Title : Complicated in Our Relationship (Part 4)
Length : Continue
Genre : Comedy, Romance
Cast :
-. Evil Couple : Song Eunrim dan Cho Kyuhyun

© by @thyziana

Yang ketinggalan part sebelumnya, silakan klik di bawah ini..

Part 1Part 2Part 3

===========================================================

Jeongmal mianhae.. 2 hari ini thyz sibuk dengan urusan masuk universitas.. TT____TT dan mianhae juga kalau part kali ini bener-bener ga dapet feelnya.. soalnya ini ff kebutan.. 2 jam selesai.. hehe.. thyz takut kalian udah penasaran banget dengan lanjutan ceritanya jadi buru-buru dipost.. ><

Buat semua yang udah setia menunggu kelanjutan ff ini.. jeongmal kamsahee.. Makasih.. arigato.. xie xie.. thank you..

Mudah”an kalian tidak kecewa dengan kelanjutan ffnya..

Karena di part sebelumnya kebanyakan diulas tentang perasaan Eunrim.. Maka kali ini thyz coba melihat dari sisi Kyuhyun.. Dia juga korban loh.. bukan hanya Eunrim.. keke~

Ohh iyaa.. yang mau berkenalan lebih lanjut dengan author thyz~ ayoo.. ayoo.. thyz ga suka makan orang kok.. haha.. ga menggigit.. tenang aja.. xP

Kalo ada yang kepengen berkenalan, search aja fbku thyziana@live.com atau follow @thyziana.. Untuk pin, tanya yaa..😉

Anyway, intronya ga usah terlalu panjang.. Langsung aja.. Dan mohon jangan lupa komennya..😉

———————————————————————————————————–

.Author POV.

BRAAAAAAAAKKK!!!

Eunrim tiba-tiba kembali ke ruang makan.

“Mr.Park, bolehkah kau meninggalkan ruangan ini sebentar? Aku ingin berbicara dengan kedua orang tuaku..” Kata Eunrim.

“Nee, agassi.. Kalau begitu saya pamit dulu..” Sahut Mr.Park lalu meninggalkan ruangan.

“Princess appa membutuhkan sesuatu?” Tanya appa Eunrim.

“Aku ingin appa dan eomma bekerja sama denganku..” Jawab Eunrim sambil memberikan senyum evilnya.

Appa dan eomma Eunrim bertatapan dengan raut wajah bingung.

“Apa yang harus kami lakukan untukmu, baby?” Kata eomma Eunrim lembut.

“Aku ingin mengundang Kyu beserta keluarganya di pesta nanti..” Sahut Eunrim datar.

“Maksudmu Kyuhyun Super Junior, sayang?” Tanya eomma Eunrim memastikan.

“Eomma.. Berapa banyak kenalanku yang bernama Kyuhyun? Tidak usah parno begitu! Aku tau selama ini kalian berusaha mencari tahu alasan kelakuan anehku akhir-akhir ini.. Tapi aku tidak mungkin gila hanya karena seorang namja plin plan yang tidak bisa mengambil keputusan yang tepat..” Seru Eunrim sambil berjalan kembali ke tempat duduknya tadi.

“Maksud eomma.. Apa kau tidak sakit hati karena Kyuhyun, sayang?” Balas eomma Eunrim bingung.

“Yaa.. Namja itu memang membuatku menderita.. Tapi setelah kupikir-pikir, lebih baik kalau orang lain yang kubuat menderita dibandingkan diriku sendiri.. Hahaha..” Ujar Eunrim diakhiri dengan tawanya yang bagaikan lonceng mendentang.

“Baiklah.. Tentu saja appa akan membantumu, princess..” Kata appa Eunrim sambil mengelus-elus pipi anaknya.

“Aku tau appa pasti membantuku.. Kalau eomma?” Tanya Eunrim pada eommanya.

“Kalau appamu saja sudah setuju, bagaimana eomma bisa menolak? hmm, jadi apa yang harus eomma lakukan?” Jawab eomma Eunrim lembut.

