Title : Complicated in Our Relationship (Part 6)
Genre : Romance, Comedy
Rate : 15+
Length : Continue
Main Cast : Evil Couple (Cho Kyuhyun – Song Eunrim)
Support cast : Super Junior member

Disclaimer : © by @thyziana! No Plagiat! Buat yang mau plagiat lempar aja ke laut! Semua ide dalam FFku ini murni dari ide yang melayang-layang dari pikiranku.. Dan tolong kalau ada yang mau copy ke word, ijin dulu yaa.. Kalian enak-enakan copas, nanti bisa-bisa jadi kontroversi.. :P

Part 1Part 2Part 3Part 4

=============================================================

Sebelumnya thyz mau minta maaf sebesar-besarnya atas keterlambatan memposting sambungan ff ini..>< buat semua yang udah setia menunggu evil couple, jeongmal gomawoo.. *deep bow*

Yaaahhhh.. Akhir-akhir ini waktuku habis buat menilai semua ff lomba.. mianhae.. ><

Dan part kali ini, semoga kalian suka.. Agak panjang kok.. jadi yaahh.. siapkan cemilan kalian.. kekeke~

Kuusahakan sambungannya secepatnya.. (mumpung SM Town masih hangat-hangatnya) xD

Ohh iyaa.. thyz lagi kepengen berteman dgn kalian nih.. jadi add FB (Tizia Thilma) dan follow twitterku (@thyziana) dong~ xD yayaya? *puppy eyes kyu* aku baik kok.. *jiaaahh* gak suka gigit orang kok.. *haha*

Gak usah lama deh intronya.. Let’s begin~

*PS* jangan lupa komennya.. 😉

==========================================================

.Author POV.

Eunrim membuka matanya. Gadis itu tampak sangat kelelahan. Dengan perlahan dia turun dari tempat tidur dan melihat ke jendela.

“Aishh.. jam berapa ini?” kata Eunrim sambil mengacak-acak rambutnya.

Dia lalu berputar-putar. “Aihh, apa si babo itu meninggalkanku?”

Tiba-tiba terdengar suara pintu dibuka, dan suara hentakan kaki seseorang. Spontan Eunrim langsung melompat ke ranjangnya, dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.

“Eun-ahh.. ini sudah jam 11..” kata namja yang tidak lain adalah Kyuhyun.

Dia membawa sebuah nampan yang berisi sesuatu. Setelah meletakkan nampan itu di atas meja, Kyuhyun dengan sigap langsung menarik selimut yang menutupi tubuh Eunrim.

“KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!! MR.CHOOOO!!! APA YANG KAU LAKUKAN DI KAMARKU??!!!” teriak Eunrim sambil menarik kembali selimutnya.

“Kau ketinggalan sarapan.. Jadi aku membawakanmu beberapa roti panggang..” sahut Kyuhyun sambil mengambil nampan tadi.

Dia lalu menarik serbet yang menutupi hidangan itu. “Karena aku kelaparan tadi, semua hidangan di atas meja kuhabiskan.. Sebagai permintaan maafku, aku membuat roti ini spesial untukmu..”

.Eunrim POV.

Dia memberikan senyuman yang sangat kusukai. Tapii.. dia membuatkanku sarapan? BUATANNYA?!

Aku menengok ke arah nampan yang dibawanya. OMG!!!!!!!! Jenis makanan apa yang dia bawa ini? Roti bakar? Atau roti gosong?!

“Emm, kau baik sekali oppa.. tapi.. ehh.. aku sedang tidak lapar..” sahutku sambil memalingkan wajahku.

“Kau tidak mau memakannya? Padahal aku sudah berusaha membuat yang terbaik.. Ini roti panggang dengan selai blueberry kesukaanmu..” ujarnya sambil memberikan puppy eyesnya.

Aku paling tidak tahan dengan tatapannya itu! Uwaaa.. Apa jangan-jangan dia sudah tau sandiwaraku?

“Blue..berry?” tanyaku memastikan.

“Yep.. Kau paling suka makan roti panggang yang diolesi dengan selai blueberry..” katanya mantap.

Hmm, setidaknya dia tau kesukaanku.. tapi tetap saja! Apa aku masih hidup setelah memakan roti ini?!

“Ehhh.. Kenapa.. Rotinya gosong?” tanyaku sambil melihat roti itu.

“Ini gosong? Padahal kalau kulihat roti ini yang paling lumayan dari semuanya..” jawab Kyu sambil menyodorkan piring di pangkuanku. “Makanlah.. Memang sedikit gosong, tapi aku sudah berusaha membuatnya..”

Dia bilang dari semuanya? Apa jangan-jangan dia sudah menghabiskan roti satu pabrik untuk membuatkan sarapanku?

