Author : Regina Nicole (Nicky)

Title : Loving You Without Any Reason

Length : chaptered

Genre : romance,friendship,drama

Cast : FT Island (incl WonBin), CN Blue, fic girls(Rhie,JinJi,ShinHye,JiNa,MinHee,HyoYeon)

Summary : Which is more important?Love or your friendship? When a girl meet this kind of choice no one can guess what is the answer…

So Here the story…about letting someone go..about holding someone arm…

PS: FF ini udah pernah dipublish di blogku sendiri http://nickisland.wordpress.com/ ^^ Happy reading..Comments are love

***

“Ya..ada apa dengan wajahmu?Kau kan sudah menghabiskan waktu semalaman dengan Rhie. Apa salahnya menghabiskan waktu pagi bersama dengan member bandmu sendiri.” Gerutu HongKi.

“Aku sedang tidak mempermasalahkan hal seperti itu tahu.Aku memikirkan hal lain.”

“Berhentilah terlalu banyak berpikir,Hyung..itulah kenapa kau selalu merasa punya masalah.” Saran JaeJin.Padahal sepertinya dia manusia yang selalu belajar,tapi kenapa peran berpikir selalu ada di leadernya ya?

JongHun kembali ke tempat duduknya dan mengambil gitar bassnya.Menimang-nimangnya sebentar. Ia kangen dengan alat yang satu ini.,tapi sekarang harus terpaksa membatasi diri untuk main tidak lebih dari 2 jam.Benar-benar tidak maksimal.

“Apa dia tidak menyadari kalau aku serius ya?”Gumam JongHun.

“Dia sih jelas tidak bodoh…hanya saja tipenya sama sepertimu.Lebih banyak berpikir.Dia berpikir tentang masa depan sehingga tidak melihat yang sekarang.Dan kau memikirkan bagaimana posisimu sampai tidak langsung mengatakan yang kau rasakan.”Ujar WonBin.

“Mungkin aku hanya tidak cukup blak-blakan sepertimu?”

“Kalau kau mengajak seseorang menjadi pacarmu di hari pertama kau bertemu tidak disebut blak-blakan aku tidak tau lagi apa artinya kata itu.”Cemooh HongKi.

“Tapi aku mulai suka dengan ide gilamu itu.”Ujar WonBin.”Cukup menyenangkan kalau keadaan terus ramai seperti ini. Rasanya seperti hidup normal.”

“Memangnya selama ini kita tidak hidup normal.”Gerutu HongKi.

“Hyung tahu apa maksud WonBin hyung.”Sambung MinHwan.”Tapi para cewek itu memang berbeda.Bagaimana mengatakannya ya?”

“Mereka fans,tapi dengan personality cewek biasa?Ah..sudahlah.Bahasaku aneh..”Ceplos JaeJin.

“Kau sendiri sepertinya cukup menikmati keberadaan JinJi kan?Satu-satunya cewek yang berani saingan terang-terangan denganmu.”

“Jangan membahas dia.Aku benar-benar tidak mengerti cewek yang satu itu. Sepertinya ia menyukaiku,tapi di sisi lain dia selalu melindungi Rhie sehingga menentangku.”

“Bukannya itu yang menarik perhatianmu?Aku dengar dia juga maniak kucing. Satu-satunya hal yang ia pertengkarkan dengan Rhie adalah mengenai hewan peliharaan mereka.”Sambung MinHwan. Dipikir-pikir ia cukup banyak berbicara dengan MinHee kemarin.

“Tapi dia bukan tipeku.Tidak sempurna…”

“Mana ada manusia yang sempurna.”Jawab WonBin.”Kau sendiri yang punya kekurangan paling banyak di antara kami.”Godanya ringan.

“Sudahlah..ayo semuanya latihan…”Ujar JaeJin menengahi sebelum terjadi sesuatu lagi..”Sebentar lagi aku ada kelas.Kalian semua mau membuatku dihukum di hari pertama aku kembali kuliah?”

***

JiNa menunggu tepat di belokan apartemen.Menurut pendengarannya kemarin.Sekarang adalah jam-jamnya JaeJin pulang dari tempat kuliahnya.Ia sengaja melakukan hal ini agar bisa berbincang dengan cowok itu walaupun sebentar.

Ia menggerak-gerakkan tubuhnya dengan cepat.Suhu udara di luar benar-benar dingin. Kalau alasannya bukan utnuk bertemu dengan JaeJin oppanya.Ia tidak akan rela berdiri di cuaca seperti ini. Di Seoul tidak turun salju selebat di tempat skiing(tentu saja),tapi ini jelas tinggal tunggu soal waktu.

Cewek itu mulai menghitung dari 10..Tepat pada hitungan ketiga,JaeJin mulai terlihat di ujung jalan.JiNa segera merapikan penampilannya.Rambutnya okay..ia sengaja tidak bergerak berlebihan agar rambutnya tetap ada di tempatnya.Jaket vest pinknya okay.Rok panjang lipidnya okay, sepatu bootnya okay.

“Tersenyum JiNa.”Ujarnya pada diri sendiri.Kemudian ia melangkah ke dekat pintu.

