Author: Nisa- Eyl

Title: Love Don’t Leave

Genre: Romance

Rating: PG +17

Cast: Cho Kyuhyun, Choi Si Won, Shara Jo/Jo Jin Hye

Status: On Going!

A/N: Sebelumnya maaf buat para SparKyu, aku bikin Kyu disini sedikit menderita, Mianhada…

_________________________________

Mereka saling berpikir dalam diam. Kedua pemuda itu sibuk dengan pikirannya masing-masing…

“jadi, apa yang ingin kau bicarakan?” Tanya Kyuhyun langsung.

Si Won mendongak. Memandang kea rah Kyuhyun yang sedang berdiri di depan jendela, menatap lurus ke depan… tidak memandangnya sedikit pun…

Si Won tidak langsung menjawab. ia beranjak dari kursinya dan berjalan perlahan menghampiri adiknya itu…

“aku, ingin meminta tolong padamu”

Kyuhyun menoleh sekilas, masih menunjukan ketidaktertarikannya

“tolong jaga Shara, lusa… aku akan terbang ke Prancis, aku akan berada disana cukup lama” Si Won sedikit menunduk, “aku tahu, kau adalah orang yang paling tepat… tidak ada yang bisa menjaga Shara sebaik dirimu”

Kyuhyun tertawa kecil, kemudian mendelik kea rah Si Won, “aku bisa saja menjaga Shara, tapi… aku tidak menjamin jika hatinya akan ikut terjaga”

“maksudmu?”

“kau tidak takut? Kalau… Shara akan berpaling padaku? Aku mencintai calon tunanganmu Choi Si Won, kau lupa? Ah kurasa konyol jika kau melupakan hal penting itu”

Si Won terdiam. Ya, ia tahu itu. Kyuhyun memang sangat mencintai Shara… sejak dulu. Ia membuang nafas pelan, menjernihkan pikirannya. Ia berusaha meyakini dirinya sendiri, kalau Shara Jo… akan mencintai dirinya sampai kapan pun…

“tidak, aku percaya padanya” ucapnya berusaha tenang

Kyuhyun tersenyum licik, “kalau begitu… mau kah kau memberiku kesempatan untuk membuatnya jatuh cinta padaku? Deadline, sampai kau kembali ke Korea… bagaimana?”

Nafas Si Won tertahan. Kesempatan? Ck, meskipun dia sangat percaya pada Shara, tapi ia tidak bisa memungkiri kalau ia juga takut. Ya, ia takut jika Shara akan jatuh cinta pada adiknya…

“bagaimana? Kau sendiri kan yang bilang kalau kau mempercayai Shara”

“silahkan jika kau bisa…” pernyataan itu terucap begitu saja tanpa Si Won sadari. Membuat ekspresi wajah Kyuhyun berseri seketika…

“Jinjja?”

Si Won berdeham kecil, “ya, silahkan jika kau bisa melakukannya…”

Kyuhyun terkekeh pelan, “Ok, jika aku berhasil… persiapkan dirimu untuk kehilangan seorang Shara Jo, deal?”

Nafas Si Won tercekat. Kehilangan Shara? Sedetik pun ia tidak pernah memikirkan hal itu. Ia mendesah pelan, berusaha tenang… itu tidak mungkin terjadi. Ya, tidak akan mungkin…

deal

Ok, kebodohan apa ini? Menyetujui kesepakatan yang jelas-jelas berbahaya untuk disepakati…

Kyuhyun tertawa renyah, meninju bahu Si Won pelan, “terimakasih, hyung…”

Eh? Hyung?

***

Sekitar 1 jam lagi, pesawat Si Won akan take off

“jaga dirimu disana” ucap Shara sambil merapikan mantel Si Won. Si Won hanya menyunggingkan senyum getir, sesekali melihat kearah Kyuhyun yang sedang terduduk di kursi, sibuk dengan handphonenya…

“ya, pasti… emh, Shara, apa kau mau berjanji padaku?”

“apa?”

Si Won membelai lembut pipi Shara, “tetaplah mencintaiku, pastikan… kau tak akan berpaling dariku, meskipun aku tak ada dalam pandanganmu, apa kau bisa?”

