Author : Regina Nicole (Nicky)
Title : Loving You Without Any Reason
Length : chaptered
Genre : romance,friendship,drama
Cast : FT Island (incl WonBin), CN Blue, fic girls(Rhie,JinJi,ShinHye,JiNa,MinHee,HyoYeon)
Summary : Which is more important?Love or your friendship? When a girl meet this kind of choice no one can guess what is the answer…

So Here the story…about letting someone go..about holding someone arm…

PS: FF ini udah pernah dipublish di blogku sendiri http://nickisland.wordpress.com/ ^^ Happy reading..Comments are love

Hari ini aku kehilangan akalku
Aku berdiri melihatmu,mengertimu..walaupun pandangan kita bahkan tidak bertemu

Aku mencintaimu
Karena keegoisanmu
Karena kekeras kepalaanmu
Karena kamu satu-satunya yang menjadi alasanku menangis
Satu-satunya yang melihatku tertawa

Karena semua itu adalah kamu

Aku mencintaimu
Karena kau bisa menghilang
Tapi kau membiarkanku tetap menunggu bayangmu

Bahkan aku tetap mencintaimu walaupun pada akhirnya aku yang tersakiti
Mataku yang dibutakan
Tidak bisa hidup lagi tanpa menggenggammu

Chapter 1 Know U look like a fate or fake?
Rhie bernafas lega ketika ia akhirnya bisa masuk ke dalam café.Cuaca di luar benar-benar dingin. Ia benci dengan tubuhnya yang lemah.Baru temperatur segini saja ia sudah berkali-kali bergidik kedinginan.Padahal ketiga sahabatnya masih berkeliling di Myeong-Dong street untuk berbelanja.Hh..sudahlah..ia memang selama ini kurang menyukai kegiatan shopping bulanan.
Tanpa berpikir lagi ia memesan secangkir vanilla latte dan memilih kursi yang paling pojok. Rhie suka tempat itu.Ia bisa diam dan memikirkan banyak hal tanpa terlihat.Cewek itu mengeluarkan ipod putihnya dan mulai mendengarkan. Pikirannya bertebangan ke banyak tempat..ke tugas-tugasnya yang mulai menggunung lagi.Ia harus menyediakan sketsa pakaian bulanannya untuk show sebagai project kuliah.Belum lagi pekerjaannya sebagai editor fashion majalah Vogue Korea.
Cewek itu sering berpikir kalau saja dulu ia tidak bertaruh dengan orangtuanya pasti ia tidak akan merasakan yang namanya kelelahan seperti ini.Demi mengambil jurusan yang ia inginkan,Rhie mengatakan pada orangtuanya bahwa ia tidak memerlukan kiriman uang apapun untuk biaya kuliah dan hidupnya.Ia menyewa apartemen bersama ketiga sahabatnya dan mulai berusaha membiayai segalanya sendiri.Sebenarnya untuk masalah biaya kuliah bulanan ia tidak perlu pusing karena beasiswa penuh yang ia dapatkan.Sialnya…kuliah fashion design penuh dengan embel-embel project yang menguras kantung.
“Tolong bantu aku sebentar..”
Rhie terlonjak kaget saat seorang cowok bertopi duduk di kursi sebelahnya dan menarik kursi yang sedang ia duduki ke hadapan cowok itu dengan mudah.Rhie yang merasa risih jelas berusaha bangun dari kursinya,tapi reflex cowok itu malah menahan tangannya dan mendudukannya kembali ke kursi. Menatapnya dengan pandangan setengah memohon. Ah..Sial..Batin Rhie..Kalau sudah seperti ini.Ia tidak bisa menolak melakukan apapun.Kelemahan yang paling dibencinya.
“Lebih dekat lagi sedikit…”
Cewek itu mengerutkan keningnya.Mau lebih dekat apalagi?Sekarang saja ia tidak berani bergerak sedikitpun karena terancam bersentuhan.Melihat Rhie yang malah terdiam pasif,cowok di depannya itu malah menarik tubuh Rhie semakin mendekat dan menahan kedua tangannya agar tidak bisa melepaskan diri.
Dalam posisi seperti itu,Rhie baru dapat melihat dengan jelas siapa cowok di depannya sebenarnya.Rhie mau berteriak kalau saja suaranya tidak tercekat.
“Ah..Akhirnya mereka pergi juga.”
Rhie bahkan masih belum bisa menemukan suaranya ketika cowok itu melepaskan tubuhnya ke posisi semula dan menatapnya dengan senyuman ramah.
