Author : Sila
Title : I can’t Breath Without You
Length : Continue (part 5)
Genre : Romance
Cast : Jonghyun SHINee, Jessica SNSD, Taecyeon 2PM, Shin Se Kyung

PART 5

Jessica POV

            Aku hanya diam menatap langit malam dari balkon asrama. Sekarang sudah  jam 12 malam dan langit sudah sangat gelap. Bintang? Aku rasa aku tak bisa menemukannya sekarang. Entah kenapa tidak ada bintang malam ini. Sedangkan bintangku, bintang yang bersinar paling terang dalam hidupku, bling bling, dia bahkan menjauh dariku dan bersinar untuk orang lain. Dan bodohnya, sampai sekarang aku tak tahu mengapa hal itu terjadi.

Mataku masih menatap bebas langit malam, tak sengaja pandanganku tertuju pada satu bintang. Akhirnya ada bintang yang terlihat. Aku beranjak dari kursiku, berjalan turun ke luar asrama. Aku terus berjalan ke luar, berjalan tanpa arah sambil menatap bintang itu, aku seolah mengikutinya padahal jelas bintang itu tidak bergerak. Tapi mengapa bintang itu terlihat menjauh, dan aku terus berjalan mengikutinya.

Langkah kakiku membawaku ke jalan raya, suara kendaraan dan orang sekitar yang menyadari keberadaanku membuatku sadar kalau sekarang aku berada di trotoar jalan dekat pertokoan . Mungkin karena sekarang sudah larut malam jadi tidak banyak orang yang melihatku, dan aku dengan mudah mengabaikan mereka.

Jonghyun POV

“Kau belum tidur hyung?” tanya Taemin padaku.

“Belum. Aku pergi keluar dulu!” jawabku

“Keluar? Untuk apa? Kemana?” tanya Key cerewet.

“Hmm… Mencari udara segar, kemana? Entahlah.” Jawabku.

“Udara malam tidak segar, itu malah akan membuatmu sakit!” seru Onew.

“Cepatlah pulang.” Sambung Minho.

“Hmm.”

Aku pergi keluar dari asrama, sudah berhari-hari aku melakukan ini, keluar malam untuk mencari udara segar. Baiklah, memang bukan udara segar tapi aku hanya ingin keluar. Dengan hoodie jaket aku keluar malam ini ke jalan. Tak tahu harus kemana, aku hanya ingin berjalan keluar, melupakan perasaan hatiku yang kacau. Aku menatap langit malam yang gelap pekat. Hanya ada satu bintang dan bulan malam itu. Bintang itu bersinar terang, tapi cahaya bulan lebih terang darinya. Aku terus menatap bulan itu, kakiku melangkah seolah mengikutinya padahal jelas logikaku berkata kalau bulan itu tidak bergerak sama sekali. Tapi kakiku terus berjalan dan semakin lama bulan itu juga seolah terus berjalan.

POV end

            Jonghyun dan Jessica terus berjalan tanpa arah malam itu. Mereka tidak perduli dengan apa yang ada di sekitar mereka saat itu. Mereka hanya menatap langit malam sambil berjalan, Jessica seolah mengikuti gerak bintang yang tak berpindah sedangkan Jonghyun seolah mengikuti gerak bulan. Karena mereka terus menatap langit tanpa melihat sekitar, mereka tidak sadar kalau sekarang mereka di jalan yang sama. Jonghyun berada di trotoar sebelah kanan jalan sedangkan Jessica berada persis di sebrangnya, di trotoar kiri jalan.

            Jonghyun sekarang memakai headphonenya dan memutar lagu dari ipodnya. Secara acak lagu yang dia putar adalah lagu Romantic – SHINee, lirik lagu itu terus mengalun dan dia ikut bersenandung dengan lirik lagunya.

            Di sebrang jalan, Jessica terus berjalan sambil mengalunkan salah satu lagunya, Mistake – SNSD.