Shara terdiam sejenak. Pernyataan apa macam itu? Tanpa diperintah pun… Shara akan melakukan itu…

“tentu saja, kau tidak usah khawatir” ucap Shara sambil tersenyum. Berharap senyumnya akan menghilangkan kekhawatiran kekasihnya…

***

Kyuhyun memasang wajah tak pedulinya. Mendengus sesekali. Ketika pria berambut putih di makan usia itu menatapnya garang…

“dengan berat hati, saya memutuskan untuk mengeluarkan anda dari sini Choi Kyuhyun”

Kyuhyun mendelik. Drop out? Wah, menyenangkan sekali. baguslah, dengan begitu ia tak perlu membuang waktunya dengan percuma di Universitas bodoh ini. Ya, itu benar.

Kyuhyun tertawa mengejek, “terimakasih, karena memang itu yang aku inginkan” ucapnya santai, ia beranjak dari kursi, “baiklah, ku rasa urusanku disini sudah selesai” tanpa berkata apa-apa lagi ia pun melenggang pergi meninggalkan pria itu…

“ah..” ia seakan teringat sesuatu yang penting, dengan cepat ia menoleh, “jika suatu hari nanti kita bertemu, ingatlah aku sebagai Cho Kyuhyun, bukan Choi Kyuhyun. Ok?” Kyuhyun menyunggingkan senyumnya lalu melanjutkan langkahnya dengan semangat. Baiklah, setidaknya satu dan sekian hal memuakan dihidupnya perlahan menghilang…

***

Shara terdiam dengan gelisah. Agak tidak terbiasa dengan semuanya. Choi Si Won… sudah pergi beberapa hari yang lalu. Dan sampai sekarang, ia belum menghubunginya lagi lewat telepon. Padahal, ia sangat merindukan suara pria bersenyum indah itu. Amat sangat…

Ia butuh suara pria itu mengalir di gendang telinganya meskipun hanya beberapa detik. Setidaknya itu bisa membuatnya sedikit bersemangat menikmati hari

Tadi malam, Si Won hanya mengirim sebuah e-mail singkat. Dia bilang, dia sangat sibuk disana. Jika rencana awal Si Won berkata akan menetap di kota Paris, ternyata ada perubahan, dia dipindahkan ke kota Marseille. Kota yang terkenal dengan pemandangan pantainya yang indah…

“eonnie, ini diminum” Ran datang dengan segelas Teh madunya, Ia menyimpan cangkir berwarna green lime itu diatas meja sang atasan

Shara hanya menyunggingkan senyumnya, “terimakasih” ucapnya singkat

Ia meniup asap yang mengepul dari cangkir itu, menyesapnya perlahan…

“sepertinya eonnie beberapa terakhir ini terlihat sedikit gelisah, ada apa?” Tanya Ran

Ia duduk di sofa, tak mengalihkan pandangannya dari gadis cantik itu. Sepertinya perubahan yang ada dalam diri Shara sangat kentara, sehingga orang-orang bisa menebak dengan mudah keadaanya sekarang

“aku…” ia mendesah pelan, sedikit tertunduk, “aku hanya merindukan Si Won, hah… dia belum menghubungiku dan aku sangat merindukannya, kau tahu?”

Ran terkekeh. Ah, keadaan yang sangat biasa dialami sepasang kekasih. Saling merindu ketika terpisah oleh jarak, pikir Ran…

“wajar saja, jika aku menjadi eonnie, mungkin aku pun begitu” ucapnya, ia pun menyesap Teh madunya…

“tapi, rinduku ini sudah memuncak, aku benar-benar butuh melihat wajahnya sekarang, ah… tidak usah wajahnya, minimal suaranya… aku benar-benar merindukannya” Shara terkekeh pelan, “astaga, tingkahku remaja sekali ya?” ucapnya geli

Ran menggeleng, “tidak apa-apa eonnie, itu wajar. Aku bisa memakluminya… lagi pula, ini kan kali pertama eonnie berpisah dengan Si Won oppa dalam waktu yang cukup lama, hanya butuh sedikit pembiasaan” komentar gadis jepang itu

“ya, kau benar…” ucapnya pelan, pembiasaan? Boleh juga… sepertinya memang seperti itu

***

“ini…” Kyuhyun menyodorkan kunci mobil itu diatas meja, membungkukan badannya, berterima kasih…

Kinsley memicingkan kedua mata bulatnya, “maksumu apa?” tanyanya heran

“aku mengembalikan mobil yang nona berikan, terimakasih dan… mulai sekarang, aku tidak akan menerima bantuan dalam bentuk apa pun darimu nona” Kyuhyun mendesah pelan, “aku akan hidup dengan caraku, aku tidak ingin menjadi benalu untuk siapa pun… termasuk anda”

Kinsley terdiam dalam bingung. Ia benar-benar tidak mengerti perkataan pemuda ini.

