MINJI I LOVE U

PART II : TROUBLE

Cast:

Genre : Comedy – Romance

Cast    :

Koo Hye Sun (Minji)

Kim Youngwoon (Gomwoon)

Choi Siwon (Joon Ki)

Kim Heechul (Lee)

Rate :

General

            Setelah keributan di kantin tadi mereka berempat pergi kembali menuju ruangan kelas. Lalu….

“Huh sungguh menyebalkan perkataan Goomwoon tadi ! Bisa-bisanya dia berkata demikian..padahal apa salah kita??” Hajie mengeluh.

“Benar sekali…Kejam sekali..Dia seperti tidak pernah mendapatkan didikan dari orang tuanya, kata-katanya kasar dan membuat sakit hati orang lain.” Tak Gi menimpal.

“Bagi aku sebenarnya itu wajar saja…” Joon Ki ikut berpendapat.

“Apa? Wajar?” Minji, Tak Gi, dan Shin Hya kaget.

“Dia memang kurang kasih sayang dari orang tuanya. Bahkan bisa dikatakan sama sekali tidak mendapatkan kasih sayang.” Joon Ki kembali berbiscara.

“Aneh sekali…Kamu bisa tahu hal ini…tau dari siapa??” kata Minji.

“Karena orang tua dia dulu adalah rekan kerja ayahku. Tapi suatu saat ayahnya melakukan kesalahan dengan menggelapkan uang perusahaan. Dia melarikan diri meninggalkan keluarganya, istrinya bunuh diri lalu Gomwoon dibesarkan oleh neneknya dengan uang peninggalan orang tuanya.” Joon Ki bercerita.

“Sebenarnya aku merasa kasihan dengan Gomwoon tapi perkataan dia sungguh menyakitkan. Keterlaluan sekali dia ! Ya sudahlah jangan membicarakan keluarga orang lain, itu tidak baik.” Minji berkata.

Joon Ki memandangi Minji. Lalu mereka pergi memasuki ruangan kelas di mana pelajaran selanjutnya akan dimulai kembali.

Kriiiiiiiiiiiing……..

            Bel pelajaran terakhir berbunyi. Miss Yuri guru pelajaran bahasa Inggris mengakhiri pelajarannya…

“Cukup untuk pelajaran hari ini minggu depan kalian akan berhadapan dengan tes jadi jangan lupa persiapkan diri kalian ya?!”

“Iya Miss Yuri…” siswa 12 A kompak menjawab.

Sementara itu….

“Miss Yuri gila kali yah?? Masa setiap 2 minggu sekali diadakan tes??” Minji mengeluh.

“Akh itu emang kamunya saja yang bodoh..Seperti aku dong selalu siap menghadapi hal apa pun..” Tak Gi kembali menyombongkan dirinya.

“Walaupun ujung-ujungnya nasib nilai kamu tetap saja di bawah 60..” Minji berusaha menjatuhkan.

“Setidaknya aku tidak selalu mendapatkan nilai minus di tes bahasa Inggris ini. Dan tentu saja hal itu membuktikan kalo aku tidak sebodoh anda Soo Minji..” Tak Gi mebalas.

“Kurang ajar….!! Akan kubuktikan kalo aku bisa mendapatkan nilai lebih dari 60…” Minji bersumpah.

“Sudahlah tidak usah banyak bicara buktikan saja !” Tak Gi membalas ucapan Minji.

“Yupz betul Tak Gi !! kami dukung kerkataan kamu… Minji harus banyak buktikan perkataannya..” Hajie dan Shin Hya ikut berbicara.

“Oke…Hey Joon Ki..! Kamu kan sepertinya pintar berbahasa Inggris…kamu ajarin aku dong !? mau yaaa?? Kamu ganteng deh..!?” Minji berusaha merayu.

“aduh sungguh mual melihat muka kamu saat merayu !” Tak Gi mengejek Minji.

“Sudah diam saja kamu…Mau ya Joon Ki??Pliiiiis…..” Minji kembali merayu.

“Yupz boleh aku akan ajarkan kamu berbahasa Inggris !”

“Heheheheheheh makasih…senengnyaaa…..Baiklah nanti sore gimana??Aku deh yang ke tempat kamu..” Minji membuat janji.

“terserah kamu saja..” jawab Joon Ki.

“Hei hei hei hei wait!! May I Join U??Please….U are So sweet Minji….” Tak Gi merayu Minji dan Joon Ki.

