang, “teddy bear? Terimakasih!” ucapnya senang. Shara langsung mengambil Teddy Bear yang diberikan Kyuhyun…

“kau suka?”

“tentu saja… tapi, kenapa harus berwarna hitam?”

Kyuhyun tertawa dengan renyah, “hahahahaha… sesuai dengan hidupku. Gelap… hitam… menakutkan”

Shara meninju bahu Kyuhyun agak keras, “jangan berbicara seperti itu!”

“ahk…” Kyuhyun meringis ketika Shara meninju bahunya, membuat Shara mendongak…

“sakit?”

“andwe… aku hanya bercanda” ia menyunggingkan senyumnya. Tapi, masih memegangi bahunya…

Shara terdiam, ia yakin… kalau anak ini menyembunyikan sesuatu…

***

To Be Continue…

Visit my house at http://nisafairytale.wordpress.com/

Thank you dear :*