Eughh.. kalau sampai aku kenapa-napa karena roti gosong ini, mati kau Cho Kyuhyun!

.Author POV.

“Baiklah, oppa.. Sekarang jelaskan maksud dan tujuan kau membuatkanku.. ehh.. sarapan..” Kata Eunrim sambil terus melototi roti gosong itu.

“Kau adalah yeojaku..” Sahut Kyuhyun sambil menekankan setiap kata.

“Aku tau.. Aku baru saja menjadi yeojamu kemarin, dan kau bersikap seolah-olah sudah lama mengenalku..” Balas Eunrim sambil menusuk-nusuk roti gosong itu dengan garpu.

“Kita memang sudah lama saling mengenal, Eun-ah.. Apakah kau tidak mengingatku sama sekali? Sedikitpun?” Tanya Kyuhyun lemah.

Eunrim hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Arghhhhhh!” Jerit Kyuhyun tiba-tiba.

Dia lalu berlutut di depan Eunrim dan melanjutkan pembicaraannya. “Aku tidak bisa membiarkanmu melupakan semua kenangan kita.. Aku merindukan caramu memanggilku.. Caramu memelukku.. Caramu memukulku! Kau tidak seperti Eunrim yang kukenal.. Kupikir kalau kubiarkan saja kau seperti ini akan lebih baik, tapi ternyata hanya membuatku lebih frustasi!! Jebal, Eun-ah.. Apa kau masih belum mengingatku?”

Eunrim memutar bola matanya. “Tapi aku tidak merasa lupa ingatan!”

“Kau hanya lupa tentangku..” Sahut Kyuhyun sambil mulai mengacak-acak rambutnya.

.Eunrim POV.

Dia terlihat sangat frustasi. Ommoo.. Cho Kyuhyun, kau membuatku terlihat seperti orang jahat di sini?

“Baiklah.. Aku akan memberimu kesempatan tiga hari untuk mengingatkanku semuanya..” Kataku melembut.

Aku sudah memberimu sedikit kompensasi, babo! Lucu juga melihat ekspresi frustasimu..

“Tiga hari?” Tanyanya menaikkan suara satu oktaf.

“Terlalu panjang? Kalau begitu kuurangi..”

“Aniyoooo!!” Selanya. “Apa.. Kau tidak bisa memberi waktu lebih lama?”

“Ahhh.. Waee? Bukannya tiga hari itu waktu yang panjang?” Sahutku sambil mencibir.

Aku juga tidak bisa terlalu lama menyimpan sandiwara ini.

“Tapi aku harus kembali ke Cina besok..” Ujar Kyu pelan.

“Kemarin kau bilang tinggal di Seoul, dan sekarang di Cina?” Tanyaku kembali mengujinya.

“Aku ini member Super Junior Eun-ah.. Apa kau juga tidak ingat?” Dia berbalik bertanya padaku.

Ya.. aku sangat tau, babo! Bahkan sekarang aku sedang berusaha meliburkanmu dari semua kegiatan melelahkan itu! Apa kau tidak berpikir kenapa aku menahanmu di sini?  Aku juga bisa menjadi egois.. Melihatmu forsir bekerja dari pagi hingga malam, siapa yang tidak kasihan?

“Katanya kau mengetahui segala sesuatu mengenaiku, Mr.Cho.. Sekarang katakan, apa aku akan mengizinkanmu pergi?” Tanyaku memecah suasana.

Dia terdiam sebentar. “Keruomyeon.. Kau selalu mendukung semua kegiatanku..”

Kau tidak berubah yaa.. Aigoo.. Apa aku benar-benar harus menjadi ‘bad girl’ di sini? Apa aku harus melarangmu pergi?

“Dan karena aku harus bertanggung jawab dengan ingatanmu, jadi kau harus ikut denganku.. Kita hanya di Cina 1 hari, setelah itu aku harus ke Indonesia 1 hari, dan terakhir akan ada SM Town di Paris, jadi kau akan kukembalikan dengan aman tentram damai sejahtera di sini setelah SM Town selesai.. Tapi ada kemungkinan aku akan membawamu ke Kore.. Ingatanmu harus dikembalikan secepatnya..” Tambahnya.

MWOOOO?! Kau ‎‎mau membawaku ke planet asing? Cina? Indonesia? Paris? Apa kau gila? Memangnya aku ini boneka yang bisa dibawa ke mana-mana? Dan sejak kapan aku harus ikut denganmu? Bagaimana dengan oppadeul? Arghhh.. kalau aku dekat-dekat dengan mereka, bisa-bisa sandiwaraku terungkap!

“Dan kau tidak fasih berbahasa asing kan? jadi pastikan tidak jauh-jauh dariku..” Tambahnya sambil memberikan evil smile. “Ahh.. sebaiknya siapkan barang-barangmu sekarang, karena aku sudah mendapat izin orang tuamu..”

