Karena Kau Tuan Cho!

cast:: cho kyuhyun

          eun chan

          park jungsoo

          Victoria song

cerita sebelumnya : [prolog] aeng moo sae,

https://fflovers.wordpress.com/2011/05/08/free-writer-prolog-aeng-moo-sae-parrot/

 love is punishment

https://fflovers.wordpress.com/2011/05/26/free-writer-love-is-punishment/

(Not Evil Couple Scene… Mian :)) 

Eun Chan POV

Si raja setan itu membuatku repot saja! Seenaknya saja membanting laptopnya? aissh… ya ya ya, aku tau kalo dia punya tiga laptop, kehilangan satu laptop toh bukan masalah besar baginya, tapi bukan itu masalahnya…aku ingin ia berusaha menghargai hasil kerja kerasnya sendiri.

angin malam musim semi ini menyapu kulit wajahku. Sepertinya pilihan yang kurang tepat membawa laptop si raja setan ini ke tempat servis malam-malam begini. Dingin sekali~~~

 

You’re my superstar

Namaneui meotjin honey honey honey (honey honey)

Eonje eodiseona nal jikkyeojun my genie genie genie

            “Yoboseo?”

                “Ya! Eun chan~a, kau dimana?”

                “Di jalan oppa, tapi sepertinya aku mampir ke café dulu…”

                “jemput?”

                “Tidak usah oppa, lagipula cafenya juga dekat…”

                “Oh, ya sudah! hati-hati!”

                “Ne…”

Baru saja aku melirikkan mataku ke jendela café, seorang berwajah aegyo berbadan tegap melambai ke arahku. Hahaha. Aku bertemu lagi dengannya lagi!.

                “Nickhun~a, rasanya lama sekali ya kita tak bertemu! aigoo~ kau makin tampan saja!”

                “Hahaha…kau juga makin cantik saja! Aku berani bertaruh! sampai sekarang di otakmu hanya ada namja itu kan?”

                “Ya…begitulah…aissh..jinjja! memalukan bukan?”

                “Hahaha…ternyata seorang park eun chan punya malu! Sudahlah, lagipula aku mengenalmu bukan sebulan dua bulan eun chan~a, tapi sampe sekarang, aku masih bingung, apa yang membuatmu menyukai, ah ani, menggilainya seperti itu?”

Aku tersenyum, hal yang membuatku menggilainya? “Hmm? rahasia…ah, sebaiknya aku memesan minuman dulu!”

Setelah pelayan datang,aku memesan Hot chocolate, dan pudding caramel favoritku.

                “Khunnie…sepertinya kau mulai waras sekarang…hahahaha…”

                “Jangan panggil aku seperti itu! aku lebih tua darimu eun chan~a!”

                “Ne, ne..oppa~ kau sudah waras sekarang! Aku senang!”

                “Hahahaha…ya, akhirnya ada yeoja lain yang berkeliaran di otakku sekarang!”

                “Baguslah, aku tau kau pasti lelah oppa!”

                “Hmm…” Katanya sambil mengagguk “ lelah rasanya menggilai yeoja gila karena namja lain…”

              “Selamanya kita hanya oppa-dongsaeng! ara? ahh…aku ingin kau benar-benar menikah dengan Victoria eonni oppa! kalian serasi sekali, aku iri…”

                “Sudah lama aku mengagumi Victoria, dan kau tau?saat aku dekat dengannya, semuanya terasa aneh, sepertinya aku mengerti perasaanmu pada namja itu eun chan…” katanya sambil tersenyum. Mukanya terlihat lebih cerah. Seperti inikah wajah orang yang sedang jatuh cinta?

 *****

Satu hari berlalu, akhirnya laptop raja setan itu selesai juga. Setiap ia bertemu denganku, dia sama sekali tidak menanyakan keadaan belahan jiwanya itu. Jangankan menanyakannya, sekedar mengucakan ‘hai’ saja padaku tidak!

