Title: Love Don’t Leave
Author: Nisaa (Nisa – Eyl)
Genre: Romance
Rating: PG
Status: On going!

***

Kyuhyun terdiam sepanjang perjalanan. Matanya menatap kosong ke jendela. Gelap. Tidak ada yang terlihat. Ya, ini sudah malam. Hampir tengah malam. Jadi tadi dia pingsan cukup lama? Semuanya gara-gara pria bajingan itu. Hah. Rumah sakit? Jadi tadi berada di rumah sakit. Tempat yang… sangat ia benci.

“kau sudah lebih baik kan?” Tanya Si Won ragu sambil tetap focus pada kemudinya

“seperti yang kau lihat” jawabnya singkat. Kyuhyun terduduk manis di jok belakang mobil sambil menopang dagu.

Shara sesekali menoleh ke belakang. Menatap Kyuhyun dan Si Won secara bergantian…

“Kyu, kau… tinggal di apartmentku ya, sampai lukamu sembuh”

Kyuhyun hanya menoleh pelan kea rah Shara. Tidak menjawab. Sibuk dengan pandangannya lagi di jendela…

“Kyu” panggil Shara

“terserah”

***

“tolong jaga dia…” Si won memeluk gadis itu. Menaruh dagunya di atas kepala Shara. Pikirannya cukup kacau hari ini…

“pasti” jawabnya disertai rangkulan yang semakin erat

“Appa… benar-benar kelewatan, aku harus bicara padanya”

***

Kyuhyun hanya terdiam diambang pintu kamar sambil melipat tangan di dada. Menatap nanar Si Won dan Shara. Sejujurnya, mereka berdua sama-sama beruntung. Si Won, pria yang sangat baik sebetulnya, dan tidak seharusnya ia membenci pria itu. Tapi, ah… terlalu rumit. Semuanya sudah terlanjur, dia darah daging Choi Joong Geun. Pria yang tidak lebih kotoran di mata Kyuhyun… dan Shara? Cantik, penyayang, dewasa… terlalu banyak kelebihan yang ia punya, tidak ada kata-kata yang tepat untuk menggambarkan kesempurnaan dari seorang Shara Jo

Ck, kenapa orang sempurna harus mendapatkan pasangan yang nyaris sempurna juga? Kalau begini, Kyuhyun merasa harus mengasihani dirinya sendiri

Ia berdecak. Kemudian memegangi kepalanya yang dibalut perban, masih terasa linu dan agak sedikit pusing. Dasar tua Bangka tak berotak, kalau dia sampai geger otak bagaimana?

Akhirnya, ia pun memutuskan untuk masuk kamar daripada harus memandangi mereka berdua..

“aku akan memberi pelajaran pada Appa”

Langkah Kyuhyun terhenti. Apa? Memberi pelajaran? Ia pun kembali berbalik…

“apa maksudmu?” Tanya Shara khawatir

“ya, aku tidak akan membiarkan Appa berbuat seperti lagi itu pada Kyuhyun. Walau bagaimana pun… dia adalah adik ku, dan aku menyayanginya Shara…”

***

“ya, aku tidak akan membiarkan Appa berbuat seperti itu lagi pada Kyuhyun. Walau bagaimana pun… dia adalah adik ku, dan aku menyayanginya Shara…”

Kata-kata itu terus terngiang di telinga Kyuhyun. Dan membuat dirinya tidak bisa menutup mata. Padahal… ini sudah pukul 4 pagi. Ck…

Drrt… drrt…

Handphone itu bergetar dengan gaduh di atas meja. Ia pun mengeceknya…

From: Kinsley Jo

Anak manis, hari ini kau tidak ada kabar. Kau baik-baik saja? Ah… aku baru saja pulang pesta. Ck, padahal aku harap tadi bisa datang bersamamu… balas pesanku ya. I love you

Kyuhyun hanya mendesah pelan. Memiringkan tubuhnya…

Wanita itu. Sejujurnya ia sangat ingin lepas dari cengkraman wanita itu. Tapi kenapa rasanya sulit sekali? Hah. Ya… wanita itu, terlalu banyak jasa yang ia lakukan pada dirinya. Walau bagaimana pun… Kyuhyun masih tahu diri dan tahu terimakasih. Ia tak mungkin meninggalkan wanita itu begitu saja…

Ck, untung dia janda. Kalau punya suami? Mungkin masalah akan bertambah dan hidupnya akan lebih rumit…

***

 

 

-FLASHBACK-

Anak laki-laki berumur 11 tahun itu terduduk di taman kota. Air matanya tidak berhenti mengalir sedari tadi. Bagaimana ia bisa untuk tidak menangis? Sedangkan ibunya baru saja meregang nyawa di tangan pria brengsek itu?! Sial.