Ia menarik tangan Kyuhyun, menyuruh anak manisnya duduk di sebelah, “duduk, dan jelaskan padaku…”

“sebelumnya… aku meminta maaf padamu, aku sudah memutuskan untuk berjuang sendiri untuk hidupku… aku sudah memikirkan itu matang-matang, dan rasanya itu adalah langkah yang tepat” Kyuhyun tersenyum getir, “aku tidak akan menerima bantuan apa pun lagi dari anda, sudah terlalu banyak yang sudah anda berikan padaku”

Seketika wajah Kinsley memucat. Apa itu artinya… pemuda ini akan meninggalkannya juga? Ia benar-benar tidak bisa! Tidak ingin jika pemuda ini tidak lagi disampingnya. Selama ini, ia memberikan semua yang ia butuhkan, memang benar tujuannya tak lain dan tak bukan adalah untuk menahannya! Tapi sekarang? Ia sudah memutuskan untuk tidak lagi menerima fasilitas yang ia berikan… Kinsley benar-benar takut

“tidak, itu artinya kau akan pergi dariku kan?” Kinsley berujar histeris, matanya semakin melebar, tidak cukup siap mendengarkan kalimat selanjutnya yang akan pemuda ini ucapkan, “kau akan pergi dari sisi ku Kyuhyun?”

Kyuhyun terdiam. Sebenarnya, iya… ia ingin sekali pergi dari sisi wanita ini. Sangat ingin… tapi…

“tidak, kau tenang saja nona, aku kan hanya memintamu untuk tidak memfasilitasiku lagi, bukan meminta ijin agar aku pergi jauh darimu… benar kan?”

Kinsley terdiam, perlahan ia memeluk pemuda itu…

“terimakasih, jangan pergi dariku, ku mohon…”

“Ne…”

“Saranghae”

***

Brak!

Suara gaduh sudah terdengar pukul 8 pagi di apartment keluarga Choi.

Terlihat seorang pria berwajah bengis itu mendorong meja kayu sampai terjungkal. Ia seakan kesetanan ketika melihat ‘anak bungsunya’ itu berkeliaran di apartment miliknya…

“kau tidak usah berlebihan seperti itu tua Bangka! Aku kesini hanya akan mengambil barangku!” teriak Kyuhyun tepat di depan wajah pria tua itu

“tapi aku tidak sudi melihat wajahmu lagi!”

“memangnya aku sudi ha? Aku lebih baik terkena katarak mendadak daripada mendapati dirimu lagi dalam pupil mataku! Pria bajingan” Kyuhyun mendorong pria paruh baya itu hingga agar menyingkir…

Dia menyeret koper berisi semua pakaiannya. Hari ini ia memutuskan untuk tinggal di sebuah rumah flat kumuh yang berada di pinggiran kota Seoul. Ia sudah memutuskan untuk memutuskan segala hubungan dengan keluarga Choi. Apalagi dengan laki-laki ini…

“kurang ajar”

Pria itu menarik kemeja Kyuhyun dengan cepat dan…

Buk! Mendaratkan sebuah tinjuan yang lumayan keras tepat dihidungnya. Cairan berwarna merah itu perlahan mengalir tenang…

“kau pikir aku akan diam saja?” desis Kyuhyun sambil mengusap darah yang mengalir dari hidungnya

“apa kau cukup berani melawanku?”

“tentu saja”

Dengan cepat Kyuhyun mencengkram kemeja pria tua itu. Melancarkan tatapan iblisnya, amarahnya terlanjur menjalar ke setiap inci sel otaknya. Ia begitu membenci pria ini. Pria paling bajingan yang pernah ia temui. Pria yang tak lebih dari kotoran, sampah, dan hina!

“lumayan” pria itu menyunggingkan senyuman mengejek

Amarah Kyuhyun semakin tersulut dan dengan cepat ia membantingkan kepalanya sendiri ke kepala pria itu hingga tersungkur

“Demi tuhan aku membencimu! Membencimu sampai ke urat nadi! Aku akan senang jika kau menemui ajalmu lebih cepat! Pria bajingan!”

Buk!

