Title    : [HeeSeira Couple] Because My Boyfriend is You, Kim Heechul!

Author : Seichiko a.k.a Dhitia

Length : Oneshot

Genre  : Romance, Comedy (?)

Cast     :

Kim Heechul

Kim Seira

Other Cast

 

 

Hay-hay, ketemu lagi sama HeeSeira Couple. Ini bukan sequel dari Epilog Heeseira ya, karena author buat HeeSeira Couple sebagai cerita Oneshot. Untuk Epilog kemarin, anggep aja sebagai pengenalan tokoh karena itu cerita perdana author. Oiya, buat yang kemarin udah komen, gomawoyo… semoga bisa jadi motivasi buat author *ciaaaelah*. Okay, langsung aja lah author beri. HAPPY READING…🙂

Recommed song : Bruno Mars – Just The Way You Are

*****

 

Jino memandang gadis dihadapannya dengan wajah kusam. Merasa jadi orang paling bodoh karena mau berteman dengannya.

“Seira-ya, lihat sudah jam berapa!” tegur satu suara dari belakang Seira. Suara namja yang terdengar sangat berat.

Gadis bernama Seira tersebut hanya duduk terdiam sambil terus membaca komik yang baru saja dibelinya. Kata-kata namja tadi bagai angin yang lewat di telinga.

“Kim Seira, lihat sudah jam berapa! Kau bilang ada janji dengan ahjussi itu. Kalau sampai terlambat, tamatlah riwayatmu!” desis namja itu lagi.

Seira menoleh dengan kesal. “Aissh, jinjja! Yaa! Park Jino-ssi, aku ini sedang konsentrasi membaca. Kalau kau mau menggangguku nanti saja. Arasseo?” omel Seira ke arah Jino.

“Fiuh, terserah kau sajalah. Tapi jangan menyalahkanku kalau kau sampai terlambat!” Jino hanya bisa berkata pasrah. Entahlah, sahabatnya yang bernama Kim Seira adalah gadis paling dingin sedunia. Ia tidak pernah ambil pusing masalah kekasihnya. Padahal yang Jino tahu, kekasihnya itu sangaaat menyeramkan.

 

20 minutes later

“Hah, komik ini biasa saja!” Seira menutup komik yang baru dibacanya dengan wajah bosan. Seira pikir ceritanya akan bagus, ternyata biasa saja. “Hoammm…” Seira menguap tanda bosan, dan matanya terasa lelah karena membaca selama setengah jam.

“Jino-ya, irona! Sekarang jam berapa?” Seira menepuk pundak Jino yang tertidur dan bersandar pada pohon.

Jino membuka matanya yang terasa lengket dengan kesal. Dan menatap Seira dengan pandangan jijik. “Seira-ssi, kau itu juga memakai jam tangan, jadi kenapa harus bertanya padaku?!” sindir Jino tajam.

‘”Hyeh… aku lupa.” Seira menjulurkan lidahnya sambil tersenyum kecil. Salah satu kebiasaan Seira yang bisa membuat siapa saja dengan mudah memaafkannya.

Satu jitakan melayang di kepala Seira. Kadang Jino sering berfikir, gadis babo seperti Seira bisa mendapat namjachingu yang seorang Hallyu Star. Dunia ini benar-benar sudah gila!

“Omoo~ aku terlambat! Jino-ya, aku terlambat! Hah, ottokhae?” jerit Seira panik saat melihat jam tangannya. Ternyata sudah jam dua lewat sepuluh menit. Bagaimana ini, padahal Seira ada janji jam dua tadi.

“Rasakan Kim Seira! Sejak tadi aku sudah mengingatkanmu kan? Tapi kau tidak mau mendengarku.”

Seira menjitak pelan kepalanya berkali-kali. Melihat hal tersebut Jino jadi kasihan dan mencoba mencarikan solusi.

“Aissh, kau menghabiskan banyak waktu. Lebih baik kau segera pergi. Ayo aku antar,” tawar Jino. Paling tidak, jika Jino mengantar Seira maka ia tidak akan dimarahi.

“Tidak usah, aku bisa pergi sendiri.” Seira takut jika ia pergi bersama Jino hanya akan menambah daftar kesalahannya. Karena kekasihnya itu sangat pencemburu. “Jino-ya, aku pergi. Annyeong…” kata Seira sambil melambaikan tangannya tidak rela.

“Seira-ya, hwaiting!!!” seru Jino memberikan semangat.

“Zzz…”

 

Seira berlari kecil ke arah parkiran kampus. Berkali-kali gadis berambut panjang itu melirik jam tangannya. Telat! Hari ini ia telat lagi! Sudah lima belas menit ia telat, dan itu membuat tangannya gemetar. Ya Tuhan, bagaimana nasibnya nanti?

Masih dengan nafas tersengal, Seira memandang sekeliling parkiran kampus, dan mendapati sebuah mobil terparkir dibawah pohon rindang. Mobil itu kelihatan angkuh, sangat mirip dengan sang pemilik.

Tok, tok!

Seira mengetuk kaca mobil. Dengan satu gerakan pintu mobil itu terbuka, dan Seira segera masuk ke dalamnya masih dengan wajah sedikit pucat.