“kau kenapa nak?”

Terdengar wanita memanggilnya. Dia duduk di sebelahnya, dan mengelus puncak kepala anak itu dengan penuh kasih sayang

Anak itu mendongak. Wanita ini, sepertinya seumuran dengan ibunya. Dia sangat cantik, sepertinya bukan orang Korea asli. Ya, wajahnya terlihat sangat eropa… tapi, perawakannya seperti wanita Asia. Blasteran? Mungkin saja…

“ibuku baru saja meninggal…” ucap anak itu lirih, air matanya mengalir lebih deras

“aku turut berduka cita” ucap wanita itu pelan, “pulanglah… kenapa disaat seperti ini kau malah pergi dari rumah?”

“aku tidak mau… aku tidak punya siapa-siapa”

“keluargamu?”

Anak laki-laki itu menggeleng pelan, “aku tidak punya keluarga…”

“kalau begitu, tinggalah bersamaku. Aku tinggal sendiri. Aku kesepian…” wanita itu tersenyum dengan sangat manis…

Anak laki-laki itu terdiam. Mempertimbangkan. Ck, tapi wanita ini terlihat sangat tulus. Dia tidak merasakan hal jahat dari wanita ini…

“aku bukan orang jahat… kau tenang saja”

Ntah kenapa. Wanita itu berhasil membuatnya yakin dan percaya kalau dia bukan orang jahat…

“nae..” jawabnya sambil mengangguk pelan

“bagus… siapa namamu?”

“Kyuhyun, Choi Kyuhyun. Ah anniyo.. Cho Kyuhyun”

***

Sudah 4 hari ia tinggal bersama wanita itu. Dan, ternyata dia benar-benar baik. dia memperlakukan dirinya dengan sangat baik. dia seperti malaikat, yang menyelamatkan hidupnya. Berlebihan? Tapi memang seperti itu…

“kau tampan sekali” puji wanita itu disela-sela makan siangnya

Kyuhyun hanya tersenyum. Tersipu malu…

“kamsahamnida”

“ah, apa aku boleh meminta sesuatu?”

Mata Kyuhyun menyipit, “mwo?”

“panggil aku Mama…”

‘deg’

Kyuhyun tersentak. Mama? Ia terdiam sejenak. Masih tidak percaya dengan apa yang dia dengar…

“tapi, sampai umurmu menginjak 18 tahun saja. Selanjutnya… kau panggil aku nona”

Kyuhyun kecil semakin tidak mengerti dengan apa yang wanita itu katakan. Ia menggelengkan kepalanya…

“maksud anda apa?”

Wanita itu terkekeh, “ya, setelah umur 18 tahun… kau harus menjadi kekasihku. Ck, aku sudah sangat tertarik padamu”

***

Ia hanya berharap. Apa yang dipilihnya bukanlah sebuah kesalahan. Semoga saja…

“Kyu, kau tunggu dulu disini. Aku ada keperluan sebentar. Tidak akan lama” ucap Kinsley

Kyuhyun hanya mengangguk. Menatap wanita itu yang perlahan menghilang berjalan memasuki sebuah kantor megah… apa yang akan dia lakukan disana? Ah, ia tidak begitu peduli.

Ia pun memutuskan untuk duduk di sebuah kursi yang berada di depan minimarket. Tidak jauh dari kantor itu…

“kyuhyun…” tiba-tiba seseorang memanggilnya

Ia menoleh pelan, dan seketika ia tercekat ketika melihat sosok orang yang memanggilnya

“dasar anak sialan. Kemana saja kau selama 2 minggu ini?”

Ia menelan ludahnya dengan berat. Pria bajingan itu?

Kyuhyun beranjak dari kursi. Perlahan ia mundur…

“kau harus pulang. Aku tidak mau reputasiku berantakan hanya karena ulahmu. Kau tahu kan kalau keluarga Choi itu terhormat? Cih!”

Pria itu menatap menyeringai. Berjalan maju menghampiri Kyuhyun…

“ayo anak manis, pulang”

“shireo!”

“ayolah, sudah berbaik hati aku mau mengajakmu kembali! Padahal kau bukan siapa-siapa. Kau hanya sampah! Kau tahu itu? Kau sampah!”

“lalu kenapa kau mau mengajaku pulang lagi?!”

