Title : Complicated in Our Relationship (Part 3)
Length : Continue
Genre : Comedy, Romance
Cast :
-. Evil Couple : Song Eunrim dan Cho Kyuhyun

© by @thyziana

Yang ketinggalan part sebelumnya, silakan klik di bawah ini..

Part 1Part 2

=========================================================

Yeeeyyy.. gomawoo banget buat semua komen kalian yaa.. walaupun masih banyak silent reader, tp setidaknya udah ada yang dengerr.. hehe..

Yang diatas ituu.. Si Kyuhyun ama Eunrim.. (Yaa.. Siapa tau ada yang penasaran.. keke~)

Komen lagi yaa.. pasti kubalas kok komen kalian.. cek aja.. ^_______^

Anyway, setelah selesai baca part ini, silakan jawab pertanyaanku (cek di bawah aja yaa)

Ohh iyaaa.. gomawoo sekali lagi yaa.. berkat kalian, ff ini masuk dalam top post, urutan ke 38.. xD

Mudah-mudahan part ini bisa masuk 20 besar (amiin..)

Halaah, udahan curcolnya dehh..

Ingat yaa, yang penasaran dengan lanjutannya, ayoo komen.. semakin banyak komen kalian, semakin cepat kuposting lanjutannya.. hohoho~ *evil smile*

Happy reading yoo.. (awas jangan banyak-banyak pake tisu, nanti global warming loh.. keke~)

==========================================================


.Author POV.

Bruumm.. Mobil ferrari yang melaju dengan kecepatan sedang membuat Eunrim tidak sabaran.

“Ohh.. Ayolah.. Kau menjalankan babyku seperti kura-kura!! FASTER!!” kata Eunrim sambil menekan tombol untuk membuka kap mobilnya.

Angin menerpa wajah Eunrim. Dia menjadi lebih rileks.

“Tapi Miss.. Tidak diperbolehkan untuk melaju cepat dalam kota..” sahut pelayan itu.

Eunrim menatap pelayan itu dengan kesal.

“AKU BILANG PERCEPAT!!” jerit Eunrim sambil mulai menginjakkan kakinya di atas kaki pelayan tadi, membuat pedal gasnya semakin tertekan, dan kecepatan mobil bertambah.

“Miss.. Tolong jangan lakukan ini.. Dan tolong pakai safety belt anda..” ujar pelayan itu panik.

Eunrim lalu berdiri dari tempat duduknya.

“Ahh.. Kau tidak ada gunanya!! Lebih baik aku saja yang memegang kendali!!” balas Eunrim sambil mulai memegang setir mobil.

Terjadi perkelahian kecil di antara kedua orang ini.. Mereka sama-sama tidak mau melepas setir mobil..

Tidak ada yang menyadari kalau di perempatan jalan sedang menunjukkan lampu merah..

Dan sebuah mobil juga sedang melaju dengan kecepatan tinggi dari arah yang berlawanan.

Tinnn.. tiiiinnnnn.. Klakson mobil itu dibunyikan..

Pengemudinya dengan cepat menekan rem, tapi apa daya dia juga sedang dalam kecepatan tinggi.

DUAAAKKK..

Kecelakaan akhirnya terjadi..

Eunrim yang tidak memakai seat belt langsung terpelanting ke trotoar jalan.

“Miss.. Miss Song!!” seru sang pelayan yang panik.

Dia selamat dari kecelakaan itu, begitu juga pengemudi lainnya karena mereka tetap memakai seat belt.

Tapi berbeda dengan Eunrim.

Darah segar mengucur dari keningnya..

Dia juga tidak sadarkan diri..

“Cepat telepon ambulance!!” seru pelayan tadi.

————————————————————————————–

“Dokter, bagaimana? Anak kami tidak kenapa-napa kan?” tanya Appa Eunrim cemas.

Begitu dia mendengar kabar bahwa anaknya kecelakaan, mereka langsung segera menuju ke rumah sakit.

Eunrim mendapat tiga jahitan di kepalanya.. Dan sekarang dia sedang tertidur akibat pengaruh obat bius.