Heuhh.. Aku baru ‎mau membuka mulut untuk berkomentar.. Tapi dia sudah merencanakan semuanya sedemikian rupa! Apa boleh buat..

“Tapi Mr.Cho..”

“Kyuhyun..” Sela Kyu sambil cemberut.

“Baiklah Kyuppa.. Kalau kau itu artis, bukankah seharusnya merahasiakan hubungan kita?” Tanyaku lagi.

Aku tidak mau kau terjerumus dalam masalah ‘pacar’ maupun ‘hubungan asmara’ yang dapat membahayakan reputasimu. Pemikiranmu pendek apa? Menbawaku ke mana-mana sama saja dengan memasang banner besar bertuliskan ‘aku ini yeoja Cho Kyuhyun loh~’..

“Kau akan belajar cara menyembunyikan hubungan kita dari kamera nanti..” Sahutnya sambil mengacak-acak rambutku.

Aishhh.. Terserahlah..

.Kyuhyun POV.

Seandainya para hyung tidak mengacaukan hariku, mungkin sekarang aku sudah berangkat ke Korea bersama Eun-ah.

-flashback-

“Yoboseyo?” Sahutku malas sewaktu mengangkat dering ponselku.

“KYUUUUUUU!!!” Balas banyak suara berbarengan.

“Kyuu, odieya? Kenapa kau belum pulang sampai sekarang?” Suara Donghae terdengar.

“Kyuu, palii.. Manager sudah mencarimu! Aku bahkan harus berpura-pura tidur di tempatmu supaya manager percaya kalau kau masih sakit!” Cerosos Eunhyuk tanpa henti.

“Apa kau mendapat masalah di sana? Apa Hyora melarangmu pulang?” Sambung Zhoumi.

“Kau harus segera kembali, Kyuu! Kalau tidak PSPmu kubuang ke tong sampah..” Ancam Sungmin.

“Bisa berbicara lebih pelan tidak?!” Sambungku yang bingung dengan semua perkataan mereka.

Yang kudengar hanya kata PSPmu kubuang ke tong sampah.. EHHHH?

“Hyung! Kau jangan coba-coba membuang PSPku!!!” Jeritku setelah bisa mencerna semua kata-kata mereka. “Dan bisakah kalian mengulang semuanya? Aku baru bangun, jadi tidak mendengar kata-kata kalian tadi..”

“Andweeeee!!! Biaya interlokal mahal!! Kenapa harus ponselku yang dipakai sih?!” Jerit Henry.

“Karena kau magnae!” Sahut yang lain cepat.

“Begini Kyu, intinya kau harus kembali ke sini secepatnya! Kau ingat kan kalian harus ke Indonesia? Pembatalan kedatanganku saja membutuhkan waktu yang lama untuk meminta maaf, apalagi kasusmu.. Dan kau harus pergi bersama yang lainnya.. Sangat berbahaya jika kau tampil hanya seorang diri.. Para fans pasti akan mencarimu..” Jelas Siwon.

“Masa kami harus bilang ‘Kyu tidak bisa hadir karena sedang berkencan..’ Adaw.. Appu, Hae!!” Jerit Eunhyuk. Sepertinya Donghae sehabis menjitak kepala monyet gila itu.

“Kalau Hyora melarangmu kembali, ‎biar kami yang urus di sini..” Kata Zhoumi.

“Tapi bukan Hyora yang sedang kupermasalahkan..” Ujarku.

“Jangan bilang kau kehabisan uang untuk pulang!” Cerocos Eunhyuk lagi.

“Aishh!! kau lebih baik tidak usah berbicara! Kita sedang membujuk Kyu untuk kembali! Kenapa kau hancurkan terus sih?” Sela Donghae.

“Kalau kau kehabisan dana, aku akan meminjamkan uang untukmu..” Tambah Siwon.

“Anii.. Masalah ini lebih berat lagi.. Aku bertemu Eunrim..” Jawabku singkat.

Terdengar suara meng-oooohhhhh dari ponselku.

“Kau masih hidup? Jangan-jangan kami sedang berbicara dengan hantu Kyu sekarang.. Hahaha..” Canda Zhoumi.

“Enak saja!! Kau pikir aku semudah itu mati hyung?” Seruku tidak mau kalah.

“Memangnya ada masalah seberat apa sampai kau tidak bisa kembali?” tanya Sungmin lembut.

“Eunrim lupa ingatan..” cicitku. Setiap mengucapkan kata ini pasti membuat hatiku menciut.

“MWOOOOOO??!!!!” Seru semuanya membuat telingaku hampir tuli. Aishhh..

