MINJI…I LOVE U

Part I : At The School

Author :

Eghy Geumjandi Disini

Genre : Comedy – Romance

Length:

Continue

Cast    :

Koo Hye Sun (Minji)

Kim Youngwoon (Gomwoon)

Choi Siwon (Joon Ki)

Kim Heechul (Lee)

Rate :

General

 

 

Halo sebagai pembuka saja sebelum memasuki cerita sejenak perkenalan dari para tokoh di dalam AFF (atau apapun ini)…..

  1. Minji. Gadis berumur 18 tahun yang masih duduk di bangku kelas 12 SMA ini (seharusnya sudah lulus gadis seumuran ini tapi maklum saja telat 1 tahun dari jadwal yang seharusnya) terkenal norak, mata duitan dan super irit (alias pelit) dan mampu mencium bau uang dari jarak 1 km serta mampu membedakan uang dalam mata keadaan tertutup. Motto hidupnya “gak ada uang gak idup”,,
  2. Gomwoon. Laki-laki musuh bebuyutan Minji dari sejak kecil yang sekarang berumur 18 tahun. Dia memiliki sifat jail sekali dan sok berkuasa, tidak mau kalah. Sebenarnya dipertanyakan kebenaran umurnya karena dia memiliki muka yang terlihat tua yaitu seperti laki-laki berumur 26 tahun hanya yang membedakannya adalah seragam sekolah saja.
  3. Joon Ki. Anak orang kaya yang terpaksa pindah ke sekolah di mana Minji dan Gomwoon bersekolah karena keadaan ekonomi keluarganya yang sedang di ambang batas antara mati dan tidak mati. Merasa trauma dengan yang namanya pacaran sejak ditinggal merit pacarnya yang lebih tua 7tahun darinya (waw doyan ma cewek yang lebih tua ^O^ ! !)
  4. Tak Gi dan Hajie. Sahabat-sahabat dari Minji. Terkenal narsis dan gak mau keluar banyak duit buat makan sehingga kebiasaan mereka adalah nebeng makan dan jajan di kantin sekolah. Tapi saat dalam keadaan terpaksa mereka bisa keluar uang lebih banyak dari yang diperkirakan orang-orang.

Tak Gi : OOOOY pengarang kasih peran tuh yang bagusan dikit napa seh??? Jadi tokoh yang anggun pendiam pintar soleh dll. Malah dapat yang parasit begini ! ? Huh masih mending kalo dibayar,,yang ada pengambilan sepihak tanpa ada kontrak dengan manajer aku !

Hajie : kasih aku jadi peran mantan pacarnya Joon Ki dong?! Yang ceweknya itu bisa bikin Joon Ki cinta mati deh…

Pengarang : Udah kalian gak usah ngarep terlalu jauh..kebagusan itu peran buat kalian. Yah ! pasrah aja deh !? Gimana yang ngarang za… Weeeeee XP

  1. Lee. Kakak Minji yang sekarang berumur 29 tahun harusnya sudah menikah namun banyak perempuan muda yang disukainya menjauhinya karena alasan bahwa umur dia terlalu tua. Narsis dan super gaptek (satu-satunya yang dia bisa adalah mengoperasikan kalkulator).
  2. Oh iya lupa 1 lagi tokoh baru (barusan za orangnya protes) namanya Shin Hya. Sahabat Hajie yang satu ini selalu merasa dirinya sebagai adik Choi Siwon yang Super Junior itu loh ! Padahal dilihat dari sudut manapun tidak ada kemiripan sama sekali. Choi Siwon terlalu sempurna untuk dibandingkan dengan dirinya. Hanya saja terpaksa penulis memasukkan karakter ini karena penulis diancam tidak akan diberi pinjaman uang lagi. HUH dasar mental rentenir !

MINJI I LOVE U

PART I : AT THE SCHOOL

Hai namaku Soon Minji, nama kecil aku adalah Minji (sungguh nama yang imut ! ^^). Aku terlahir dari sebuah keluarga yang sangat sederhana “sekali” dan aku mempunyai 1 orang oppa (kakak laki-laki). Aku masih duduk di SMU Chungdamdong kelas 12A yang diketahui sebagai sekolah masyarakat kelas menengah ke bawah (sebenarnya aku ingin bersekolah di SMU Shinwa karena di sana ada kelompok anak orang kaya yang dikenal sebagai F4 siapa tau aja ada yang naksir sama aku dan akhirnya menikah terus aku jadi orang kaya yang uangnya bejibun !!).

