Author : Regina Nicole (Nicky)

Title : Loving You Without Any Reason

Length : chaptered

Genre : romance,friendship,drama

Cast : FT Island (incl WonBin), CN Blue, fic girls(Rhie,JinJi,ShinHye,JiNa,MinHee,HyoYeon)

Summary : Which is more important?Love or your friendship? When a girl meet this kind of choice no one can guess what is the answer…

So Here the story…about letting someone go..about holding someone arm…

PS: FF ini udah pernah dipublish di blogku sendiri http://nickisland.wordpress.com/ ^^ Happy reading..Comments are love

***

“Mana mungkin aku melewatkan info penting seperti ini,betul tidak ShinHye?” Ujar JiNa yakin. Matanya tidak berhenti menatap ke satu titik.

“Yeah..tentu saja..Apa gunanya kalau kita mengetahui semua hal tapi tidak bisa merasakannya.” Jawab ShinHye tidak kalah yakin.”Ini sih benar-benar tidak boleh dilewatkan.”

“Ya…kalian semua sembunyikan  tubuh kalian.Kalau sampai HongKi-ssi tahu.Dia pasti akan membunuh kita.”

“Kan masih ada Rhie yang akan memohon ke JongHun untuk membantu kita.”Jawab JiNa ngeyel.”Huh..dia sih benar-benar beruntung.Sahabat kita yang satu itu tidak perlu bersembunyi hanya untuk menonton pemotretan FT Island.Dia bahkan bisa melihatnya dari dekat dan duduk dengan nyaman!”

“Yah…dongshaengku itu memang beruntung.”Ujar MinHee menanggapi.Ia menggeleng pada dirinya sendiri,menemukan bahwa ia mengikuti aksi bodoh kawanan apartemen barunya untuk menyelinap ke tempat pemotretan FT Island  kali ini.

Semalam setelah insiden diklarifikasi dengan jelas dan akhirnya MinHee mendapat persetujuan. Rhie menjelaskan semua hal yang terjadi pada unnienya itu. Ia juga memberi tambahan cerita bahwa dirinya diajak(baca: dipaksa) untuk ikut ke sesi pemotretan FT Island.

Tentu saja kabar itu disambut heboh oleh seluruh penghuni kamar apartemen tersebut. Yang benar saja..Biasanya tempat pemotretan FT Island itu sangat tertutup,tidak ada fans yang memiliki kesempatan untuk menyelinap ke sana.Bahkan biasanya,tidak ada berita yang dapat dijadikan sumber informasi sehingga fans bisa datang.Sedangkan Rhie dengan mudahnya malah diajak ke sana.

JiNa dan ShinHye langsung melakukan protes besar-besaran tentang keharusan mereka ikut dalam rangka menjaga Rhie.(Rhie protes memangnya dia separah itu sampai harus dibuntuti?) Sedangkan JinJi yang awalnya ikutan heboh malah mengemukakan dengan jelas betapa tipisnya kesempatan mereka untuk ikut Rhie. Dari hasil percakapannya dengan HongKi kemarin,cowok itu jelas akan menghalalkan segala cara untuk membuat mereka tidak datang.

Fakta bahwa Rhie ikut saja pasti membuat cowok itu harus berceramah panjang lebar untuk memperingati tindakan leadernya.Yang tentu saja sama sekali tidak didengar oleh JongHun. Kenapa harus pusing,public dari awal memang sudah mengira bahwa ia memiliki pacar kok..dan tidak ada larangan dari manajemen karena popularitas mereka yang masih tetap terjaga.Masih ada 4 cowok lain di band itu yang bisa dijadikan ajang bermimpi bagi para fans.

Jadi dengan semangat perjuangan.Tadi pagi-pagi sekali begitu Rhie bangun,mereka bertiga juga ikut bangun dan bersiap-siap. Tentu saja tanpa sepengetahuan Rhie.Karena hasil akhir dari rapat kemarin,Rhie tidak mau mengambil resiko apapun.Kalau mereka mau foto official,Rhie sediri akan mengambilkannya.Tapi mana seru kalau seperti itu.

Rencana mereka sendiri memang hampir batal karena ternyata tempat pemotretan kali ini ada di area ski. ShinHye yang membawa mobil saja sempat mau mengeluh karena jarak yang ditempuh cukup jauh.Hanya saja JiNa yang sudah ribut karena persiapannya jelas menolak mentah-mentah kalau sampai dibatalkan.

