MINJI I LOVE U

PART III
THE REASON

Author : Eghy Geumjandi Disini

Genre : Comedy – Romance

Length : Continue

Cast    :

Koo Hye Sun (Minji)

Kim Youngwoon (Gomwoon)

Choi Siwon (Joon Ki)

Kim Heechul (Lee)

Rate : General

Menyambung yg kemarin *^^*

            Selama pelajaran hari ini pikiran Minji dipenuhi dengan pernyataan Gomwoon “Kamu adalah alasannya…”. Penjelasan yang disampaikan selama pelajaran berlangsung pun tidak bisa Minji cerna. Dia hanya membuat coretan – coretan yang tidak jelas di buku catatannya. Seolah – olah dia mempunyai dunia sendiri yang orang lain saja tidak bisa memasukinya. Tapi perubahan sikap yang dialami oleh Minji hari ini bisa ditangkap oleh Tak Gi.

“Sepertinya Minji menyembunyikan sesuatu… Aku tau Soo Minji. Aku mengenalmu sejak sekolah dasar, bahkan saat SMP juga kita bersama dari kelas 7 sampai 9. Aku akan memaksamu untuk bercerita…” Tak Gi bergumam dalam pikirannya.

Kemudian….

“Pelajaran hari ini cukup sekian ! Untuk tugas rumah kalian coba buat karya tulis tentang sejarah suatu peristiwa yang menurut kalian menarik dan hasil karya kalian akan dinilai lalu yang terbaik akan mendapatkan hadiah dari saya yaitu 2 buah tiket perjalanan piknik ke Jeju Do dengan voucher menginap 2 hari 1 malam di Hotel Hana. Jangan lupa tugas dikumpulkan 3 hari kemudian ! dan pengumumannya akan dipajang di papan nilai hari senin.” Kata Pak Choi kepada siswa kelas 12A.

            Siswa kelas 12A pun mulai berbisik-bisik. Mereka sedang membicarakan mengenai karya mereka. Hanya Minji yang terlihat tidak tertarik dengan pengumuman itu. Sementara itu di barisan belakang….

“Pak Choi baik sekali yah mau memberikan 2 tiket perjalanan ke Jeju do..!” Hajie berkata.

“Iya padahal kenapa gak diberikan ke anaknya saja..?!” Shin Hya bertanya sedikit heran.

“Ya ampun gak update yah? Padahal ini itu bukan pemberitaan yang baru. Pak Choi itu hanya tinggal sendiri di sini. Anak  – anaknya semua tinggal di luar negeri. Sukses – sukses mereka sih..” Tak Gi menjawab Shin Hya.

“Terus kenapa dia gak ikut anaknya aja? Kan di sini juga sendirian gak ada temennya semenjak istrinya meninggal ?!” Shin Hya kembali bertanya.

“Yang aku denger seh dia gak mau meninggalkan daerah kita gara-gara dia gak mau jauh dari istrinya. Istrinya kan disemayamkan di sini… lagipula katanya dia juga udah terlalu sayang dengan sekolah ini dan dia mau mengabdikan hidupnya dengan mengajar di sekolah kita, sampai – sampai dia menolak tawaran  buat jadi dosen di universitas  terkenal di negara kita.” Tak Gi menjawab pertanyaan Shin Hya lagi.

“Padahal itu kan kesempatan bagus ?! Tapi ya sudah mungkin itu keputusan yang terbaik menurut Pak Choi.. Sekarang aku mulai mikir,, aku mengambil apa yah tema yang bagus buat jadi karya tulis ilmiah itu kan lumayan kalo jadi yang terbaik bisa dapet tiket gratis dan aku mau ngajak Joon Ki ke sana..” Hajie melayang membayangkan kalo dia mendapatkan hadiah tersebuit.

“Simpan pikiranmu itu, Hajie ! Langkahi dulu aku kalo kamu menginginkan tiket itu !’ Tak Gi memperingatkan Hajie.

