MINJI I LOVE U

PART VI

THE SPECIAL SUNSET FOR MINJI

Author : Eghy Geumjandi Disini

Genre : Comedy – Romance

Length : Continue

Cast    :

Koo Hye Sun (Minji)

Kim Youngwoon (Gomwoon)

Choi Siwon (Joon Ki)

Kim Heechul (Lee)

Rate : General

Waktu setempat menunjukkan jam 2 pagi…..

            Minji tidak bisa tertidur. Dia masih teringat akan perkataan Joon Ki tadi begitupula dengan Gomwoon yang mengutarakan perasaannya. Sekarang dia gelisah memikirkan permasalahan tersebut.

“Aduh kok jadi gini seh?? Aku bingung…” gumam Minji.

“Padahal aku ke sini datang niat buat liburan, seneng – seneng..bukannya malah seperti ini…Akh percuma aku ingin keluar saja ingin mencari udara segar…” gumam Minji segera berpakaian hangat lalu keluar dari kamarnya. Dia langsung menuju halaman hotel berkeliling dan akhirnya sampai di dekat menara hotel depan kolam renang. Dia pun duduk di situ. Tiba – tiba….

“Apa kamu tidak bisa tidur Minji?” tanya dia. Minji berbalik.

“Gomwoon…Iya aku gak bisa tidur masih memikirkan perlakuan Joon Ki…” ujar Minji.

“Oh…” timpal Gomwoon singkat.

“Gomwoon…boleh aku minta tolong?” tanya Minji.

“Apa? Katakan saja…!” kata Gomwoon.

“Aku ingin menelpon Tak Gi…”

“Ini ambilah…sepertinya kamu sedang butuh sahabat kamu buat bicara…” Gomwoon menyerahkan hapenya.

“Terima kasih Gomwoon…” kata Minji. Minji pun memijit – mijit nomor Tak Gi. Lalu…..Tuuuut….tuuuuut….klik…suara telpon diangkat.

“Halooo….” Tak Gi mengangkat telpon dalam keadaan setengah sadar.

“Tak Gi ini aku..Minji..!” ujar Minji.

“Apalagiiii?Gila kamu yah pagi – pagi gini orang lagi asik – asik mimpi jalan di red carpet malah diganggu…” Tak Gi menggerutu karena waktu tidurnya terganggu.

“Aku mau cerita…” ujar Minji.

“kalo ini soal liburan kamu, aku gak mau denger…”timpal Tak Gi.

“Bukan itu bodoh..! ini soal Joon Ki…” kata Minji.

“Apa terjadi sesuatu dengan Minji? Apa yang diperbuat Joon Ki??Akh jangan negatif dulu..” gumam Tak Gi.

“Sudah cerita saja….” suruh Tak Gi.

“Ternyata Joon Ki hanya memanfaatkan aku saja..sebetulnya dia tidak pernah menyukaiku…” ujar Minji lemas.

“Oh begitu..Ternyata perkiraanku selama ini tidak salah yah?” timpal Tak Gi.

“Jadi kamu sudah tau? Kenapa gak bilang?” Minji agak kaget.

“Bukan maksud buat ngebohongin kamu Minji…kamu waktu itu terlihat senang dengan Joon Ki dan aku gak mau ngeganggu kesenangan kamu..Lagipula waktu itu aku takut terlalu cepat menyimpulkan saja..jadi aku hanya memperhatikan perkembangannya…” jelas Tak Gi.

“Kenapa dari awal kamu tidak berpikir dengan panjang?? Mana mungkin Joon Ki bisa suka dengan kamu secepat itu? Ingat Minji segala sesuatu itu harus ada prosesnya dan akan memakan waktu yang tidak sebentar…” lanjut Tak Gi.

“Sekarang begini saja…Nikmati saja liburanmu…walaupun aku masih tidak bisa terima gara – gara kamu yang mendapatkan tiket itu.., jangan sia – siakan itu tiket berlibur gratis,, manfaatkan sebaik mungkin..jadikan kesenangan yang kamu dapatkan saat liburan ini buat sebagai alat melupakan semua masalah kamu..Maafkan saja Joon Ki…Kamu harus kuat..Ambil hikmah dari kejadian ini!” jelas Tak Gi.

“Waw Tak Gi omongan kamu sungguh berbobot aku bener – bener takjub!” kata Minji.

“Heh memangnya selama ini aku bicara tidak berbobot?” Tak Gi nyewot.