Yang membuat mereka cukup takjub adalah sempat-sempatnya JongHun menghentikan mobilnya untuk mengantarkan Rhie ke kampus menitipkan tugasnya.Cowok itu memang membawa mobilnya sendiri agar bisa membawa Rhie bukannya ikut van kantor seperti yang lainnya.

“Kalian benar-benar sudah mengosongkan jadwal hari ini kan?”Tanya ShinHye memastikan.

“Aku memang sengaja membolos kelas dan cuti sakit..”Ujar JiNa yakin.

“Aku belum ada kegiatan apapun hari ini.”Jawab MinHee.

“JinJi?”Tanya ShinHye..

“Er..kuliahku kan malam…”Jawab JinJi.Jujur saja…dia kan tidak berpikir kalau pemotretan akan sampai malam…”Tapi aku bisa bolos kalau terpaksa.”Tambahnya buru-buru saat melihat wajah ShinHye yang mulai melotot.

“Ah…Rhie mengirim sms lagi.”Ujar MinHee.

“Abaikan..”Ujar ShinHye yakin.”Nanti kita ketahuan…”

MinHee mengangguk dan mematikan handphonenya.Di tangannya kembali disiapkan kamera. Hahaha..Lumayan…ia juga bisa mendapatkan foto-foto official FT Island….

***

“YA!Oppa!Itu punyaku!!!”Seru Rhie saat JongHun tanpa rasa bersalahnya mengambil botol yoghurt yang ada di tangannya.”Aku kan bisa mengambilkan yang baru..”

“Terlalu haus,Rhie…Pemotretan hari ini benar-benar melelahkan…”Ujar JongHun buru-buru. “Dan ini benar-benar asam…”

“Makanya…Nih air putih milik oppa…”

“Kau harus tetap bersabar ya…”

Rhie menganguk mengerti.Memang suasana di pemotretan hari ini kelihatannya sangat sibuk. Para anggota FT Island sudah mencoba lebih dari 3 pasang baju selama 2 jam ini…Dan seingatnya, JongHun sudah memberitahunya bahwa pemotretan akan berlangsung sampai sore.

“Apa kau tidak merasa dingin?”

“Aniyo..Jaketku cukup hangat.”

“Baguslah..Aku tidak mau kau kapok menungguku.Ini tidak akan menjadi yang terakhir.”

“Tapi aku yakin hasilnya akan maksimal…Kalian terlihat sangat natural.”

“Bisa dibilang karena hari ini aku  sangat rileks.”

Rhie hanya bisa memutar bola matanya..Rileks?Sedangkan dia sendiri malah mau mati karena menyandang status official barunya sebagai pacar JongHun…Walaupun sudah diketahui public kalau JongHun punya pacar sejak lama,tapi ternyata penggemar JongHun di antara kru pemotretan tetap bersikap cukup kejam..Tidak ada yang mengajaknya bicara dari tadi.Dan tidak ada satupun dari sahabatnya yang membalas smsnya.

“Aku akan mengajakmu makan siang setelah ini.Sebagai balasan kau sudah menemaniku.”

“Oppa..Kau mau membuatku diomeli lagi selama makan siang oleh HongKi oppa?”

“Kenapa dia bisa memarahimu?Kita hanya makan berdua,Rhie..Bukan bersama seluruh anggota F,T.Kau kan pacarku bukan pacar seluruh anggota F.T.Mereka bisa cari makan sendiri.”

“Tapi oppa…”

“Sudah ditetapkan!!Sekarang aku harus kembali ke sana.”

Cewek itu hanya bisa menghela nafasnya panjang. Astaga… cowok itu tidak memberinya kesempatan untuk memberikan pendapat sama sekali!Rasanya seperti seorang anak kecil yang disudutkan!

***

“Aaah…Aku benar-benar capek sekali..”Gerutu HongKi.”Aku benci musim dingin.”

“Hyung..kau membenci semua musim yang mengharuskanmu bekerja.”Ledek JaeJin.

“Cowok yang takut dengan dingin itu kelihatannya lemah.”Tambah WonBin.

MinHwan tertawa mendengar salah satu hyungnya disudutkan seperti itu. Hanya masalah kekuatan fisik HongKi yang bisa dijadikan bahan ledekan dan dia juga tidak bisa membantah karena di antara semuanya,HongKi yang paling mudah kehilangan otot dan membentuk lemak kalau sudah mulai malas berolahraga.Apalagi tingkat mengeluhnya yang sangat tinggi.