“Oppa… mianhaeyo, jalmothaesseoyo. Aku sudah membuatmu menunggu… emn… sekitar…” Seira melihat jam lagi, mencoba menghitung keterlambatannya.

“Yaa! Kim Seira! Kau itu sudah terlambat dua puluh menit, dua puluh menit!” bentak Heechul dengan wajah seram.

Seira memandang Heechul dengan wajah masam. Sebenarnya Seira sudah tahu bahwa Heechul akan marah. Namja yang satu itu sangat benci menunggu. Batas kesabarannya hanya sampai sepuluh menit. Dan sekarang Seira sudah telat dua puluh menit. Maka jelas sekali Heechul akan memarahinya.

“Aku kan sudah minta maaf padamu oppa, apa tidak cukup?” tanya Seira polos.

Heechul mengibaskan tangannya kesal. “Sudahlah, jangan dibahas lagi. Sekarang cepat ganti pakaianmu!” perintah Heechul.

Mata Seira terbelalak. “Ganti pakaian? Memangnya kita mau kemana?”

Heechul mendengus sebal, gadis ini benar-benar babo. “Yaa! Bukankah kemarin aku sudah bilang. Jadwal kencan kita hari ini adalah ke bioskop, kau bilang ingin menonton film. Dan kau tentu saja harus menyamar sebagai anak sekolah jika kita ingin ke bioskop.”

“Oppa, hari ini aku tidak membawa seragam sekolah. Lagipula aku tidak ingat pernah berjanji seperti itu padamu,” balas Seira datar.

Perlahan Heechul mendekatkan tubuhnya kearah Seira. Dengan cepat Seira menutup wajahnya dengan kedua tangan, takut terjadi hal yang tidak diinginkan.

“Yaa! Sakit oppa!!!” jerit Seira saat Heechul menarik pipinya dengan kasar. Rahang Seira terasa mau putus. Aigoo, kenapa Seira bisa memiliki kekasih yang sangat menyeramkan seperti Kim Heechul?!

“Heechulie, berhentilah bersikap childish. Kau itu sudah tua!” omel Seira sambil mengusap pipinya yang masih terasa panas.

“Yaa! Barusan kau panggil aku apa? Heechulie? Aku ini jauuuh lebih dewasa darimu, jadi jangan pernah memanggilku dengan kata tidak sopan seperti itu!” kali ini ditariknya hidung Seira hingga berwarna merah.

“Aissh, hentikan oppa. Aku sedang tidak ingin bertengkar denganmu. Teriakan oppa itu sangat kencang dan membuat telingaku sakit! Kita pergi ke Dorm sajalah.”

Heechul terdiam dan menyadari satu hal, bahwa pertengkaran barusan itu memang… tidak penting! Tetapi jiwa jahil milik Heechul sedang muncul, ia jadi ingin sedikit menggoda Seira. “Mianhaeyo…” ucap Heechul pelan. Dan sedetik kemudian ditariknya dagu Seira mendekat, dan mengucapkan satu kata yang paling Seira benci sejak dulu. “Kalau begitu mau aku berikan Fanservis tidak? Anggap saja sebagai permintaan maaf.”

“ANDWAE!” Seira segera menjauhkan wajahnya yang terasa panas. Heechul menyebalkan!

“Kekeke, kau itu polos sekali!” Heechul tertawa puas. “Tentu saja aku tidak akan memberikan fanservice padamu. Kau itu belum genap 22 tahun.”

Seira menggaruk kepalanya yang tidak gatal. “Memang apa hubungannya?”

“Emn, begini ya. Firstkiss-ku terjadi pada usia 22 tahun, dan kau juga harus sama denganku! Sebelum usiamu 22 tahun, aku tidak akan menodaimu. Arasseo?” goda Heechul sambil mengedipkan sebelah matanya.

Seira berusaha menahan mual. Cissh, kata itu lagi. Saat awal pacaran dulu, Seira memang takut pada kata fanservice. Ia takut mendapatkan pelukan, rangkulan atau kisseu seperti yang sering Heechul lakukan pada member lainnya saat SuShow. Tapi kenyataannya, gertakan Heechul itu hanya angin. Ratusan kata fanservice, tapi tidak satupun yang terbukti. Karena sampai detik ini, hubungan mereka hanya sebatas usapan dikepala dan gandengan tangan saat menyeberang.

“Coba saja kalau berani, akan kupastikan sepatuku mendarat diwajahmu yang mulus itu… Kim Heechul-ssi!”

*****

…Super Junior’s Dorm, 11th floor…

 

 “Hah, lelahnya…” ucap Seira sambil memukul pundaknya pelan saat masuk kedalam Dorm. Sepertinya tidak ada yang lebih melelahkan selain bertengkar dengan kekasihmu sendiri.

Mata Heechul membulat. “Yaa! Kau itu lelah kenapa hah?! Dari tadi kan yang menyetir itu aku!” protes Heechul sambil mencibir.

“Aku lelah bertengkar denganmu oppa,” jawab Seira jujur.

Heechul tidak menghiraukan Seira, ia malah menyalakan laptop dan menaruhnya dihadapan Seira. “Sayangnya kau tidak boleh lelah. Kencan kita gagal karena kesalahanmu, jadi kau harus aku hukum!”

