MINJI I LOVE U

PART IV
THE COMPETTITION BEGINS

Author: Eghy Geumjandi Disini

Genre  : Comedy – Romance

Length : Continue

Cast    :

Koo Hye Sun (Minji)

Kim Youngwoon (Gomwoon)

Choi Siwon (Joon Ki)

Kim Heechul (Lee)

Rate : General

            

Keesokan paginya……

“Aduh…..aku kesiangan ! Gara – gara diajak begadang Kak Lee nih…” Minji bergegas ke sekolah karena kesiangan.

“Minji……” seseorang memanggil Minji.

“Sepertinya aku sangat mengenal suara ini…..Jangan – jangan…?” Minji bergumam.

“Minji…..” sekali lagi sosok itu berteriak memanggil Minji.

“Argh…tidak!! kenapa pagi – pagi begini harus ketemu orang itu lagi?” Minji mengeluh karena ternyata yang memanggilnya adalah Gomwoon. Minji pun akhirnya berpapasan dengannya.

“Ada apa? Eh tapi sebentar….Ada yang aneh….” Minji memperhatikan Gomwoon dari ujung rambut sampai ujung kaki.

“Apanya yang aneh?” Gomwoon merasa heran.

“Rambut kamu, pakaian kamu, anting kamu, tindikan kamu….Gomwoon kamu sakit ya??” Minji masih merasa heran.

“Ya gak lah…! Salah yah kalo aku merubah penampilan??” tanya Gomwoon.

“Gak sih..! Bagus deh kemajuan… Sudah lah aku telat aku duluan !” Minji berpamitan.

“Kita berangkat bareng !” ajak Gomwoon.

“Hah?” Minji kaget.

“Ayo cepat ! Katanya kamu telat…” Gomwoon meraih tangan Minji dan menariknya agar berjalan lebih cepat.

Dalam pikiran Minji….

“Ada yang aneh dengan Gomwoon…Sikapnya dan penampilannya berubah drastis dalam sehari?? Aku harus berhati – hati apakah dia merencanakan sesuatu untukku….”

            Akhirnya mereka berdua sampai di sekolah tepat sebelum bel berbunyi. Lalu saat tengah berjalan menuju kelas….

“Minji…” seseorang memanggil Minji.

“Joon Ki…” Minji berbalik dan balas memanggil.

“Maaf tadi aku kesiangan jadi kita gak berangkat bareng… dan ternyata akibat hal itu aku keduluan oleh dia…” kata Joon Ki seraya menyindir Gomwoon.

Gomwoon memandangi Joon Ki dengan tajam.

“Sepertinya hari ini agak panas yah walaupun masih pagi?!” Joon Ki manyindir kembali Gomwoon.

“Lantas kalo panas kenapa kamu memakai pakaian tebal Joon Ki?” tanya Minji.

Dueeeeng…..

“Oh iya…Aku merasa panas baru sekarang ketika aku sampai di sekolah..” Joon Ki membela diri.

“Oh begitu….” Minji menimpal.

“Rasakan itu Joon Ki ! Hwahahaha sungguh memalukan….” Gomwoon tertawa dalam hati.

“Minji aku duluan…” Gomwoon pamitan.

“Iya…” Minji membalas.

“Tumben kamu bareng ma Gomwoon?” tanya Joon Ki.

“Aku juga gak tau toh dia tiba – tiba ada di depan gang…tapi yang bikin aneh itu penampilannya 180 derajat berubah drastis…” Minji masih merasa heran.

“Mungkin dia berubah buat seseorang….” Joon Ki malas membahasnya.

“Hah?? Mana mungkin… Sudah lah ayo cepetan nanti telat masuk kelas mana giliran Pak Chen… Bahasa Mandarin itu susahnya minta ampun….” Minji bergegas.

“Tenang aku siap membantu….” Joon Ki menimpal.

“Makasih Joon Ki… Kamu memang baik…” Minji berkata sambil mencubit kedua pipi Joon Ki.

Sesampainya di kelas kedatangan dua orang ini mengundang banyak tanya.