“Mianhe..Kau masih kaget ya?Aku tidak tahu kalau masih ada gadis sepolos kau yang bisa terdiam karena hal seperti itu.”
“JongHun-ssi ,Ne?”Ujar Rhie tergagap saat bisa bersuara.
“Ehm..Aku pikir kau tidak mengenaliku.Waktu aku berjalan di luar hanya kau yang tidak berteriak-teriak.”
Rhie mengingat sebentar..Er…bukannya tidak melihat..Lebih tepatnya ia memang tidak memperhatikan apapun saat sedang berjalan tadi.Masih bagus ia tidak jatuh..Mana sempat ia memperhatikan orang lewat?
“Lebih baik kau minum dulu.”Ujar JongHun sambil menyodorkan vanilla latte pesanan Rhie.
“Mian..ah..mianhe..”Seru Rhie saat pegangan cangkirnya terlepas dari tangannya yang gemetar.
Minuman panas itu jelas langsung jatuh ke tangan JongHun yang belum sempat ditarik tadi. Setelah itu yang terjadi kemudian 100% merupakan musibah.JongHun yang melihat Rhie oleng dan hampir jatuh karena panic berusaha menangkap tubuh cewek itu,tetapi malah ikut terjatuh karena terserimpet dan terpaksa menahan berat tubuh mereka berdua dengan tangannya yang terluka.
Yang anehnya,JongHun malah tertawa melihat Rhie yang semakin tidak terkendali kepanikkannya dan membiarkan dirinya ditarik paksa oleh tubuh mungil Rhie menuju mobilnya sendiri.
“Apakah kau masih bisa menyetir,JongHun-ssi?”Tanya Rhie.”Ah..mianhe..kenapa kau bodoh sekali bertanya..Biarkan aku yang menyetir.”
“Aku masih bisa menyetir dengan satu tangan.Memangnya kau mau kemana?”
“Tentu saja ke rumah sakit..Bagaimana kalau tanganmu cedera permanen?”Jawab Rhie tanpa berpikir lagi.Tangannya sibuk membungkus tangan JongHun dengan syal miliknya yang sekarang berlumeran vanilla latte.
***
“Aku akan menyusul Rhie duluan ya..”Ujar JinJi kepada 2 sahabatnya yang masih asyik memilih CD di toko kaset.
Cewek itu melangkah membawa barang belanjaannya keluar.Ugh..dingin juga..Pantas saja Rhie ngotot mau pergi ke kafe duluan.Tangan sahabatnya itu pasti sudah membeku dengan suksesnya dan rona merah di wajahnya sudah berubah jadi pucat.
Sebenarnya ia juga masih mau berbelanja..Mumpung ini akhir bulan dan uang belanjanya masih penuh.Berbeda dengan Rhie,ia dan kedua sahabatnya ditanggung penuh oleh orangtua mereka. Hanya saja dalam kasus JinJi,orangtuanya jelas memberikan limit untuk putrinya itu kalau tidak JinJi pasti dapat menguras debitnya dalam beberapa hari untuk berbelanja dan berkeliling menonton konser.
Ia harus mencari Rhie sekarang kalau tidak mau kehilangan jejak cewek itu.Sudah 1 jam mereka meninggalkan Rhie.Kebiasaan Rhie yang tidak bisa ditolerir olehnya(selain sentimental dan kepanikkannya) adalah muncul dan menghilang secara tiba-tiba.Tadi memang ijinnya ke café untuk menghangatkan diri,tapi bukannya tidak mungkin cewek itu tiba-tiba menelponnya dan bilang kalau dia sudah sampai di apartemen.
JinJi jelas tidak mau terpaksa pulang padahal seharian ini ia bertekad menghabiskan hari bersama sahabat-sahabatnya ,mereka sudah lama tidak makan sushi bersama,karaoke bersama dan melakukan hal-hal remaja lainnya.
Tidak ada yang bisa disalahkan..Masing-masing dari mereka memang sibuk dengan kuliah dan pekerjaan sampingannya.Ia sendiri yang kuliah di fakultas psikolog kelimpungan membagi jadwal pembuatan tesisnya dan kewajiban magangnya dari universitas.
Dia jadi setengah berpikir apakah keputusannya masuk ke fakultas yang satu ini benar atau tidak.Padahal sekarang ia hanya magang sebagai asisten dosen,tapi kepalanya sering pusing mendengar keluhan banyak pasien.Bagaimana kalau ia sudah praktek sendiri nanti?Rhie malah pernah dengan sadisnya berkata kalau JinJi adalah orang stress yang akan mengkonsultasi orang stress..Hehehe
Perhatian JinJi teralihkan oleh keramaian yang terjadi di dalam kafe.Ada segerombolan cewek yang mengerumuni seseorang.Radar JinJi yang peka terhadap artis langsung berusaha mendeteksi siapa makhluk langka yang berkeliaran di tempat ini.