“Mworago? Again?” jerit Seira saat melihat apa yang ada dihadapannya kini. Onet. Heechul menyuruhnya bermain Onet, lagi?!

“Tentu saja! Karena sampai detik ini kau belum bisa menamatkan games semudah Onet. Kau itu harus banyak berlatih Seira sayang.”

Jujur Seira bukan maniak games. Ia memang suka, tapi hanya sebagai hiburan. Bukan kebutuhan utama seperti yang Heechul lakukan. Masalahnya adalah, Heechul pernah berkata jika pendampingnya kelak harus pintar bermain games. Jujur Seira tidak berniat sama sekali menjadi pendamping Heechul, tapi ia takut dilempar dari lantai 11 jika mengatakannya sekarang.

Sudah setengah jam mata Seira menatap Onet, dan kini matanya mulai terasa perih. Mata Seira melirik kearah sofa. Ternyata Heechul ketiduran.

Mata Seira menatap curiga, karena terkadang Heechul itu suka pura-pura tidur saat Seira bermain games. Lalu saat Seira melarikan diri, Heechul akan menarik tangannya dan memberikan tatapan seram itu. Seira sedang malas bertengkar saat ini.

Seira memperhatikan sosok Heechul lagi. Oke, sepertinya kali ini Heechul oppa tidur sungguhan. Seira segera beranjak dari duduknya dan menuju lemari es. Untuk apa Seira harus takut pada Heechul? Toh ia hanya ingin mengambil juice, bukannya melarikan diri dari Onet.

“Heebum-a…” seru Seira riang, saat melihat Heebum keluar dari dalam kamar. Seira segera menggendong Heebum dan sesekali mencium kepalanya. “Heebum-a, bogoshipo.”

“Heebum-a, kau tahu? Tadi aku bertengkar lagi dengan oppa. Dia benar-benar… menyebalkan! Hah, tidak bisakah ia mengurangi sifat temperamennya itu sedikiiit saja? Yaa! Heebum-a…”

Tiba-tiba Heebum loncat dan menghindar dari pelukan Seira. Sepertinya Heebum merasakan sesuatu…

“Kim Seira-ssi, berhentilah berbicara pada Heebum. Dasar yeoja aneh! Kalau berani katakan langsung padaku!” seru satu suara dibelakang Seira.

Mendadak bulu kuduk Seira bergidik. Aissh, Kim Heechul selalu membuatnya ketakutan. Takut ditusuk dari belakang!

“Ah, Heechul oppa. Rupanya kau sudah bangun,” tanya Seira basa-basi.

Heechul mengeluarkan evil smile, kini perasaan Seira tidak enak. Sepertinya Heechul merencanakan sesuatu.

“Ah, bosan! Bagaimana kalau kita bermain sesuatu,” kata Heechul dengan wajah aneh, berusaha memecah keheningan.

“Apa?” tanya Seira curiga.

Heechul menggaruk pipinya bingung. “Molla, aku hanya bosan dengan suasana Dorm yang sangat sepi. Kita bermain fan…”

“Andwae! Seira-ya, jangan pernah bermain dengan Kim Heechul. Arasseo?” tiba-tiba Leeteuk keluar dari kamar Kyuhyun dan menarik tangan Seira hingga kini berdiri disebelahnya, tepat sebelum Heechul menyelesaikan kalimatnya tadi.

Leeteuk memiliki tanggung jawab besar terhadap Seira. Karena Seira itu adalah sepupu Kangin, jadi sudah kewajiban Leeteuk untuk menjaganya dari tangan Heechul yang menakutkan.

“Hah, kau itu sangat menganggu Leeteuk-ssi!” keluh Heechul.

“Aku hanya melindungi dongsaengku dari makhluk menyeramkan sepertimu!”

Heechul mengaruk rambutnya kesal. “Sei-ya, ayo aku antar pulang. Tempat ini sudah tidak aman!” Heechul menarik tangan Seira dan mengambil tasnya sebelum keluar Dorm.

“Yaa! Yaa! Yaa! Kim Heechul!” lengkingan Leeteuk menghilang dari balik pintu.

Sepanjang perjalanan menuju rumah Seira, Heechul hanya mengeluh panjang. “Hah, Leeteuk babo! Kenapa ia selalu mengganggu kita? Aissh, dia benar-benar menyebalkan!”

Jujur saja Seira sangat berterima kasih pada Leeteuk oppa, karena ia telah menyelamatkannya dari Heechul. Hanya saja Seira agak sedikit kasihan saat mendengar Heechul yang terus-menerus mengeluh.

“Sudahlah oppa, hentikan keluhanmu itu. Kita kan masih bisa bertemu lagi lain waktu,” omel Seira yang telinganya mulai panas mendengar kalimat Heechul.

Heechul menatap Seira tajam. “Kapan? Kita itu sama-sama sibuk! Aku dengan segala pekerjaanku, dan kau dengan skripsimu. Kita hanya punya berapa hari dalam seminggu? Aissh, kau itu benar-benar gadis yang jahat!”

“Keuraeyo? Kalau begitu kita akh…”

“ANDWAE!!!” jerit Heechul sebelum Seira mengeluarkan sebuah kalimat yang paling Heechul benci.