“Bayar 100.000 won….” jawab Minji.

“mau bayar gak bayar kami bertiga akan tetap datang ke tempat kamu belajar.” Jawab Tak Gi.

“Tapi alamat kamu di mana Joon Ki?” Hajie bertanya.

“Jaraknya 1 blok arah timur rumah Gomwoon. Nomor rumah aku B23 kediaman Lee.” Joon Ki menjelaskan.

“Apa?? Gomwoon?” Tak Gi kaget.

“Tenang saja aku tau jalan alternatifnya.. Kita bertemu di taman dekat rumah kamu saja Tak Gi jam 4 sore. Don’t be light !!” kata Minji.

“mungkin maksud dia adalah Don’t Be Late…Sok inggris tapi salah..Sungguh memalukan saja!” Tak Gi berkata.

“Biarkan orang berekspresi untuk belajar..”Joon Ki membela Minji.

            Minji merasa melayang saat mendengar perkataan Joon Ki itu. Mukanya memerah entah karena dia malu salah mengucapkan kalimat bahasa Inggris ataukah dia merasa GR atas perkataan Joon Ki tadi.

“Baiklah aku pulang duluan ! Hajie, Shin Hya ayo kita pulang kan kita searah..” kata Tak Gi.

“iya…kami duluan ya Joon Ki sampai ketemu nanti sore !” Hajie berlalu sambil mengedipkan mata sok-sok genit.

“Hey kalian tidak berpamitan denganku?!”Minji berteriak.

“Kami sudah bosan berpamitan denganmu ! Kami menginginkan suasana baru..” Shin Hya berteriak sambil berlalu.

“Dasar menyebalkan mereka !” Minji mengumpat.

“Tapi mereka teman yang menyenangkan…” Joon Ki berpendapat.

“Iya..Oh iya Joon Ki kamu di sini bersama orang tua kamu?” Minji bertanya.

“Orang tuaku terlalu sibuk bekerja. Aku sendirian di sini. Boleh sekarang aku ke rumah kamu?” Joon Ki meminta.

“Apa??Aku tidak salah dengar kan?” Minji merasa heran.

“ya tidak apa-apa kan?? Ini sebagai wujud pertemanan kita dan aku ingin mengenal kamu lebih dekat saja.” Joon Ki menjawab.

“Sungguh aneh… Baru pertama kali bertemu sudah ingin main ke rumah.” Minji berpikir.

“ada apa Minji? Gak boleh ya?” tanya Joon Ki kembali.

“Hemmmh boleh ! tapi kamu jangan kaget melihat keadaan rumah aku.” Minji mengiyakan permintaan Joon Ki.

Ketika mereka berdua berjalan bersama meninggalkan sekolah, tidak mereka sadari bahwa Gomwoon mengawasi mereka.

“Minji kamu akan menjadi milikku…dan Lee Joon Ki, kamu sudah mengajakku berperang!” Gomwoon bergumam.

            Setelah 15 menit berjalan akhirnya sampai juga di rumah Minji.

“aku pulang….” Minji mengucapkan salam saat masuk.

“Minji….Kenapa lama sekali?? Kakakmu ini kelaparan…” teriaklah seorang laki-laki (dewasa) dari arah dalam rumah yang kemudian muncul di hadapan Minji.

“wah rupanya kamu sudah punya pacar ! Kenapa gak bilang dari dulu??” Lee bertanya kepada Minji.

“Siapa yang pacaran??jangan asal bicara saja dasar laki-laki yang tidak laku !” Minji berkata.

“Heh aku ini laku hanya saja tipeku terlalu sempurna sehingga tidak ada satu pun perempuan yang masuk kriteria?! Oh iya apakah kamu punya saudara perempuan?? Kenalin dong?!” tanya Lee kepada Joon Ki.

“Dari pertanyaan kakak saja sudah terbukti bahwa kakak memang tidak laku di mata perempuan…” Minji menjawab.

“Heh tidak ada yang bertanya sama kamu ! Sudah diam dan segera buatkan aku makan siang?!” Lee menyuruh kepada Minji.

“Ya Tuhan tidak bisakah dia dianugerahi kemampuan lain selain mengopreasikan kalkulator?? Sebab hamba Mu ini sudah merasa bosan mengurusi laki-laki tidak laku ini.” Minji mengumpat.