                Mataku terpaku pada belahan jiwanya yang sekarang terkapar di meja belajarku. Perlahan detak jantungku bergemuruh, rasa  penasaran menghujam ulu hatiku. Aku tekan tombol on, lalu menghirup nafas dalam-dalam, mengisi setiap jengkal paru-paruku. Bersiap menghadapi hal terburuk.

                Aku membuka laptopnya, banyak sekali game disana. Dan ada folder yang membuat jantungku terasa berhenti berdetak. Folder itu berisi foto dan video ‘wanita terbaiknya’, Victoria song. Senyuman miris tersungging di bibirku. ‘kasian sekali dia, jadi stalkernya huh?’ batinku, meskipun setengahnya ditujukan pada diriku sendiri.

                Dan folder berikutnya : When I…

DEG! tanganku bergetar. Sebentar lagi aku membaca diarinya!

 

Aku mencoba menyibukkan diriku, melupakkannya sebisaku. Namun nyatanya tetap nihil sekalipun aku menjadikan tubuhku seperti robot. Setiap detik terasa begitu menyiksa. Ada bayangan interval teratur di otakku yang menampilkan mata bulan sabitnya yang indah setiap satu jam sekali. Tapi saat aku ingin melihatnya, saat kerinduanku memuncak padanya, aku melihatnya bersama ‘suami’ virtualnya. Aku rasa dia ingin membunuhku kalo begitu.

Menakjubkan! sungguh sangat menakjubkan bagaimana cara sederet huruf-huruf memuakkan ini menusuk hatiku, merajam tepatnya. Di setiap sudut kalimatnya, rasa sakit hati terpampang jelas. Dan yang anehnya lagi, rasa sakitnya terasa lebih dalam olehku. Ini aneh, cho kyuhyun.

Aku mematikan laptopnya. Memperkecil kemungkinan aku meneteskan air mata untuk kesekian kalinya. Mataku tertuju pada buku cerita ‘Lumba-lumba’ milikku. Ah, ani, sebenarnya benda ini milik Cho kyuhyun, hanya saja ia memberikannya padaku saat kami masih sangat kecil. Tuan cho memberikannya pada seorang Shin Eun Chan.  Shin Eun Chan.

Author POV

#Flashback#

                “Mainlah dengannya Kyu! eomma bosan melihatmu maein game!” Kata seorang wanita separuh baya.

                “Main game lebih menyenangakn eomma! Lagipula anak kecil itu kerjanya hanya di dapur, membantu eommanya!” Katanya sambil terus berkutat dengan gamenya.

                “Kata siapa? eun chan itu anak yang ceria kyuhyunnie, dia pasti senang bermain denganmu”

                “Shireo!”

Nyonya cho hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat anaknya yang lebih mencintai game nya daripada teman-temannya. Prestasinya memang bagus, tapi tak ada satupun teman sekelasnya yang bermain dengannya. Kalaupun ada teman yang mengajaknya main, dia dengan sopan menolaknya, dengan alas an tidak diberi uang jajan oleh ibunya.

                “Eun Chan~a! kemari nak!” Panggil nyonya cho. Lalu anak kecil itu menghampirinya dengan senyuman lebar di wajahnya.

                “Iya nyonya!” Kata anak berbadan timbun berpipi chubby itu sambil memegang boneka bayi. Rambut boneka bayi itu hancur, setengah botak.

                “Aigoo~ Eun Chan~a, chichiobello mu ini kenapa? kok rambutnya jadi gini? aigoo~~”

                “Hehehe, mianhe nyonya, aku ingat eomma mengguting rambut pelangannya! aku juga ingin menggunting rambut seperti eomma!” Katanya bersemangat.

                “Dasar pabo!” Kata kyuhyun datar.

                “Biarin! Tuan juga pabo! weee~~”

                “Mwo?!”

                “ne! tuan cho itu pabo! lebih memilih main dengan benda mati daripada teman!”

                “Ya! dasar kurang ajar! kamu juga main sama boneka! dasar pabooo!”