Cewek itu hampir tidak bernafas saat melihat siapa dalang keramaian tersebut.HongKi oppa (JinJi selalu memanggil idolnya dengan sebutan oppa tanpa rasa bersalah.Biar saja..).Vokalis FT Island itu sedang berputar dan tampaknya mencari seseorang juga.
JinJi reflex langsung mengeluarkan ponselnya untuk mengambil beberapa foto idolanya itu. Biarpun terdesak-desak oleh fans lainnya,cewek itu jelas tidak mau mengalah soal yang satu ini.Kapan lagi bisa berdiri sedekat ini dengan idolnya.Biasanya mereka kan terpisah oleh panggung dan security.
Tidak lama kemudian Hongki yang juga mengeluarkan handphonenya terlihat berbicara dengan terburu-buru kemudian berlari keluar.Awalnya JinJi sudah mengikuti setengah jalan sampai ia ingat bahwa..
“Rhie,kau dimana?”Ujar JinJi menelpon Rhie saat menyadari lagi tujuan utamanya datang ke kafe ini.
“Ah..JinJi..Aku sedang menuju rumah sakit terdekat.”
“Rumah sakit?”Seru JinJi panic.Astaga..sahabatnya ini ngapain lagi?Masa baru ditinggal sebentar langsung mengalami kecelakaan?”YA!Kau kenapa Rhie?”
“JinJi-ah..ceritanya panjang.Aku tidak bisa menceritakannya sekarang.Aduh..Aku benar-benar bingung sekarang.”
“Tunggu di sana..Jangan kemana-mana.Aku dan yang lain akan menyusulmu.”Tutup JinJi.
Jujur saja..Dia takut Rhie yang panic itu melakukan hal yang lebih bodoh lagi karena linglung. Soal kedewasaan,Rhie memang yang paling baik,tapi cewek itu juga mendapat peringkat 1 soal kecerobohan.Selama ini ia dan 2 sahabatnya yang lain yang bersabar membimbing Rhie ke jalan yang benar dan tidak mencelakakan dirinya sendiri.
***
“JiNa..Kita harus segera menyusul Rhie di rumah sakit.”Seru ShinHye saat menerima pesan dari JinJi..Cewek itu juga sama saja cerobohnya.Bukannya menghampiri mereka yang notabene Cuma berbeda beberapa toko malah melesat duluan sendirian ke rumah sakit.Buat apa mobil ShinHye yang terpakir rapi?Pajangan?
“Rumah sakit?Rhie kenapa lagi?Jatuh?Pendarahan?Luka bakar?Pingsan?Aduh…”Seru JiNa menyebutkan alasan-alasan lazim Rhie masuk rumah sakit.
Mereka berdua segera membawa semua barang belanjaan mereka ke kasir dan membayar dengan terburu-buru.Keduanya berlari masuk ke mobil hitam ShinHye dan melemparkan dengan sembarang belanjaan mereka.
“Sial..bensinnya habis.”Gerutu ShinHye.Ia memang lupa mengisi bensin waktu mereka berangkat tadi karena tidak mengira akan ada kejadian seperti ini.Mau tidak mau ia harus member minum kendaraannya ini dulu baru bisa menyusul Rhie dan JinJi ke rumah sakit.
ShinHye mengacak-acak rambutnya tidak sabaran.Aduh..padahal ia masih belum selesai belanja.Masih banyak aksesoris yang ia lihat tadi.Kenapa Rhie harus kecelakaan pada saat yang tidak tepat sih?Belum lagi mobilnya merongrong minta diperhatikan…Ugh….hari liburnya benar-benar tidak beres.
Padahal ia susah payah berusaha menyiapkan hari ini dengan sebaik-baiknya.Ia butuh refreshing dari kegilaan kuliahnya.Fakultas hukum benar-benar menuntut perhatiannya.Ada sebegitu banyak pasal yang harus ia hafal setiap harinya.Belum lagi analisa kasus,yudistiri dan kawan-kawannya. Ugh..Jadi pengacara susah bener!!!!