“Wah pasangan yang baru jadian….senengnya !” Teuki berceloteh.

“Hah?? Siapa yang jadian?? Gak lah….Cuma memang kebetulan bareng aja…” Minji berkilah.

Tapi Joon Ki berkata lain….

“Iya memang kita berpacaran sejak kemarin jadi kami masih pasangan yang sedang hangat – hangatnya…” Joon Ki menyanggah perkataan Minji.

“Joon Ki itu beneran?” tanya Hajie.

“Iya…kami baru jadian” Joon Ki menjawab pertanyaan Hajie.

“Hajie itu bohong…..Jangan percaya!” Minji tetap keukeuh.

“Minji kamu tega….Aku patah hati……Tak Gi..Minji jahat ma aku…” Hajie mengadu pada Tak Gi.

“Biarkan saja Hajie kita lihat seberapa lama mereka bertahan…Sepertinya ada yang menutupi sesuatu dari kita…” Tak Gi menyindir Joon Ki.

“Menutupi apa? Maaf kalo aku gak bilang – bilang…” Joon Ki meminta maaf.

Dalam pikiran Joon Ki….

“Tak Gi sepertinya mengetahui hal yang aku sembunyikan….Aku harus waspada terhadap orang ini…”

“Ingat Lee Joon Ki aku tau kamu sedang merencanakan sesuatu melalui Minji… dan aku gak akan ngebiarin hal tersebut…” Tak Gi bergumam dalam hati.

“Joon Ki kamu apa – apaan sih?? Kita kan gak jadian sama sekali…” Minji tetap menyanggah.

“Sudah terima sajalah…” Teuki menimpal.

“Ya Tuhan ada apa hari ini…?” Minji meratap.

Ketika keadaan kelas sedang gaduh gara – gara meledek Minji, ternyata Gomwoon mendengarkan mereka dari luar kelas.

“Baiklah Joon Ki sekarang kamu boleh menang tapi lihatlah nanti…. Aku sudah menemukan sekutu untuk menjatuhkan kamu….”

Lalu…..

Kriiiiiiiing…….

Bel berbunyi. Semua siswa memasuki kelas masing – masing. Di dalam kelas 12A Pak Chen memulai pelajaran Bahasa Mandarin. Minji dan gengnya yang terkenal lemotnya minta ampun dalam pelajaran ini menjadi sasaran empuk Pak Chen yang senang manjahili siswanya. Seisi kelas dibuat tertawa. Akhirnya…..

Kriiiiiiiiiiiiiing….. Bel tanda pelajaran pertama habis berbunyi. Minji merasa lega sekaligus jengkel.

“Kenapa seh selalu begini kalo pelajaran Mandarin??” Minji mengeluh.

“Iya yah apes mulu…? Apa salah kita?” Hajie ikut – ikutan mengeluh.

“Tapi itu memberikan hiburan buat kita…jadinya gak bosan…ibaratnya kalian ini adalah badut sekolahan…” Teuki menimpal.

“Maksudmu?Kami ini layak ditindas didiskriminasi dan diinjak – injak seperti itu oleh kediktatoran Pak Chen??” Tak Gi membara.

“Bu….bu…bukan begitu…maksudku anu…anu….” Teuki tak bisa berkata – kata.

“Kurang ajaaaar…..” Tak Gi kalap dan…..

Bukkkkk….

“Jangan berani macam – macam dengan permaisuri kalo kamu ingin selamat!” Tak Gi berpesan.

“Baik Yang Mulia maafkan hambamu ini….” Teuki bersujud meminta maaf kepada Tak Gi,

“Bagus kalo kamu bisa mengerti….sekarang permaisuri ingin duduk…Tolong antarkan aku duduk,,Kasim Teuk…” Tak Gi mulai sok berkuasa.

“Baik Yang Mulia…” Teuki menuruti Tak Gi.

“Sepertinya Tak Gi punya budak yang baru yah?! Ketua kelas macam apa tunduk di bawah ancaman Tak Gi?” Minji berkata.