                “Tapi seenggaknya aku maen bonekanya bareng Hyun mi! Kalo tuan kan maennya sendirian!”

                “Mwoya?!!! dasar anak kecil kurang ajar!!”

Dan mereka mulai  saling mengejar, rumah menjadi rusuh, tapi nyonya cho tidak memarahi mereka. Ia malah tersenyum tenang, melihat kedua ‘malaikat’nya itu dari kejauhan.

****

“Pak Shin! kenapa eun chan tidak ikut berangkat bersamaku saja? kenapa dia harus naik sepeda sendirian ke sekolah?”

                “Ah, tidak bisa tuan…biar dia berangkat sendiri saja, dia senang kok!”

                “Oh, ne…ya! pak Shin! aku aneh pada eun chan, kenapa dia senang sekali tersenyum? bahkan pergi ke sekolah naik sepeda saja dia terlihat senang sekali, padahal jaraknya cukup jauh!”

                “Hmm, karena anak itu istimewa! dia anugrah Tuhan untuk saya tuan! dia selalu ceria, tak pernah mengeluh meskipun ceplas-ceplos!”

                Kyuhyun sedikit terkejut dengan perkataan supirnya itu yang tak lain adalah ayahnya Eun Chan.  Anugrah Tuhan? sebegitu berharganya kah dia?

****

                “Eun Chan~a, cepatlah makan!”

                “Tidak nyonya, saya sudah makan!”

                “Ya! jangan panggil aku nyonya, panggil aku eomma! arasseo?”

                “Ne?”

                “Panggil aku eomma, anggap aku eommamu mulai sekarang!”

                “Hah? ne, ne, eomma.”

                “Nah kalau begitu cepat makan!”

                “Ani nyo…ah, eomma, aku sudah makan!”

                “Jinjja? makan apa?”

                “Kimchi”

                “Pake nasi?”

anak itu hanya menggeleng dan tersenyum.

                “Mwo? cepat makan!”

                “Anio  eomma, appa bilang aku harus berperih-perih dulu, supaya nanti aku bisa sukses! aku harus seperti eommaku!”

                Lalu anak itu pergi dengan sepedanya. Senyum bahagianya masih terukir di wajahnya yang chubby.

                “Aku pulaaang! eomma, aku lapar! ya! eomma, kenapa senyum-senyum sendiri?”

                “Ah, ani, ibu lihat eun chan tadi… dia cuma makan kimchii tanpa nasi, disuruh makan lagi gak mau. Tapi dia masih bisa senyum se ceria itu…”

                “Oh, dia itu memang pabo…”

                “Ya! bukan pabo, tapi dia hebat ! hmm,mulai sekarang anggaplah dia adikmu, jaga dia baik-baik, dia akan jadi gadis kuat! eomma yakin!”

DEG. Menganggapnya sebagai adik? itu adalah hal yang paling sulit untuk seorang cho kyuhyun.

Selama ini, dia hanya bertengkar dengan eun chan, bocah gendut yang selalu menemani harinya. Dia hanya bisa marah pada eun chan. Meskipun setiap hari dia hanya bisa membentak, mengejar dan menjitak kepalanya, tak bisa dipungkiri bahwa bocah gendut itu memiliki posisi di hatinya. Posisi yang akan terus bertahta di hatinya sampai dia tua.

*****

Sepertinya malam tidak bisa membuat kyuhyun tertidur nyenyak. Semalaman yang tergambar diotaknya hanyalah kata-kata ibunya tadi siang. Menganggapnya sebagai adik? delusion.

TOK TOK TOK

                Pintu kamarnya diketuk seseorang. Dia membuka pimtunya.

                “Tu…tuan Cho…”

Anak kecil gemuk itu, Eun chan, menangis, lututnya bergetar dan dia terduduk di depan pintu kamar.

                “Waeyo?”