*****

…Seira Bed Room, 08.30 PM…

 

Seira menarik nafasnya dengan berat dan memijat keningnya yang cukup sakit akibat pertengkaran tadi siang. Dengan wajah datar Seira memandang langit-langit kamarnya yang berwarna biru muda. Kemudian pandangannya beralih pada satu foto diatas meja belajarnya. Lagi-lagi bertengkar! Sepertinya tidak ada hari tanpa bertengkar.

Hubungannya dengan Heechul sudah berlangsung setahun (kalau tidak salah). Selama ini, Seira selalu merasa sama. Tidak ada kemajuan atau perubahan yang berarti pada sifat Heechul. Dan itu membuat Seira frustasi akut.

Bagaimana tidak, sejak awal pacaran sampai detik ini sifat Heechul tidak berubah. Masih pemarah, galak, senang mengganggu, jahil, childish, aneh, dan yang paling parah adalah sifat temperamennya itu. Kadang Heechul bisa bersikap sangat baik dan perhatian, lalu detik berikutnya berubah galak dan sedikit menakutkan. Sampai kapanpun, Seira tidak akan bisa beradaptasi dengan sifat Kim Heechul.

Seandainya boleh memilih, tentu Seira akan mengganti kekasihnya itu dengan namja lain. Yang baik hati, berwajah tampan dan mempesona seperti Lee Donghae. Tetapi masalahnya, sejak awal mereka memutuskan untuk pacaran, Seira sudah tidak punya pilihan lagi.

…Flashback, Mei 2010…

 

Seira melirik jam tangannya, sudah pukul dua siang. Berarti sebentar lagi acaranya akan dimulai. Aissh, tapi Hyorin belum datang.

Seorang gadis berlari ke arah Seira. Dengan nafas tersengal ia meminta maaf pada Seira. “Seira-ya, mianhae. Aku tidak sengaja datang telat. Tadi eomma memintaku untuk membantu…”

Belum sempat Hyorin memberi penjelasan, Seira sudah berlari sambil menarik lengan Hyorin ke sebuah gedung di daerah Gwangjin. Hari ini ada fanmeeting, dan Hyorin dengan sengaja datang telat. Nyaris saja Seira memukul kepala Hyorin dengan sepatu ketsnya.

“Yaa! Park Hyorin, ini semua karena kau! Kita dapat urutan terakhir karena kau!” desis Seira tajam dengan wajah angkuh miliknya. Seira kesal saat melihat antrian di hadapannya yang sangat panjang. “Aissh, jinjja!”

“Mianhaeyo, aku tidak sengaja.” Hyorin menunduk, tidak berani menatap Seira. Baginya, menantang Seira yang sedang emosi sama saja dengan memasukkan tangan ke mulut harimau. Sekali melakukannya, maka akan menyesal seumur hidup. Ah aniii, paling tidak kau akan menyesal selama seminggu.

“Kalau aku sampai gagal bertemu Donghae oppa, akan kugantung kau dihalaman kampus!”

Mata Hyorin melebar.

*

Sebentar lagi giliran Seira, ia akan segera bertemu dengan Lee Donghae idolanya. Aigoo, jantung Seira terasa mau loncat. Ia tidak menyangka jika melihat Donghae oppa bisa membuatnya terkena serangan jantung mendadak!

Lee Donghae duduk di urutan ketiga, setelah Leeteuk dan Heechul. Sejak masuk tadi, pandangan Seira hanya tertuju pada satu titik. Seira kurang berminat menatap namja yang lain. Jadi saat tiba gilirannya, Seira hanya berjalan kearah satu titik itu. Seira bahkan lupa jika ada Leeteuk dan Heechul yang sudah memasang senyum untuk menyambutnya.

“Annyeonghaseyo…” sapa Donghae pada gadis yang kini tersenyum lebar dihadapannya.

“Donghae oppa,” sapa Seira, masih dengan senyum yang lebar.

“Siapa namamu?” tanya Donghae sebelum mengisi notebook milik Seira.

“Kim Seira.”

“Usia?”

“November nanti dua puluh satu tahun oppa.”

“Hehehe, itu kan masih lama. Berarti usiamu masih dua puluh.”

Seira hanya tersenyum dengan wajah melayang.

“Baiklah… apa kau seorang Fishes?”

Seira mengangguk mantap.

 

Special to you: Kim Seira (20), cute Fishes… From: Lee Donghae

YYY

 

Seira tertawa pelan melihat hasil karya Donghae. Ia sangat sempurna! Tidak ada yang lebih membahagiakan selain menjadi seorang Fishes.

Dari radius dua meter, Heechul menatap gadis kurang ajar itu dengan tatapan ingin menusuk! Selama ini Heechul selalu percaya bahwa jumlah fansnya (Petals) paling banyak diantara member yang lain. Tapi teori itu terbantahkan hanya karena satu gadis. “Yaa! Siapa namamu?!” tanya Heechul, atau lebih tepatnya disebut bentakan.

Seira terdiam. Hyorin yang baru selesai meminta tanda tangan Leeteuk segera mendekati Seira dan mewakilinya untuk berbicara. “Kim Seira, oppa. Dia ini seorang Fishes, jadi…” suara Hyorin menghilang, ia baru tahu jika Heechul asli sangat menakutkan.

