MINJI I LOVE U

PART V

The Vacation

Author : Eghy Geumjandi Disini

Genre : Comedy – Romance

Length : Continue

Cast    :

Koo Hye Sun (Minji)

Kim Youngwoon (Gomwoon)

Choi Siwon (Joon Ki)

Kim Heechul (Lee)

Ibu (Pengarang membayangkan dia adalah Ibunya Geumjandi di BBF)

Rate : General

 

Hari Sabtu di Chungdamdong….

“Asiiiiiik…..Hari yang aku tunggu… *^^*  !!” Minji histeris gembira.

“Minji….Ayolah tiketnya buat aku saja…!” Lee masih saja usaha untuk mendapatkan tiket tersebut.

“Oh tidak bisa..Mohon maaf aku gak kan pernah ngasiin tiket ini walaupun kakak nangis darah guling – guling dan lain – lain lagi…rayuan dan ekspresi memelas yang kakak keluarkan gak akan meluluhkan diriku…” ujar Minji.

“Nanti kalo aku gak ada lagi di sini gimana?” Lee tetap saja memelas. Lalu….

Pletak….

“Ngomongnya gak usah berlebihan seperti itu seolah kakak gak akan ada di sini lagi…!!!”

“Minji atiiiit….” Lee tetap mempertahankan ekspresi memelasnya.

“Ibu…tolong bujuk Minji supaya ngasiin tiketnya…!” Lee mencari bantuan kepada ibu.

“Minta sendiri saja ! Ibu gak ada waktu buat ngelakuin hal seperti itu…Minji apa semuanya sudah siap?” tanya Ibu Minji  seolah – olah tidak menghiraukan rintihan Lee.

Serrrrrr……angin dingin sunyi sepi sendiri menerpa Lee.

“Ternyata aku memang sudah tidak dianggap di sini sebaiknya aku pergi saja…” dalam bayangan Lee, dia meninggalkan keluarganya ditengah – tengah hembusan angin musim gugur sendirian dalam keadaan bercucuran air mata.

“Jangan membayangkan hal yang aneh – aneh dan mendramatisir suasana Lee ! Percuma saja….Ibu tidak akan luluh!” ujar Ibu seraya mendekati lalu membisikkan sesuatu.

“Biarkanlah adikmu itu pergi sementara waktu bersama si Joon Ki… Sepertinya Joon Ki orang kaya dan dia menyukai Minji. Semoga saja nanti di sana mereka jatuh cinta lalu menikah pasti kita ikut – ikutan kaya juga.. kalo bisa, pas pulang dari liburan nanti Minji udah bawa cucu buat ibu…” bisik Ibu. Bisikan itu terdengar Minji.

“Ibu…?! Ibu ini bicara apa???Jangan aneh – aneh deh Bu!!” kata Minji.

“Tidak ada salahnya Ibu berharap demikian…” dengan cueknya berkata demikian.

“Ya Tuhan sebenarnya aku sudah bosan mengeluh seperti ini..Tapi apakah ibu ini lebih mementingkan harta dibandingkan dengan terjaganya kesucian anak perempuannya…Sungguh Ibu yang matrealistis !” gumam Minji.

“Aku sudah mempersiapkan semuanya…” kata Minji.

“jangan lupa bawa semprotan merica!” Ibu memperingatkan Minji.

“Hah?? Buat apa Bu??” tanya Minji.

“Takut ada yang menyentuhmu…walaupun kamu itu gadis yang punya wajah pas – pasan tapi setidaknya kamu itu ibaratkan tikus yang mengundang kucing yang kelaparan.” Ujar Ibu Minji.

“Ibu macam apa yang mengibaratkan anaknya dengan tikus? Seharusnya aku diibaratkan dengan sekuntum bunga cantik nan wangi di sebuah taman yang pesonanya bisa menaklukan kumbang – kumbang yang lewat…” kata Minji dalam hati.

“Iya Bu aku bawa semprotan merica…” Minji memasukkan semprotan itu ke dalam tasnya.

“Oh iya Joon Ki di mana?? Apa dia akan ke sini??” Tanya Ibu.

“Nanti dia ke sini…” jawab Minji. Tak lama dari itu terdengar deruan suara mobil yang berhenti depan rumah Minji.

Triiiiiiiiiiid triiiiiiiiiiiiid….. suara klakson. Minji pun keluar rumahnya dan Joon Ki datang.

“Gimana udah siap?” tanya Joon Ki.

“Iya sudah siap! “jawab Minji sambil membawa barang bawaannya.

“Ibu aku berangkat…Daaaaaah…..” Minji pun berpamitan.

“Daaaaaah jangan lupa hubungi Ibu kalo kamu udah sampai di sana….” pesan Ibu.

