Jujur nih.. thyz kecewaaaaaaaaa banget.. uwaaaa.. uwaaaa.. *nangis di pojokan*

di site stats, yang baca banyak banget loh (gomawo buat yang udah mau nyempatin waktunya untuk baca) tapi yang komen kenapa dikit bangetttt?? TT_______TT

Please lah.. Jebal.. Apa lagi bahasanya.. komen kalian sangat dibutuhkan demi kelangsungan FF ini..

thyz udah susah-susah bikin FFnya, ngetik ampe tengah malam *curcol dah* dan kalian cuma enak-enakan baca? ayolahh.. beberapa patah kata aja yaa?? yaa??

Komen kalian akan menambah semangat lohh.. Semakin banyak komen, semakin cepat lanjutannya..😉

Ohh iyaa.. part 3nya udah jadii.. soo, buat kalian yang udah mau mati penasaran *halah bahasaku* karena TBC kali ini, hihihi.. ayo coba jawab pertanyaanku..😉

Gimana?? Supaya kalian juga bisa ngetes seberapa mengertikah kalian dengan alur ceritanya..

Ohh iya, anyway.. kuliat banyak banget yang nyari biodatanya Eunrim? Penasaran yaa?? hayoo.. wkwk.. ada yang mau tau biodata lengkapnya? tell mee.. komen aja biar thyz tau..😛

Udahan deh bacotnya.. check it out~

======================================================================

Title : Complicated in Our Relationship (Part 2)
Genre : Romance, Comedy
Rate : 15+
Length : Continue
Main Cast : Evil Couple (Cho Kyuhyun – Song Eunrim)
Support cast : Super Junior member

Disclaimer : © by @thyziana! No Plagiat! Buat yang mau plagiat lempar aja ke laut! Semua ide dalam FFku ini murni dari ide yang melayang-layang dari pikiranku.. Dan tolong kalau ada yang mau copy ke word, ijin dulu yaa.. Kalian enak-enakan copas, nanti bisa-bisa jadi kontroversi.. :P

Buat yang belum baca part 1, silakan klik [di sini]

***

.Eunrim POV.

“Tunangan? Apa maksudmu?” tanyaku bingung.

Gadis itu langsung memisahkan pelukanku dari Kyu.

“Apa kau tidak mengerti kata tunangan? He’s my fiancé..” ulang gadis itu dengan kata-kata sinis.

“Hyora! Berhenti berbicara!” bentak Kyuhyun.

“Biarkan dia menyelesaikan perkataannya!” kataku.

Pikiranku mulai kabur lagi. Apa yang dikatakan gadis ini benar?

“Aku ini tunangan oppa.. Kau siapa? Dan berani-beraninya kau berciuman dengan oppaku!” bentak seseorang yang dipanggil Kyu dengan sebutan Hyora tadi.

Aku kembali membeku lagi.

“Tidak.. Eunrim.. Kau harus mendengarkanku..” kata Kyu berusaha membuatku memperhatikannya. Dia terus mengguncang-guncangkan tubuhku, tapi aku tidak bisa mencerna semuanya. Kepalaku terasa berat sekali!

“Eun-ah.. Eunrim.. Song Eunrim!!” ujar Kyuhyun sambil terus mengguncangkan tubuhku.

Aku hanya bisa menepis tangannya dengan lemah. Rasanya tubuhku benar-benar remuk sekarang. Aku turun dari tempat tidur dan menarik gadis itu masuk ke dalam toilet, lalu pintunya kukunci supaya Kyu tidak bisa masuk.

“Eun-ah.. Kau harus mendengarkanku!!” teriak Kyu sambil terus menggedor-gedor pintu.

Aku tidak mau mendengar apapun darimu, Cho Kyuhyun! Saat ini, seluruh pikiranku hanya tertuju pada gadis yang sedang memangku tangannya di depanku.

“Nuguseyo?” kataku mulai pembicaraan. Air mata ini sepertinya sudah hampir tumpah, tidak! Aku harus menahannya!

“Kim Hyeora.. Aku ini tunangan Kyuhyun oppa..” katanya memperkenalkan diri.

Deggg..

Kata-katanya itu bagaikan pisau yang langsung menancap di hatiku.

“Wae? Onje?” cicitku.