Pagi ini di sekolah….

“Pagi Minji…..^^ “sapa Tak Gi dan Hajie.

“Pagi juga… ^^ tumben nyapa2?” tatapan penuh curiga. “Apa yang kalian mau??”

“Aduuuuh segitu kotornya kah pikiran mu sama kita?! Udah dong jangan judes gituu! Cuma aja kita males ngerrjain PR neh kamu udah kan???” tanya Hajie.

“Terus??” Minji kembali bertanya.

“Minji kamu kan baik, pintar, cantik, rajin pula. Mau ya?! Nanti kita bayar kok 5.000 won buat ngerjain PR kita.” rayu Hajie sambil pasang muka sok manis dan mengedip-ngedipkan mata genit yang membuat mual orang yang melihatnya.

“Ting….Aha?! 5.000 won? Waaaah jumlah yang banyak yang terlalu sayang kalo dilewatkan begitu saja. Kalau 1 orang membayar 5.000 won untuk mengerjakan PR-nya maka 1 kelas x 30 orang ….. 5.000 x 30 = 150.000 won…. waw fantastis kerja 1 minggu menjual kue kecil saja tidak mungkin dapat sebegitu banyaknya!! Ternyata bisnis ini menggiurkan.” Pikiran matrealistis Minji berjalan.

“Oke aku terima tugas kalian dan terima kasih atas idenya walaupun kalian itu bodoh tapi hari ini di pagi yang begitu indah nan cerah ini….(gleeeeegaaaarrrrr suara gemuruh geledek menyambar karena keadaan cuaca sedang hujan)….kalian sangat pintar bisa menyumbangkan pikiran emasnya untuk aku agar lebih maju.”jawab Minji menerima tugas dari dua sahabatnya itu.

Tiba-tiba dari kejauhan……

Dak duk dak duk dak duk….”Minji………… tunggu jangan pergi dulu! Aku juga mau dong..tolong kerjain juga PR aku..ini ada sedikit sumbangan buat kamu 5.000 won.” Ternyata Shin Hya juga mengalami hal yang sama dengan kedua temannya yaitu malas yang namanya mengerjakan PR.

“Dengan senang hati . . hohohohohohohoho kenapa gak dari dulu-dulu sih?? Mungkin aku sudah menjadi orang kaya kalau dari dulu seperti ini!! Ya sudah aku ke kelas duluan yah mau mengerjakan PR kalian..bye…” Minji pun berbalik lalu berlari-lari kecil ala gadis manis umur 5 tahun yang kegirangan seperti baru menerima hadiah.

“Sungguh tak disangka dia mau mengerjakan PR kita yah?” Tak Gi berbicara. “Biasanya dia menolak walaupun kita guling-guling, sujud-sujud sampai nangis darah segentong juga dia gak kan mau. Apa gara-gara….?” sejenak mereka bertiga berpandangan.

“Tak Gi, Hajie, apa kalian berpikir hal yang sama dengan aku?” tanya Shin Hya kepada Tak Gi dan Hajie.

“Jangan-jangan gara-gara dikasih uang imbalan mengerjakan PR dia berusaha membuat usaha jasa pengerjaan PR dengan imbalan 5.000 won tergantung PR apa yang dia kerjakan dan jumlah nomor yang dikerjakan?” Hajie pun bertanya hal yang sama.

“Yang jelas sepertinya tadi kita sudah memberinya ilham untuk mendirikan usaha jasa tersebut. Dasar pikiran matre, padahal itu tuh uang yang kumpulkan buat beli baju yang baru yang bisa menunjang penampilan dan karier keartisan aku.” Tak Gi ikut bersuara.

Hajie dan Shin Hya pun berpandangan berdua dan berlalu meninggalkan Tak Gi yang sedang meratapi nasibnya kehabisan uang gara-gara dijadikan imbalan untuk Minji. “Sudah tinggalkan saja anak itu !! Sepertinya dia lupa minum obatnya hari ini.” Hajie berbicara sambil berlalu ke kelas bersama Shin Hya. Tak Gi berteriak saat dia ditinggal.