Bahkan sementara ketiga sahabatnya kuliah dan bekerja sambilan ataupun hanya magang seperti JinJi,ia menolak mengikuti itu semua.Hidupnya selama satu tahun terakhir ini benar-benar full dengan belajar,ada di perpustakaan dan berkeliaran di kampus berbincang dengan dosen mengenai tugas.Waktu luangnya dihabiskan bersama handphonenya untuk membuka beberapa blog yang berisi berita entertainment terbaru ataupun music..Sudah..sesimpel itu hidupnya.Makanya ia yang paling sering kebagian tugas membereskan apartemen.
Kalau saja ini bukan impiannya sejak SMP,ia jelas sudah menyerah di tengah jalan.Sayang ia benar-benar sudah terpesona dengan jenis pekerjaan yang satu ini.Terlihat keren baginya. Seorang cewek yang biasa menjadi kaum yang tidak bisa melawan malah berkoar-koar mengemukakan pendapatnya.
Sambil menunggu bensinnya terisi penuh,ShinHye mendengarkan siaran radio yang diputar oleh JiNa di dalam mobil.Ada jumpa fans F.T Island di Myeong-Dong.Kenapa ia tidak melihat ya tadi? Masa saking serunya ia belanja…
Di tengah berita,ShinHye menangkap bahwa acara jumpa fans dikatakan setengah gagal karena JongHun sebagai leader dan HongKi sebagai vokalis yang menghimpun paling banyak fans malah menghilang dan tidak kelihatan batang hidungnya di acara.
ShinHye menggeleng-geleng geli.Dasar…Hhh…jadi agak menyesal juga meninggalkan tempat itu.Kalau ia mendengarkan siaran ini dari tadi,ia kan bisa ikut mengantri dan meminta tanda tangan WonBin.Gitaris yang satu itu merupakan idolanya…
“Sudah penuh..”
“Ah..Ne…Kamsahamnida.”Ujar ShinHye sambil membayar biaya minum mobilnya.Setelah menyerahkan uang,cewek itu masuk ke dalam mobilnya dan menancap gas ke rumah sakit.
Sudahlah..Biarpun banyak hal yang ia sesali,bagaimanapun Rhie itu sahabatnya dari Junior High School.Ikatan persahabatan mereka jelas lebih penting daripada apapun.Paling sebagai balasannya, nanti malam ia akan memaksa Rhie memasak pasta kesukaannya . Dan kalau ia bisa memasang wajah lebih galak lagi,mungkin Rhie akan menyerah dan membantunya membacakan esai panjang tentang hukum dari buku untuk membantunya belajar.Hehe..
***
JiNa tidak terlalu panic seperti JinJi maupun ShinHye.Ia memang yang terakhir bergabung di antara kawanan ini.JiNa baru kenal kepada 3 sahabatnya ini waktu High School.Saat ia terpaksa menjadi anak baru SeongJi High School.
Menurut ketiga sahabatnya,JiNa memang orang yang termaksud mudah histeris dan heboh sendiri,tapi paling sulit mengerti keadaan dan ikut panic bersama yang lain.Radarnya belum nyambung kalau mendengar yang lain berkomentar.Biarlah…di setiap kelompok memang harus ada orang yang berusaha untuk menjadi Ng mode kan?
Toh mereka berempat cocok-cocok saja kok dengan sifat masing-masing.Ia sudah memaklumi semua tindakan ceroboh Rhie,tindakan gila JinJi dan tindakan serampangan ShinHye,tapi ia jelas belum sanggup mengikuti arus perubahan perasaan di dalamnya dengan cepat walaupun sudah tahun keempat mereka berteman.
Dengan santai,JiNa malah memilih-milih disk yang tadi baru ia beli untuk dimasukkan ke dalam CD Player mobil ShinHye.Pilihannya jatuh kepada album terbaru F.T Island.Sudah lama ia menunggu come back band yang satu ini dalam bahasa korea.Selama mereka debut di Jepang, JiNa terpaksa vakum mendengarkan mereka.
Padahal ia kangen berat kepada JaeJin oppa.Cowok itu sudah menarik perhatiannya semenjak pertama kali debut.Apalagi waktu melihatnya menyanyi di FT Tripple.JiNa bersumpah tidak akan pernah berpaling lagi ke member yang lain.
Kuliahnya di interior design memang yang paling ringan dan paling sedikit kelasnya.Ini yang membuat JiNa jarang naik darah seperti ketiga sahabatnya yang lain.Ia punya waktu yang cukup untuk bermain dan mengerjakan tugas.
Belum lagi Ia mengambil pekerjaan sambilan di pusat game center.Pekerjaan yang tidak memerlukan banyak berpikir.Bahkan JinJi dan ShinHye sempat bertaruh kalau cewek itu bakalan lebih sering membolos kemudian kabur bermain daripada memenuhi shiftnya sendiri.