“Dia tidak mau memberitahumu kan? Heh.. sudah kuduga! Orang tua kami yang melakukan perjodohan ini! Appa Kyuppa dan appaku ingin menyatukan perusahaan mereka, jadi satu-satunya jalan harus menjodohkan kami..” jelas Hyora dengan penuh kemenangan.

“Kau.. juga.. yang.. mengirimkan.. ancaman.. itu?” tanyaku terbata-bata.

“Tentu saja.. Aku harus memisahkanmu secepatnya dari Kyuppa.. Kalau dia tidak mau memulai, lebih baik aku saja.. Kekeke~” tawanya serasa memeras seluruh tenagaku.

Jadi selama ini Kyu punya tunangan? Dan dia tidak memberitahuku?

Aku terduduk. Air mataku sudah tidak tertahankan lagi.

“Lupakan Kyuppa mulai dari sekarang! Dia bukan lagi milikmu, tapi MILIKKU!! HAHAHAHA..” tawanya membahana ke seluruh ruangan.

TIDAK!! TIDAAAAKK!!!

Braaakkk.. Aku keluar dari toilet itu. Kyu langsung mencoba menghalangi jalanku.

“Eun-ah.. Jebaall.. Dengarkan penjelasanku!” kata Kyu sambil berlutut di depanku.

“Berdiri..” kataku sinis. Rasanya seluruh tenagaku benar-benar terkuras.

Dia langsung berdiri dan memberikan senyuman yang selama ini meluluhkan hatiku, tapi sekarang serasa menjadi boomerang bagiku. “Kau mau mendengarkan penjelasanku?”

“Apa yang dikatakan gadis itu benar? Apa dia tunanganmu?” kataku berusaha tegar.

“Kau harus mendengarkann..” kata Kyu mulai ingin menjelaskan padaku. TIDAK!! Aku tidak ingin mendengar apapun!

“JAWAB SAJA YA ATAU TIDAK!!!” bentakku.

Dia terdiam dan menatapku lama.

“Yaa..” jawabnya dengan suara lemah.

Degg.. Kini pisau yang tadi menusukku seperti dicabut, dan meninggalkan bekas luka yang sangat menyakitkan.

Plaaaakkk.. Hanya sebuah tamparan di pipi Kyu yang bisa kuberikan. Aku benar-benar tidak dapat mempercayai semua ini. Hatiku hancur.. Sakit.. Rasanya seperti kembali membuka luka lama.. Aku..

Hahh.. Hahh.. Rasanya aku seperti kehilangan udara untuk bernapas. Dadaku sesak. Tidak. Aku tidak mau kejadian seperti ini terulang lagi!! TIDAK!!

.Author POV.

Para member akhirnya memutuskan untuk kembali ke kamar Kyu.

“Sepertinya ini sudah cukup lama..” kata Donghae.

“Dia sudah besar.. anak didikanku sudah besar.. aku terharu Haee..” sahut Eunhyuk. Dia lalu meletakkan telinganya di depan pintu.

“IT’S OVER NOW!!” teriak seseorang dari dalam ruangan.

“Ehh.. Oven?” tanya Eunhyuk yang bingung. Tiba-tiba ruangan terbuka dan DUAAAKK..

Eunrim menabrak Eunhyuk. Dia kemudian langsung berdiri dan berlari sambil terus memegang dadanya.

Eunhyuk yang kaget langsung berdiri. “Ige mwoya? Kenapa aku basah?” kata Eunhyuk bingung.

Serentak Henry langsung mengejar Eunrim sementara yang lain hanya bisa bingung melihat kejadian itu.

“OPPAAA!!” jerit seseorang dari dalam ruangan.

“Oppa?” tanya Donghae dengan alis berkerut.

Mereka langsung masuk ke dalam ruangan. Tampak Kyuhyun yang yang sedang meringis kesakitan sambil memegang tangannya yang bersimbah darah. Jarum infusnya sudah tergeletak di lantai.

“Kyu.. Kenapa jarumnya dicabut?” kata Ryeowook panik.

“Eunrim.. tidak!!” kata Kyu disela-sela ringisannya.

“Eunrim kenapa? Dann.. Nuguseyo?” tanya Siwon pada gadis yang sedang berusaha memegang Kyu, tapi setiap sentuhannya mendarat, pasti selalu ditepis.