“Kau baru pulang juga?”Ujar JaeJin saat melihat JiNa baru membuka pintu.

“Ne…Kau sendiri JaeJin ssi?Dari mana?”

“Kuliah…Hari ini kami semua kan punya jadwal kuliah.Masuk bersama?”

JiNa mengangguk gembira,”Dingin ya…Aku mau membeli mochaccino.Apa JaeJin ssi mau juga?”

“Segelas cappuccino tidak buruk juga.”Jawab cowok itu sambil menyebutkan pesanannya. Ia mencari tempat duduk yang bisa dihuni berdua.

JiNa semakin tersenyum lebar.Umpannya berhasil.Ia punya waktu minimal 10 menit untuk berbincang dengan cowok itu.hehehe…

“Kumawo..”Ujar JaeJin saat JiNa menyodorkan cangkit cappucinno miliknya.”Ah.. kau bisa mulai memanggilku oppa.Ternyata benar kata Minhwan.Rasanya mengerikan mendengar orang berbicara bahasa formal terus-menerus.Bagaimanapun kita harus menjadi teman yang baik kan?”

Wuoh…Ini lebih dari yang dia harapkan..Akhirnya ia bisa seperti ShinHye, Rhie, dan MinHee unnie..Hehe..memanggil salah satu personil FT Island dengan panggilan oppa.TInggal JinJi yang masih menggunakan bahasa super sopan kepada HongKi.

“Ah…apa Rhie menceritakan kepadamu tentang semalam?”

“Semalam?Tidak sama sekali…Tepatnya kami belum bicara banyak.Begitu sampai dorm dia kan juga langsung pergi kuliah.Ada apa?”

“Aniyo..hanya saja sikap JongHun hyung agak aneh.”

Aneh?Batin JiNa…Apa jangan-jangan Rhie mengungkapkan pikirannya yang membingungkan itu makanya JongHun jadi berpikir juga? Sahabatnya itu..benar-benar deh… Begitu ada kesempatan harus dimasukkan doktrin yang baik dan benar.Jangan sampai karena tindakannya, mereka akhirnya harus pindah dorm lagi.

“Menurutmu seberapa lama hal ini akan berlangsung?”

“Tidak ada yang tahu.Semuanya kan tergantung leadermu dan sahabatku.”

“Berani bertaruh?”

JiNa tersenyum puas.Dalam hidupnya ada 1 hal yang ia percaya tanpa bisa dibantah.Bahkan ia pernah bertengkar dengan Rhie dalam hal ini.”Akan selalu ada fairytale di kehidupan nyata…dan setiap cerita pasti punya akhir yang bahagia.”

“Pikiranmu benar-benar lucu.”

“Tentu saja karena aku JiNa.”

***

“Jangan ganggu aku..”Ujar Rhie setelah meletakkan semua binder sketsanya juga setumpuk besar kain ke atas meja.

“Dan juga aku..”Tambah JinJi.Cewek itu juga meletakkan dengan asal begitu banyak buku bawaannya di atas sofa kemudian berbaring.

“Kalau tidak mengganggumu Rhie,bagaimana dengan makan malam kami?”Tanya JiNa,”dan makan malam dorm sebelah tepatnya.”

“Ah..Aku akan menyiapkannya sekarang.Mungkin hari ini aku tidak akan mengerjakan project menyebalkan ini sama sekali.Mulai besok salah satu dari kalian bisa bergantian bertugas menghangatkan makanan yang kusimpan di freezer.”

“Tugasmu mulai lebih cepat bulan ini?”Tanya ShinHye.Ia sudah hafal jadwal Rhie.

Biasanya memang setiap bulan ia diharuskan membuat satu pakaian untuk nilai IPnya.Dan di masa-masa itulah Rhie menolak untuk mengerjakan apapun bahkan memasak air sekalipun. Untuk mengantisipasi protes dari penghuni dorm biasanya Rhie menyiapkan cukup banyak makanan yang tahan lama di dalam freezer sehingga salah satu dari mereka cukup menghangatkan dan memasak nasi. Kalau terlalu malas baru terpaksa membeli.

“Bagus kalau lebih cepat.Bulan ini ada 2 kali karena harus menyiapkan untuk pameran Winter.”

“Sial..”Umpat JiNa.”Kita sengsara 2 kali bulan ini.Dan kau JinJi?Kau kan tidak punya project seperti Rhie.”

“Ne…tapi sialnya aku punya dosen gila yang mengharuskanku membuat makalah tentang kelainan psikologi.”

“Itu kan tugas harian..Sama sepertiku yang harus membuat makalah tentang pasal kan?”

“Riset ini harus selesai dalam 3 hari dan kau mau tahu sesuatu?Aku harus melakukan riset di rumah sakit jiwa dan untuk mendapatkan nilai A,aku harus mencari penyakit psikologi mereka yang paling langka.Langka bukan paling banyak.”

“Jadi JinJi 3 hari dan kau Rhie?”Simpul MinHee.

“5-7 hari?Aku tidak punya ide sama sekali.Konsepnya elegan boyish.Kalian kan tahu aku sama sekali..”

“Kami tahu Rhie.”Ujar MinHee mencoba memberi pengertian.

