Author : Regina Nicole (Nicky)

Title : Loving You Without Any Reason

Length : chaptered

Genre : romance,friendship,drama

Cast : FT Island (incl WonBin), CN Blue, fic girls(Rhie,JinJi,ShinHye,JiNa,MinHee,HyoYeon)

Summary : Which is more important?Love or your friendship? When a girl meet this kind of choice no one can guess what is the answer…

So Here the story…about letting someone go..about holding someone arm…

PS: FF ini udah pernah dipublish di blogku sendiri http://nickisland.wordpress.com/ ^^ Happy reading..Comments are love

chapter 1

chapter 2

***

“Sandwich oke..Salad oke..”Ujar Rhie bangga dengan hasil masakannya. Sandwich untuk para tetangga juga ketiga sahabatnya,salad untuknya dan ShinHye(Ya..ShinHye yang mendapat sandwich sekaligus salad.Hehe)Hanya ada 2 hal di dunia yang ia yakin bisa mengerjakan tanpa cela.Yang pertama masalah seni,yang kedua masalah dapur.

Cewek itu melirik lagi jam di handphonenya.Masih 6 lewat 10.Ternyata ia bisa menyelesaikan pekerjaan rutinnya hanya dalam waktu 10 menit.Pagi-pagi sekali ia sudah mandi dan mulai menyiapkan sarapan.Rhie menarik bolpoin yang tadi ia selipkan untuk membuat sanggul ringan di rambut kemudian bersiap membawa nampan sandwich.

Rhie berusaha mengingat-ingat jadwal hari ini.Jam 7.30 nanti ia sudah harus menyerahkan design ke kantor Vogue kemudian mengikuti kelas pertamanya pukul 8.15.Mengingat ShinHye yang belum bangun,jelas ia harus menggunakan bis kali ini untuk bepergian.

“Ah…pagi sekali kau bangun,Rhie..”Ujar MinHwan.Cowok itu yang membukakan pintu. Tampangnya masih acak-acakan khas orang yang baru bangun tidur.Kalau dipikir-pikir para member FT Island(kecuali HongKi yang menolak mentah-mentah)juga tidur sekitar pukul 2 kemarin karena membantu para gadis pindahan.

“Pagi,MinHwan ssi..Er..kalau yang lain belum bangun aku titip ini saja.”Jawab Rhie sambil menyerahkan nampan di tangannya,”Kalian pasti kurang tidur..Mianhe,ne?”

“Sepertinya dari kemarin yang kau minta maaf terus.Masuk saja..JongHun hyung sudah bangun.”MinHwan membukakan pintu lebih lebar,”Ah..panggil aku oppa.Aku merasa tua kalau diajak bicara seformal itu.Kita kan Cuma beda 2 tahun.”

Rhie mengangguk tanda mengerti.”Oppa…sini kubukakan.”Seru Rhie buru-buru saat melihat JongHun kesulitan membuka tutup selai cokelat. “Ini..”

“Rhie membawakan sandwich,Hyung.”Ujar MinHwan kemudian menghilang.

“Kumawo,Rhie..Sudah rapi..Kau mau pergi pagi-pagi ya?”Tanya JongHun saat melihat Rhie yang memang sudah menggunakan cropped top warna putih midi dan tas kain biru yang berisi cukup banyak file.Trech coat warna putih milik cewek itu terlihat menyembul di dalam tasnya.

“Ne..Aku harus mengantarkan design ke Vogue pagi ini.”Jelas Rhie,”Oppa bisa memakan sandwich dengan satu tangan.Apa ada yang bisa kubantu lagi?”Tanya Rhie.Ia melihat sekelilingnya.Well,khas dorm cowok…Agak berantakan dan ada alat musik dimana-mana.

“Kau bukan maid di sini Rhie..Peranmu adalah pacarku.Ah…apa kau mau kuantarkan?Karena tangan ini,jadwalku hari ini hanya kuliah.”

“Mian oppa..Karenaku..”

“Aku akan marah kalau mendengar kau meminta maaf lagi.Aku melakukan ini bukan hanya karena kau tidak sengaja..”

“Chakaman oppa…”Ujar Rhie buru-buru saat merasakan handphonenya mulai bergetar.“Ne..MinHee unnie..Weyo?”Ujar Rhie mengangkat ponselnya.

“Rhie-ah..Aku tidak mengerti..Aku ada di apartemenmu sekarang dengan barang-barangku tentu saja dan pengurusnya bilang kalau kau sudah pindah.”

Rhie menepuk keningnya sendiri..Astaga dia lupa!!!Masih ada 1 orang lagi yang akan terpengaruh keputusannya.MinHee unnie…”Unnie..bisakah kau naik taksi ke kantor Vogue?Aku akan mengganti ongkosnya nanti.Tunggu aku di sana.”

“Weyo?”Tanya JongHun melihat cewek di depannya sedang kebingungan. Ternyata ini tindakan rutin cewek itu,agak lucu melihat wajahnya mengerut mencoba berpikir.

“Ottokeyo?”

JongHun memegang kedua bahu Rhie untuk membuat cewek itu focus. Well, dia tidak bisa mengartikan apa yang Rhie pikirkan sekarang kalau cewek itu tidak diam,tenang dan memberitahunya.

“Ada 1 orang lagi yang biasanya tinggal bersamaku.”Jelas Rhie,”Aku tidak bisa menelantarkannya begitu saja,tapi sekarang aku juga tidak mungkin mengajaknya ke sini kan?”

“Apa yang membuatmu berpikir kalau kau tidak bisa?”

“HongKi oppa saja sudah mengamuk karena aku membawa 3 temanku,apalagi kalau tiba-tiba bertambah 1.”

“Apa bedanya bertambah 1 orang?Pada akhirnya aku akan membuat semua orang tahu tentang hal ini Rhie…”Jawab JongHun tenang.Ini kan memang tujuannya.Membuat semua orang tahu kalau ia sudah berpacaran sehingga ia tidak perlu merasa terganggu dengan fans.

“Ah..Ne..Kita harus membicarakan ini juga,tapi nanti oppa…”Ujar Rhie buru-buru.”Mian oppa..Aku harus pergi sekarang.”