“Sepertinya begitu.. Dia hanya mendapat luka kecil.. Kita tunggu saja sampai dia sadar untuk pemeriksaan yang lebih mendetail..” sahut dokter itu lalu meninggalkan ruang rawat.

“Dia terlalu keras kepala..” kata eomma Eunrim yang duduk di samping anaknya. Dia membelai lembut pipi anaknya..

“Setidaknya dia selamat, jagii..” sahut sang appa sambil memegang pundak istrinya.

“Eumm.. Eommaa..” seru Eunrim lemah. Dia perlahan-lahan membuka matanya dan mencoba bangkit.

“Kau tidak apa-apa sayang? Apa kau merasa sesuatu yang tidak beres? Kau bisa melihat eomma? Mendengar eomma?” tanya sang eomma untuk mengecek keadaan putrinya.

“Eumm.. Aku hanya agak pusing sedikit.. Dan kepalaku terasa pening..” sahut Eunrim sambil memegang kepalanya.

“Istirahatnya kalau begitu princess.. Appa akan memanggil dokter untuk mengecek keadaanmu..” kata sang appa lalu keluar.

Beberapa saat kemudian para medis datang dan memeriksa keadaan Eunrim.

“Sepertinya putri anda baik-baik saja, Tuan.. Kalau dalam dua hari ini dia muntah-muntah, baru kami akan mengeceknya lagi.. selebihnya.. Anak anda terlihat sehat..” kata dokter pada orang tua Eunrim.

———————————————————————————————————-

Setelah kecelakaan itu, hidup Eunrim sudah lebih membaik. Dia tidak lagi datang ke klub appanya, juga makan dan berbicara secara normal kepada semua orang.

Setelah keluar dari rumah sakit, dia memang terus berada di dalam rumah.. tapi dia tidak mengurung diri.. setiap hari dia berjalan-jalan dari satu tempat ke tempat yang lain di sekitar rumahnya.. Membaca buku  di perpustakaan, atau berkebun bersama bibi Kim..

Dia juga tidak lagi mengigau dalam tidurnya.. Dan tidak pernah lagi menyebut nama Kyuhyun.

Tentu saja orang tuanya sangat senang dengan perubahan sikap Eunrim. Mereka tidak mempersoalkan tentang kenapa Eunrim tidak pernah lagi mengungkit tentang Kyuhyun.

Di ruang makan..

“Baby.. Steak buatan Eomma enak kan?” kata eomma Eunrim riang.

Eunrim hanya mengangguk sambil terus melahap makanannya.

Hari ini sekertaris appanya – Mr.Park – berkunjung ke rumah mereka dan untuk menunjukkan manner yang baik, Eunrim ikut makan bersama dengan kedua orang tuanya.

“Semua sudah dipersiapkan, Tuan..” kata Mr.Park hormat.

“Hmm.. tentu saja.. Ohh ya, princess.. kau mau kan menunjukkan wajahmu di pesta nanti? Banyak yang menunggu wajah princess appa..” kata appa Eunrim riang.

“Terserah appa.. Aku juga tidak ada pekerjaan di sini..” sahut Eunrim asal.

Appa dan eomma Eunrim melihat sekilas. Mereka senang dengan jawaban Eunrim.

“Kapan?” tanya Eunrim tiba-tiba.

“Ahh.. dua hari lagi sayang.. Appa baru saja menjalin kontrak baru.. jadi kita merayakannya secara kecil-kecilan..” jawab eomma Eunrim lembut.

“Tidak akan ada kamera?” tanya Eunrim lagi.

“Ehh.. Kalau kau mau begitu, tentu saja tidak akan ada.. iya kan Mr.Park?”jawab appa Eunrim.

“yess, sir..”  sahut Mr.Park yang kebingungan.

“Baiklah kalau begitu..” kata Eunrim yang bangkit dari kursinya. “Erica Song akan menjadi ratu pesta dua hari lagi..”tambahnya sambil mengibas-ngibaskan rambutnya.

Eunrim lalu meninggalkan ruangan.

“Kenapa akhir-akhir ini dia selalu menggunakan nama baratnya, yeobo?” tanya eomma Eunrim bingung.