“OOOOOY….kalo aku sedang berbicara itu didengarkan dong seenaknya ninggalin orang gitu aja tanpa permisi..Tidak sopan!” Tak Gi emosi.

Saat dia tengah menggerutu sendirian di koridor dari arah belakang ada yang menepuk punggung Tak Gi.

“Maaf permisi…”

“Heh mau apa lagi hah?”Tak Gi masih emosi pun berbalik dan…..

“Ya Tuhanku SEMPURNA…Tinggi, cakep(itu hal pasti karena semua siswa laki-laki di sekolahnya tidak ada yang seperti itu), suaranya lembut, dan yang pasti lebih sopan.” Tak Gi terkesiap tak berkutik seolah terhipnotis oleh sosok yang ada di depannya.

“Iiii……yaaa…ada apa yah?”Tak Gi terbata-bata seperti tertahan oleh pancaran pesona sosok itu.

“boleh tau di mana letak ruang kepala sekolah?”tanya sosok itu.

Sepertinya terjadi suatu hal yang membuat otak Tak Gi konslet. Niat berkenalan pun datang. “Kalo boleh tau nama kamu siapa….?” tanya Tak Gi.

“Oh maaf sebelumnya. Nama aku Joon Ki, Lee Joon Ki siswa pindahan dan aku mulai bersekolah hari ini di sini di kelas 12 A.” Jawab sosok itu yang ternyata bernama Lee Joon Ki.

“Oh,,,,Joon Ki. Itu kelas aku. Berarti kita sekelas dong?”. Dasar bodoh padahal pertanyaan seperti itu tidak usah dilontarkan bahkan anak TK yang masih ingusan juga udah bisa ngerti kalau mereka berdua sekelas.

“Iya. Bagaimana dengan letak ruang kepseknya?” tanya Joon Ki lagi.

“Oh iya lupa. Mari aku antar.” Ajak Tak Gi.

“tidak usah takut merepotkan dan nantinya kamu….”

“Panggil aku Tak Gi…”

“Tak Gi..Nah daripada nantinya kamu telat masuk kelas.”

“Oh ya sudah (dasar menolak pertolongan aku?! Apa kata dunia ini??Eh tapi kok rasanya jadi begini yah? Aku meleleh ngelihat dia. Baiklah mulai hari ini aku sudah menandai dia sebagai High Quality Target)..! Dari koridor ini luruuuus nanti di depan belok kanan naik ke lantai 4 terus kanan lurus nanti juga ketemu kok ada tulisannya gede banget.” Tak Gi memberikan arahan kepada Joon Ki.

“Thanx ya?! Sampai ketemu di kelas. Bye..?”

“Bye..(Sumpah baru kali ini aku melihat makhluk seindah ini…aku meleleh..)..”Tak Gi bengong. Tiba-tiba dari belakang…..

Syuuuuuuuuut duaaaaak….Bola basket melayang ke kepala Tak Gi.

“Aduuuuuuuh kuraaaaang ajaaaaar siapa yang melempar bola jelek ini?” teriak kesal Tak Gi.

“Kalau aku yang melempar?” jawab seseorang dari belakang kumpulan siswa laki-laki tersebut.

“Go..Go..Goooomwoooon?” Tak Gi tergagap.

Gomwoon dan gengnya yang dikenal sebagai The Black Hawk yang artinya dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar adalah Elang Hitam (iya gitu itu artinya??kalo salah maaf yaa *^^*…padahal kalau dilihat dari namanya tidak nyambung sama sekali, harusnya Black Bear kan arti Gom itu anak beruang).

“Mau kemana? Kabur? Jangan coba-coba seperti itu kalau mau selamat sampai ke kelas!” Gomwoon meraih kerah baju Tak Gi.

Tak Gi berontak. Pada saat yang bersamaan datanglah Minji.

“Heh apa yang kamu lakukan? Lepaskan tangan kamu dari leher temanku!” teriak Minji yang pada saat itu akan memberikan PR Tak Gi.

“ Wah wah wah ada yang berusaha menjadi pahlawan di sini rupanya..! berapa imbalan untuk menolong anak ini?” Gomwoon melecehkan Minji.

Minji tidak terima lalu dia berjalan mendekati Gomwoon dan….