Pria itu tersenyum licik, “sudah kubilang, aku hanya ingin menyelamatkan reputasi keluarga Choi. Kalau kau tidak kembali, kau akan bernasib sama seperti ibumu”

Dengan cepat pria itu menghampiri Kyuhyun dan menghajarnya hingga pingsan

***

Wanita yang terduduk disebelanya itu mendesah frustasi berkali-kali…

“kenapa kau bernasib seperti ini? Padahal aku yakin kau anak yang baik. Kyuhyun-a… jangan tinggalkan aku. Kau boleh menemuiku kapan pun! Aku akan memberikan apa yang kau inginkan, yang kau butuhkan… lagi pula aku sangat yakin, kalau kau tidak akan bahagia tinggal bersama orang itu”

Kyuhyun hanya tersenyum kecut, “aku bingung…”

Tiba-tiba saja wanita itu memeluk tubuh Kyuhyun dengan sangat erat, “kau harus percaya kalau aku sangat menyayangimu. Sudahlah, keluarga Choi… Anggap saja itu sebagai formalitas. Hidupmu, biar aku yang tanggung. Kau boleh datang padaku kapan pun kau mau. Aku kesepian…”

“memangnya keluarga anda kemana?”

“aku sudah bercerai dengan suamiku 7 tahun yang lalu. Anak perempuanku satu-satunya… ikut bersama suamiku. Sekarang mereka tinggal di London. Kita sama-sama kesepian… jadi, ku harap kau mau menemaniku”

***

 Buk!

Untuk pertama kalinya Si Won merasakan tinjuan dari ayah kandungnya. Ayah yang selama ini selalu membanggakan dan menganak emas kannya. Ia tersungkur ke lantai. Ia merasakan darah mengalir tenang dari sudut bibirnya…

“kurang ajar! Sejak kapan kau menjadi pembangkang seperti ini?! Sejak kapan kau berani mengguruiku hah?! Sejak kapan kau menjadi pahlawan anak sialan itu?! Yak! Choi Si Won, Kyuhyun itu bukan adikmu! Bukan anak ku! Bukan anggota keluarga Choi! Dia hanya anak haram! Anak buangan! Sampah! Hasil perselingkuhan!”

“cukup Appa! Apa persaudaraan itu harus selalu ada hubungan darah?! Aku sudah muak mendengar Appa mengungkit-ngungkit status Kyuhyun! Memangnya itu keinginan dia?! Kau sama sekali tidak bertindak seperti ayah!”

Pria beruban itu tertawa dengan sangat keras, “kau mulai kurang ajar, apa perlu aku menghajarmu juga?”

“bukankah kau sudah melakukannya?”

“tapi, sepertinya belum cukup”

***

“sudah selesai” ucap Shara. Ia baru saja mengganti perban Kyuhyun

Kyuhyun hanya tersenyum getir, “gomawoyo… noona”

Shara menyimpan kotak P3K nya. Dan kembali menghampiri Kyuhyun di ruang tengah. Ia pun duduk di sebelah Kyuhyun. Seperti biasa, ia memandangi anak itu dengan tatapan khawatir…

Kyuhyun tertunduk. Tatapan wanita itu melumpuhkan. Ia benar-benar sama sekali tidak bisa berkutik jika terus dipandangi seperti ini. Tatapan dari mata indahnya…

“sudah agak baikan kan?”

“ya, lumayan…”

Kyuhyun menghela nafas panjang. Nyenyak? Sama sekali tidak. Pingsan yang cukup lama membuatnya kehilangan nafsu untuk tidur. Sekarang pun, matanya masih belum meminta untuk dipejamkan…

“ada yang ingin aku tanyakan…” ucap Kyuhyun tiba-tiba

“apa?”

“apa Si Won benar-benar menyayangiku?”

Shara terdiam. Sedetik kemudian, sudut bibirnya tertarik…

“menurutmu?”

Kyuhyun menoleh. Melihat senyuman Shara yang menyilaukan…

“Kyuhyun-a… aku berani menjamin. Kalau Si Won lah orang yang paling menyayangi dan mempedulikanmu di dunia ini…”

Kyuhyun terdiam. Sebenarnya, ia juga sangat menyayangi ‘kakak’ nya itu. Tapi masalahnya… rasa sayang dan benci ada secara bersamaan dihatinya…

“Kyu…” Shara menyentuh pipi Kyuhyun lembut, “lihatlah Choi Si Won… sebagai kakakmu, orang yang selalu mempedulikanmu, menyayangimu, mengkhawatirkanmu… apa kau bisa?”

Kyuhyun tertegun. Ragu. Apakah ia bisa atau tidak?

Sejenak mereka saling terdiam. Sibuk dengan pikirannya masing-masing. Hingga akhirnya, dering telepon memecah keheningan di antara mereka berdua

Shara mengangkat telepon yang berdering nyaring di atas meja sebelah sofa…

“yeoboseyo? Ah Ran… mwo? Ck, oke baiklah aku akan sampai disana setengah jam lagi… nae”

***

Dua gadis cantik itu terduduk di ruang tunggu butik. Keduanya terlihat sangat glamour dan… stylish. Kim Hyuna dan Song Ji Eun…

“kau tidak bercanda kan?”