“Mungkin dia ingin mengganti suasana, jagi.. biarkan saja.. selama dia tidak mengurung diri di kamar atau melakukan sesuatu yang membahayakan nyawanya, aku rasa dia baik-baik saja..” jawab sang Appa.

“Tapi apa kau tidak merasa aneh, yeobo? Dia tidak lagi menyebut-nyebut nama Kyuhyun maupun sesuatu yang berhubungan dengan Super Junior..” sahut sang eomma.

“Mungkin dia sudah melupakannya.. Kita tidak usah bertanya macam-macam padanya..” ujar sang Appa. “Biarkan semuanya sesuai dengan keinginan putri kita..”

————————————————————————————————————————————–

“Kenapa kau ada di sini?!” pekik Hyora.

Eunrim menatap Hyora dalam. “Kau sendiri?”

“Aku ini anak orang yang berdiri di depanmu.. apa kau tidak tau? Sembarangan saja berbicara! Sebaiknya kau meninggalkan pesta ini!!” pekik Hyora lagi.

Eunrim memberikan senyuman mematikannya.

“Hyora! Kenapa kau berbicara kasar pasa Miss Song?! Cepat minta maaf!!” bentak Mr. Kim pada anakknya.

“Ehh?” sahut Hyora bingung.

Mr.Kim yang sudah berkeringat dingin langsung berbicara atas nama anaknya, “Miss.. saya benar-benar meminta maaf.. Saya tidak mendidik anak ini dengan benar..” katanya sambil membungkuk di depan Eunrim.

Kyuhyun yang juga syok dengan pertemuan mereka hanya bisa diam seribu bahasa.

Eunrim lalu mendekati mereka dengan senyum kemenangan. “Ahh.. Tega sekali kau berbicara begitu pada pemegang saham terbesar perusahaanmu. Apa aku harus meminta appaku untuk mencabutnya?”

“Anii.. saya mohon jangan, Miss..” kata Mr.Kim terbata-bata.

Eunrim menatap Hyora lama. Dia lalu berdiri tepat di depannya. “berlutut dan mengemislah padaku..”

Hyora bingung dengan masalah yang dihadapinya. Dia sangat tidak ingin berlutut pada gadis yang berdiri di hadapannya ini tentu saja.

“Atau harga dirimu lebih berharga? Fine..” kata Eunrim lalu membisikkan sesuatu ke telinga Hyora. “Kau akan menyesal datang ke sini.. Aku akan mengambil semuanya darimu.. hihihi..”

Eunrim lalu merapikan selendang Hyora dan beralih ke namja yang dari tadi diam seribu bahasa.

“Ohh.. Look.. ada namja tampan di sini.. Kau warga Korea kan? Mengerti perkataanku?” kata Eunrim sinis. Dari tadi mereka memang berbicara dalam bahasa Korea, sehingga tamu-tamu asing di sini tidak memerhatikan.

Dia lalu meletakkan tangannya di dada Kyuhyun. “Hmm.. Tipe namja idamanku..”

Eunrim menggantungkan kedua tangannya di leher Kyuhyun. Dia lalu berbalik dan bersuara keras. “I want to make this man MINE! Any objection?”

Serentak seluruh isi ruangan menjadi diam dan memandangi mereka.

Eunrim lalu berbicara pada Kyuhyun, “Apa kau sudah mempunyai yeoja?”

.Kyuhyun POV.

“Ohh.. Look.. ada namja tampan di sini.. Kau warga Korea kan? Mengerti perkataanku?” aku mengerutkan alisku. Ada apa dengan Eunrim? Apa dia masih marah padaku?

Dia tiba-tiba menggantungkan kedua tangannya di leherku dan bersuara dengan sangat keras sehingga satu ruangan bisa mendengarnya, “I want to make this man MINE! Any objection?”

Ahh.. Sepertinya dia sudah tidak marah.. Good job Eunrim.. Kalau kedua orang tuaku mengetahui kalau kau adalah putri perusahaan Song, aku yakin mereka pasti akan menyetujui hubungan kita.

Aku lalu menatap ke arah kerumunan orang tempat kedua orang tuaku berdiri. Appa dan eommaku sedang melihat kami.

“Apa kau sudah mempunyai yeoja?” tanyanya padaku.