Kyuhyun menendang perut pria itu dengan sangat keras. Pria itu meringis. Ya, ia sadar kalau umurnya sudah tua. Tubuhnya sudah mulai reyot, dan ia yakin kalau ia akan kalah telak jika melawan anak laki-laki sialan yang sekarang sudah tumbuh dewasa menjadi pria yang cukup menakutkan…

Mungkin saja, selama ini ia tidak melawan karena… kehadiran Choi Si won? Anaknya yang masih menganggap pemuda menakutkan ini sebagai adiknya. Ya, meskipun kenyataannya tidak seperti itu…

“aku ingin membunuhmu detik ini juga, tapi aku masih waras dan masih punya hati…” desisnya tajam

Dadanya sesak. Ia benar-benar terlempar ke masa lalu ketika melihat wajah pria ini. Ya, pria yang telah membunuh ibunya… ia ingat betul, bagaimana pria ini menikam ibunya hingga tewas. Dan dia membayar seseorang untuk dijadikan tersangka palsu… dan kabarnya, orang itu sekarang sudah meninggal. Sementara dia? Masih bisa berkeliaran dengan bebas tanpa beban. Sangat tidak adil…

Choi Joong Geun terkulai lemas sambil meringis memegangi perut buncitnya…

“Ok, sepertinya… membuatmu menderita lebih menyenangkan daripada membunuhmu seketika” ucap Kyuhyun tenang dan tanpa ragu ia meludahi wajah pria yang pernah menjadi ayahnya itu…

***

 Shara berjalan di lantai 4 sebuah flat. Jauh dari mewah… sesekali ia memperhatikan keadaanya. Hatinya terasa ngilu…

Ia benar-benar tidak bisa membayangkan kehidupan Kyuhyun seperti apa disini. Perlahan air matanya jatuh. Ntahlah, ia benar-benar tidak bisa…

Ia tidak melanjutkan langkahnya, berdiri di dekat tangga. Menangis sendirian, ia tidak benar-benar tidak sanggup…

“Noona, kenapa berdiam diri disitu?” suara itu terdengar lebih parau dari biasanya

Shara mendongak, menoleh ke sumber suara. Terlihat sosok yang beberapa hari terakhir menghilang, detik ini ada di pandangannya…

Rindu. Ya, ia sangat merindukan pemuda itu.

Kyuhyun tersenyum. Shara mengusap air matanya, melihat penampilan Kyuhyun yang acak-acakan…

“ayo…” Kyuhyun menggandeng tangan Shara. Mengajaknya pergi…

“Kyuhyun… a, aku…” ia tidak bisa melanjutkan kalimatnya, semuanya seolah tertahan dalam sesak. Shara berhambur memeluk Kyuhyun. Mencengkam erat kaus putih Kyuhyun, ia menangis… ia benar-benar menangis

***

Si Won terdiam, memandangi setiap sudut Kota Marseille yang begitu indah. Sepintas ia menyesal, karena tidak berusaha mengajak Shara untuk pergi bersamanya kesini. Kota ini terlalu indah untuk dilewatkan setiap sudutnya…

Ia menahan dagunya dengan tangan, memandang ke luar jendela. Suara deru mesin bis yang ia tumpangi memenuhi rongga telinganya. Penumpang di dalam tak cukup ramai… ya, kurang dari 10 orang…

Excusez-moi” terdengar seseorang menyapanya, Si Won menoleh… terlihat seorang wanita yang matanya terhalang oleh kacamata hitam berada disampingnya

Si Won mengankat alisnya sedikit, memberikan isyarat ‘ada yang bisa kubantu ?’ pada gadis itu

Pourrais-je rester ici?” Si Won terdiam

Sadar kalau pria tampan yang ada di hadapannya tidak mengerti apa yang ia katakan, gadis itu pun menunjuk jok kosong yang ada di sebelah Si Won

Si Won tersenyum kecil dan mengangguk, mempersilahkan gadis itu untuk duduk di sebelahnya

“merci ” ucap gadis itu, kemudian ia pun duduk. Mereka saling terdiam sejenak. Sementara Si Won tak mengacuhkannya

“Can you speak English?” Tanya gadis itu tiba-tiba

Si Won kembali menoleh, terlihat gadis itu membuka kacamatanya dan… ia pun berani bersumpah, jika gadis gadis yang ada di sebelahnya ini sangatlah cantik…

“Yes, I can…” jawabnya singkat

Gadis itu mengangguk seakan berkata, ‘ooh…’

“Where do you from?” tanyanya, kali ini ia menyunggingkan senyum menawannya.

Si Won terdiam sejenak. Selama ini Shara sering berkata jika senyuman yang ia miliki sangatlah menawan dan menenangkan. Dan kali ini… ia benar-benar paham apa maksud Shara. Baru kali ini ia menemukan senyum semenawan gadis ini. Tidak munafik, ia menyukai cara gadis ini menarik sudut bibirnya…

“Korea, and you?”