“Jangan mengumpat !” Lee sudah mengetahui kalo Minji sedang mengumpat.
“Gimana?? Kamu punya saudara perempuan?” tanya Lee lagi.

“sebetulnya aku anak tunggal.” Jawab Joon Ki.

“Huh sungguh mengecewakan..Tapi apa benar kamu bukan pacarnya Minji?” tanya Lee lagi.

“Bukan. Aku temannya Minji.” Jawab Joon Ki.

“bagus berarti kamu seleranya tinggi. Yang jelas jangan sampai mau jadi pacarnya Minji. Dia itu pelitnya minta ampun dan dia sungguh mengerikan saat marah.” Lee menggambarkan sosok Minji.

“Heh jangan membicarakan aku seperti itu!” teriak Minji.

Beberapa saat kemudian….

“Waaaaah….Tumben kamu memasak aneka makanan? Biasanya kamu tidak seperti ini Minji?!” Lee terkagum-kagum melihat Minji menghidangkan beragam makanan.

“Sudahlah jangan banyak berkicau! Yang jelas ini spesial untuk Joon Ki…Silahkan dimakan Joon Ki ! dan kakak belakangan saja.” Minji menyodorkan makanan kepada Joon Ki.

“Aku merasa tidak enak.. Silahkan Kakak Lee yang duluan makan!” Joon Ki.

“Oh kamu baik sekali Joon Ki… berbeda dengan adikku yang terkenal sebagai gadis super pelit di kawasan Chungdamdong ini.” Lee mnyindir Minji.

“kalo tidak Joon Ki mungkin kamu sudah habis… tapi berhubung ada dia kamu selamat..ini demi image ku di depan Joon Ki yang sudah berbaik hati padaku mau mengajarkan bahasa Inggris dengan gratis.” Minji bergumam sambil memandangi kakaknya yang tengah asyik makan dengan lahapnya.

“Jangan kira aku tidak tau pikiran kamu gadis super pelit! Pantas saja tidak ada cowok yang mau sama kamu…Justru sebenarnya ini hanya keberuntunganmu Joon Ki mau berkenalan dengan gadis pelit dan norak seperti kamu!” Lee bergumam dalam hati.

“Joon Ki kamu makan juga dong! Aku kan udah capek-capek bikin ini buat kamu bukan buat orang yang super gaptek itu (maksudnya Lee)…” Minji berkata kepada Joon Ki.

“Baiklah aku makan tapi kamu sendiri?” tanya Joon Ki.

“Dia gak usah dikasih makan ini…rumput saja udah cukup…” jawab Lee membalas ucapan Minji.

            Minji tidak mau membalas. Dia asyik melihat Joon Ki makan.

“Cara makannya berbeda sekali. Rapi, sopan, dan ada aturannya… Sungguh berbeda dengan orang yang itu (maksudnya Lee)…Berantakan, menjijikan, dan ya ampuun sejujurnya aku malu terhadap Joon Ki.. dan sepertinya Joon Ki memang bukan orang yang biasa…” Minji berkata dalam hati terkagum-kagum pada sosok Joon Ki.

Setelah selesai makan…..

“Weuuuu…….” Lee bersendawa karena saking kenyangnya.

“Heh tidak sopan sendawa di depan tamu…” Minji membentak.

“Tidak apa-apa kan Joon Ki?” tanya Lee.

“Hahahahahaha justru aku ingin melakukan hal itu tapi selalu tidak bisa…” jawab Lee.

Kemudian….

“Kami pulang….”Orang tua Minji mengucapkan salam.

“Eh sepertinya ada tamu! Minji ini siapa??pacar kamu kah??tidak seperti biasanya ada teman laki-laki kamu datang mampir ke sini… Ternyata anakku ini laku juga!”ibunya Minji berkata.

“Dia teman aku ibu..namanya Joon Ki,, Lee Joon Ki…!” jelas Minji.

“Perkenalkan aku Lee Joon Ki temannya Minji. Senang berkenalan dengan anda.” Joon Ki memperkenalkan dirinya.

“Wah lagipula mana mungkin sih dia itu pacar kamu!? Terlalu tampan untuk wajah kamu yang pas-pasan ini…” Ibunya mengejek Minji.

“Ibu ini malah menjelek-jelekan anaknya sendiri…Ibu macam apa ini?” Minji bergumam.