“Arghh.. JANGAN TERIAK!!!!” Balasku sambil berteriak sekencang-kencangnya.

“Mianhae..” Cicit mereka berbarengan.

“Aigoo, Kyuu.. Aku tau kau pasti merasa bersalah, tapi kau juga harus memikirkan tugasmu sebagai anggota Super Junior.. Bawa saja Eunrim ke sini, siapa tau kami bisa membantu..” Saran Sungmin.

“Tapi dia bahkan tidak bersikap seperti Eunrim yang kukenal..” Sahutku.

“Setidaknya piring di sini akan aman..” Suara Eunhyuk terdengar lagi.

“Amankan dia!!” Setelah itu hanya terdengar suara bughh bughh tidak jelas dan jeritan seseorang lalu kembali diam.

“Kami akan membantu sebisanya..” Kata Donghae tergesa-gesa.

Tapi, jauhkan Henry dari pandangan yeojaku..” ujarku memberi syarat. Aku tidak ingin Eunrim yang lupa ingatan malah semakin tertarik dengan si mochi itu. “Aku akan membawanya tour bersama kita..”

“Tapi aku kan ikut ke Indonesia..” Cicit Henry.

“Aishhh.. Pokoknya jangan dekat-dekat dengan Eunrim!” Cerocosku. “Aku akan berangkat hari ini.. Jadi sembunyikan saja wajahmu dengan topeng atau semacamnya!” Ancamku lalu mengakhiri pembicaraan.

Sekarang aku cuma harus membujuk Eunrim agar mau ikut bersamaku..

Dan aku juga harus mempertimbangkan resiko yang begitu besar jika harus membawanya.. Bagaimana kalau dia terlihat kamera? Bagaimana kalau dia diserbu wartawan? Bagaimana kalau aku tidak bisa menjaganya? Tapi cepat atau lambat hubungan kami pasti akan terbongkar, apalagi dengan ‘lampu super hijau dari appaku’, kurasa tidak perlu susah-susah menyembunyikan hubungan kami. Bahkan mungkin tinggal menunggu hitungan jam appa mengumumkan ke wartawan..

Aku lalu bergegas turun ke lantai bawah.. Setidaknya aku harus meminta izin pada salah satu orang tua Eunrim.

Ahhh.. Ada eommonim sedang menyeduh teh di taman.

“Eommonim, ‎annyeonghaseyo..” Sapaku sopan.

“Hmm, annyeong.. Kau mau minum teh bersama eommonim, Kyu?” Sahut eommonim ceria.

“Anii.. Sebenarnya.. Aku mau izin pulang eommonim..” Kataku langsung pada pokok permasalahan. Masih banyak yang harus kuurus, memesan tiket dll.. dan untungnya Eunrim belum bangun dari hibernasinya.. aku tidak tahu bagaimana mengurus yeojaku itu.

“Ahh.. Jadwalmu pasti memaksa yaa? Baiklah.. Tapi kenapa bilang padaku? Kau bisa pulang kapan saja tentunya.. Tidak ada yang melarangmu..” Balas eommonim sambil menyerumput tehnya.

“Maksudku, bolehkah aku membawa Eunrim?” Tanyaku hati-hati.

“Ehh? Eunrim? Untuk apa, Kyu?” Sahut eommonim beberapa saat setelah dia tersedak.

“Aku akan mengembalikan ingatannya.. Sebenarnya aku ingin membawanya kembali ke Korea, tapi jadwalku tidak memungkinkan.. Jadi, bolehkah eommonim?” Bujukku sambil memberikan puppy eyesku.

“Ommoo.. Terserah kau lah Kyu.. Eommonim sih mengizinkan, tapi coba kau tanya Eun-ah dulu..” Kata eommonim lembut.

“Aku akan mengurus semuanya, eommonim.. Jeongmal kamshamida..” Balasku sambil membungkuk lalu bergegas menuju dapur.

Aku akan membuatkan sarapan kesukaanmu supaya kau juga memberikan lampu hijau untukku..

-end of flashback-

Dan aku akan membawamu kembali ke duniaku, Song Eunrim..

***

“Selamat dataaaang Eun-ahhhhh..” Seru para hyungku pada Eunrim.

Cihh.. Tadi pagi terus menerus membujukku kembali dan sekarang malah melupakanku?! Tidak adakah sepatah kata ‘hai’ atau semacamnya untukku?

“Kau mengingatku? Aku Donghae..” Kata Donghae sambil merangkul Eunrim.

“Aku Eunhyuk.. Kau dulu sangat menyukaiku lohh..” Kata Eunhyuk sambil merebut Eunrim dari tangan Donghae.

“Enak saja..” sergahku sambil memberikan tatapan mematikan pada monyet  gila itu.