Mata gadis itu pun melebar dan bibir kecilnya menganga. Seakan tak percaya dengan apa yang ia dengar. Ia pun menyisir rambutnya kebelakang dengan jari hingga kupingnya terlihat…

“Korea? I think… you’re Chinesse” gadis itu terkikik, mentertawai dirinya sendiri

“No, I’m not…”

“Ok, what is your name?” lanjut gadis itu setelah kikikannya mereda

“Choi Si Won” jawab Si Won singkat, sambil menyunggingkan senyum yang tak kalah sempurna dengan gadis yang ada di sebelahnya…

Gadis itu mengangguk dan mengulurkan tangannya, “Victoria Song, aku juga berasal dari Korea, tapi… sebenarnya aku berdarah China” ucapnya menggunakan hangul yang sangat lancar

Senyuman Si Won semakin mengembang dan ia pun meraih uluran tangan Victoria, “senang berkenalan denganmu”

“Ya, aku juga senang bisa bertemu dengan… orang yang sejenis denganku” ia terkekeh pelan, “ayo kita nikmati hari kita…” ucapnya seraya memejamkan mata, seakan ia terbebas dari sebuah keharusan yang mengekangnya…

Si Won hanya tersenyum, tak lama kemudian handphonennya bergetar dan sebuah pesan dari Kim Heechul muncul

From: Kim Heechul

ku rasa waktu berjalan-jalannya sudah cukup

Si Won hanya tersenyum dan membalas pesan itu dengan cepat

To: Kim Heechul

Ya kurasa begitu, tapi sepertinya aku butuh beberapa jam lagi, ok?

Ia pun menyimpan handphonennya di dalam back pack yang ia bawa.

Menoleh kea rah gadis yang ada di sebelahnya. Sepertinya… ada perasaan yang sangat asing menyelinap kedalam dirinya. Ntahlah, ia pun tidak menyangka ini akan terjadi. Ck, gadis bernama Victoria Song ini terlalu mempesona untuk diabaikan…

“mau kah menghabiskan hari ini denganku?” Tanya Victoria langsung

Ajaibnya, tanpa berpikir apa-apa lagi Si Won mengangguk. Mengiyakan. Menyutujui. Ajakan gadis yang baru ia kenal ini. Ah, ia sadar kalau dirinya… semi berkhianat pada Shara. Tapi mau bagaimana lagi? Pesona gadis ini benar-benar luar biasa… ia tak berdaya seketika. Disisi lain ia merasa menjadi pria bajingan yang tak menepati janji… tapi, disisi lain Ia juga tak ingin membohongi diri sendiri kalau… ia terlalu tertarik pada gadis ini

***

Shara terdiam memandangi langit-langit kamarnya. Ia benar-benar tak menentu. Terlebih lagi… setelah malam kemarin ia bermimpi. Mimpi yang sangat buruk. Tentang… Choi Si Won. I bermimpi, kalau pria itu meninggalkannya. Apa ini dampak karena ia terlalu merindukan pria itu?

Ah tidak, sepertinya Ran benar. Ini hanya masalah pembiasaan. Ya, sepertinya begitu. Ia benar-benar percaya pada Choi Si Won. Pria yang sudah mencintainya selama kurang lebih 2 tahun. Ia tidak mungkin berbuat macam-macam… ia juga tahu betul bagimana Choi Si Won.

Mungkin saja ia terlalu sibuk. Sehingga ia benar-benar tidak punya waktu untuk meneleponnya. Apalagi, Kim Hee Chul, adalah tipikal atasan yang perfeksionis. Jadi, mungkin saja Si Won ingin menunjukan totalitasnya dalam bekerja. Ya, lagi pula… 2 bulan itu hanya sebentar.

Shara berusaha memenuhi otaknya dengan pikiran-pikiran positive yang sebenarnya ia sendiri masih meragukan. Pikiran dan hatinya… benar-benar tidak sinkron.