“Biasanya yang kamu omongin kan gosip, cowok ganteng, dan fashion…” ujar Minji.

“Itu dulu….” timpal Tak Gi.

“Sekarang juga tetep begitu…Iya kan?” tanya Minji.

“Iya seh…Heh sebenarnya kamu ini mau cerita apa mau mengingatkan aku akan kelakuanku?” Tak Gi tambah sewot.

“Iya iya aku hanya mau cerita saja….” ujar Minji.

“Gitu dong! Oh iya ini nomor hape siapa?” tanya Tak Gi.

“Gomwoon…: Minji singkat.

“HAH? Kok bisa?” Tak Gi kaget.

“Ya bisa lah..dia juga ada di sini…” ujar Minji.

“Oh…semakin ngebuktiin kalo dia itu memang suka sama kamu…” gumam Tak Gi.

“Joon Ki sekarang mana?” tanya Tak Gi lagi.

“Mana aku tau? Sejak tadi aku tidak melihatnya…” timpal Minji.

“Ya sudah lah kalo gak ada..Eh udah ini hape orang jangan lama – lama ngomongnya…” kata Tak Gi.

“Oh iya yah? Aku lupa sudah berasa seperti hape sendiri..hehehehehehhe” timpal Minji.

“Ya sudah aku tutup aja…aku mau ngelanjutin mimpi aku…Bye cewek bodoh…” Tak Gi mengakhiri pembicaraan.

“Bye Miss Waria…” timpal Minji.

“SOO MINJI AWAS KAMU NANTI DI SEKOLAH KAMU GAK AKAN SELAMAT DARI AKU!!!!” teriak Tak Gi ditelpon. Minji pun mengakhiri pembicaraan sambil senyum – senyum. Minji menyerahkan kembali hape Gomwoon.

“Ini terima kasih banyak Gomwoon…. maaf tadi aku keasikan ngobrol… hehehehehehe…” ujar Minji.

“Gak apa – apa…sepertinya kamu sudah senang lagi..” kata Gomwoon.

“Iya…akh aku hanya ingin menikmati liburan ini…Hooooaaaaamh…” Minji menguap.

“Kamu mau tidur sekarang?” tanya Gomwoon.

“Sepertinya…Aku mau ke kamar…apa kamu masih mau di sini?” ujar Minji.

“Iya aku masih mau di sini..kenapa minta diantar lagi?” Gomwoon balik bertanya.

“Akh tidak terima kasih aku sudah hafal kok jalan menuju kamar aku…Bye Gomwoon… semoga nanti menyenangkan …” Minji pamit.

“Bye Minji… hati – hati…” kata Gomwoon. Minji hanya tersenyum lalu berbalik meninggalkan Gomwoon sendirian. Beberapa saat kemudian Minji masuk ke kamarnya. Dia pun merebahkan diri. Tidak berselang lama dari situ….

“Minjiiiiiii…..” terdengar seseorang menaggil Minji.

“Minjiiiiiii…maafin aku…aku gak ada maksud memanfaatkan kamu….” suara orang itu berasal dari luar kamar Minji. Minji penasaran dia pun membukakan pintu lalu dia mendapati Joon Ki tengah mabuk dan terkapar depan kamarnya sambil berbicara.

“Joon Ki kamu apa – apaan? Kamu mengganggu orang lain…” ujar Minji. Lalu Joon Ki berusaha bangun sambil terhuyung – huyung mendekati Minji. Aroma alkohol keluar begitu menyengat dari mulutnya. Sepertinya dia mabuk berat. Joon Ki memegang pundak Minji.

“Minji maafkan aku…akuuuu gak bermaksud menyakiti kamu…aku belum selesai berbicara….aku….aku…..” Joon Ki merebahkan dirinya ke pelukan Minji.

“Sudahlah Joon Ki aku sudah memaafkanmu…” kata Minji seraya berusaha mempertahankan tubuh Joon Ki agar tetap berdiri.

“benarkah itu,,,,Oh aku senang sekali…Minji aku benar – benar menyukaimu..aku memang seperti itu awalnya tapi setelah lama… aku…. menyukaimu… sungguuuuh….” Joon Ki mabuk berat.

“Sekarang jangan banyak bicara,,,kamu harus tidur…” Minji membawa Joon Ki ke kamarnya kemudian merebahkannya di kasur. Joon Ki pun yang mabuk berat langsung tertidur.