Tangannya sekarang bergerak-gerak mengikuti alunan music yang sedang berputar.Ia sudah membayangkan apa reaksi mereka saat berkumpul nanti.Sudah pasti rumah sakit nanti akan menjadi ramai dan Rhie akan dipaksa menceritakan semuanya dengan jelas.
Hhh..Lebih baik ia bersiap untuk memikirkan cara menengahi kepanikan nanti.
***
“Rhie…”Seru JinJi memeluk Rhie saat menemukan sahabatnya yang sedang berputar-putar panic di depan sebuah ruangan VIP.Cewek itu jadi histeris sendiri..Astaga..siapapun yang dicelakai Rhie(walaupun masih untung bukan sahabatnya itu yang kecelakaan) pasti cukup parah untuk bisa masuk ruang VIP.
“JinJi-ah…Lepaskan dulu..”
Rhie menggeliatkan tubuhnya tidak nyaman.Er…Ia memang suka dipeluk(dan memeluk),tapi rasanya aneh dipeluk oleh seorang cewek di depan umum walaupun itu oleh sahabatnya sendiri.Sudah 7 tahun mereka bersahabat ,tetapi Rhie tidak pernah terbiasa.JinJi yang mengerti langsung melepaskan pelukannya.
“Kau..Apa yang kaulakukan kali ini?”
“Tidak separah kelihatannya kalau dilihat dari sudut pandang orang biasa..”
“Apa maksudmu Rhie?”
“Yang kulukai kali ini adalah JongHun.”
JinJi mencoba mencerna informasi yang diberikan oleh Rhie dengan cepat.JongHun?Bukan orang biasa?Hanya ada 1 penjelasan kalau begitu.
“Jangan bilang JongHun FT Island?”
Rhie mengangguk cepat.Aduh..matilah dia…kalau sampai ketahuan media idol yang satu itu kecelakaan karenanya bisa gawat.Ia akan dirajam ramai-ramai oleh para Primadona’s . Apalagi kalau luka JongHun parah dan membuatnya tidak bisa bermain lagi.Rhie jadi bergidik ngeri memikirkan dugaannya sendiri.
“Kenapa bukannya HongKi oppa saja yang sekalian kau lukai?”Ujar JinJi bodoh.”Eh,jangan deh..Kenapa kau tidak memanggilku untuk melukai HongKi oppa?”
“JinJi..Kau meledekku atau apa?Ngomong-ngomong HongKi oppamu itu sudah ada di dalam.Dia tadi memelototiku dengan kejam.”
“Iyakah?Waw…kali ini kau benar-benar membuat kehebohan.”
“JinJi…”Seru Rhie tambah panic.Aduh..sahabatnya ini benar-benar tidak membantu sama sekali.”Temani aku masuk ke dalam..Aku tidak tahu bagaimana harus minta maaf lagi.”
Keduanya terlonjak kaget saat pintu ruangan di depan mereka tiba-tiba terbuka dan HongKi menampakkan wajahnya sedikit untuk memberikan kode agar mereka berdua masuk.Well,tepatnya agar Rhie masuk ,tetapi JinJi jelas tidak mau ditinggal sendirian di depan begitu saja.Tidak begitu ia tahu siapa yang ada di dalam ruangan itu.
“JongHun-ssi..Maafkan aku..”Ujar Rhie buru-buru begitu masuk ke dalam ruangan.Ia meringis melihat tangan JongHun yang dibalut oleh perban karena dirinya.
JongHun menanggapinya dengan senyum.Well,ia tidak menyalahkan Rhie sebenarnya. Salahnya juga mengagetkan Rhie sampai separah itu.Masih bagus Rhie tidak menghajarnya dari awal, walaupun JongHun ragu kalau cewek itu bisa melakukan hal brutal seperti itu.Rhie sih gampang banget diculik loh…
Lain dengan HongKi yang langsung melemparkan komentar kesalnya.Dengan tangan seperti itu JongHun jelas tidak bisa manggung ataupun show selama seminggu bahkan bisa sampai sebulan. Belum lagi mengurus 1 orang sakit diantara cowok-cowok itu adalah prospek yang sangat mengerikan.
“Sudahlah HongKi..Yang terluka kan aku bukan kau.”Sela JongHun menengahi.Ia sudah kasihan melihat wajah Rhie yang kembali memucat.Entah kenapa jadi dia yang merasa bersalah. Awalnya ia kan hanya ingin meminta bantuan dari cewek itu..Cewek yang terlihat innocent di matanya, sekarang ia malah penasaran karena reaksi Rhie.
