Author : Cutemoo
Title : Girl, you’re my Lollipop
Length : One Shot
Genre : Romance
Cast : Kwon Ji Yong aka G-Dragon aka GD aka Baby-G *plakk, Han Yong Woo [belongs to writer]

Mianhae, klo ff nya geje (tiap kali geje mulu ya *plakk) Happy reading ^^

———————————————————————————————————

High high I’m so high….. high high up in the sky…..

 

“Hahahaha… Oppa, di MV ini rambutmu lucu sekali. Tapi aku suka, kelihatan keren” kataku mengomentari penampilan salah satu member grup Big Bang dalam MV yang sedang kutonton. Tanpa mengalihkan pandanganku dari layar kaca, aku berusaha mengambil gelas minumku yang kutaruh di meja belakang tak jauh dari posisi dudukku sekarang. Kira-kira 10 detik meraba-raba meja tapi tak mendapatinya, aku memutar kepalaku untuk mengecek jangan-jangan aku lupa membawa gelasku dari dapur. Saat ku cek apa benar aku lupa bawa, ternyata gelasku sedang dipegang oleh seseorang. Pantas saja aku tidak mendapatkannya tadi, ternyata ada orang yang tanpa permisi sudah mengambil dan menghabiskan isinya pula.

 

“Yong Woo cantik….” rayu orang tersebut. Tangan kanannya mengacungkan gelas kosong ke arahku.

“Boleh aku minta segelas lagi…aku haus sekali. Pliissss…” sambungnya sambil memasang wajah memelas.

 

Sebenarnya aku tidak tega, tapi ini sudah yang ketiga kali dia melakukan perbuatan seperti ini. Salahku juga sih kenapa aku duduk membelakangi meja ruang tivi. Tapi tetap saja itu tak membuatku mengurungkan niat untuk membalasnya memasang tampang sejutek-juteknya.

 

“Ji Yong Oppa…” baru saja aku mulai bicara, dia sudah memotong omonganku.

“Aku tau, aku salah. Mianhae chagi….” Katanya lagi dengan senyum manis menghias wajahnya.

 

Kekesalanku pun langsung luntur begitu melihat senyumnya. Tambahan lagi sekarang dia melakukan aksi minta maaf terjitu. Sambil menaruh gelas di meja, kedua jari telunjuk diletakkan dikedua pipi kiri dan kanannya. Kepalanya ditelengkan kearah kiri, tak lupa ia juga memamerkan sebaris gigi putihnya. Dengan gaya seperti itu biasanya hatiku langsung lunak. Tapi x ini kukuatkan hatiku untuk tidak tersenyum. Padahal dalam hati aku sudah teriak gak karuan..

 

“Oppaa…mengapa kau manis sekali?!!! Kau sengaja kan meniru gaya boneka favoritku, supaya aku memaafkanmu.” Kataku dalam hati menahan senyum.

 

“hahahahaha….” Tanpa bisa ditahan, akhirnya meledaklah tawaku. Bagaimana tidak, dengan berlagak seperti boneka beruang favoritku saja Ji Yong oppa sudah sangat manis, ditambah lagi sekarang dia mengedipkan mata layaknya barongsai.

 

Dengan tawa yang masih tersisa diwajah, kuraih gelas dari meja dan berusaha berdiri. Kulihat Ji Yong oppa juga melakukan hal yang sama. Saat kami berdiri berhadapan, dia mencondongkan tubuhnya kedepan. Jantungku berdegup kencang menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya. Cup…… Pipi kananku diciumnya.

 

“Kali ini pun dimaafkan” katanya merebut kalimat yang seharusnya bagianku.

Aku hanya bisa diam, terlalu kikuk untuk bergerak jika suasananya sudah seperti ini. Menghitung degup jantungku saja, kacau balau. Dia mengeluarkan senyumnya lagi, kali ini lebih manis dari sebelumnya. Sepertinya aku bisa meleleh jika oppa sering tersenyum seperti itu. Degup jantungku belum memelan, tau-tau dia menarik tanganku dan sudah menenggelamkanku kedalam pelukannya. Bisa kurasakan bahwa jantungnya juga berdegup kencang, sama sepertiku.