                “Tuan cho…tuann….huwaaaa~~”

                “Waeyo eun chan~a? uljima~”

                “Appa…appa tuan…”

                “Pak Shin? dia kenapa?”

                “Appa meninggal, saat ia sedang mengendarai mobil, dia terlibat kecelakaan beruntun. Appa tidak cedera, tapi ia terkena serangan jantung…appa….appa….huwaaa~~~”

‘apa ini? apa ini mimpi? baru saja tadi pagi aku berbicara dengan pak Shin.’ batin kyuhyun.

                Semalaman eun chan menangis, kyuhyun dengan sabar menemaninya sampai tertidur. Hatinya tersayat melihat eun chan, gadis kecil yang setiap hari tersenyum, sekarang rapuh sekali.

‘Kau takdirku eun chan~a, kau tidak akan seperti ini lagi nanti. aku tidak akan membiarkannya.’ Batinnya.

****

                Gadis kecil itu tidak menangis. Dia hanya memeluk erat boneka botak itu dan menatap kosong prosesi pemakaman ayahnya. Ini memang bukan kali pertama ia menatap prosesi pemakaman. Sebelumnya, ibunya pun seperti ini.

                Nyonya Cho-yang sekarang menjadi eommanya- memeluknya erat, menangis sesegukkan sambil mengecup puncak kepala anak angkatnya itu. Tapi anak itu tidak bergeming. Dia hanya diam dan diam. Kyuhyun yang melihatnya merasakan sakit yang teramat sangat.

                “Eun Chan~a, menangislah!” Kata kyuhyun akhirnya. Setidaknya menangis lebih baik daripada melihatnya seperti ini.

                “Appa, aku tak akan menangis appa! lihat! aku kuat! aku akan sukses seperti kata appa! appa…kau pasti bahagia disana kan? aku senang kau bahagia bersama eomma…” Kata eun chan dengan suara parau. Air mata mulai mengalir dari sudut-sudut matanya. 

****

                Seminggu berlalu setelah kematian ayah Eun Chan, mereka tinggal bertiga di rumah yang cukup besar itu. Eun Chan mulai ceria lagi, meskipun kadang ia menangis sendirian di kamarnya.

                “Ya! tuan cho! kenapa kau hobi sekali menjitak kepalaku hah?”

                “Itu karena kau melamun terus! aku muak melihatnya!”

                “Dasar tuan cho paboo! “ Lalu eun chan berlari meninggalkan kyuhyun.

                “Aku mau mengangkat eun chan menjadi anak kita yeobo…” Eun chan menghentikan langkahnya saat mendengar percakapan nyonya cho di telepon.

                “Kenapa  tidak bisa? dia kan anak baik?!”

                “MWO?! kau bilang ia tidak pantas jadi anak kita kerena hanya anak seorang supir?! kau keterlaluan yeobo!”

DEG! seketika eun chan mematung. Detak jantungnya serasa berhenti. Air mata mulai memabasahi pelupuk matanya.

                “Eun chan~a!” Kyuhyun memanggilnya, dan ia segera menghapus air matanya sebelum jatuh.

                “Ah, ne tuan!”

                “Sedang apa kau disini? ayo kita makan! kajja!” Kyuhyun menarik tangan eun chan membawanya ke meja makan.

Di depan piring berisi makanan, eun chan hanya bisa melamun, memikirkan apa yang baru saja di dengarnya. Ia memang tidak pantas, sampai kapanpun ia tak mungkin menjadi bagian dari keluarga cho.

                “Ya! eun chan~a! mau aku jitak lagi hah? cepat makan!”

                “Ah? eh..ne tuan!”

                “Aigoo~ eun chan~a, makanlah yang banyak, kau terlihat pucat akhir-akhir ini anakku! panggil kyuhyun oppa mulai sekarang! dia akan menjadi oppamu mulai sekarang! dan kau kyuhyun, jaga dongsaengmu ini baik-baik! arraseo!” Kata nyonya cho dengan kecepatan tinggi (?)