“Kita biasa memasak bersama, Eun-ah.. Kau ingat? Aku Ryeowook..” Kata Wookie sambil menarik tangan Eunrim.

“Dan kau selalu menitip Kyu padaku.. Sungmin imnida..” Sahut Sungmin yang langsung memeluk Eunrim.

Dia berpindah dari satu tangan ke tangan yang lain?!

“Yaaa hyung!! Enak saja Eunrim dioper-oper terus!” ujarku sambil menarik Eunrim kepelukanku kembali.

“Mereka hanya memperkenalkan diri, oppa..” Sahut Eunrim.

“OPPPPAAAAAAA???”

“Whoaaa.. Aku baru mendengar kau memanggil Kyu dengan sebutan ‘oppa’..” Kata Siwon sambil bertepuk tangan kagum.

“Kau benar-benar melupakan kami semua?” sahut Zhoumi.

Eunrim hanya menganggukkan kepalanya.

“Aishhhh.. mulai detik ini tidak ada yang boleh menyentuh yeojaku.. apalagi kau, Henry!” kataku pada seseorang yang menutupi seluruh kepalanya dengan kain hitam. Dia hanya memberikan 4 lubang, 2 untuk mata, 1 untuk hidung, dan 1 lagi untuk mulutnya.

“Ahhh.. kenapa dia harus menutup wajahnya?” kata Eunrim yang tiba-tiba sudah berjalan ke arah Henry.

Andweeeeeee!!! Tapi sudah terlambat! Aigoo.. buat apa aku melarang Henry kalau Eunrim sendiri yang dekat-dekat dengannya?!

“Ommooooo.. oppaa.. kau imut sekali!!!” kata Eunrim yang langsung memeluk Henry.

ARGHHHHHHHHHHHHHHHH!!!!!

.Eunrim POV.

Hohoho~ aku melihat wajahmu sudah seperti kepiting rebus.. Kau cemburu? Iya kan? Hahaha..

“Oppa.. kenapa kau menutup wajahmu tadi?” tanyaku pada Henry dengan suara manja.

“Ehh.. ituu.. ommoo.. nyawaku bisa melayang nanti..” bisik Henry sambil keringat dingin.

Tiba-tiba Kyu sudah menarikku lagi. “Kau tidak perlu melihat namja itu.. Bukan begitu, H.E.N.R.Y??” kata Kyu dengan wajah manis, tapi kenapa aku mendeteksi aura membunuh dari suaranya?

“Aigooo.. cut.. cut.. kalian ini membawa aura kematian..” kata Sungmin oppa menenangkan suasana. “Sebaiknya kau melapor dulu pada manajer Kyu.. Dia sudah mencarimu sejak kemarin..”

Kyu terdiam sejenak. “Baiklah.. Eun-ah.. kau ikut denganku..”

Sejak kapan Kyu jadi overprotektif begini sih?

“Shireo.. Aku capek.. Kau dengan enak saja membawaku ke mana-mana.. aku ini yeoja.. daya tahan tubuhku tidak sepertimu..” sahutku sambil menghempaskan tubuhku ke sofa.

“Ahh.. mianhae..” kata Kyu sambil mengusap-usap pipiku. “Kalau begitu kau jangan beranjak 1cm pun dari tempatmu..”

Dan sebelum dia meninggalkan dorm, “@!!#^^&&*&*$%@#$!@!#!!%#%^&!!!” ujarnya pada Henry oppa.

Yang lainnya hanya cekikikan. Huh! Kau curang menggunakan bahasa yang tidak kumengerti!

Braaakkk.. Terdengar pintu ditutup dengan sembarangan.. Aku bertaruh dia akan kembali secepat mungkin. Heuhh.. Memangnya aku ditinggal bersama para serigala apa?

“Kau tau Eun-ah..” kata Donghae oppa yang lalu duduk di sampingku. “Kyu tidak pernah bersikap seperti itu sebelumnya..”

“Aku tau..” jawabku asal.

“Kau.. Tau?” tanya Siwon oppa memastikan.

Ommoo! Belum 5 menit aku bersama mereka!

“Ehh.. ituu..” alasan apa yang harus kuberikan pada mereka?

“Kau.. tau.. apa Eun-ah? Bukannya kau lupa ingatan?” kata Sungmin oppa mulai menginterogasiku.

Aishhh.. seharusnya aku ikut saja dengan Kyu tadi!

“Huaaaa.. gege Henryyy!” kataku lalu bersembunyi di belakang tubuhnya.

“Dia memanggil Henry dengan sebutan gege.. Bukannya tadi kau memanggilnya oppa?” tanya gege Zhoumi mulai mendekatiku.

“Uwaaaaa.. Aku menyerah oppadeul!!” jeritku sambil mengacak-acak rambutku.

“Je.. las.. kan..” kata Sungmin sambil melipat tangannya di dada.