“Pasti Bu…tolong jaga Kak Lee supaya dia tidak bunuh diri….!” pesan Minji diiringi lajunya mobil.

“Ibu….Aku ingin menyusul Minji…!” pinta Lee dengan manja.

“Percuma Lee ! Ibu gak kan ngasih kamu uang sepeser pun untuk pergi berlibur…” ujar Ibu.

“Tapi Minji?” Lee tetap keukeuh.

“Minji menggunakan tiket liburan dan akomodasi gratis, kalo tiket itu gak gratis mana mungkin ibu mengizinkannya pergi begitu saja..” ujar Ibu.

“Huh !! Ibu dan anak sama – sama pelit !!” umpat Lee.

Pletak…..

“Jangan berkata begitu pada ibu mu ! Sudah jangan banyak bicara sekarang bantu ibu membuat kimchi!” seraya menyeret Lee masuk ke dalam rumah.

“Betapa malang nasibku sebagai seorang pria dewasa yang sampai sekarang masih tinggal di rumah ini….” Lee mengeluh dalam hati.

*Flashback dikit yaaaah *^^*

Sementara itu di tempat lain dua hari yang lalu…

“Minji berangkat ke Jeju Do bersama Joon Ki…:” suara seseorang ditelpon.

“Terima kasih informasinya…” Gomwoon yang ternyata berbicara dengan seseorang ditelpon lalu menutupnya.

“Tunggu aku Minji…” gumam Gomwoon dalam hati.

*Kembali lagi ke Minji dan Joon Ki *^^*

Di tengah perjalanan liburan Minji….

“Joon Ki aku senang sekali bisa pergi berlibur ! sekali lagi aku mau ngucapin terima kasih yah *^^*?!” Minji senang.

“Iya dari kemarin kamu hanya berterimakasih melulu…” timpal Joon Ki.

“Oh iya aku lupa berpamitan sama Tak Gi, Hajie dan Shin! Mereka pasti ngamuk – ngamuk? Mereka kan pengen sekali ikut….” ujar Minji.

“Gak apa – apa aku sudah wakilin kamu kok?!” kata Joon Ki.

“Tetap saja aku gak ngerasa enak?!” Minji merasa tidak enak.

“Ya sudah ini kamu telpon saja!” kata Joon Ki memberikan telpon selulernya.

“Baiklah….” Minji memijit – mijit nomor temannya.

Tuuuut…….tuuuuuut….

“Ayo angkat dong Tak Gi….” kata Minji. Lalu….

Klik…suara telpon diangkat.

“Pagi Joon Ki….nelpon aku lagi..senengnyaaaa….mau ngajak aku yah *^^?” Tak Gi dengan pedenya berkata demikian.

“Siapa bilang ini Joon Ki??” ujar Minji dengan nada ketus.

Tuing…..

“Minji…Soo Minji….ada apa hah?mau manas – manasin aku??” Tak Gi sewot.

“Heh Timun Suri aku tuh Cuma mau pamitan saja karena aku ngerasa gak enak kalo pergi gak pamit ke temen aku sendiri…!” Minji ikut – ikutan sewot.

“Sama saja…yang jelas apa pun yang diucapin sama kamu hari ini sampai dua hari ke depan membuat panas suasana…berikan telponnya pada Joon Ki aku mau bicara ma dia! Malas bicara sama kamu..dasar curi – curi kesempatan..” Tak Gi masih sewot.

“Heh siapa yang curi – curi kesempatan?? Dasar ulat timun menyebalkan….” Minji sewot lalu menutup telpon.

            Joon Ki hanya melongo melihat Minji marah – marah saat menelpon Tak Gi.

“Menyebalkan!! Ada gitu makhluk bebal seperti itu?Orang udah baik – baik mau pamitan eh malah nyewot? Dasar banci gagal dandan…” Minji menggerutu.

“Hahahahahaha…biar begitu dia teman kamu dari zaman sekolah dulu loh !?” ujar Joon Ki.

“Menyebalkan… Ini hape kamu aku gak mau nelpon – nelpon lagi…” Minji tetap menggerutu.

“Sudahlah jangan begitu..sekarang kita nikmatin aja liburan ini..! *^^” pesan Joon Ki.

“Iya benar! Daripada harus marah – marah gak jelas gara – gara orang – orang yang tidak berguna dan menyebalkan itu….merusak suasana…” Minji kembali senang.

“Eh nyalain musik yah? Biar gak sumpek…” pinta Minji.

“silahkan.. disc’y ada disitu!” ujar Joon Ki.

“aku mau lagu ini akh?!’ Minji mengambil disc yang berisi lagu Super junior. Tapi….. “Joon Ki nyalainnya gimana? Aku gak ngerti…” Minji bingung. Ya Tuhan memalukan….