“Aku yang akan membayar biaya rumah sakitnya.Ehm..aku akan mengganti kerugian show kalian,tapi butuh sedikit waktu.”Ujar Rhie..Ia bisa mengambil gajinya untuk beberapa bulan dan membongkar tabungannya kalau perlu.
“Tidak perlu…”Sergah JongHun buru-buru.Ia jelas tidak mau tindakannya membuat orang lain rugi sedemikian besar.
“Dia tetap harus mengganti rugi,JongHun..”Gerutu HongKi.
“Ada cara lain.Lagipula kita memang belum menandatangani kontrak show kok…Mereka pasti mau menunda kalau kubilang ini masalah fisik.Manajemen bisa mengaturnya.”
“Dan siapa yang mau memberitahu manajemen?Kau?Manajer kita?Lalu cewek ini tidak bertanggung jawab apa-apa?”
“Temanku punya nama yaitu Rhie.Jangan menunjuk sembarangan oppa.”Ujar JinJi berani. Ia memang tahu manner HongKi kurang baik,tapi tidak mengira sampai separah ini.
“Ia bisa melakukan hal lain.”Ujar JongHun yakin.
“Aku akan melakukan apapun.”Jawab Rhie yakin.Ia jelas bukan orang yang tidak bertanggung jawab seperti yang dikatakan HongKi untuknya.
“Bagaimana kalau menjadi pacarku?”
Semua orang di dalam ruangan itu terdiam.JinJi yang pertama memecahkan keheningan dengan batuknya yang heboh.Bisa mati tersedak dia gara-gara mendengar kata-kata JongHun. Gak heran tadi Rhie juga kaget.Ia semakin bertanya-tanya apa yang cowok itu lakukan sebelum ini.
“Ini bukan waktunya bercanda,JongHun.”Ujar HongKi.Ia sendiri saja tidak yakin leadernya mengatakan hal seperti itu.
“Aku tidak bercanda.Alasan kenapa aku tadi bersembunyi di belakangmu adalah karena aku terganggu dengan tindakan primadona’s dan para wartawan.”Jelas JongHun.HongKi mengangguk tidak sabar.Ia sudah tahu perihal yang satu ini.
“Selama ini aku selalu mengatakan bahwa aku punya pacar kan?Nah semua itu hanya fake.. Agar aku tidak terganggu oleh para fans.Lagipula FT Island tetap stabil walaupun orang-orang berpikir aku punya pacar kan?”Sambung JongHun
Rhie ingat(alasan juga mengapa ia tidak begitu histeris melihat JongHun) , cowok itu dulu memang pernah mengatakan kalau ia punya pacar di FT Island Show pada saat bagian bungee jumping.Itu sempat membuat patah hati sedemikian banyak fans, tapi yang namanya fans kan naïf,semuanya berpikir kalau yang namanya pacar pasti ada kesempatan untuk putus.Selain itu,JongHun tidak pernah menunjukkan pacarnya jadi masih banyak juga orang yang tidak percaya.Ternyata benar..semua itu hanya rekaan.
“Tapi JongHun-ssi..Aku rasa itu bukan ide yang baik..Er..kita berasal dari 2 dunia yang berbeda,tidak saling mengenal.Bagaimana mungkin?”
“Aku bisa mengerti kalau kau tidak mau membantuku.Perasaan memang tidak bisa dipaksakan kan ?”
“Bagaimana caranya membuat semua orang percaya?Bahkan aku sendiri tidak percaya, JongHun ssi.”
“Kau akan tinggal di dorm kami.Di lantai kami masih ada 1 kamar apartemen kosong.”
“YA!YA!YA!”Seru HongKi,”Aku belum setuju dengan idemu..dan member lain juga belum setuju.”
“Ini kan urusanku dengan Rhie bukan dengan semua anggota member.Apakah kau bersedia Rhie?Untuk membalas kesalahanmu?Kalau kau merasa ini belum cukup,kau bisa membantu mengurus dorm kami.”Tawar JongHun.
“Sampai kapan?”
“Sampai kau merasa tidak bersalah lagi atau sampai aku merasa semuanya sudah cukup.”
Rhie mengangguk..Masuk akal..keduanya punya hak yang sama untuk berhenti melakukan kegilaan ini.
“Hanya pura-pura kan?”
“Terserah kau mau menganggapnya serius atau pura-pura.Toh aku juga tidak akan memiliki pacar sampai aku lulus.Agak sedikit sulit menemukan pasangan kalau kau sudah masuk dalam dunia entertainment.”