Yang lainnya juga memelototiku seperti sedang meninterogasi seorang tersangka pembunuhan.

“Aishhh.. baiklah.. Ini semua hanya sandiwara! Aku sedang mengerjai Kyu! Menurutku dia pantas mendapatkan semua ini.. Toh dia sudah mempermainkan perasaanku kan? Uwaaaa oppadeul.. Jeball.. Jangan memberitahukan Kyuu..” ringisku sambil memohon-mohon.

“Wahh.. Kyu bisa memanggangmu hidup-hidup kalau dia sampai tau..” sorak Eunhyuk sambil memamerkan senyum kemenangannya.

“Uwaaaa.. Eunhyuk oppa yang paling cakep.. Jangan beri tahu Kyuu.. Jeball..” bujukku dengan kata-kata ampuh.

“baiklah.. aku akan diam selama kau mengakui ketampananku.. hahaha..” kata Eunhyuk bangga.

“Diamkan saja dia..” sela Donghae oppa. “Apa ada yang bisa kami lakukan untuk membantumu? Sejujurnya.. aku menyukai cara Kyu memperlakukanmu sekarang.. Kekeke~” katanya sambil mengacak-acak poniku.

“Entahlah oppa.. Aku sendiri tidak tahu bagaimana cara memberitahukan ‘kembalinya ingatanku’ pada Kyu..” sahutku sambil memperbaiki kembali poniku.

“Hmm.. Serahkan itu pada kami.. Bagaimana? Kau mau tidak?” kata Ryeowook tiba-tiba. Selama ini dia hanya bungkam.

“Memangnya oppa mau melakukan apa?” tanyaku bingung.

“Kau lihat saja nanti.. Kekeke~ Barusan aku menelpon Eeteuk hyung, dan semua persiapan sudah lengkap.. setelah selesai SM Town, kalian akan kembali ke korea..” kata Ryeowook oppa misterius.

Sejak kapan oppaku yang satu ini begitu serius?

Braaakk.. Sepertinya Kyu sudah datang.

“Oke oppadeul.. kalau begitu mohon bantuannya..” kataku tepat sebelum Kyu datang menghampiriku.

“Aku terlalu lama meninggalkanmu? Kau tidak dekat-dekat dengan Henry kan?” sapa Kyu.

“Memangnya aku bisa mati kalau kau terlalu lama pergi? Dan kenapa kau selalu melarangku dekat dengan Henry oppa?” gerutuku.

“Ehh, Kyu.. Apa yang dikatakan manajer?” tanya Siwon mengalihkan topik.

“Kita akan berangkat dua jam lagi.. Hyung bilang kalian sudah bersiap dan aku tidak perlu susah-susah mempacking barangku karena kalian dengan sukarela melakukannya kemarin..” jelasnya panjang lebar sambil memain-mainkan rambutku. “Aku sangat suka dengan rambut ikalmu, Eun-ah.. Kau tidak ingat?”

Aishhh.. Aku ingat tentu saja! Kau bahkan menyuruhku memakai topi jika  matahari sedang bersinar terik – merusak rambut – iya kan?

“Ohh yaa?” jawabku asal.

Oppadeul yang lain juga sudah mulai meninggalkan ruangan. Sepertinya mereka mau membereskan barang, ataukah menahan tawa karena perilaku Kyu?

“Nihhh..” kata Sungmin oppa sambil melemparkan PSP.

Dengan mantap Kyu langsung menangkapnya. Tapi dia tidak langsung menyalakan PSP kesayangannya, padahal biasanya begitu mendapat kesempatan dia langsung memainkan benda itu.

“Aku sudah bertekad tidak akan memainkan PSP ini sampai ingatanmu kembali..” kata Kyu yang meletakkan benda itu di pangkuanku. “Simpanlah.. Kalau kau sudah mengingat semuanya baru kau kembalikan..”

Hmm.. Senyummu begitu tulus.. Ommoo..

“Kyuu.. Kita harus berangkat sekarang..” kata Zhoumi menghampiri kami.

“Hmm.. Baiklah.. Ayoo..” ajak Kyu yang langsung menarik tanganku.

***

Ternyata kami harus menuju ke korea dulu setelah itu baru berangkat ke Indonesia.. Selama di pesawat dia tidak mau melepaskanku sedetik pun, tapi sewaktu di bandara dia bahkan berjalan dengan jarak yang sangat jauh? Wahh.. wahh.. Aku bahkan tertinggal di belakang mereka semua..

“Kau jangan jauh-jauh dariku.. Heuhh.. tapi aku tidak bisa dekat-dekat denganmu kalau di bandara.. Kau bisa mengerti kan?” tanyanya lembut sewaktu kami sedang dalam pesawat menuju Indonesia.