JongHun hanya bisa menatap Rhie menghilang dari balik pintu.Minta maaf lagi…Memang mereka harus lebih sering berbicara 1 sama lain.Cowok itu mengambil sandwich miliknya kemudian mulai makan.

***

JiNa menggerakkan tubuhnya yang pegal.Astaga…pertama kalinya dalam hidup ia merasakan yang namanya pindahan kilat.Mereka semua baru bisa tidur pukul 2 kemarin setelah memasukkan semua barang mereka ke dalam kamar apartemen baru.

Semua member FT Island setuju kalau kepindahan mereka tidak boleh menimbulkan kecurigaan di media massa dan karena JongHun ingin secepat mungkin jadilah ia ,Rhie,ShinHye dan JinJi ngebut merapikan barang-barang mereka.

Walaupun dengan kata lain,ia dan JinJi sibuk menyebar barang mereka dan mencari space yang bisa digunakan untuk menaruh seabrek buku dan kertas sedangkan ShinHye sudah puas dengan kamarnya sendiri dan Rhie seperti biasa malas mengeluarkan barang dari koper sehingga barang-barangnya masih rapi satu persatu di dalam kardus yang ditaruh di kamarnya.Biar siap kabur katanya. Yang benar saja…batin JiNa…Ia sih disuruh pergipun tidak mau..Hehe…

Cewek itu mengerjapkan matanya lagi..Yeah…kamar apartemen baru.. Batinnya saat teringat apa artinya itu.Karena kecelakaan kemarin sekarang tempat tinggalnya pindah..Tepat di depan kamar apartemen milik FT Island.. Tepat di depan kamar JaeJin…Oh..My..God…

Apakah ada hal yang lebih menyenangkan lagi?

Jawabannya tidak…

Semalam ia bahkan sempat mengira-ngira apakah posisi kamarnya sama dengan posisi kamar JaeJin oppanya…Di apartemen barunya ini,ada 4 kamar mungil yang bisa ia tempati,sebuah dapur kecil dan ruang menonton… Seharusnya cukup kalau ia dan ketiga kawannya bisa menjaga barang-barang mereka agar tidak bersebaran.Er..dan tentunya menjaga hawa nafsu agar tidak berbelanja gila-gilaan kemudian pusing karena tidak tahu mau menaruh sedemikian banyak barang baru di mana. Ia harus mengontrol dirinya sendiri, JinJi dan ShinHye.

Cewek itu tersenyum sendiri kalau mengingat kejadian semalam.Seperti biasa,ia dengan entengnya mengatakan,”Ah..aku harus meminta maaf kepada kalian dulu.Karna kita pindah sedekat ini dengan FT Island,jangan salahkan aku kalau sampai kelimanya naksir kepadaku.Walaupun best manku tetap JaeJin oppa sih.”

Reaksinya?JinJi reflex melemparkan tas yang ada di tangannya ke wajah JiNa,ShinHye memiting tubuh cewek itu sampai ia berteriak minta tolong sedangkan Rhie tertawa terbahak-bahak dan bilang coba saja minta JongHun oppa mengumumkan kalau JiNalah pacarnya.

Setelah kesadarannya sudah penuh,Jina menguncir rambutnya menjadi 1 kemudian keluar dari kamar.Di dapur sudah ada bau makanan,itu artinya Rhie sudah bangun lebih dahulu tadi.Cewek itu melirik jam di dinding,sudah pukul 7.Pantas saja…

“Rhie apa yang kau masak hari ini?”Teriak JiNa.

Tidak ada jawaban.

Ia mengecek ke kamar mandi kalau-kalau sahabatnya itu sedang ada di sana. Kosong.. Kamarnya juga kosong.Kemana Rhie setelah selesai memasak? Sebenarnya ia mau mengecek keluar.. ke bagian lantai milik FT Island,tapi ia mengingat peraturan sial yang ditetapkan oleh HongKi-ssi (cowok itu mengamuk kalau dipanggil oppa oleh mereka).

TIDAK ADA YANG BOLEH MASUK KE BAGIAN APARTEMEN FT ISLAND

Kecuali Rhie…

Tentu saja atas ijin khusus dari JongHun.Kalau cewek itu tidak diijinkan masuk terus apa gunanya mereka pindah untuk menebus kesalahan?

Sambil mencomot sebuah sandwich yang ada di meja,cewek itu mengingat-ingat lagi.Apa ya yang kurang?Untuk pakaian hari ini ia sudah menyiapkan dengan baik.Rok lipid pink yang ia beli kemarin,stoking dan heels warna senada juga kemeja babypink elle.

“OMO!Hari ini ada kuliah pagi!”Teriaknya saat otaknya mulai bekerja.Gila… kalau sampai ia terlambat mengumpulkan tugas lagi hari ini bisa-bisa ia harus puas dengan nilai F untuk hasil kerjanya. Otomatis IP 2 pun sudah terlihat lebih dari cukup kalau kejadian..Yang benar saja.. Sekarang saja ia megap-megap mengejar IP.

Dengan terpaksa JiNa berlari ke kamar mandi dan mulai bersiap ala koboi… Astaga ternyata memang tidak ada kenyataan yang indah.

***

“Aarrghhh…..Berisik banget!”Seru ShinHye kesal.

Bunyi gedebuk-gedebuk kencang di luar memaksanya untuk membuka mata. Pasti kalau bukan Rhie yang panic menyiapkan sarapan sebelum berangkat kuliah,itu JiNa yang ribut mencari barang kuliahnya ke sana kemari.Kalau JinJi sih masih tenang di tempat tidur.Belum 9 jam..Kalau mereka tidur jam 2 kemarin itu artinya jam 11 nanti cewek itu baru bangun.Sudah menjadi rahasia umum kalau keempat cewek ini sama-sama makhluk berantakan.

Cewek itu berusaha mengumpulkan nyawanya.Ada kelas nanti jam 10.Kalau melirik handphonenya,ia masih punya waktu 2 jam untuk bersiap-siap. Sekarang ia masih bisa bersantai memakan sarapan yang dibuat Rhie.Ada sepiring salad yang sudah pasti miliknya(JinJi dan JiNa mengatakan bahwa salad adalah makanan kambing) dan sebuah sandwich yang menjadi jatahnya.

“Jangan sampai terjatuh.”Ujar ShinHye santai saat JiNa berlari di belakangnya.