“Aku akan mulai sekarang.Sudah jam 6.Kalian jelas mau makanan siap pukul 8 kan?”Ujar Rhie sambil mencari sumpit untuk mengangkat rambutnya ke atas.Cewek itu mulai menghilang di dapur.

“Setidaknya kalau bagianku yang menghangatkan makanan.Aku bisa mengakuinya kepada JaeJin oppa kalau itu masakanku.”

“Itu namanya membohongi diri sendiri.Kalau seperti itu,semua orang bisa masak,JiNa.”Ujar JinJi.

“Jangan memulai kuliahmu di sini.Projectmu kan harus dilakukan di rumah sakit jiwa.” Jawab JiNa sambil menjulurkan lidahnya.

“Ah..Jina-ah..kenapa kau tadi lama sekali masuk ke dalam kamar?”Tanya ShinHye

“Aku?Tadi aku sempat mengobrol dengan JaeJin oppa di kafe.Akhirnya…Bayangkan saja di antara kalian semua yang tidak pernah mengobrol dengan baik dan benar kan hanya aku.”

“Apa yang kau obrolkan?”

“Rahasia..”Ujar JiNa senang.

“Tidak perlu memaksamu untuk bercerita…Kau kan pasti tidak tahan juga menyimpan cerita.”

***

“Ah..Kau sudah da..Kalian?”Ujar JongHun bingung saat mendapati siapa yang ada die pan pintu dormnya.Seharusnya ia menemukan Rhie saat ini,kenapa seluruh isi kamar depan ada kecuali cewek yang mau ditemuinya itu?

“Rhie sedang mendekam di kamarnya.Ada tugas yang harus ia kerjakan.”Jawab JinJi berani.

“Boleh kami masuk?Makanan yang kami bawa cukup berat.Rhie memasak sepanci besar Minyeok-guk hari ini.”Ujar ShinHye tidak sabar.Ia yang membawa panci di tangannya.Lama-lama bisa keram juga memegang benda berat itu.

“Ah..ne silahkan..”jawab JongHun sambil membuka pintu lebih lebar.”Kalian masuk untuk makan bersama saja.”

“Kamsahamnida leader ssi..”Jawab JiNa gembira.Memang itu yang ia harapkan dari tadi.Ia jelas tidak perlu berbasa-basi menolak terlebih dahulu.Bagaimana kalau JongHun tidak menawarkan kesempatan seperti itu lagi?

“YA!YA!YA!Siapa yang mengijinkan kalian semua masuk ke sini!”Seru HongKi begitu melihat segerombolan cewek yang tanpa rasa bersalah masuk dan menaruh semua bawaannya di atas meja makan. Panci yang mengepul menarik perhatiannya,tapi cowok itu bersitegas menampilkan image galaknya dulu.

“JongHun ssi.”jawab JiNa cuek.Ia tidak mau berdebat dan mumpung nama leader itu bisa digunakan.Ya dimanfaatkan saja sepenuhnya.

HongKi segera melangkah keluar menghampiri JongHun yang masih berdiri ragu di depan pintu dorm.Masih setengah berharap Rhie muncul tiba-tiba dengan senyum gugupnya.Entah hanya untuk mengucapkan salam atau untuk makan bersama.

“Kau melanggar perjanjian.”Tembak HongKi.

“Itu namanya sopan santun.Masa mereka tidak kuundang masuk setelah membawa makanan sebanyak itu.”Bela JongHun.”Sudahlah..tidak ada salahnya makan bersama.”

“Apa yang kita makan hari ini?”Tanya WonBin bersemangat.Ia benar-benar lapar.Hari ini ia berlatih kardio gila-gilaan gara-gara kemarin seluruh tubuhnya sakit harus tidur berdempet-dempetan di mobil.Belum lagi kaku karena tidak bisa bergerak dengan bebas.Udara sedingin ini memang membuat smeua hal menjadi tidak mudah.

“Minyeok-guk.Aku akan siapkan bagian oppa.”Ujar ShinHye sambil mengambil mangkuk besar . Rasanya ternyata cukup menyenangkan bisa menyiapkan makanan seperti ini.Seperti pasangan baru.Hehehehe

“Ah..aku bisa mengambil sendiri.Terimakasih.Kau juga makan saja.”Jawab WonBin sambil mengambil mangkuk yang ada di tangan ShinHye.Cukup untuk membuat cewek itu tersipu karena tangan mereka yang bersentuhan.Rasanya selama seminggu ini ia tidak akan mengeluh karena tugas makan malam ini.

JaeJin yang paling pertama mengambil bagiannya.”Benar-benar enak…Apa semua ini Rhie sendiri yang memasak?”Ujarnya saat menghirup sedikit kuahnya.

“Aniya…Aku juga membantunya sedikit.”Ujar JiNa buru-buru.

JinJi yang mendengar jawaban JiNa segera memutar bola matanya.Iya…membantunya sedikit. Benar-benar sedikit.Entah membantu mencicipi duluan tadi di dorm masuk katagori membantu apa tidak….Bagaimanapun spesialis JiNa kan hanya membantu menyiapkan minuman biasanya.