“Bukan mau merendahkan otak kamu atau apalah tapi apa kamu masih ingat hasil karya tulis ilmiah kamu yang terdahulu? Disuruh menjelaskan silsilah keluarga eh eh eh kamu malah mengarang kalo kamu itu ada kaitan segala dengan kerajaan Inggris?! Mana ada orang yang percaya? Idung kamu juga pesek udah ngejelasin kalo kamu tuh gak ada gen dari kerajaan Inggris yang orangnya mancung – mancung,,” Hajie melecehkan.

“Kalian saja yang bodoh ! Apa kalian gak melihat? Yang sudah jelas – jelas aku ini punya turunan Kerajaan Inggris?!” Tak Gi membela diri.

“Sudahlah percuma ngomong ma orang stres ! Sampai Fir’aun pake baju hangbok juga gak kan selese – selese…” Shin Hya berusaha mengakhiri.

Tiba – tiba…

“Minji…” ada seseorang memanggil Minji dari depan pintu. Minji pun menoleh ke arah pintu.

“Ada apa?” Minji bertanya kepada orang tersebut.

“Ada seseorang menunggumu di belakang sekolah sekarang !” kata orang tersebut.

“Kalo dia memang ada perlu biar dia sendiri yang menemui aku.. Sampaikan pada dia untuk menemuiku di sini !” suruh Minji pada orang itu.

Kemudian orang itu pun pergi meninggalkan kelas 12A. Tak Gi mendekati tempat duduk Minji.

“Sepertinya dia anak suruhan Gomwoon?” Tak Gi bertanya kepada Minji.

“Iya aku tau….” jawab Minji.

“Sudahlah Minji cerita saja… Aku tau kamu pasti terlibat sesuatu denagn Gomwoon..” Tak Gi berusaha menggali informasi dari Minji.

“Baiklah…. Ternyata pelaku penyerangan Joon Ki adalah Gomwoon… Dan alasannya adalah aku…” Minji bercerita.

“APA…….?” Tak Gi terkejut dan selueuh penghuni kelas menoleh ke arah Tak Gi.

“Eh maaf aku sedikit terkejut… Silahkan lanjutkan berdiskusi…” Tak Gi memperbaiki suasana.

“Kamu tidak sembarangan bicara kan Minji? Kamu tau dari mana?” Tak Gi penasaran.

“Dari pelakunya sendiri….Gomwoon…” Minji menjawab.

“Keterlaluan dia.. Ini sudah di luar batas.. Polisi harus tau..Ini tindakan kriminal..” Tak Gi menggerutu.

“Sudahlah jangan memperburuk suasana… Biar aku menyelidiki hal ini…” Minji berkata.

“Tapi kenapa aku dijadikan alasan penyerangan ini yah? Aku merasa bingung…” Minji bertanya.

“Kamu memang cewek bodoh yang tidak bisa menebak situasi… Yang jelas Gomwoon gak suka kalo ada yang nyerang dia. Ingat gak kejadian di kantin yang Joon Ki mau menyerang Gomwoon? Terus kamu menendang mukanya dia… Kali aja nantinya giliran kamu yang diserang setelah Joon Ki, hati – hatilah Minji… Gomwoon orang yang berbahaya…” Tak Gi berpesan.

“Sudahlah aku mau ke toilet sebentar mau cuci muka… Panas banget…” Tak Gi meninggalkan Minji yang terdiam dan berpikir.

Saat Tak Gi menuju toilet dia tidak sadar bahwa Gomwoon mengikuti dia dari belakang. Sesampainya di dalam toilet……

“Hai Tak Gi…..” Gomwoon menyapa.

“Go…Go…Gomwoon? Ma….ma…mau apa??” Tak Gi terkejut sekaligus takut.

“Tidak ada apa – apa hanya ingin bertanya saja…Dan aku mau kamu jawab pertanyaan aku dengan jujur…” tanya Gomwoon sambil mendesak Tak Gi ke dinding.

“Apakah Minji dan Joon Ki saling suka sejak pertama kali bertemu?” Gomwoon memulai investigasinya sambil terus mendesak Tak Gi ke arah dinding.

“Kenapa kamu bertanya itu?” Tak Gi berbalik bertanya.

“Sudah kukatakan kamu hanya menjawab pertanyaanku bukan bertanya balik…” Gomwoon terus mendesak sampai akhirnya berhasil memojokkan Tak Gi.