“Aigoo, Seira-ya…” potong Manajer Hwan yang kini berada dihadapan Heechul. Ia takut jika Heechul akan memukul Seira, hal yang biasa Heechul lakukan jika sedang marah pada seseorang. “Dia ini sepupu dari Kangin, apa kalian tidak tahu?”

Semua menggeleng kompak.

*

Entah ada angin apa, Manajer Hwan menyuruh Seira datang ke Dorm keesokan harinya. Jelas saja Seira terima dengan senang hati. Berarti hari ini ia bisa bertemu dengan Donghae oppa lagi, asik!

Oh, ternyata bentuk Dorm Super Junior itu seperti ini…” kata Seira dalam hati, matanya terus memperhatikan Dorm Super Junior dari luar.

“Masuklah,” ajak Manajer Hwan saat melihat Seira berdiri didepan Dorm.

Saat memasuki Dorm, tiba-tiba Manajer Hwan menghilang. Perasaan Seira jadi tidak enak. Ternyata benar…

“Yaa! Kau itu sedang melihat apa, hah?!” ucap satu suara keras dibelakang Seira.

“Annyeong Heechul Oppa…” sapa Seira malas sambil menundukkan kepala hormat. Aissh, namja menakutkan itu lagi!

Heechul berjalan mendekat, lalu meneriakan sebuah kalimat yang Seira yakin 100% sudah direncanakan sebelumnya. “Yaa! Bagaimana kalau kita pacaran?!”

“Mworago?” pekik Seira.

“Sudah selesai belum?” tanya para member Super Junior dari dalam kamar.

“Sudaaah…” Heechul memberi komando, dan semua orang pun keluar dari dalam kamar. Bahkan Seira dapat melihat dengan jelas bagaimana wajah Donghae yang ikut tersenyum meledek.

“IGE MWOYA?” Seira berteriak frustasi.

Tepukan Heechul dipundak Seira menjawab semuanya. “Perkenalkan, dia adalah kekasih baruku. Biarpun ia masih kecil, tapi kalian harus menghormatinya. Kelak ia akan menjadi Mrs. Kim, arasseo?”

“Aratsoyo, Mr. Kim,” jawab semuanya kompak sambil tersenyum aneh.

Seira melongo. Bingung. Speechless. Lebih tepatnya ingin loncat dari lantai 11.

*

Tidak ada yang lebih buruk selain hari itu! Seira tahu persis bagaimana sifat Heechul, makanya Seira tidak pernah menjadi Petals. Ia sangat takut. Tapi sekarang, Seira berfikir jika lebih baik ia menjadi Petals daripada kekasih seorang Kim Heechul.

Percaya atau tidak, Heechul adalah member Super Junior pertama yang berhasil membuatnya mual saat tengah malam. Waktu itu Seira tidak bisa tidur, padahal jam sudah menunjukkan pukul satu dini hari. Dengan mata agak merah Seira mengambil laptopnya dan mulai membuka Youtube.

Ada beberapa video yang sudah Seira lihat, rasanya mulai bosan! Sampai ada video yang nyaris membuat mata Seira lepas. Adegan kisseu yang dilakukan oleh Kim Heechul, fanservice katanya. Tapi dia benar-benar menyentuh bibir milik member yang lain, dalam waktu yang agak lama. Entah kejadiannya kapan, tapi tetap saja adegan kisseu itu sudah pernah terjadi.

“Omoo~” jerit Seira seorang diri. Untung saja kamar Seira terletak dilantai atas, jadi orang tuanya tidak akan mendengar teriakan Seira barusan. Semakin dilihat semakin membuat mual. Seira berlari menuju toilet untuk mengeluarkan isi perutnya. Aigoo, dia sangat menyeramkan!

Sejak malam itu, saat melihat adegan menyebalkan itu. Seira memutuskan untuk tidak menjadi fans Heechul. Hanya Heechul seorang. Karena menurutnya biang kerok dari adegan fanservice itu adalah Heechul.

 

Seira terus saja mengeluh dalam hati, merasa sedih dengan nasibnya yang amat sangat sial. Bahkan saat kencan pertama mereka. Seira tidak dapat menutupi rasa bencinya pada Heechul.

 “Yaa! Berhentilah mengeluh! Mulai sekarang, kau harus menerima takdirmu sebagai kekasihku, Kim Seira-ssi.”

Seira bengong, karena Heechul mampu membaca otaknya. Aigoo~ ia benar-benar menakutkan! Baiklah, jika sekarang aku memutuskannya jelas tidak mungkin. Jadi dua tahun lagi, ketika Heechul oppa wajib militer, aku akan segera memutuskannya! Baiklah, ide itu sangat briliyan!

“Dan jangan pernah berfikir untuk memutuskanku!”

Kepala Seira disiram air es satu tangki! Seira pikir, semua yang sering Heechul katakan pada media itu bohong. Bahwa Heechul itu tampan, pintar dan bertalenta. Itu hanya kata-kata narsis yang sering Heechul keluarkan.

Seira terdiam. Ternyata Heechul oppa memang pintar, ia mampu membaca semua pikirannya!

“Wae?” Seira berusaha menutupi perasaannya.

