Title      : Thanks For Everything

Author  : Diny

Length  : oneshoot

Genre  : romance

Cast     : Heo Young Saeng (SS501)

             Han Young Sun (fiction)

 

Bintang-bintang di langit begitu indah

Tampaknya seperti pasangan kekasih

Namun hanya itu yang terlihat di mataku

Tanpa aku sadari, diriku sendiri merasa hampa

Hampa belum menemukan cintaku

Cinta yang dapat menyinari hatiku

Sama seperti bintang-bintang di langit

“ Tolong, Tolong aku “ rintih seorang yeoja.

Aku mencari ke arah datangnya suara tersebut, sepertinya yeoja itu dalam bahaya. “ Kamu tidak apa-apa? “ sahutku setelah menemukan yeoja itu.

“ Kakikku terkilir, aku tidak bisa jalan. Tolong sembunyikan aku, aku takut sekali “ sahut yeoja itu.

Beruntunglah rumahku tak jauh dari tempat ini, aku menggendong yeoja itu dan membawanya ke rumahku, “ Mengapa hatiku berdetak saat yeoja itu merangkul leherku, seperti ada perasaan berbeda yang aku rasakan “ batinku.

Aku membalut luka di kakinya dan berusaha menenangkannya. Sedari tadi aku perhatikan yeoja itu amat ketakutan, entah kejadian apa yang dia alami. Setelah ia tenang, ia mulai menceritakan padaku ternyata ia di kejar-kejar oleh sekelompok orang tak di kenal. Entah apa motif di balik itu, tapi firasatnya mengatakan bahwa sekelompok orang itu punya niat yang tidak baik dengan dia. Aku merasa kasihan dengannya dan berharap dapat melindunginya.

“ Namaku Han Young Sun “ sagut yeoja itu.

“ Namaku Young Saeng “ sahutku.

Han Young Sun merupakan yeoja yang cute dan seperti tipe idealku. Senyumnya itu membuat hatiku terasa nyaman dan ingin berlama-lama di dekatnya. Ia becerita sedikit tentang dirinya, kami pun asyik bercerita satu sama lain. Tanpa terasa aku tak sengaja memegang tangannya. Saat itu kedua mata kami saling berpandangan, ia tersenyum ke arahku dan melepaskan tangannya.

“ Oppa, aku harus pulang “ sahutnya

“ Ah, jangan malam ini, menginaplah di rumahku. Aku takut keadaan di luar dapat membahayakanmu “ sahutku

“ Baiklah Oppa, mianhae telah merepotkanmu. “ sahutnya lagi

Keesokan harinya,

Han Young Sun berpamitan pulang, jujur aku ingin mengantarnya pulang tetapi saat itu aku sedang ada urusan di luar. Aku menyuruhnya berhati-hati dan memberikan kacamataku untuk di pakainya, setidaknya dengan kacamata itu dapat meyamarkan dirinya. Ia juga berjanji akan bertemu lagi denganku.

Apa perasaan ini terlalu cepat untuk aku akui

Sebagai perasaan cinta padanya

Kami baru saja bertemu dan sekarang ia pergi

Bayangannya serta senyumnya masih ada di pikiranku

Ku mohon jangan pergi

“ Young Saeng, kamu sedang tidak fokus ya? “ sahut Hyung Jun

“ Eh, kamu ngomong apa barusan? “ tanyaku

Aku meninggalkan ruang rapat, pikiranku sedang tidak jelas. Percuma saja aku meneruskan rapat OSIS ini kalau aku tidak fokus sama sekali terhadap poin-poin yang di bicarakan.

“ Young Saeng Oppa, kemarilah “ sahut seorang yeoja

Aku mengucek mataku bekali-kali dan meyakinkan sekali lagi apa yang kulihat, itu Young Sun. Sedang apa ia di sekolahku. Dan mengapa ia berpakaian cantik sekali, memakai dress casual berwarna pink. Aku berlari ke arahnya dan memasangkan kelopak bunga di telinganya. Setelah itu aku langsung memeluknya dan mengatakan aku sungguh mencintainya.