“Mungkin iya… Setidaknya Joon Ki berbuat baik terhadap orang…” Tak Gi menjawab.

            Gomwoon terdiam sejenak. “Ya sudah pergi sana sebelum aku berubah pikiran..!” Gomwoon menyuruh Tak Gi.

“Dengan senang hati Gomwoon !” Tak Gi pun berlari meninggalkan Gomwoon.

Dalam hati Gomwoon ….

“Untuk apa kamu memilih laki – laki lemah yang hanya bisa mengandalkan kebaikannya saja? Baiklah Soo Minji kalo itu yang kamu inginkan…….”

Sementara itu di dalam kelas……

“Minji………” teriak Tak Gi.

“Apa?” tanya Minji.

“Tadi aku diinvestigasi Gomwoon….” Tak Gi menjelaskan dan hal itu menarik perhatian seisi ruangan.

“wah wah yang benar…?” Hajie langsung menyerobot.

“Iya tapi dia hanya bertanya Apakah Minji dan Joon Ki saling suka sejak pertama kali bertemu? …..” Tak Gi menjelaskan.

“Terus kamu jawab apa?” Minji bertanya.

“Yaa aku jawab saja iya… Habisnya udah mentok ke dinding… Aku takut…” Tak Gi menjawab.

Pletak….

“Kenapa kamu bilang seperti itu?? Siapa yang saling suka?? Kenal aja baru ini….” Minji menjitak Tak Gi.

“Aw sakiiit ! Tapi kalo dipikir – pikir kenapa Gomwoon harus bertanya seperti itu sama kamu ?” Teuki merasa aneh dengan pernyataan Tak Gi.

“Iya yah…. Apa pentingnya buat dia bertanya seperti itu?? Kalo pun saling suka kan gak ada urusannya dengan Gomwoon?” Shin Hya ikut – ikutan merasa aneh.

“Minji……..” Tak Gi berkata.

“Sepertinya Gomwoon suka sama kamu…..”

“Apa?? Gak mungkin banget…Kalo emang suka kenapa meski jahat??” Minji kaget.

“Terkadang orang yang terlihat jahat dan sangat membenci kita sebenarnya adalah orang yang sangat mencintai kita…..” Tak Gi berpendapat.

“YES… Aku mengerti sekarang Minji…..” Tak Gi bersorak.

“Mengerti apa? Tanya Minji masih kaget.

“Semuanya masuk akal… Gomwoon memang pelaku penyerangan Joon Ki karena Gomwoon menyukai Minji dan menganggap Joon Ki adalah saingannya. Lagipula laki-laki yang mau mengenal Minji kan gak bisa secepat Joon Ki. Aku saja bisa kenal dekat dengan Minji baru kelas 7 walaupun dari sekolah dasar selalu bersama – sama dan itu pun gara – gara aku dicegat segerombolan anak nakal…” Tak Gi bercerita.

“Sebentar….Memangnya kamu ini laki – laki ?? Bukannya kamu ini suka juga sama Joon Ki?” Teuki bertanya.

Duaaaakkkkk…..

“Kurang ajar kamu Teuki…. Biarpun begini aku laki – laki… !!!” Tak Gi berteriak.

“Iya maaf sepertinya memang laki – laki ….” Teuki bersujud minta maaf.

“Waaah mengerikan juga kalo dia marah….” Hajie berbisik kepada Shin Hya.

“Iya kelaki – lakiannya keluar… Walaupun hal itu tidak berlaku di depan Joon Ki…” Shin Hya menimpal.

“Minji…Masuk akal juga penjelasan Tak Gi tadi…” Hajie berkata.

“Sudahlah kalian jangan membicarakan hal itu lagi… Aku malas…” Minji berkilah.

Dalam pikiran Minji…..

“Apa iya??” Minji bertanya pada dirinya sendiri.

Kriiiiiiiiiiiiiiiing……….

            Bel jam terakhir berbunyi. Semua siswa pun bergegas pulang ke rumah masing – masing. Minji, Tak Gi, Hajie, Shin Hya, dan Teuki berkumpul untuk merencanakan kepergian mereka menjenguk Joon Ki.