“Dasar orang kaya mabuk – mabukan kalo ada masalah.. aku lebih memilih makan saja…” gumam Minji. Minji melepaskan sepatu kemudian menyelimuti Joon Ki. Minji tidur di soffa.

Waktu menunjukkan pukul 11 pagi…

Tok tok tok tok….

“Siapa…..?” Minji masih mengantuk, bangun dan mendekati pintu. Lalu membukakan pintu dan……

Jepret…jepret…jepret….Minji pun kaget.

“Apa itu? Gomwoon kamu apa – apaan mengambil gambar aku yang baru bangun tidur…Hapus cepetan!” Minji kaget lalu menutup pintu karena malu.

“Hahahahahahahaha iya Minji maafin aku…Aku hapus saja…” ujar Gomwoon. Padahal dia tidak menghapusnya.

“Ayo kita jalan – jalan…!” ajak Gomwoon.

“aku belum siap – siap duluan saja…” kata Minji.

“Aku tunggu saja di sini…” kata Gomwoon. Di dalam kamar Minji Joon Ki terbangun dan dia menyadari kini dia ada di kamar Minji. Dia berjalan ke arah pintu di mana Minji sedang berdiri.

“Minji ada apa?” tanya Joon Ki.

“Akh tidak apa – apa hanya Gomwoon saja…” jawab Minji.

“Oh aku mau ke kamarku, nanti aku jalan – jalan ma kamu..” kata Joon Ki sambil membukakan pintu dan…..

Gomwoon kaget. Mereka berdua saling bertatapan tajam. Joon Ki hanya berlalu begitu saja tidak menghiraukan keberadaan Gomwoon.

Minji pun melongokan kepalanya keluar kamar..

“Tadi Joon Ki….??” kata Gomwoon.

“Oh..tadi malam dia mabuk berat..ya sudah aku bantu saja dia ke kamar aku..kasian….” timpal Minji.

“Oh…”Gomwoon singkat. “Cepatlah kita kan mau pergi jalan- jalan…” suruh Gomwoon.

“iya…tunggu saja yah?” ujar Minji.

“Minji…kenapa kamu bisa memaafkan Joon Ki begitu cepat padahal dia sudah membuatmu sakit hati?” gumam Gomwoon dalam hati.

Beberapa lama kemudian, Joon Ki keluar kamarnya dan menunggu Minji di depan kamar Minji bersama Gomwoon. Gomwoon menatap tajam Joon Ki begitupula sebaliknya. Joon Ki memulai pembicaraan.

“Kamu memang menang kemarin Gomwoon…” ujar Joon Ki. “Tapi….aku belum selesai berbicara….Aku memang sempat berpikir untuk memanfaatkannya, tetapi aku tidak bisa berbohong pada diriku sendiri, aku menyukai Minji. Sama seperti kamu menyukai Minji. Dan setelah kejadian kemarin malam, aku tidak akan melepaskan Minji buat kamu…” jelas Joon Ki.

“Tidak usah repot – repot berbicara panjang lebar seperti itu Lee Joon Ki..Ayo kita buktikan saja siapa nantinya yang akan dipilih Minji..!” tantang Gomwoon.

“Baiklah…kita lihat saja!” timpal Joon Ki. Beberapa saat kemudian pintu kamar Minji terbuka.

“Aku siap….” kata Minji lalu kaget. “Wah kalian juga kompak yah? Ayo sekarang kita pergi… menikmati Jeju Do!” Minji menggaet kedua tangan laki – laki yang tengah bersaing itu.

“Bertiga?” tanya Joon Ki dan Gomwoon kompak.

“Ya iya lah kalian ini gimana seh? Kita berangkat bertiga, jalan – jalan bertiga, dan pulang sampai pulang ke rumah pun bertiga… *^^*…” ujar Minji sambil jalan menarik mereka berdua. Gomwoon dan Joon Ki hanya bisa berpandangan saja tidak berani menolak.

“Oh iya kita kemana?” tanya Minji.

“Taman Bahari Udo…!!!” jawab Joon Ki dan Gomwoon kompak.

“Wah kalian kompak menjawabnya…*^^*” ujar Minji. “Ya sudah kita ke sana saja…aku juga ingin melihat laut…” lanjut Minji.

“Apa kamu bisa berenang Minji?” tanya Joon Ki.

“Tenang saja aku bisa berenang kok…Aku sering latihan di sungai…” jawab Minji.

Dueeeng…..