“Appa dan eomma hanya harus memastikan kalau Kyuhyun tidak mengetahui sandiwara yang sedang kulakukan.. Aku paling tidak bisa berbohong di depannya..” Jelas Eunrim.

“Itu saja? Itu sangat gampang untuk appa atur..” Sahut appa Eunrim.

“Ahh.. Kemungkinan aku juga akan mengujinya, appa.. Jadi pastikan CCTVmu terpasang di tempat yang tepat.. Jangan sampai dia melihatnya..” Tambah Eunrim.

“Apa kau hanya membutuhkan bantuan appamu? Heuhh.. Eomma tidak dibutuhkan dalam rencana ini ternyata..” Ujar eomma Eunrim kecewa.

“Siapa bilang? Bukannya eomma yang paling pandai berakting? Eomma harus membantuku tentu saja.. Keke~” sahut Eunrim jahil.

“Eomma juga ikut? Yeeeyy.. Ommo Eun-ahh.. Eomma pikir selama ini kau sudah hilang ingatan atau semacamnya! Kau tidak pernah menyebut nama Kyuhyun lagi..” Jelas eomma Eunrim panjang lebar.

“Aku juga pertamanya berpikir untuk melupakan namja itu.. Tapi entah mengapa, hati kecilku mengatakan bahwa bukan dia yang harus dipersalahkan atas perjodohan itu.. Dan jujur, seberapa kerasnya aku mencoba, dia tetap terbayang-bayang.. Jadi yaahh.. Aku hanya ingin membalas kelakuannya karena sudah membuatku sakit hati..” Balas Eunrim.

“Sebentar, princess.. Apa maksudmu dengan perjodohan?” Tanya appa Eunrim.

“Ohh itu.. Kyuhyun dijodohkan dengan salah satu anak teman appanya.. Kalau aku tidak salah ingat.. Namanyaa.. Emm, Kim Hyeora..” Jawab Eunrim.

“Kim Hyeora? Apa dia itu anak Mr.Kim? Appa baru saja membeli sebagian besar saham perusahaannya..” Ujar appa Eunrim sambil mengingat-ingat. “Dan Mr.Kim memang mengatakan akan mengundang tunangan anaknya beserta dengan keluarganya..”

“Hoo? Baguslah kalau begitu.. Aku harus memperlurus semuanya dengan gadis itu..” Sahut Eunrim puas.

“Pastikan saja tidak ada satupun kamera atau alat perekam lainnya.. Karena biar bagaimana pun, kita harus melindungi Kyu.. Statusnya sebagai artis pasti akan membuat berita hangat di setiap media massa jika mereka mengetahui kabar ini..” Tambah Eunrim sambil berjalan meninggalkan ruangan sambil bersenandung kecil.

“Heuhh, yeoboo.. Anak kita, dari mana dia mendapat kepintaran seperti itu?” Kata eomma Eunrim.

“Hahaha.. Dari appanya tentu saja.. Sepertinya aku juga harus menanamkan saham di perusahaan Mr.Cho.. Aku tidak mau putri kita kecewa tentu saja..” Kata appa Eunrim yang lalu menelpon Mr.Park untuk mengurus semuanya.

“Kau terlalu memanjakan Eunrim, yeoboo..” Sahut sang eomma.

“Setidaknya apa yang dia minta masih masuk akal, kan? Lagipula.. Aku melihat kalau Kyuhyun itu pria yang bertanggung jawab.. Biar bagaimanapun harus ada yang mendampingi Eunrim menjalankan perusahaan nanti kan?” Jelas appa Eunrim.

——————————————————————————————

.Kyuhyun POV.

“Maaf Mr.Cho.. Tapi, aku benar-benar tidak mengenalmu.. Apa kita pernah bertemu sebelumnya?” Katanya dengan tatapan bingung.

“Kau.. tidak.. Mengenalku?” Sahutku lemah.