“Ya sudah ayah sama ibu mau istirahat sebentar. Kalian baik-baik sajalah sekarang dan jangan bikin ribut, terutama kalian Lee dan Minji.” Ayah Minji berakata.

“Oh iya ayah, sore ini aku mau belajar di kediaman Joon Ki..bolehkan yah?” Minji meminta ijin pada ayahnya.

“selama itu buat belajar silahkan asal jangan pulang larut malam. Ingat jam malam ya?!” ayah Minji mengijinkan.

“ayah sungguh baik…aku sayang sama ayah…” Minji memeluk ayahnya seperti anak yang sedang merindukan orang tuanya.

“Apa kamu tidak sayang dengan ibu mu ini?”tanya ibu Minji.

“Yang pasti sayang dong ibu…”Minji memeluk ibunya.

            Joon Ki memandangi mereka. Dia merasa iri dan ingin merasakan keadaan ini di rumahnya.

“Baiklah sekarang aku mau ganti baju dulu bersiap-siap pergi ke kediaman Joon Ki.” Minji pun pergi ke kamarnya untuk berganti pakaian.

“Lee kamu pijat ayah sekarang,,badan ayah pegal-pegal.” Ayah Minji mneyuruh Lee.

“Baiklah ayah…Walaupun sebenarnya aku malas..”Lee bergumam. “Joon Ki tunggu Minji saja yah? Sebentar lagi dia keluar kok..!” kata Lee.

“ Oh iya..”Joon Ki menjawab.

Tidak berselang lama kemudian…

“ayo kita pergi!” Minji mengajak Joon Ki.

“Yups…” Joon Ki mengiyakan.

Di luar rumah Minji mengeluarkan sepedanya.

“Joon Ki kamu bisa bersepeda?” tanya Minji.

“Bisa…Ayo aku sudah lama tidak melakukan hal seperti ini…” Joon Ki menerima tawaran Minji. Minji pun bersiap duduk di boncengan.

“Pelukan yang erat ya Minji!? Perjalanan akan berlangsung secara singkat…” Joon Ki berkata.

“Baiklah…” Minji memeluk pinggang Joon Ki.

            Saat memeluk Joon Ki, Minji merasa tidak karuan.

“aduh kenapa yah jadi tidak karuan begini?” Minji bergumam dalam hati. “ Joon Ki tampan, baik pula..dia tidak seperti yang lain…” Minji kembali bergumam. “Akh mungkin ini hanya perasaan kagum saja…” kata Minji dalam hati.

“Minji yang erat…sebentar lagi turunan kita akan……Waa……….Gimana seru kan??aku sudah lama tidak merasakan kesenangan semacam ini….” teriak Joon Ki saat di jalan yang menurun.

“Iya awas hati-hati Joon Ki aku takut jatuh…” Minji merasa was-was.

Sementara itu di taman dekat rumah Tak Gi….

“Sungguh membosankan…Menunggu Minji yang tak kunjung datang!! Seperti biasa ngaret ret ret…” Hajie mengeluh.

“Mungkin dicegat si beruang itu kali?” Tak Gi berkata.

“Mudah-mudahan saja tidak..” Shin Hya berkata.

Tidak lam kemudian…..

“Tak Gi……Hajie…..Shin…..aku dataaaaaaaaaang….”Minji berteriak.

“Ya ampun apa aku tidak salah lihat? Itu kan Minji dan Joon Ki… mereka bersamaan naik sepeda butut Minji…” Tak Gi bengong.

“Tidak salah lagi…aku panas…” Shin Hya berkata.

“Minji beruntung yah?!” Hajie berkata sambil menggeleng-gelengkan kepala.

“Lama ya nunggunya?Maaf ya…!” Joon Ki meminta maaf.

“Akh tidak apa-apa…sudah biasa kok!” Hajie menimpal dengan sedikit agak kesal.

“Ya sudah daripada lama-lama di sini mendingan pergi saja…” Joon Ki berkata.

“Apa pun yang kamu katakan aku akan menurutinya Joon Ki…” Jawab Tak Gi dengan mata yang berbinar-binar.

“Tapi kalian kan naik sepeda terus kita gimana?” tanya Shin Hya sedikit ketus.

“Ya sudah sepedanya simpan saja di rumah Tak Gi. Nanti malam kamu ambil lagi Minji… Gimana?” usul Hajie.

“Iya deh kasian juga kalian kalo jalan kaki…” Minji setuju.

