– T-ara’s Eunjung

– Taecyeon

– 2NE1′s CL

– After School’s Kahi

– +After school’s Bekah

Note:

– Made by rahina only

– Don’t be silent reader

– Happy reading!

Hidup itu simple. Kau melakukan sesuatu dan jangan menyesalinya. Aku benci mentaati peraturan. Ini hidupku. Aku bebas melakukan apapun. Memangnya siapa mereka yang berani mengaturku? Aku hanya lakukan sesuatu yang ku mau, dapatkan yang ku inginkan, dan bermimpi menjadi apapun. Satu hal yang sama sekali tak bisa dan tak akan bisa ku langgar. Mimpi. Aku memang masih seorang murid yang selalu dipanggil ke ruang guru dan diberi hukuman. Tapi walaupun begitu, mimpiku jauh lebih besar…

“Calm down, Stars!” begitulah cara para guru profesional untuk menenangkan muridnya di Seoul Art School ini. Star, sebutan untuk setiap murid di sekolah ini. Aku dan CL langsung berhenti mengobrol. Kami langsung memperhatikan Bekah sungsaenim.

“Satu hal yang harus kalian ketahui dari awal, tentang resiko menjadi murid kelas unggulan,” aku suka kalimat yang baru Bekah sungsaenim ucapkan. Ya, aku memang murid kelas unggulan. “Kalian pasti tahu tes persiapan,” lanjutnya sambil mendekatkan wajah padaku, lalu menariknya lagi. Tes persiapan adalah tes untuk kelas unggulan sebelum mereka akan debut nantinya. Setiap kelas unggulan dipastikan bisa debut kecuali bila mereka gagal di tes ini.

“Sampai sekarang ku lihat beberapa dari kalian sudah mulai bersiap untuk tes itu walau kalian belum tahu kapan tes itu diadakan,” kata Bekah sungsaenim. “Bagus,” lanjutnya. “Aku masih belum yakin kalian siap atau tidak. Tapi harus ku katakan, tes akan dimulai besok pagi saat kalian berangkat sekolah nanti,” kata Bekah sungsaenim. Mwo? Maksudnya? Kami bahkan belum tahu bagaimana tipe tes ini.

“Tapi kami bahkan belum tahu tipe tes ini,” Kahi yang duduk si sebelah CL protes. “Seharusnya kalian sudah bersiap sejak awal. Kalau kalian bisa memahami arti tes persiapan, kalian pasti mengerti,” kata Bekah sungsaenim. “Kalau kalian tak tahu artinya, cobalah cari tahu.”

***

“Menurutmu… tes persiapan itu yang seperti apa?” tanyaku pada CL dan Kahi saat istirahat di cafe sekolah. Mereka mulai berpikir. “Kenapa tidak diberitahu?” pikir Kahi. Ku coba untuk menresapi kata-kata Bekah sungsaenim. “Tunggu dulu,” aku mulai mendapat ide. “Hampir setiap murid tidak tahu arti tes persiapan,” lanjutku. “Ah, kalian ingat kalimat terakhir yang diucapkan Bekah sungsaenim tentang tes persiapan?” CL melengkapi. “Kalau kalian tidak tahu artinya, cobalah cari tahu. Memang kenapa?” Kahi mencoba mengingat. “Itu berarti kita harus cari tahu,” kata CL. “Tapi bagaimana?” kini aku mulai bertanya. “Mungkin… perpustakaan. Sejarah sekolah!” Kahi mendapat ide. “Boleh aku gabung?” Tecyeon yang rupanya dari tadi mendengar langsung ikut bergabung.

“Oke. Kalian baca setiap buku mengenai sejarah sekolah. Kumpulkan setiap info tentang tes persiapan,” kata Kahi. Kami pun berpencar ke setiap sudut perpustakaan. Sangat sulit untuk mencari bagian sejarah sekolah karena bagian itu hanya beberapa rak dan terpisah-pisah. Perpustakaannya besar pula.