“Emm, apakah kita pernah bertemu sebelum aku pindah ke NY? Kau memanggil nama koreaku.. Aku tidak pernah memakainya di sini..” Balasnya. “Mukamu pucat, Mr.Cho.. Apa aku perlu memanggil dokter?”

“Ani.. Nan gwenchana..” Kataku mencoba tersenyum.

Apa dia sangat sakit hati sampai bisa melupakanku?

“Kalau begitu apa tidak sebaiknya kita turun saja? Aku tidak ‎mau orang berpikir yang tidak-tidak..” Katanya sambil menarik tanganku.

Dengan langkah gontai aku mengikutinya..

Aku masih tidak mempercayai semua ini..

Apa dia mempermainkanku?

Tapi aku selalu tahu kalau dia berbohong..

Dia tidak akan menatap mataku secara terang-terangan..

Dan saat ini, dia menatapku dengan matanya yang tajam itu..

Ini semua salahku.. Seandainya saja aku lebih tegas menolak permintaan aboji..

Seandainya saja aku menolak untuk dijodohkan dengan Hyora..

Apa yang harus kulakukan agar Eunrimku bisa mengingat semuanya?

“Mr.Cho.. Kau tidak berbicara dari tadi..” Kata Eunrim membuyarkan lamunanku. Dia memberiku segelas air dingin.

“Ohh.. Please.. Jangan memanggilku seperti itu..” Sahutku lalu meneguk habis minuman yang diberikannya.

“Jadi kau mau kupanggil apa? Ahh.. Bagaimana kalau Kyuhyun oppa?” Sahutnya dengan suara manis.

Dia tidak pernah memanggilku seperti ini!!

Sepertinya aku harus mencari cara agar ingatannya kembali!

Caranya memanggilku.. aku lebih suka kalau dia memanggilku dengan sebutan ‘babo’ atau ‘kyu’ tanpa tambahan kata ‘oppa’..

“Kyuhyuniee.. Anakku.. Kita harus berbicara sebentar.. Tidak apa-apa kalau bocah ini kupinjam sebentar Miss Song? Kau bisa berbincang-bincang dengan istriku untuk sementara..” Kata aboji tiba-tiba datang dan langsung menyeretku menjauhi Eunrim.

“Kau sangat hebat bisa mendapatkan hati seorang putri perusahaan Song, Kyuhyunnie.. Dan aboji sudah berbicara dengan Mr.Kim, mereka menyetujui kalau perjodohanmu dengan Hyora dibatalkan.. Kau harus mempertahankan hubunganmu dengan Miss Song tentu saja..” Sambung aboji ketika sudah mendapat tempat yang pas untuk berbicara.

Aku menatap aboji.. Jadi selama ini tujuannya menjodohkanku hanya untuk kepentingan bisnis?

“Aboji.. Dia Eunrim, gadis yang waktu itu kuceritakan..” Sahutku lemah.

Aku tidak menyangka semua ini..

“Maksudmu, dia itu yeojamu? Wahh.. Pantasan dia berlaku kasar pada Hyora.. Kenapa kau tidak bilang dari tadi? Kita kan bisa memberitahu Mr.Song bahwa kalian punya hubungan..” Ujar aboji tanpa perasaan.

Apa aboji tidak bisa mengerti perasaanku?

“Dia melupakanku aboji..” Cicitku.

“Ehh.. Apa maksudmu, Kyuhyunie? Arghh.. Jangan-jangan kau sudah berlaku kasar pada Miss Song.. Ahh.. Aboji ingin berbicara dengan Mr.Song dulu, kau sebaiknya bersiap-siap..” Kata aboji yang langsung meninggalkanku begitu melihat appa Eunrim.

Bukannya rencana aboji yang membuat hubunganku berantakan?

“Oppa sudah selesai bicara? Bagaimana kalau cicipi sedikit makanan yang kubawa?” Kata Eunrim yang tiba-tiba sudah berada di sampingku.