“Hahaha… karena diantara kita berdua, akulah yang Hallyu Star. Jadi aku yang berhak memutuskan semuanya. Kau hanya perlu mengikutiku.”

“Kalau begitu beri aku hadiah!” perintah Seira. Anggap saja sebagai hadiah karena mereka sudah pacaran. Seira pikir tidak ada salahnya memanfaatkan kekasih yang punya banyak uang.

“Untuk apa? Bukankah menjadi kekasih seorang Kim Heechul adalah hadiah terindah dalam hidupmu?”

Seira mual! Namja ini… sudah menakutkan, narsis pula! Tuhan, tidak bisakah Donghae Oppa saja yang menjadi kekasihku?

*****

 

Berjalan selama hampir satu tahun, ternyata membuat Seira memahami sifat Heechul. Jika tidak temperamental dan aneh, tentu ia akan menjadi namja yang cukup sempurna. Tapi bukankah tidak ada seseorang yang sempurna didunia ini?

Heechul oppa memiliki wajah yang cantik, tentu semua orang tahu. Tapi ada satu hal yang paling Seira ingat saat awal pertemuan mereka.

“Aku tidak suka namja yang berwajah cantik!” Seira berkata lantang. Niatnya agar Heechul mundur perlahan dan memutuskannya sebelum hubungan mereka berjalan lebih lama.

Membuat Heechul marah, adalah salah satu strategi Seira. Tapi yang terjadi kemudian adalah, Seira nyaris menggigit tasnya sendiri saat mendengar jawaban santai dari Heechul.

“Kekeke, kau itu yeoja aneh! Dengar ya, aku itu seorang namja Kim Seira-ssi. Kau tahu apa artinya namja? Seseorang yang berwajah tampan. Kau cantik, karena kau seorang yeoja. Wajah yeoja seaneh apapun, tentu akan lebih cantik dariku. Sebaliknya, wajahku itu tampan! Sangat tampan malah, karena aku adalah namja. Sekarang kau sudah paham?”

Seira melengos. Heechul win!

*****

…Super Junior’s Dorm 12th floor, 09.15 PM…

 

Heechul menggigit ujung bantal yang sejak tadi ia peluk. Sudah satu hari ini Heechul mengingat bagaimana pertemuannya dengan Seira. Pertemuan yang terjadi sekitar satu tahun yang lalu.

Masih terekam jelas di memori Heechul bagaimana wajah Seira yang berani mengacuhkannya, tepat saat acara fanmeeting yang berlangsung di daerah Gwangjin. Saat itu Heechul berada di urutan kedua setelah Leeteuk.

“Aigoo~ Leeteuk-ssi, tinggal dua orang lagi. Akhirnya tugas kita hari ini selesai,” ujar Heechul saat melihat dua orang remaja yang berdiri tidak jauh darinya. Gadis pertama terlihat sangat dingin dan angkuh, dengan rambut panjang dan poni yang menutupi dahinya. Sedangkan gadis kedua terlihat lebih dewasa dengan rambut sebahu berwarna cokelat.

“Ne, aku senang hari ini berjalan dengan baik.”

“Yaa! Leeteuk-ssi, ayo kita bertaruh.”

“Ne?” Leeteuk tidak mengerti dengan kalimat Heechul.

“Gadis itu, yang berambut panjang. Aku yakin jika ia adalah seorang Petals,” kata Heechul dengan pandangan mengamati.

“Jangan besar kepala!”

“Kita lihat saja.”

Heechul dan Leeteuk bangkit dari duduknya karena dua orang gadis yang sejak tadi dibicarakan berjalan mendekati. Heechul mengamati gadis itu kembali, dan memasang senyum lebar untuk menyambut Petals.

“Annyeo…” Heechul baru saja mengucapkan sapaan, namun gadis itu berjalan lurus kearah depan. Ia berjalan kesatu titik dan mengabaikan sapaan Heechul dan Leeteuk.

Heechul menatap gadis itu dengan pandangan ingin menusuk. Yaa! Berani-beraninya gadis itu mengacuhkan dua senior di Super Junior. Hancur sudah harga diri Heechul hari ini.

Gadis berambut pendek dibelakangnya bersiap untuk meminta tanda tangan Heechul, namun telat, kaki Heechul telah berjalan menghampiri gadis yang menurutnya sangat kurang ajar itu.

 “Yaa! Siapa namamu?!” tanya Heechul, atau lebih tepatnya disebut bentakan. Tepat setelah Donghae menyelesaikan tanda tangannya.

“Kim Seira, oppa. Dia ini seorang Fishes, jadi…” ujar Hyorin, gadis berambut pendek yang bersama gadis angkuh itu. Heechul segera menatap Hyorin tajam hingga suaranya menghilang.

Gadis bernama Seira itu, ia hanya menatap Heechul dengan tatapan datar. Tidak mengatakan apapun pada Heechul.

“Aigoo, Seira-ya…” potong Manajer Hwan yang kini berada dihadapan Heechul. Heechul tidak tahu manajer Hwan muncul dari mana, tiba-tiba saja manajer Hwan muncul. “Dia ini sepupu dari Kangin, apa kalian tidak tahu?”

Semua menggeleng kompak. Heechul mengamati Seira dengan seksama. Ingin rasanya Heechul memberikan pelajaran pada gadis itu.