***

Sementara itu di tempat lain, Eunrim sudah tidak dapat berlari lagi. Akhirnya dia berhenti dan berlutut sambil berusaha memeluk dirinya sendiri.

Pertahanan dirinya sudah hancur. Dan ini bukan pertama kalinya dia mendapatkan hantaman sehebat ini. Luka lama yang sudah hampir sembuh, tiba-tiba membuka lebar kembali.

Henry yang melihat Eunrim langsung mendatanginya.

“Eunrim.. Gwenchana?” kata Henry yang ingin menyentuh bahu Eunrim, tapi tubuh gadis itu bergetar hebat dan begitu mendengar suara Henry dia langsung menjauh.

“Ini aku.. Henry..” kata Henry yang berusaha mendekati Eunrim.

Tapi kali ini Henry tidak berusaha menyentuh Eunrim, karena gadis itu tiba-tiba melayangkan pandangan yang membuat Henry mundur selangkah.

Tatapan Eunrim.. Seperti akan membunuh Henry..

Begitu Eunrim mendengar namanya dipanggil oleh beberapa orang, dia langsung berdiri dan beranjak meninggalkan Henry yang sedikit ketakutan.

“Henry.. Eunrim odieya?” kata Donghae sambil berusaha mengatur napas. Dibelakangnya terlihat Eunhyuk dan Sungmin.

“Hyung.. aku tadi menemukannya.. tapi dia menjauh setiap kudekati.. dan ketika dia menatapku.. rasanya semua bulu kudukku langsung berdiri!” kata Henry sambil mengusap-usap lengannya.

“Dia berlari ke arah mana?” tanya Eunhyuk.

Henry menunjuk ke arah Eunrim berlari dan Donghae serta Eunhyuk langsung menyusul.

“Bangun, Henry-ahh.. Lantainya kotor..” kata Sungmin yang menarik Henry berdiri.

“Hyung.. Aku takut melihat tatapan Eunrim. Dia kenapa?” tanya Henry polos.

“Sepertinya Kyu sudah menancapkan pisau ke dada Eunrim, dan meninggalkan luka yang masih berdarah..” kata Sungmin yang sepertinya berbicara pada dirinya sendiri.

“Eunrim baik-baik saja hyung.. dia tidak berdarah, hanya.. yaahh.. dia terus menangis..” sahut Henry yang tidak mengerti kiasan kata Sungmin.

“Bukan itu maksud hyung, Henry.. Ahh.. Sudahlah.. Mudah-mudahan Donghae dan Eunhyuk bisa mendapatkan Eunrim kembali.. Kita kembali saja ke kamar Kyu..” ajak Sungmin.

.Eunrim POV.

Aku sudah tidak bisa berlari lagi. Luka di dadaku seakan membuat semua organ tubuhku berhenti bekerja. Aku akhirnya terduduk di koridor rumah sakit. Aku berusaha memeluk diriku sendiri, takut kalau aku melepaskannya, organ tubuhku seperti akan terlepas.

“Eunrim.. Gwenchana?” terdengar sebuah suara dengan aksen korea yang aneh.

Dia sepertinya ingin menyentuh bahuku. TIDAK! Aku sudah tidak mempercayai siapapun!

“Ini aku.. Henry..” kata suara itu lagi.

Pikiranku sudah mulai gila. TIDAK! Semua namja sama saja! Aku lalu menatap Gege Henry dengan penuh kebencian, melampiaskan seluruh perasaanku padanya.

Dia termundur begitu bertatapan denganku.

Kemudian aku mendengar namaku dipanggil. Mereka pasti mau memberi lebih banyak kebohongan!! TIDAK!!!

Aku langsung beranjak dari tempatku dan bergegas keluar dari rumah sakit, aku bahkan menerobos antrian orang-orang yang sedang menunggu taksi.

“airport.. NOW!!” kataku sambil melemparkan beberapa lembaran uang yang jumlahnya berkali lipat lebih kepada sopir taksi. Tanpa basa basi dia langsung menjalankan kendaraannya.

Sekilas, aku melihat Eunhyuk dan Donghae oppa bersembunyi dibalik pintu rumah sakit yang transparan.