Aigooo! Kenapa dia membawa benda hijau yang sangat tidak kusukai?!

Apa aku harus makan?

Tapi ini adalah benda yang paling kubenci!

Aishhh..

“Kau tidak suka ya?” Katanya kecewa.

Sebagai namja yang jantan..

“Anii.. Ini kesukaanku..” Kataku lalu mulai melahap benda hijau ini..

Hueeekk.. Sungguh makanan yang sangat tidak layak dimakan! Dan kenapa terasa pedas sekali?!

“Uhukk.. Uhuukk..” Tenggorokanku terasa ‎ terbakar!

.Eunrim POV.

“Ommo, oppaa.. Apa yang terjadi?” Kataku begitu melihatnya mulai terbatuk-batuk.

Aku hanya ingin mengerjainya.. tapi kenapa dia sampai terbatuk-batuk seperti ini?

Dasar Cho Kyuhyun babo! Apa kau sebegitu pasrahnya dengan perlakuanku?

Hohoho~

“Gwenchana..” Katanya yang langsung meneguk air.

Apa merica yang kutambahkan terlalu banyak yaa?

Tapi biarlah.. Ini belum ada apa-apanya dibandingkan dengan perlakuanmu!

Aku ingin sekali menertawaimu, Cho Kyuhyun.. Tapi sebagai Eunrim yang ‘hilang ingatan’, aku tidak bisa melakukannya..

Dan memanggilmu dengan sebutan oppa! Hueekk.. Anggap saja itu bonus untukmu!

Hemm, setelah dipikir-pikir.. Kasian juga kalau kukerjai seperti ini.. Bisa-bisa aku dibom oppadeul karena sudah membuat magnae mereka sakit tenggorokan.

“Makan cake ini supaya rasa pedasnya hilang..” Kataku sambil menyodorkannya sepiring cake.

———————————————————————————

Selesai acara..

“Princess.. Kau belum mengantuk kan? Kita harus membicarakan sesuatu bersama keluarga Cho..” Kata appa yang datang dengan Mr.Cho.

Heuhh.. Sebenarnya aku sudah sangat mengantuk.. Tapi aku sekilas melihat ada tatapan ‘pertanggungjawabkan rencanamu’ pada pandangan appa.. Jadi apa boleh buat..

Aku menguap tanpa suara..

Tiba-tiba ada tangan yang memeluk pinggangku.

“Kau mengantuk?” Tanya Kyu lembut.

Dia menuntunku yang sudah setengah sadar ini ke ruang tamu. Di sana, orangtuaku beserta orangtua Kyu sudah membicarakan sesuatu.. Tapi aku terlalu lelah untuk mendengar.. Aku akhirnya hanya mengikuti Kyu dan duduk sambil menahan kantuk di sebelahnya.

Inilah alasan kenapa Kyu secara diam-diam selalu menjulukiku ‘baby’.. Bukan panggilan sayang, tapi itu ejekan karena sifatku yang persis seperti bayi kalau sedang tidur. Aku bahkan tahan tidur 12 jam kalau tidak ada yang membangunkanku.

“Hoaamm” aku tidak tahan lagi.. Titik-titik air mata tanda kelelahan sudah mulai menggenangi mataku.

“Kalau kau mengantuk, aku bisa meminjamkan lenganku..” Kata Kyu sambil membuka lebar kedua tangannya.

Ahh.. Dia menggodaku? Tapi.. Rasanya memang lebih baik menyandarkan leherku di suatu tempat.

.Kyuhyun POV.

Dia menatapku dengan matanya yang sudah seperti panda itu.

“Wae? Aku ini namjamu kan?” Kataku yang tanpa menunggu lagi langsung memeluknya dalam dekapanku.

Walaupun dia sepertinya kaget, tapi dia tidak menolak pelukanku sama sekali.

Apa hati kecilnya mengatakan bahwa aku adalah namja yang dua tahun ini telah mengisi hatinya?