                Kyuhyun hanya diam tidak menanggapi apa yang ibunya katakan. Sedangkan eun chan hanya tersenyum sambil menyantap makanannya, mencoba melupakan apa yang  ia dengar tadi.

****

                “Eun chan, kyuhyun, kita akan pindah ke jepang besok. “ Kata nyonya cho. meskipun ini kabar gembira, raut wajah sedih masih tergambar di wajahnya.

                “Waeyo eomma?” Kata kyu

                “Gwenchana kyu, eomma baik-baik saja! ah iya! eun chan! panggil dia oppa! arra? eomma belum mendengar kau memanggilnya oppa…”

                “Ne, eomma…oppa? kyuhyun oppa?”

Kyuhyun hanya diam tidak menyahut apa yang diaktakan eun chan.

                “Oppa~ “ Kata eun chan sambil menunjukkan eye smile nya. Tapi kyuhyun tidak menyukai panggilan itu. Panggilan itu bisa merusak takdirnya. Dia menarik tangan eun chan, membawanya ke bangku taman. Mengabaikan ibunya yang kaget melihat reaksi tiba-tiba anaknya itu.

                “Oppa~ appo~” Kata eun chan. cengkraman tangan kyuhyun sangat kuat.

                “Aku tidak mau menjadi oppamu bocah gendut! sampai kapanpun! karena jika kau memanggilku oppa, kau tidak akan menikah denganku nanti! jangan sekali-kali kau panggil aku oppa meskipun kau memanggil eommaku dengan sebutan eomma! arraseo!” Kata kyuhyun dengan amarah yang meledak-ledak. Eun chan hanya diam. Ini tidak terlalu mengagetkan jika dibandingkan dengan apa yang ia dengar sebelumnya.

                “Ne, tuan cho.”

                “Ini!”

Kyuhyun memberikan sebuah buku cerita lumba-lumba pada eun chan. Eun chan hanya melongo.

                “Ini buku cerita kesayangaku. Simpan benda ini baik-baik. Kalo hilang, kubunuh kau shin eun chan!. Ketika kau memegang buku ini, sama artinya kau memegang hatiku juga.”

Lalu kyuhyun pergi meninggalkan eun chan yang masih terdiam.

*****

Malam ini eun chan hanya melihat bintang, ia pergi dari kediaman keluarga cho. Menyusuri jalanan malam dengan tasnya. Lalu dia menemukan panti asuhan. Dan iapun menetap disana. Ia hanya percaya pada takdir. Suatu hari takdir pasti akan mempertemukannya lagi dengan keluarga cho.

                “Aku tidak mau menjadi oppamu bocah gendut! sampai kapanpun! karena jika kau memanggilku oppa, kau tidak akan menikah denganku nanti! jangan sekali-kali kau panggil aku oppa meskipun kau memanggil eommaku dengan sebutan eomma! arraseo!”

itu adalah kalimat kejam tapi juga kalimat terindah yang pernah eun chan dengar. Ia yakin suatu saat mereka akan bertemu lagi dan tuan cho akan menjadi pendamping hidupnya kelak.

karena shin eun chan bukanlah kyuhyun’s dongsaeng. tapi karena shin eun chan tercipta untuk menjadi cho eun chan.

#Flashback end#

Ingatan -ingatan eun chan kembali ke masa lalu setiap ia melihat buku gambar lumba-lumba di depannya. Ia selalu ter senyum ketika mengingat tingkah kyuhyun saat mereka masih kecil. Tak jarang ia merindukkan jitakan, dan teriakan kyuhyun.

Eun Chan POV

                Haaah… entah berapa ribu kali aku mengingat itu semua setiap harinya. Tuan Cho, hanya kau yang membuatku bertahan hingga detik ini.

                “Eun Chan! kau sedang apa?”

                “Oppa! sedang membaca… hehehe…”

                “Hmm?  membaca ini lagi? kau sudah besar eun chan~a, kenapa kau terus membacanya?”

