Title                             : Alien Couple’s Diary

Author                         : Bubucha

Length                         : Oneshot

Genre                          : Romance

Cast                             : T.O.P, Park Bom, Jiyong (G-Dragon), YG CEO, Kush

(Beberapa adegan dalam fanfic ini berdasarkan kisah nyata, dan beberapa lainnya khayalan saja hehe. Mereka dikenal dengan “alien couple” karena Bom beberapa kali menyebut kalau T.O.P itu alien. Oh ya, cerita ini dari sudut pandang T.O.P Bigbang.)

Credit : Springtempo thread at YGLadies.com


            Musim dingin, 2003.

Aku melihatnya menangis di depan gedung YG Entertainment. Seorang gadis,hmmm aku tidak pernah tahu bagaimana untuk menghadapi gadis yang sedang menangis. Ini musim dingin, aku merapatkan jaket, mencoba tak menghiraukannya dan cepat-cepat masuk ke dalam gedung. Di dalam gedung aku menemui Jiyong (G-Dragon) dan Yang Hyun Suk (YG CEO).

“Ehm..siapa gadis itu bersyal hijau itu??dia menangis di depan gedung. Dia bisa mati kedinginan disana.”, kataku sambil menghidupkan rokok.

“Hah, dia belum pergi juga??”, kata Jiyong

“Ya, siapa dia??”

“Namanya Lee Park Bom, dia tadi audisi untuk jadi penyanyi, tapi…dia gagal. Sebenarnya tahun lalu dia sudah ikut audisi dan gagal tapi dia tidak menyerah…sayang dia belum cukup siap menjadi penyanyi..”, Appa YG menjelaskan padaku.

                                                ——————————————————

Musim semi, 2005.

Sudah larut malam, bulan sabit menggantung indah di langit. Aku pergi ke sebuah cafe dengan pacarku. Dia teman SMU-ku, dia sangat cantik, lembut, dan feminim. Dia menyandarkan kepalanya di bahuku. Hmm, sebenarnya ini tak boleh kulakukan, aku masih terikat perjanjian dengan YG, bahwa aku belum boleh pacaran sampai aku lulus SMU.

Cafe itu lumayan ramai, aku memesan sebuah ruangan khusus sehingga kami bisa berduaan saja. Sudah cukup malam, aku memutuskan untuk pulang. Dia merengek untuk tinggal sebentar tapi aku harus segera istirahat karena besok pagi aku ada latihan dengan member Big Bang lainnya.

Seseorang menatapku dari jauh, aku bisa merasakannya. Ah dia ada disini, sedang apa dia disini. Aku membenamkan topi petku dan membetulkan letak kacamataku hitamku. Setelah sampai dorm Big Bang, aku mengirim sebuah pesan pada orang itu.

“Noona, please jangan beritahu YG bahwa aku pergi dengan perempuan.”

Dia membalas pesanku :

“Mmm..ok, I don’t care. Itu hidupmu. Good night~~~”

Itu pertama kali aku mengirim pesan singkat padanya. Yap, dia Bom, dia trainee di YG Entertainment. Aku tidak terlalu dekat dengannya, dia sering ngobrol dengan Jiyong dan Youngbae, tidak denganku.

Musim panas, 2010.

Gadis itu makan di depanku, makanan kalengan. Kulihatnya labelnya ada tulisan “Corn”, ah dia makan jagung lagi. Aku menghampirinya.

“Hei, noona,…kau makan jagung lagi? Kau kan sedang dihukum trainer Hwangssabu  tidak boleh makan jagung.”, aku duduk di sebelahnya, mukanya memerah, dia tidak sadar aku dari tadi memperhatikan apa yang dia makan. Aku tersenyum melihatnya. Dia sangat lucu, pikirku. Baru kali ini aku melihat orang yang tergila-gila dengan jagung.

“Tabi.. jangan ganggu aku..”, Bom beranjak dari tempat duduknya dan membawa serta jagung kalengan sambil terus memakannya.

Hmm, kenapa dia selalu begitu jika kudekati, sepertinya dia tidak suka denganku. Padahal kami sudah kenal bertahun-tahun, ya aku ingat pertama kali melihatnya 7 tahun lalu saat dia menangis di depan gedung YGE. Ya…dia sekarang sudah menjadi bagian dari YG Family, usahanya tidak sia-sia setelah 3 kali audisi dan akhirnya diterima. Aku kagum padanya, pada kerja kerasnya, tapi aku sama sekali tak mengerti perempuan, kenapa dia susah sekali untuk di dekati.

Aku baru memperhatikannya sejak melihat 2NE1 TV. Ok, aku mengenalnya dan beberapa kali berkolaborasi dengannya, tapi benar-benar tak tahu kepribadiannya. Aku terlalu sibuk dengan Big Bang dan dengan …..pacar-pacarku. Dan aku senang aku akan berkolaborasi dengannya lagi di album duetku dengan GD.

“Noona jangan terlambat besok malam di studio..”, aku sedikit berteriak padanya yang duduk agak jauh dari tempatku.

Keesokan harinya,

Gadis berambut merah itu baru saja datang, dia lalu duduk manis di sofa studio. Jiyong dan Kush juga sudah ada di depanku. Aku melambaikan tangan pada Bom dari balik kaca ruang rekaman, tapi dia tidak menghiraukan. Tak tersenyum, tanpa ekspresi. Huftt..kenapa dia.

Sudah dua jam lebih kami di studio rekaman. Bom sudah mengulang-ulang bagiannya puluhan kali, tapi rupanya Jiyong kurang cocok dengan cara Bom bernyanyi. Akhirnya Jiyong menghentikan kegiatan rekaman karena sudah larut malam. Bom duduk lemas di sofa. Aku menghampirinya.