 

“Yong Woo yaa, boggoshippo” ucap Ji Yong oppa, napasnya terasa hangat di belakang leherku.

“Aku juga rindu padamu oppa…” balasku manja. Ji Yong oppa mempererat pelukannya.

 

Aku Yong Woo, umur 19th. Dan yang memelukku adalah pacarku, Kwon Ji Yong, yang lebih dikenal para VIP sebagai GD atau G-Dragon. Kalian benar, dia adalah member sekaligus leader grup Big Bang yang MV nya sekarang sedang kutonton. Hanya saja di MV ini cuma ada Ji Yong oppa dan TOP oppa. Aku mengerti perasaan oppa tentang keadaan kami, karena status kami yang tidak boleh diketahui publik. Pantas saja jika sekarang dia ingin memelukku erat-erat, karena dalam dua bulan terakhir baru kali ini kami bisa bertemu lagi. Mudah bagiku jika merasa rindu padanya, hanya tinggal menyalakan tv dan video player langsung deh wajah oppa kelihatan dalam segala mv yang kuputar. Sedangkan oppa, pernah suatu kali dalam promo tur-nya tiba-tiba dia kangen padaku. Tapi tak satu pun file tentangku ada padanya, karena jika ketahuan maka tamatlah riwayatnya. Aku pun mengerti akan hal ini, bagiku Big Bang adalah bagian terpenting dalam hidup Ji Yong oppa. Jadi jika oppa kangen padaku, dia hanya bisa membayangkan kenangan-kenangan manis yang sudah dilaluinya bersamaku.

 

“Yong Woo….” panggil Ji Yong oppa pelan sambil melepas pelukannya. “Hmmm…” jawabku kikuk. Dia memandangku lekat-lekat. “Sepertinya aku masih haus…dan lapar. Bisakah kau membuatkan ramyun untukku??” pintanya masih dengan tersenyum manis.

 

Aku menghembuskan napas lega, ternyata oppa lapar. Kupikir dia akan melakukan apa *writer jg deg2an neh*.

 

“huuff…baiklah. Oppa mau ramyun yang pedas atau tidak?” tanyaku setelah bisa mengatur napas lagi.

“Apa saja deh. Apapun terasa enak kalau kau yang masak” rayu oppa, telunjuknya menyentuh hidungku lembut. “Dasar oppa, tiap kali bertemu kau selalu saja menggodaku” kataku pura-pura memasang wajah cemberut. Ji Yong oppa tertawa lepas, entah karena mendengar ocehanku atau karena raut wajahku. Lalu dia mengacak-acak rambutku gemas. “Baiklah, oppa duduk saja dulu, aku akan buatkan ramyun untukmu” sambungku. Ji Yong oppa duduk dan mulai mengacak seluruh koleksi dvd-ku yang ada di rak dekat tv.

 

Sementara aku di dapur memasak ramyun untuk Ji Yong oppa, terdengar dari arah ruang tamu lagu Tonight-nya Big Bang. Sesekali oppa ikut bernyanyi di bait-bait tertentu, atau di bagian rap TOP oppa. Setelah lagu berganti ke Stupid Liar, suara oppa tak terdengar lagi. Kupikir mungkin oppa terlalu menikmatinya hingga tak ikut bernyanyi. Ramyun buatanku pun selesai. Setelah kutuang kedalam mangkuk yang sudah kusiapkan, aku bersiap untuk mengantarkan ke ruang tv. Baru kuingat bahwa oppa juga haus, jadi aku mengambilkan air putih di gelas yang kubeli khusus untuk Ji Yong oppa. Sedangkan gelasku, sengaja kuletakkan di dapur. Sepertinya dengan hanya melihat tawa oppa aku jadi tidak haus lagi *dilarang jackpot (bc:muntah) karena writer lebay*.

 

Baru saja aku ingin mengagetkan oppa dengan meneriakkan “Taraa…ramyunnya sudah jadi”, tapi kuurungkan niatku setelah kulihat oppa tertidur di sofa depan tv. Posisi tidurnya nyaman sekali, raut wajahnya pun damai seperti bayi yang lagi tidur. Hati-hati kuletakkan mangkuk ramyun dan gelas berisi air yang kubawa dari dapur ke meja. Kujinjitkan kakiku perlahan berjalan ke arah oppa yang sedang tertidur. Kuamati wajah oppa, karena pegal terlalu lama membungkuk akhirnya aku ambil posisi duduk dilantai dekat wajah oppa. Sekarang wajah kami hanya berjarak sekitar lima belas senti.