“Kenapa gak ke kolam renang saja?” tanya Joon Ki.

“Ah kalo itu dikenakan biaya masuk…mahal…” timpal Minji. (ya Tuhan kenapa gak mau berkorban sedikit saja mengeluarkan uang..)

“Ayo dong berangkat aku pengen ke sana udah gak sabar lagi…!” Minji tidak sabar sambil menarik tangan Gomwoon dan Joon Ki bersamaan.

*Sekilas info mengenai Taman Bahari Udo….*

Taman Bahari Udo ini merupakan salah satu tempat wisata di Jeju Do yang terletak di ujung timur pulau ini. Diberi nama Udo karena bentuknya yang menyerupai sapi (katanya gitu). Di sana terdapat Seobin Baeksa yaitu gugusan karang yang terbentuk secara alami dan sudah ditetapkan sebagai situs penting di Udo.

Turis bisa menikmati berbagai macam pilihan wisata. Perjalanan bawah laut (di Bali juga ada kok!), berpesiar, menikmati keindahan pantai dengan pasangan dan lain sebagainya. (pengarang pengen banget ke sini nanti..Arrrrrrgh Korea You make me crazy!! I wanna Go there..God Help me…! __pengarang menjerit – jerit histeris sambil guling – guling __).

Lanjut ke cerita……

            Jarak dari Hotel Hana ke Taman Bahari Udo ini agak jauh dari yang diperkirakan, dari ujung ke ujung.

“Joon Ki sudah nyampe belum?” tanya Minji gak sabaran.

“belum…” jawab Joon Ki singkat.

“Aku lapar….” kata Minji.

“Nih aku ada makanan!” Joon Ki dan Gomwoon sama – sama menawarkan makanan. Mereka berdua berpandangan. Lalu…

“Sudah kamu perhatikan saja jalanan, kamu kan lagi nyetir!” suruh Gomwoon pada Joon Ki. Joon Ki hanya diam.

“Wah asiiiiiik banyak makanan! Aku lapar soalnya…” ujar Minji sambil meraup semua makanan yang ditawarkan. Minji mulai makan satu persatu makanan tersebut, dimulai dari snack sampai roti. Sekilas terlihat seperti singa betina kelaparan.

            Gomwoon memperhatikan sambil tersenyum melihat cara makan Minji yang berantakan.

“Ada apa Gomwoon?” tanya Minji.

“Tidak…Hanya saja aku menyukai cara makanmu..” jawab Gomwoon.

“Hah??” Minji kaget. Lalu…

“Uhuk..Uhuk…” Minji tersedak.

“Ini ada minuman…” dari arah depan Joon Ki memberikan minum lalu diambil Gomwoon dan diserahkan pada Minji.

“Kamu perhatikan jalan saja..” kata Gomwoon pada Joon Ki. “ini Minji minumnya!” kata Gomwoon.

“Makasih….” Minji langsung meminumnya. Beberapa saat kemudian…

“Kita sampai di Pelabuhan Seongsan…” kata Joon Ki.

“Waaaah banyak kapal ferry yah (ya iya lah masa di pelabuhan masa banyak becak)?” Minji takjub.

“Ayo kita turun saja biar mobilnya aku suruh orang lain saja memasukkannya ke Ferry…!” ajak Joon Ki pada Minji dan Gomwoon mwngikuti mereka.

“Minji ayo cepat!” Joon Ki menarik tangan Minji seraya keluar dari mobil.

“Sebentar tunggu Gomwoon…” kata Minji menahan Joon Ki.

“Bisa gak usah ngomongin Gomwoon?” kata Joon Ki sambil marah.

“Kenapa marah? Apa salah? Ya sudah Joon Ki, kalo kamu mau duluan, duluan aja aku mau menunggu Gomwoon!” ujar Minji yang membuat Joon Ki terdiam menahan marah.

“Gomwoon ayo!” ajak Minji lalu Gomwoon pun menghampiri mereka berdua.

“Sudah beres?” tanya Minji.

“Iya…Makasih udah nunggu..^^..” ujar Gomwoon. Joon Ki menatap Gomwoon dengan penuh rasa benci.

“Kalo begitu Let’s Go!” Minji menarik mereka berdua bersamaan. Mereka menaiki Ferry yang ada. Ferry tersebut berjarak 30 – 40 menit setiap keberangkatan dan kedatangannya ke pelabuhan

Di atas ferry….