“Tinggal tekan ini lalu ini dan….terbuka..Ayo masukkan discnya!?” ujar Joon Ki. Minji pun memasukkan disc itu dan memutar lagu. Selanjutnya mangalunlah lagu No Other yang memang disukai Minji dan Minji pun ikut bernyanyi walaupun suara yang dikeluarkan sungguh merusak genderang telinga.

“Na gatchi johan saram na gatchi johan saram na gatchi johan maeum na gatchi johan seonmul…” Minji “bernyanyi” (sebenarnya dia lebih mendekati membaca mantra daripada bernyanyi __^0^__). Joon Ki hanya menggeleng – gelengkan kepala sambil tersenyum.

Oh iya…(pengarang hampir lupa!!)

Sekilas mengenai Jeju Do…..

“Pulau Jeju adalah pulau yang terletak di ujung semenanjung Koreadan sangat dekat dengan Jepang. Pulau Jeju atau Jeju-do dalam bahasa Korea, adalah satu-satunya provinsi berotonomi khusus (special self-governing province) di Korea Selatan. Pulau Jeju terletak di Selat Korea sebelah baratdaya Provinsi Jeollanam-do, yang dahulunya merupakan satu provinsi yang sama sebelum terpisah pada tahun 1946. Ibukota Jeju adalah Jeju City.

Pulau Jeju adalah pulau wisata paling terkenal di Korea, bahkan orang Korea menyebut dengan istilah “Pulau Bali“-nya Korea (pengarang udah ngerasain Pulau Bali loh !!__^0^__hohohohoho pengarang mau pamer dulu akh!!). Di Pulau tersebut terdapat Gunung Halla (mungkin kalo di kitanya gunung Krakatau__iya gt?__), yaitu gunung tertinggi di Korea Selatan (pengarang mau nyobain mendaki_biar begini pengarang pecinta alam loh!_^0^_). Pulau Jeju merupakan wilayah yang paling hangat dan pada musim dingin sangat jarang turun salju, sehingga tanaman-tanaman yang biasanya tumbuh di daerah subtropis bisa bertahan hidup.

(sebenarnya banyak tempat terkenal lainnya di Korea, tapi pengarang suka dengan Jeju Do jadi pengarang memasukkan tempat ini ke dalam cerita, berharap suatu saat nanti jika Tuhan berkehendak pengarang pasti bisa ke sana dan merasakan keindahan pulau ini…amiiin..*^^*__mohon pembaca ikut meng-amini juga…)

Lanjut ke cerita….

Jarak dari Chungdamdong menuju bandara lumayan terbilang cukup jauh. Minji pun tertidur selama perjalanan menuju bandara. Setelah beberapa lama di perjalanan mereka pun akhirnya sampai di bandara Incheon, bandara yang terbaik di Korea Selatan ini. Minji yang tampaknya baru kali ini menginjakkkan kaki mungilnya (Preeeet…boro – boro mungil, kata mungil di sini hanya sebagai sedikit pujian buat dia karena selalu dijelek – jelekan di dalam cerita ini__^0^__) di bandara begitu terkagum – kagum melihat suasananya.

“Waw Joon Ki aku baru tau kalo bandara itu seperti ini… aku hanya mengetahuinya dari tayangan di televisi saja…” Minji pun melihat – lihat suasana dengan mata yang berbinar – binar kagum.

“Joon Ki kamu bawa kamera kan? Potret aku di sebelah sini dong biar bisa jadi bukti kalo aku pernah ke bandara….hehehehehehe jarang – jarang kan?!” Minji mengambil posisi di depan pintu keberangkatan.

“Baiklah…Cheeeers” Joon Ki memberi aba – aba. Dan……

Jepret…..

“Sekali lagi,, Pura – puranya aku mau berangkat gitu terus kayak yang gak sadar ada kamera..kesannya kayak artis yang potonya diambil sembunyi – sembunyi oleh paparzzi…” Minji kembali narsis yang tak ayal menarik perhatian dari orang – orang yang lewat. Lalu….

Jepret….

“Sudah makasih.. *^^* ayo kita berangkat…!” Minji pun selesai melakukan sesi pemotretan (yang narsis).

“Iya…sepertinya kamu sudah tidak sabar ya?!” tanya Joon Ki sambil tersenyum – senyum.

“Joon Ki ayo jangan pelan gitu dong?!” Minji menarik tangan Joon Ki. Joon Ki hanya memperhatikan wajah Minji yang terlihat begitu senang.

“Minji setelah kejadian masa laluku (akibat ditinggal merit pacarnya__^^__) aku mulai menemukan kebahagiaan di sini… saat aku bersamamu..” gumam Joon Ki. Beberapa saat kemudian mereka sudah memasuki pesawat.