“Lebih baik kalau kau tidak makan sebanyak waktu di kafetaria kemarin.”Ujar HongKi langsung kepada JinJi.

“Siapa yang bisa menahan nafsu makan seseorang.Apalagi dalam keadaan sedingin ini.”

JongHun sendiri mengambil bagiannya dan makan dengan cepat.Rasanya tidak menyenangkan lagi makan berlama-lama saat ia menjadi satu-satunya di dalam ruangan yang tidak memiliki lawan bicara.

“JinJi ssi,boleh aku pinjam kunci dorm kalian?”Tanya JongHun ragu-ragu.

Untunglah tanpa banyak bertanya,JinJi menegluarkan kunci miliknya dan menyerahkannya kepada JongHun.Sepertinya cewek itu juga sudah cukup sibuk berebut makanan dengan HongKi yang entah bagaimana caranya nafsu makannya meningkat dengan tajam hari ini.

Diam-diam JongHun menyelinap keluar dari dormnya dan melangkah ke kafetaria.Ia sudah memutuskan untuk menghampiri dorm seberang setelahnya. Daripada menjadi lalat di dorm sendiri,lebih baik ia mencari Rhie.

“Aku harus cepat kembali ke drom juga tahu.”Gerutu JinJi.Ini salah satu hal yang membuatnya bête. Di saat yang lainnya bergembira menjalankan misi masing-masing di sini,dia harus terjebak dengan buku-buku besarnya untuk mencari kasus yang mungkin bisa ia pakai sebagai tesis.

“Pasti ada makanan lain di dormmu kan?”Tebak HongKi.

JinJi menjulurkan lidahnya kepada cowok di depannya itu.Memangnya ia melakukan semua hal berdasarkan makanan?Mentang-mentang cowok itu pernah sekali melihatnya makan dengan kalap sekarang iamgenya yang terbentuk seperti itu.

“Jangan ganggu JinJi,HongKi ssi.Besok ia harus ke RSJ untuk mengerjakan tugasnya.”

“Kau tidak perlu memberitahukan semua orang,JiNa.”

“Cocok..Hahaha…sangat cocok untukmu.”Tawa HongKi.

“Kemana JongHun ssi?”Gumam MinHee saat menyadari tidak adanya leader FT Island di ruangan itu.

“Keluar..Entahlah.”Jawab MinHwan yang berada tepat di samping MinHee.

“Kalian pasti belum mendengarnya kan?”Seru HongKi tiba-tiba.

“Kami tidak secepat kau dalam mendengarkan gossip.”Jawab WonBin santai.

“Tertawa saja terus…Tapi menurut pendengaranku,perusahaan mau memindahkan CN Blue ke apartemen ini juga.”

“Bukankah itu artinya..”Ujar ShinHye yang dengan cepat langsung mengerti apa maksud dari HongKi.

“Ne…Kemungkinan besar dorm yang sedang kalian tempati yang akan digunakan.Akan lebih mudah mengatur kami kalau kami 1 lantai kan?Jumlah ruangannya juga pas untuk 4 orang.”

“Siapa saja yang sudah tahu tentang ini,hyung?”Tanya JaeJin.

“Entahlah..aku kan mendengar saat manager kita bicara.”

“Lantai di atas kita masih kosong kan?”Ingat MinHwan.”Belum tentu mereka pindah ke dorm seberang juga.”

“Kan sudah kubilang,kemungkinan perusahaan mau memudahkan mengatur kita.Itulah kenapa mereka juga dipindahkan dari apartemen sebelumnya.”

“Jadi akan ada 2 band di sini.FT Island dan CN Blue..Wow..”Jawab Minhee spontan.

“Tidak perlu dipikirkan…”Ujar MinHwan,”Percayalah,JongHun hyung bisa mengaturnya.”

“Dia bukan pemilik perusahaan kita.Pasti ada hal-hal yang tidak bisa ia lakukan.”Jawab HongKi sakratis.Seberapa kuatnya kemampuan JongHun di luar sana,tidak akan bisa berpengaruh di sini.Ini kan perusahaan miliki orang lain.Dan ia hanya tergabung sebagai jajaran artis di dalamnya.

“Pasti ada cara.”ujar JiNa.”Harus ada cara.”

***

Rhie menelungkupkan kepalanya di atas meja.Ia sudah merapikan berkotak-kotak makanan yang cukup tahan lama ke dalam kulkas.Sekarang waktunya merenung.Tidak ada ide….Astaga..Ini satu-satunya hal yang bisa membuatnya frustasi.

“Makan bisa membantumu berpikir loh.”

Rhie membalikkan tubuhnya kaget saat mendengar suara di belakangnya.JongHun sudah duduk manis di atas tempat tidurnya.

“Kau tidak mengantarkan makanan ke tempatku.Jadi aku pikir kau sakit karena kemarin kita tidur di mobil.”

“Aku tidak semudah itu sakit juga,oppa.Kau sudah makan?”

“Ne…Minyeok-guk buatanmu benar-benar enak..”

“Syukurlah kalau kau menyukainya.Ini hari terakhir aku memasak.Mulai besok MinHee unnie dan yang lainnya akan menghangatkan makanan untuk kalian.”