“YA!YA!YA!Kau tidak bisa menertawakanku.Ingat waktu FT Island Show dulu,kau dan JaeJin yang dinyatakan sebagai cowok terlemah.”

“Dan kalau hyung ingat,aku dan MinHwan waktu itu yang mendapatkan trainee khusus untuk membentuk otot.Jadi jelas status itu sudah tidak berlaku.”Jawab JaeJin santai.

“Aah..Sia-sia berdebat denganmu.JongHun kemana?”

“Makan siang bersama Rhie.”Ujar WonBin.Ia tadi melihat JongHun menyelinap ke dalam mobilnya sendiri.Malas melarang leadernya itu pergi jadi ia biarkan saja.Lagipula leadernya itu sudah menyelesaikan photoshoot miliknya.Ternyata ini alasan kenapa ia minta bagiannya pertama.

“Dasar..cowok itu benar-benar tega meninggalkan kita.”

“Jangan protes terus,HongKi-ah…”Gumam WonBin.”Kita kan bisa mencari makan sendiri. Biarkan saja dia mengurus dirinya.”

“Yep..Baru 2 hari bertemu Rhie tapi hyung sudah mulai ada perubahan.”Sambung MinHwan. Sebelum ini ia menyadari kalau JongHun selalu memasang wajah bosan setiap kali bepergian. Leadernya itu suka music,suka menjadi bagian dari FT Island,suka dengan popularitasnya,tapi tidak suka dengan keberadaan fans yang mengikuti.Benar-benar kombinasi yang tidak cocok. Entah apa yang dilihatnya dari Rhie pada hari itu sampai bisa membuat ide seperti ini.

“Ya..Ya..Ya..Gumanhae…Aku kan Cuma mengkhawatirkan si bodoh yang mengerjakan semua hal dengan caranya itu.Mana ada artis yang mengatakan kalau ia punya pacar dari awal debut.Yang ada kan sebaliknya.Mana kenyataannya dia memang benar-benar tidak punya lagi.”

“Tapi sebentar lagi dia kan akan punya.”

“Terserahlah..Jadi sekarang kita berpencar untuk mencari makanan?”

“Kalau malas.Manager kita tercinta sudah menyiapkannya.”Jawab WonBin.”Kalau aku pribadi sih mau mencari makan di luar.”

“Aku juga…tadi aku sempat melihat toko ramen dekat sini…Sedingin ini pasti enak makan ramen.”Seru JaeJin pasti.

“Aku akan tetap di sini…Setelah ini kan giliranku.”Ujar MinHwan.

“Baiklah..aku juga mau pergi.Aku ikut kau JaeJin-ah…”

***

“Apa kau dengar itu?”Ujar JiNa bersemangat.”Ayo kita pergi berdua,JinJi.”

JinJi mengangguk mengikuti usul temannya itu.Kebetulan HongKi dan JaeJin pergi berdua. Apalagi tempat yang mau didatangi restoran Ramen…hahaha..dia benar-benar sudah lapar. Dan makan sesuatu yang panas benar-benar ide yang bagus saat ini.

“Jangan sampai ketahuan.”Ujar ShinHye memperingatkan.

“Tenang saja….Kami juga tidak mau menghabiskan hari dengan omelan HongKi. Biarpun JinJi mau,tapi aku tidak mau.”Jawab JiNa.

“Yang benar saja..Di antara personil FT Island aku memang paling menyukai HongKi ssi,tapi aku juga tidak rela kalau harus dimarahi olehnya.”

“Aahh..sudahlah…Ayo cepat..nanti mereka keburu hilang.”Seru JiNa panic sambil setengah menarik JinJi.

Astaga…Batin JinJi.Kalau sudah terkait dengan idolanya,JiNa sebenarnya agak menyeramkan. Ia saja bisa ditarik dengan mudah ke sana kemari hanya untuk mengikuti JaeJin ssi. Setengah mati JinJi menjaga langkahnya sendiri agar tidak terlalu berisik. Sangat tidak lucu kalau mereka tertangkap bahkan sebelum memasuki restoran.

“Kalau kita sampai ketahuan oleh mereka apa kau sudah menyiapkan alasannya,JinJi-ah?”