“Aku ingin dipotret di anjungannya dong biar kayak TITANIC gitu…” Minji meminta pada Joon Ki.

“Biar aku yang jadi Jack-nya!” kata Joon Ki.

“Gomwoon ini kamu ambil foto kita berdua!” kata Joon Ki sambil menyerahkan kameranya pada Gomwoon. Gomwoon menerimanya dengan terpaksa.

“Minji ayo naik!” kata Joon Ki.

“Ah aku malu kalo harus berdua..” Minji malu.

“Sudahlah jangan malu – malu!” Joon Ki memaksa sambil menarik Minji. Minji pun naik ke anjungannya. Tapi…..

Dueeeeng…..wuuuuuussssssss……ombak di anjungan agak sedikit besar.

“Aku takut….gak jadi akh!” Minji mnegurungkan niatnya setelah melihat laut lalu dia turun kembali. Joon Ki kecewa.

“Rasain Joon Ki…”Gomwoon merasa puas. “Minji di sebelah sini saja !” Gomwoon menawarkan Minji untuk berfoto dekat pagar saja.

“Iya deh di situ aja…” Minji pun mau dan dia mulai berpose layaknya artis. Beberapa lama kemudian…

Tuing…tuing….

“Aku pusing…Mual….We….aku mau muntah…” Minji pusing.

“Aku antar!” Joon Ki menawarkan diri.

“Aku udah gak tahan….we…” Minji mual – mual. Di kamar mandi….

“We…..” Minji mengeluarkan semuanya, dia pun langsung keluar dari toilet. Selanjutnya……

“Sudah?” tanya Joon Ki.

“Sudah….masih pusing..ini kali yah rasanya naik ferry!? Bikin mual…” keluh Minji.

“Semua orang bisa mengalaminya kok! Ini kamu minum..” Joon Ki menyodorkan sari buah.

“Makasih….” ujar Minji. Setelah 40 menit perjalanan menyebrang, mereka merapat juga di Pelabuhan Haumokdong waktu menunjukkan jam 2 siang waktu setempat. Mereka pun turun dari kapal.

“Aku gak mau lagi naik Ferry! Aku kapok…”keluh Minji.

“Nanti pulangnya juga kan naik ferry lagi..” ujar Joon Ki.

“Kalo aku kuat…aku mau berenang saja…” Minji menyepelekan.

“Semoga kamu gak jadi santapan hiu nanti…” kata Gomwoon. Tak lama berselang Joon Ki datang menghampiri dengan mobilnya.

“Ayo Minji naik..!” ajak Joon Ki tanpa melihat Gomwoon. Minji yang melihat hal tersebut langsung mengajak Gomwoon.

“Ayo Gomwoon!” Minji menarik tangan Gomwoon. Joon Ki hanya diam dan merasa panas.

“Joon Ki kita mau ke mana?” tanya Minji.

“Seobin Baeksa…” jawab Joon Ki.

“Hah Seobin Baeksa yang jadi Monumen Alam itu? Yang ada mercusuarnya? Yang menghadap ke laut?” Minji kaget.

“Iya….Nanti kita ke sana melihat sunset…” kata Joon Ki. Gomwoon hanya diam.

“Asiiiiik….Eh Gomwoon kamu kok diam aja? Kamu mabuk juga ya?” tanya Minji.

“Sariawan kali Minji…” timpal Joon Ki. Gomwoon menatap tajam Joon Ki.

“Semua ini karena kamu Joon Ki…” gumam Gomwoon dalam hati.

“Heh jangan begitu Joon Ki…!” Minji menepuk pundak Joon Ki. “Gomwoon nikmati saja liburannya…” ujar Minji. Gomwoon hanya tersenyum simpul. Mereka bertiga melanjutkan perjalanan menuju Seobin Baeksa. Di dalam mobil….

“Minji kamu nanti mau mencoba naik kapal selam buat nikmatin keindahan Taman Laut?” tanya Gomwoon.

“Aku mau…pasti indah banget…” jawab Minji. “Aku sering ngelihatnya hanya di tayangan – tayangan dunia satwa aja…Tapi sebenarnya aku hanya ingin melihat matahari tenggelam bersama orang yang spesial…” lanjut Minji.

“Apakah orang spesial itu ada di antara kami?” tanya Joon Ki mendadak.

“Hah?” Minji tersentak kaget begitu pula dengan Gomwoon yang langsung menatap Joon Ki. Sementara Joon ki tetap memandang lurus ke arah jalanan.