“Kau pikir aku Rhie…Sudahlah..Annyong..Gawat..aku pasti telat.”

“Ne..Annyong.Maaf aku tidak bisa mengantar hari ini.”

“Arraso…Arraso..”

ShinHye tertawa terbahak-bahak saat melihat JiNa berlari keluar dengan cepat kemudian kembali lagi ke dalam untuk menyambar kunci apartemennya yang tertinggal.Dasar…lumayan juga.. Pagi-pagi ia sudah mendapat hiburan.

Selesai makan,cewek itu memutuskan untuk mandi,ia sudah memiliki bayangan penampilannya hari ini.Menggunakan  kaus hitam dengan vet ditambah trechcoat warna cokelat barunya.Celana skinny seri f(x) yang kemarin berhasil ia temukan(dengan susah payah…karena Calvin Keith sial itu mengeluarkan size yang super mini.Bahkan Rhie dan JiNa pun kesulitan mencari ukuran).

Untuk make upnya,ia mau mencoba smoky eyes….2 hari yang lalu,ia ,JinJi dan JiNa(Rhie Cuma melotot mengingatkan ukuran matanya yang super mini) sempat mempraktekkannya dan ternyata hasilnya cukup memuaskan. Agak..agak gimana kelihatannya…Hehe…Belum lagi ia sempat membeli 1 set alat make up baru.Perfect!

Setelah semua persiapannya selesai,ShinHye langsung menyambar kunci mobilnya.Inilah enaknya memiliki mobil sendiri,semua buku-bukunya tersebar di dalam kendaraan tersebut,jadi ia tidak perlu pusing dengan yang namanya resiko ketinggalan.

“Pagi,WonBin-ssi.”Ujar ShinHye ceria saat melihat pintu utama kamar  apartemen di depannya terbuka bersamaan dengan miliknya.

“Pagi..Ehm..”

“ShinHye.Namaku ShinHye..”

“Ah..Ne..ShinHye-ssi.Kau sudah mau pergi?”

ShinHye mengangguk cepat.Ah..ia tidak pernah bermimpi bisa bicara dengan cowok di depannya ini,”WonBin-ssi sendiri ?”

“Aku mau berolahraga di lapangan indoor di atas.”Ujar WonBin sambil memperlihatkan bola basket di tangannya,”Apa kau juga suka olahraga?”

“Lumayan…”Jawab ShinHye setengah berbohong.Well..diantara ketiga sahabatnya ia memang yang paling mendingan dalam berolahraga.Minimal ia masih melakukan yang namanya jogging,memegang bola(kalau terpaksa) dan berenanglah..Sedangkan Rhie hanya mau berenang dan 2 orang lainnya bahkan alergi mendengar kata olahraga.JinJi malah punya reflex menyingkir dari bola.

”Kapan-kapan kau coba juga saja fasilitas di sini.”

“Ne…Akan kucoba.”Jawab ShinHye..Pasti…kalau perlu bahkan ia akan mencocokkan jadwal WonBin memakai fasilitas.Hehehe…

“Jarang sekali aku melihat ada cewek yang menyukai olahraga.”

Cewek itu Cuma bisa meringis…Well,kelihatanya ada yang salah paham di sini.

“Ehm..ShinHye-ssi..Kelihatannya kita terlalu kaku.Padahal temanmu dan leaderku berpacaran. Bagaimana kalau kau memanggilku oppa saja?”

“Asal kau juga memanggilku ShinHye..”

“Sepakat.Aku naik duluan.”

“Ne…Annyong…”Seru ShinHye melambaikan tangannya…”oppa..”Tambahnya.

Dalam hati ShinHye berteriak kegirangan….Aw..Aw..Aw…Ia bersumpah akan benar-benar menyukai yang namanya olahraga.Sekarang langkahnya benar-benar ringan walaupun teringat tumpukan kelas yang akan diikutinya hari ini.Bertemu WonBin memang merupakan penyuntik adrenalin terbaik!!!

***

MinHee menatap barang bawaannya.Aduh..seharusnya ia melakukan packing dengan lebih baik.Kalau sekarang ia jadi kerepotan sendiri dengan barang bawaannya yang begitu banyak.Mana ia tidak mengerti apa yang sebenarnya sedang terjadi.

Dari bulan lalu,ia memang sudah bertekad untuk pindah ke apartemen Rhie.Dongshaengnya itu sempat mengajaknya pindah bersama.Awalnya ia kan tinggal bersama sahabatnya SooYun,tapi cewek itu tiba-tiba memutuskan untuk kembali tinggal ke rumah orangtuanya.Jelas ia tidak mau tinggal di apartemennya sendirian.Toh di apartemen lama Rhie memang tersisa satu kamar yang bisa ia tempati.

Hanya saja,tadi pagi begitu ia sampai di apartemen itu,ada kabar yang mengejutkannya.Sejak kapan Rhie dan teman-temannya itu pindah?Tanpa pemberitahuan sama sekali pula….Untung saja ponsel cewek itu bisa dihubungi.Kalau tidak bagaimana nasibnya hari ini?Masa harus pulang ke rumah dan merapikan lagi semua barangnya?

Cewek itu melirik kantor Vogue di belakangnya.Aduh….dia mau masuk ke dalamnya. Sepertinya hangat…Padahal ia sudah menggunakan salah satu hodienya yang paling tebal,tapi tetap saja dingin.

“Ah…Unnie….”

MinHee mengangkat kepalanya saat mendengar suara Rhie.Akhirnya..orang yang ia tunggu dari tadi muncul juga…

“Rhie..Kau berhutang 1 penjelasan kepadaku.”

“Aku akan menceritakannya dengan singkat,tanpa menyebut nama.”Ujar Rhie,”Tapi sebelumnya biarkan aku masuk dulu memberikan design.”

MinHee mengangguk,”Tapi barang-barangku?”Tanyanya bingung.

“Tunggu sebentar..Aku akan titip dengan ahjussi.”Jawab Rhie.Cewek itu berlari-lari kecil menuju sebuah pos jaga dan tidak lama kemudian datang dengan seorang ahjussi yang menyatakan dirinya sanggup menjaga barang-barang itu untuk sementara.