 

Kuamati sekali lagi wajah Ji Yong oppa dari dekat. Bentuk alis, hidung yang mancung dan bibir imutnya terlihat sempurna bagiku. “Oppa…kau sungguh beruntung memiliki wajah tampan dan suara yang indah. Satu kekuranganmu, mengapa kau bisa suka padaku yang hanya seorang gadis biasa” dalam hati aku berkata. Tak mungkin kuucapkan, bisa-bisa oppa terbangun karena mendengar ocehanku yang ga jelas.

 

Belum sempat kutarik kepalaku agar menjauh dari wajah oppa, tiba-tiba saja dia membuka matanya. Jarak wajah kami masih terbilang dekat. Karena kaget, secara refleks aku membalikkan badan.

 

“Mm…mianhae oppa. Aku mengganggu tidurmu. Aku hanya mau bilang, ramyunnya sudah jadi” kataku terbata-bata, kutundukkan wajah merahku agar tak kelihatan olehnya. Kurasakan oppa tertawa kecil, dan merubah posisinya dari tiduran menjadi duduk tepat dibelakangku. Tiba-tiba saja tangannya melingkar dileherku, dan dia meletakkan dagunya dipuncak kepalaku. Jantungku kembali berdegup kencang, kurasa oppa ingin membuatku mati jantungan * :p *

 

“Gwaenchana…aku tidak benar-benar tidur koq. Hanya menghilangkan sedikit rasa lelah. Tapi setelah melihat raut wajahmu barusan, rasa lelahku sudah hilang” lagi-lagi oppa mulai menggodaku.

“Ji Yong oppa… Hmmm…sepertinya ramyunmu sudah mulai dingin” kataku pelan. Dasar Yong Woo bodoh, bukan ini yang mau kau katakan padanya kan??! Kataku dalam hati pada diriku sendiri.

“Mmmm…biarkan saja dulu, aku ingin terus begini” katanya, kurasakan hembusan nafasnya diantara rambutku.

“Yong Woo yaa… Jeongmal boggoshippo” suaranya terdengar lembut ditelingaku. “Nado boggoshippo oppa” jawabku. Aku pun terhanyut akan suasana yang Ji Yong oppa ciptakan, kuulurkan tanganku untuk membalas pelukkan tangan oppa dileherku *para reader tau kan maksud posisinya gmn?? Agak susah gambarinnya nih*.

 

Setelah beberapa saat, Ji Yong oppa mulai mengendurkan pelukannya. Kutarik kembali kedua tanganku yang memeluk tangannya. Kupikir oppa ingin makan ramyun yang kumasak, jadi kuputar tubuhku untuk mengambilnya dan aku tak melihat ketika tiba-tiba dia turun dari sofa. Sekarang oppa sudah duduk disebelahku dekat sekali hingga tanganku bersentuhan dengan tubuhnya. Baru saja aku ingin menyentuh mangkuk ramyun, tangan Ji Yong oppa sudah menggenggam sikuku. Kubalikkan tubuhku, dengan ekspresi bingung kutatap wajahnya. Ini hanya perasaanku saja atau memang wajah oppa makin lama makin dekat ke wajahku ya?? Tanpa kusadari kupejamkan mataku, sambil memikirkan apa yang sebenarnya akan dilakukan Ji Yong oppa.

 

Sedetik kemudian bibir oppa sudah menyapu lembut bibirku. Pikiranku seakan kosong menyadari apa yang dilakukan Ji Yong oppa. Andwae…andwae..Ji Yong oppa, apa yang…omona…Ji Yong oppa… Dalam hati bicaraku tak karuan. Kira-kira lima detik, oppa menyudahi ciumannya. Namun dia tak langsung menarik tubuhnya, malah menempelkan dahinya ke dahiku. Kulihat Ji Yong oppa masih memejamkan matanya.