“Wah dalamnya pesawat itu seperti ini yah? Mirip kereta api!? (apanya?)” lagi – lagi Minji terkagum – kagum melihat isi pesawat.

“Sini Minji kita duduk!” ajak Joon Ki.

“Iya…” Minji pun menghampiri lalu duduk. Tiba – tiba…

“Minji….” seseorang memanggil Minji dari arah belakang.

“Siapa itu? Tapi dari suaranya aku mengenalnya….jangan – jangan….?” Minji pun menoleh dan…..

Jreng jreng…..

“Gomwoon….?!” teriak Minji kaget yang membuat semua orang melihat ke arahnya.

“Ka…ka…mu kenapa bisa di sini juga?”tanya Minji.

“Pergi berlibur…” jawab Gomwoon singkat.

“Oh…ya sudah selamat berlibur !” ujar Minji.

“Mengganggu saja…” kata Joon Ki.

“Siapa? Memangnya ada yang membuat kamu kesal?” tanya Minji.

“Kamu gak usah tau…” ujar Joon Ki dengan nada ketus. Minji pun diam. Pesawat pun siap lepas landas, pramugari menginstruksikan penumpang untuk mengenakan sabuk pengaman. Minji kembali kebingungan.

“Aku gak ngerti dia ngejelasinnya kecepetan..” Minji bingung (atau memang dianya yang memiliki daya tangkap informasinya kurang?).

“Aku bantu..” kata Joon Ki yang akhirnya berhasil memasangkan sabuk pengaman Minji. Pesawat pun mulai melaju dan membuat getaran – getaran. Minji yang ketakutan memgang erat tangan Joon Ki.

“Kamu takut?” tanya Joon Ki.

“I…i…ya…sangat menakutkan..” jawab Minji gemetaran.

“Tenang saja aku di sini..” Joon Ki menenangkan Minji. Akhirnya setelah beberapa saat mengalami getaran – getaran, pesawat pun akhirnya melayang di udara.

“Sudah gak usah takut lagi… Coba kamu lihat ke bawah Minji!” suruh Joon Ki.

“Baiklah…” Minji mencoba membuka mata pelan – pelan dan…..

“Alamak….kalo dari atas ternyata seperti ini yah? Aduh rumahku sebelah mana?” Minji celingak – celinguk mencari posisi rumahnya dari atas pesawat. Joon Ki hanya tersenyum melihat ulah norak Minji.

“Joon Ki potret aku lagi dong!? Aku ingin banget ngeabadiin momen – momen liburan aku…” pinta Minji.

“Ayo kita foto berdua dari tadi kamu sendiri yang terus berfoto…!” ujar Joon Ki. Mereka berdua berfoto bersama.

“Wah bagus yah hasilnya..aku juga terlihat lebih cantik..*^^!” Minji memuji dirinya sendiri. Padahal yang membuat bagus itu adalah orang yang berfoto bersama dirinya, kalo dia berfoto sendiri, tikus – tikus dan kecoa lari semua. (jadi buat siapapun yang butuh pengusir hama silahkan beli foto Minji di toko pupuk terdekat yah? *^^*)

Gomwoon yang dari belakang hanya bisa menyaksikan keasyikan mereka berdua. Dia merasa panas…

“Kamu beruntung Joon Ki…” gumam Gomwoon.

Selang beberapa lama mereka pun akhirnya mendarat di bandara Internasional Jeju Do.

“Ayo Minji kita sudah sampai!” ajak Joon Ki.

“Iya..” jawab Minji.

“Sebentar Joon Ki…Gomwoon mau bareng gak?” tanya Minji.

“Duluan saja!” jawab Gomwoon singkat.

“Anak itu kenapa lagi seh?Padahal aku sudah berusaha berbuat baik…” gumam Minji yang selanjutnya mengikuti Joon Ki dari belakang. Mereka pun berjalan menuju keluar bandara. Dan mereka berdua sudah disambut dengan mobil jemputan.

“Aku kira kita mau naik bis seperti mereka..” ujar Minji yang melihat bis jemputan yang dinaiki oleh para turis.

“Kita sewa mobil saja sebab hotel yang kita akan datangi jaraknya lumayan cukup jauh sekitar 17 mil (atau setara dengan 34 km kalo gak salah seh?!) dari bandara dan akses menuju sana sulit.” Jelas Joon Ki.

“Oh…begitu” kata Minji. “eh itu ada Gomwoon, kita ajak saja yah Joon Ki?! Kasian dia…” pinta Minji.

“Nanti dia menolak lagi…:” ujar Joon ki.