Begitu masuk Rhie langsung sibuk berbicara dengan seorang cewek berkacamata yang MinHee kenali sebagai salah satu editor Vogue.Ia mencoba mendengarkan beberapa kalimat kemudian tidak tertarik lagi.Fakultasnya benar-benar berbeda dengan Rhie.Ia yang mengambil jurusan akuntansi tentu saja tidak tertarik dengan perdebatan layout dan kawan-kawannya.

“Jangan bilang kau akan meninggalkanku lagi,Rhie…”Ujar MinHee setengah mengancam. Ia sudah memperhatikan gelagat dongshaengnya ini yang berulang kali mengecek jam di handphone.

“Aku hanya akan mengambil 1 kelas unnie hari ini…Sumpah..”Rhie mencoba meyakinkan unnienya.,”Unnie pakai kunciku dan ke apartemen duluan mau tidak?”

“Kau kan bisa menjelaskan apa yang terjadi dulu.”

“Aku akan menjelaskan tanpa menyebut nama, unnie.Sekarang dengarkan dulu…”

MinHee mencoba menyerap semua informasi yang dongshaengnya katakana.

“Jadi intinya kamu pindah karena harus menebus kesalahan?”

“Bisa dibilang…Unnie gak pa-pa kan kalau sekamar denganku.Masalahnya kamar di dalamnya Cuma ada 4.Lantai bagian kami ternyata lebih kecil daripada milik mereka.”

“Tidak masalah…tapi soal tidak terlihat?”

Rhie mengangguk cepat,”Cuma waktu masuk hari ini aja unnie…Aku belum menjelaskannya pada siapapun.Takut ada yang tidak suka juga.”

“Ne..arrayo…Lagipula aku juga merepotkanmu karena memaksakan diri untuk pindah.”

“Aniyo..Guinchana..Kalau tidak terjadi hal seperti ini,kepindahan unnie tidak akan serepot ini.”

“Tapi kau belum mau memberitahu unniemu ini siapa cowok yang menjadi pacarmu itu?”

“Nanti unnie…saat aku pulang.Aku tidak mau melihatmu histeris di muka umum..”

“Memangnya aku separah itu apa..”

“Hehe…Sudahlah..usahakan agar tidak terlihat ya unnie…”

“Dengan barang sebanyak ini?Yang benar saja,Rhie…”

“Unnie..”desak Rhie…Aduh….unnienya ini malah mengajaknya bercanda dalam kesempatan seperti ini.Masalahnya walaupun JongHun jelas mengijinkan,tapi anggota lain kan belum tentu.

“Ne..Ne..arraso…Aku akan masuk tanpa terlihat..sumpah..”

“Baiklah..ini kuncinya..Unnie lebih baik sarapan dulu.Er..di rumah tidak ada makanan sama sekali.”

MinHee tersenyum..Walaupun panic,dongshaengnya masih memikirkan banyak hal sampai sedetil-detilnya.Ia melambaikan tangannya pada saat Rhie pergi.MinHee melemparkan padangannya ke pilihan restoran terdekat.Tidak ada salahnya mengikuti saran Rhie..Memang lebih baik ia makan sekarang setelah itu pulang ke apartemen barunya dan tidur..Mumpung hari ini tidak ada kelas sama sekali.

***

JinJi mencari makanan yang bisa dicarinya…Sandwich dari Rhie sudah dilahapnya habis tadi. Aduh…karena begadang semalam ia benar-benar lapar sekarang.Mana sudah jam 11…sebentar lagi kan waktunya ia makan siang juga.Peduli setan sama yang namanya diet..Sekarang ia KELAPARAN!

Ugh….Dasar orang yang baru pindahan..Gerutunya.Bahkan sebuah telurpun tidak ada di kulkas. Ia setengah berpikir bagaimana caranya Rhie masih bisa membuat sarapan.Masa semalam cewek itu sempat berbelanja bahan makanan untuk sarapan?Ia menggelengkan kepalanya…. Sudahlah.. ia memang tidak akan pernah tahu bagaimana cara Rhie melakukan sesuatu.

Ia sudah menduga kalau keadaan apartemen akan kosong begitu ia bangun.Kemarin semuanya sudah bilang kalau hari ini ada kelas,sedangkan dia kebetulan mengambil jadwal kelas sore. Jadi begitu orang-orang mau pulang,ia malah baru sibuk berangkat pergi.Biarlah…dengan begitu,ia kan bisa memaksa ShinHye untuk mengantarkannya juga.hehe…

Akhirnya dia memutuskan untuk mandi baru mencari makanan di kafetaria bawah.Cewek itu menggunakan tube jumpsuit warna merah marunnya.JinJi jadi nyengir sendiri kalau membayangkan Rhie ada di sampingnya sekarang.Cewek itu pasti akan mengomel panjang tentang betapa dinginnya udara di luar dan dia masih berani-beraninya memakai pakaian seminim itu.

Saat membuka pintu,JinJi memperhatikan pintu apartemen milik F.T Island.Tidak ada tanda-tanda kehidupan kelihatannya.Apa mereka semua sudah pergi juga dari tadi pagi ya?Kalau boleh berpendapat,sebenarnya ia agak kesal dengan tingkah laku HongKi kemarin…Di saat semua orang sibuk membantu,cowok itu malah ngacir pergi sendirian dan menolak mengangkat barang apapun.

“Seolleongtang-nya ,,bap,kkakttugi masing-masing 1.Ah…gamja twigimnya juga.Minumnya sagwa juseu.”Pesan Eonie.Ia menyiapkan dompetnya untuk membayar.

“Aku baru pertama kali lihat cewek yang makan sebegitu banyak.”

JinJi memandang risih cowok di sebelahnya.Ugh…HongKi-ssi…Dia juga membeli makanan dalam jumlah banyak.Kenapa harus mengganggunya?Kalau dalam keadaan biasa,JinJi mungkin akan merasa malu,tapi ini darurat…Ia lapar…

Tanpa menjawab,JinJi membawa semua pesanannya ke meja terdekat

“Jal mok getseumnida..”Ujarnya ceria sambil mulai menghirup kuah seolleongtang yang mengepul…Musim dingin seperti ini makanan berkuah memang paling enak…

“YA…apa kalian benar-benar tidak keberatan untuk pindah?”Ujar HongKi tiba-tiba.Cowok itu memaksakan dirinya untuk duduk di depan JinJi.Ia tidak bisa menahan rasa penasarannya lagi.