“Elegan Boyish?”Baca JongHun.Rhie menuliskan 2 kata itu besar-besar di sebuah kertas di atas mejanya.”Aku bahkan tidak mengerti bagaimana definisinya.”

“Oppa kan bukan desainer,style mu diciptakan dengan karaktermu.Oppa tidak perlu memikirkan beragam tema untuk orang lain.”Jawab Rhie sambil menghela nafasnya.Ia memperhatikan wajah Jonghun yang terlihat ingin tahu di depannya

“Ah…oppa…Kau mau membantuku?”

“Memangnya yang dari tadi aku coba lakukan apa?”

“Aniya…secara harafiah benar-benar membantuku.Mau menjadi modelku?Sebentar saja…”

“Bukannya kau selalu menggunakan model perempuan?”

“Tapi wajah oppa benar-benar cantik dan tetap memiliki pesona maskulin yang aku butuhkan. Mau ya..Hanya sebentar.”Mohon Rhie.Ia mengeluarkan jurus andalannya.Mata berkaca-kaca ala puppy biasanya di dormna sendiri hanya MinHee unnie yang masih bisa terkena sedangkan yang lainnya sudah kebal.

“Apa yang harus kulakukan dulu?”

Rhie tersenyum dan membuka lemari pakaiannya.Mengeluarkan beberapa pilihan jas yang ia punyai.Sedikit mengeluh karena ia sadar dengan jelas kalau ia tidak memiliki apapun yang dapat membuat gayanya menjadi maskulin sebelum ini.

“Aku tidak harus menggunakan pakaianmu kan?Lagipula mana muat.”

“Tidak benar-benar menggunakannya.Hanya bantu aku saja untuk menemukan mana elegan boyish yang merupakan styleku.Aku tidak mau menggunakan style orang yang sudah ada.”

Akhirnya JongHun hanya bisa membiarkan dirinya ditempeli Rhie oleh beragam jenis pakaian. Beberapa kali ia sendiri mencoba untuk melucu dengan bergaya seakan-akan mereka benar-benar ada di panggung.

“Sudah cukup oppa..Hahaha…Kumawoyo..walaupun aku tidak mendapatkan ide yang jelas,tapi minimal kau sudah membuatku tertawa.”

“Terimakasih saja tidak cukup.”

“Kalau kutraktir 1 vanilla latte?”

“Bagaimana kalau kau berjanji harus menyediakan waktu untukku?”

“Ne?”

“Ne…Tidak seperti hari ini,kau tidak menemuiku sama sekali.Bagaimana orang lain bisa menyebut kita pacaran?”

“Oppa…Aku rasa sebaiknya kita tidak terlalu…”

“Aku anggap kita sepakat.”Sela JongHun sebelum Rhie selesai bicara.Ia sudah memutuskan untuk lebih menunjukkan maksudnya kepada cewek yang satu ini.”Dan aku sudah membelikanmu duluan vanilla latte.”sambungnya JongHun mengeluarkan bungkusan yang sedari tadi disembunyikannya dari penglihatan Rhie.”Mungkin tidak sepanas tadi,tapi rasanya pasti tidak berubah.”

“Kumawoyo oppa.Kau sendiri tidak minum?”

“Sudah habis daritadi.Sekarang giliranku melihatmu minum.Berjanjilah lagi padaku.”

“Terlalu banyak berjanji itu melelahkan,oppa.Bagaimana kalau aku tidak bsia melakukan semuanya?”

“Yang ini mudah.Setelah kau menghabiskan vanilla latte ini,pergilah tidur okay.”

Rhie tersenyum,ia menyeruput vanilla latte yang ada di tangannya.Wanginya benar-benar menenangkan.Ia akan tidur setelah vanilla latte ini habis kan?Untuk menepati janjinya,ia jelas akan meminum minuman itu sedikit demi sedikit.dalam jangka waktu selama mungkin.

***

“Ini sarapan kalian.”Ujar JinJi cepat.

“Hanya ini?”Gerutu HongKi.Ia melihat nampan makanan yang hanya berisi beberapa tangkup roti.Sudah dapat dipastikan hanya menggunakan selai dan tidak dibakar sama sekali.

Cowok itu memberikan tatapannya yang paling sakartis kepada JinJi yang malah dengan cueknya melihat ke arah lain.Ia jadi tahu perasaan Rhie setiap pagi.Hari ini saja begitu bangun dan mendapati Rhie sudah tidak ada,ia jadi panic dan bergegas menyiapkan diri kemudian membuat sarapan seperti itu.Bayangkan saja..Biasanya ia bsia menghabiskan waktu 1 jam di dalam kamarnya untuk memastikan semua penampilannya sempurna dan sekarang yang bisa ia lakukan hanya menyambar sebuah turtle neck warna gading dan jins.

Belum lagi kalau mengingat hari ini ia harus berada di rumah sakit dari pagi sampai malam. Strateginya kali ini adalah secepat mungkin menemukan bahan untuk tesisnya.Kalau bisa di hari pertama jelas lebih bagus.Ia kan tidak perlu lagi kembali ke tempat menyeramkan itu.