“Noona, kau seperti karakter kartun..”, kataku menggodanya.

“..kamu sendiri alien!”, Bom berkata sambil beranjak dari sofa dan berusaha menghindariku.

“Bukan, kamu yang alien..”, kataku tak mau kalah. Hufft dia menghindariku lagi.

“Bukan..”, balasnya. Dia mengolokku tapi suaranya lembut sekali waktu itu.

Dia mengambil tasnya yang penuh dengan alat kosmetik dan mungkin makanan. Dia berpamitan untuk pulang. Aku melihatnya menutup pintu, aku masih ingin bicara dengannya.. kataku dalam hati.

Aku beranjak, mengikuti langkahnya. Jiyong dan Kush masih sibuk berdiskusi tentang suara Bom yang ternyata tak cocok untuk lagu Don’t Go Home.

“Noona…”, aku memanggilnya.

Dia berhenti berjalan. Suasana di depan ruang studio remang-remang. Dia terlihat cantik, kataku dalam hati.

“Kamu mau apa..?”, Bom melangkah mundur saat aku mendekatinya. Mau apa? Eh aku juga bingung mau apa.

“Aku..aku cuma mau bilang..kamu cantik….”, kata-kata aneh itu tiba-tiba meluncur dari mulutku. Sejenak dunia seakan berhenti. Desiran angin malam yang dingin seakan tak ada rasanya.

“Jangan menggangguku.. Ganggu saja pacar-pacarmu!..”, aku dan dia terdiam sejenak setelah itu. Kulihat matanya berkaca-kaca..kenapa dia?pikirku.

Aku tidak bisa tidur malam itu, aku bingung dengan perasaanku juga perasaannya. Kenapa dia bersikap seperti itu padaku. Aku mengambil kertas, jika aku tak bisa tidur aku biasanya menulis puisi atau lirik lagu.

One woman is becoming disaster.. even though a man still singing

I’m tearing up the thought of break up

The warm rays of the sun  are of another world

The field of reeds are dancing all alone

I remain paused at a green hill, holding a conversation I’ve yet to finish with her

The sky is of an expressionless face that holds no answer

You’re probably hiding behind the clouds, you’re probably a star

Puisi itu akhirnya aku masukkan dalam lirik lagu Big Bang, Love Song. Thanks Bom.. sekarang aku tahu perasaanku.

Musim dingin 2010,

Aku terlambat latihan untuk rehearsal YG Family concert. Aku sedikit berlari menuju lift. Aku tak menyangka ada dia, aku tersenyum padanya. Dia membalasku dengan senyuman yang aneh. Kami cuma berdua di lift. Lift mulai bergerak naik. Aku seakan berada di dunia lain waktu itu.

“Kau terlambat juga..?”. kataku

“Hmm..”, dia menjawab dengan suara khasnya.

“Noona.. aku sudah putus dengan pacar-pacarku..”

Dia terdiam, aku pun terdiam, kulihat lift akan segera berhenti. Aku harus berkata sesuatu.

“Noona kau tidak senang? Ok…mulai  sekarang aku boleh mengganggumu sesukaku.. aku sudah tidak punya pacar!”, aku sedikit berteriak padanya.

Dia masih terdiam. Lift berhenti dan terbuka, dia segera ambil langkah seribu keluar dari lift. Hah…aku terbengong sejenak.

Tahun baru 2011,

Kami mengisi sebuah acara di stasiun tv MBC. Aku berdiri di samping GD. Ada anak 2NE1 juga di dekat kami. Acara sudah selesai, kami saling menyapa dengan member dari boyband dan girlband lain. Ada banyak wanita cantik yang tersenyum padaku saat itu. Yeah, aku tahu aku HOT, haha…. kataku dalam hati. Tiba-tiba aku melihat Bom berbicara dengan member dari B2ST, DongWoon. Hmm..aku melihat Bom tersenyum pada anak-anak B2ST. Perasaanku jadi tak enak.

Aku lalu mencoleknya dengan mic yang kupegang. Dia menoleh padaku.

“Noona..tolong pegang micku…”, aku memberikan micku padanya, lalu aku berpaling darinya. Dia kebingungan, aku juga bingung aku kenapa aku berbuat seperti itu.

Dia lalu balas mencolekku dengan mic yang kuserahkan padanya tadi. Aku pura-pura tak peduli.

“Tabii…pegang mic-mu sendiri…”, Aku menoleh padanya. Dia tersenyum padaku, manis sekali. Akhirnya kupegang kembali mic-ku.

Jiyong lalu menyuruh kami segera pulang, sepertinya dari tadi dia tak tenang melihatku menggoda Bom di atas panggung, sementara  masih banyak fans di depan kami.

Musim semi 2011,

Kulihat dia mengupload foto mainan Bearbrick Batman di akun jejaring sosialnya. Itu mainanku yang aku taruh di studio YGE. Aku tersenyum sendiri, seperti orang gila. Aku di Jepang sekarang, dia pasti sangat merindukanku. Dia pasti rindu untuk ku ganggu..

Aku mendengarkan lagu 2ne1 yang baru saja dirilis..aku selalu menunggu suaranya di setiap lagu 2ne1..

Baby, I’m so lonely..lonely..lonely..e..e..

Aku mengambil iphoneku mengetikkan beberapa kata dan mengirimkannya pada dia, my Bom.. dia bukan pacarku.. YG melarangnya pacaran sampai tahun depan.. aku tak kan menghancurkan impian kami berdua..  sekarang aku hanya ingin mencintainya dengan tulus.. melihatnya tersenyum saja itu sudah cukup.

***

Iklan