“Keberatan atau tidak,kami harus pindah untuk menemani Rhie.”

“Dia kan sudah besar.Apa salahnya pindah sendiri?Lagipula yang terikat perjanjian kan hanya dia.”Gerutu HongKi.”Intinya kalau dia keluar dari apartemen ini,kalian akan ikut juga kan?”

JinJi memikirkan kata-kata cowok di depannya.Kok kalimat itu seperti ada maksudnya ya? “HongKi-ssi..Jangan coba-coba mengganggu Rhie.Kau harus melewati aku dan 2 temanku yang lain.” Ancam JinJi,”Dan JongHun-ssi juga sepertinya.”

“Cowok itu gila..Benar-benar gila.Aku tidak mengerti jalan pikirannya.”

“Kau pikir aku mengerti bagaimana cara pikirnya Rhie?”Gerutu JinJi,”Cewek itu terlalu mudah merasa bersalah..”

HongKi tertawa terbahak-bahak sekarang.JinJi sampai harus melemparkan pandangan bertanyanya yang paling mendesak untuk mendapatkan penjelasan atas tindakan tiba-tiba cowok di depannya.

“Aku melihat ada persamaan di antara kita.”

“Persamaan?”Tanya JinJi masih bingung.

“Kau dan aku sama-sama punya pikiran yang simple dan punya teman yang bodoh.”

“Rhie sih gak bodoh..”Gumam JinJi..Kalau menilik IPnya,orang kayak Rhie tidak mungkin masuk katagori bodoh..Yang benar saja..

“Bukan secara harafiah..dasar…Sudahlah..Aku tidak akan menggerutu lagi tentang kepindahan kalian.Ini memang resiko kalau punya teman-teman sejenis mereka.”

“Kalau begitu salam kenal lagi HongKi-ssi.”

“Ne..Asal jangan ada yang masuk ke dormku.”Ancam HongKi.

“Tenang saja…Disuruhpun aku tidak mau.”Jawab JinJi.Dia sudah tahu kok apa kemungkinan yang akan terjadi kalau ia masuk ke dorm cowok….Sudah pasti..ia akan ketiban urusan merapikan. Yang benar saja..Kamarnya sendiri saja berantakan.Hehe..

***

JiNa memandang ke poster FT Island yang terpampang di ruang karyawan. Bagian terdalam dan terpelosok dari tempatnya bekerja.Tempat paling nyaman untuk kabur dan bersembunyi apalagi di jam-jam sibuk seperti sekarang.Ugh…jam tanggung menjelang sore ini adalah saat di mana game center tempatnya bekerja penuh sesak..Banyak orang kurang kerjaan yang kabur main ke tempat ini.

Ia memang bisa melihat manusia aslinya setiap hari,tapi hiburan kecil seperti ini di tengah jam kerja kan tetap mengiutkan!Mana dengan sialnya sejak tadi pagi ia tidak melihat sebatang hidungpun gara-gara harus berlari ke kampus demi mengikuti pelajaran si botak killer. Yang dengan sialnya juga malah gak masuk!!!Tau gitu tadi dia santai-santai saja di apartemen dan baru keluar kalau penghuni apartemen depan sudah menunjukkan tanda-tanda akan keluar.

“JINA DIMANA KAU??”

“Damn..”Umpat JiNa..Manajer jaganya sudah meneriakkan namanya.Itu artinya,ia sudah ketahuan kabur dari tugasnya..Aduh…jangan sampai gajinya dipotong lagi…Gini-gini..dia kan butuh juga untuk beli beberapa pakaian baru..Harus punya stok yang cukup besar kalau mau tampil enak dilihat setiap hari oleh FT Island…oleh JaeJin oppanya.

“JINA!”

“Ahh..Jyuu ssi…Weyo?”

“Weyo?Kemana saja kau dari tadi???Kau tahu banyak yang mau menukarkan koin.”

“Er…toilet.”Ujar JiNa berusaha memikirkan alasan.

“Sejak kapan toilet ada di ruang karyawan?”

“Er..ah…Jyuu ssii..Sudah jam 4!Aku permisi pulang dulu!!”Teriak JiNa buru-buru.Save by the time…Hahaha…walaupun baru saja tuh jarum panjang melangkah ke angka 12 sih…

Dengan segera JiNa mengganti pakaian kerjanya dengan pakaian yang dikenakannnya tadi pagi untuk pergi bekerja dan berlari ke luar.Memutuskan untuk mampir ke supermarket untuk membeli beberapa makanan mentah..Siapa tahu kalau JaeJIn melihatnya membawa belanjaan,cowok itu akan berpikir kalau dia bisa memasak..Hehehehe

***

ShinHye menjulurkan lidahnya dengan lacar setelah dosen perempuan yang paling dibencinya keluar dari ruangan.Ia bersumpah akan mengutuk setiap hari agar dosennya itu single seumur hidup karena sifatnya yang arogan dan mengerikan itu.Yang benar saja!Project yang sebelumnya saja belum selesai.Dia sudah memberikan tugas riset yang baru tentang hukum dalam pemerintahan.Memangnya dia pikir semua lulusan jurusan hukum mau mengambil bagian dalam pemerintahan apa?Kalau dia mau ambil bagian perceraian doang gimana?

“Ya…mukamu jangan ditekuk seperti itu..”Gurau Anne…sahabatnya di jurusan hukum.

“Kau sih enak..project sebelumnya sudah selesai dikebut..Aku?masih ada 3 PR dari 3 kelas yang berbeda..Bisa gila sebelum wisuda!!!”

“Siapa suruh kau selalu menunggu deadline baru mengerjakan..Makanya..pindahlah ke apartemenku.”

“aku betah tinggal bersama sahabat-sahabatku.”Jawab ShinHye…dan memulai hidup bersama WonBin oppa tentunya.

“Kalau begitu itu masalahmu…Kalau kita satu apartemen kan akan banyak yang membantumu.”

“Tenang saja,Anne..Aku pasti bisa menyelesaikan semua ini.Suatu saat lagi.”

Anne memang sudah berulang kali mengajaknya untuk tinggal bersama.Apartemen khusus untuk anak hukum begitu sebutan ShinHye untuk tempat tinggal temannya itu.Karena semua yang tinggal dalam lantai Anne memang anak hukum sehingga mereka bisa saling bahu membahu mengerjakan tugas.