“Sudahlah HongKi.Kita baru makan sarapan dari Rhie 2 hari saja masa sudah ketagihan.”Ujar JongHun menenangkan.”Rhie kemana?”

“Dia sudah berangkat kuliah duluan.Ada keperluan..menanyakan tentng desain atau apalah.”

“Arraso.”Jawab JongHun pelan kemudian beranjak masuk ke dalam.

“Huh..dia sendiri yang mengingatkanku untuk tidak ketagihan dengan masakan Rhie, sedangkan dia sendiri dengan jelasnya menunjukkan ketagiahan bertemu dengan sahabatmu itu.”

“HongKi ssi..Aku juga tidak punya waktu untuk berdebat denganmu.Aku harus segera pergi ke rumah sakit sekarang.jadi tolong pegang nampan ini.”Ujar JinJi sambil menyerahkan paksa nampan di tangannya ke tangan HongKi.

“YA!YA!YA!Tunggu sebentar bisa tidak sih?”

“Apa lagi?Kalau kau mau mengeluh jangan sekarang.”

“Ambil roti bagianku.Kau pasti tidak sempat sarapan kan bangun sepagi ini.”Ujar HongKi cepat. “Lagipula aku juga tidak sanggup makan makanan seperti ini.”Sambungnya kemudian segera berbalik masuk ke dalam dormnya sambil menutup kencang pintu.

JinJi tersenyum sendiri melihat tingkah laku cowok itu.Masih dengan gengsinya yang super tinggi,tapi sepertinya ia sudah berhasil menarik perhatian HongKi walaupun masih dalam kadar ringan. Hahaha…siapa bilang kemajuannya yang paling rendah dibandingkan yang lain?

“Ugh..Manis banget.”Umpatnya saat mencicipi makanan buatannya sendiri itu.Astaga.. Masa takaran cokelat untuk roti saja dia harus mencatat dan menimbangnya?

Tampaknya ada untungnya juga HongKi memberikan jatah bagiannya sendiri untuknya. Apa lagi komentar cowok itu kalau sampai memakan roti tersebut.

***

“Entahlah SooYun..Masa baru 2 hari pindah aku sudah mendapat kabar kalau aku kemungkinan harus pindah lagi.”Rengek MinHee.

Pagi ini ia mendapat telepon dari SooYun teman sekamarnya dulu. Sambil menunggu jadwalnya untuk kuliah nanti.MinHee memang sengaja memesan segelas besar susu cokelat dan duduk di kafetaria.Rhie jelas tidak meninggalkan label makanan untuk sarapan di kulkas dan dia sendiri terlalu malas untuk membuat apapun.

“Hahahaha..bersabarlah..Lagipula kau kan juga tidak mau menyewa apartemen sendiri.Aku jadi merasa bersalah meninggalkanmu duluan.”

“Bukan itu juga sih…Ada keuntungan juga tinggal bersama Rhie.”Jawab MinHee. Darimana lagi dia bisa mendapatkan kesempatan untuk tinggal 1 dorm bersama FT Island dan sekarang ada kemungkinan bertambah CN Blue pula. Walaupun untuk yang terakhir ia terancam harus pindah apartemen.

“MinHee-ah…Untung aku menemukanmu di sini.”

“Min..Ah…SooYun-ah..aku matikan dulu ya!Annyong.”Ujar MinHee cepat kemudian mengalihkan pandangannya kepada MinHwan.”Ada apa oppa?”

“Lebih baik selama seminggu ini kita buat pembagian saja.”

“Pembagian?”Gumam MinHee bingung.

“Tidak perlu membuat sarapan untuk kami.Aku masih bisa menangani masalah sarapan. Lagipula ada kafetaria di bawah.”

“Memangnya kenapa?”

“Apa kau tidak tahu soal sarapan tadi pagi?”

MinHee menggeleng dengan yakin.Dia termaksud orang yang terakhir keluar hari ini. Dan terakhir bangun juga tepatnya.Jadi dia tidak tahu apa-apa soal sarapan.Ruangan apartemennya bersih kok.Tidak ada tanda-tanda memasak atau apapun.Jadi dia pikir memang tidak ada yang mencoba membuat sarapan hari ini.

“Sudahlah…Pokoknya kalian tidak perlu memusingkan sarapan.Kami sudah 2 tahun debut tanpa dibuatkan sarapan dan masih baik-baik saja.”

“Akan kuingat.”

“Aku serius soal kemarin.Kau tidak perlu memusingkan soal apartemen. JongHun hyung pasti membereskan hal ini.Lagipula semua member sudah sepakat kalau…kami mulai bisa menerima kalian.”

“Ya!Apakah itu YongHwa ssi?”Ujar Minhee saat melihat orang yang baru saja memasuki kafetaria.

“Ah..masa secepat itu?”Erang MinHwan.

“Secepat itu?Apa maksudnya?”

“Perusahaan sudah memberitahukan tadi pagi kalau mereka akan datang untuk menempati kamar.Itulah kenapa aku masih di sini bukannya pergi kuliah.”

“Dia ke sini…”Gumam MinHee.