                “Hahahaha… buku ini sangat berarti untukku oppa, memegang buku ini sama dengan memegang hati seseorang…”

                “Teman masa kecilmu itu?”

aku mengangguk mantap.

                “Oppa, apa mungkin kita melupakan seseorang yang  sudah menghilang dari kehidupan kita selama 10 tahun?”

                “Hah? memangnya kenapa?”

                “Hmm… aku menemukan teman masa kecilku itu, tapi ia sama sekali tidak mengingatku. Sifatnya dingin sekali…”

Jungsoo oppa malah memegang bahuku, lalu memutar badanku, dan menghadapkan aku pada kaca besar.

                “Lihatlah eun chan, Kau yang 10 tahun lalu jauh berbeda dengan kau yang sekarang. Wajar jika dia tidak nmengenalimu sekarang…”

                “Oppa, jika aku mengingatkannya padaku, akankah dia menatapku?”

                “Tentu saja! “

                “Jinjja? dia sudah menggilai orang lain oppa, dan yeoja itu lebih cantik dariku…”

                “Eun chan, kau ini cantik! tadi si ikan mokpo bilang kau telih cantik dari sunye wonder girls, dan menurut oppa, kau lebih cantik dari yoona!”

aku hanya diam mendengarkannya. Benarkah?

                “Oppa, tolong kembalikan ini ke kyuhyun ya? “

                “Kau saja! tadi kyuhyun bilang dia ingin berbicara denganmu!”

                “Bicara apa?”

                “Entahlah…”

*****

Kyuhyun POV

                Sebenarnya aku ingin berbicara dengannya kemarin. Tapi lebih baik sekarang saja, sekalian mengembalikan laptopku. Eun chan, kenapa dia mengingatkanku padanya? dia memiliki nama yang sama dengannya. Tapi aku yakin dia bukan dia. Dia park eun chan. bukan shin eun chan.

                “Annyeong tuan cho! ini laptopmu! ongkos servicenya gak usah dibayar. tenang saja. Oiya, kata oppa, kau ingin bicara denganku?”

                “Hah? ah, gomawo eun chan~a. Oh ya, apa kau suka mengirim mention padaku?”

                “Hahaha, jelas! kau kan biasku yang pertama, tentu saja aku suka mengirim mention padamu.  Tapi aku tidak yakin dibaca olehmu.”

                “Hmm, @shin30chan?”

                “Ne! hahaha kenapa kau bisa tahu?”

                “Kau selalu memarahiku kan? “

                “Tentu saja! karena kau bodoh! badanmu itu sudah ringsek tuan cho, dan kau malah mabuk? apa ada kata yang lebih pantas selain bodoh?”

                “Ck, kurang ajar sekali kau! kalo aku bodoh, apa yang membuatku menyukaiku hah?”

                “Karena kau, tuan cho!”

                “Tuan cho?”

Dia hanya tersenyum, mata bulan sabitnya, itulah yang aku suka. Mirip seperti song…eh, tunggu, lalu dia menggembungkan pipinya. dia? ah[u1] [u2] [u3] [u4] ..ini tidak mungkin!

                “Kau…” Aku semakin ragu untuk mennebaknya, tapi apa benar dia? bocah gendutku?

                “Aku tidak mau menjadi oppamu bocah gendut! sampai kapanpun! karena jika kau memanggilku oppa, kau tidak akan menikah denganku nanti! jangan sekali-kali kau panggil aku oppa meskipun kau memanggil eommaku dengan sebutan eomma! arraseo!”

DEG! Oh Tuhan…apa ini benar-benar dia? bocah gendutku yang menghilang 10 tahun lalu?

                “Kau, bocah gendut? shin eun chan…”

Dia tersenyum dan mengangguk,senyuman yang sama dengan apa yang aku ingat 10 tahun lalu, senyuman yang nyaris terhapus dari ingatanku, yang sempat menghilang bersama udara yang ku hirup 10 tahun lamanya…aku, merindukannya. sangat…

                “Annyeong tuan cho! shin eun chan imnida, *ohisashiburi desune? ogenki desuka?”