Sedangkan dia?Rhie mungkin bisa membantu dalam masalah politik sedikit.Tapi diantara ketiga sahabatnya itu tentu saja tidak ada yang bisa menjadi tutornya atau mengajarkan banyak hal secara mendalam.Apalagi mengerjakan tugas bersama.Jelas tidak mungkin…Yang ada desain interior,psikologi dan fashion tercampu aduk dalam tesis hukumnya…

“sudah mau pulang?”

“Ne..Masih mau membereskan rumah.Kan kemarin baru pindah.”

“kapan-kapan aku akan mampir ke sana.Berikan saja alamatya.”

“er…aku sendiri belum hafal…Nanti saja kalau sudah rapi ..”Kilah ShinHye..Yang benar saja..Bisa dibunuh HongKi dia….Lagipula itu akan membuat beban Rhie semakin berat..dan lagi…dia masih belum mau membagi fakta bisa melihat WonBin secara bebas.

“Ya sudahlah…Aku juga mau pulang…Selamat mengerjakan tugas.”

“Sial kau..ne..sana Gaa..Gayo..”Seru ShinHye.

Cewek itu merogoh tasnya untuk mencari kunci mobilnya.Mengecek handphonenya sekilas. Er..tumben JinJi masih belum menelpon atau mengirimkan sms untuknya?Padahal sebentar lagi kan jadwal kuliah cewek itu,masa tiba-tiba JinJi menjadi rajin dan mau menggunakan bus?

Mustahil…tapi ya sudahlah..mungkin malah JinJi malas untuk masuk kelas hari ini dan menjadikannya hari libur local..Hehehe….Lebih baik dia pulang dulu untuk melihat keadaan dan melihat WonBin tentunya..

***

“Kumawo HongKi-ssi”Ujar JinJi begitu turun dari mobil.

“Nenene…Sana cepat masuk..Sudah capek-capek mengantar,masa kau masih telat juga.”

“Tenang..kelas baru akan mulai 15 menit lagi.”

“Oh…terserahlah..Jangan lupa menghubungi temanmu untuk menjemput.Aku jelas tidak akan ke sini lagi.”

“Arraso..”Jawab JinJi setengah kesal.Memang mustahil mengharapkan seseorang seperti HongKi menjadi gentleman dalam semua tindakannya.Berharap Cuma akan membuatnya lelah..

“Mungkin ini juga terakhir kalinya aku mengantarmu.”

“Arraso…”

“Ah..ye…dan usahakan jangan terlalu berisik nanti saat kau pulang.Aku hampir tidak bisa tidur kemarin.”

“Arrasoyo…”Jawab JinJi tambah geram.Namanya juga orang pindahan!!!Sudah gak membantu apa-apa malah masih sempat-sempatnya protes.

Tapi sebenarnya cowok itu kan punya sisi baik, buktinya ia mau mengantarkan dia ke kampus. Walaupun dengan alasan sekalian jalan ke radio youngstreet sih karena kebetulan dia menjadi bintang tamu dari HeeChul. Tapi tetap saja..Intinya,dia kan tetap diantarkan dengan selamat sampai di kampus. Cowok itu cuek saja dengan pandangan orang yang mungkin salah sangka mengira mereka memiliki hubungan.Padahal JongHun dan Rhie saja yang notabene seharusnya terlihat mempunya hubungan masih belum go public.

Cewek itu segera beranjak masuk ke dalam universitasnya setelah mobil HongKi hilang dari pandangan;Merenung ..entah harusnya ia merasa senang atau malah merana karena kenyataan ini.

Well,ia memang bisa dekat dengan HongKi karena insiden Rhie,tapi rasanya setelah mengetahui dengan jelas peringai HongKi(walaupun sudah lama juga Rhie mengatakan hal yang sama). Rasanya berbeda…Ia jelas lebih suka membayangkan imajinas-imajinasinya yang lama daripada menghadapi the real bad manner HongKi.

“Sudahlah..Fokus JinJi…Setelah ini ada ujian!!!”Gerutunya…Ia berjanji pada dirinya sendiri akan mengganti jam kelas malam setelah ini.

Ia mengirimkan sms kepada ShinHye untuk memberitahu kalau dia tidak perlu diantar karena sudah sampai di kampus. Cewek itu yakin nanti malam pasti seru karena ia akan menjadi center untuk bercerita tentang bagaimana caranya HongKi mau mengantarnya ke kampus…Hehehehe

***

“Aigoh….Benar –benar lapar…”Keluh MinHee. Dari tiba sampai sekarang,Ia sibuk membereskan seluruh barang bawaannya dan akhirnya tidak bisa tertidur. Rhie sudah mengatakan bahwa setengah dari kamar ini adalah miliknya.Jadi ia menggunakan bagiannya dengan maksimal.

Ia setengah berpikir akan meminta Rhie menjual tempat tidur double yang ada di kamar itu kemudian membeli 2 tempat tidur single agar terpisah. Dia dan Rhie sama-sama tipe yang akan menyebar barang kalau musim ujian dan kadang membawa laptop sampai tertidur. Mengantisipasi jelas lebih baik.

Melihat ke dalam kulkas membuatnya semakin kecewa…Benar-benar baru pindahan. Di dalam kulkas bahkan tidak ada sekaleng soft drink sama sekali. Tidak ada sesuatu yang bisa dimakan. Bahkan tidak ada mie cup ataupun mie korea yang bisa ia masak.

Kalau diingat-ingat,ia tadi kan sempat melihat kafe di bawah. Tidak ada salahnya membeli segelas frappucino untuk menemaninya menunggu seluruh penghuni apartemen ini pulang. Untung besok dia sudah mulai kuliah lagi. Ternyata ada sendirian di apartemen rasanya memang tidak menyenangkan. Beruntung ia bisa pindah bersama Rhie. Bagaimana jadinya kalau ia memaksa tinggal sendirian di bekas apartemennya dan SooYun?

Dengan perlahan,cewek itu membuka pintu apartemen,mengintip sedikit untuk melihat apakah ada orang di koridor. Ada sesosok cowok yang sepertinya ia kenal sedang berjalan dari arah lift menuju ke kamar apartemen persis di depannya.

