Casts:

– Yesung

– YoonA

– Eunhyuk

“Yesung, aku punya tugas untukmu,” ungkap Lee So Man pada yesung. “Aku akan memberikan seorang trainee padamu. Kau harus mengajarinya vokal,” lanjut Lee So Man. “Huh? Seorang… trainee? Tapi… tapi aku sibuk,” tolak Yesung. “Jangan beralasan. Lagipula pada kenyataannya kau tak sibuk,” kata Lee So Man. “Tapi presiden Lee, aku.. aku tak bisa dance,” Yesung kembali beralasan. “Tenang. Eunhyuk yang mengajarinya. Dulu Eunhyuk juga tak suka, tapi setelah dua hari mereka selalu makan bersama. Kau cukup mengajarinya vokal. Tak akan sulit. Dia akan mudah memahami. Lagipula dia cantik. Kau akan suka,” Lee So Man menepuk pundak Yesung lalu pergi. Trainee? Cantik?

YoonA berjalan terburu-buru mendahului eskalator. “Oh, aku sudah terlambat,” gumamnya sambil terus berjalan. YoonA menatap jam besar di dinding SM. “Oh, aku terlambat!” teriaknya sambil mempercepat jalan.

“Annyeonghaseo-sungsaenim. Miane, aku terlambat,” YoonA membungkukkan badan 90 derajat. Yesung yang sedang memainkan piano, langsung berdiri. “Kau terlambat lima menit tiga puluh lima detik. Apa kau tahu aku sangat sibuk. Kau datang dengan terburu-buru, nafasmu tak beraturan. bagaimana kau bisa latihan vokal?” Yesung langsung menyemprot YoonA dengan banyak teguran. “Miane, sungsaenim…,” kata YoonA. “Cepat atur nafasmu, lalu kita pemanasan,” kata Yesung sambil berjalan menuju pianonya lagi.

“Bagaimana kau bisa debut kalau tiga oktaf saja tak kuat? Istirahat lima menit!” Yesung kembali menyemprot YoonA saat baru beberapa menit mereka latihan. YoonA langsung duduk di sudut ruangan. YoonA teringat sesuatu yang sangat ingin ditanyakannya pada Yesung. “Seungsaenim,” panggil YoonA. Yesung langsung menengok dengan mata serius. YoonA sedikit terkejut. “Apa… Yuri eonnie itu… ah, tak apa,” YoonA membatalkan pertanyaan karena dia tahu Yesung tak suka pertanyaannya. Yesung kembali bermain piano. “Yuri, ada apa dengan Yuri?” tanya Yesung tiba-tiba sambil tetap memainkan piano. “Uh… Yuri eonnie itu… yeojachingu….” ‘bukan. Dia bukan yeojaku. bukan lagi,” belum selesai YoonA bertanya, Yesung sudah menjawab. YoonA membentukkan mulutnya seperti huruf o. “Bukan lagi? Maksudnya?” YoonA mulai tertarik. “huh…. Sekarang kau minta aku untuk bercerita. Tapi tak apa asal kau bisa jaga rahasia. Kalau kau menyebarkannya, aku tak akan mengajarmu lagi,” kata Yesung sambil berbalik ke arah YoonA. Yesungpun mulai bercerita panjang lebar.

“Sungsaenim, jeongmal kamsahamnida untuk hari ini. Untuk besok… jam berapa aku harus datang?” tanya YoonA sambil mengemas tasnya. “Um…. Eunhyuk akan mengajarmu jam berapa?” yesung bertanya balik. “eunhyuk oppa, akan mengajarku jam…. sekitar jam sembilan pagi sampai jam dua belas siang,” kata YoonA. Dia memanggil Eunhyuk dengan sebutan ‘oppa?’, batin Yesung. “Jadi… jam berapa?” tanya YoonA. “Jam setengah satu. Bagaimana?” usul yesung. “Oh…. Ne. Tapi jangan salahkan aku bila terlambat. Karena mungkin aku akan makan siang bersama Eunhyuk oppa dulu. Kalau begitu…. annyeong sungsaenim. Kamsahamnida,” YoonA membungkuk lalu pergi. Yesung masih memandangi YoonA dengan heran. “Dia memanggil Eunhyuk dengan sebutan ‘oppa’? Kenapa aku dipanggil ‘sungsaenim’?” gumamnya. Tanpa sadar, rasa cemburu mengelilinginya.