Plaaaak….

“Rasakan itu anak beruang rabies !! Lain kali aku bisa menjamin lebih dari ini tapi karena hari ini aku bisa berbaik hati dan kamu masih bisa bernafas… !!” Ancam Minji.

“Minji lihat balasanku nanti..kamu akan menyesal pernah mengancam aku !!” Gomwoon balas mengancam.

Minji membawa Tak Gi dan berlalu begitu saja meninggalkan Gomwoon dan pasukannya yang hanya bisa melongo melihat bos mereka ditampar.

Di dalam kelas….

“Minji..kamu berani sekali. Kamu tau kan kalau mereka itu The Black Hawk?” kata Tak Gi.

“Aku tau bahkan lebih tau daripada kamu. Tapi….terkadang ada beberapa hal yang tidak selayaknya dinilai hanya dengan uang.” Minji berkata.

“Waw baru kali ini kamu berkata demikian bijaknya. Teman-teman sungguh di luar perkiraan Minji teman kita yang terkenal pelit dan mata duitan bisa berkata bijak..” Tak Gi mengumumkan hal tersebut di depan siswa kelas 12A.

“Plok plok plok plok…”suara tepuk tangan satu kelas.

“Wah Minji sekarang berubah?! Senangnya yah?!” Kata salah seorang siswi di kelas itu.

“Kata siapa aku tidak berpikir dengan uang? Yang jelas Kim Tak Gi, saat istirahat nanti kamu harus mentraktirku makan di kantin dan begitu pula saat pulang sekolah nanti belikan aku es krim double cone rasa cokelat strawberry. Dan yang pasti beri aku 5.000 won lagi”

Gubraaak….!!!

“Kamu kira untuk menampar si anak beruang itu gak butuh tenaga dan tekanan mental yang sedikit? Aku juga takut !” Kata Minji.

“ Kamu denger kan katanya barusan bahwa ada beberapa hal yang gak bisa dinilai hanya dengan uang?? Sampai kapan dia akan terus seperti ini? Ya Tuhan mengapa kau ciptakan makhluk seperti ini?? Hanya bisa menciptakan kesengsaraan umat Mu saja…” Tak Gi meratapi nasibnya.

“Yang pasti dia harus bertemu dengan seseorang yang bisa memaksa dia buat berubah sifatnya.” Hajie berkata.

“Sungguh teman yang menyebalkan !! Tapi dia baik walaupun uang menjadi tolak ukur kehidupannya. Soo Minji…..” Shin Hya ikut berbicara.

Sepertinya perkataan ketiga sahabatnya tidak terdengar oleh Minji karena dia terlalu sibuk menghitung uang dan membayangkan jika dia kaya nanti melalui usaha jual jasanya untuk mengerjakan PR teman-temannya dengan imbalan 5.000 won tergantung dari jumlah soal dan mata pelajaran yang dia kerjakan.

Lalu…..

“Eh eh Pak Guru Kim datang !” kata Teuki yang dari tadi nongkrong depan pintu mengawasi keadaan sekitar kalo tiba-tiba ada guru yang datang.

            Suasana kelas pun mulai tenang. Semua siswa pun berada dalam posisi duduk yang manis. Pak Guru Kim memulai pembicaraan….

“Selamat pagi semua….” Pak Kim mengucapkan salam.

“Pagi Pak….” jawab anak-anak.

“Oh iya sebelum pelajaran dimulai saya akan memberikan informasi bahwa hari ini kelas kalian akan kedatangan teman baru.”

Brrrrrrr…. Suasana kelas pun gaduh. Tak ketinggalan di barisan pojok belakang kelas tempat di mana Geng Pojokan (sebutan untuk Minji, Hajie, Tak Gi, dan Shin Hya bersemayam (kayak setan aja!) ikut-ikutan berisik juga.

“Aduh ada apa yah? Jadi penasaran deh..” Hajie penasaran.

“ Tadi kamu gak denger ya kalo kelas kita ketambahan temen baru? Aduh makanya tuh telinga kamu bersihin dulu napa seh?! Kotorannya udah numpuk banget kayaknya sampai-sampai kamu gak bisa denger omongan Pak Kim..” sambut Minji.