“MinHwan-ssi?”Pekik MinHee kaget, tidak bisa menyembunyikan dirinya lagi. MinHee agak menepuk kepalanya..Aduh..kenapa mulutnya tidak bisa ditahan sih? Rhie kan bilang kalau ia tidak boleh diketahui.

Keduanya terlonjak bersamaan dan saling mengamati satu sama lain.

Astaga…kenapa cowok itu bisa ada di sini?Di apartemen baru Rhie? Apa jangan-jangan ini orang tidak terduga yang disebut-sebut oleh Rhie tadi?

“Dugun…Dugunseyo..”

“Choi MinHee. Ehm..aku unnienya Rhie.”

“Bagaimana mungkin,nama keluarga Rhie kan Kim.”

“Bukan secara harafiah…Aku sunbaenya dan temannya dari kecil.Kami sudah seperti saudara kandung.”

“Jangan-jangan kau fans yang menyelinap ya?”

“Aniyeyo…Cinca aniyeyo…Aku unnienya Rhie.”

“Aku akan menelpon Rhie untuk memastikan.Kau..jangan bergerak ke manapun.”

MinHee menunduk tanpa bisa menjawab lagi.Yang benar saja…dia disangka stalker. Mungkin ini alasan mengapa Rhie menyuruhkan bersembunyi dulu sampai Ia pulang.Aduh,…Rhie cepatlah pulang!!Kemana sih dongshaengnya itu?Katanya Cuma ada 1 kelas hari ini…..Jangan bilang ia kembali ke kantor Vogue untuk bekerja lagi.

“Kau lebih baik masuk ke…er…Kamar apartemen bagianmu.Aku akan menunggu Rhie di luar.Jangan muncul kecuali Rhie sudah pulang.”Ujar MinHwan mencoba berpikir…Ia harus menyembunyikan cewek itu.

“Ne,mianhe…”Ujar MinHee lemah kemudian kembali berusaha membuka pintu yang ditutupnya.”Ye?Kok gak bisa dibuka.”Gumamnya.

“Weyo?Kenapa kau tidak cepat masuk?”

“Pintunya tidak bisa dibuka.”

“Memang tidak bisa dibuka dari luar. Kemana kunci yang kaugunakan untuk masuk?”

“Er..tertinggal di dalam.”

MinHwan memegang kepalanya yang tidak pusing.Astaga…cewek di depannya sepertinya punya gen ceroboh seperti Rhie. Benar-benar hebat..

“Sekarang kau masuk ke apartemenku.Bagaimanapun caranya,kita harus menyembunyikanmu.”

***

“Ye?Ah…MinHwan oppa..Dia adalah unnieku.”Ujar Rhie buru-buru.

“Unniemu?tapi kau tidak mengatakan bahwa ada orang yang akan datang.”

“Mianhe..Aku akan segera pulang.Tolong jangan apa-apakan unnie,Ne..Ah..Dan jauhkan sementara dari HongKi oppa.”Tutup Rhie.Cewek itu segera berlari ke luar gedung universitasnya. Aduh..tahu bakal ada masalah seperti ini,dia tidak akan menerima konsultasi tadi.

Handphone di tasnya tiba-tiba bergetar lagi.Setengah terlonjak,cewek itu segera mengangkatnya.”Yoboseyo?”

“Yoboseyo..Je..Jonun..”

“JongHun oppa?Ah..Mian soal keributan yang ada di dorm.Aku akan segera pulang dan membereskannya.”

“Keributan yang ada di dorm?”

“Oppa belum tahukah?”

“Belum..Aku belum pulang dari pemotretan .Kau sekarang ada di mana?”

“Sedang menunggu bis di dekat univ…Aku akan cepat,oppa..”

“Kau tunggu di sana.Aku akan menjemputmu.”

“Aniyo..Kuichana…Aku bisa sendiri.”

“Akan lebih cepat kalau aku menjemputmu.Tunggulah sebentar.Kurang dari 5 menit aku akan sampai.Aku ada di dekat situ..”

“JongHun oppa..”Panggil Rhie..”ah..dimatikan..Padahal naik bis pasti lebih cepat.Bisnya saja sudah sampai.”Gerutunya.

Sambil menunggu,ia mengeluarkan ipod dari dalam tasnya dan menekan tombol play. Bisa dikatakan hari ini masih beruntung…Yang menemukan MinHee unnie adalah MinHwa,walaupun cowok itu kaget dan mungkin agak marah..Tapi ia tidak akan melakukan sesuatu yang ekstrim. Cowok itu bahkan tidak sempat meneriaki unnienya itu maling kan?

Coba saja kalau yang menemukan HongKi oppa..Pasti sudah habis..dan dia harus menerima sejam lagi curahan berkat menggunakan nada tinggi yang dikeluarkan oleh HongKi kemarin. Memikirnya saja sudah merinding.

Lagipula apayang dilakukan unnienya sih?Kok dia bisa tiba-tiba terlihat oleh MinHwan?

“Ayo cepat naik..”Panggil JongHun segera setelah menghentikan mobilnya di samping Rhie.

“Ah ne..Kumawoyo..Maaf lagi-lagi aku merepotkan.”

“Rhie-ah…Coba ambil kantung cokelat yang ada di kursi belakang.”Ujar JongHun tiba-tiba.

Rhie menuruti perkataan cowok di sebelahnya dan mengambil benda yang ada di belakang kursinya.”Untuk apa ini?”Tanya Rhie saat melihat sebuah kotak kaca yang terlihat langsung ada kalung dengan insial J&R di dalamnya.

“Tentu saja untuk kau gunakan.Tadinya aku mau membelikan cincin couple,tapi aku tidak bisa memilihnya sendiri.Bukannya hal ini biasa untuk orang pacaran?”

“Tapi kita kan..”

“Harus terlihat pacaran di depan public.Besok kau ada acara?Aku mau mengajakmu ke pemotretan. Di sana orang-orang bisa mulai melihat bahwa aku sudah memiliki pacar.”

Cewek itu menatap JongHun tidak percaya.Apa harus secepat ini?Jujur saja..dia belum siap kalau harus mengenalkan dirinya ke public sebagai pacar cowok itu.Dia tidak suka tiba-tiba menjadi orang yang disorot oleh dunia.