Aku langsung menghubungi Mr.Park.

“Yoboseyo Agassi, ada yang bisa kubantu?” kata Mr.Park sopan.

“Siapkan aku pesawat ke NY sekarang!” kataku sinis pada Mr.Park.

“Sekarang, Agassi? Tapi anda tidak bilang sebelumnya..” kata-kata Mr.Park langsung kusela.

“AKU TIDAK PEDULI, POKOKNYA KAU HARUS MENCARIKANKU PESAWAT KE NY SEKARANG! KALAU PERLU SEWA SAJA JET ATAU SEMACAMNYA YANG PENTING JAUHKAN AKU DARI NEGARA INI!!” bentakku.

“Saya mengerti Agassi..” sahut Mr.Park. Aku memang tidak memutuskan telepon supaya dia bisa langsung mengabariku. “Ada satu pesawat Agassi.. apa Anda sedang menuju ke airport? Atau apa perlu saya mengirimkan orang untuk menjemput Anda?” tanya Mr.Park lagi-lagi dengan sopan.

“Kirimkan saja orang untuk mengantarkanku take off.. Aku tidak fasih berbahasa mandarin..” kataku lalu langsung memutuskan hubungan.

Aku lalu melepaskan baterei handphoneku dan merusak kartunya.

Sesampainya di bandara aku tidak butuh waktu lama untuk menunggu, semua sudah disiapkan dan begitu aku masuk, pesawat itu langsung lepas landas.

Perjalanan dari Cina ke NY membutuhkan waktu yang lumayan lama.. Tapi waktu itu terasa sama saja.. Semua perasaanku sudah kutinggalkan di Cina. Bahkan hatiku sudah entah berada di mana. Yaa.. Aku akan menjadi Eunrim yang dulu!

***

.Author POV.

Tengah malam di NY..

Eunrim yang begitu sampai di airport langsung dibawa ke sebuah rumah megah yang merupakan kediaman kedua orang tuanya. Di depan pintu masuk sudah ada seorang wanita paruh baya yang menunggu kedatangan gadis ini.

“Agassi, selamat datang.. bibi senang Agassi berkunjung ke sini..” kata wanita yang tidak lain adalah housekeeper kediaman Song.

Eunrim tidak memberikan balasan apapun. Tubuhnya berada di sana, tapi raganya seperti sudah hancur lebur. Matanya terlihat kosong, hanya menerawang tak jelas.

Bibi yang tadi menyapanya menjadi cemas dan langsung menuntun Eunrim masuk ke dalam rumah. “Nyonyaa.. Agassi sudah datang..” kata bibi itu pada seorang wanita yang sedang menata bunga di dalam sebuah vas.

“Ommonaa.. Eun-ahh.. Eomma senang sekali mendengarmu datang.. ehh.. Eun-ah??” suara eomma Eunrim langsung menghilang begitu melihat tatapan kosong anaknya. Dia melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Eunrim, tapi tidak mendapat respon sama sekali.

“YEOBOOOO!!!” teriakan wanita itu membahana di seluruh ruangan.

Orang yang dipanggil eomma Eunrim – sang Appa – turun dari lantai dua.

“Ada apa jagi? Ahh.. Princessku datang berkunjung ternyata..” kata lelaki itu yang langsung memeluk Eunrim.

Tidak mendapat balasan, sang appa bingung dan melepaskan pelukannya. Hanya terlihat tatapan Eunrim yang sama seperti tadi.

“Yeoboo.. jangan bilang.. anak kita kembali seperti dulu..” kata sang eomma dengan terbata-bata. Dia mencoba mengguncang-guncangkan tubuh Eunrim.

“HAHAHAHAHAHAHA!!” tawa Eunrim yang sangat tiba-tiba membuat semuanya tercengang.

“Sepertinya begitu nyonya..” bisik bibi tadi pada eomma Eunrim.

“ANDWEE!! Eun-ahh!! Apa yang sudah dilakukannya padamu? Apa dia menyakitimu? Eun-ah.. Jawab Eommaa!!!” kata eomma Eunrim pada anaknya.

“Semua namja sama saja.. semua namja sama saja..” bisik Eunrim yang menepis tangan eommanya dan bergegas naik menuju kamarnya.