“Iya aku denger.. penasaran orangnya kayak apa yah?! Mudah-mudahan ganteng mirip Yesung pacar aku…” Hajie beraharap.

“Heh Yesung SUJU tuh kebagusan buat kamu ! Kamu cocoknya ama Sam Soon anak 12B. Sama-sama berkacamata dan norak !” Shin Hya menimpal.

“Hei Girls please shut up ! Jangan-jangan dia itu anak yang baru ketemu ma aku tadi pagi di koridor ??” Tak Gi berkata.

“Bukannya yang ketemu ma kamu itu si Beruang Rabiez itu?” tanya Minji.

“Sebelum kejadian dilempar bola.. Aku ketemu ma dia pas dia lagi nyari-nyari ruangan Pak Kepsek tercinta.”

“Eh ganteng gak?” tanya Shin Hya penasaran.

“Pokoknya cowok di sekolah ini gak kan bisa nyaingin wajah dia. Sungguh sempurna. Senyuman jokernya, tubuh proposionalnya, sopan santunnya, pokonya He is The Perfect Boy at our school deh !” jawab Tak Gi sembari membayangkan wajahnya kembali.

Dari arah depan Pak Kim berusaha menenangkan suasana kelas. “sudah..sudah.. Tak usah ribut. Ayo nak sini masuk dan perkenalkan diri kamu sekarang !”

Kemudian….

Dari luar munculah sosok yang ditunggu..

Jreng jreng jreng jreng….semua siswa perempuan terperangah bahkan para siswa laki-laki pun ada yang seperti itu (siapa lagi kalo bukan Tak Gi).

“Selamat pagi teman-teman.. Nama aku Lee Joon Ki, panggil saja Joon Ki. Dan mohon kerjasamanya.” Joon Ki memperkenalkan dirinya secara singkat.

Sementara itu di barisan pojok…

“Tak Gi apa yang kamu ucapkan barusan tidak salah..benar-benar PERFECT…” Minji berkata sambil wajahnya merah.

“Jangan meremehkan radar seorang Tak Gi yang berpengalaman melihat cowok ganteng dong !” Tak Gi menyombongkan diri.

“Kalo dia dijual ke tante-tante pasti laku keras deh ! Lihat aja sempurna begitu…” Minji kembali kumat dengan pikiran matrenya.

Pletak…..

“Heh kurang ajar kamu… Dasar otak germo ! jangan mentang-mentang duit segalanya sampai-sampai orang lain mau dikorbankan begini !” Tak Gi menjitak Minji.

“Aw… sakit tau?! Uang tadi aku mau dilipatgandakan sebagai bentuk asuransi kecelakaan yang sudah kamu lakukan terhadapku baru saja !“ teriak Minji.

“Sudah kalian jangan berisik yang belakang..!” teriak Pak Kim.

“Kamu seh Minji…gara-gara kamu kita dimarahi Pak Kim ! Image aku langsung rusak di depan Joon Ki hari ini…Tidak….ini kutukan….aku serasa…serasa….” Tak Gi meratapi nasibnya lagi.

Buuuukkk…..

“Sudah tidak usah seperti sinetron pake didramatisir segala…biasa saja ngomongnya..!” Minji memukulkan buku ke Tak Gi sampai-sampai dia tidak berkutik lagi.

Pak Kim kembali berbicara…

“Oh iya tempat duduk kamu di…”

Sebelum Pak Kim selesai berbicara…

“Gubrak……” terdengar seperti suatu benda berat terjatuh.

“Di sini aja Pak ada bangku kosong sebelah aku !” kata Tak Gi.

“Ya sudah kamu di situ saja Joon Ki.”

“Baik Pak. Terima Kasih..” Joon Ki berkata.

Ternyata suara benda jatuh itu adalah suara Minji yang terjatuh dari bangkunya karena ulah Tak Gi yang sengaja ingin duduk berdekatan dengan Joon Ki.

“Kurang ajar Tak Gi tunggu pembalasanku…! Beginikah balasan kamu terhadap teman yang sudah menolongmu dari ancaman beruang sekolah yang ganasnya melebihi dinosaurus di film Trilogi Jurassic Park karya Stephen Spielberg ?” pikir Minji.