“Hmm.. Wae? Aku tidak akan diperhatikan oleh para wartawan kok..” cicitku sambil menahan kantuk.

“Belum saatnya mengungkapkan hubungan kita..” sahut Kyu lembut. “Tidurlah, baby.. aku tau kau pasti mengantuk..” tambahnya sambil mulai menyenandungkan lagu kesukaanku.

Seberapapun kerasnya kucoba untuk membencimu, tetap tidak bisa kulakukan.. Wae? Kyuu.. Kyuu.. Apa aku memang yeoja paling beruntung di dunia karena berhasil mendapatkan hatimu? Dan apakah kau masih selembut ini begitu mengetahui sandiwaraku?

***

@Soekarno-Hatta Airport

“Ingat jaga jarak denganku..” kata Kyu sebelum memakai maskernya.

Dia lalu keluar dari pesawat terlebih dahulu. Terdengar teriakan yang kemungkinan bisa memecahkan kaca pesawat.

“OPPPAAAAAAAAA!!!! OPPPPAAAAAAAAAA!!!!” sepanjang kami berjalan terus saja terdengar jeritan dari berbagai penjuru. Apa pita suara mereka semua tidak putus?

Ahhh.. Aku mengerti kenapa tidak ada satupun oppadeul yang berjalan di dekatku. Semua kamera tertuju pada mereka.

Beginikah kehidupan artis? Selalu tersorot berbagai kamera.. Bagaimana jika aku menyusulmu menjadi ikon kamera seperti itu juga? Kekeke~

Petugas keamanan mendorongku supaya segera masuk ke dalam bus. Di sana Kyu sudah terlihat sangat panik.

“Kenapa kau lama sekali naik? Aku hampir saja turun lagi karena mencemaskanmu!” kata Kyuhyun yang mendudukkanku di salah satu kursi.

“Induk ayam tidak bisa terlalu lama berpisah dari anaknya..” ejek Heechul oppa.

“Maaf kami tidak bisa dekat-dekat denganmu Eun-ah.. jangan sampai ada kamera yang mengabadikan fotomu..” kata Eeteuk oppa yang duduk tepat di depanku.

“Hmm.. I know.. Sejak semula siapa juga yang menyuruhmu membawaku?” kataku sambil menatap mata bulat namjaku itu.

“Yahh.. Kupikir Kalau kau dekat denganku, ingatanmu akan cepat kembali.. Kekeke~” goda Kyu mulai mendekatkan wajahnya.

Aihhhh.. Tabu ini.. Nonononono!!

“Aku mau duduk bersama Henry oppa!!!” jeritku yang langsung berdiri.

Tapi apa daya, bus sedang melaju dengan sangat kencangnya sehingga membuat badanku oleng.

Hoooopp.. Dengan mantap Kyu langsung menangkapku. “Kenapa kau harus berpindah tempat sih? Jangan membuatku harus menendang Henry dari bus ini!” kata Kyu cemberut.

Ommoo.. Baby Kyu is back.. dan sepertinya demi keselamatan gege Henry, aku tidak mendekatinya dulu.. hahaha..

Setelah bus sampai di salah satu hotel, seperti biasa kami turun secara terpisah.

“Ehh.. Kyu.. Kabar buruk.. Tidak ada kamar kosong di hotel ini lagi.. Jadi sepertinya kau harus berbagi kamar dengan Eun-ah..” kata Eeteuk oppa yang memberikan kunci ke Kyu.

“Itu sih kabar baik.. Kekeke~” goda Shindong oppa.

Aigooo..

“Kalian tidak bermalam kan?” tanyaku memastikan. Kalau sampai bermalam, siap-siap saja kau kutendang dari kamarmu, Cho Kyuhyun!

“Anii.. tapi kita punya waktu sekitar satu jam untuk beristirahat..” jawab Eeteuk oppa ramah.

Sepertinya tidak ada alasan lain untuk menolak Kyu sekamar bersamaku. Heuhh.. sudahlah.. Toh kami memang pernah sekamar juga kan?

***

Setelah melemparkan kopernya di sembarang tempat, dia langsung melompat ke kasur.

“Kau keberatan kalau aku istirahat sebentar?” desahnya manja.

Siapa juga yang melarangmu untuk tidak tidur hah? Toh kau juga tidak menunggu jawabanku kan?

Jangan-jangan sepanjang malam kau tidak tidur? Ckckck..

Kuusap lembut keningnya.. “Hmm..” desah Kyu pelan. Aihh.. sebaiknya kubiarkan dia beristirahat.

Tokk.. tokk.. Seseorang mengetuk.. pintu?

Siapa? Apa ELF yang ingin mengunjungi Kyu? Apa harus kubuka? Ottokhe?