“Bibi Kim, tolong temani Eun-ah..” perintah sang appa.

“Tidak yeobo.. uri aegyaa.. kenapa dia bisa kembali seperti itu? Yeoboooo..” isak sang eomma.

“Aku juga tidak tahu jagi.. satu-satunya yang bisa kita lakukan hanya menunggu sampai Eun-ah mau berbicara.. tidak ada gunanya kalau kita terus memaksanya..” kata sang appa sambil memeluk istrinya.

***

Hari-hari Eunrim kembali seperti dulu, bahkan lebih parah dari sebelumnya. Dia sama sekali tidak mau keluar kamar, tidak mau makan dan melakukan apapun selama 3 hari pertama. Walaupun semua orang sudah membujuknya dengan semua cara, dia tidak bergeming sama sekali. Cara terakhir, mereka memberikan asupan makanan melalui selang infus.

Eunrim benar-benar seperti mayat hidup. Dia hanya membuka dan menutup matanya tanpa mengeluarkan suara sepatah katapun.

Hantaman yang menimpanya benar-benar sangat membekas. Luka yang dulu sudah ditambal, kini terbuka kembali.

Sang eomma tidak bisa melakukan apapun. Dia hanya pasrah dan berharap anaknya bisa kembali.

***

Pada hari keempat..

Eunrim terbangun dari tidurnya. Waktu sudah menunjukkan pukul 12 malam. Tiba-tiba dia bangun dan bergegas menuju ke ruang bajunya.

Dia membuka pintu dengan kasar, dan mulai melemparkan pakaiannya satu per satu.

Eunrim merupakan putri sulung perusahaan yang sedang berkembang pesat di hampir seluruh Negara, tapi selama ini dia selalu menyembunyikan identitasnya, karena pernah mengalami kejadian yang hampir serupa dengan kejadian sekarang.

Dia dimanfaatkan oleh seorang pria, membuatnya jatuh cinta pada pria itu, tapi pada akhirnya dia mendengar komentar dari mulut pria itu. Satu kalimat yang membuatnya tercengang. Dia hanya dimanfaatkan karena statusnya..

Sejak saat itu, Eunrim memutuskan hubungan dengan pria itu, dan pindah ke Seoul untuk mencari suasana baru. Sampai akhirnya dia bertemu dengan Kyuhyun karena sebuah kebetulan dua tahun lalu. Dan karena Eunrim merupakan warga Korea yang sama sekali tidak pernah mengetahui perkembangan negaranya, dia bahkan tidak mengetahui kalau Kyuhyun adalah seorang member boyband terkenal.

Sebuah kebetulan yang membuat hidup Eunrim berubah seluruhnya. Dia menjadi lebih periang, lebih ceria karena sosok Cho Kyuhyun. Dia bahkan merupakan masa lalunya dan menerima semua konsekuensi menjadi pacar seorang artis, tidak boleh diketahui. Dia menerimanya dengan hati gembira, selain itu kedua orang tuanya juga sudah menyetujui hubungan mereka.

Dan yang membuat Eunrim lebih tersiksa adalah.. Karena seorang Cho Kyuhyun sudah berjanji untuk tidak meninggalkannya, berjanji untuk tidak akan pernah menyakitinya, berjanji untuk selalu melindunginya, berjanji untuk selalu setia, sebagai balasan karena Eunrim sudah memaklumi statusnya sebagai seorang artis.

Tapi semua janji itu terbuyarkan karena satu kata. Penghianatan yang sudah dilakukan Kyuhyun membuat Eunrim kembali seperti dulu.

“Agassi!! Apa yang anda lakukan??!!” kata bibi Kim yang melihat sebagian besar baju Eunrim sudah tergeletak di lantai. Tapi Eunrim masih terus membuang, melempar seluruh bajunya ke semua penjuru ruangan. Dia mencari sesuatu.

“Ini dia.. hihihihi..” kata Eunrim begitu mendapatkan sebuah mini dress yang sangat minim dengan hiasan bling-bling.

Tanpa menggubris kata-kata bibi Kim, dia langsung mengganti bajunya dan menuju ke meja rias untuk mulai berdandan. “Eomma odieya?”