“Kalo begitu ayo berangkat…!” ajak Joon Ki.

            Mereka pun berangkat menuju kediaman Joon Ki. Saat melewati kediaman Gomwoon….

“Sepertinya Gomwoon sedang tidak ada…” kata Minji sembari mengawasi sekitarnya.

“Iya benar ya sudah kita lewat situ saja!” usuk Tak Gi.

“Kenapa kalian harus merasa takut dengan dia?” tanya Joon Ki.

“Kami hanya tidak mau berurusan dengan dia saja…” jawab Minji.

“Kalo begitu ayo cepat sebelum dia keburu nongol!” ajak Shin Hya.

            Mereka pun berjalan melewati kediaman Gomwoon. Tetapi mereka tidak sadar bahwa Gomwoon sedang mengawasi mereka dari kamarnya yang terletak di lantai atas kediamannya.

“Minji sekarang kamu boleh berusaha menghindar..tapi lihatlah nanti kamu tidak akan bisa menghindariku…Dan kamu Joon Ki kamu akan tersingkir dari kehidupan Minji selamanya…” Gomwoon bergumam.

Setelah 15 menit berjalan….

“akhirnya kita sampai…” Joon Ki berkata.

“Waaah rumahnya bagus bergaya minimalis gitu…!” Tak Gi bengong.

“Ayo masuk….” ajak Joon Ki.

            Saat mereka masuk ke dalam mereka langsung disambut ruang tamu yang luas terdapat 4 buah sofa yang nyaman dengan lantai dari marmer dan dinding yang dicat dengan sentuhan abu-abu disertai lukisan abstrak yang mungkin orang yang tidak mengerti seni tidak akan bisa menafsirkan makna lukisan tersebut.

“Joon Ki bagaimana mungkin kamu tinggal sendiri di sini?? Apa tidak merasa sepi?” tanya Minji.

“Sebelum aku mengenal kamu aku merasa sepi…” jawab Joon Ki.

Minji hanya terdiam. Sementara ketiga temannya asyik melihat-lihat ruangan di dalam rumah itu. Sungguh terlihat noraknya tingkah laku mereka.

“sebentar ya aku ambilkan minum!?” kata Joon Ki.

“Akh tidak usah repot-repot…” jawab Minji.

“Sepertinya ada perbedaan sikap Minji yang tadi pagi dengan sekarang. Tumben sekali dia bilang begitu biasanya dia paling suka disuguhin minuman atau apa pun yang berbau gratis…” bisik Tak Gi kepada Hajie.

“Kali aja dia sedang konslet otaknya makanya dia bertingkah laku normal…?” Hajie berpendapat.

“Temen-temen lihat sini deh…” Shin Hya memanggil temannya.

“Coba lihat ini !” Shin mengambil sebuah foto disudut ruangan tersebut.

“Mungkinkah ini ayahnya Joon Ki?” tanya Minji.

“Ya ampuuun kok tidak mirip sama sekali?? Jauh lebih ganteng anaknya…” Tak Gi berkata.

Tiba-tiba Joon Ki datang….

“Iya dia ayahku…” jawab Joon Ki.

“Oh maaf kami sudah lancang malihat-lihat…” Minji meminta maaf.

“Tidak apa-apa…Ayo kalo begitu kita mulai…” ajak Joon Ki.

“Untung aja gak kedengeran…” Tak Gi merasa lega.

            Mereka pun mulai belajar. Bahasa Inggris percakapan, vocabulary, grammar mereka pelajari. Sepertinya di antara tak Gi, Minji, Hajie, dan Shin Hya hanya Minji yang benar-benar konsentrasi karena ketiga temannya lebih fokus memperhatikan wajah Joon Ki yang terlihat cool saat konsentrasi.

            Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 08.30 malam. Mereka pun sepakat mengakhiri pelajaran.

“Yah sudah malem….kami permisi dulu yah Joon Ki!?” Tak Gi berpamitan

“Aku antar saja yah kalian sampai rumah?” Joon Ki menawarkan bantuan.

“Akh tidak usah repot-repot Joon?! Kami bisa sendiri kok…” Minji menolak bantuan Joon Ki.

“Aku memaksa,,” Joon Ki memaksa.

“Ya sudah lah antarkan sampai tujuan tapi dengan selamat sentosa, makmur dan sejahtera ya?!” Tak Gi menyetujui.

