[FICLET]

Can They Believe In Love?

Author            : ifaaa (ifasheitte.wordpress.com)

Cast                :

Park Jung Soo (Leeteuk)

Lee Chaerin / Aloysia Lee (oc)

Cho Kyuhyun

Rated              : PG-15.

Genre             : ANGST.

PERNAH DI POST DI http://ahnjunkyong.wordpress.com/

***

Author’s pov.

Sabtu malam, dimana orang-orang sedang bersenang-senang dengan teman, keluarga, atau kekasih mereka. Kota Seoul yang kelewat ramai dengan berbagai kesibukan penghuninya.
tapi tidak…

Tidak bagi gadis yang sedang duduk disofa empuknya dengan dikelilingi beberapa botol beer. Gadis itu merenung, tangan kanannya memegang gelas kecil berisi Tequila. Rambut panjangnya acak-acakan.

“Aku pergi dulu…”

“hmm.”

“kau tidak ke club malam ini?”

“Nanti saja.”

“tidak mau bareng? aku juga mau kesana.”

“kau duluan saja teukie-ya.”

Namja itu menghela nafasnya sebentar lalu membuka kenop pintu apartemen. Bersiap untuk pergi.

“jangan bawa wanita sembarangan lagi seperti kemarin malam! menjijikan! apartemenku bukan ajang tempat mesummu.”

namja itu berbalik mendelik kearah sang pencemooh.

“hhh…sudah kubilang wanita itu hanya mengantarku karena aku mabuk berat sehingga tidak bisa menyetir mobil sendiri. Aku bukan pria hidung belang! aku tidak akan mungkin menjadikan apartemen KITA untuk hal-hal menjijikan seperti itu!”

“bullshit.”

“tolong jangan pancing emosiku lagi! sudah lebih dari lima kali kita bertengkar hari ini.”

“bukankah itu sudah menjadi rutinitas harian kita?”

“NEO!”

“hahaha menyenangkan sekali memancing emosimu seperti ini! benar-benar hiburan ditengah kehidupanku yang membosankan.”

“terserah kau sajalah!” namja itu keluar dari apartemen sambil membanting pintu keras-keras.

gadis itu tidak peduli.

dia tidak pernah peduli.

Chaerin tidak pernah peduli tentang kehidupan rumah tangganya.

kemudian, Ia meneguk satu botol beer lagi. ia bangkit dari sofanya lalu mengambil jaket kulit yang tersampir di kursi makan.

“hhhhh…” ia menghela nafas sebentar lalu membuka pintu apartemennya. Pergi Clubbing.

“yeaah i’m the baddest girl Seoul city ever had.” gumamnya pada diri sendiri.

ketika ia sedang menggaruk alisnya, matanya tidak sengaja memandang sebuah cincin berlian di jari manisnya. Cincin pernikahannya. Lalu pikirannya langsung teringat pada momen satu tahun yang lalu.

****

flashback-
@ club, New  York City.
Chaerin duduk di kursi bar. matanya melihat kearah kerumunan orang-orang ‘bermasalah’ yang sedang menari dan mabuk di lantai dance. Ia tersenyum meremehkan saat matanya menangkap gerombolan  wanita murahan yang sedang menari erotis.

“apakah uang begitu sulit dicari hingga mereka sudi melakukan hal menjijikan seperti itu?” ucapnya pada diri sendiri. Ia berbicara cukup keras tapi mungkin tidak ada yang mengerti ia berbicara apa, karena Chaerin berbicara dalam bahasa korea.

“maybe yes according to themselves.”

Chaerin menoleh ke arah sumber suara yang menyauti perkataannya.

“hello miss.” ucap orang itu lagi.

“Yes. Maybe like that. but in my oppinion, happiness is harder to find than money.” Kali ini Chaerin yang bersuara.

“yeaaah. i’m agree.”

“are you korean, right?” tanya chaerin.

“Ne. kau juga?” tanya laki-laki itu balik.

“Ne.”

“namamu?”

“Aloysia Lee.”

“maksudku nama koreamu..”

“Lee Chaerin.”

“Park Jung Soo imnida. Kau bisa memanggilku Leeteuk.”

Chaerin mengangguk lalu mengambil segelas beer dan meneguknya.

“hati-hati. Ini New york, bahaya jika kau mabuk berat. bisa-bisa besok saat kau bangun pagi-pagi, kau kehilangan keperawananmu.”

Chaerin tertawa pelan.

“tidak akan. Aku sudah tinggal lama di New York, aku sudah tau bagaimana menghindari hal-hal jorok seperti itu.”

“aku kira kau orang baru.”

“apa yang membawamu kesini Chaerin-ssi?” tanya Leeteuk.

“ke club ini? kalau boleh jujur…Masalahku.”

“masalah?”

“hey, hidup itu penuh masalah Leeteuk-ssi!”

“biar kutebak! kau diputuskan oleh kekasihmu?”

“hampir seperti itu. Tapi ini lebih menyakitkan. Kekasihku menikahi perempuan lain.”

Leeteuk sedikit kaget, ini pasti berat untuknya.. batin Leeteuk dalam hati.