*

 

Heechul menatap wajahnya pada cermin. Bayangannya masih sama. Wajahnya masih mulus, kulitnya masih putih, namun kenapa ada yang mengacuhkannya?

Dan itu adalah sepupu Kangin, salah satu member Super Junior yang sedang mengikuti Wajib Militer. Semua member tidak tahu jika Seira sepupu Kangin, karena Kangin tidak pernah mau mengenalkan saudara perempuannya pada para member. Kangin tidak ingin otak sepupunya terkontaminasi oleh para member.

“Hyung, kau tidak lelah menatap cermin terus?” tanya Ryeowook yang sedang lewat, ia sedang sibuk menyiapkan makan malam untuk para member.

Heechul berhenti menatap cermin, dan mengalihkan pandangannya pada Ryeowook. Nyali Ryeowook menciut, ia takut jika Heechul tersinggung dan berganti memukulnya.

“Wookie-ya, apa menurutmu wajahku tampan?” tanya Heechul dengan tatapan memelas.

Alis Ryeowook mengeriting, apa maksudnya bertanya tingkat ketampanan kepada sesama namja?

“Cepat jawab!” desak Heechul tidak sabaran.

“Ya, aku akui jika wajahmu itu sangat mulus hyung.”

“Tapi… kau sangat menyeramkan!” sela satu suara dari belakang.

Heechul dan Ryeowook mentap kearah sumber suara. Ternyata Kyuhyun sedang menguping pembicaraan mereka sejak tadi. Heechul ingin melempar kepala evil magnae mereka itu, namun mood-nya sedang buruk.

“Yaa! Heechul-ssi, kau terlihat tidak bersemangat. Wae?” tanya Leeteuk sambil memasukkan satu suap nasi goreng spesial buatan Ryeowook ke mulutnya.

“Cissh, gadis itu… dia menyebalkan!” desis Heechul dengan senyum sinis.

Seluruh member hanya bisa diam. Tidak ingin mengganggu Heechul. Karena mereka tahu, jika hal itu terjadi, maka kemarahan Heechul akan beralih padanya.

“Nugu?” tanya Kyuhyun penasaran, meskipun sebenarnya ia tahu siapa yang tadi Heechul maksud.

“Gadis yang kemarin ya hyung?’ tanya Donghae ringan.

Leeteuk merasa bahwa ada pertanda buruk. Leeteuk segera menetralkan suasana lagi. “Ayolah, jangan marah pada gadis itu. Kau tahu kan jika dia sepupu Kangin. Jika Kangin tahu kita mengganggu sepupunya, maka kita akan habis.”

Heechul mengacuhkan Leeteuk, dan mengambil handphonenya untuk menelepon seseorang. “Yaa! Manajer Hwan…”

*

 

Keesokan harinya seluruh member merasa aneh saat Heechul menyuruh mereka untuk bersembunyi di dalam kamar. Ada yang tidak beres sepertinya.

“Yaa! Kau itu sedang melihat apa, hah?!” suara Heechul menggema di seluruh ruangan.

“Hyung, Heechulie itu sedang berbicara pada siapa?” bisik Kyuhyun dari balik pintu kamar.

“Molla. Sudahlah kita dengarkan dulu saja,” jawab Leeteuk singkat.

“Annyeong Heechul Oppa…” balas satu suara pada Heechul. Leeteuk yang sedang menguping jelas tahu suara siapa itu. Seira.

Heechul meneriakkan satu kalimat yang membuat para member terkejut. “Yaa! Bagaimana kalau kita pacaran?!”

“Mworago?” pekik Seira.

“Sudah selesai belum?” tanya para member Super Junior dari dalam kamar. Sebenarnya mereka sangat penasaran pada kejadian yang sebenarnya.

“Sudaaah…” Heechul memberi komando, dan semua orang pun keluar dari dalam kamar. Donghae tersenyum pada Seira yang wajahnya terlihat amat sangat terkejut.

“IGE MWOYA?” Seira berteriak frustasi.

Tepukan Heechul dipundak Seira menjawab semuanya. “Perkenalkan, dia adalah kekasih baruku. Biarpun ia masih kecil, tapi kalian harus menghormatinya. Kelak ia akan menjadi Mrs. Kim, arasseo?”

“Aratsoyo, Mr. Kim,” jawab semuanya kompak sambil tersenyum aneh. Terlebih Kyuhyun, ingin sekali rasanya ia mengusap kepala Seira, tanda bahwa ia turut berduka dengan kejadian yang baru saja Seira alami.

Seira melongo. Bingung. Speechless. Lebih tepatnya ingin loncat dari lantai 11.

*****

 

Heechul kembali menggigit ujung bantalnya. Sejak mengenal Seira, dunianya terasa jungkir balik. Jika wanita idamannya itu yang suka memakai rok mini, maka untuk Seira pengecualian. Heechul tidak mau Seira diperhatikan oleh namja lain. Ia lebih suka melihat Seira yang tertutup. Seira termasuk ke dalam lima orang yang ia perbolehkan memegang rambutnya (biarpun kenyatannya Seira tidak pernah melakukan hal itu), mengacuhkan, dan membiarkannya menunggu lebih dari sepuluh menit.