Yesung masih memikirkan YoonA saat sudah sampai di dorm pribadinya. Nama Eunhyuk dan YoonA selalu disebutnya. Terkadang dia sebut namanya sendiri dan YoonA. Yesung langsung mengambil ponsel di luar kesadaran dan menelpon Eunhyuk. “Yeoboseyo. Wae, hyung?” mulai Eunhyuk. “Eunhyuk-ssi, ini tentang… seorang trainee yang bernama YoonA,” kata Yesung dengan gugup. “Oh, kau juga mengajarnya? Wae, hyung?” tanya Eunhyuk lagi. “Aku hanya ingin bilang, kau… jangan dekat-dekat dengannya,” itu semua Yesung katakan di luar kesadaran. “Mwo? Wae? Kau cemburu, hyung?” Eunhyuk menjadi heboh. “Aniyo…. Tapi makan bersama dengan seorang trainee…. bukankah itu over? Lagipula… bisa-bisanya dia memanggilmu ‘oppa’?!” Yesung beralasan. “Ah….. Bilang saja kalau cemburu, hyung. Aku akan bantu,” goda Eunhyuk. “Ya!” Yesung membantah. “Hehe….. Iya-iya…. Ada lagi?” kata Eunhyuk di sela tawa. “Ah, ani. Itu saja. Annyeong,” Yesung menggaruk kepalanya. “Annyeong!”

***

“Annyeong, sungsaenim!” sapaan YoonA membangunkan Yesung dari lamunannya. “Oh, YoonA. Kau… kenapa tidak terlambat? Bukankah seharusnya kau makan dengan Eunhyuk?” tanya Yesung sambil tanpa sadar merapikan rambutnya. “Ah, tadi Eunhyuk oppa membatalkan janji. Katanya akan ada yang cemburu. Apa dia punya yeojachingu?” tanya YoonA dengan polos. Eunhyuk, BABOYA!!!!!!!! “Ah, jangan tanya aku,” Yesung langsung memalingkan wajah.

Yesung tak bisa fokus mengajari YoonA. Dia selalu melamun saat tak sengaja menatap mata cantik YoonA. “Sungsaenim, apa kita harus istirahat dulu?” tanya YoonA. “Oh, iya. Istirahat saja dulu,” Yesung langsung mengambil botol minumnya. Oh…

“Sungsaenim, tadi Eunhyuk oppa menyuruhku untuk memanggilmu ‘oppa’. Dia bilang kau cemburu. Ada apa?” tanya YoonA tiba-tiba. “Mwo? Ah… terserah mau memanggilku apa,” kata Yesung. “Oh….”

***

“Hyung, kalau kau menyukainya… bilang saja,” kata Eunhyuk lewat telepon. “Jinja?” kata Yesung yang mulai pasrah. “Kau mengaku!” Eunhyuk tertawa. “Hyung, katakan saja!”

***

“Annyeong, sungsaenim! Miane, aku terlambat!” YoonA terlambat lagi. Yesung langsung berdiri sambil menyembunyikan mawar di belakang punggungnya. “Apa itu?” tanya YoonA. “Um…,” Yesung langsung memberikannya. “Mwo?” YoonA kaget. “YoonA, saranghae!” teriak Yesung. “Sung… saenim?” YoonA masih tak percaya. “Jangan panggil aku sungsaenim ataupun oppa! Panggil aku yeobo!” kata Yesung. YoonA tersenyum. “Sungsaenim,” kata YoonA. “Yeobo,” bantah Yesung. “Ah…. Yeobo,” kata YoonA. “Kau menerimaku?” tanya Yesung. “Kau yang menyuruhku memanggilmu ‘yeobo'” kata YoonA. “Aish!”. “Aku terima…”. “Jinja?” Yesung tak bisa menahan senyum. “Ani.” “Mwo?” Hehehe…. bercanda. Yesung sungsaenim, na ddo saranghae!!!

***

Miane kalau terlalu pendek atau kurang bagus….. Don’t be silent reader!