Title: Love Don’t Leave
Author: Nisaa (Nisa – Eyl)
Genre: Romance
Rating: PG
Status: On going!
Cast: Cho Kyuhyun, Choi Si Won, Shara Jo/Jo Jin Hye, Kim Hee Chul, Kim Hyuna
Ps: Gaje, dan sepertinya SINETRON abis nih cerita. Tapi, ya. Namanya juga belajar ^^ Hwaiting!!! Happy reading ya…

———————————————————————————

Brak!

Seseorang membuka pintu dengan kasar. Si Won mendongak…

“Kyuhyun?” tanyanya heran. Ada angin apa dia datang ke kantornya? Terakhir dia datang kesini… beberapa tahun yang lalu

Kyuhyun tidak menjawab. Dia melangkah dengan cepat mendekati Si Won

“ada apa kau—“

“untuk apa kau mengirim uang ke rekeningku? Aku tidak butuh” potongnya cepat

Si Won terdiam, “tapi…”

“sudah ku bilang aku tidak butuh. Aku tidak mau mencicipi sedikit pun uang dari kalian, kau jangan sok berbaik hati padaku”

Si Won mendesah pelan. Kemudian beranjak dari kursinya, dan berjalan menghampiri Kyuhyun…

“aku tidak sok berbaik hati. Itu memang hak mu”

“hak?” Kyuhyun tertawa mengejek, “haha… apa hak ku? Aku bukan bagian dari keluarga Choi. Sudahlah, kau tidak usah sok peduli padaku Choi-Si-Won, aku sama sekali tidak akan tersanjung” Kyuhyun pun berbalik dan bersiap melangkahkan kakinya untuk segera pergi

“tunggu!”

Kyuhyun menoleh dengan malas…

“kau adik ku. Dan sudah seharusnya aku peduli padamu…”

“kau tidak bosan mengatakan itu? Aku saja bosan mendengarnya”

***

From : Mama

‘Shara, temani mama makan siang ya… mama tunggu di tempat biasa. Saranghae^^’

***

“jadi ini foto anakmu? Sangat cantik…” ucap wanita paruh baya berambut pendek itu sambil memandangi sebuah foto yang terpajang manis di sebuah dompet berwarna peach

“ya, itu anak ku satu-satunya… tentu saja cantik, kau tidak lihat? Ibunya juga sangat cantik kan?”

Si wanita berambut pendek tertawa, “ya, you’re so beautiful Kinsley, tapi… kenapa kau tidak pernah memajang foto anakmu di apartment?”

Kinsley tertawa kecil, “aku takut, kalau… pria yang ku ajak ke apartment jatuh cinta ketika melihat foto anak ku”

Kedua wanita berusia 45 tahun itu tertawa bersama…

“mmm… baiklah, aku sudah harus pergi. Soal tawaranmu, nanti aku pertimbangkan”

“hey, kita baru saja bertemu setengah jam yang lalu, kau mau pergi kemana? Menemui… anak laki-laki itu?” goda si wanita berambut pendek

“eits! dia pria, bukan anak laki-laki. Dia… mainanku yang paling berharga! Sudahlah, aku harus pergi. Lagi pula bukan dia yang aku temui” ucapnya sambil merapikan rambut berwarna blondenya…

“jinjja? Lantas siapa yang akan kau temui? ‘pacar’ baru mu?”

“anniyo, aku akan menemui anak ku, sudah ya… nanti aku kabari lagi. Kembalikan dompetku!” dalam waktu kurang 3 menit, wanita itu sudah menghilang dari lobby

***

Kyuhyun terdiam sendirian ditaman kampus. Memegangi selembar foto yang terkadang… bisa membuatnya tersenyum sendiri ketika melihatnya. Padahal, hanya sebuah foto. Tapi, tetap saja. Masih berhasil mempesona dirinya.