“Gak ada salahnya mencoba..*^^*” kata Minji. Dalam hati Joon Ki….

“Minji kamu ini….”

“Gomwoon mau bareng gak?kamu mau kemana? Siapa tau kita searah jadi bareng – bareng aja pasti seru! *^^*..” kata Minji.

“Hotel Hana..”jawab Gomwoon.

“Berarti kita searah,,ayo lah jangan menolak!” Minji menarik tangan Gomwoon. Joon Ki panas.

“Kalo bukan karena Minji aku gak sudi bareng sama kamu Kang Gomwoon…” gumam Joon Ki.

“Joon Ki ayoo?!” panggil Minji.

“Iya…” jawab Joon Ki. Mereka pun akhirnya menaiki mobil.

“Gomwoon kamu di depan…. aku ingin duduk di belakang aja supaya luas jadi bisa melihat – lihat pemandangan di sini…” suruh Minji yang langsung masuk ke bagian belakang. Gomwoon dan Joon Ki saling berpandangan lalu keduanya masuk. Dua laki – laki yang duduk di depan tersebut diam satu sama lain tidak ada komunikasi antara keduanya, hanya Minji yang celingak – celinguk melihat situasi jalan.

“Hei kalian ini kenapa tidak saling berbicara? Malah diam – diaman begini..” kata Minji.

“Aku pusing” jawab Joon Ki.

“Aku juga” timpal Gomwoon.

“Oh ya sudah aku mau melihat – lihat lagi aja…!” ujar Minji. Akhirnya setelah menempuh perjalanan selama 2 jam mereka sampai di Hotel Hana.

“Gomwoon bangun! Kita sudah sampai…” Minji membangunkan Gomwoon yang tertidur.

“Sudah biarkan saja!” kata Joon Ki.

“Jangan begitu! Kasian…Gomwoon ayo bangun!” Minji membangunkan Gomwoon yang akhirnya juga bangun.

“Emmmh…Iya….” kata Gomwoon. Mereka pun langsung menuju resepsionis. Joon Ki langsung menunjukkan voucher yang ia dapatkan dari Pak Choi.

“Wah sepertinya anda mau berbulan madu yah? Sungguh pasangan muda yang serasi..*^^*” ujar resepsionis melihat kehadiran Joon Ki dan Minji.

“Hah? Gak kok saya hanya mau berlibur dia teman saya, dan kami belum menikah..” Minji malu (bisa juga dia merasa malu!?).

“Oh begitu?! Silahkan ini kunci kamar kalian berdua dan nanti akan ditunjukkan oleh staf kami..! *^^*” resepsionis itu menyerahkan kunci kamar mereka.

“Sebentar tunggu Gomwoon…!” pinta Minji.

“Sudahlah Minji aku capek..!” kata Joon Ki.

“Sebentar aja…yah?” kata Minji. Joon Ki hanya terdiam dan merasa kesal.

“Gomwoon aku tunggu yah?! Kita sama – sama lagi… *^^*” ujar Minji sambil tersenyum,. Gomwoon yang melihat tersebut langsung salah tingkah.

“Sudah?”  tanya Minji.

“Sudah…dan kamar aku berdekatan dengan kamar kamu…” ujar Gomwoon.

“Wah pasti nanti seru…*^^*!” kata Minji.

“Seru apanya? Dasar perusak suasana….!” gumam kesal Joon Ki dalam hati. Setelah berjalan beberapa saat mereka pun akhirnya sampai di depan kamar masing – masing.

“Ya sudah Minji aku ke kamarku dulu…Bye…!” Gomwoon pamit.

“Iya…Bye *^^*..” balas Minji.

“Joon Ki kenapa kamu lebih banyak diam dari sebiasanya?” tanya Minji.

“Aku hanya capek” jawab Joon Ki singkat. Dia bergumam “karena Gomwoon ada di sini…”

“Joon Ki aku masuk ke kamarku dulu yah?” Minji pamit.

“Iya nanti malam kita keluar sebentar…!” ajak Joon Ki.

“Oke…” jawab Minji. Masing – masing pun akhirnya memasuki kamar. Kemudian….

Jreng jreng jreng jreng….

“Wah kamarnya nyaman sekali..! Sungguh berbeda dengan kamarku di rumah. Dikamarku gak ada televisi layar datar seperti ini, meja rias, dan telpon…Ya ampuuun kamarku menghadap ke arah laut?! Aku bisa melihat matahari tenggelam..Romantisnya apalagi kalo ditemenin Joon Ki…. Ya Tuhan terima kasih…^^” Minji kegirangan. “Sebaiknya aku istirahat saja deh….” gumam Minji.

            Minji ketiduran. Dia ternyata melewatkan momen matahari tenggelam yang sangat ditunggu – tunggunya. Lalu dia terbangun…..