“ Young Saeng, bangunlah. Kamu ngapain tertidur di bawah pohon “ sahut Jun sambil mengguncang-guncangkan tubuhku.

Aku tersentak dari tidurku dan memukul kepalaku sendiri “ Rupanya hanya mimpi “. Young Sun tidak benar-benar berada di depanku. Dan aku sangat merindukan kedatangannya. “ Jun, kamu mengganggu tidurku saja sih? Padahal mimpi pun rasanya nyata sekali “ sahutku.

“ Mianhae, Hyung. Habis aku pikir kamu sedang ada masalah jadi kamu tidur di bawah pohon, tidak biasanya kamu bersikap seperti ini. Apa kamu sedang jatuh cinta ya? “ sahut Jun.

“ Huft, ngomong apa kamu ini? Cepat pergi sana, jangan ganggu aku “ sahutku lagi.

Young Sun PoV

Young Saeng Oppa baik sekali, ia yang menolongku tadi malam. Aku sangat berterima kasih padanya. Mungkinkah aku bisa bertemu dengan dia lagi? Aku sudah berjanji tapi aku tidak ingin mengganggu kehidupannya. Apalagi jika ia sudah memiliki kekasih, tapi ada yang berbeda saat aku meninggalkan rumahnya waktu itu. aku seperti melihat tanda bahwa ia menyukaiku. Aku tahu ini hanya perasaan sementara atau juga perasaan semata. Tapi jika itu benar, aku pun juga menyukainya. Dari awal saat ia menggendongku, rasanya tubuhku merasa lemas dan hatiku tak karuan.

The End Young Sun PoV.

Tepat seminggu berlalu sejak kejadian malam itu. Young Sun tak pernah mendatangiku. Untuk bertemu dengannya saja aku tidak tahu dimana alamatnya. Ingin sekali aku mengungkapkan perasaanku.

Setiap hari minggu, aku selalu lari pagi di taman kota. Mencari udara segar dan melihat keindahan taman kota. Sekalipun banyak yeoja di taman kota yang menggodaku, tapi aku cuek saja.

“ Ups, mianhae “ sahut yeoja yang barusan menabrakku.

“ Loh, Young Sun “ sahutku.

Ia memanggilku Oppa, apa kabar? Suaranya yang lembut itu membuat pagi yang dingin itu menjadi hangat. “ Oya ini untuk Oppa, ia memberikanku syal berwarna *****, ini hasil rajutanku sendiri sebagai tanda terima kasih padamu “

“ Kamu tidak perlu repot-repot. Melihatmu bahagia saja aku sudah senang? “ sahutku.

“ Ah, maksudnya Oppa? “ sahut oung Sun binggung.

“ Aku mencintaimu, aku tidak tahu apa harus secepat ini aku mengatakan padamu. Maukah kamu menjadi yeojachinguku? “ sahutku sambil memegang kedua tangannya.

Young Sun PoV

Aku takut bila aku menerimanya, ia akan mendapat masalah besar karenaku. Aku takut melukainya, aku takut bila suatu hari aku tidak bisa bersamanya lagi. Aku takut ia akan meninggalkanku bila ia tahu kenyataan yang sebenarnya tentang diriku. Apa yang harus aku lakukan? Aku juga ingin mengatakan bahwa aku juga mencintainya dan ingin segera memeluknya, akan tetapi langkah kakiku sanga berat dan mulutku tak bisa bicara apa-apa

The End Young Sun PoV

“ Maafkan aku, aku tidak bisa “ sahut Young Sun

“ Tapi kenapa? Baiklah kalau begitu, aku tidak akan mengganggumu mulai sekarang “ sahutku lemas.

“ Tunggu dulu Oppa, aku belum selesai bicara. Maksudku adalah aku tidak bisa untuk menolak cintamu “ sahut Young Sun sambil tersenyum.

“ Mwo, Jinja? “ sahutku senang.

Mulai sekarang aku tidak sendirian lagi, aku telah memiliki seseorang yang dapat mengisi kekosongan hatiku, inilah yeoja yang akan membuat hari-hariku semakin bermakna.