“Kyuhyun-a… aku merindukanmu!” tiba-tiba saja ada seseorang yang menghampirinya, orang itu tidak segan-segan memeluk Kyuhyun dan mencium bibirnya singkat

“ck, gadis kurang ajar” Kyuhyun mendorong gadis itu sampai tersungkur ke tanah

Kyuhun menepuk-nepuk bagian tangan hoodie yang ia pakai dengan tampang jijik…

“kau galak sekali” cibir gadis itu. Gadis itu tidak jera, ia pun duduk di sebelah Kyuhyun, “apa yang kau lihat?”

Dengan cepat gadis itu merebut foto yang Kyuhyun pegang, “aaaah! Ini kan Shara Jo? Designer sekaligus pemilik Lightless Boutique!” ujar gadis itu histeris

“kembalikan” Kyuhyun merebut kembali kertas foto itu dan langsung memasukannya ke dalam dompet kumal miliknya

“kau menyukai gadis itu?” terdengar nada nakal dari ucapnnya…

Kyuhyun menoleh perlahan. Menatap gadis itu dengan tajam, “bukan urusanmu, Kim Hyuna”

“ehem, tapi kan gadis itu sudah menjadi pacar kakakmu yang tampan itu, siapa namanya?” Hyuna pura-pura lupa, “ah… Choi Si Won, iya kan?”

Tatapan Kyuhyun semakin tajam, “apa perlu tanganku yang memperingatkanmu?”

Hyuna malah tertawa, senang membuat namja yang ada di sampingnya ini kesal, ya… sebenarnya itu adalah hobinya. Ntah kenapa, ia berpikir kalau Kyuhyun terlihat sangat tampan saat marah…

“ops, baiklah… aku akan berhenti membicarakan dia, aku tahu kau sangat membencinya” Hyuna berdeham, “Choi Kyuhyun, ops, sorry… maksudku, Cho Kyuhyun, temani aku malam ini ya?” godanya sambil memeluk lengan Kyuhyun

“lepaskan!” Kyuhyun menghempaskannya, beranjak dari kursi dan meninggalkan Hyuna

“hey! Kenapa kau malah pergi? Aku tahu kau butuh uang. Ayolah temani aku!”

***

-FLASHBACK-

Wanita itu menangis dengan sejadi-jadinya. Menyaksikan kemarahan suaminya yang… sangat menakutkan

“kau menipuku! Dasar wanita brengsek!”

Prang!

Pria itu melemparkan gelas ke kepala istrinya. Darah segar pun mengucur dengan perlahan dari kening wanita yang terduduk di sudut ruangan itu. Sakitnya… bertambah lagi

“mianhae…” ucapnya lirih, tangannya memegangi keningnya yang sekarang dibanjiri oleh darah

Pria itu meludah. Dengan cepat ia menghampiri wanita itu… berjongkok. Dan menarik kerah kemeja wanita itu. Menyuruhnya untuk berdiri…

“maaf katamu?! Kau pikir maaf saja cukup hah?!” ia pun mendorong wanita itu ke tembok

Ckrek!

Seseorang membuka pintu. Seorang anak laki-laki berumur 11 tahun…

“Appa! Apa yang kau lakukan?!” tanyanya panic. Ia melemparkan tongkak baseball yang ia bawa dan berlari menghampiri ibunya yang sudah tidak berdaya

“jangan panggil aku Appa karena aku bukan ayahmu!” bentak pria itu

“apa yang Appa katakan?! Aku tidak mengerti!” teriak anak itu kalut. Ia memeluk ibunya, dan air matanya pun turun dengan deras…

“kau masih berani memanggilku Appa?” laki-laki itu dengan cepat menarik tubuhnya, mencengkram bahunya. Anak itu menangis dan menangis… semakin ketakutan…

“rasakan ini!”

Satu tinjuan mendarat di pipi anak tak berdosa itu. Anak itu tersungkur. Menahan rasa sakit…

“apa yang terjadi?” Tanya seorang anak laki-laki berumur 14 tahun yang baru datang ke tempat itu. Matanya melebar… kepanikan dan ketakutan mulai menjalari dirinya…

“hyung…”

Buk!