“Teuki sepertinya kita harus memberikan sesuatu untuk Joon Ki. Masa kita hanya datang jenguk doang?” Tak Gi berkata.

“Ya sudah kita pergi belanja saja dulu.. Kita beri dia buah – buahan saja.” Teuki berpendapat.

“Aku setuju – setuju saja… Nantinya kan itu buah – buahan bisa di jus…” Shin Hya berkata.

“Kalo begitu ayo patungan hilangkan dulu sifat kita yang gak mau keluar uang !” kata Hajie.

“Baru kali ini kalian berbuat seperti ini… Kedatangan Joon Ki memang membawa pengaruh baik di antara kalian…” Teuki merasa lega sekaligus senang.

“Maksudmu selama ini kami pelit?” tanya Tak Gi dengan muka masam.

“Tidak bukan begitu… Maksudku selama ini kalian berhemat dengan uang kalian..” Teuki berusaha menyelamatkan diri.

“Ya sudah ayo patungan ! Kumpulkan uang yang kita miliki…!” Hajie mengumpulkan uang.

“Minji apa kamu mau ikutan patungan juga?” tanya Tak Gi.

“Iya aku mau..” Minji menjawab.

“Waaaah tumben ya dia mau… Biasanya dalam keadaan apa pun dia gak kan mau keluar uang…” Hajie berbisik kepada Shin Hya.

“Hal ini semakin membuktikan kalo Minji memang suka sama Joon Ki…” Shin Hya menimpal.

“Nah uang sudah terkumpul sekarang ayo kita berangkat belanja ! “ ajak Teuki.

“Kalian pergi saja duluan aku nanti menyusul !” suruh Minji.

“Baiklah kalo begitu kami berangkat duluan yah Minji !” mereka pamitan.

            Mereka pun akhirnya berangkat meninggalkan Minji di ruangan kelas itu sendiri. Kemudian Minji pun keluar meninggalkan ruangan kelas. Saat di koridor….

“Soo Minji….!” seseorang berteriak memanggil Minji.

“Ada apa Kang Gomwoon?” Minji menoleh.

“Wah sepertinya kamu sudah mengenalku dengan baik..!” Gomwoon berkata seraya mendekati Minji.

“Siapa pun bisa mengenali suara mu yang menyeramkan ini Gomwoon…” Minji berkata.

“Sungguh menyenangkan sekali menjadi orang yang terkenal di sekolah ini…” Gomwoon membanggakan dirinya.

“Begitu saja kamu senang? Terkenal karena kamu jahat terhadap semua siswa?”

“Jahat katamu? Aku hanya memperlihatkan ketegasan kepada mereka…” Gomwoon membela dirinya sambil berjalan mendekati Minji yang sama sekali tidak bergeming dari tempatnya.

“Oh begitu? Dengan mencegat mereka terus memukuli dan melempar bola basket ke kepala mereka?” tanya Minji.

“Apakah kita membicarakan kejadian yang menimpa kekasih mu,,Joon Ki?” Gomwoon balik bertanya sambil terus mendekati Minji sampai akhirnya berpapasan muka.

“Baguslah kalo kamu mengerti ! Sebelumnya aku mengira kamu itu bodoh…” Minji berkata.

Tiba – tiba….

“Katakan padaku…. Apa kelebihan dia sampai – sampai kamu begitu membelanya??” Gomwoon meraih tangan Minji dan menyudutkan Minji ke dinding.

“Lepaskan aku Gomwoon !” Minji meminta Gomwoon untuk melepaskan dirinya.

“Jawab aku dulu !!” teriak Gomwoon.

“Aku bilang lepaskan aku atau aku akan berteriak !!” Minji berusaha mengancam Gomwoon.

“Teriak saja.. Tidak akan ada satu pun yang menghiraukan…” Gomwoon dengan tenang berkata.

            Minji pun mulai merasa takut dengan sosok yang ada di depannya. Minji pun mulai menangis.

“AYO KATAKAN APA KELEBIHAN DIA DIBANDING AKU SAMPAI _ SAMPAI KAMU MEMBELANYA?” Gomwoon berteriak lebih kencang.