“Aku….aku…aku…gak tau…” Minji gugup. Minji bergumam….

“Aku bingung harus menjawab siapa di antara kalian yang menjadi orang yang spesial buat  aku…aku menyukai Joon Ki sejak awal, walalu pun dia sudah membuatku sakit hati tapi aku gak bisa berbohong,, aku masih menyukai dia…Sedangkan Gomwoon…entah ini perasaan apa, aku merasa simpati padanya setelah aku tau bahwa dia ternyata anak yang baik…”

Sementara itu….

“Minji aku selalu berharap bahwa akulah yang menjadi orang spesial tersebut…jangan Gomwoon…Aku memang bersalah sudah membuatmu sakit hati atas pernyataanku malam itu…Tapi aku ingin kamu memilih aku…” Joon Ki bergumam.

Suasana hening…Tiba – tiba….

Kriuuuuukkkk…..

Tuiiiiingggg….

“Aduh aku lapar lagi….hehehehe *^-^*” ternyata itu suara cacing di perut Minji yang tengah bernyanyi seriosa tanda mereka minta diberi makan.

“Kita mencari tempat makan lokal saja..” kata Joon Ki. Setelah beberapa saat mencari, mereka berhenti untuk makan. Mereka makan di sana dan yang paling terlihat sangat lapar adalah Minji. Akhirnya…..

“Kenyaaaaang….” Minji merasa kenyang.

“Wah aku gak nyangka kamu makan sebanyak itu….” ujar Gomwoon.

“Aku butuh banyak energi…” ujar Minji (butuh banyak energi apa emang udah dari sononya doyan makan seh?).

“Minji aku keluar duluan…” Gomwoon pamit.

“Iya…” kata Minji. Joon Ki hanya diam selama Gomwoon berada dekat dia.

“Syukurlah dia pergi juga…aku lebih leluasa dengan Minji sekarang…” Joon Ki bergumam. Lalu…

“Minji,,aku benar – benar ingin minta maaf atas kejadian malam itu…” kata Joon Ki.

“Sudah Joon Ki jangan membicarakan hal itu lagi…Aku udah maafin kamu kok…” jawab Minji.

“Terima kasih Minji…dan satu hal lagi yang ingin aku sampaikan…” kata Joon Ki.

“Apa itu?” tanya Minji.

“Aku selalu menyukaimu dan aku gak akan membiarkan Gomwoon merebut kamu…Aku juga menginginkan aku lah yang menjadi orang spesial dalam hidup kamu…” jelas Joon Ki.

“Joon Ki itu bukan satu hal, berarti ada tiga hal yang kamu sampaikan buat aku…” kata Minji yang tadi ternyata menghitung hal – hal yang dibicarakan Joon Ki.

“Ya lebih sedikit gak apa – apa kan? Kalo begitu aku duluan..aku tunggu kamu diluar..” Joon Ki berjalan keluar.

“Ya Tuhan….sekarang aku benar – benar bingung!” gumam Minji.

“Aaaaaaaargh….” Minji teriak, serentak orang – orang yang berada di tempat tersebut menoleh ke arahnya.

“Aduh maaf…maaf…hihihi…aku segera keluar saja…” Minji pun berlari ke luar menghampiri Joon Ki dan Gomwoon yang sudah menunggunya dekat mobil. Gomwoon tengah asik menghisap rokok. Minji menghampirinya.

“Merokok itu tidak baik buat jantung, paru – paru, dan bisa menyebabkan impotensi serta gangguan janin…!” Minji mengambil rokok itu dari tangan Gomwoon dan menjatuhkannya terus menginjaknya.

“Apakah kamu mau nanti jantung, paru – paru, dan hidup kamu rusak hanya karena benda seperti ini?” tanya Minji. Gomwoon hanya memandangi wajah Minji dari balik kacamata hitam besarnya.

“Minji aku senang kamu berkata seperti itu….itu tandanya kamu memberiku perhatian…” gumam Gomwoon dalam hati.

“iya Minji maaf…” Gomwoon minta maaf.

“Awas yah sayangi diri kamu sendiri Gomwoon…” pesan Minji. “Ayo kita lanjutkan perjalanan….” ajak Minji.

“Yupz…Tapi sepertinya kita tidak bisa menikmati indahnya bawah laut Pulau Udo ini…” Joon Ki terlihat menyesal.

“Ya tidak apa – apa mungkin belum saatnya.. Aku kan menantikan saat – saat matahari tenggelam….” ujar Minji.