“Eh?Aku?Tentu saja belum.Lebih baik berdoa tidak perlu tertangkap daripada memikirkan hal itu.”

“Kan aku bilang seandainya.”

“Spontan saja..Asal kita tidak mengatakan sesuatu yang terlalu aneh seharusnya mereka tidak bisa memarahi kita juga.”

“Semoga..Pokoknya kalau sampai kita tertangkap,aku sepenuhnya bergantung padamu. Kau kan yang lebih ahli dalam urusan mengarang.”

“Sial kau.”Gerutu JinJi.Kalau dalam keadaan seperti ini saja,JiNa baru memberikan kepercayaan penuh kepadanya…

Begitu sampai di restoran ramen.JinJi dan JiNa segera mencari tempat duduk yang paling tersembunyi tapi tetap dapat mengamati dengan jelas. Untungnya restoran ramen ini dilengkapi dengan sekat-sekat sehingga mereka bisa dengan mudah menemukan tempat yang tepat.

“Tahu tidak…Aku merasa semua ini mulai berlebihan.”Ujar JinJi tiba-tiba saat ramennya sudah dihidangkan di meja.

“Maksudmu berlebihan?Kau sudah mulai seperti Rhie.Punya kecemasan berlebihan.”

“Mungkin..Penyakit Rhie yang satu itu kan gampang menular.Hanya saja..seharusnya kita tidak perlu sampai melakukan hal seperti ini.”

“Bersembunyi maksudnya?Tentu saja itu harus.Kita kan tidak mau tuli karena omelan HongKi mu itu.”

“Maksudku dari awal kita tidak seharusnya ikut ke sini.Kalau hanya ingin melihat mereka kan kita sudah mendapatkan kesempatan itu setiap hari.”

“Hello…JinJi-ah..Kau salah satu yang paling bersemangat pada awalnya.Lagipula.Apa yang bisa kita lihat?Hanya bagian depan pintu ruangan mereka ,okay?”

“Yah,tapi kan kalau hanya photoshoot kita kan bisa melihatnya saat albumnya keluar.”

“Apa kau sudah kehilangan jiwa fansmu sama sekali,JinJi?”

“Tentu saja tidak..tapi entahlah..mungkin memang benar.Aku sedang tertular virus cemasnya Rhie.”

“Kau harus cepat menghilangkannya kalau tidak mau hidupmu jadi membosankan.Ayolah.. ini hal biasa yang dilakukan oleh fans.Dan kita adalah fans.”

JinJi mengangguk lagi.Fans..yeah…

***

“Lalu kau mau kemana ShinHye-ah?”Tanya MinHee.

Cewek itu terdiam saat menyadari ShinHye sudah tidak ada di belakangnya atau di manapun di sekitarnya saat ini.Mobilnya masih terparkir dengan rapi tapi orangnya menghilang tanpa suara. Aaah.. apa sulitnya sih memberitahunya dulu sebelum pergi.Sekarang kalau seperti ini apa yang harus ia lakukan?Ia kan juga lapar.. dan MinHwan kan tidak bisa dimakan.

MinHee menengok panic ke segala arah…Gila…3 orang itu keterlaluan..Cepat sekali menghilangnya begitu menemukan target masing-masing.Kalau begini caranya bagaimana dia pulang?

“Kenapa aku harus selalu menjadi orang yang menemukanmu?” Ujar sebuah suara tiba-tiba.

MinHee membalikkan tubuhnya,”MinHwan-ssi..”Gumamnya.Mampuslah..dia ketahuan.

“Bagaimana caranya kau ada di sini?”

“Er..MinHwan-ssi”

“Tampaknya aku juga bisa memastikan bahwa 3 gadis lainnya juga ada di sini kan?”

Cewek itu hanya bisa tersenyum pasrah…Ya tidak perlu menjadi pintar untuk menebak hal itu dan dia juga tidak mungkin bisa berbohong dalam keadaan seperti ini. Seperti biasa.. Masih untung yang menemukannya adalah MinHwan.Coba kalau sampai HongKi…Beuh..

“Pulanglah..”

“Aku juga mau pulang,tapi..”

“Aku tidak suka kalau kau sudah mengatakan tapi.”

“Tapi aku benar-benar tidak bisa pulang.Aku tidak melihat ada taksi di sekitar sini dan seingatku bus juga cukup jauh.”

“Lalu bagaimana kau datang ke sini kalau begitu?”