Pria itu menendang perut anak yang sudah tidak berdaya itu…

“Appa?! Kenapa kau melakukan itu?!”

“ayo kita pergi dari sini! Mereka semua brengsek! Mereka semua penipu!” teriak Pria itu sambil menyeret anak berumur 14 tahun itu keluar

***

Matanya terbuka seketika. Keringat dingin mengucur dari keningnya dengan sangat deras…

“kau sudah bangun?”

Kyuhyun tersentak kaget. Ia pun merubah posisinya menjadi duduk, mengusap wajahnya dengan kasar, rupanya… ia tertidur di ruang tengah apartment mewah ini…

“mianhae, aku tidak memberitahumu lebih dulu kalau aku akan datang kesini” ucapnya pelan, otaknya masih di kelilingi mimpi buruk itu…

Wanita itu terkekeh, lalu duduk di sebelah Kyuhyun, “gwaenchanhayo, aku kan sudah bilang, semua yang aku miliki adalah milikmu juga Cho Kyuhyun. Jadi anggap saja Apartment ini seperti rumahmu, kau bebas datang dan pergi kapan pun kau mau…”

Kyuhyun tersenyum, “aku tertidur cukup lama”

“nae, ini sudah pukul 7 malam” wanita itu beranjak dari kursi, berjalan menuju kulkas dan mengambil 2 kaleng minuman soda…

“minumlah”

“gomawoyo” Kyuhyun terdiam. Sesekali meneguk minuman itu…

“kau mimpi buruk?” Tanya wanita itu sambil membelai puncak kepala Kyuhyun

“ya, ku rasa begitu haha..” Kyuhyun mencoba tertawa

Wanita itu memicingkan matanya, “apa yang kau mimpikan?”

“kehilanganmu, nona Kinsley Jo” godanya sambil menyunggingkan senyum mematikan

***

“kau terlihat asyik sekali” pria itu memeluknya dari belakang. Membenamkan kepalanya di bahu Shara… menghirup wangi parfume dengan nuansa bunga yang menutupi tubuh kekasihnya…

“ah, kau tumben sekali datang kemari? Sedang tidak sibuk?” tanyanya sambil memegang tangan Si Won…

“mmm… sibuk, tapi nampaknya rasa rinduku lebih penting daridapa kesibukanku. Ck, lagi pula… 15 menit lagi aku harus kembali ke kantor”

Shara hanya tertawa kecil mendengarnya, tangannya beralih merapikan mantel yang baru saja ia pajang di patung…

Setelah selesai, Shara langsung berbalik dan memeluk pria tampan itu dengan erat. Membenamkan kepalanya di dada bidang pria itu…

“katakan padaku, kalau rencanamu pergi ke Prancis dibatalkan…”

Si Won tertawa kecil, “aku masih belum tahu. Tapi berdoa saja semoga tidak jadi”

Shara mengangkat wajahnya, “ayolah! Beberapa hari saja aku hampir mati karena tidak melihatmu! Dan kau? Nanti akan pergi ke Prancis selama kurang lebih 2 bulan untuk urusan kerjamu! Pasti aku akan menderita”

“kau berlebihan”

Si Won menundukan kepalanya, berusaha mendekatkan bibirnya…

“ehm, mainhae Eonnie… ada yang mencarimu” wajah Ran memerah ketika memergoki mereka hampir berciuman

Dengan reflek mereka saling menjauh, “ah, baiklah… suruh dia menungguku di ruang kerja” ucap Shara cepat

“tapi…”

“Ran…” Shara memperingatkan. Matanya memandang penuh isyarat…

“baiklah” Ran pun menuruti perkataan Shara. Ia pun bergegas pergi dari tempat itu sebelum wajahnya semakin memerah

Shara menarik tangan Si Won, meminta hal yang sempat tertunda…

***

“kemana saja kau? Sudah beberapa hari ini… kau tidak menemuiku” Tanya Shara sambil memasang wajah marah

Kyuhyun terkekeh, tidak menjawab… ia sibuk membolak-balik majalah ELLE favorite Shara…

“yak! Cho Kyuhyun”

Kyuhyun menoleh ke arah gadis yang ada di sampingnya, “aku sibuk”

“sibuk?”