Joon Ki dan Gomwoon hanya menatap wajah Minji yang tersenyum. Mereka pun melanjutkan perjalanan menuju Seobin Baeksa. Mesin mobil pun menyala. Di dalam perjalanan…

“Dari sini masih jauh?” tanya Minji yang mulai gak sabar ingin sampai ke tempat tujuan.

“Sebentar lagi…” jawab Joon Ki dengan singkat.

“Sabarlah Minji…” ujar Gomwoon.

“Mataharinya kan gak bisa nunggu….” Minji mulai tidak bisa menahan kesabarannya.
“Kalo begitu…kencangkan sabuk pengaman…bersiaplah…!” suruh Joon Ki. Gomwoon dan Minji mulai mengencangkan sabuk pengamannya. Kecepatan laju mobil pun bertambah kencang. Minji merasa ketakutan.

“Joon Ki jangan berbuat macam – macam!” ujar Minji.

“Tenang saja Minji…Kita akan sampai ke sana sebelum matahari tenggelam dan selamat…” kata Joon Ki.

“Ya Tuhan aku masih ingin hidup….” Minji berdoa sambil memejamkan matanya,  sementara itu Gomwoon seperti terlihat biasa saja.

“Tenanglah Minji aku di sini….” Joon Ki berusaha menenangkan Minji. Mobil melaju kencang sampai pada akhirnya setelah beberapa saat dalam keadaan mobil yang melaju kencang…..

Cekiiiiiiiit…Suara rem mobil.

“Minji….” Joon Ki memanggil Minji.

“Minji….hai Soo Minji….” Gomwoon mengguncang – guncangkan tubuh Minji.

“Apa kita sudah sampai?” tanya Minji sambil memejamkan matanya rapat – rapat.

“Kita sudah smpai…” ujar Joon Ki. Minji perlahan – lahan membuka matanya.

“hahahahaahah..aku selamat…semuanya masih utuh… Terima kasih Tuhan…” Minji memegang pipinya dan tubuhnya seolah – olah seperti baru saja selamat dari suatu kecelakaan.

“Aku menepati janji aku Minji…kamu sampai tujuan dengan selamat….” kata Joon Ki, lalu….

“Minji welcome to Seobin Baeksa….” kata Joon Ki dan Gomwoon bersamaan. Waktu menunjukkan pukul 4.30 sore.

            Di depan Minji terhamparlah sebuah pemandangan ke arah lautan lepas yang luas membentang. Terdapat tebing yang tinggi di mana di ujung tebing tersebut terdapat sebuah mercusuar yang langsung menghadap cakrawala. Selain itu terhampar pantai dengan pasir putih membentang disertai deburan ombak yang tenang. Minji pun dibuat kagum dengan pemandangan tersebut.

“Tuhan memang hebat…Aku baru kali ini melihat pemandangan seindah ini…Joon Ki..Gomwoon aku merasa….Aaaaaaaaaaaaaah” Minji berteriak lalu berlari ke arah pantai dan berjingkrak – jingkrak bermain – main dengan ombak. Minji terlihat senang. Joon Ki dan Gomwoon tersenyum melihat ekspresi bahagia Minji.

“Joon Ki…Gomwoon…Sini kita main air….” Minji memanggil mereka berdua.

“Tunggu aku Minji….” Joon Ki dan Gomwoon berteriak bersamaan, dalam sekejap mereka saling pandang lalu…..

SREEET….. mereka berdua berlari saling mendahului.

“Aku yang duluan…” ujar Joon Ki.

“Kita lihat saja Lee Joon Ki….” timpal Gomwoon. Mereka berdua berlari bersamaan dan tiba bersamaan.

“Wah kalian sama – sama cepat yah? Dan ini buat kalian….” Minji menciprat – cipratkan air laut ke arah Joon Ki dan Gomwoon. “Hahahahahahahahaha rasakan itu…” Minji tertawa.

“Baiklah Minji ini yang kamu inginkan..” ujar Joon Ki dan Gomwoon sambil membalas Minji.

“Aaaaaaaaa.hahahahahahahahaha…kalian curang beraninya main keroyokan…” Minji kewalahan dan akhirnya kebasahan. Setelah beberapa saat bermain air…

“Yaaaah basah… kalian seh main air…” kata Minji.

“ingat Minji siapa yanng mulai duluan? hahahahahahhaha” kata Joon Ki.