Ia melirik kea rah jam dinding, pukul 10? Apa ini terlalu awal untuk ia terlelap? Karena ia benar-benar tidak merasakan kantuk. Yang ia rasakan hanyalah kegelisahan yang berkepanjangan yang memaksanya untuk tetap membuka mata… ia benar-benar tidak tahu harus berbuat apa dan ia benar-benar butuh… seseorang

Dengan cepat Shara beranjak dari tempat tidurnya. Mengambil mantelnya, dan meraih kunci mobil yang berada di atas meja…

She need someone, so much…

***

Mereka sedang terduduk di sebuah sofa dengan debu-debu halus di sekitarnya. Sofa itu berwarna abu gelap. Kusam dan ada beberapa bagian yang sudah sobek…

Kyuhyun memandangi Shara dengan lekat. Tak biasanya ia seperti ini. Ia datang ke flatnya dengan menggunakan baju tidur terusan selutut berwarna cokelat muda, juga mantel berwarna cream yang biasa ia pakai…

“jadi, apa yang kau pikirkan noona?” Tanya Kyuhyun. Shara menoleh sedikit, dan tersenyum getir.

Ia cukup bisa mengendalikan diri. Ia tidak mungkin menceritakan apa yang ia rasakan dan pikirkan pada pemuda ini. Ya, tidak mungkin. Karena, yang membuatnya seperti ini adalah Choi Si Won, pria itu telah menyebabkan perasaan rindu yang menyiksa…

“tidak apa-apa Kyu, aku hanya sedang…”

Belum sempat Shara melanjutkan. Kyuhyun sudah menarik gadis itu ke pelukannya. Merengkuhnya. Shara tak berkutik. Meskipun sebenarnya ia sedikit terkejut. Shara membenamkan kepalanya di dada bidang Kyuhyun. Mendengar irama detak jantungnya yang ntah kenapa… ternyata membuat dirinya sedikit tenang…

“tidurlah noona, ini sudah malam” Shara terdiam tak menjawab. Ia pun merangkul pinggang Kyuhyun. Mencoba memejamkan matanya…

Terdengar hembusan nafas Kyuhyun yang menderu menerpa puncak kepalanya. Shara benar-benar merasa… tenang sekarang. Ia pun merasa percaya diri, jika kurang dari 10 menit lagi… pasti ia akan tertidur dalam dekapan hangat pemuda ini…

Kyuhyun mencium puncak kepala Shara. Membenamkan hidungnya di sela-sela rambut hitam kecoklatan milik Shara. Seandainya saja, gadis ini benar-benar bisa menjadi miliknya…

“Aku mencintaimu noona, sangat…” gumannya pelan…

***

“apa kau sudah menghubungi Shara Jo mu itu? Ku lihat… sejak kita datang kemari, kau belum menghubunginya” ucap Hee Chul tiba-tiba, ia mengoles mayones di rotinya

Si Won mendongak pada Hee Chul setelah menyesap espresso nya. Dan…

Ah ya, kenapa dia bisa sampai melupakan hal penting itu? Ia tersenyum kecut, “belum hyung, mmm… tapi sepertinya, aku akan menghubunginya hari ini”

Hee Chul mengangguk dan kemudian melemparkan tatapan jahil yang menuduh, “baguslah, hm… apa kau menemukan gadis yang lebih mempesona dari Shara Jo disini?”

Seketika Si Won tercekat. Ia benar-benar merasa sedang tertangkap basah. Ya. Matanya melebar dan, lidahnya tiba-tiba kelu tak bisa berkata-kata. Ntahlah, ini sedikit aneh. Padahal ia yakin seyakin-yakinnya kalau ia tak berniat sedikit pun untuk berpaling dari Shara Jo…

“kau baik-baik saja?”

“ya, aku baik-baik saja…”

“baik-baik saja setelah seharian pergi dengan seorang gadis cantik berambut gelombang?” sindiran Hee Chul semakin menjadi, ia menyimpan rotinya di piring. Memutuskan untuk menggoda Si Won terlebih dahulu sebelum melanjutkan sarapannya…

“hyung? Kenapa kau…”

“ya, sebenarnya aku kemarin tak sengaja melihatmu sedang berjalan-jalan dengan wanita itu. Hm, kurasa kau menikmatinya jadi ya… kubiarkan saja” ucapnya acuh tak acuh

Si Won hanya terdiam. Benar-benar merasa menjadi pria paling bajingan…

***

“kau di DO dari kampus?!” pekik Hyuna, Kyuhyun hanya mendengus ketika mendengar suara memekakan telinga itu terdengar

“dan kenapa kau tahu aku tinggal disini?” tanyanya ketus sambil memindah-mindahkan Channel TV

“tidak penting aku tahu darimana, dan… ck, aku tak menyangka kalau kau mau tinggal di tempat seperti ini” ujar Hyuna sambil menyapu pandangan ke sekitarnya. Wajahnya menyiratkan rasa jijik yang kentara…