“Baiklah kalo begitu!” Joon Ki mengantarkan mereak sampai rumah.

            Akhirnya satu per satu berhasil sampai tujuan. Yang terakhir adalah Minji.

“Joon makasih yah udah membantu aku dalam bahasa Inggris?” Minji berterima kasih.

“Iya sama-sama… Besok aku tunggu kamu di depan gang sana..kita berangkat bareng,,” Joon Ki mengajak Minji.

“Baiklah…” Minji sepakat.

“Kalo begitu aku pulang sekarang… Sampai ketemu besok Minji…” Joon Ki mengucapkan salam sambil tersenyum lalu berbalik.

“Ya Tuhan manis dan sungguh mempesona.. Aku meleleh…”pikir Minji dalam hati.

“Minji….kenapa bengong?” tanya Lee.

“Sungguh mempesona….” Minji tidak sadar bahwa yang bertanya adalah Lee. Lalu….

“Ibu ayah….. Minji gila….” Lee berteriak.

Dueeeng…..

“Kenapa kakak ada di sini??Joon Ki mana??” Minji baru sadar.

“Udah pergi… Kamu bengong sendiri sambil bilang SUNGGUH MEMPESONA….” Lee memperagakan ucapan Minji.

“Bukan urusan kakak…!” kata Minji sambil masuk ke dalam rumah.

“Kamu suka ma Joon Ki?” tanya Lee.

Minji hanya terdiam tidak mau menjawab. Semalaman itu dia membayangkan wajah Joon Ki di dalam tidurnya.

Sementara itu di tengah perjalanan pulang di dekat Taman…

“Minji adalah milikku !!” kata sosok yang tengah berdiri di depan Joon Ki.

“Sudahlah jangan berbuat yang tidak-tidak…” kata Joon Ki kepada sosok yang ada di depannya tersebut.

“Jauhi Minji !” kata sosok tersebut.

“Kalo aku tidak mau??” tanya Joon Ki.

Tiba-tiba dari arah belakang….

Bukk……

Sebatang kayu mengarah ke arah kepala Joon Ki dan dia pun tak sadarkan diri.

“Kalo tidak kamu akan mengalami hal-hal yang mengerikan… karena Minji adalah milikku!” kata sosok tersebut.

Keesokan harinya…..

“Aduh Joon Ki lama banget sih udah mau telat neh?!” Minji menunggu sambil melihat-lihat jam tangannya.

“ya sudahlah aku tinggalkan saja… Mungkin dia juga bakalan ngerti..” Minji pun berangkat menuju sekolah.

Sesampainya di gerbang sekolah….

“Minji….”

Minji berbalik dan….

“ ada apa lagi Gomwoon?” tanya Minji kepada Gomwoon.

“Cuma sekedar menyapa…” jawab Gomwoon.

“Rencana apa lagi sekarang? Ingat Gomwoon aku gak akan ngelupain kata-katamu kemarin…Sudahlah aku tidak waktu untuk mengurusi hal seperti ini dengan orang seperti kamu. Menghabiskan waktuku saja!” jawab Minji.

“Tapi tidak buat Joon Ki kan?” tanya Gomwoon.

“Joon Ki tidak punya urusan apa-apa.. Sudahlah aku mau masuk kelas dan jangan ganggu aku sekarang…banyak hal yang lebih penting daripada aku harus berbicara dengan orang seperti kamu..” Jawab Minji.

Minji berbalik dan….

“Lepaskan tangan aku Gomwoon!” Minji berkata kepada Gomwoon yang memegang tangannya. Tapi Gomwoon tetap memegang tangan Minji malahan tambah kencang gak mau lepas.

“Lepaskan atau aku teriak sekarang!?” ancam Minji dan ancaman itu berhasil, Gomwoon mau melepaskan tangannya. Minji pun berbalik meninggalkan Gomwoon yang kini sedang menatap dirinya.

“Minji….I LOVE U…dan aku gak akan membiarkan siapa pun mengambil kamu dari aku…” gumam Gomwoon.

Sementara itu di kelas 12A…..

“Pagi….”Minji mengucapkan salam.

“Pagi Minji…” jawab Tak Gi.

“tumben kamu agak suram? Ada apa?” Tanya Hajie penasaran.

“Gak apa-apa kok…”jawab Minji.

“Oh gitu yah? Eh Tumben banget yah Joon Ki belum datang? Aku kangen banget ma dia…” Tak Gi berkata.