“Annyong MinHwan-ah…”

MinHwan berdiri dan melakukan high five dengan YongHwa,”Annyong hyung.Sudah mau ke atas?Kudengar kau jadi pindah.”

“Mungkin sebentar lagi.Tuntutan perusahaan..Bagaimanapun kita terikat kontrak kan.Untung saja kami sudah mendapat ijin untuk menggunakan handphone.”

Minhwan mengangguk.Memang perusahaan cukup ketat untuk urusan yang satu ini. Entertaiment mereka mengatur ketat dengan siapa mereka dapat berinteraksi.Sebenarnya ia sempat berpikir kalau kepindahan CN Blue memang disengaja oleh perusahaan untuk menentang JongHun. Cukup salut juga ia kepada leadernya itu.Waktu itu dalam 1 hari ia bisa mendapatkan ijin agar perusahaan membiarkan kamar kosong di depan mereka boleh disewakan secara bebas.

“Sudah sarapan hyung?”Tanya MinHwan berbasa-basi.

“Tentu saja..Aku akan merindukan kafetaria di dormku yang dulu.Tapi kelihatannya kafetaria di sini juga cukup lengkap.”

MinHee yang sedari tadi memperhatiakn kedua cowok itu berbincang mulai membereskan barangnya panic saat melihat jarum di jamnya sudah menunjukkan hampir pukul 10. Ia pasti telat kalau tidak cepat-cepat berjalan kea rah subway.

“Aku pergi dulu,oppa.Hampir terlambat.Annyong.”Seru MinHee tanpa menunggu jawaban. Sebenarnya ia juga setengah kesal karena MinHwan sama sekali tidak mengenalkannya pada YongHwa. Padahal ini kan kesempatan yang paling ditunggunya.Dia benar-benar menyukai leader yang satu ini.Apalagis etelah melihat penampilannya di Drama You’re Beautiful.Kalau boleh jujur membandingkan.Dia lebih mengidolakan CN Blue daripada FT Island.Hehe

“Siapa tadi?”Tanya YongHwa penasaran.

“Akan kujelaskan nanti di atas hyung.JongHun hyung juga pasti akan membahasnya. Percayalah..”Tutup MinHwan.Cowok itu melanjutkan menyeruput capucinno yang tadi sempat dipesannya.

***

ShinHye memandanga kertas tugasnya yang baru dibagikan.Hanya dapat B-…Dia harus lebih berhati-hati lagi.Kalau sampai ia mendapat C di kertas selanjutnya,IPnya semester ini benar-benar hanya akan diisi angka rata-rata.

“Dapat berapa?”Tanya Anne.

ShinHye segera menyembunyikan kertasnya ke dalam tas.Tidak perlu bertanya hal yang sama kepada Anne.Cewek itu pasti mendapatkan A-..minimal…. Ia dan sahabat-sahabatnya yang lain cukup sering menjadi mahasiswa kesayangan dosen.

“Tidak terlalu bagus.Kelihatanya aku harus semakin sering melihat berita.”

“Sudah kubilang ShinHye..”

“Ne..kumpullah bersama kalian.Aku tahu..Tapi kalian kan tidak pernah mengerjakan tugas di kampus dan aku belum mau pindah apartemen .”

“Itu satu-satunya inti dari masalahnya.”

“Mungkin hari ini aku harus menghabiskan waktu di perpustakaan.Aku mau mengerjakan project untuk kelas SeungChul songsaenim.”Gumam ShinHye lebih kepada dirinya sendiri.

Ia merapikan seluruh barang yang ada di mejanya.Sepertinya hari ini ia harus menahan diri agar tidak melompat ke mobil dan pulang cepat.Jadwalnya harus diatur ulang.Seberapa inginnya dia bertemu dengan WonBin,ia tetap tidak boleh pulang sebelum waktunya.Hhh…..

Pendidikan dan cinta ternyata tidak selalu sejalan..

***

“JiNa ssi..Kalau kau mau melamun silahkan dilakukan di luar kelasku.”

“Mianheyo songsaenim.Saya tidak akan melakukan hal itu lagi.”Jawab Jina gugup.

Ditegur seperti itu rasanya seperti anak SD dan lebih memalukan karena dilakukan siang bolong di tengah kelas seperti ini.Kenapa dosennya ini peduli banget sih sama apa yang dia lakukan, nilai yang diberikan kan gak berpengaruh dengan kredibilitas dosen itu sama sekali..

“Jelaskan padaku,apa dengan melamunnya kau itu dapat membantumu menyelesaikan tugas yang sekarang kuberikan?Kulihat kertas di atas mejamu masih putih.”

“Aku sedang berpikir songsaenim.”

“Terserahlah asal kau mengumpulkannya tepat waktu.Setengah jam lagi,JiNa ssi.”

Setelah dosen tersebut kembali ke tempat duduknya,JiNa memberanikan dirinya duduk.Ia menghela nafasnya panjang.Mengacak-acak rambutnya yang tadi pagi sudah ia tata dengan rapi. Hhhhh…..ia merasa frustasi sekarang.