Kyuhyun mengangguk. Shara pun ikut mengangguk. Tidak memperpanjang topic ini…

Gadis itu mendesah pelan. Menyandarkan punggungnya ke sofa… menatap menerawang ke langit-langit…

“kenapa kau tidak pulang selama beberapa hari ini?”

Kyuhyun tidak menjawab. Pertanyaan yang sangatlah tidak perlu untuk di jawab. Memangnya sejak kapan dia betah berlama-lama di ‘rumah’ nya itu? Tempat yang lebih mirip dengan neraka. Dan laki-laki tua Bangka itu adalah iblisnya….

Kyuhyun melemparkan majalah itu ntah kemana dan langsung menidurkan kepalanya di paha Shara…

“Jadi, apa kau sudah mencintaiku noona?” tanyanya sambil memainkan jari-jari tangan Shara…

Shara terdiam. Mengganti tipic pembicaraan? Ck, ini adalah kebiasaan Kyuhyun.

Anak ini. Ntah kali keberapa ia menanyakan hal itu. Jawabannya akan tetap sama. Ia tidak mencintainya. Selamanya tak akan pernah bisa. Ia sangat mencintai Choi Si Won. Sedangkan Cho Kyuhyun? Perasaanya tidak lebih dari perasaan sayang kepada seorang adik…

“belum” jawabnya singkat

“hah… kenapa kau sulit sekali untuk mencintaiku?”

Shara mendesah pelan, “kurasa, kau tahu jawabannya”

Kyuhyun menelan ludahnya dengan susah payah. Ok. Pasti karena Choi Si Won

“kau percaya padaku?”

“apa?”

Kyuhyun merubah posisinya menjadi duduk. Menatap wajah Shara dengan dalam, ia mendekatkan bibirnya ke telinga gadis itu, membisikan sesuatu… “percaya, kalau suatu hari nanti kau akan mencintaiku. Sangat mencintaiku noona…”

Shara hanya menjawabnya dengan senyuman

***

“dasar anak brengsek!”

“ya ya, kau sudah mengatakannya ribuan kali. Aku tahu aku brengsek” Kyuhyun menatap dingin pria paruh baya itu sambil menggigit apelnya

Pria yang disinyalir sebagai ‘ayah’ nya itu memungguti uang-uang yang baru saja di lemparkan Kyuhyun. Menyimpannya di atas meja…

Emosinya sudah menjalar sampai ubun-ubun. Ini masih pagi, tapi Kyuhyun sudah berani mengajaknya ribut. Ia datang dengan tiba-tiba dan langsung melemparkan uang ke wajahnya

“kau tidak kapok…” erangnya penuh emosi

Ia berjalan dengan cepat mendekati Kyuhyun, Kyuhyun mendongak dan membuang apelnya. Bersiap menghadapi pria yang menurutnya kini sedang bertransformasi menjadi iblis…

“kau tidak puas hah? Membuatku frustasi karena ulahmu yang kurang ajar!”

“aku baru puas kalau kau mati”

Pria itu membulatkan matanya. Keadaan seakan mendukung pertengkaran mereka. Stick golf ada di sebelah pria beruban itu, dengan cepat ia mengambil dan mengayunkannya…

“kau pantas menerima ini!”