Mereka bernyanyi bersama…

Jonghyun,  SHINee – Romantic

“Nae maeumi ganeundaero nan amusaenggak obsi gotgo ijji”

It seems I am looking for those that look similar to you

 “Ni moseubeul dalmeun nugungareul chatneun gonji nan”

I’m still standing at the same place

 “Geunyang geu jarie su iso”

I thoughtlessly walk wherever my heart takes me

Jessica, SNSD – Mistake

“Nan ajig jejarijyo Yeojeonhi geudae gyeoteseo Hemaeida jichyeoseo”

  I’m still at the same place I’m weary from wandering by your side

oneuldo geudaer maemdolda Haru tto haru heulleo heulleoseo”
Even today, as I was wandering Day has passed again and again

“ Yeogikkaji ongeojyo”

Now, I’m here

 

Jonghyun melintasi salah satu toko boneka, dan dia melihat boneka babi pink. Boneka yang pernah ia berikan kepada Jessica beberapa waktu yang lalu…

“Jjong!! Aku mau babi pink itu!” pinta Jessica manja.

“Hah? Babi?” tanya Jonghyun bingung.

“Bukan babi beneran. Itu, boneka babi pink itu.” Pinta Jessica semakin manja.

“Kenapa harus babi sih?”

“Abis dia mirip kamu!” jawab Jessica.

“Heh!!! Maksudnya apa tuh!!!!!! ENAK AJA!!” seru Jonghyun kesal.

“Maksudnya lucu kayak kamu. Belikan aku itu!!” pinta Jessica sambil merangkul lengan Jonghyun.

“Alasan. Ngga. Not this time!” jawab Jonghyun tegas.

“Uhh..” Jessica cemberut dan memanyunkan bibirnya.

“Tidak. Pokoknya aku ngga akan beli boneka itu. Titik.” Tegas Jonghyun.

Keesokan harinya, boneka babi pink itu sudah duduk dengan manis di samping kasur Jessica…

Jonghyun hanya tersenyum kecil mengenang memori indah itu.

***

“wae ubneun gun ji”

Why are you not there

“mot boneun gun ji”

Can I not see you?

“ani noonee mulutneunji”

Are my eyes looking too far

almyeonse apeun nae mam almyeonseodo”

You know. You know that my heart is hurting

utneun geudaega nar deo apeuge hajyo”

Watching you smile makes my heart ache more

 

Jessica masih menatap langit sambil melantunkan lagunya namun sedikit melihat ke sekitarnya…

Jessica melihat seorang penjual hamburger, penjual yang sama seperti waktu itu, kenangan indah itupun melintas di ingatannya…

Flashback

            “Hmm.. Ahjusshi, aku mau satu beef burger ya, ngga pake…”

            “Jess!!” teriak Jonghyun menyapa Jessica dari jauh, saat itu kalimat Jessica pada penjual hamburger terpotong.

            “Jjong, kau telat!!”

            “Hanya sebentar!”

            “Baiklah, 15 menit itu sebentar tapi kalau aku telat 5 menit itu lama, ya kan? Memang hanya Jonghyun yang boleh telat.” Keluh Jessica kesal.

            “Iya… Maaf Princess” seru Jonghyun lalu mencubit pelan pipi Jessica.

            “Nona.. Ini hamburgernya” seru penjual hamburger.

            Melihat makanan favoritenya ada di depan mata, Jessica segera melahap hamburger itu.

            Tiba-tiba wajah Jessica berubah pucat, benar-benar putih pucat.

            “Jessica, kau kenapa?”

            “Timun.” Seru Jessica lemah.

            “Hah? Ahjusshi, apa ada timun di hamburger ini?” tanya Jonghyun panik.

            “Iya.” Jawab Ahjusshi itu.

            Wajah Jessica semakin pucat, Jonghyun juga semakin panik. Apa yang harus dia perbuat sekarang. Dengan sigap Jonghyun menggendong Jessica di punggungnya (piggy back).

            “Bertahanlah, aku akan membawamu ke rumah sakit!” seru Jonghyun panik.

            “Jjong aku hanya butuh…”

            “Sudah, jangan bicara. Simpan tenagamu!”

Jonghyun menggendong Jessica dengan sangat panik dan berlari menuju rumah sakit  terdekat yang bisa mereka capai.

            Mr. Jong punggungmu benar-benar nyaman, benarkah ini milikku selamanya? Aku ingin terus berada di sini, di punggungmu.

            Setelah berlari cukup jauh, Jonghyun sampai di depan rumah sakit.

            “Jessica!! Turunlah!” seru Jonghyun sambil menurunkan Jessica dari punggungnya.

            “Oh… Kau bawa aku kemana?” tanya Jessica.