“Minji jangan kira aku gak ngedengerin apa yang barusan kamu omongin….” Tak Gi berkata.

“Sudahlah Tak Gi ancaman kamu tidak berlaku buatku….” Minji menimpal.

“Kita lihat nanti saja Minji….” Tak Gi membalas ucapan Minji.

“Eh kok tumben pelajaran kedua belum masuk juga?” Teuki bertanya.

“Sepertinya memang gak akan masuk…Habis ini pelajaran olahraga kan? Sebaiknya ganti sekarang saja lah?!” Shin Hya mengajak Hajie untuk berganti pakaian.

“Iya… Yuk akh?! Yang merasa dirinya perempuan ayo kita ganti baju bersama….” Hajie mengajak siswi untuk berganti pakaian.

“Ikuuuut……” Tak Gi bergabung.

“Kamu di sini saja…” Shin Hya berkata.

“Gak aku mau di toilet saja…Mahal tubuhku ini dipertontonkan depan anak laki – laki 12A yang mata keranjang. Lagipula aku menjaga kesucian tubuh ini untuk Joon Ki…” Tak Gi berlalu menuju toilet.

“Dasar emang orang yang gak waras…! Kenapa dia bisa lulus sekolah yah padahal yang ada di pikirannya adalah hal – hal gila saja??” Hajie berkata.

“Sepertinya yang meluluskannya juga sama – sama gak waras…” timpal Minji.

“Termasuk juga teman sekelasnya dulu…” Shin Hya menyindir Minji.

“Maksud mu aku?” Minji kaget.

“Aku gak bilang begitu, tapi kalo ngerasa bagus deh ! Berarti kamu setidaknya lebih waras daripada si Tak Gi…” jawab Shin Hya dengan tenang.

Selang beberapa saat kemudian semuanya selesai berganti pakaian dan langsung menuju lapangan. Ada yang memainkan voli, basket yang mayoritas siswa laki – laki, dan sisanya lebih memilih menjadi cheerleader saja, termasuk di dalamnya Hajie, Tak Gi, dan Shin Hya. Mereka memperhatikan Joon Ki yang mahir memainkan bola basket.

“Joon Ki ayoo semangat….” Tak Gi bersorak ala cheerleader sambil memegang pom – pom. Joon Ki hanya menoleh dan tersenyum manis.

“Ya Tuhan manisnya….. Aku mau pingsan…..” Tak gi terkulai lemas.

“Ya ampuuun permaisuri jatuh pingsan…..” Hajie ikut – ikutan gila juga.

“Permaisuri sadar….” Hajie menepuk – nepuk pipi Tak Gi.

“Senyuman yang membunuh….” Tak Gi bersuara rendah lalu bangkit lagi.

“Ayo Joon Ki libas mereka…” Tak Gi makin semangat.

“Eh Minji di mana yah? Kok gak kelihatan dari tadi…” Hajie mencari – cari posisi Minji.

“Tuh dia lagi main voli…” Shin Hya menunjuk Minji.

“Perempuan yang tidak punya kelembutan apa dia gak takut kukunya patah?” Hajie bertanya.

“Biarkan orang berekspresi…” timpal Tak Gi.

“Terserah lah…” Hajie kembali fokus melihat Joon Ki.

Sementara itu di lapangan voli……

“Minji…….” teriak seorang siswi.

“Siap……..” Minji menimpal.

Duakkk……

Bola itu diSmash dengan keras dan menghasilkan poin tambahan. Penonton pun bersorak sorai dan permainan pun dilanjutkan. Di tengah – tengah permainan yang seru ternyata Minji diperhatikan oleh Gomwoon dari jendela kelas 12D. Konsentrasi Minji pecah dan……

Bukkkk…..

Bola voli menghantam keras wajah Minji. Minji pun terjatuh dan hidungnya berdarah. Siswi lain pun menghampiri Minji dan menolong Minji yang tak sadarkan diri itu lalu membawanya menuju ruang UKS.

“Tak Gi….Minji pingsan sekarang ada di UKS…” Teuki memberitahu Tak Gi.