“Bersama yang lainnya menggunakan mobil ShinHye.”

“Dan kemana mereka bertiga sekarang?”

MinHee menggeleng.Itu juga yang sedang ia cari tahu dari tadi.Cewek itu menundukkan kepalanya. Rasanya ia frustasi dengan keadaan seperti ini. Lain kali kalau ada yang mencetuskan ide seperti ini lagi,ia tidak akan mau ikut ambil bagian.

“Apa kau tidak bisa menelpon mereka?”

Lagi-lagi MinHee menggeleng.”Aku tidak memiliki nomor mereka sama sekali.Hanya ada nomor Rhie dan dia bahkan tidak tahu kalau kami ada di sini.”

“Anggap saja yang bisa kaulakukan sekarang adalah menunggu mereka di sini.Kau sudah makan.”

“Belum..tapi aku akan mencari makanan.”

“Tidak perlu..Tunggu di sini saja.Aku akan minta bagian yang lainnya untukmu. Daripada kau hilang lagi karena berkeliaran.”

“Aku tidak separah itu juga.Memangnya aku separah Rhie.”

“Kau kan yang paling tua di antara mereka,kenapa kelihatannya kau yang paling seperti anak kecil.”

“MinHwan ssi..Kau sendiri kan magnae,tapi tingkah lakumu bahkan melewati umur JongHun ssi.”Balas MinHee.

“Harus ada yang menjadi dewasa di antara kami.”

“Tentu saja harus ada yang seperti anak kecil.Kalau tidak Rhie mau mengurus siapa.”

MinHwan tersenyum..”Sepertinya kalian berdua memang saling mengurus.Rhie itu hanya dewasa dalam keterampilannya sedangkan pikirannya.Benar-benar… zaman sekarang mana ada yang masih merasa bersalah sepertinya.”

“Akhirnya ada yang mengerti bagaimana Rhie.Itulah kenapa dia harus ada di antara kami. Agar ada yang menjaganya.”

“Kau juga sama..Ada yang perlu menjagamu.”

“Ya..sudahlah…Katamu kau mau mengambilkan makanan untukku?”

“Ah ne…dan panggil aku oppa saja bisa tidak?Aku merasa sangat tua kalau dipanggil begitu formal.”

MinHee tersenyum,”Ne..MinHwan oppa.Mari kita saling menjaga mulai saat ini.”

***

“Telepon ShinHye…Aku sudah memesan kamar di sini.Kalau mendengar berita tadi. Jelas kita harus menginap hari ini.”Gerutu JinJi.”Dan lebih baik dia dan MinHee unnie cepat sebelum jalan ke sini benar-benar ditutup.”

JiNa mengangguk dan segera mengeluarkan handphone pinknya kemudian menekan nomor ShinHye dengan cepat.

“ShinHye akan segera ke sini,tapi bagaimana kita menghubungi MinHee unnie?”

“Coba tanyakan nomornya ke Rhie.”

“Itu sih sama saja mengatakan kalau kita ada di sini..”

“Lalu bagaimana?”

JinJi mencoba berpikir…Aduh..otaknya tidak dapat digunakan dalam keadaan seperti ini.

“Sudahlah..ShinHye pasti mengambil mobilnya kan…Kita doakan saja MinHee unnie menunggu di sana.Jadi mereka akan bersama-sama ke sini.”

JiNa membaringkan tubuhnya ke atas tempat tidur.”Untung tadi kita tidak tertangkap.”

“Untung saja..Aku sih benar-benar tidak mau menemui HongKi.Lihat saja wajahnya tadi begitu dapat pengumuman bahwa mereka tidak bisa kembali ke apartemen.”

“Bagaimana dengan Rhie?Dia harus bermalam bersama mereka?Aku tidak tahu harus iri atau khawatir dengannya.”

“Rasa khawatirku masih lebih besar daripada iri.Dia pasti tidak tidur malam ini.”

“Maksudmu?Dia dan JongHun ssi?”

“YA!Kau terlalu banyak menonton drama.Maksudku Rhie tidak akan tidur karena dia akan lebih sibuk memikirkan hal lainnya.

“Aaaah…sudahlah..untuk yang satu ini,Aku yakin Rhie bisa menjaga dirinya.JongHun ssi juga termaksud cowok yang cukup sopan dan hati-hati.”Simpul JiNa.”Lebih baik memikirkan diriku. Masa sampai sekarang yang baru kulakukan adalah bertukar obrolan ringan dengan JaeJin oppa.”