Baginya, tempat ini tak jauh lebih baik dari gudang yang ada di rumahnya. Disini agak gelap dan lembab. Catnya sudah mulai mengelupas dan… hampir semua barang yang ada disini berdebu, kusam, dan… nyaris rusak

Hanya ada ruang tamu yang muat 1 buah sofa butut, di depannya terdapat meja yang sepertinya mulai lapuk serta TV yang ntah keluaran tahun berapa. Jika masuk ke dalam, disana terdapat dapur kecil yang bersebelahan dengan kamar mandi yang sangat sempit. Juga 1 buah kamar tidur yang… sepertinya berantakan seperti kapal pecah. Jika bukan karena Kyuhyun, Hyuna berani bersumpah kalau ia tak mau menginjakan kakinya di tempat ini…

“itu bukan urusanmu”ujar Kyuhyun malas, ia melemparkan remote TV itu ke sembarang tempat dan menghela nafas panjang. Memandang Hyuna skeptis, di pikirannya hanyalah: Cepat kau pergi dari sini, aku malas melihatmu, serius!

“apa pacarmu itu sudah tidak memfasilitasimu lagi? Dan, hm… apa kau masih mau bekerja sebagai, ya… dan ternyata aku masih belum kuasa menyebutkan apa pekerjaanmu”

“gigolo?”

“ya, semacamnya lah, tapi sepertinya profesimu lebih terhormat dari itu” Hyuna menyisir rambutnya dengan jari…

“aku sudah meminta dia untuk tidak memfasilitasiku, dan—“

“apa itu artinya… kau sudah putus dengan wanita tua itu?” Tanya Hyuna antusias

“aku belum selesai bicara” desis Kyuhyun kesal

Hyuna mengangguk, dan mengguman, “Ok… ok, lanjutkan”

“kurasa aku tak perlu melanjutkan” Kyuhyun beranjak dari sofa- atau lebih tepatnya kursi butut dan…

“yak! Apa-apaan kau?” Kyuhyun menarik Hyuna secara paksa dan memaksanya untuk keluar

“aku ingin istirahat, kehadiranmu benar-benar menganggu Kim Hyuna” terangnya santai sambil terus menyeret Hyuna secara paksa. Tak mempedulikan protesan Hyuna, raungan tak jelas, dan pukulan-pukulan serta tendangan kecil yang gadis itu lancarkan

“berhenti Hyuna, kalau begini rasanya aku sedang menyeret anak kucing”

Setelah berhasil menyeretnya keluar, Kyuhyun berusaha menutup pintunya tapi Hyuna menahannya. Ia benar-benar tidak terima di usir seperti ini oleh Kyuhyun

“dasar pria sialan!! Memangnya tidak ada cara lain untuk membuatku keluar dari rumah butut mu ini ha?!” ujar Hyuna sambil terus menahan pintu itu

“sudahlah lain kali kita bertemu aku benar-benar sedang tidak mood!” bentak Kyuhyun mulai kesal

“tidak!”

Kyuhyun mendesah pelan, dan kemudian membuka pintu itu. Matanya mencari mata Hyuna, kemudian menatap gadis itu garang

“kau-“ belum sempat Hyuna menyelesaikan kalimatnya dengan cepat Kyuhyun mendorong gadis itu ke tembok, kesabarannya sudah habis. Gadis ini sudah kelewat memuakan

“dengar! Aku tidak meminta apa-apa darimu! Aku hanya memintamu untuk tidak mengangguku! Ok?!”

***

Kyuhyun mengaduk kopi yang baru ia seduh agar gulanya bercampur. Sesekali menengok kesampingnya. Terlihat Shara sedang memandang wajahnya dengan lekat dan intens. Membuat wajah Kyuhyun merona merah…

“apa yang noona lihat?”

Shara menggeleng, “anniyo, aku hanya heran kenapa kau senang sekali membiarkan rambutmu berantakan” tangan Shara bergerak lembut di atas kepala Kyuhyun. Membelai rambut ikal kecoklatannya yang mulai gondrong…

Kyuhyun tersenyum kecil, “ku kira ada hal penting” Kyuhyun memberikan cangkir berisi kopi itu pada Shara, “maaf, aku hanya punya ini”

“tidak apa-apa, terimakasih Kyuhyun”

“ne…”

Mereka berdua berdiri sambil bersender ke sebuah meja kayu. Kyuhyun menggosok-gosok tangannya. Malam ini cukup dingin… dan dia hanya memakai kemeja abu lusuh yang Ia sediri tidak tahu kapan terakhir memakainya…