“Aduuuh ada apa lagi seh? Joon Ki kamu mau ikut” Tak Gi bergegas menuju UKS.

“Iya…aku ikut….Hajie..Shin ayo ikut…” ajak Joon Ki.

Sementara di ruang UKS….

“Biar aku yang menjaga Minji….”Gomwoon datang menghampiri.

“Baik…kami akan pergi….” kata siswi – siswi yang menunggui Minji.

Gomwoon pun duduk di pinggir Minji sambil membersihkan darah di hidung Minji.

“Maafkan aku Minji gara – gara aku kamu jadi seperti ini….” kata Gomwoon. Tak lama berselang Minji pun tersadar.

“Go…Gomwoon sejak kapan kamu di sini?” tanya Minji.

“Dari semenjak kamu pingsan…Diamlah biar aku bersihkan lukamu!” jawab Gomwoon.

“Aneh sekali baru kali ini aku merasa dia memang tidak berniat jahat terhadapku..” kata Minji dalam Hati.

”Sudah bersih…” Gomwoon berhenti membersihkan hidung Minji.

“Terima kasih….” kata Minji sambil tersenyum.

“Sama – sama Minji…..” balas Gomwoon.

Lalu…..

“Minji….kamu gak apa – apa?” Joon Ki membuka pintu dan kaget meilhat kehadiran Gomwoon di samping Minji.

“Aku gak apa – apa Joon… Hanya sedikit berdarah saja…” jawab Minji.

“Baiklah Minji sepertinya pacar kamu sudah datang dan aku harus segera pergi takut mengganggu kalian nantinya..” Gomwoon berpamitan.

“Iya…Gomwoon…Terima kasih sudah menjagaku di sini….” kata Minji.

“Sama – sama Minji..berhati – hatilah saat berolahraga..” Gomwoon berpesan. Lalu ia berbalik meninggalkan ruang UKS. Hajie, Tak Gi, dan Shin yang datang terlambat terkejut melihat Gomwoon keluar dari ruang UKS.

“Minji….Gimana?Kok Gomwoon bisa ke sini?” tanya Hajie.

“Tadi Gomwoon yang menjagaku di sini…” jawab Minji.

“Wah sungguh aneh tapi nyata ! Gomwoon mau ngelakuin hal itu dan yang paling penting penampilannya kok seperti ada perubahan yah? Lebih tampan sih walaupun cuma sedikit.” Tak Gi masih tidak percaya atas apa yang dilihatnya baru saja.

“Lain kali kalo bermain voli jangan sampai pecah konsentrasi lagi…” kata Joon Ki.

“Iya….aku tau…” kata Minji.

“Oh iya aku baru ingat….Tugas dari Pak Choi sudah??” tanya Shin Hya.

“Kalo aku sudah…Aku mengambil tema TITANIC…yang mengingatkan aku pada kisah cintaku terdahulu…” jawab Tak Gi.

“Sudah gak usah gila sekarang….kalo kamu Hajie?” Shin Hya lagi.

“Aku mengambil Pearl Harbor yang kayak di film itu loh?! Kamu Shin??” Hajie menjawab.

“Kalo aku sih lebih ke Revolusi Perancis. Mengingatkan aku akan tempat hidup masa depan aku.” Shin membayangkan dirinya tinggal di Paris, Perancis.

“Wah kalian hebat sudah membuat kalo aku mana kepikiran?! Aku gak terlalu menyukai peristiwa seperti itu…” kata Minji.

“Ya iya lah yang kamu sukai cuma uang dan uang! Kenapa gak sekalian kamu membuat karya tulis tentang uang saja?” kata Tak Gi.

“Aha??bagus tuh…Iya deh aku mau bikin tentang itu saja… Lalu kamu Joon Ki tentang apa?” tanya Minji.

“Aku lebih ke sejarah Korea ketika masa Tiga Dinasti…” ujar Joon Ki.

“Waaaaw….bagus…Eh iya Joon Ki nanti kalo karya aku terpilih sebagai karya tulis terbagus, kamu mau yah ikut ke Jeju Do…” kata Hajie.