Ku baca setiap buku tentang sejarah sekolah. Pikirku waktu istirahat tak akan cukup. Kami hanya punya waktu lima belas menit. “Kau mencari sesuatu? Tak biasanya ada murid ke bagian sejarah sekolah,” suara Bekah sungsaenim membuatku kaget. Ku coba untuk beralasan. “Tes persiapan, is it?” tebak Bekah sungsaenim. Aku menangguk pelan. “Nice… Good luck,” Bekah sungsaenim menepuk pundakku lalu pergi.

Kami berkumpul sambil membawa beberapa buku yang kami dapatkan. “Kita tak punya waktu untuk menyimpulkan semuanya hari ini,” kataku. “Bagaimana kalau kita bawa pulang saja buku ini? Nanti malam kalian bisa datang ke ruangan pribadiku, kan? Lokasinya akan ku kirim lewat GPRS,” kata Tecyeon. Kami pun setuju.

***

Sudah pukul tujuh malam. Aku sudah bersiap untuk pergi. Kini hanya tinggal menunggu pesan GPRS dari Taecyeon.

Drrt~ Drrt~

Ponselku berdering. Ya, itu Taecyeon. Lokasinya tak jauh dari rumahku. Sincheon street no. 7. Mwo? Itu… ada di samping rumahku! Tak ku sangka dia tinggal di sana.

Langsung ku langkahkan kakiku keluar rumah. Sambil melindungi tanganku dengan saku ku langkahkan kakiku ke rumah yang tepat ada di samping rumahku itu. Ku tekan bel pintunya.

“Eunjung? Aku baru kirim lima menit yang lalu kau sudah datang,” kata Taecyeon. “Huh, kau habiskan waktumu untuk mengirim GPRS padahal rumah kita berebelahan,” kataku dengan pandangan bosan. “Huh? Jinja?” Taecyeon menengok ke sebelah kanan rumahnya. “Bukan yang kanan. Yang kiri,” kataku. Dia langsung menengok ke sebelah kiri. “Huh? Ungu? Kau pasti tinggal sendiri,” tebaknya. “begitu pula kau. Rumah mu penuh dengan tema musik. boleh aku masuk? Aku membeku,” kataku. Namja itu langsung membuka pintu lebar-lebar.

***

“Di sini tertulis bahwa tes persiapan itu adalah tes untuk kita debut nanti. Di sini dijelaskan bahwa ini menyangkut dengan perilaku kita saat sudah debut,” Kahi mulai memindai bukunya. “Jadi yang dinilai sikap?” ku coba untuk menyimpulkan. “Kalau di sini tertulis, tes persiapan bukanlah tes berupa pertanyaan. Melainkan praktek. Diadakan selama lima hingga tujuh hari,” kata Taecyeon. “Kenapa lama sekali?” tanya CL. “Aku tahu. Tes itu tidak diberitahu tipenya karena yang dinilai adalah keseharian kita. Jadi… mungkin kita akan dikejutkan dengan sekerumunan orang yang mengaku menjadi fans. Dan yang akan dinilai adalah bagaimana kita menanggapinya,” simpul Kahi. “Atau mungkin juga yang lain,” lengkapku. “Di sini tertulis bahwa akan ada mata-mata untuk setiap murid,” kata CL. “Mereka akan mengikuti murid itu kemanapun mereka pergi. Bahkan saat di rumah atau saat sedang kencan,” kata CL. “Kalau di sini tertulis sekolah tidak akan memberikan toleransi apapun untuk murid yang dianggap tidak lulus. Murid yang tidak lulus hanya bisa melanjut menjadi guru bagi kelas bawah. Payah,” ungkapku.

“Well, Bekah sungsaenim bilang tes ini dimulai saat kita berangkat sekolah. Berarti besar kemungkinan besok kita akan diserbu banyak orang. Ku harap aku bisa bersabar.”

“Baiklah. Permainan dimulai di sini.”

To be continued….

_______________

Well, komentarnya ya…. Aku utuh banget untuk part awal ini…. Gomawo… ^_^