“Apa?? Sudah gelap?? Mataharinya kemana??” Minji kaget sambil celingak – celinguk.

“Yaaah aku gak jadi ngeliat matahari tenggelam… (T-T)…” Minji sedih (lebay banget padahal besok juga masih bisa ngelihat..!) .

“Astaga aku baru ingat! Aku punya janji dengan Joon Ki…Jangan – jangan dia marah…” Minji kaget sekaligus was – was.

“Aku harus mencari Joon Ki….” dia berjalan menuju pintu dan menemukan sesuatu di bawah pintu.

“Eh apa ini?” Minji mengambil kertas tersebut lalu membacanya. Isinya…..

 

Minji..sepertinya kamu tidur..

Tadi aku masuk ke kamarmu karena pintu kamarmu tidak dikunci..

Baiklah daripada aku mengganggu istirahatmu,,aku duluan sekarang aku di caffe lounge…Kalo mau kesini aku tunggu !

By : Joon Ki ^^ “

“Oh ternyata dia tadi kemari..!? aku ke sana akh?!” Minji buru – buru pergi menemui Joon Ki. Lagi – lagi tapi……..

“Aku gak tau arah menuju caffe…” Minji bingung. Lalu tiba – tiba…

Ceklek….. Pintu kamar Gomwoon terbuka.

“Gomwoon…” panggil Minji.

“Iya..kenapa?” tanya Minji.

“Aku gak tau arah caffe…” ujar Minji.

“Ayo aku anterin…!” kata Gomwoon. Setelah beberapa saat, sampai juga di caffe.

            Caffe tersebut terletak di lantai dasar hotel yang tertata dengan nyaman dan pemandangan mengarah langsung ke arah laut. Terdapat pilihan tempat duduk, yaitu sofa dan kursi biasa namun tetap memberikan kenyamanan tersendiri bagi yang mendudukinya. Di beberapa tempat diletakkan tanaman – tanaman hias yang membuat suasana semakin nyaman dan memberikan kesan teduh. Minji kembali dibuat kagum oleh suasana ini.

“Wah nyaman yah?! Beda banget sama kantin sekolah kita di Chungdamdong..!” ujar Minji (Plis deh namanya juga caffe di dalam hotel bintang 4 pasti jauh beda ma kantin sekolah!) .

“Sebentar di mana yah?” Minji celingak – celinguk.

“Kamu mencari seseorang?” tanya Gomwoon.

“Iya…Joon Ki..tadi dia menyuruh aku ke sini…Eh itu di sana! Ayo Gomwoon ikut aja?!” ajak Minji.

“Gak..Terima kasih,,aku mau keluar aja…” tolak Gomwoon.

“Yakin? Malam – malam begini?” tanya Minji.

“Iya…mencari udara..” ujar Gomwoon.

“Ya sudah hati – hati yah Gomwoon nanti kamu tersesat ! *^^ “ pesan Minji.

“Iya…Bye…” Gomwoon pamit.

“Bye….” balas Minji. Lalu Minji berjalan mendekati tempat duduk Joon Ki yang dekat dengan jendela yang tinggi dan bening (ya iya lah masa hotel gak bersih?) .

“Joon Ki…! Maaf aku tadi tertidur…” ujar Minji.

“Gak apa – apa Minji…Aku tau kamu pasti lelah…” kata Joon Ki.

“Tapi aku kehilangan momen matahari tenggelamnya…” Minji muram.

“Masih ada hari esok…Oh iya besok kita mau ke mana?” tanya Joon Ki.

“Akh mana aku tau tempat – tempat yang bagus di sini? Aku ikut kamu aja deh…!” jawab Minji.

“Baiklah kalo begitu lihat besok aja…” ujar Joon Ki.

“Iya…Eh Joon Ki aku mau lihat – lihat hasil foto – foto tadi dong?!” pinta Minji.

“Ini…” Joon Ki menyerahkan kamera profesionalnya.

“Joon Ki,,,,Aku gak ngerti…” lagi lagi Minji gak ngerti (Ya ampuuun dari awal nyampe sini sebenarnya Minji bisa apa seh??) .

“Dasar…Sini aku ajarin!” kata Joon Ki. Joon Ki pun mengajari Minji mengoperasikan kamera miliknya. Dari luar Gomwoon memperhatikan gerak – gerik mereka.

“Minji…kamu sama sekali tidak memberikan aku kesempatan…kenapa selalu Joon Ki?” gumam Gomwoon. Joon Ki merasakan ada yang memperhatikan, dia pun melirik ke arah sampingnya dan ternyata benar saja. Joon Ki memberikan senyuman kemenangannya kepada Gomwoon.