            Jonghyun bingung sendiri melihat wajah Jessica yang sudah kembali normal, seolah tidak terjadi apa-apa.

            “Kau tidak apa-apa? Bukankah tadi kau makan timun? Tadi wajahmu pucat. Apa badanmu panas? Apa…”

            “Jjong..”

            “Apa perutmu sakit? Apa kau ingin muntah? Apa..”

            “JJONGGG!!!” bentak Jessica.

            “Iya?” seru Jonghyun.

            “Aku ngga pa-pa. Tadi aku mau bilang, aku cuma butuh… air” jawab Jessica polos.

            “HAH!!!! AIR????? AIR DOANG!!! Jadi dari tadi aku lari jauh-jauh, gendong makhluk segede kamu, tapi kamu cuma butuh… AIR??” bentak Jonghyun emosi.

            “Kamu yang main gendong. Aku tadi mau bilang tapi kamu suruh diem. Disuruh simpen tenaga lah!!” balas Jessica.

            “Tapi kan… Oke….

            Jonghyun memegang wajah Jessica dengan kedua tangannya dan menatap Jessica hangat

            … Jangan buat aku khawatir lagi Princess.” lanjut Jonghyun.

***

Ddo dareun sarangeul hal soo do ittdago nan midussutt neundeh”

I trusted that I could love again

 “gaseum aneh nuneun nagin churum jiool sooga ubsuh”

Still you stay, branded in my heart unmoving

 “udduhgae

What do I do?

 

Nareur deo saranghage mandeulji mothan Nae jalmosijyo”

It’s my mistake for not making you love me more

Naega deo saranghaeseo mandeureobeorin Nae jalmosijyo”

It’s my mistake for loving you more than you love me

Nae maeummankeum narreur deo Saranghage haji mot haesseotdeon geoyeotjyo

… Nae jalmosijyo”

It’s my mistake for not making you love me as much as I wanted you to

Mereka kembali melanjutkan perjalanan mereka, terus berjalan tanpa arah. Sebenarnya mereka menuju arah yang sama, arah kemana bulan dan bintang pergi. Jessica berjalan lebih cepat dari Jonghyun.

Entah bagaimana bintang membawa Jessica ke tempat yang paling berharga baginya, halte bus. Jessica duduk di halte bus, ia kini duduk sendiri. Angin malam yang begitu dingin menusuk ke tulang-tulang di dalam tubuhnya seolah membuatnya semakin sulit melupakan kenangan tentang Jonghyun. Tempat ini, halte bus dimana Jonghyun memintanya untuk datang malam itu…

Flashback

            “Aku sudah sampai. Kamu dimana?” seru Jessica dari handphone pada Jonghyun.

            “Okay. Kamu naik bus yang pertama datang ya!” jawab Jonghyun.

Beberapa menit kemudian sebuah bus datang, sesuai perintah Jonghyun, Jessica segera naik ke bus itu. Tapi yang membuatnya kaget adalah ketika dia masuk. Seketika itu juga dia lupa caranya menutup mulut.

            Bus itu penuh dengan balon berwarna pink, pink yang ia suka. Juga dengan pita berwarna-warni yang menghiasinya. Juga di setiap kursi ada satu buker bunga mawar putih. Di lantai bertaburan balon pink dan putih, di jendela bus banyak kertas-kertas berebentuk bintang dengan bermacam warna, di tiang-tiang terikat pita berwarna-warni. Bus ini benar-benar romantis.

            Lalu dari kursi paling belakang, seorang pria dengan stelan jas hitam dan kemeja putih berjalan mendekat ke Jessica sambil membawa sebuket bunga mawar merah, ia berjalan semakin dekat ke Jessica, dan kini ia persis berada di depan Jessica, Jessica bahkan bisa merasakan aroma tubuh pria itu, Jonghyun.

            “Jung Sooyeon…

            Jonghyun berlutut dengan satu kakinya

            … maukah kamu menjadi kekasihku” lanjutnya.

Mata Jessica kini berkaca-kaca, air matnya hanya tinggal menunggu waktu keluar. Ia tak mampu berkata apa-apa, semua ini begitu indah dan sempurna. Jessica membuka mulutnya

Jonghyun semakin mengantisipasi jawaban Jessica

            “B-bbisakah aku menjawab setelah bus ini berhenti?” seru Jessica. Saat itu Jessica sendiri masih terlalu takjub dengan semua ini. Ia bahkan membeku tak berpindah dari tempatnya berdiri.