“Nyonya dan tuan sedang pergi untuk mengurus sesuatu.. Agassi mau ke mana?” tanya bibi Kim bingung.

“Hihihihi.. Kalau kau sampai memberi tahu mereka, kau mati.. Hahahaha..” kata Eunrim yang sudah selesai dengan make upnya dan keluar dari kamarnya.

Dia langsung mengambil kunci mobil kesukaannya, dan segera naik ke dalamnya.

“Sudah lama kita tidak bersama, baby.. I miss you.. hahaha..” kata Eunrim sambil mengelus-elus setiap inci mobil ferrarinya. Tipe mobil sport tentu saja, didesign untuk mengutamakan kecepatan.

Eunrim seharusnya tidak boleh mengemudi. Dia tahu itu. Dia juga belum mendapatkan surat izin mengemudinya. Tapi hal ini tidak pernah dihiraukannya. Terakhir kali dia memakai mobil ini dua tahun lalu, saat dia mendapatkan luka pertamanya.

Mobil itu hanya satu dari sekian banyak deretan mobil yang terparkir di garasi kediaman Song. Dengan berbagai merk, tipe, dan warna menghiasi garasi tsb.

Eunrim membuka kap mobilnya. “Hahahaha.. Kita akan bersenang-senang hari ini baby!”

“Agassi, anda tidak boleh mengemudi!” larang bibi Kim.

“Semua ini milikku.. hahaha.. apa urusanmu melarangku hah?” kata Eunrim sambil mulai menyalakan mesin.

Brumm.. brummmm.. Dan akhirnya bibi Kim sendirian di garasi itu.

Eunrim merasakan angin yang menerpa kulitnya. Dia membiarkan rambutnya berterbangan, rambut ikal yang sangat disukai Cho Kyuhyun.

“Arghhhhhhhhhhhhhhhh..” Eunrim menambah kecepatan mobilnya. Hanya satu tempat yang akan dikunjunginya sekarang.

***

“Miss Song, lama kita tidak berjumpa..” kata seorang security. “Ada hal apa Miss mau datang? Mr.Song sedang tidak berada di sini..”

“Aku mau masuk bodoh!” kata Eunrim tidak sabaran.

“But Miss..” security itu ingin melarang, tapi apa daya..

“This club is mine.. apa salah kalau aku ingin masuk? Hihihi.. atau.. apa kau ingin mendengar kabar buruk besok pagi? Ohh noo.. ofcourse not.. iya kan? SO LET ME IN!!!” bentak Eunrim dengan bahasa inggris fasihnya.

“Yes, Miss..” kata security itu tidak berkutik.

Yaa.. Satu lagu keunggulan menjadi seorang putri pewaris seluruh harta kekayaan perusahaan Song, walaupun Eunrim belum cukup umur tapi dia dapat dengan bebas masuk ke dalam sebuah klub malam, apalagi kalau klub itu adalah miliknya.

Dan klub ini bukan sembarang klub. Semua pengunjungnya rata-rata adalah pengunjung kelas atas yang rela menghabiskan uangnya untuk datang ke tempat esklusif seperti ini.

“Anda ingin minum sesuatu, Miss?” tanya seorang pelayan yang mendatangi tempat Eunrim duduk.

“Give me some wine.. immediately..” kata Eunrim datar. Sebenarnya kalau hanya sebotol wine, dia bisa dengan gampang mendapatkannya. Ada segudang wine tersimpan di rumahnya, tapi dia sangat menyukai suasana seperti ini.. suasana klub yang membuatnya tenang, dan melupakan semua pikirannya. Dan dengan segelas wine akan lebih membantunya.

“Ini, Miss.. selamat menikmati..” kata pelayan tsb.

Eunrim membuka botol winenya dan mulai meneguk isinya. Satu gelas, dua gelas, tiga gelas..

“Hik.. Begini lebih baik.. hik.. setidaknya aku bisa melupakanmu.. hahaha..” kata Eunrim yang sudah mulai mabuk.

Dia kembali meneguk wine tsb sampai akhirnya 1 botol dihabiskan..

“Haha.. aku benar-benar puas sekarang.. hik.. hahaha..” kata Eunrim yang berdiri dari tempat duduknya. Dan dengan sempoyongan dia berjalan keluar.