Aku kembali menatap kedua orang tuaku. Appa menganggukan kepalanya. Ahh.. berarti dia setuju!

“Tentu saja aku punya.. Kau Miss Song..” kataku mantap sambil memegang pinggang Eunrim.

“Oppaa!! Aku ini tunanganmu!!” jerit Hyora memecah suasana.

Eunrim melepaskan pelukannya dariku.

“Ahh.. sepertinya ada yang tidak setuju.. Mr.Kim.. Apakah yang dikatakan putrimu benar?” tanya Eunrim.

“Ehhh.. tidak, Miss..” jawab Mr.Kim singkat. Tampak titik-titik keringat membasahi keningnya.

Senyum Eunrim kembali mengembang. Dia lalu berbalik ke arah Hyora berdiri.

“Ohh.. Poor Hyora.. Kau memimpikan sesuatu yang tak nyata!” kata Eunrim. “Apa aku harus membuat semuanya menjadi nyata?” tambahnya sambil menepuk-nepuk pipi Hyora, semakin lama semakin mengeras hingga membuat pipi gadis itu merah.

“Eunrim.. Stop!” seruku sambil mengentikan tindakan Eunrim.

Kebanyakan dari para tamu sudah melihat kami. Walaupun aku yakin hanya sedikit dari mereka yang mengerti pembicaraan kami (karena menggunakan bahasa Korea) tapi tetap saja tidak enak menjadi pusat perhatian seperti ini.

“Eunrim? Hah.. Aku ini Erica Song!!” seru Eunrim.

“Erica.. Song?” tanyaku mengulangi perkataan Eunrim.

Kenapa dia mengganti namanya?

Jelas-jelas sosok gadis didepanku ini adalah Song Eunrim. Gadis yang selama ini mengisi hari-hariku. Aku tidak mungkin salah..

“Itu nama baratnya, Kyu..” sahut eomma Eunrim tiba-tiba. “Sebelum kalian menghancurkan pesta ini, sebaiknya pindah ke tempat lain..”

Eomma Eunrim lalu mengajak kami naik ke sebuah ruangan.

“Dear, eomma masih harus mengurus tamu dibawah.. jangan terlalu kasar pada Hyora..” sahut eomma Eunrim lalu meninggalkan kami bertiga.

Eunrim lalu kembali mendekati Hyora.

Kali ini dia tidak segan lagi menampar pipi gadis itu dengan kasar.

“KAU MENGUSIR TUAN RUMAH HAH?! Apa kau tidak pernah membaca berita?! Aku ini putri pewaris seluruh perusahaan Song, dan kau berani MENGUSIRKU?!! Rasakan sekarang! Aku sudah menyuruhmu mengemis padaku tadi, tapi kau tidak mau kan?!” bentar Eunrim kasar.

Aku tidak pernah melihat sosoknya yang seperti ini..

Tiba-tiba pandangan kami bertemu. Dia lalu mendekatiku.

“Ahh.. Bukankah ini namjamu, Hyora? HAHAHAHAHA!! Aku sudah menjadikannya milikku!! Apa kau juga ingin kujadikan milikku?” kata Eunrim sambil tertawa.

Ini..

Walaupun gadis di depanku adalah Eunrim..

Tapi..

Kenapa sikapnya berbeda sama sekali?

Dia tiba-tiba memberikanku sebuah ciuman. Bibirnya.. sangat dingin.. dan caranya menciumku.. seperti.. dia tidak mempunyai jiwa..

“Kenapa kau melakukan semua ini padaku?” jerit Hyora histeris. “Apa kau mau mengambil namjamu kembali?? Hikss.. hikss..” tangisannya sudah tak terbendung lagi.

Eunrim lalu melepaskan ciuman kami.

“Namjaku? Bukannya ini namjamu?” tanya Eunrim bingung.

Ada apa dengannya?

“Eun-ahh.. Apa kau masih marah padaku? Aku benar-benar minta maaf padamu..” seruku sambil memegang dagu Eunrim.

Dia langsung menepisnya. “Berani sekali kau memanggilku seperti itu!! Aku ini Erica Song! Harus berapa kali kukatakan!!”