Hyuna tersenyum, “tentu saja tidak. Cho Kyuhyun…menyukai Shara Jo. Pemilik butik ini”

Ji Eun hanya mengangguk kecil, “ya, Shara Jo kan sangat cantik. Wajar saja kalau dia… lebih melihat Shara Jo daripada dirimu”

“mwo? Apa kau bilang?” Hyuna tertawa, “maksudmu aku kurang cantik? Asal kau tahu, aku adalah wanita yang bisa… ya setidaknya kedekatanku dan Kyuhyun agak ‘lebih’ daripada wanita-wanita lain”

“ya, karena bayaranmu paling mahal” cibir Ji Eun

Hyuna mendengus, “ck, sudahlah… bilang saja kau iri”

“ya, harus ku akui… aku sedikit iri. Walau bagaimana pun, banyak kan wanita yang menginginkan Kyuhyun. Bayarannya pun tidak sembarangan, hah…” Ji Eun mendesah pelan, “yak! Apa kau tahu kekasih Kyuhyun siapa?”

Hyuna menggerlingkan matanya, memainkan bibir bawahnya, “wanita bule itu?”

Ji Eun mengangguk, “kau benar! Ck, wanita itu sepertinya sudah agak tua. Tapi sangat cantik. Tidak heran kalau Kyuhyun mau dengannya, simbiosis mutualisme! Pasti wanita itu juga sangat bangga memiliki kekasih seperti Kyuhyun”

“aish! Sudahlah, jangan membicarakan hal itu” ekspresi wajah Hyuna berubah muram…

Tak lama kemudian…

“selamat siang” sapa Shara kepada mereka berdua

Hyuna dan Ji Eun menoleh, “ah, selamat siang”

Mereka pun bersalaman, “mian aku datang agak telat… apa kalian sudah lama menunggu?”

“ah tidak, iya kan Ji Eun?”

Ji Eun mengangguk

“oh… baguslah, ada keperluan apa?”

“kami mau memesan gaun, untuk pesta nanti…”

***

Kyuhyun berdiri mematung menyaksikan pemandangan yang ada di hadapannya sekarang. Ia nyaris tidak bisa berkedip. Apa ini benar-benar pria itu?

“ini” ucapnya, sambil menyodorkan handuk panas…

“gomawo” Si Won pun mengompres lukanya perlahan…

Kyuhyun duduk di sampingnya. Kali ini ia tidak memandang pria itu. Ini semua seperti mimpi. Choi Si Won, anak yang selama ini dibanggakannya? Ternyata dihajar juga?

“kenapa pria bajingan itu bisa menghajarmu?” Kyuhyun tertawa kecil, “ini menggelikan”

“hanya kesalahan kecil, sudahlah… lagi pula, sekali-kali mendapatkan ini tidak apa-apa kan?”

Kyuhyun mendengus. Tanpa berkata apa-apa lagi dia langsung beranjak dari sofa, pergi meninggalkan Si Won…

“kau mau kemana?”

“bukan urusanmu. Hah, aku bosan berdiam diri disini”

***

“Kyuhyun-a!” Hyuna memeluk Kyuhyun dengan sangat erat ketika Kyuhyun baru saja memasuki kelasnya, “aku sangat merindukanmu!”

Mata besarnya menatap wajah Kyuhyun, “hey, keningmu kenapa dear?”

“ck, lepaskan Hyuna, kau memalukan…” Kyuhyun mendorong Hyuna. Dan berjalan menuju bangku pojok…

Seisi kelas memperhatikan mereka. Itu, pemandangan yang sudah biasa. Hyuna, si wanita agresif yang gencar mengejar Kyuhyun…

“apa yang kalian lihat? Sialan” rutuk Kyuhyun

Tatapan pun perlahan mulai memudar. Mereka tidak mau cari gara-gara…

Hyuna duduk di sebelah Kyuhyun. Menatapnya dengan tatapan rindu. Sesekali ia tersenyum…

“kenapa kau tersenyum seperti itu? Dasar gila”

“ya, aku pun merasa begitu. Ehm… Kyuhyun sayang, kau mau menemaniku ke pesta malam ini?” Hyuna menyenderkan kepalanya di bahu Kyuhyun, “aku sangat merindukanmu…”

“shireo”

“wae?”

“pokoknya aku tidak mau”

Hyuna mendelik, “kau yakin? Ah… ok, kalau begitu… akan ku buka kartumu”

Mata Kyuhyun melebar, “kau berani?”

“tentu saja! Kau seperti baru mengenalku kemarin sore, jangan berpura-pura tolol seperti itu Tuan Cho”

Kyuhyun mendesah pasrah

***

 To Be Continue..

Mian kalo kependekan ya *bow* aku lagi ngurusin blog sebelah juga soalnya .__.V