“Jangan ngarep gitu akh….” Tak Gi menjatuhkan.

“Biarin…sirik…” timpal Hajie.

“Ingat masih ada aku juga…” Shin Hya ikut – ikutan.

“Kalian ini ribut mulu…ayo sekarang aku sudah baikan kita ke kelas saja!” ajak Minji.

“Mari aku bantu?!” pinta joon Ki.

“Akh tak usah Joon, aku bisa sendri..” ujar Minji.

Lalu mereka pun menuju kelas…..

__ * Minji I Love U * __

 

Hari Senin di SMA Chungdamdong. Siswa kelas 12 A berkumpul di depan papan nilai untuk melihat hasil kerja mereka. Ada yg berteriak senang karena masuk 10 besar urutan karya tulis ilmiah terbaik. Tapi kemuraman menimpa Hajie, Tak Gi, dan Shin.

“Aku peringkat ke 11…” kata Tak Gi lemas.

“Aku 15….kalo kamu Hajie?” tanya Shin.

“Aku 13….” jawab Hajie.

“Hilang sudah kesempatan kita berlibur bersama Joon Ki….” mereka meratapi nasib.

“Tapi siapa yang mendapatkan hadiah itu yah?” Hajie penasaran.

“Teuki siapa yang dapat hadiah itu?” tanya Tak Gi.

“Sebentar aku lihat…’ kata Teuki sambil melihat daftar nama siswa. Lalu…..

“Lee Joon Ki….dapat….Joon Ki yang dapat hadiah itu dia yang urutan pertama…!” jawab Teuki.

“Apa?? Mudah – mudahan nanti dia memberikan tiket satunya buat aku….” Hajie berharap.

“Ingat masih ada aku !!” timpal Shin.

“Dan tentu saja aku….” Tak Gi ikut – ikutan.

“Eh itu Joon Ki datang…ayo kita beri ucapan selamat buat dia!” ajak Hajie. Mereka pun menghampiri Joon Ki yang disusul dengan kedatangan Minji.

“Joon Ki selamat yah kamu dapat posisi 1…. nanti tiketnya buat aku yah?” pinta Hajie.

“Jangan buat aku saja ! “ timpal Shin.

“Aku saja….” Tak Gi ikut – ikutan juga.

“Hahahahaha kalian ini aku saja belum dapat tiketnya…” kata Joon Ki. Lalu minji pun datang menghampiri mereka.

“Aku urutan ke berapa???” tanya Minji.

“Urutan ke 20 dari 30 siswa….” jawab Hajie.

“APA? Padahal aku susah payah menyusun karya itu…hilanglah sudah kesempatan berlibur gratis di Jeju Do dan menginap di hotel mewah….” keluh Minji.

“Joon Ki kenapa harus kamu yang pertama?” tanya Minji.

“Heh rambut mangkok ! sudah terima saja masih mending dapat urutan ke 20.. itu membuktikan kalo kamu tuh tidak sebodoh yang orang kira…” timpal Tak Gi.

“Tapi ini lain…liburan gratis kapan lagi coba??” keluh Minji. Lalu terdengar suara Pak Choi dari pengeras suara.

“Panggilan untuk Lee Joon Ki kelas 12 A untuk menghadap saya di ruangan guru…!”

“ya sudah aku pergi dulu yah?!” Joon Ki berpamitan. Lalu dia pun pergi menuju ruangan guru yang diiringi dengan bunyi bel tanda masuk kelas. Semua siswa masuk ke ruangan kelas dan pelajaran pertama pun di mulai. Di tengah – tengah pelajaran, Joon Ki masuk ke kelas dan langsung duduk di tempat duduknya.

“Joon Ki coba lihat tiketnya!” pinta Tak Gi dan Joon Ki pun memperlihatkan tiket beserta Voucher menginap yang ia dapatkan. “Buat aku dong…?!” pinta Tak Gi. Joon Ki menggeleng – gelengkan kepalanya. “Tega…” Tak Gi cemberut. Lalu Joon Ki berkata…..