“Saranghae..Yong Woo yaa” bisiknya padaku. “Nado saranghae Ji Yong oppa” tangan kananku menyentuh pipi kirinya.

 

GUBRAAKKK…tiba-tiba aku dan Ji Yong oppa terjatuh. Aku tak menyadari bahwa posisiku sepertinya makin condong ke belakang hingga akhirnya kami jatuh dengan posisi tubuh oppa berada diatas tubuhku. Untung saja oppa tidak berat-berat amat, jadi aku tak merasa sakit walaupun tubuh oppa menindih tubuhku.

“Oopss…sepertinya kita terhanyut oleh suasana” kata Ji Yong oppa dengan tawanya yang lepas. Aku membalasnya dengan tertawa juga. Lalu dia mengangkat tubuhnya. Tangannya terulur padaku, membantu bangun dari posisi jatuhku.

 

Setelah kami sudah berada di posisi semula, yaitu kembali duduk bersebelahan. Rasa grogi menyerangku lagi. Sebenarnya ada apa sih dengan Ji Yong oppa, atau lebih tepatnya ada apa dengan diriku? Tidak biasanya aku segrogi ini di depannya. Atau ini perasaan yang ditimbulkan akibat ciuman tadi. Aarrgghhh…mollaseo. Ketika aku sibuk dengan pikiranku, kulihat jelas melalui ekor mata, bahwa Ji Yong oppa sedang memandangku. Omoo..oppaaa sekarang apa lagi?? Apa kau belum puas sudah dua kali membuat jantungku skipping??!

 

“Yong Woo….”

DEG…. Tanpa melihat kearahnya, aku menutup mata dengan kepala agak tertunduk. Lalu oppa memegang bahuku, “Yong Woo yaa….apa kau sudah mengantuk?? Kalau begitu tidurlah. Tapi ngomong-ngomong, ramyunku mana? Aku sudah lapar…” kubuka mataku dan memandangnya. Raut wajah oppa tidak bisa kugambarkan, entah itu perhatian, sedih atau karena oppa lapar. Bahuku terkulai lemas mendengar apa yang baru saja dia katakan. Oppaaaa….ingin rasanya kucubiti pipimu untuk melampiaskan rasa gemasku.

 

Mau tak mau dengan menahan rasa gemas, kuambil mangkuk ramyun yang sudah agak dingin dari meja lalu kuserahkan padanya. Sambil menunggu Ji Yong oppa selesai makan, kuraih remote video player yang berada diatas meja. MV pun berganti menjadi lagu Love Song, selang dua menit kemudian rasa kantuk mulai kurasakan. Memang tiap kali mendengar Love Song, aku pasti mengantuk. Mungkin karena lagu ini adalah lagu sedih. Saat lagu berganti ke Lollipop, sedikit demi sedikit mataku mulai terpejam. Namun aku masih mendengar Ji Yong oppa meletakkan mangkuk ramyun, sepertinya dia menaruhnya secara hati-hati.

 

Kurasakan Ji Yong oppa memegang bahuku dan menggesernya pelan, hingga tubuhku bersandar di dadanya. Masih terdengar di telingaku lagu Lollipop, dan suara oppa yang ikut bernyanyi. Saat lagu itu selesai, oppa membisikkan sesuatu….

“Girl, you’re my Lollipop…Jeongmal saranghae Yong Woo yaa… Nite, baby” lalu Ji Yong oppa mengecup dahiku dengan lembut. Ingin rasanya kubalas kalimat oppa, tapi mataku sulit terbuka hingga akhirnya kudengar napas teraturnya. Aku hanya bisa berkata dalam hati, “Baby good nite…saranghaeyeo oppa” sampai akhirnya aku terlelap dalam tidurku dipelukan Ji Yong oppa.

 

 

=================================The End=================================
Gomawo para chingu, onnie, n dongsaeng yang uda maw buang waktu berharga kalian buat baca ffku yang geje ini. Sebagai writer yang masih binun buat nulis ff (kadang klo lagi nulis, tiba-tiba ide menguap ke awan) dimohon kesediaan kalian untuk komen. Tp ga komen jg ga papa sih *nangis dipinggir jalan

Sekali lagi jeongmal gomawoyo *bow ^^