Kucium rambut ikalnya yang menggerai lembut di bahunya.

“Apa kau ‎mau kusenandungkan sebuah lagu? Bukankah kau selalu memutar laguku sebelum tidur?” Tanyaku pelan.

“Hmm.. Memangnya suaramu bagus? Dan maaf, aku tidak pernah memutar lagumu.. memangnya aku punya rekaman suaramu? Kita bahkan belum pernah bertemu sebelumnya..” katanya sambil menguap.

“Bukannya kau sangat menyukai suaraku? Aku akan mengingatkanmu kenangan-kenangan yang telah kau lupakan..” sahutku sambil mengelus-elus pipinya.

Kau masih sama seperti Eunrimku yang dulu.

Aku berjanji..

Aku akan mengembalikan ingatanmu secepatnya!

“Kalau begitu buktikan..” Cicitnya.

.Author POV.

“Anda lihat sendiri, Mrs.Song.. Putri anda sangat nyaman bersama putraku..” Kata Mr.Cho sambil melirik ke arah Eunrim dan Kyuhyun.

Mrs.Song hanya menatap anaknya dengan lembut.

Dia melihat ke arah Kyuhyun yang sedang menyenandungkan sebuah lagu. “Kyuhyunie.. Sebaiknya kau bawa Eunrim ke kamarnya.. Di luar ada bibi Kim, tanya saja kamarnya di mana..”

Kyuhyun yang mendengar perkataan Mrs.Song menggangguk pelan, dan mengangkat Eunrim keluar.

“Apa kau tidak.. takut terjadi sesuatu pada kedua anak itu?” Tanya Mrs.Cho sedikit cemas.

“Apa yang perlu ditakutkan? Toh mereka sudah pernah tidur sekamar..” Balas Mrs.Song pelan.

“Maksudnya, Kyuhyun sudah pernah mengunjungi kediaman ini sebelumnya?” Tanya Mr.Cho kaget.

“Bukan di sini, tapi kediaman kami di Jepang.. Apa Kyuhyun tidak pernah mengatakan hubungannya dengan Eunrim?” Jawab Mr.Song yang kembali melontarkan pertanyaan.

“Dan sepertinya Kyuhyun sudah membuat putriku sakit hati..” Tambah Mrs.Song datar.

Keringat dingin mulai muncul di kening Mr.Cho..

“Mungkin karena status Kyuhyun sebagai artis..” Sela Mrs.Cho.

“Kalau begitu kita liat saja keputusan putriku.. Kalau memang dia merasa cocok dengan Kyuhyun, baru kita bicarakan selanjutnya..” Kata Mr.Song.

“Kenapa tidak sekarang saja?” Ujar Mr.Cho.

“Buat apa terburu-buru? Biarkan mereka mencocokkan diri terlebih dahulu..” Kata Mr.Song yang lalu bangkit dari tempat duduknya, tanda pembicaraan sudah berakhir.

“Apa kalian ingin menginap di sini? Kyuhyun sepertinya harus tinggal bersama Eunrim untuk sementara waktu..” Kata Mrs.Song ramah.

“Ohh.. Tidak.. Kami harus kembali ke korea malam ini.. Tentu saja.. Suatu kehormatan kalau anak kami bisa menjadi bagian dari keluarga Song..” Kata Mr.Cho sebelum Mr dan Mrs. Cho meninggalkan ruangan.

“Yeoboo, kau tidak sopan sekali meninggalkan ruangan..” Kata Mrs.Song yang terus mengikuti suaminya.

“Aku hanya sedikit jengkel dengan keinginan Mr.Cho.. Kalau memang Eunrim yang memintaku untuk menjodohkannya dengan Kyu, baru akan kulakukan.. Tapi dia terus memaksa agar perjodohan itu langsung dilakukan..” Sahut Mr.Song ketus.

.Eunrim POV.