“Ini untuk seseorang yang spesial…”

            Mereka berdua pun berhenti ngobrol dan melanjutkan pelajaran. Saat istirahat pun tiba. Joon Ki menghampiri tempat duduk Minji yang saat itu sedang memasukkann buku pelajaran ke dalam ransel dan mengambil bekal yang ia bawa.

“Minji…” panggil Joon Ki. Tapi sebelum selesai berbicara Minji langsung memotong pembicaraan.

“Joon Ki aku bawakan bekal buat kamu.. kamu makan yah?! Walaupun isinya hanya makanan biasa…” kata Minji.

“Thanks…dan aku juga punya sesuatu buat kamu…” Joon Ki pun mngeluarkan tiket perjalanan itu.

“Hah?? Kamu yakin memberikan ini buat aku?” Minji kaget.

“Iya ini buat kamu… Nanti sabtu kita berangkat….” jelas Joon Ki.

“Terima kasih Joon Ki….Aku senang menerimanya…Ayo kita ke halaman belakang dan kamun harus makan ini sampai habis!” ajak Minji.

“Baiklah…”. Mereka pun berangkat menuju halaman belakang sekolah untuk memakan bekal yang dibawa. Selama mereka tengah makan ternyata Gomwoon melihat mereka. Gomwoon bergumam….

“Kenapa kamu sama sekali tidak bisa bersikap manis terhadapku Minji?”

Kemudian Minji melihat kehadiran Gomwoon yang tengah mengawasi mereka makan.

“Gomwoon sini…! Aku juga bawakan bekal buat kamu sebagai tanda terima kasih…” ajak Minji. Joon Ki hanay terdiam.

“Aku gak butuh makanan seperti itu….” jawab Gomwoon sambil berlalu. Lalu ia bergumam….”Maafkan aku Minji tapi aku gak sudi harus duduk berdampingan bersama Lee Joon Ki…”

“Maunya apa itu anak? Padahal aku sudah bersusah payah membuatkann ini untuknya…Mubadzir nih….!” kata Minji.

“Biar aku yang menghabiskan ini…” kata Joon Ki.

“Hah?? Yakin??” tanya Minji.

“Buat kamu aku selalu merasa yakin akan apa yang aku lakukan…” timpal Joon Ki. Muka Minji memerah….

            Pada hari itu Minji merasa bahagia karena selain mendapatkan tiket berlibur secara gratis, dia mendapatkan pujian dari Joon Ki (entah itu pujian ataupun hanya omong kosong belaka).

__ * Minji I Love U * __

            Malam harinya Minji pun memberitahukan kabar bahagia bahwa ia akan liburan ke Jeju Do selama 2 hari 1 malam kepada keluarganya. Mereka pun ikut senang kecuali Lee, kakaknya.

“Minji aku saja yang ke sana?!” kata Lee.

“Enak saja,,,! Maaf yah ini aku dapatkan dengan susah payah…” tolak Minji.

“Aku juga tau kalo itu kamu dapatkan dari Joon Ki…”timpal Lee.

“Tetap saja susah payah sebab agar dapat tiket ini aku harus mengerjakan karya tulis ilmiah yang memusingkan itu….” balas Minji.

“Minji ayolah,,,kamu memang adikku yang paling baik dan cantik…?!” rayu lee.

“Rayuan murahan!! Tidak mempan buat aku…. jadi sekarang simpan saja pikiran kakak yang menginginkan liburan gratis ke Jeju Do…sudah aku mau tidur sambil bermimpi liburan aku di Jeju Do nanti,,,,Byeee bujangan tua….!” ledek Minji.

“Dasar orang tidak berperasaan….” teriak Lee.

Kriniing……kriningggg…. Suara telpon berbunyi. Lee mengangkat telepon itu.

“Dengan kediam Soo di sini…dengan siapa?” tanya Lee. Lalu terdengar suara orang di telpon itu. “Oooh mau bicara dengan Minji…tunggu sebentar…Minjiii ini ada temanmu menelpon…!” panggil Lee. Minji pun datang menghampiri.