“Sorry terpaksa ini demi kebaikanmu sendiri dan dia. Jangan Kira aku tidak bisa membaca pikiranmu yang sekarang sedang mengumpat tentang diriku..! Dan jangan coba-coba meratapi nasibmu seperti itu karena sampai kapan pun aku gak akan peduli… Weee…” Tak Gi menjulurkan lidahnya sebagai tanda mengejek Minji.

“Minji….duduk sekarang juga karena pelajaran akan segera dimulai !” Pak Kim menyruh Minji.

            Minji pun duduk di depan. Kemudian dia menoleh ke belakang ke arah Joon Ki dan Tak Gi. Dan kemudian…..

“ Weeee…..” lagi-lagi Tak Gi mengejek Minji.

“ Awas kamu Tak Gi…lihat saja pembalasanku…hweheheheheheheh (kayak nenek sihir di cerita-cerita dongeng) !” Minji mengumpat.

            Pelajaran yang diajarkan oleh Pak Kim adalah Matematika yang sudah terkenal bisa membuat siswa kelas 12 A yang memang terkenal badung dan agak lambat dari kelas yang lain tersebut pusing dan membuat mereka mengantuk berat. Tak ketinggalan sebagai pelanggan dari penyakit “NGANTUK”, Minji ikut-ikutan ngantuk di depan. Kepalanya manggut-manggut ibarat ayam terkena penyakit yang disebabkan oleh virus H5N1 alias flu burung atau bahasa Sundanya tetelo. Di tengah-tengah rasa ngantuknya tersebut tiba-tiba…

“KEBAKARAN…….” Pak Kim berteriak tepat di samping telinga Minji.

            Minji pun kaget lalu berteriak-teriak sendiri. “Kebakaran…..kebakaran….”

            Tak ayal satu kelas pun tertawa melihat tingkah laku memalukan Minji tersebut. Akhirnya Minji pun sadar bahwa dirinya telah ditipu oleh Pak Kim. Dia hanya bisa tersenyum malu. Kemudian dia menoleh ke arah belakang. Ketiga temannya, Tak Gi, Hajie, dan Shin Hya mengejek dia habis-habisan. Kecuali sosok yang duduk tepat di samping Tak Gi yang tak bergeming sama sekali. Sepertinya dia tenggelam di dalam dunianya sendiri, dia terlihat asyik sendiri mengerjakan soal-soal aljabar yang diberikan oleh Pak Kim. Minji pun duduk kembali, tapi….

“Siapa yang memperbolehkan kamu duduk?” tanya Pak Kim yang garang.

“Anu…anu…anu,,,” Minji terbata-bata.

“Keluar sekarang dan berdiri di depan pintu angkat sebelah kaki kamu jewer sendiri telinga kamu dan jangan lupa julurkan lidahmu sampai pelajaran saya selesai ! Mengerti kamu ?!” teriak Pak Kim.

“Iya Pak…” Minji pun keluar kelas sambil menundukkan kepalanya saking malunya dia.

            Di depan kelas pun ia berpose seperti yang disuruh oleh Pak Kim. Dari kelas 12D yang terletak di ujung koridor berkumpullah geng The Black Hawk. Kemudian…

“Minji….kenapa lagi?? Dihukum?kamu benar-benar mirip Kangajie..Hahahahahahaha!” teriak salah seorang siswa tersebut.

“Sudah tidak salah ini adalah suara anak beruang rabiez itu lagi..” Minji mengumpat.

“pasti kamu sedang mengumpat ya??” Gomwoon pun kembali meledek Minji.

“Kurang ajar dia bisa menebak aku !” di dalam pikiran Minji. “Sudahlah tidak usah ikut campur lebih baik kamu suntik vaksin dulu sebelum penyakit berbahaya mu itu menular..!” Minji teriak.

Tiba-tiba…

“Minji…..JANGAN BERTERIAK KELAS SEDANG BELAJAR !” lagi-lagi Pak Kim berteriak.

“Hwahahahahahahaha…” kerumunan anak-anak nakal tersebut tertawa dengan puas.

“Kurang ajar hari ini aku benar-benar jatuh ke dalam sumur yang isinya ada mayat Sadako…Sial……..!!!” Minji mengumpat.

Kriiiiiing…….