Kami berdua melihat ke arah langit, melihat bersama-sama bintang di langit, kini kami berdua telah menjadi pasangan kekasih yang sama seperti dengan sepasang bintang di langit. Aku berjanji akan menjaganya selalu.

“ Young Sun, kamu tidak apa-apa? Sadarlah Young Sun “ panikku

Ia tiba-tiba tergeletak jatuh tepat di pelukanku, aku sungguh panik melihat ada cairan darah merah yang mengalir di hidungnya. Segera aku mebawanya ke rumah sakit. Setalh 1 jam ia berada di ruang UGD, sedari tadi aku terus mondar mandir tak karuan.

“ Permisi, apa benar Nuna Young Sun, masih ada di dalam? “ sahut sekelompok orang.

Aku menggangguk dan bertanya siapa mereka dan apa hubungannya dengan Young Sun.

“ Kami ini adalah pengawal Nuna Young Sun, kami di suruh untuk selalu mengawasi keadaannya dan selalu membawanya untuk check kesehatan di Rumah Sakit “ sahut seorang dari mereka.

“ Memangnya Young Sun sakit apa? “ tanyaku

“ Ia menderita kegagalan sumsun tulang belakang, ini yang menyebabkan kami mengikutinya kemana saja ia pergi “ sahut salah seorang dari mereka.

“ Mwo? Aku tidak tahu mengenai keadaan penyakitnya “ batinku

Tanpa ku sadari air mataku mulai menetes, jadi ini alasan ia selalu terlihat ketakutan dan orang-orang yang mengejarnya saat itu adalah pengawalnya sendiri. Aku harus membujuknya agar ia melakukan pencangkokkan sumsum tulang belakang. Aku ingin dia kembali dan tak meninggalkanku. Yang aku tahu ia selalu menolak untuk di bawa ke Rumah Sakit, karena ia sudah pasrah dengan keadaan penyakitnya.

“ Mianhae, Oppa. Aku telah berbohong padamu. Ini adalah hal yang aku takutkan selama ini. Kalau Oppa mau meninggalkanku, aku tidak apa-apa “ sahutnya setelah ia sadar.

“ Apa yang kamu bicarakan, sedikitpun aku tidak akan meninggalkanmu “ sahutku.

“ Tapi aku ini berpenyakitan, umurku tidak akan lama lagi. Untung apa Oppa mencintai yeoja yang umurnya tinggal menghitung hari “ sahutnya lagi.

“ Dasar, Pabo. Aku sangat mencintaimu. Apapun yang terjadi padamu baik sakit ataupun sehat, aku akan selalu berada di sisimu. Percayalah padaku, kita akan selalu bersama “ sahutku.

Tepat seminggu berlalu,

Young Sun melakukan operasi pencangkokkan sumsum tulang belakang, keadaannya sekarang jauh lebih baik. operasi yang jalaninya pun berhasil dengan baik. akhirnya aku bisa melihatnya tersenyum lagi. Aku bahagia pernah mengenalnya. Aku mebawakan sebuket bunga saat ia masih ada di rumah sakit.

Aku mengajaknya ke taman Rumah Sakit, disana aku menyanyikannya sebuah lagu dan ia tersenyum padaku. Saat itu aku memberikannya sebuah cincin, aku ingin dia yang menjadi pendampingku untuk selamanya.

“ Young Sun, maukah kamu menjadi pendampingku hingga akhir hayatku? “ tanyaku.

“ Tentu saja aku mau, aku sangat mencintaimu Oppa “ jawab Young Sun.

“ Aku juga mencintaimu “ sahutku

Cincin itu aku pasangkan tepat di jari manisnya, dan aku mencium tangannya sebagai tanda bahwa cinta ini tidak akan pernah berakhir sampai disini saja. Cinta ini akan selalu ada di hati kami berdua. Tanpa sadar wajah kami bertemu dan kami saling berpandangan, aku mendekatkan bibirku di depan bibirnya, dan mencium bibirnya dengan lembut. Gomawo untuk semua yang telah terjadi di antara kita, semuanya begitu indah dan manis karena dirimu.

THE END