            “Hmm. Iya, jawablah ketika bus ini berhenti” seru Jonghyun ramah.

Lalu bus tiba-tiba berhenti.

            “Lho? Ahjusshi, kenapa busnya berhenti?” tanya Jessica panik, menyadari ia harus menjawabnya sekarang. Tapi ia lebih kaget lagi ketika melihat supir bus itu, Onew.

            “Ya~ Jessica, ini sudah jam 1 pagi! Belum cukupkah aku menyupir bus ini agar tidak ada yang tahu? Dan sekarang aku harus terus menyetir sampai di pemberhentian? Lagipula Jjong sudah menyewa dan mendekor semua ini, tidak bisakah kau hanya menerimanya?” seru Onew sedikit kesal.

            “Hyung!!” sahut Jonghyun.

            “Ayolah Jess!!” seru Onew.

            “Aku.. aku..” Jessica masih ragu dan gugup.

            “Kau tidak perlu menjawabnya sekarang… hwahhhh..”

Tiba-tiba Onew menjalankan bus dan tentu gerakan tiba-tiba itu membuat Jonghyun dan Jessica hilang keseimbangan. Jonghyun dengan sigap merangkul Jessica dan memegang gantungan di bus mencegah Jessica terjatuh. Mata mereka saling bertatapan, wajah mereka hanya berjarak beberapa sentimeter, mereka bisa saling merasakan hangat nafas masing-masing.

And that words flown away..

            “I want to be your girlfriend” jawab Jessica.

Jonghyun mendekatkan wajahnya lebih dekat pada wajah Jessica, Jonghyun mencoba untuk mencium gadis yang baru saja menjadi miliknya… tapi..

            “Ehem… Bisakah kita pulang?” seru Onew.

            “HYUNG!!!!!!” keluh Jonghyun.

Flashback end

***

Nuyeh che on, nuyeh ulgool”

The heat of your body and your face

 “ajikdo nae poom aneh neuggyuh jigo ittneun gul”

I can still feel it deep inside my heart

Still I have romantic in my heart

 “dolagago shipeun gul

I want to go back

eolmana deo manheun siganeul Nunmureur heullyeo yahanayo”

How much longer must I cry As I’m trusting that promise

Geu yaksokmaneur mideumyeo”

I’m only believing that promise

Lalu sebuah bus berhenti di halte tersebut, Jessica tidak tahu apa yang harus dia lakukan, dia hanya naik ke bus itu tanpa berpikir tentang apapun.

Di dalam bus itu tidak ada orang sama sekali, mungkin itu karena sekarang memang sudah larut malam. Jessica segera duduk di kursi paling belakang.

Jessica POV

Aku duduk termenung di halte bus itu, lalu sebuah bus datang. Aku tak tahu kemana tujuan bus itu tapi aku tetap menaiki bus itu. Ternyata tidak ada satu orang pun di dalam bus ini. Mungkin ini hal yang bagus. Aku bisa menenangkan pikiranku.

            “Ahjusshi!! Ahjusshi!! Tunggu!! Tolong hentikan busnya!” teriak seorang pria.

Bus pun berhenti. Pria itu naik ke dalam bus, dia menggunakan hoodie jaket coklat, kacamata, dan masker putih. Aku tak memperdulikannya, tapi entah mengapa ia terlihat mirip denganku, aku sekarang mengenakan hoodie jaket dan masker juga.

Aku hanya menatap kosong langit malam melalui jendela, dan hujan turun.

Jonghyun POV

“Ahjusshi!! Ahjusshi!! Tunggu!! Tolong hentikan busnya!” teriakku pada supir bus. Untunglah ia mendengar dan menghentikan bus ini. Aku segera naik dan masuk ke dalam bus, di dalam hanya ada seorang wanita dengan hoodie jacket berwarna biru tua dan masker. Sial, dia duduk di tempat favoriteku. Dia duduk di kursi paling belakang sebelah kiri, karena di pojok kanan masih kosong aku memutuskan untuk duduk di situ. Aku menatap langit malam melalui jendela tanpa memperdulikan hal lain. Langit gelap itu kini begitu menenangkan meskipun sekarang turun hujan.