“Dan kau memanggilnya oppa secara sepihak.”Goda JinJi.

“Yah..kau sendiri kan juga masih memanggil HongKi ssi.Aaah..kapan aku bisa seperti Rhie? Disuruh pura-pura pacaranpun aku mau.”

“JiNa-ah..pura-pura pacaran itu benar-benar tidak enak.Rhie harus menjaga perasaannya sendiri.Kalau aku lebih baik pacaran ya pacaran atau tidak perlu kenal sekalian.”

“Ah..tapi minimal kan masih ada hubungan.Dan satu lagi..Matilah..JaeJin oppa benar-benar mengira kalau aku bisa masak.”

“Santai saja..Selama ada Rhie,kau kan tidak perlu memasak di depannya juga ini.Bujuk saja Rhie biar sekali-kali dia mau makanannya diakui olehmu.”

“Ya,tapi akan tetap lebih aman kalau aku bisa masak juga.”

“Kalau itu kasus sulit.Ilmu Rhie tidak bisa diturunkan.”Ujar JinJi geli.Dia saja yang sudah berteman begitu lama menyerah untuk belajar masak.Hehehe.

“Aku mau mandi duluan ya…”Ujar JiNa.”Nanti kalau ShinHye datang,kita harus membahas semuanya.”

***

ShinHye yang mengikuti WonBin mulai menyadari makanan apa yang menarik perhatian cowok itu.Seolleongtang….Restoran yang dimasukinya jelas bukan restoran besar ataupun berkelas, tapi wangi sup di dalamnya benar-benar menggoda.Dan di udara sedingin ini… Ramen si jelas lewat…

Sambil menggosol-gosokkan tangannya yang mulai dingin,ShinHye memesan semangkuk besar Seolleongtang.Kalau diingat-ingat,Rhie kan bisa seharian di sini.Daripada ia harus repot memasak nanti di apartemen,lebih baik mencari makan sekarang.Beres…Hahaha… JinJi,Jina dan MinHee unnie juga pasti berpikiran hal yang sama.

Cewek itu memperhatikan cara makan WonBin yang tenang.Inilah alasannya menyukai WonBin di antara member FT Island lainnya.Cowok itu punya charisma tenang dan cool yang benar-benar cowok banget.Dalam hal ini leader FT Island pun kalah..Rasanya kalau ada di dekat WonBin, cowok itu bisa melakukan apapun untuk melindunginya.

Setelah selesai,ShinHye segera menuju kasir dan mengeluarkan uang untuk membayar makanannya.Tadi ia sempat melihat kalau WonBin memesan 1 mangkuk lagi.Cowok itu ternyata benar-benar kuat makan.

“Maaf,tidak ada kembalian.Apa kau tidak ada uang kecil?”

ShinHye mengerutkan keningnya dengan tergesa-gesa ia mencari recehan di dalam sakunya. Sial….kenapa mau membayar sampai sesulit ini sih?Ia tidak memiliki banyak waktu sampai WonBin selesai makan mangkuk keduanya.

“Ahjumma,apa kau benar-benar tidak bisa mengembalikan uangku?”

“Mianhe…Kami juga kekurangan uang kecil sendiri.”

“Aku akan membayar kekurangannya.”

ShinHye membalikkan tubuhnya untuk melihat siapa yang mengatakan hal itu dan ia tersentak karenanya..

“WonBin ssi..”Gumam ShinHye..Mampuslah..ia yang dari tadi memperingatkan yang lainnya, tapi sekarang malah ia yang tertangkap.

“Bagaimana kau bisa di sini?”

“Aku…er aku..”Ujar ShinHye gugup.Otaknya berusaha mencari jawaban yang cocok.”Er.. aku sedang bermain ski di sini dengan teman-temanku.”

“Temanmu?Apa itu artinya JinJi dan yang lainnya itu?”

“Ah..bukan…temanku dari fakultas hukum. “

“Lalu kenapa kau makan di sini?Bukannya ini cukup jauh dari tempat pusat?”

Aduh..matilah..Batin ShinHye.Kenapa membohongi WonBin tidak semudah itu sih?

“Makanan di sana tidak ada yang enak jadi aku mencari seolleongtang ke sini…WonBin oppa sendiri?Kenapa tidak bersama yang lain?”Ujar ShinHye mencoba mengalihkan perhatian.