“sehari yang lalu aku pulang ke Korea untuk menemuinya, aku datang kerumahnya membawa dua pelastik oleh-oleh. Saat itu aku sudah berniat untuk mengenalkannya pada keluargaku, pikiranku sudah melayang-layang membayangkan kami bertunangan lalu kami menikah dan punya anak. Tapi itu salah… Saat aku membuka pintu rumahnya, ia sedang duduk dikursi ruang tamunya bersama seorang gadis. Ia ia terlihat tampan sekali denga tuxedonya. Dan kemudian… kemudian saat itu aku mengetahui, Kekasihku baru saja menikah dengan perempuan lain. Kau tau bagaimana rasanya hatiku? Sakit!”

Chaerin kembali mengingat rasa sakit itu. Namja bernama Kyuhyun yang menjadi kekasihnya selama tiga tahun tega menghianatinya. Menusuk-nusuk hatinya tanpa rasa ampun. Kyuhyun yang bahkan tidak merasa bersalah sedikitpun atas perlakuan brengseknya itu.

“Lalu kau kembali ke New York?” tanya Leeteuk membuyarkan lamunan Chaerin tentang kenangan pahitnya.

“of course. Sepertinya ia sadar akan sesuatu sehingga ia meninggalkanku.”

“sesuatu apa?”

“aku ini bukan perempuan baik-baik. Aku suka mabuk, clubbing dan sangat menyukai beer. Aku bukan tipikal perempuan polos yang akan merona jika diberi bunga. tidak ada satupun namja yang tertarik denganku kecuali dia..saat itu. Aku pikir dia menerimaku apa adanya. Tapi ternyata dia sama dengan namja lain. Berarti dia normal ya. Hahaha”

“tragis. Aku sedikit terkejut, ceritamu sama dengan apa yang aku alami.”

“HAAAH?” chaerin heran, ceritanya sama? benar-benar suatu kebetulan yang langka bisa bertemu dengan orang yang bernasib sama sepertinya saat ini.

“Aku tidak berusaha merebut kekasihku lagi.”

“kenapa?” Tanya Chaerin.

“because, i don’t believe in love anymore.”

Chaerin tertawa cukup keras. Leeteuk mendelik, kenapa gadis ini malah menertawainya?

“wae? kenapa kau tertawa?”

“Aku sama denganmu. aku juga tidak percaya dengan cinta! hidup ini benar-benar drama! penuh kebohongan!”

“penuh kebosanan. Penuh masalah…” tambah Leeteuk.

“astaga, itu yang baru mau aku katakan!” Chaerin menepuk bahu Leeteuk.

“Nasib kita benar-benar sama ya? bahkan opini kita juga sama! hmmm apakah orang tuamu sibuk dan tidak memperdulikanmu? kau…tipikal orang pintar yang cinta ilmu pengetahuan tapi suka menghambur-hamburkan uang?”

“tepat sekali!”

“Sama sepertiku!”

mereka berdua tertawa bersama.

“Chaerin, bagaimana kalau kita menikah saja?”

Chaerin terlonjak kaget,

“MWO?”

“michyesseo! kita baru berkenalan! bahkan kita tidak saling mencintai. Bagaimana bisa kau memutuskan hal bodoh seperti itu? kau mabuk ya Leeteuk-ssi?”

“Aku serius. Aku tidak peduli kalaupun aku menikahi yeoja yang tidak aku cintai. Hidupku berantakan dan sudah terlanjur berantakan. Jika nanti menikah, kita pasti akan terus bertengkar karena kita tidak saling mencintai. Dan itu pasti akan menyenangkan!”

“menyenangkan katamu?”

“Ya. Bisa menjadi hiburan ditengah kehidupan kita yang membosankan ini.”

Chaerin terdiam sesaat, benar juga apa yang Leeteuk katakan.

“berapa umurmu Leeteuk-ssi?”

“Dua puluh tujuh. Kau?”

“Dua puluh lima.”

“baiklah. Kita menikah.” ucap Chaerin akhirnya.

Singkat cerita, Mereka kembali ke Korea dan menikah.

Flashback End

****

Chaerin kembali tersadar akan lamunannya. Ia akhirnya mengunci pintu apartemen dari luar dan pergi ke Club.

****

Hari ini club cukup ramai, ia masuk dan mendapati Leeteuk sedang duduk dikursi bar dikelilingi oleh beberapa yeoja seksi. Chaerin menatap jijik kearah yeoja-yeoja itu.

Ia memesan ‘minuman’ dan meneguknya sebentar lalu melangkah ke dance floor. Berbaur dengan orang-orang disitu.

Chaerin sedang menari-nari kecil mengikuti irama DJ saat tiba-tiba matanya menangkap sosok manusia yang amat ia kenal. Kyuhyun.

ia mempertajam penglihatannya, benar apa yang ia lihat. Kyuhyun dan…istrinya.

oh tidak!

kyuhyun dan perempuan itu sedang bercumbu disebuah sofa yang agak terpojok.

Chaerin langsung mematung.

Ia masih bisa merasakan sakitnya!