“Miss.. anda mabuk..” kata seorang yang melihat tingkah Eunrim.

“LEPAS!! Kenapa? Siapa bilang aku mabuk hah? Aku ini masih sadar tau? Mau taruhan? Aku masih bisa menghabiskan satu botol lagi.. hahaha..” tawa Eunrim membahana di seluruh ruangan.

Tapi sebetulnya dia belum pernah minum sebanyak ini. Dia bahkan tidak pernah menyentuh sedikit pun minuman keras sewaktu di Seoul. Walaupun Kyuhyun sering mengajaknya ke pesta-pesta yang memberikan wine, tapi pria itu selalu melarang Eunrim untuk meneguk setetespun.

Eunrim lalu bergegas keluar.

“Miss Song mau mengemudi? Hey boy.. Antar Miss Song pulang ke rumahnya..” kata security tadi pada seorang pelayan.

“Yess, sir..” pelayan itu dengan sigap menyusul Eunrim dan menuntunnya ke kursi penumpang.

“Apa yang kau lakukan hah?” kata Eunrim yang setengah sadar.

“Miss, anda tidak boleh mengemudi dalam keadaan begini..” sahut pria itu sambil mulai menjalankan mobil.

***

Kondisi Kyuhyun pun tidak lebih buruk daripada Eunrim.

Setelah Eunrim meninggalkannya, dia hanya terus diam.. Dia berada di pihak yang harus menerima semua konsekuensi.

Di satu sisi, dia ingat.. tidak ada satu huruf pun yang terlupakan dari kepalanya.. janji yang dia ucapkan ke Eunrim. Dan di sisi lain, dialah orang yang telah mengkhianati gadis yang selama ini mengisi hidupnya.

Dia juga harus menerima perjodohan yang dilakukan kedua orang tuanya. Hatinya juga hancur sewaktu mendengar kabar ini, dan ingin menyelesaikan masalah ini, ingin membatalkannya.. apa daya, Hyora sudah muncul di depan mereka sebelum pembatalan.

Kyuhyun berusaha mencarinya. Tapi hasilnya nihil. Rumah Eunrim di Seoul seperti tidak ada yang menempati. Dia juga mencari alamat rumahnya di Jepang, tapi sama saja..

Dia ingin mencari tau alamat rumah Eunrim di NY, tapi tidak tahu mau mencari ke mana. Sementara itu dia masih harus sibuk dengan semua tugasnya di Cina.

Sementara itu, dia harus tetap memasang wajah gembiranya di depan kamera. Tapi senyuman yang diberikan itu kosong, para member tau.

“Kyuu.. Makanlah sedikit..” bujuk Ryeowook sambil mengetuk kamar Kyu.

Di ruang tamu, Hyora sedang menunggu Kyu.

“Dia tidak mau menggubrisku, oppa..” kata Hyora lirih.

“Entahlah.. Jangan tanyakan itu padaku..” sahut Eunhyuk ketus.

“Kalian tidak mau membantuku? Aku ini calon adik ipar kalian..” ujar Hyora.

“Itu menurutmu, tapi menurut kami EUNRIM lah pasangan yang pantas buat Kyu..” balas Donghae datar.

“Kenapa kalian tidak mau membantu Kyuppa untuk melupakan gadis itu sih? Sampai sekarang saja keberadaannya tidak diketahui kan?!” kata Hyora mulai tersinggung dengan perkataan Donghae tadi.

“Bagaimana kami mau membantunya melupakan Eunrim kalau setiap hari tingkahnya begitu?” sahut Zhoumi.

“Aku membutuhkan Kyuppa secepatnya.. Dia harus menemaniku ke pestaa!!” jerit Hyora lalu bergegas menuju ke kamar Kyu.

“Lihat.. Lihat.. Gadis itu senang menghancurkan pasangan yang sudah serasi..” balas Sungmin.

Hyora lalu menuju ke kamar Kyuhyun. Ryeowook yang dari tadi berdiri di depan pintu kamarnya langsung bergeser setelah melihat kedatangan Hyora.

“Kyuppa.. Hyora ingin melihatmu..” kata Hyora dengan suara manja.