“Siapa kak?” tanya Minji.

“Gak tau tanyain sendiri…!” kata Lee.

“Dasar menyebalkan…”gumam Minji lalu mengangkat telpon itu. “Halo dengan Minji….”

“Minji ini Gomwoon aku tunggu kamu di depan rumah kamu sekarang!”

“Gila!! Sudah malam begini….” kata Minji.

“Baru juga jam 8,,, aku tau jam malam kamu jam 10..jadi gak ada alasan menolak! Cepat keluar sekarang juga!!” teriak Gomwoon seraya menutup telpon.

“Maunya apa seh?” Minji menutup telpon lalu mengendap – endap keluar rumah agar tidak ketahuan. Dan akhirnya ia pun menemui Gomwoon.

“Ikut aku cepat….” Gomwoon menarik tangan Minji.

“Mau ke mana?” Minji berusaha melepaskan tangan Gomwoon yang semakin kencang memegang tangan Minji.

“Sudah jangan cerewet ikut saja” ujar Gomwoon seraya menarik tangan Minji.

            Minji pun diam dan menuruti perintah Gomwoon. Beberapa saat kemudian mereka sampai di tepian sungai.  Tempatnya agak gelap karena lampu jalan sedikit jumlahnya di situ.

“Kita sudah sampai….” kata Gomwoon.

“Mau ngapain?” kata Minji takut.

“Lihat saja Minji…Semuanya….sekarang….” suruh Gomwoon. Lalu……

Tras…tras…..dug…..

            Kembang api meluncur dan meletus di udara menciptakan semburat warna – warni dalam kegelapan malam. Minji pun terpesona dengan kejadian tersebut.

“Waaah indahnya….” kata Minji tersenyum sambil memandangi langit. Gomwoon tidak berkata apa – apa, dia hanya memandangi wajah Minji sambil sesekali melihat ke arah langit.

“Aku belum pernah melihat kembang api yang seperti ini…walaupun perayaan tahun baru kami sekeluarga tidak pernah keluar rumah untuk melihat kembang api…” kata Minji.

“Terima kasih Gomwoon….” Minji berbalik dan…..

Cupp….

            Gomwoon mencium pipi Minji. Kejadian tersebut membuat Minji  kaget. “Gomwoon kamu ngapain?”

“Aku suka kamu Minji…” Gomwoon mengungkapkan perasaannya.

“Jangan bicara yang tidak – tidak Gomwoon!” timpal Minji.

“Memang benar ini kenyataannya…” Gomwoon lagi.

“Sudahlah Gomwoon…Aku sudah menyukai orang lain…” Minji menolak Gomwoon.

“Apa itu Joon Ki?” tanya Gomwoon.

“Bukan urusan kamu!” jawab Minji sambil berlau meninggalkan Gomwoon.

“Itu menjadi urusan aku Minji….” kata Gomwoon tapi Minji sama sekali tidak berbalik. “Gomwoon jika dia berbalik maka dia sebenarnya mengharapkanmu…” kata Gomwooon dalam hati. Lalu…..

Minji pun berbalik lalu berjalan kembali meninggalkan Gomwoon.

“Yes…..Setidaknya kamu memiliki sedikit perasaan kepada ku Minji dan aku akan mendapatkanmu…..” Gomwoon bergumam sambil tersenyum senang.

            Selama perjalanan pun Minji memikirkan peristiwa yang baru saja dialaminya. Minji bergumam….

“Aku tak habis pikir! Gomwoon menyukaiku? Tapi kenapa? Sekarang aku bingung.. Satu sisi aku menyukai Joon Ki, tapi entah ini perasaan apa tapi aku memikirkan Gomwoon….”

“Aaaaaaargh…….aku binguuuuung…..!!!” Minji berteriak.

“Hey diam ini sudah malam mengganggu saja….!!!” teriak seorang pria dari depan rumahnya.

“Maaf….” Minji pun langsung lari terbirit – birit takut menjadi bulan – bulanan warga yang marah.

__ * To Be Continued * __