Chaerin memegang dadanya yang sesak. Kenapa Tuhan memberinya cobaan seberat ini? kenapa ia harus melihatnya lagi?

Chaerin langsung menjauh dari kerumunan orang-orang di dance floor.

Dia menghampiri Leeteuk yang sedang terduduk dikursi Bar.

“Pulang.” ucap Chaerin singkat. Ia menarik lengan Leeteuk.

“hey chaerin apa-apaan kau? aku belum mau pulang!”

“cepat pulang!”

“ahniyo!”

Chaerin menarik Leeteuk keluar dari Club.

“Aish jinjja! APA-APAAN SIH KAU?” tanya leeteuk sarat emosi.

“k..kita p..pulang! AKU SUDAH TIDAK KUAT LAGI!”

“hah?”

****

Mereka berdua sampai di Apartemen.

Chaerin membanting tasnya dan mengerang keras. Sedangkan Leeteuk bingung, apa yang terjadi dengannya? pikir leeteuk.

“kau kenapa?”

Chaerin tidak menggubrisnya, ia pergi kedapur dan menyandarkan badannya ke counter dapur. Chaerin menangis.

PRAAAANG!

chaerin memecahkan gelas dan piring, ia menggoreskan pecahan-pecahan kaca tersebut ke lengannya. Dalam sekejap dapur tersebut penuh dengan darah. Sakit pada lengannya tidak ada apa-apanya dibandingkan sakit hati yang ia rasakan.

Chaerin masih ingat jelas bagaimana bahagianya saat ia masih berstatus kekasih Kyuhyun.

kyuhyun yang selalu menelpon hanya untuk mengucapkan selamat malam ketika chaerin akan pergi tidur. Kyuhyun yang selalu menjadi orang pertama yang mengucapkan selamat pagi kalaupun hanya lewat telepon ketika Chaerin bangun dipagi hari. Kyuhyun yang dulu pernah berjanji akan menikahi Chaerin. dan…Kyuhyun yang dengan entengnya merusak janji itu.

CHAERIN INGAT SEMUA ITU!

ia menggorskan pecahan kaca itu sekali lagi, kali ini ke kakinya.

Leeteuk mencium bau anyir darah, ia berlari menuju dapur dan….

“CHAERIN!!” Pekik Leeteuk kaget melihat istrinya tergeletak dengan dibanjiri darah.

“sakit… Sakit sekali!!” Chaerin memukul-mukul dadanya.

Leeteuk menghampirinya dengan cemas. Untuk pertama kalinya ia melihat gadis angkuh ini menangis. Untuk pertama kalinya ia melihat gadis ini begitu depresi.

“Katakan apa yang terjadi!” tuntut Leeteuk.

“Aku melihatnya bersama … gadis itu, KYUHYUN! BRENGSEK! AKU…MELIHATNYA BERCIUMAN..BER.. CUMBU DENGAN PEREMPUAN LAIN! A..KU ME..LIHATNYA DIDEPAN MATAKU! AKU..AKU SAKIIIIIIT LEETEUK! SEHARUSNYA AKU..YANG IA CIUM! SE..HARUSNYA ITU AKU!” Umpat Chaerin dengan suara yang bergetar.

Leeteuk langsung menarik Chaerin kepelukannya, darah dari lengan chaerin kini menempel dibaju leeteuk. Sekalipun Leeteuk dan Chaerin selalu bertengkar, tapi Leeteuk masih peduli.

Ia peduli.

“Kau bilang kau tidak percaya pada cinta! tapi kenapa kau bisa melakukan hal sebodoh ini hanya karena cinta!!”

Chaerin malah memperkeras isak tangisnya. Rasanya unek-uneknya yang selama ini ia pendam sekarang ia keluarkan .

Sekuat-kuatnya mental seseorang, akan bisa rapuh dengan mudahnya jika sudah menyangkut soal…hati dan perasaan. Itu yang Chaerin rasakan.

“Chaerin?” Leeteuk mengguncang tubuh Chaerin di dalam dekapannya.

“Chaerin-ah, ireona!”

Isak tangis Chaerin terhenti. Ia tidak sadarkan diri.

Leeteuk cemas! Ia melihat sekitar, lantai dapur nya sudah dipenuhi oleh darah Chaerin. Entah bagian tubuh manasaja yang Chaerin goreskan dengan kaca, Leeteuk tidak tahu. Dengan darah yang keluar sebanyak itu, mungkinkah Chaerin masih bisa mengeluarkan nafasnya?

Tidak. Gadis malang itu kini hanya tinggal namanya saja.

Leeteuk mengambil potongan kaca dilantai dan menggoreskannya tepat di nadi tangan kanannya.

Beban mereka sudah hilang. Tidak ada beer penghilang stress lagi, tidak ada clubbing lagi, dan..Leeteuk serta Chaerin. Tidak ada mereka lagi.

END

****

THANK’S FOR MY LOVELY GOOD READERS AND MY LOVELY SILENT READERS^^

THANKS JUGA BUAT ADMIN YANG UDAH BERBAIK HATI NGEPOST FF SAYA^^