Kyuhyun membuka pintu dengan penampilan acak-acakan. Terlihat lingkaran hitam yang sangat jelas di bawah matanya, juga bibir pucat yang membuat Kyuhyun terlihat sangat kelelahan, tapi Hyora dengan sigap langsung memeluk tunangannya itu.

“Oppaa.. Kau terlihat hebat hari ini..” kata Hyora sambil mengecup pipi Kyuhyun.

Ryeowook yang mendengar perkataan Hyora tadi hanya bisa mengangkat kedua alisnya. “Apa gadis ini buta?” bisik Ryeowook sambil menjauh dari mereka.

“Annyeong, Hyora..” kata Kyuhyun malas. Dia sebenarnya tidak ingin menggubris gadis ini. Tapi appanya telah mengecam Kyuhyun untuk berlaku baik.

“Oppaa.. kau ingat kan 2 hari lagi kita harus mendatangi pesta bersama orang tua kita? Aku sudah meminta ijin managermu, jadi kau tidak perlu khawatir..” kata Hyora dengan nada ceria.

“Pesta? Di mana?” sahut Kyuhyun bingung.

“Loh.. Di NY tentu saja.. Kan ada kenalan appa yang mengadakan acara besar-besaran, sekaligus mengenalkan kita ke publik..” ujar Hyora.

.Kyuhyun POV.

NY..

Apakah aku akan bertemu dengan Eunrim.. Apakah dia akan berada di sana? Apakah dia akan mendengarkan penjelasanku?

“Oppa.. Kau mau ikut kan?” tanya Hyora membuyarkan lamunanku.

“Ahh.. Okee..” jawabku.

“Kalau begitu kita harus berkemas-kemas oppa..” kata Hyora bersemangat.

Eunrim..

Eun-ah..

Apa aku akan menemukanmu?

Aku harus memberitahumu perasaanku..

Aku tidak menyukai Hyora..

Tidak sama sekali..

Hanya kau..

Hanya kau..

***

Dua hari kemudian..

“Aihh.. kau kelamaan sih oppa.. Kita jadi terlambat kan? Untung orang tua kita sudah duluan..” gerutu Hyora sambil terus menarik-narikku.

Kami masuk ke sebuah rumah megah. Ahh.. Pantas saja Hyora mengatakan rekan kerja.. Aku rasa kalau rumahnya semegah ini, paling perusahaan keluarga Hyora yang sedang menggarap proyek kecil.

Tapi kenapa rumah ini mengingatkanku akan..

Apa ini rumah..

Ahh.. Tidak mungkin adakejadian yang begitu kebetulan..

“Oppaa.. Kau melamun terus.. Cepatlah..” kata Hyora yang terus menarikku. Kami masuk ke sebuah hall tempat banyak orang berkumpul.

“Sekarang aku harus mencari appa.. Di mana ya?” kata Hyora sambil mencari sosok appanya.

“Ahh.. itu di sana!” tunjuk Hyora.

Aku mengarahkan pandanganku. Appa Hyora sedang berbicara dengan seseorang.. Changkamman!

Deggg..

Apakah pengelihatanku tidak salah?

Rambut ikal gadis ini..

Rambut yang selama ini kusukai..

Tampak belakangnya..

“Appaaa.. Aku sudah datang..” seru Hyora yang berjalan mendekat.

“Ahh.. kebetulan sekali.. Miss, perkenalkan ini putriku, Hyora..” kata Kim ahjussi kepada seseorang yang membelakangi kami.

Dia berbalik.

“Ehh.. Kenapa kau ada di sini?!” pekik Hyora.

EUNRIM!!

-continue-

==========================================================

Hayooo.. penasaran kan??

Hehe.. makanya komen dong supaya thyz cepet-cepet posting lanjutannya.. yang part pertama aja, dari 160 orang lebih yang baca, komennya cuma 20an.. kecewa nih.. TT____TT

Makanya komen yaaa.. komen kalian sangat berarti bagi setiap author.. susah loh ngebuat FF ini, sampai meneteskan air mata juga *lebay dah*

Gini dehh, aku kasi pertanyaan biar kalian mau komen..

Siapa yang bisa menebak apa yang akan terjadi selanjutnyaaa??

Tenang aja.. Part 3nya udah siap, tinggal posting lagi.. xD

Yang tebakannya betul.. Mau apa nih? Wkwk..