“Kamu gak denger gosip yang beredar?Kalo tadi malam ada orang yang ngeroyok Joon Ki?” tanya Teuki.

“Aku baru tau sekarang…Teuki ceritain dong!” Tak Gi meminta.

“Ok ok…Tadi malam di Taman dekat rumahnya dia ada yang nyegat. Terus abiz itu dipukul dia pake kayu. Dia ditemukan sama tetangganya pagi harinya. Sampai sekarang masih gak diketahui siapa yang tega berbuat seperti itu dan motiv penyerangannya.” Jelas Teuki.

“Oh gitu…Aku mau nengok akh!? Kamu mau ikut gak? Teuki, Hajie, Shin, dan Minji kalian mau ikut gak?” ajak Tak Gi.

“IKUT….” Mereka menjawab bersamaan.

“Sungguh kompak…! dasar Geng Pojokan Kelas…” kata Teuki.

Kriiiiiiiiiiiiing……..

            Bel masuk berbunyi. Semua siswa pun masuk kelas dan mengikuti pelajaran hari ini. Hari ini giliran pelajaran Sejarah yang dibawakan oleh Bapak Choi. Seperti biasa, kelas 12A kembali terserang penyakit harian yaitu “MENGANTUK”. Setelah beberapa lama……

Kriiiiiiiiiiiiiiiiiiing…..

Bel istirahat berbunyi. Semua siswa keluar kelas kecuali Minji dan teman-temannya. Hari ini Minji terlihat lebih diam dari biasanya. Tak Gi menangkap bahwa Minji sedang ada pikiran.

“Minji ada apa? Tumben-tumbennya kamu lebih diam dari biasanya.. Gak malakin teman-teman..?” tanya Tak Gi.

“Sedang malas saja..” jawab Minji singkat.

“Gak mungkin kamu gak bisa bohong…” Tak Gi menyanggah.

“Memang iya aku sedang malas…” Minji membela diri.

“Apa ini ada kaitannya dengan Joon Ki?” tanya Tak Gi.

“Joon Ki gak ada hubungannya dengan hal ini..” jawab Minji.

“Apa Gomwoon?” Tak Gi berusaha menyudutkan Minji.

“Aku…aku…aku tidak ada masalah apa-apa dengan Gomwoon..” Minji gugup.

“Sudahlah gak usah menyanggah lagi ! tadi pagi aku ngelihat kamu berbicara dengannya..” Tak Gi menyudutkan Minji.

“Aku mau ke kantin..Kamu mau ikut?” ajak Minji kepada Tak Gi.

“Minji jawab pertanyaan aku sekarang?” Tak Gi memaksa.

“Sudahlah nanti kamu akan tau…” jawab Minji sambil berlalu meninggalkan Tak Gi.

            Minji tidak pergi menuju kantin tapi dia pergi menuju halaman belakang sekolah yang terdapat pohon ek besar yang rindang dan dia pun duduk di sana sambil memikirkan perkataan Gomwoon yang tadi pagi. Saat dia duduk….

“Masih memikirkan anak baru itu?” tanya orang itu yang ternyata adalah Gomwoon.

“Bukan urusan kamu…” jawab Minji dengan ketus.

“Jelas itu urusan aku !” kata Gomwoon.

“Jawab aku Gomwoon…Sebenarnya kamu yang menyebabkan Joon Ki tidak masuk sekolah kan?” tanya Minji.

“Untuk alasan apa aku melakukan hal tersebut?” Gomwoon bertanya balik.

“Karena dia tau siapa dirimu…” Minji mencoba menebak.

“Mungkin itu hanya salah satu alasan dari beribu-ribu alasan.” Timpal Gomwoon.

“Tapi Minji….Ada satu hal yang membuat aku tidak bisa membiarkan dia…” Gomwoon kembali berkata.

“Katakan Kang Gomwoon….” Minji menyuruh Gomwoon.

“Kamu alasannya…” jawab Gomwoon sembari berbalik meninggalkan Minji yang terdiam.

“Aku?? Kenapa aku??” pikir Minji.

Kriiiiiiiiiiiing…….

            Bel istirahat habis sudah. Semua siswa memasuki ruangan kelas termasuk Minji yang berjalan dengan pikiran kalut memikirkan pernyataan Gomwoon.

 

*TO BE CONTINUED….*