***

“apa tidak bisa di tunda hyung?” Tanya Si Won, raut wajahnya menyiratkan kekecewaan

Pria cantik itu tersenyum, “tidak bisa… ini proyek besar. Tidak baik jika di tunda” ucapnya seraya menyesap espresso yang mulai menghangat

“hah… sifat perfeksionismu memang tidak bisa di tolerir” protes Si Won sambil mengalihkan pandangannya ke luar, menatap orang-orang yang berlalu lalang…

“hey! Kalau kita lengah, kita akan tertinggal” jawabnya membela diri

“Nae, arraeso Kim Hee Chul…”

Hee Chul tersenyum dengan penuh kemenangan.

“jadi, kapan kita akan pergi ke Prancis?”

“mungkin… sekitar 2 minggu lagi”

Si Won mengangguk. Matanya beredar mengitari Coffee bean yang siang ini tampak sepi…

“kenapa? Kau khawatir kalau Shara Jo mu yang cantik akan di rebut orang lain?” goda Hee Chul

Si Won tertawa, “hahaha kau ini bicara apa, aku percaya kalau Shara sangat mencintaiku, jadi aku tidak perlu khawatir”

“lalu apa yang kau khawatirkan? Sepertinya kau sangat ragu untuk pergi…”

Si Won menyesap espressonya, “aku mengkhawatirkan… adik ku”

“Kyuhyun?”

Si Won mengangguk pelan, “kau tahu hyung? Hubungannya dengan ayahku, sekarang semakin memburuk”

“memburuk bagaimana maksudmu?”

Drrt… Drrtt…

Tiba-tiba handphone Si Won bergetar…

Terlihat nama Shara di LCD nya, dengan cepat Si Won langsung mengangkatnya…

“yeoboseyo… mwo?!… ba,baiklah… aku segera kesana sekarang!”

“ada apa?”

“Kyuhyun”

***

“Kyuhyun…” Si Won berusaha mendekati tempat tidur, tapi Shara menahannya…

“sudahlah, biarkan dia istirahat” ucapnya lemah. Matanya masih sembab. Ia masih shock dengan apa yang ia lihat tadi…

“ini benar-benar keterlaluan” Si Won menelan ludahnya dengan berat

“kita keluar saja, biarkan dia istirahat” Shara menarik Si Won dari ruangan itu, membiarkan Kyuhyun terbaring sendirian di ruangan serba putih itu…

“aku benar-benar tidak tahu harus berbuat apa!” teriak Si Won geram, Ia benar-benar merasa kalau dirinya tidak berguna. Ia menghempaskan tubuhnya ke kursi…

Shara juga ikut terdiam disampingnya. Ia tidak menyangka kalau pria itu tega menghajar Kyuhyun. Memukul kepalanya… sampai bersimbah dari seperti tadi? Pemandangan yang mengerikan…

***

From: Shara

Kyu… kau ada dimana? Aku mimpi buruk. Kau baik-baik saja kan?

From: Kyuhyun

Aku baik-baik saja. Aku sedang di perjalanan menuju… kandang pria brengsek itu. haha

***

“perasaanku sudah tidak enak, makanya… aku langung ke apartment mu, dan saat aku datang, Kyuhyun… sudah tergeletak di lantai. Kepalanya… bersimbah darah” Shara menunduk. Tidak sanggup membayangkannya lagi…

Si Won hanya tercenung. Dan memeluk Shara…

“apa yang harus aku lakukan?” suara Si Won melemah

“biarkan aku yang merawat Kyuhyun, kau tidak keberatan?”

“anni” Si Won menggeleng, ia melepas pelukannya, berusaha tersenyum…

“gomawo, aku tahu kau sangat menyayanginya. Sama seperti aku menyayanginya… meskipun dia tidak pernah menganggapku. Tapi, aku masih bersyukur, karena dia masih bisa mendengarmu…” Si Won memeluk gadis itu lagi…

Shara hanya tersenyum

***

Mohon komentarnya, barangkali ada bagian yang gak kalian ngerti. Hehe, jujur aku masih belom pd bikin ff ballad T____________________T susah hahaha