Rhie memandang JinJi memohon bantuan,tapi cewek itu juga sepertinya masih tercengang.. atau malah melamun memikirkan hal lainnya.Aduh..kenapa di saat seperti ini tidak ada ShinHye dan JiNa sih?Kemana dua orang itu?
“Aku tidak mungkin tinggal sendiri di dorm yang dipenuhi pria.”
“Jangan bilang kau mau mengajak sekompi penuh wanita untuk tinggal bersamamu?!”Seru HongKi…yang benar saja..Bisa pecah kepalanya nanti.Dia memang tidak separah JongHun yang lebih senang kabur daripada menghadapi fans atau wartawan,tapi dia juga tidak menyukai prospek bertemu fans 24 jam.Dia kan juga butuh istirahat…
“Hanya teman 1 apartemenku.JinJi dan 2 temanku yang lain.”
“Asal mereka semua berjanji merahasiakan hal ini.”Ujar JongHun.
“Aku masih merasa semua ini tidak benar.”
“HongKi-ah..Kau adalah orang pertama yang kutakuti membocorkan ini semua.”Sambung JongHun.
“Baiklah..Baiklah..Kau menantangku..Kau bisa mempercayai orang luar tapi tidak aku.Kita lihat saja siapa yang membuka rahasia ini duluan.”Seru HongKi kesal.
“Kapan ini dimulai?”
“Sekarang juga..”Jawab JongHun manis.”Mulailah memanggilku oppa..Kau kan pacarku.”
***
“Menurut sms JinJie.Mereka ada di lantai 3 ruang VIP nomor 7E.”Ujar ShinHye sambil mengecek handphonenya.”Gila..Rhie terluka sebegitu parah?”
JiNa mengangkat bahunya.Ia tidak memiliki ide lagi tentang apa yang terjadi pada Rhie.Kalau sampai masuk ke ruang VIP dan bukan bangsal biasa seharusnya ini masalah yang serius.Ia tidak bisa tidak memikirkannya seperti biasa.
“ShinHye-ah..berhenti dulu sebentar.Lihat siapa yang keluar dari mobil.”Seru JiNa setelah melongokkan kepalanya ke mobil yang baru saja parkir di samping mereka.
“itu kan…”
“Ne..WonBin oppamu,JaeJin oppaku dan MinHwan oppa.Kebetulan sekali!Siapa tahu kita bisa minta tanda tangan mereka.”
“YA!Kita datang ke sini untuk melihat Rhie dulu.”
“Ah..benar juga..Ayo jalan yang cepat..Minimal kita bisa masuk ke dalam lift yang sama dengan mereka.Sepertinya mereka juga akan naik ke atas.”
ShinHye mengangguk…Kapan lagi mereka bisa 1 lift bersama member FT Island?Rhie dan JinJi pasti tidak dapat membayangkan keadaan seperti ini.Sayang sekali mereka tidak ada di sini!!Kalau tidak pasti keadaan akan lebih heboh.
Keduanya hampir melonjak kegirangan saat melihat tombol lantai yang ditekan oleh MinHwan.. Yay…lantai yang sama dengan yang mereka tuju.Lantai 3..Lumayan..Ada tambahan waktu untuk bersama dengan cowok-cowok itu.
“Apa kita seharusnya minta tanda tangan mereka?”Tanya JiNa.
“Memangnya kau bawa alat tulis?”
“Er..Tidak juga sih..”
“Untuk apa bertanya kalau begitu…”
“Kan siapa tahu kau membawanya…’
WonBin yang merasa agak terganggu dengan bisik-bisik di belakangnya membalikkan tubuhnya.ShinHye langsung terdiam..Ia tidak mau terlihat heboh di depan idola yang ia sukai.Dengan cepat ia memasang senyum innocentnya.
Cowok itu membalas senyuman ShinHye dengan singkat….ShinHye benar-benar merasa ingin meleleh . Ia kembali bersumpah tidak akan merepotkan Rhie kalau begini ceritanya.Kalau perlu ia malah akan berterimakasih.kalau bukan karena ulah Rhie..semua ini tidak mungkin terjadi.
Begitu sampai di lantai 3,kelima manusia itu segera menuju ke ruangan VIP yang tentu saja sama…Di sini JiNa dan JaeJin sudah saling mengerutkan kening bingung.JaeJin mengira 2 orang cewek itu adalah fans yang menguntit mereka sedangkan JiNa berulangkali mengingatkan dirinya. Ini sih bukan kebetulan lagi namanya….
Mereka sama-sama kaget saat berhenti di depan pintu yang sama.