Lalu bus berhenti, seorang gadis dan laki-laki masuk ke dalam, sepertinya mereka sepasang kekasih. Mereka masuk kedalam bus dan kedua tangan mereka menempel seperti lem. Benar-benar tidak penting.

POV end

“Soo ubshi manheun nareul geuruhgeh”

So many days I had

 “nuyeh modeun guseul gajyutdun na

Everything of you

 “ijen wae? (baby why?)”

But why is it?

 “negensun (tell me why?)”

That now

 “nal chajeul soo ga ubgeh dwen gulgga?”

That I can’t find you?

almyeonse apeun nae mamda almyeonseo”

You know. You know that my heart is aching

geureohge moreun cheog useur sun eoptjanhayo”

You can’t just ignore and laugh like that

            Sepasang kekasih masuk ke dalam bus ini, mereka benar-benar mesra. Itu membuat Jessica iri pada mereka.

“Andai kau berada di dalam bus ini bersamaku, memegang tanganku dan memeluk tubuhku yang kedinginan.” Batin Jessica

Dia disini Jessica

 

wanbyukhan”

That I may (I know)

 “sarameul mannan nul bogeh dwilggabwa”

See you there with the perfect man

“gajir su eoptneungeor almyeonseo”

I knew I couldn’t have you

 “meotdaero keojin nae maeumi”

But my heart (my love for you) just kept growing

Baju wanita itu memang sedikit basah karena hujan dan dengan lembut pria itu mengenakan jaketnya pada gadisnya yang kedinginan itu.

“Huh… basi!” gumam Jonghyun dalam batinnya.

Pria itu kini mencium kening pacarnya

“Gadis itu pasti bahagia.” Batin Jessica.

“Pria itu pintar memanfaatkan keadaan.” Pikir Jonghyun.

Lalu si wanita bertanya pada pacarnya, “ Sayang, apa kau mau menonton Death Bell 2?”

            “Jangan!!” seru Jonghyun dan Jessica berbarengan.

Sepasang kekasih itupun melihat reaksi dua orang di belakang mereka yang benar-benar aneh.

Jessica masih belum menyadari siapa pria disampingnya itu, begitupun Jonghyun. Mereka masih belum sadar kalau orang di sebelah mereka adalah orang yang sekarang mereka pikirkan.

Death Bell 2 ?? JANGAN!!

jebal jom nareul bwa”

I’m begging you to look at me

“bul dalmeun nareul bwa”

Look at the one so similar to you

 “naegen jungmal irun shiryundeulee himdeuluh”

This ordeal is too much for me

“Honjaseo gidaridaga”

It’s my mistake for waiting by myself

“Honjaseo huhoehadaga”

Regretting by my self

“Saranghan geotdo jalmosineyo”

Loving you

 

Flashback    

            “Jjong, kita nonton Death Bell 2 ya?” seru Jessica.

            “Hah? Yang lain saja!!” jawab Jonghyun.

            “Aku hanya beli DVD itu. Masa ngga jadi nonton?” rengek Jessica.

            “Baiklah, Princess” jawab Jonghyun pasrah. Jessica tersenyum.

Akhirnya, mereka berdua menonton DVD Death Bell 2 itu bersama di asrama SHINee, kebetulan saat itu member lain sedang tidak di asrama. Jujur, Jonghyun benci menonton film itu. Dia benci darah. Sedang Jessica, dia berharap Jonghyun akan merangkulnya saat dia berteriak ketakutan. Yah… seperti di drama-drama Korea.

            “AKh~~~~” teriak Jessica ketika sosok menyeramkan tiba-tiba muncul. Dan Jonghyun… Saat melihat sosok itu, dia menahan mulutnya agar tidak berteriak tapi tangannya meremas bantal kuat-kuat (baca: takut).

            “Kya!! Apa kau takut?” bentak Jessica.

            “Ti- ti-tidakk!!” jawab Jonghyun gugup.

            “Kamu itu lelaki atau bukan sih?? Harusnya kamu…”

            “Harusnya apa?? Tadi siapa yang ngotot mau nonton film ini!! Kan gini jadinya!!” seru Jonghyun.

            “Oh!! Nyalahin aku!! Oke. GAK USAH NONTON LAGI!!!” bentak Jessica.