“Aku mohon Gomwoon….Lepaskan aku!” Minji memohon sambil menangis.

“JAWAB AKU….!! Baiklah sepertinya aku harus melakukan hal ini…” Gomwoon berusaha mencium bibir Minji.

“Jangan… Aku mohon jangan…” Minji memohon sambil menghindari serangan Gomwoon.Sampai pada akhirnya……

“Baiklah Minji…Kamu masih berhutang satu jawaban…” Gomwoon melepaskan Minji lau ia berbalik menginggalkan Minji yang sedang menangis. Lalu…..

“Aku jawab Kang Gomwoon….” Minji berkata. Gomwoon tidak menghiraukan dan terus berjalan.

“Asal kamu tau… Aku tidak menyukai semua yang ada pada kamu… Tingkah laku kamu, penampilan kamu yang seenaknya, semua yang ada pada diri kamu aku tidak suka….” Minji berkata. Gomwoon pun berhenti berjalan dan berbalik.

“Lalu kenapa kamu lebih memilih Joon Ki?” Tanya Gomwoon.

“Aku tidak ada hubungan apa – apa dengan dia…. Tapi sebagai seorang perempuan bagiku dia baik, lebih baik dari berandalan seperti kamu…! PUAS DENGAN JAWABANKU KANG GOMWOON?” Minji berteriak.

Gomwoon terdiam…..

“Bagus kalo kamu puas dengan jawabanku….” Minji pun berbalik dan berlalu meninggalkan Gomwoon yang mematung di koridor.

Sementara itu di tempat lain…

“Minji kemana sih? Lamaaaa….” Shin Hya mulai kesal menunggu Minji yang tak kunjung datang.

“Sepertinya kita duluan saja nanti keburu sore….kan tidak baik anak gadis yang cantik dan polos seperti aku berkeliaran di jalan,,,apa kata orang nantinya….?!” Hajie berkata.

“Apa tidak salah?? Kamu cantik?? Helooooooo dilihat dari sudut mana pun gak ada kesan cantik !! Bahkan Dilihat dari Jeju Do pake sedotan pun gak akan terlihat cantik…” Tak Gi menjatuhkan Hajie.

“Biasa seh orang sirik selalu berbuat begitu….Nasib artis dan orang terkenal seperti aku sudah terbiasa disirikin orang macam kamu… Ingat dong sirik tanda tak mampu” Hajie menimpal.

“Dasar anak ini sungguh menjengkelkan,,,,Awas kamu yaaaa?” Tak Gi marah.

“Sudah….sudah…gadis – gadis jangan berantem di sini tidak enak dilihat orang…” Teuki berusaha melerai.

“Apa kamu bilang? Gadis?? AKU BUKAN GADIS…..!!!” Tak Gi berteriak.

“Maaf…Maaf…sepertinya aku salah berbicara….” Teuki bersujud kembali…

Tak lama kemudian…..

“Heeeey jangan ditinggal dong….!” Minji berlari menuju arah mereka.

“Akhirnya datang juga…” Shin Hya merasa lega.

“Minji kok lama?” Hajie bertanya.

“Maaf tadi ada urusan sebentar..” Minji menjawab.

“kalo begitu ayo kita berangkat ! Joon Ki udah menunggu kedatanganku…” Tak Gi berkata.

“Let’s Go…..” mereka pun berangkat.

Lima belas menit kemudian……

Ting tong ting tong…. Suara bel berbunyi. Lau keluarlah seorang perempuan berpakaian suster dan menyapa mereka. Mereka pun akhirnya dipersilakan masuk.

“Tuan Lee berada di kamarnya… Mari saya antarkan…!” ajak suster itu.

            Mereka pun akhirnya tiba di depan kamar Lee. Pintu kamar pun dibuka dan… Jreng jreng jreng jreng….

“Waw… Kamar yang luas dan nyaman…” Hajie terkagum melihat isi kamarnya. Terdapat sebuah TV 3D yang berukuran besar disertai fasilitas multimedia lengkap, kamar mandi sendiri, tempat tidur mewah ala bangsawan. Di atas tempat tidur tersebut berbaringlah Joon Ki yang mengenakan piyama dan kepalanya dibalut perban.