“Kalian ada perlu di kamar ini juga?”Tanya JaeJin.
“Ne…Kamar 7E VIP kan.Kami mau melihat teman kami.”Jawab JiNa.
“Temanmu?Tapi yang ada di dalam itu JongHun.Sejak kapan kau berteman dengan JongHun?MinHwan..Kita tidak salah kamar kan?”Sambung WonBin.
“Aniyo hyung…aku mendengar penjabaran HongKi hyung dengan benar kok.”Jawab MinHwan setengah jengkel.Ia memang magnae,tapi ia kan gak budek.
Untuk menuntaskan penasaran,kelimanya membuka pintu VIP secara bersamaan dan masuk ke dalamnya.Mengerutkan kening bersamaan saat melihat orang-orang yang mereka cari memang ada di dalam ruangan itu.
“Er..ada yang bisa memberikan penjelasan?”Ujar ShinHye saat menemukan kembali suaranya.
“Aku akan menjelaskannya nanti.”Ujar Rhie.Ia merasa berhutang penjelasan pada semua orang.
“Kau mengenal mereka Hyung?”Tanya MinHwan kepada HongKi dan JongHun.
“Ah..Kenalkan..Ini Rhie orang yang akan menjadi pacarku.”
“Hyung..Kau bercanda..”Sambar JaeJin.Yang benar saja…Ia jelas-jelas tahu kalau JongHun tidak berhubungan dengan perempuan manapun.Bagaimana mungkin?
“Tidak..Dan kalau aku tidak salah menebak seharusnya ini semua penghuni baru dorm kami kan?”Ujar JongHun sambil menatap Rhie.
Rhie hanya bisa mengangguk,”Aku rasa sebaiknya kami keluar dulu.Kau menjelaskan kepada mereka dan aku menjelaskan kepada teman-temanku.”
“Pinjam ponselmu sebentar.”Ujar JongHun tiba-tiba.
Tanpa berpikir Rhie menyerahkan ponsel birunya.
“Dengan ini aku yakin kalau kau pasti akan kembali lagi kan?”
“Aku tidak akan kabur.”
***
“Kau benar-benar gila..”Ujar ShinHye saat JinJi sudah selesai menjelaskan apa yang terjadi selama mereka di rumah sakit.Rhie sudah menyelesaikan ceritanya lebih dulu 15 menit yang lalu.
“Mianhe..aku jadi merepotkan semua orang.Sebenarnya yang wajib pindah hanya aku,tapi aku.. yah..kalian tahu..Tidak mungkin kan aku pindah ke dorm cowok sendirian.”
“Kami tidak protes soal itu.”Ujae JiNa…Jujur saja..setelah dipikirkan ia malah senang mengingat Rhie menerima tawaran JongHun..Itu artinya…setiap hari melihat JaeJin baginya.
“Tapi ini kan masalah perasaan.”Ujar JinJi tidak setuju.Ia suka fakta bahwa ia akan menjadi orang pertama yang melihat HongKi setiap harinya,tapi ia tidak mau mengorbankan sahabatnya demi hal itu.”Kau yakin bisa menjadi pacarnya hanya karena hal ini?”
“Dia bilang ini kan hanya pura-pura.”
“Dia tidak bilang seperti itu Rhie..”Tegas JinJi.”Yang dia bilang adalah terserah kau menganggapnya seperti apa.Aku secara pribadi menganggap ini serius.”
“Tapi aku kan juga tidak bsia lari begitu saja.Aku merasa bersalah JinJi..Tangan seorang seniman adalah hidupnya.”
“Itu kan Cuma luka karena kena panas dan terkilir..”Ujar ShinHye menarik kesimpulan dari cerita Rhie tadi.”Bukannya patah tangan atau amputasi.”
“Ya..tapi kerugian yang mereka terima juga besar.”Ujar JiNa berusaha objektif.
“Jadi semuanya terserah kepadamu Rhie.Kamu tidak akan menyesali keputusanmu.”
“Aku menerima tawaran JongHun-ssi..Maksudku JongHun oppa…Lagipula aku juga tidak sedang menjalin hubungan dengan siapapun.Mungkin aku akan mendiskusikan dengannya untuk tidak menunjukkanku pada media.”
JinJi mengangguk,”Ide yang bagus,kecuali kalian sudah benar-benar pacaran.”
“Atau kami duluan yang pacaran dengan oppa kami masing-masing.”Ceplos JiNa.
Rhie menerawang ke kejauahan..Ia tidak terlalu menyadari bahwa dari kecerobohannya.. Kehidupan 8 orang berubah setelah ini.
***