Bel berbunyi. Pelajaran pun berakhir dan sekarang waktunya istirahat. Minji pun merasa lega. Siswa kelas 12 A pun langsung keluar kelas menuju kantin. Hajie, Tak Gi, dan Shin Hya pun menghampiri Minji.

“Minji…benar-benar mirip Kangajie…Hwahahahahahaha” mereka bertiga tertawa.

“Senang ya kalian bertiga melihat aku sengsara seperti ini?! Teman macam apa kalian merasa senang saat temannya ada yang kesusahan?” Minji meratapi nasibnya.

“Salah sendiri pake tidur segala pas kelas Pak Kim ? dia kan tipe Monster gitu deh ! gak ada deh yang bisa ngalahin dia pas lagi marah-marah? Satu-satunya waktu Pak Kim terdiam dan lemah adalah saat dia tertidur pulas.” Tak Gi menimpal.

“Oh iya sebagai pemberitahuan saja kita bertiga gak ngerasa mengantuk karena ada obat penghilang rasa kantuk yang dosisnya gede banget loh !” kata Hajie.

“siapa lagi kalo bukan Joon Ki ? sumpah ganteng banget kalo dilihat dari depan gitu?! Aduh tapi tetep gak ada yang bisa ngalahin ketampanan kakak aku yaitu CHOI SIWON…” Shin Hya berkhayal.

“Ya Tuhan ini anak emang benar-benar udah gila sepertinya ! dari segi mana pun semua orang udah tau kalo kamu tuh gak ada kesamaan sama sekali dengan yang namanya CHOI SIWON…” Tak Gi berusaha menjatuhkan khayalan Shin Hya.

“ Aku setuju…” Hajie dan Minji bersamaan. Shin Hya hanya bisa mengembungkan pipinya sebagai tanda marah. Sungguh mual melihat ekspresi Shin Hya saat melakukan hal ini. Mungkin ingin terlihat imut dan lucu seperti artis-artis Korea yang potonya beredar di internet tapi yang terjadi malah amit-amit ya Tuhan !

Saat mereka bertiga tengah asik berbincang di depan pintu tiba- tiba…

“Ada yang mau menemaniku ke kantin?? Sebagai tanda pertemanan kita bagaimana kalo aku yang traktir kalian bertiga di kantin?” ajak Joon Ki.

            Dasar emang mereka terkenal sebagai orang-orang yang gak mau ngeluarin uang walaupun hanya untuk urusan perut saja, mereka langsung mau. Mereka pun berlimat langsung menuju kantin sekolah. Sesampainya di kantin sekolah….

“Seharusnya makan di kantin itu gratis seperti sekolah-sekolah yang orang kaya. Huh menyebalkan ! kapan yah sekolah kita memberlakukan makan di kantin gratis?” Tak Gi mengeluh.

“iya benar..tapi gak apa-apa deh hari ini kan kita ditraktir sama Joon Ki..Hohohohhoho senangnya ! Kalo bisa besok juga kamu traktir lagi ya Joon Ki !?” Minji berkata sambil memilih makanan yang enak-enak.

“Sungguh memalukan melihat tingkah Minji yang seolah-seolah belum pernah melihat makanan saja !” Hajie berbisik.

“Betul. Kasihan Joon Ki nanti dia kemahalan bayarnya..” Shin Hya membenarkan omongan Hajie.

“Heh jangan kira aku gak denger yang kalian omongin barusan !” kata Minji.

            Mereka pun langsung menuju tempat di mana Joon Ki tengah duduk menunggu mereka untuk makan bersama. Di antara mereka berlima terlihat bahwa Minji lah yang paling banyak membawa makanan. Dari mulai roti sampai pencuci mulut yang berbagai jenis terdapat di depannya dan dengan rakusnya ia mulai makan.

“Ya Tuhan… sebenarnya perut orang ini terbuat dari apa? Sungguh memalukan.. perempuan yang tidak memiliki rasa seni yang tinggi.” lagi-lagi Tak Gi mengeluhkan keadaan temannya yang sedang makan ini.

“Sudah diamlah kamu ! Makan saja apa yang ada di hadapan kamu jangan sia-siakan ini… kapan lagi kita makan gratis seperti ini.”

Pletak…..

“Gratis seh gratis tapi hargain yang ngasihnya dong !?” Tak Gi menjitak kepala Minji.