“ Joon Ki….” Minji memanggil Joon Ki pelan dan mata joon Ki pun terbuka pelan – pelan.

“Hei…Kalian rupanya,,,” Joon Ki menjawab dan suaranya parau. Dia berusaha bangkit.

“Sebentar aku bantu…” Teuki membantu Joon Ki untuk duduk.

“Thanks….” Joon Ki pun bisa duduk.

“Joon Ki apa benar kamu diserang?” tanya Shin Hya.

“Wah sepertinya berita itu langsung tersebar luas ?! Iya begitulah… Aku hanya ingat ada yang memukulku dari belakang dan setelah itu aku tidak sadarkan diri.

“Apa benar pelakunya Gomwoon?” Tak Gi bertanya.

“Aku tidak tau….” jawab Joon Ki singkat.

“Bisa tinggalkan aku dengan Minji berdua sebentar? Ada hal yang harus dibicarakan…” Joon Ki berkata.

“Baiklah….Kami keluar dulu… Ayo kita keluar!” ajak Teuki.

Mereka pun keluar kamar…….

“Sebentar ada gelas kosong….Kita dengarkan apa yang mereka bicarakan…” Tak Gi berusaha menguping.

“Tak Gi jangan menguping !! “ Minji berteriak dari dalam kamar.

“Sorry……” Tak Gi menyahut.

“Kok dia bisa tau??” Hajie terheran – heran.

“Wajar saja kenal dari zaman pra sejarah pasti udah tau kebiasaan masing – masing…” Teuki menimpal.

“Sepertinya kita terpaksa menunggu mereka berbicara…” Shin Hya berkata.

Di dalam kamar……

“Jadi benar kan pelakunya Gomwoon?” Minji bertanya.

“Memang….” Joon Ki menjawab sebelum selesai berbicara Minji memotong pembicaraan.

“Dan benar semua itu karena aku?” tanya Minji. Joon Ki terdiam…

“Jawab aku Lee Joon Ki… jangan menyembunyikan itu dari aku… aku sudah mengetahui semuanya…” Minji berusaha memaksa Joon Ki berbicara.

“Iya….” Joon Ki singkat.

“Tapi kenapa kamu yang diserang?? Seharusnya aku yang diserang…” Minji mencoba berpikir.

“Karena dia menyukaimu….Minji…dan dia menganggapku penghalang…” jawab Joon Ki.

“Apa??” Minji kaget…”Lagi – lagi pernyataan konyol seperti itu lagi yang ada….” pikir Minji dalam hati.

“Begitu pula aku….” kata Joon Ki

“Maksud mu??” Minji bingung.

“Begitu pula aku…..Menyukaimu….Dan aku gak akan membiarkan dia mengambil kamu dari aku…” kata Joon Ki.

            Wajah Minji memerah. “Aku gak percaya dia bisa suka sama aku hanya dalam jangka waktu beberapa hari?” pikir Minji dalam hati.

Di luar kamar……

“Apa ?? Ini di luar dugaan….” Tak Gi kaget sambil berbisik.

“Emang apaan?” Teuki penasaran.

“Sini aku ceritain… Ternyata Joon Ki dan Gomwoon sama – sama menyukai Minji….” Tak Gi bercerita.

“Sungguh seperti mimpi saja…Aku tidak percaya ada juga yang naksir cewek super pelit seperti Minji….” Hajie masih tidak percaya.

“Beruntung sekali Minji diperebutkan oleh dua cowok… Aku juga mau…..” Shin Hya panas.

“Jangan harap…. Ini menarik… Ada yang aneh dengan Joon Ki…” Tak Gi curiga.

“Aneh apanya?” Teuki penasaran.

“Aku merasa ada yang direncanakan Joon Ki….” Tak Gi menyimpulkan.

“Jangan sembarangan kamu akh!” Hajie berkata.

“Aku akan selidiki hal ini…kalo kalian tidak mau ikutan tidak apa – apa…aku sendiri saja…” Tak Gi menimpal.

“Kami sepakat untuk ikut…” jawab Teuki, Hajie, dan Shin Hya.