“Aku mau ganti baju akh!” Minji beranjak dari situ dan melihat – lihat sekeliling untuk mencari tempat membasuh badannya dari air laut.

“Tuh di sana ada tempat bersih – bersih!” Gomwoon menunjuk ke arah dekat mercusuar.

“Oh iya…aku ke sana yah? Jangan ngintip….” kata Minji.

“hati – hati minji…” kata Joon Ki.

“Iya…” ujar Minji sambil berlari. Lalu di tepi pantai….

“Joon Ki…..” Gomwoon memulai pembicaraan.

“Apa?” timpal Joon Ki.

“Aku hanya ingin minta maaf atas perlakuan ayahku terdahulu…” Gomwoon minta maaf.

“Minta maaf lah pada ayahku…” timpal Joon Ki.

“Aku sudah berusaha melakukan hal itu…” kata Gomwoon. Joon Ki hanya terdiam.

“Gomwoon…” kata Joon Ki. “ Apa kamu benar – benar menyukai Minji?”

“Aku tidak perlu menjawab hal itu untuk yang kedua kalinya…” jawab Gomwoon.

“Aku juga menginginkan Minji sama seperti kamu…” timpal Joon Ki. Lalu…

“Hayoooh aku datang….” Minji datang dengan tiba – tiba mengagetkan mereka berdua.

“Wah kalian ternyata menjadi akrab yah?! Aku seneng banget…” ujar Minji. Joon Ki dan Gomwoon hanya terdiam.

“Minji sunsetnya sebentar lagi…” kata Joon Ki.

“Aku ingin dari mercusuar…. Ayo kita mercusuar… Pliiiiis….. ” Minji membangunkan Joon Ki dan Gomwoon bersamaan. Mereka pun bangkit dan langsung menuju mercusuar yang terletak di ujung tebing Seobin Baeksa tersebut.

Sesampainya di sana mereka langsung menaiki anak tangga yang begitu banyak untuk mencapai lantai paling atas dari menara tersebut. Minji semangat sekali demi mendapatkan pemandangan indah saat matahari tenggelam di ujung tebing. Beberapa saat kemudian….

“Sampai juga….Joon Ki….Gomwoon ayo sini deket aku kita lihat mataharinya!” Minji memanggil mereka. Joon Ki dan Gomwoon saling berpandangan satu sama lain, mengharapkan jawaban dari Minji mengenai orang spesial yang ingin mendampinginya saat melihat matahari tenggelam.

“Joon Ki…Gomwoon…kenapa malah diam di situ? Sini…aku gak mau ngelihat matahari tenggelam ini sendirian….” Minji menarik mereka berdua. Minji berada di tengah – tengah, di antara Joon Ki dan Gomwoon. Beberapa saat kemudian….

            Matahari sedikit demi sedikit membenamkan dirinya di cakrawala dunia yang menyemburatkan warna merah jingga kekuning – kuningan menimbulkan kesan damai disertai suara deburan ombak di pantai, suara cicitan camar yang terbang melintas menambah merdunya alunan suara alam yang mendamaikan hati. Pemandangan spektakuler yang belum pernah Minji lihat.

“Begitu indah….Aku gak bisa bicara apa – apa lagi selain….Mengagumkan….” kata Minji.

“Ya begitulah….” ujar Joon Ki. Lalu….

“Minji I LOVE U….” Joon Ki dan Gomwoon serempak.

Deg….Minji merasa tidak karuan.

“Minji….aku ingin tau..siapakah orang yang spesial tersebut?” tanya Gomwoon tiba – tiba. Joon Ki menatap tajam Gomwoon dan mengalihkannya pada Minji.

“ Orang itu adalah……” Minji menjawab.

Deg deg deg deg deg…Wajah cemas Joon Ki dan Gomwoon begitu jelas terlihat.

“Berikan aku waktu untuk berfikir ….” jawab Minji dengan tatapan lurus ke arah cakrawala. Joon Ki dan Gomwoon memandangi wajah Minji lalu mengalihkan pandangan mereka juga ke arah depan juga.

“Baiklah Minji aku akan tunggu jawabanmu..tapi selama itu aku akan tetap berusaha mendapatkanmu seutuhnya….” gumam Joon Ki dalam hati.

“Minji aku akan tetap setia….Demi kamu aku rela merubah semuanya…Karena aku merasa yakin bahwa kamu memang hanya untukku….” gumam Gomwoon.

*TO BE CONTINUED*