                “Hai, genki desu!” Kataku sambil merangkulnya,mendekapnya kepelukanku. Shin eun chan, jangan kirakau bisa menghilang dari kehidupanku lagi.

****

Eun Chan POV

                Jantungkau berdegup kencang saat menghadap mukanya. Aku berusaha tenang dan tersenyum seperti tak ada apa-apa. aku mengembalikan Laptopnya dan apa yang ia katakan tadi? gomawo? hahaha.. kenapa dia jadi baik begini?

                Ternyata dia menanyaiku tentang mention di twitter, dan aku menjawab dengan apa yang seharusnya aku katakan. Aku bilang bahwa badannya memang sudah ringsek, dan ia bodoh.  Dan saat dia bilang ‘apa yang membuatmu menyukaiku?’ maka aku memberitahu semuanya. Mengingatkan padanya bahwa aku…akulah shin eun chan.  aku tersenyum padanya, aku menggembungkan pipiku, membuatku se chubby dulu. Dan mengucapkan kata kejam terindah yang pernah ia ucapkan,  yang aku hapal jelas setiap jengkal hurufnya.

                Dia terlihat kaget, tapi entah hanya  perasaanku saja atau memang  ia, matanya seperti anak kecil yang mendapatkan kado istimewa di hari ulangtahunnya.

                “Kau, bocah gendut? shin eun chan…”

Aku hanya tersenyum dan mengangguk padanya.

                “Annyeong tuan cho! shin eun chan imnida, *ohisashiburi desune? ogenki desuka?”

Aku memperkenalkan diriku lagi-dengan bahasa jepang yang aku bisa-, seolah aku belum pernah melihatnya sebelumnya, dan nyatanya memang iya, hari ini, detik ini, aku memperkenalkan diriku sebagai shin eun chan. bocah gendut yang menghilang dari kehidupannya 10 tahun lalu.

                “Hai, genki desu!”

Katanya sambil memelukku. sangat erat. Pelukan yang sarat emosi. Untuk pertama kalinya aku dipeluk erat seorang namja seperti ini. Dan rasanya..eh, nyaman.

                “Annyeong sunbeeeniiiiimmmms~”

Terdengar teriakan yeoja, yang sangat aku kenal…Victoria song?

                Kyuhyun langsung melepas dekapannya, dan menatap yeoja di hadapan kami dengan ekspresi-kaget setengah mati-. Semua penghuni dorm yang sebelumnya kaget karena aksi kyuhyun yang mendekapku tiba-tiba, s eketika mematung karena kedatangan yeoja keturunan cina ini.

                “Ups, kyuhyun~a, mian aku menggangumu! Aku kesini untuk mengembalikan kacamata yang aku pinjam kemarin! dan, ah…siapa dia?” Katanya sambil menatapku, dia tersenyum padaku dan otomatis akupun langsung tersenyum padanya, meskipun setengah terpaksa.

                Kyuhyun menatapku bingung.

                “Ah, dia…dia bukan siapa-siapa…”

                ‘APA KAU GILA TUAN CHO? LEBIH BAIK KKAU MERAJAMKU SAMPAI MATI, MENCINCANGKU SAMPAI KAU PUAS DARIPADA KAU MENGUCAPKAN KALIMAT ITU!’ Teriakku dalam hati. Aku menatapnya tajam, berusaha keras menahan air mataku yang menyeruak minta keluar. ingin sekali aku menamparnya, tapi badanku kaku. kau…jahat tuan cho…

tbc

HUWAAAA~~~ akhirnya selese juga part ini… busseet… niat nulis plesbek seimprit malah bejibun begini… aigoo~~ mana pas dibaca ulang kayak sinetron lagi…huwaaa~~~geje sekaliii….mian jika kurang berkenan… saya pemula… *alasan* heheehe 😀

Iklan