Di dalam kamar……

“Aku tidak akan percaya yang kamu bicarakan Joon Ki…” Minji masih tidak percaya.

“Semuanya terserah kamu saja..Tapi itulah yang aku rasakan saat ini…” Joon Ki menimpal.

“Sebaiknya aku pulang saja….” Minji pamitan. “Semoga cepat sembuh…”

“Terserah kamu saja aku tidak akan memaksamu untuk menyukaiku….” Joon Ki berkata.

            Minji pun berjalan mendekati pintu, tapi…..

“Minji…..” Joon Ki memanggil dan memegang tangan Minji. Minji pun berbalik dan…….

Chuuuuup……

“Sampai ketemu besok…” Joon Ki mencium bibir Minji. Minji hanya terbengong. Syok dengan kejadian yang dialaminya. Mukanya memerah. Dia pun berjalan ke arah pintu.

Pintu kamar terbuka….

“Kalian membicarakan apa?” Tak Gi pura – pura tidak tahu.

“Tidak membicarakan apa – apa…” Minji menjawab dengan singkat.

            Tak Gi pun tidak melanjutkan pertanyaannya. “Baiklah Minji…Tidak apa – apa karena aku sudah tau…Kami sudah tau…Aku akan menyelidiki semuanya…Ini semua demi kebaikanmu…” kata Tak Gi dalam hati.

“Baiklah Joon Ki sampai ketemu nanti yah?! Kami pulang dulu…Bye….” Mereka berpamitan.

Di tengah perjalanan…..

“Minji kenapa kamu diam dan senyum – senyum sendiri?” tanya Hajie.

“Aaaaah tidak ada apa – apa…hanya merasa senang saja.. Ternyata Joon Ki baik – baik saja…” jawab Minji.

Kemudian….

“HAH?? Benda itu…benda berkilauan itu??” Minji melihat suatu yang berkilauan.

“Apaan? Di mana?” Shin Hya penasaran. Lalu….

“SREEEEEET………….” Minji berlari dengan cepatnya ke arah lemari penjual minuman kaleng.

“DAPAT…Akhirnya aku dapat uang recehan… sungguh bodoh orang yang menjatuhkannya…Hahaahahahahaha…” Minji jingkrak – jingkrak kegirangan.

“Ternyata Cuma gara – gara uang recehan dia sampai seperti itu?” Hajie bengong.

“Penglihatan Minji sungguh tajam yah? Uang recehan yang jaraknya 20 meter bisa saja dilihat….” Teuki heran sekaligus kaget.

“Sungguh suatu anugerah dari Tuhan bisa melihat uang dari jarak jauh…” Shin Hya takjub.

“Bagiku itu hal biasa….Dalam keadaan mata tertutup saja dia bisa membedakan nilai nominal uang….” Tak Gi biasa saja.

“Minji….Pikiranmu langsung berubah kembali seperti biasa gara – gara uang recehan…” gumam Tak Gi. Mereka pun pulang ke rumah masing – masing.

Malam itu di kediaman Joon Ki….

Krining….kriniiiing….. Suara telepon berbunyi.

“Halo kediaman Lee, dengan siapakah ini?” tanya suster yang mengangkat telepon.

“Oh mau bicara dengan Tuan Muda?? Tunggu sebentar saya sambungkan…” kata suster kemudian disambungkan ke kamar Joon Ki.

Di dalam kamar….

“Halo dengan saya sendiri…” Joon Ki menjawab telepon itu.

“Aku menantang kamu, Lee Joon Ki…” kata penelpon tersebut.

“Baiklah Kang Gomwoon… Aku terima tantanganmu…” Joon Ki menerima tantangan tersebut.

“Kita lihat siapa yang bisa menaklukan Minji….” kata Gomwoon di telepon.

“Sepertinya aku melangkah jauh di depan kamu…” kata Joon Ki memanas – manasi Gomwoon.

“Akh diam kamu kita lihat saja nanti….” Goomwoon langsung menutup telepon tersebut.

“Kang Gomwoon sekarang aku tau kelemahanmu…The Competition Begins” Joon Ki bergumam.

*TO BE CONTINUED*