“Tidak semua orang mau repot jalan ke sini sepertiku.Ah..apa kau mau bertemu dengan Rhie juga?”

“Apakah dia sedang ada di lokasi pemotretan sekarang?”Tanya ShinHye walaupun sudah tahu jawabannya.Tadi dia melihat dengan kepala mata sendiri saat JongHun menggandeng Rhie yang ragu masuk ke dalam mobil kemudian kabur dari lokasi pemotretan.Juga mendengar mereka yang membicarakan tentang makan siang…Sahabatnya itu..benar-benar..

“Chakaman oppa…”Ujar ShinHye saat merasakan handphonenya bergetar.

“ShinHye ah..Ini JiNa…Kau tahu kan resort yang ada di areal ski.Setelah ini bawa mobilmu dan MinHee unnie ke sana.Kita terpaksa menginap.Jalan untuk pulang ditutup karena salju.”

“Arraso…Kumawoyo.”

“Ada apa?”

“Ah..Aku harus segera kembali ke penginapan.Jalan untuk kembali ke Seoul sudah ditutup dan takutnya jalan untuk kembali ke penginapan juga.”

“Oh..baiklah..Aku juga harus kembali ke tempat pemotretan.”

“Ok..annyong oppa..Sampai ketemu besok di apartemen.”

“Ne…Jangan sampai sakit.Udara di sini benar-benar dingin dan sepertinya jaketmu tidak terlalu tebal.Mau kupinjamkan punyaku?”

“Guinchana..Tidak perlu oppa…Tapi terimakasih atas tawarannya.Terimakasih juga sudah membantuku membayar makanan tadi.”

WonBin tersenyum dan melangkah pergi.Dalam hati menertawakan member yang lain.Tidak bisa pulang ke Seoul?Dia sih tidak masalah nanti tidur di dalam van.Toh di dalam tas yang ia bawa ada jaket tebal yang bisa dibuat selimut dan dia cukup compatible untuk tidur dalam keadaan duduk. Kalau HongKi?vokalisnya itu tampaknya harus menghabiskan satu malam lagi penuh ledekan. Hehehe

Segera setelah WonBin menghilang,ShinHye segera berlari kea rah mobilnya.Astaga mobilnya bisa menjadi bukti penangkapannya kalau WOnBin sampai melihatnya.

“ShinHye ssi.”

“MinHwan ssi?”Cicit ShinHye.Astaga..Hari ini ia yang paling banyak tertangkap.”MinHee unnie.” Sambung ShinHye bingung saat melihat siapa yang ada di belakang MinHwan.

“Ah..untunglah kau kembali.Aku kan tidak punya nomor kalian sama sekali.”Ujar MinHee lega.

“Ah ne..tapi bagaimana unnie..”

“Ditemukan olehku?”Sela MinHwan,”Sudahlah ShinHye…Aku juga bukan HongKi yang akan marah panjang lebar karena kenekadan kalian.Sekarang yang lebih penting kalian cepat pergi dari sini. Aku tidak mau ikut campur kalau Hyung yang sudah menemukan kalian.”

“Ah nee…Cepat ke mobil unnie..Kita akan ke penginapan.Jalan untuk kembali ke Seoul sudah ditutup karena salju.”

“Ne..Arraso..MinHwan ssi..terimakasih karena tidak melaporkan kami.”

“Memangnya aku anak kecil yang hobi melapor.Sudahlah…sana.Annyong,”

Sepeninggal MinHee dan ShinHye,MinHwan baru menyadari keadaannya sekarang.Sial…kalau cewek-cewek itu tidak bisa pulang begitu pula dengannya. Dan yang lebih sial lagi.Perusahaan jelas tidak akan membiarkan mereka menginap beramai-ramai di penginapan karena photoshoot kali ini saja tertutup.Arrggh……Sepertinya dia harus puas tidur di van FT Island hari ini.

***

“Kita harus menginap di sini.”

“Ne?”Ulang Rhie tidak percaya.”Waeyo?”