“Aduuuuuh….Kurang ajar main jitak…Gak bisa lihat orang lagi asik makan yah?” Minji balas teriak.

“Sudah…sudah daripada kalian berantem mulu mendingan makan saja sebentar lagi waktu istirahat habis nanti makanannya bersisa.” Joon Ki melerai sambil tersenyum manis.

Dan keadaan dua makhluk ciptaan Tuhan yang tengah berkelahi itu pun tiba-tiba…

“Betapa manisnya senyuman itu..” Tak Gi terpesona.

“Betu-betul manis dan menghipnotis..” Minji ikut-ikutan terpesona.

            Selanjutnya diiringi dengan tawa riang mereka. Tetapi de tengah-tengah acara makan bersama tersebut tiba-tiba….

“Wah wah wah…Kumpulan orang aneh tengah enak makan bersama yah? Oh Hey lihat ada pahlawan kesiangan di sini… Ops maaf sengaja aku menjatuhkan susu kotak kamu…”Gomwoon kembali berulah dengan sengaja menjatuhkan susu kotak yang ada di hadapan Minji ke pangkuan Minji yang menyebabkan rok Minji basah.

“Sepertinya basah yah?? Sini aku yang bersihkan ?!” Gomwoon berulah berusaha membersihkan rok Minji.

PLOK….

            Satu mangkok penuh nasi kari mendarat di kepala Gomwoon dan tentu saja hal ini menyebabkan Gomwoon naik darah.

“Kamu….” Gomwoon marah dan berusaha memukul Minji tapi….

“Kalo berani jangan sama perempuan ! atau memang kamu hanya berani dengan anak perempuan saja Kang Gomwoon? ” kata Joon Ki sambil menahan tangan Gomwoon yang hendak memukul Minji.

            Orang-orang yang berada di dalam kantin terperangah. Baru kali ini ada yang berani memanggil nama lengkap Gomwoon. Kemudian…

“Joon Ki sudah…ayo kita pergi dari sini… Jangan mencari masalah !” ajak Tak Gi.

“Iya daripada nantinya tambah ribet mendingan pergi saja gak usah diladenin..” Shin Hya ikjut membujuk.

            Akhirnya Joon Ki pun mau menuruti ajakan mereka dan ia pun pergi dari tempat itu. Tapi….

“Hey Lee Joon Ki ternyata kamu cemen berada di bawah ketiak orang-orang miskin lemah dan tidak layak dipandang sebagai manusia !” teriak Gomwoon menghina.

Kemudian….

Duakkk…..

“Rasakan tendangan itu orang belagu..! Mungkin iya aku ini orang miskin dan lemah. Mungkin memang kamu berasal dari keluarga orang kaya di daerah ini dan kamu berkuasa. Tapi ingat itu semua berkat orang tua kamu, dan itu bukan harta kamu. Jadi sebenarnya kamu gak jauh berbeda dengan kami. Satu hal yang membedakan kamu dengan kami… Kami tidak menggunakan harta orang tua kami sebagai alat untuk menguasai orang lain. Bagaimana seandainya harta itu tiba-tiba diambil?Kamu masih mau bersifat seperti ini? Ingatlah suatu hari nanti kamu akan meminta maaf bersujud di depanku dan teman-temanku !! Ingat itu KANG GOMWOON !!!”

            Tendangan Minji tepat mengenai wajah Gomwoon yang menyebabkan Gomwoon jatuh tersungkur dan berdarah. Gomwoon tak berkutik dan hanya terdiam.

“Sudahlah kita pergi…” ajak Minji. Joon Ki yang melihat kejadian tersebut hanya melongo.

Di tempat Gongwoon…..

“Bos kenapa bos tadi diam saja? Padahal tadi Minji sudah berani melawan.” Kata Hyun Bin.

“Tidak bermutu kalo aku melawan Minji..apa kata orang nanti? Sudahlah jangan membicarakan hal itu lagi !” Gomwoon berusaha mencari alasan.

“Iya siap bos !” kata anggota geng tersebut.

            Hari itu Gomwoon terlhat seperti memikirkan perkatan Minji tadi. Dan kemudian di dalam pikiran Gomwoon…..

“Minji kamu memang tipeku…..berbeda dari yang lain…”

*TO BE CONTINUED….*