Seperti yang dikatakan oleh dosennya.Sedari tadi dia memang bengong..melamun.. apapun itu. Pikirannya tidak bisa terfokus sama sekali.Padahal sekarang dia sedang ujian. Membuat desain interior sebuah bar.

Temanya saja sudah cukup membuatnya tidak bisa berpikir.Yang benar saja…Seumur-umur ia ke bar hanya sekali bersama ketiga sahabatnya.Ia ingat betul waktu itu Rhie adalah orang pertama yang pulang disusul oleh JinJi dan akhirnya dia diseret oleh ShinHye untuk ikut pulang juga. Bagaimana caranya dia bisa membuat desain sesuatu yang tidak ia kenali?

Lagipula entah kenapa semenjak HongKi mengabarkan kabar buruk itu,ia tidak bisa memikirkan hal lain. Dia kan baru saja bisa mulai akrab dengan JaeJin oppa.Bahkan membuat taruhan berani seperti itu. Masa semuanya harus berakhir kurang dari seminggu.

Ternyata memang tidak ada sesuatu yang berjalan dengan mudah dan berhasil dalam setiap aspeknya.

***

“Aku bisa ikut-ikutan gila kalau terlalu lama ada di sini.”Gerutu JinJi.

Sekarang yang bisa ia lakukan hanya duduk memperhatikan semua orang gila yang berkeliaran di bangsal.Baginya ini benar-benar pekerjaan yang membuang banyak waktu.Dia kan bisa saja meminta ijin dari para dokter untuk melihat berkas-berkas pasien yang ada di sini.

Sialnya….Hal itu dilarang oleh dosennya.Terjun langsung dianggap lebih berkualitas daripada hanya melihat berkas yang dibuat oleh orang lain.Dianogsa yang dibuat setiap orang kan berbeda katanya.Dan belum tentu dianogsa yang dibuat dokter itu benar.

JinJi waktu itu mau membalas…kalau dokternya saja tidak bisa dipercaya lalu ia harus mempercayai siapa nanti?Dia kan calon dokter juga setelah lulus.

Entahlah..ia jadi setengah berpikir…Apa keputusannya mengikuti Rhie untuk pindah ke apartemen FT Island ini benar?Sepertinya tingkat stresnya meningkat tajam semenjak pindah. Dia tidak pernah menyangka hidup bersama idol dalam kehidupan nyata ternyata cukup melelahkan.

***

“Masih ada yang kurang dari desainmu kali ini,Rhie.”

“Apa kau bisa memberitahuku apa kekurangannya,songsaenim?”

“Itu tugasmu untuk mencarinya,Rhie.Desainmu yang ini bisa digunakan,tapi tentu saja kau tidak akan bisa mendapat nilai maksimal seperti biasanya.Bukankah sia-sia menjahit baju yang nilainya tidak sempurna?”

Rhie mengangguk kemudian berjalan menjauh.Masih ada yang kurang.Padahal ini desain terbaik yang bisa ia pikirkan dari konsep seperti itu.Benar kata dosennya.Kalau desainnya saja tidak mendapat nilai maksimal,bagaimana mungkin bajunya sendiri bisa?

Padahal kemarin Jongun sudah cukup membantunya.Mana ada cowok lain yang mau dipaksa menempelkan pakaian cewek ke tubuhnya sendiri?Walaupun ternyata itu masih tidak cukup, tapi ia tetap berhutang dengan cowok itu.

Ia memandang lagi desain di tangannya. Kali ini ia menggabungkan hippy jeans kulit ditambah dress putih dengan bentuk V terbalik model lipid Denham sebuah jas.Kalau diliaht-lihat model jasnya memang biasa saja.Apa ini yang menjadi kekurangan yang disebut oleh dosennya.

Habis mau bagaimana lagi,sebelum ini ia kan tidak pernah tertarik dengan jas.Apa nanti dia harus mencoba mencari die dengan melihat koleksi jasnya JongHun?

Rhie segera berlari kea rah subway.Sudahlah..ia akan mencari ide dulu di kantor Vogue. Sekalian menyerahkan pekerjaannya kali ini.Lumayan..s.aving tabungannya bisa menebal lagi. Untuk Christmass nanti dia kan harus mengeluarkan budget cukup besar untuk membelikan hadiah bagi banyak orang.

***

MinHee menatap lembaran tugas di atas mejanya.Ah…kembali lagi ke kehidupan nyata setelah 2 hari yang lalu hidup dalam dunia mimpi.Semenjak pindah rasanya ia tidak terlalu memikirkan bagaimana tugas-tugasnya..

Walaupun kenyataannya kehidupannya sekarang akan lebih menyenangkan dengan banyaknya hal baru yang bermunculan,tapi Minhee setengah berpikir…Apakah tidak lebih baik kalau ia bisa tetap bertahan pada kehidupannya yang simple?

Dengan tekad penuh cewek itu berusaha menyelesaikan sebanyak mungkin kertas-kertas di depannya.Hhhh….Jangan banyak berpikir,,lebih baik sekarang kerja dengan cepat.Karena kalau diingat-ingat sepertinya mala mini dia yang mendapat giliran pertama menyiapkan makanan.

***

Thanks for reading^^
comments are love

Iklan