Kenapa dengannya?

Aku..

Aku tidak mengerti..

“Aku hanya memanfaatkanmu untuk menjatuhkan gadis tidak tahu tata krama itu.. Dia harus mendapatkan ganjaran yang setimpal karena sudah berani merendahkanku.. Dan kupikir kau ini namjanya karena datang bersama-sama dengannya..” komentar Eunrim lagi.

Dia lalu duduk di salah satu sofa dan mulai membuka wine yang tersedia di atas meja samping sofa itu.

Sejak kapan dia minum wine?

Aku serentak langsung mengambil gelas itu.

“Kau belum cukup umur!” kataku pelan.

“Haahh!! Tau apa kau? Memangnya kau siapa berani melarangku?!!” dia lalu mengambil gelas tadi dari tanganku.

Tepat sebelum Eunrim meminumnya, Hyora berteriak. “AKU TIDAK TERIMA INI!!”

Byuurr.. Eunrim menyiram wajah Hyora dengan winenya.

“Dasar rendahan.. Menjauhlah dari hadapanku sebelum aku memusnahkanmu.. kau tidak ada apa-apanya dibandingkan denganku.. hihihi..” kata Eunrim.

Dia tertawa..

Tawanya..

Benar-benar membuat bulu kudukku merinding..

Hyora yang sudah basah, langsung beranjak dari tempatnya dan meninggalkan kami berdua.

“So, kau ini bukan namjanya? Maafkan aku kalau begitu.. Ciuman yang tadi.. Tidak usah dipikirkan.. Aku hanya ingin membuatnya cemburu..” kata Eunrim padaku.

“Apa yang kau katakan? Aku ini Cho Kyuhyun!” seruku bingung.

“Ahh.. Kau putra perusahaan Cho? Aku benar-benar minta maaf kalau begitu.. Aku tidak bermaksud mengikut sertakanmu dalam permasalahan tadi.. tapi bukannya dia bilang kau itu tunangannya?” tanya Eunrim padaku.

Aku menatapnya.. Apa dia sedang bercanda?

“Kau jangan bercanda Eun-ah.. mianhae.. jeball..” kataku lalu berlutut dihadapannya.

“Kenapa kau berlutut padaku? Bangun.. Aku seharusnya orang yang meminta maaf padamu.. Dan bagaimana kau bisa tau nama kecilku? Tolong jangan memanggilku seperti itu..” katanya lalu mengangkatku berdiri kembali.

“Kenapa kau berakting seperti itu? Kenapa kau pura-pura tidak mengenalku?” seruku sambil menatapnya.

Dia terlihat..

Bingung?

“Ahh.. Aku memang tidak pernah menunjukkan sosokku yang seperti tadi di depan publik.. Hanya saja, gadis tadi benar-benar membuatku jengkel..” katanya sambil cekikikan. “Dan.. maaf.. tapi aku benar-benar tidak mengenalmu, Mr.Cho..” tambahnya dengan muka polos.

Deggg..

Apa dia berbohong?

Tidak mungkin..

Tapiii..

Wajahnya tidak menunjukkan kalau dia sedang berbohong..

Apa ini benar-benar terjadi?

Apa orang di depanku ini benar-benar Eunrim?

“Kenapa kau tidak mengenalku? Yaaa!! Song Eunrim!! Katakan kalau kau berbohong!!” seruku sambil mengguncang-guncangkan tubuhnya.

Dia bertambah bingung.

“Maaf Mr.Cho.. Tapi, aku benar-benar tidak mengenalmu.. Apa kita pernah bertemu sebelumnya?”

-continue-

===========================================================

Penasaran??

Hohoho~ thyz emang suka buat kalian penasaran.. xD

Ayoo.. ayooo.. seperti kata-kataku di atas tadi..

Pertanyaan kali ini gampang kok..

Apakah Eunrim benar-benar lupa a.k.a hilang ingatan, ataukah hanya berpura-pura untuk mengetes Kyuhyun??

Komen.. komen.. kalo banyak silent reader, sambungannya minggu depan baru kupost.. biar semuanya pada penasaran.. hahaha.. *keburu ditabok readers*