“apa noona merindukan Si Won hyung?” Tanya Kyuhyun tiba-tiba. Wajahnya tertunduk, kakinya di gerak-gerakan seolah sedang menggambar sesuatu dilantai kayu yang ia pijaki…

Shara mendongak, merasa ada yang aneh mendengar sebutan… ‘Si Won hyung’

“ya, aku merindukannya…” jawab Shara pendek

Kyuhyun terkekeh pelan, “baguslah… oh ya noona, apa kau tahu? Kalau hyung… mengijinkanku untuk… membuatmu jatuh cinta pada seorang Cho Kyuhyun” sudut bibir Kyuhyun tertarik, menciptakan senyuman yang terkesan jahil dan sedikit menggoda…

Shara terdiam. Mengijinkannya? Apa maksudnya?

“maksudmu?” tanyanya sambil menyimpan cangkir yang ia pegang

Kyuhyun berjalan satu langkah ke depan Shara, menatap matanya, “ya… aku meminta hyung agar memberiku kesempatan membuatmu jatuh cinta padaku. Bukannya aku sering berkata seperti itu pada noona? Membuat noona jatuh cinta padaku. Hah… Aku mencintai noona dan sampai kapan pun pasti akan seperti itu, aku sangsi kalau perasaan yang aku punya akan menguap hilang…” kali ini suaranya melemah, nyaris berbisik

Shara tertunduk, ntah kenapa… hatinya merasa sedih. Kenapa Si Won bersikap seperti itu?

“apa alas an Si Won mengijinkanmu?” tanyanya. Suaranya terdengar agak bergetar…

“alasannya? Karena dia percaya padamu noona…” telunjuk Kyuhyun bergerak menyusuri garis wajah Shara, “tapi, ku pastikan kalau… apa yang dikatakannya itu salah besar”

Shara mengangkat wajahnya, “apa maksudmu?”

simple saja, aku benar-benar akan membuatmu mencintaiku noona… di mulai dari detik ini hingga ia kembali lagi ke Korea” bisiknya seraya menempelkan bibir dinginnya ke bibir wanita itu

Mata Shara melebar ketika tersadar dengan apa yang tengah Kyuhyun lakukan, “Kyu, henti-“

Tak sempat ia melanjutkan perkatannya, Kyuhyun menambah jarak kedekatan mereka. Merengkuh pundak Shara agar tetap pada posisinya, menciumnya dengan lembut… membuat Shara sedikit bergetar. Ada sebuah sisi dalam dirinya yang membuatnya tidak bisa menolak dengan apa yang pemuda ini lakukan… ia sendiri tidak mengerti

Tatapan mereka beradu, dan Kyuhyun terus melanjutkan ciumannya. Tak ingin melewatkan sedetik pun dari moment ini. Dirasakannya hembusan nafas dari bibir Shara yang teratur masuk melalui mulutnya…

Shara sedikit mendesah dan perlahan memejamkan mata. Ntahlah, ia benar-benar kehilangan akalnya sekarang. Ia tahu… kalau apa yang dilakukannya sangatlah murahan tapi…

“mhh, Kyu… aku…” Shara melepaskan ciumannya tapi lagi-lagi pemuda itu berhasil membekapnya dengan manis…

Perlahan Kyuhyun mendorong tubuh Shara ke meja Kayu hingga terbaring. Melepaskan bibir wanita itu selama kurang 3 detik dan melumatnya kembali. Perasaanya kali ini benar-benar bergemuruh dengan hebat, ada suatu keyakinan dalam dirinya kalau Shara juga mencintainya, hanya saja wanita itu tidak menyadari…

“noona, sebenarnya kau mencintaiku” ucapnya tiba-tiba sambil terengah-engah. Ia mengambil nafas sebanyak-banyaknya…

Shara hanya menatap wajah Kyuhyun. Ada air yang menggenang di pelupuk matanya dan sedetik kemudian air itu tumpah. Membuyarkan pandangannya… bersamaan dengan ciuman lembut yang lagi-lagi bergerak di bibirnya…

Secara tak sadar jari-jari tangan Shara menelusup masuk ke dalam rambut pemuda itu. Kali ini ia tak diam. Ia membalasnya… lidah mereka bergerak satu sama lain. Sehingga akhirnya, Kyuhyun benar-benar kehilangan kendali…

“This is our night noona…” bisiknya pelan sebelum menjilat telinga Shara hingga akhirnya gadis itu mendesah berat…

Sementara mereka melakukan aktivitasnya…

Handphone Shara berdering… dan…

Si Won is calling…

To Be Con