“Rhie-ah..Aku tidak akan memaksa kalau kau keberatan..Maksudku..masih banyak kesempatan lainnya.Tidak ada bedanya kau muncul sekarang atau nanti.Ini hanya masalah waktu.”

“Aku akan pergi besok..Tidak ada salahnya muncul ke pemotretanmu.Lagipula aku hanya perlu mengumpulkan tugas desain ke kampus.” Jawab Rhie pada akhirnya. Tidak bisa..Ia tidak bisa terus-menerus memanfaatkan kebaikan JongHun. Kapan ia menebus kesalahannya kalau begitu?

“Baiklah..Kita akan berangkat bersama-sama.AKu akan mengantarmu ke kampus setelah itu kita ke pemotretan.”

“Ah..tidak perlu…”Ujar Rhie buru-buru.Gila..membawa JongHun ke kampusnya merupakan hal yang lebih mengerikan lagi…Bagaimana jadinya kehidupan kuliahnya selanjutnya? Bisa-bisa ia tidak tenang karena tindakan para primadonas.

“Aku akan melakukannya.Sepertinya aku benar-benar menyukai fakta bahwa kita berpacaran.”

Rhie hanya bisa meringis..Dia tidak tahu harus bereaksi apa,senang karena JongHun menyukai status pacaran yang mereka buat atau malah miris karena semua ini kan hanya buatan…

***

“Kau mendengar ada keributan?”Tanya JaeJin kepada JiNa yang kebetulan tiba di apartemen pada saat yang bersamaan.

“Keributan?Aniyo…”

“Seharusnya hanya MinHwan yang ada di rumah.”Gumam JaeJin. Cowok itu membuka pintu apartemennya.

“Ya…Kau JiNa..ehm..apa kau mengenal dia?”Tanya MinHwan sambil menunjuk MinHee seketika ketika pintu terbuka.

JiNa menggeleng.Dia memang tidak pernah bertemu dengan MinHee karena tidak pernah satu sekolah atau memiliki hubungan apapun. Rhie juga tidak pernah mengajaknya hang out bersama . Jadi jelas ia tidak tahu.

“1 orang mengatakan ia tidak mengenalmu.”

“Tapi aku benar-benar unnienya Rhie.”Ujar MinHee bersikeras.Astaga..apa sih yang harus ia lakukan agar cowok di depannya ini percaya.Padahal dia kan sudah menelpon Rhie.

“Siapa dia?”Tanya JaeJin penasaran.

“Tadi kan hyung sudah mendengarnya.”Jawab MinHwan.”Aku membawanya kemari agar tidak ada yang melihatnya.Tidak HongKi hyung tidak juga wartawan.”

“Ada apa?”Tanya WonBin saat melihat kerumunan orang begitu ia membuka pintu, ShinHye mencoba mengintip di belakangnya.

“Ah..Kau..Apa kau mengenal dia?”Tanya MinHwan lagi kepada ShinHye.

“Aniyo..”Jawab ShinHye pasti.

“Percuma kalau kau menanyakan pada mereka. Yang mengenalku hanya Rhie dan JinJi.” Jelas MinHee lemah.Ia kan memang dekat dengan Rhie dan hanya pernah bertemu dengan JinJi,tapi teman-teman Rhie lainnya tidak banyak yang ia ketahui.Hanya pernah mendengar Rhie bercerita, tapi tidak benar-benar bertemu.

“Aku pulang.”Seru JongHun setelah membuka pintu.Dia satu-satunya yang tidak surprise melihat apa yang terjadi.Rhie mengikuti di belakangnya dengan senyum ragu kecil.

“Aku kan sudah bilang di telepon oppa,kalau dia adalah unnieku.”Jelas Rhie.

“Okay..selesai dikonfirmasi.Kalau dia unniemu,lalu apa yang ia lakukan di sini?”

“Mulai hari ini MinHee unnie akan tinggal bersama di kamarku. Ada kejadian mendadak.”

“Kau kan tahu reaksi HongKi hyung seperti apa.”Ujar JaeJin.

“Aku yang akan mengurusnya.”Jawab JongHun santai.”Lagipula apa bedanya bertambah 1 orang lagi?”

“Seluruh dunia boleh tahu kalau kau dan Rhie berpacaran.”Ujar WonBin kepada leadernya, “Tapi mereka tidak perlu tahu kalau ada kawanan yang tinggal bersama di apartemen yang sama.”

“Ini yang terakhir oppa..Sumpah..”Ujar Rhie buru-buru.”Aku tidak membiarkan sembarang orang tinggal bersamaku.Hanya karena dia unnieku dan aku dulu memang sempat berjanji mau tinggal bersamanya,makanya aku melakukan hal ini.”Sambungnya.”Lagipula MinHee unnie tidak akan melakukan hal apapun yang menganggu.”

“Sudahlah..Kalian semua jangan menyudutkan pacarku dan tamunya.”Seru JongHun.”Apa tidak ada yang merasa lapar?”

“Aku belum memasak untuk makan malam,hyung.”Jawab MinHwan menyadari tugasnya.

“Aku yang akan memasak..Sebagai permintaan maaf.”Ujar Rhie buru-buru.

“Aku akan membantu.”Sambung MinHee kemudian mengikuti Rhie kembali ke apartemen bagiannya.

“Well,kalau begitu tidak ada alasan lagi kami di sini.”Ujar ShinHye segera. Ia ingat bunyi hukum yang HongKi sebutkan.Lebih baik tidak mencari masalah sekarang.

“Ne..Anniyong semuanya..”Seru JiNa kemudian menutup pintu.

“Hyung..Apa kau akan selalu membela Rhie?”Tanya JaeJin kepada leadernya yang sekarang malah asyik menyambar gitarnya.

“Apa salahnya?Dia kan pacarku.”

“Kalau dia pacar sungguhan aku tidak akan bertanya..Tapi pacar yang sekarang kan bukan dalam arti yang sesungguhnya.”Ujar MinHwan.

“Apa bedanya?”

“Ya..Kau..jangan-jangan..”Ujar WonBin berasumsi.Ia sudah lama mengenal leadernya dan ia tahu arti dari semua tindakan ini.”Kau serius.”

“Apa kau pikir aku pernah bermain dengan yang namanya hubungan?”Jawab JongHun santai.

***