            “OK” balas Jonghyun.

“AKHHHHHHHHHHHHHH” teriak perempuan dari film.

“Kya!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!” teriak Jonghyun dan Jessica kaget sekaligus ketakutan. Tanpa sadar mereka saling memeluk, mata mereka kini saling bertatapan.

“Kita nonton film lain ya?” tanya Jessica.

“Ngga, ini aja” Jawab Jonghyun.

“Lho?” tanya Jessica bingung.

“Soalnya ada Ji Yeon, dia cantik.” Jawab Jonghyun.

“Oh, gitu!! Ya udah. TONTON AJA SENDIRI!!” bentak Jessica.

My Jealousy girl

“JiYeon cantik, kamu nyeremin” jawab Jonghyun.

“Terus!!! Puja aja terus!! Sekalian aja pacarin!! Anggep aja CEWEK NYEREMIN di sebelahmu ini ngga ada!!” balas Jessica, bibirnya kini kembali manyun.

“Dia cuma cantik, kalo kamu nyeremin. Ngebayangin wajahmu aja hatiku udah berdetak kenceng. Serem kan?” goda Jonghyun.

“Jjong… GOMBALNYA NGGA BISA LEBIH BASI LAGI!!”

Hening.

Flashback end

***

 

Geuddaero doraga dashi”

Let’s go back to the way things were

“nul saranghan han namjaro tae-uh nasuh”

I want be reborn as a man that loves you

“dashineun nureul apeugeh hajineun anheullae”

I won’t hurt you ever again

Can I go? I wanna be (I won’t let you) be your man

 

apeun jur almyeonseodo itjireur mothan”

Even though my heart was aching

 “Nae jalmosijyo”

It’s my mistake for not letting you go

 “naega cham babo gatjyo”

I’m such a fool

 “Dachir kkeor almyeonseodo biuji mothan”

I knew I would get hurt and couldn’t let go

Malam itu Jessica dan Jonghyun masih duduk di kursi mereka tanpa sadar orang yang berjarak sekitar dua meter dari mereka adalah orang yang mereka pikirkan sekarang. Hujan sudah berhenti turun namun kaca jendela bus kini berembun. Jessica membuat tulisan di kaca jendela yang berembun dengan jarinya. Kekanak-kanakan. Setelah sibuk dan asik sendiri dengan tulisannya itu, Jessica turun dari bus.

Melihat posisi favoritenya sudah tidak ditempati lagi, Jonghyun segera berpindah dari tempat duduknya. Dia melihat kaca jendela, ada tulisan di situ Jonghyun berniat menghapusnya, tapi saat melihat tulisan itu Jonghyun tertegun kaget, tulisan itu..

Princess miss Mr. Jong

 

 Ijeul soo ubneun nuyeh geu sarangee”

Your unforgettable love

 “majimak noonmoolee”

The final tears

“nuyeh on gaseumeul jijjuh nohgo”

Are ripping away at my chest

“juldae chiyoodweji anhneun sachuman namgyuh”

Leaving only scars that will never heal

 “nae chora han moseub man namgyuh”

Leaving me as my miserable self

“nae jalmosijyo”

It’s my mistake

“modeun ge nae tasiradeo”

Even though it could be my all my fault

 “Geurado gwaenchanhayo Geudaeman itdamyeon”

That’s ok. As long as you’re there

 

“Mungkinkah gadis itu Jessica?” benak Jonghyun.

“Mungkinkah dia masih mencintaiku? Merindukanku? Menginginkanku?”

Jonghyun melihat keluar jendela, dan dia sudah berada jauh dari tempat Jessica turun.

Mungkinkah itu benar-benar Jessica?

 

“Jungmal bichamhae, naneun udduhgae”

I’m so distressed, what do I do?

 “naneun ijeh jungmal”

I’m so sorry

 “udduhgae”

What do I do?

 Still I have romantic in my heart

 “doragago shipeun gul”

I want to go back

“Eonjekkajina”

Always

 “ireon nar yongseohaejwoyo”

Please forgive me for being like this

 “Geudaer saranghan nal”

 (forgive the person) Who loved you

 

“Apa kau tahu isi hatiku Jessica?” – Jonghyun

“Mungkinkah ini semua salahku?” – Jessica.

 

~Still I have romantic in my heart~

~It’s my mistake~