Antara sadar dan tidak, aku merasakan seseorang mengangkatku menuju ke tempat lain.. Apakah Kyu yang mengangkatku?

Aku mengintip dari sela-sela bulu mataku. Ahh.. Ternyata benar.. Dan dia meletakkanku dengan perlahan di atas ranjang.

Tikk..

Sesuatu membasahi pipiku.. Apa ini? Jangan-jangan atapku bocor? Tapi tidak mungkin, ada kelambu yang terpasang di atas ranjangku..

Aku kembali mengintip dengan harapan Kyu sedang tidak menatapku..

Dia terlihat membelakangiku..

Dan kenapa.. bahunya bergetar?

Apa.. Dia menangis?

Aku belum pernah melihat seorang namja menangis.. Apalagi karena diriku..

Melihatnya seperti ini.. Bukanlah tipe Kyuhyun yang kukenal..

Eomma pernah mengatakan, kalau seorang namja menangis karena yeojanya, artinya namja itu sudah mencintai dengan sepenuh hatinya..

Dan sekarang, dihadapanku.. Sudah terlihat sosok namja itu..

Cho Kyuhyun..

Aku ingin sekali mengatakan bahwa aku hanya ingin membalasmu..

Aku tidak tega melihatmu begitu..

Tanganku sudah hampir menggapaimu, dan memelukmu seerat mungkin..

Tapi..

Tidak!

Aku masih harus mengetes dan memastikan bahwa kau adalah namja yang tepat untukku.

Bersabarlah sampai besok, Cho Kyuhyun..

.Kyuhyun POV.

Aku tidak dapat menahannya lagi..

Bebanku sudah terlalu berat..

Setelah aku mengantar Eunrim ke kamarnya..

Air mata ini mengalir begitu saja..

Entah mengapa..

Tujuan hidupku selama ini.. Harapanku..

Semuanya lenyap begitu mengetahui kalau yeoja yang telah mencuri hatiku lupa ingatan..

Dan yang lebih parahnya lagi, dia hanya melupakanku!

Aku sudah gagal melindunginya..

Semua janjiku sudah terbuyarkan..

Dia pasti sangat sakit hati..

Mianhae, Eunrim..

Seandainya aku bisa melakukan sesuatu..

Bahkan aku rela bertukar jiwa denganmu..

Biarkan aku yang menanggung semua ini..

Kau hanya korban dari kerakusan abojiku..

Apa aku harus melepasmu?

Mungkin ini yang terbaik untukmu? Kau terlihat bahagia..

Apa aku tega merusak kebahagiaanmu?

Mianhae Eunrim.. Jeongmal mianhae..

Aku sangat egois..

Yaa..

Cho Kyuhyun adalah orang yang sangat egois..

Aku tidak bisa hidup tanpamu..

Saranghae..

Dapatkah aku mengatakan hal ini padamu?

Kau tepat di depanku, tapi tidak dapat kugapai..

Sekarang, setiap napasku terasa berat..

Hanya kau oksigenku..

Jebal.. Aku tidak bisa hidup tanpamu..

Biarkan aku terus bersamamu..

Tes.. tes.. airmataku tidak berhenti mengalir..

Kalau kau melihatku sekarang, pasti kau sudah menertawaiku..

Tapi..

Hari tanpamu, bagaikan mimpi buruk bagiku..

Song Eunrim..

Izinkan aku memulihkan kembali ingatanmu..

-continue-

==========================================================

Untuk TBC kali ini, kurang ada bumbunya ya?

Kali lalu, yang jawabannya benar ayo angkat kaki! *nah loh* wkwk..

Tapi, untuk part kali ini tetap ada pertanyaannya..

Apa yang akan Kyuhyun lakukan untuk memulihkan ingatan Eunrim?

Klo thyz sih, cara gampangnya nih.. getok aja kepala Eunrim pake tongkat bisbol.. keke~ (malah hilang ingatan beneran tuh)

haha.. jangan lupa komennya yaa~ xD