Dimata Heechul, Seira itu sangat babyface. Maka dari itu, Heechul selalu memintanya memakai seragam sekolah jika mereka sedang kencan. Ketika ada yang bertanya siapa Seira, maka Heechul akan menjawab: “Ah, dia adalah adik sepupuku”. Dan semua orang berhasil ditipu oleh Heechul.

Menjaga Seira merupakan hal yang sangat mengasikkan bagi Heechul. Saat pertama kali mendengar percakapannya dengan Donghae, Heechul merasa bahwa Seira adalah gadis yang pas untuknya. 27 tahun dan 21 tahun, bukankah angka yang pas? Kelak jika Heechul ingin menikah diusia 30 tahun, maka pengantinnya baru berusia 24 tahun. Woow!

Ada satu kalimat yang paling Heechul ingat saat pertama kali berkencan dulu. Itu Seira katakan karena merasa kesal dengan permintaan Heechul untuk menjadikan Seira seorang Petals.

“Oppa, aku ini seorang Fishes sejati. Dimataku, hanya Donghae oppa lah yang paling mempesona.”

“Jadi aku tidak mempesona?” tanya Heechul sedikit kesal.

Seira menggeleng pelan. “Tidak. Dimataku, oppa terlihat sangat biasa.”

Heechul terpana dengan jawaban Seira. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, ada seseorang yang berani megabaikan Heechul. Namun detik itu juga, Heechul merasa jatuh cinta pada Seira. Gadis jujur, yang selalu memandang dunia dengan caranya sendiri. Heechul sangat menyukainya.

*****

…Seira Bed Room…

 

Seira sedang merenggangkan ototnya setelah seharian berkutat pada laptop saat terdengar satu panggilan dari handphonenya. Mata Seira menatap bingung. Untuk apa Heechul oppa meneleponnya malam hari begini?

“Yeobosaeyo…” sapa Seira.

“Sei-ya, ayo kita main…” ajak Heechul dari seberang telepon.

“Kemana?” tanya Seira bingung. Heechul itu, kadang suka melakukan hal yang diluar nalar manusia.

“Sudah ikut saja, aku lelah menunggumu sejak tadi.”

Seira melirik ke luar jendela. Ternyata memang ada mobil Heechul yang terparkir disana. “Baiklah, aku segera turun oppa.”

Heechul membawa mobilnya dengan pelan, menyusuri jalan dimalam hari. Sebenarnya ia agak takut, karena pandangannya yang tidak terlalu bagus.

“Jangan dibuka!” Heechul mengikat sapu tangannya untuk menutupi mata Seira.

“Aku tidak mau oppa!”

“Diam dan jangan cerewet!”

Kini Heechul menghentikan mobilnya disatu tempat, lalu mematikan seluruh lampu mobil dan hanya menyisakan satu lampu.

Mata Seira agak buram saat pengikat itu dibuka. Ini tempat apa? Sekitarnya sangat gelap dan hanya ada cahaya dari lampu dalam mobil, membuat wajahnya dan Heechul oppa sama-sama berwarna jingga.

Seira menunduk, berusaha menahan malu. Begitu juga dengan Heechul, baru kali ini ia merasa jantungnya nyaris putus saat bersama Seira.

Heechul menepuk tangannya. “Baiklah, bagaimana kalau sekarang kita lakukan fanservice?”

“Mwo? Oppa sudah gila ya? Yaa! Yaa! Yaa! Heechul Oppa, hemft!” Seira menenggelamkan wajahnya dibalik tangan, kini wajahnya nyaris menempel pada kaca mobil karena Heechul yang semakin mendekat.

“Berhenti berpikiran buruk tentangku, Kim Seira-ssi!” tegur Heechul sambil menjitak kepala Seira dari belakang.

“Yaa! Op-pa…” kalimat Seira terputus saat melihat pemandangan di hadapannya.

Tempat ini adalah sebuah gudang. Tapi disulap menjadi tempat yang sangat indah oleh Heechul. Cat warna pink dan hijau muda memenuhi dinding. Lalu ada banyak balon yang melayang dilangit-langit. Dan diujung dinding depan sana ada tulisan besar ‘Happy anniversary Kim Seira’.

“Oppa…” pekik Seira, speechless!

“Aku hebat kan? Kekeke…” kata Heechul narsis.

“Heechul Oppa, jjang!”

“Jheongmal?” tanya Heechul dengan wajah merah karena malu. “Bukannya kau tidak suka padaku ya? Aku ini kan… aneh.”

Seira menggelengkan kepalanya pelan. “Aku rasa… punya pacar yang agak aneh itu cukup keren! Aku tidak akan bisa menemukan pacar lain se-keren kau, oppa.”

“Wae?”

“Karena… kekasihku adalah Kim Heechul. Namja aneh, galak, tetapi sangat baik dan paling keren didunia!”

“Kau juga, sangaaat cantik!” puji Heechul sambil menarik hidung Seira.

“Benarkah? Kau begitu berikan aku hadiah mobil ya oppa. Atau paling tidak, belikan aku iPad ya oppa.”

“Aigoo, anak ini!” Heechul menjitak kepala Seira pelan, masih dengan senyum malu diwajahnya.🙂