“Hujan salju yang turun hari ini terlalu deras.Hyung tidak mau mengambil resiko untuk pulang. “

Rhie memperhatikan sekitarnya.Er..di tempat ski biasa memang seharusnya ada tempat penginapannya,tapi perusahaan mau mereka tidak diketahui fans sehingga mencari bagian paling terpencil.Hanya ada pondok kecil tempat para kru beristirahat tadi.Tidak mungkin muat…

“Kita masih bisa tidur di mobil,cukup nyaman.Aku kan bisa menyalakan penghangat mobil.” Ujar JongHun seperti bisa menjawab kerutan di kening Rhie.

“Bukan masalah itu,tapi.”

“Kalau kau keberatan,aku akan tidur di van bersama anggota FT yang lain.”Ujar JongHun mengerti.

“Aniyo…Gwaenchanayo… “Ujar Rhie buru-buru.Dia sadar…  Sudah ada 4 orang di van ditambah dengan manager mereka. “Oppa tidak akan bisa tidur.Lagipula ini kan mobilmu.”

“Bagaimana kalau kita mengobrol saja sampai salah satu tertidur duluan?Bukankah sebagai pacar aneh kalau kita tidak mengetahui satu sama lain.”Usul JongHun.Cowok itu mulai mengeluarkan 2 lembar selimut yang tadi sempat ia masukkan ke dalam mobil dan memberikan salah satunya kepada Rhie.

“Semua orang tahu tentang FT Island,oppa.”

“Mungkin…tapi mereka tidak tahu tentang Choi JongHun kan?Buktinya masih banyak yang tertipu tentang status pacaranku.”

“Benar juga..Ah ne..oppa..Kata dokter berapa lama tangan kananmu bis a sembuh total?”

“Sebulan..Sebenarnya sudha tidak terlalu sakit,tapi waktu itu dokter bilang untuk bermian bass dengan sempurna lagi lebih baik aku megistirahatkan tanganku dari pekerjaan berat.Waeyo? Masih merasa bersalah?”

“Sedikit.Itu kan karenaku.”Ujar Rhie pelan.Ia mengedarkan pandangannya ke tempat lain. “Tapi aku menanyakannya agar aku tahu kapan aku harus bersiap untuk pindah.”

“Pindah?”

“Waktu oppa sudah sembuh,waktu oppa sudah tidak membutuhkanku.Tentu saja itu waktunya aku untuk pindah.Oppa kan pasti akan punya pacar.Masa selamanya hanya mau berpura-pura denganku.”Tutup Rhie sambil tertawa kecil.

“Tidak ada yang tahu kapan ini akan berakhir.Mana yang benar dan palsu.Bahkan aku sekalipun Rhie.”Gumam JongHun.

“Aku tidak bisa mendengar apa yang oppa katakan.Apa oppa sudah mengantuk ya?”

“Belum..Tapi kita bicarakan yang lain saja.Rasanya tidak nyaman membicarakan sesuatu yang formal seperti itu.Sekarang…saat ini..statusmu adalah pacarku,bukan hal seperti ini yang seharsunya kita bicarakan.”

“Tapi..”

“Ah..Apa yang akan kaukatakan pada teman-temanmu tentang kita tidur berdua?”Goda JongHun.

“YA! Oppa..kita benar-benar hanya akan tidur.”

“Mereka tidak akan mempercayaimu semudah itu.”

“Oppa…”Ujar Rhie gemas.Bisa-bisanya cowok itu menggodanya di keadaan seperti ini.”Ah.. apakah kau juga akan kuliah besok?”

JongHun menatap cewek di sebelahnya.”Darimana kau tahu aku masih kuliah?”

“Ah..aku melihat buku bisnis waktu mengantarkan makan malam kemarin.Aku pikir itu punya oppa.”

“Memang punyaku.Yang membaca di dorm hanya aku dan JaeJin.HongKi kuliah sastra inggris.JaeJin dan MinHwan mengambil seni dan WonBin sama sepertiku.Dan benar..besok aku sepertinya harus masuk kuliah.”

Rhie tersenyum kecil..

“Kenapa kau tersenyum?”

“Aniya…hanya baru menyadari… Oppa dan aku tidak terlalu berbeda.Masih harus sibuk dengan kuliah…Mungkin yang membedakan dunia oppa dan aku hanya pekerjaan kita.”

“Kau sudah masuk juga ke dalam duniaku.Pacarku?Ingat?”

“Ah..ne…”Gumam Rhie.Hanya untuk saat ini…dan dia harus terus mengingatkan dirinya bahwa semua ini punya batas waktu.

***

Happy scrolling

Happy Reading!!

Enjoy!

Please comment!!^^