“Gomwoon sepertinya aku menang…” gumam Joon Ki dalam hati. Minji yang berada di samping Joon Ki melirik ke arah luar juga dan melihat Gomwoon. Dia pun melambaikan tangannya sambil tersenyum kepada Gomwoon. Bibirnya bergerak – gerak seolah – olah mengucapkan sesuatu. Kurang lebih seperti ini…

“Gomwoon sini….Lihat foto – foto aku!”

            Sepertinya Gomwoon mengerti ucapan Minji dan dia pun menggelengkan kepala sebagai tanda menolak ajakan Minji. Minji pun mengerti. Joon Ki yang melihat hal tersebut merasa kesal.

“Kamu bicara dengan siapa?” tanya Joon Ki kesal.

“Gomwoon..” jawab Minji.

“Oh…Sudahlah mau ngelanjutin ini gak? Joon Ki bertanya lagi dengan nada ketus.

“Iya…” ujar Minji.

            Mereka berdua asik melihat foto – foto hasil jepretan tadi siang. Sedangkan Gomwoon di luar memperhatikan mereka dengan perasaan panas.

Di dalam caffe….

“Minji kamu mau jalan – jalan keluar?” tanya Joon Ki.

“Iya aku mau…tapi kamu duluan keluar duluan yah aku mau minta foto dengan beberapa pengunjung di sini…hehehehehehe” jawab Minji.

“Baiklah aku tunggu di luar…” timpal Joon Ki. Minji pun langsung beraksi meminnta foto, sementara Joon Ki keluar dan dia langsung menuju posisi Gomwoon berdiri.

“Hai Kang Gomwoon…Muram sekali sepertinya?” tanya Joon Ki dengan nada sedikit ditekan.

“ Kamu menang Joon Ki…” ujar Gomwoon.

“Memang sudah seharusnya…Minji memang menyukaiku…” kata Joon Ki.

“Bagaimana dengan perasaanmu sendiri terhadap Minji?” tanya Gomwoon.

“Sejujurnya dari awal aku tidak menyukai Minji..Dia bukan tipeku..Dia itu norak, bodoh, dan narsis..Tapi dia baik padaku dan sepertinya sayang kalo perhatian darinya tidak aku manfaatkan…” jawab Joon Ki.

“Terus untuk apa kamu berkata kepada Minji kalo kamu suka dengan dia?” tanya Gomwoon.

“Perempuan memang lemah…Diberi sedikit harapan saja langsung tunduk seperti itu…Bukankah kamu juga menyukai Minji?” ujar Joon Ki.

“Memang..sejak dari pertama kali masuk sekolah aku menyukainya, hanya saja aku tidak mengutarakannya kepada Minji..dan aku menyesal karena itu sekarang dia sudah terlanjur menyukaimu…dan aku sudah memutuskan untuk mundur…” jawab Gomwoon.

“Ternyata perkiraanku memang benar….kamu memang lemah terhadap Minji…” ujar Joon Ki.

“Gomwoon..kamu itu tidak sekuat yang terlihat…kalo mau, silahkan ambil saja…Aku tidak menginginkannya…Tapi….” sebelum selesai berbicara Minji memotong pembicaraan mereka.

“Tapi apa Joon Ki?” tanya Minji.

Deg….. Joon Ki terdiam. Ternyata Minji dari tadi mendengarkan apa yang mereka bicarakan.

“TAPI APA? Jadi selama ini kamu hanya berpura – pura? Hanya memanfaatkan aku?” ujar Minji sambil menahan emosi yang memuncak.

“Bukan begitu maksudku Minji..Aku belum selesai berbicara…” jelas Joon Ki.

“Aku tau aku bodoh…Dan yang lebih bodoh lagi aku bisa menyukai orang sepertimu,, Lee Joon Ki…Lagi pula mana mungkin orang sekaya dan setampan kamu mau kenal bahkan bisa menyukai aku yang norak dan narsis serta berwajah pas – pasan? Harusnya aku menyadari hal ini dari dulu!” ujar Minji sambil berlalu dari situ.

“Minji….” panggil Joon Ki sambil mengejar Minji.

“Minji tunggu!” Joon Ki berhasil mengejar dan meraih tangan Minji. Lalu…..

PLAK….

“Cukup…! Lepaskan tangan aku Lee Joon Ki…” pinta Minji.

“Gak akan kulepaskan sebelum kamu ngedengerin penjelasan aku…” timpal Joon Ki. Tiba – tiba dari arah samping….

BUKKK…. sebuah pukulan mendarat di pipi Joon Ki dan membuat Joon Ki tersungkur.

“Itulah yang kamu dapatkan kalo kamu keras kepala…” kata Gomwoon yang ternyata memukul Joon Ki.

“Ayo Minji kita pergi…” Gomwoon pergi dan menraik tangan Minji. Mereka berdua pergi meninggalkan Joon Ki yang jatuh tersungkur karena dipukul. Mereka akhirnya sampai di depan kamar.

“Kamu gak apa – apa Minji?”tanya Gomwoon. Minji hanya tertunduk tidak menjawab.

“Minji…Kamu gak apa – apa?” Tanya Gomwoon sekali lagi. Lalu……

Deg….. Minji tiba – tiba memeluk Gomwoon sambil menagis.

“Hiks..hiks…hiks…apa salahku terhadap Joon Ki sampai dia tega ngelakuin hal ini?” tanya Minji sambil memeluk Gomwoon. Gomwoon hanya berusaha menangkan saja karena ia tidak tau harus berbuat apa terhadap Minji.

“Sudahlah Minji…Jangan menangis lagi..kamu hanya butuh istirahat sekarang…” ujar Gomwoon.

“Padahal aku sudah menyukainya…Baru kali ini aku menyukai seseorang…” kata Minji.

“Cukup Minji…! Sebaiknya kamu tidur saja…jangan banyak mengeluarkan air mata kamu buat orang seperti itu…” timpal Gomwoon.

“Gomwoon kamu mau nemenin aku berkeliling?” tanya Minji.

“Baiklah kalo itu bisa membuat kamu tenang. Mereka pun jalan berdua ke arah kolam renang hotel yang menghadap laut. Lalu keduanya duduk di kursi berjemur dan menghadap arah laut.

“Gomwoon mugkin orang seperti aku memang gak pantas buat disukai…” ujar Minji.

“Siapa yang bilang begitu?” tanya Gomwoon.

“memang seperti itu kenyataannya…” jawab Minji.

“Tapi aku menyukaimu, Minji…” timpal Gomwoon.

“Lagi – lagi kamu berkata demikian…” ujar Minji.

“Kenapa kamu gak bisa percaya?” tanya Gomwoon.

“Karena dari dulu kamu selalu menjahili aku…” kata Minji.

“Itu karena aku menyukaimu..aku menyukaimu saat kamu marah – marah dan kesal…” balas Gomwoon.

“Orang gila?! Masa karena itu kamu suka sama aku?” Minji tidak percaya.

“Sebenarnya kamu berbeda dari yang lain Minji…” kata Gomwoon.

“HAH??Beda apanya?” tanya Minji.

“Karena hanya kamu yang berani melawan aku….” jawab Gomwoon.

“Aneh..sudahlah aku ngantuk…Kita kembali ke hotel aja…Hoooammmh…” Minji menguap.

“Baiklah…” kata Gomwoon. Mereka berjalan menuju hotel.

            Saat mereka berjalan berdua, Joon Ki mengawasi merak dari kejauhan. Dalam hati Joon Ki….

“Aku kalah telak dari mu, Kang Gomwoon…Kamu memang pandai memanfaatkan situasi…Tapi lihatlah nanti Minji akan kembali menjadi milikku…”

Di tempat lain……

“sampai juga ke kamar….” kata Minji.

“Selamat malam Gomwoon… *^^* “ Minji pamit dan membuka kamarnya.

“Minji…..” Gomwoon memanggil Minji. Minji berbalik dan…..

Chuppp……

“Selamat malam…” Gomwoon mencium pipi Minji. Minji bengong….

“Lagi – lagi dia…..” Minji bergumam.

“Helooooo….Minji….” Gomwoon mengguncang – guncang tubuh Minji.

“Hah iya…” Minji tersadar.

“Malam SEE U…” Gomwoon pamit sambil tersenyum.

“Ya sama – sama….” jawab Minji.

            Mereka berdua masuk ke dalam kamar masing – masing. Di dalam kamarnya Minji sepertinya bisa sejenak melupakan kejadian di luar tadi, tetapi saat ini dia dihinggapi dengan perkataan Gomwoon. Perkataan Gomwoon yang bisa merubah perasaan Minji terhadapnya.

“Gomwoon apa benar kamu menyukaiku?” gumam Minji.

“Kalo memang iya,, aku mau kamu buktiin omongan kamu itu!”

Plok plok plok plok… Minji menepuk – nepuk pipinya sendiri.

“Soo Minji sadarlah… jangan sekarang….aduuuh kenapa jadi kepikiran Gomwoon begini?? Dasar bodoh bodoh bodoh….” Minji bergumam.

Sementara itu di kamar Gomwoon…

“Minji yang aku ucapin itu benar apa adanya….dan sekarang aku menjadi tambah yakin bahwa aku bisa memilikimu…..

__* To Be Continued *__