Tokk.. tokk.. Terdengar suara ketukan lagi. Aku lalu berjalan dan mengintip dari ‘eagle eyes’ yang ada di pintu hotel.

“Oppa.. Apa yang kaulakukan di sini? Tidak salah kamar kan?” tanyaku yang langsung membuka pintu setelah mengetahui tamuku adalah Yesung oppa.

“Anii.. Aku hanya mau memastikan kalau kau aman.. Keke~” sahutnya.

“Memangnya kami mau berbuat apa? Kyu langsung terlelap begitu melihat tempat tidur.. Hahaha..” ujarku pelan.

“Tentu saja dia akan langsung ambruk seperti itu, dari kemarin dia tidak membiarkan seorang pun mendekatimu, sepanjang malam..” sindir oppa.

“Dia menjagaku sepanjang malam? Untuk apa?” tanyaku tidak percaya.

“Entahlah.. Yang dia lakukan hanya terus menatapmu.. Seakan-akan waktu kalian tidak banyak.. Hahaha.. sudahlah.. Kalau dia berbuat sesuatu padamu, langsung beritahu kami saja.. arachi? Aku juga kepengen Soohwa bersamaku di saat-saat seperti ini.. Heuhh.. Betapa beruntungnya Kyu..” cerocos Yeppa. “Ehh.. oppa juga mau istirahat dulu.. Kunci pintunya baik-baik ya Eun-ah.. Kalau ada yang mengetuk, lihat dulu.. Kalau ELF, tidak usah dibuka ya..” tambah Yesung oppa sebelum meninggalkanku. Oppaku yang satu ini.. Bagaimana mungkin hubungannya bisa sangat adem ayem dengan sahabatku yang juga suka cerocos tak jelas? Hahaha~

Setelah menutup pintu, aku meluruskan kakiku di sofa. Berarti sindiran Heechul oppa tadi serius. Kau berusaha menjadi induk ayamku? Dasar babo! Seharusnya kau istirahat.. Kenapa melihatku sepanjang malam? Memangnya aku ini bisa hilang apa?

“Babo~ ahh.. betapa lamanya sebutan itu tidak kugunakan untukmu..” cicitku. “Mianhae, Kyu.. Tapi aku harus berpura-pura lupa ingatan..”

.Kyuhyun POV.

Sudah saatnya berangkat, dan Eun-ah tidak mau membuka matanya? Aigoo.. Apa aku harus mengengkatnya ke mobil? Tapi diluar pasti banyak ELF..

“Eun-ahhhh..” kataku sambil mengguncang-guncangkan tubuh mungilnya.

Kau memang kalau tidur tidak bisa diganggu!

“Eun-aaaaahhhhh.. Kita harus pergi sekarang! Ireonaaaa!!!!” kataku lagi sambil menepuk-nepuk pipinya.

“Emm.. Nantiii..” gumannya tak jelas.

Kalau nanti terus bagaimana dengan nasibku?? Aishh.. Aku tidak mungkin meninggalkanmu sendirian di sini, apalagi kau tidak fasih berbahasa Indonesia.

Hupp.. Dengan sigap langsung kuangkat saja tubuhnya.

“Ehh.. EHHH?? KENAPA KAU MENGANGKATKUUU??” jeritnya tiba-tiba.

“Aku sudah mencoba membangunkanmu tadi!” balasku sambil bergegas membuka pintu kamarku.

BRUUUKKK.. Huftt.. seperti yang kuduga..

“HYUUUUUUNNNGGGGG!!!!!” seruku ketika melihat tubuh Eunhyuk, Donghae, dan Yesung dengan mulus jatuh ke lantai.

“Aihh.. Kyuuu!! Pindahkan kakimu!! Aku mau berdiri..” isak Eunhyuk memohon padaku.

“TURUNKAN AKUUUUU!!!” tambah Eunrim.

Kalian ini.. Bisa tidak semenit saja membuat duniaku tenang?! Dengan pelan kuturunkan Eunrim, tapi tetap tidak memindahkan kakiku dari punggung si monyet gila ini.

“Kau harus berjanji padaku, Lee Hyukjae.. Hentikan kebiasaan mengupingmu!” kataku sadis.

“Auuu.. auuuu.. Yaksok.. yaksok.. Lepaskan akuu.. Haeeee..” isak Eunhyuk meminta bantuan pada Donghae yang sudah berdiri dan sedang membersihkan badannya.

“Tadi Hyukkie yang mengajakku menguping.. Aku tidak bersalah..” sahut Donghae polos disusul anggukan Yesung.

Grrrr..

“Kyuu.. ampunn..” cicit Eunhyuk.

“Aigooo.. aegyaaa.. Hemat tenaga! Kalian ini, bisa tidak sehari saja damai?” kata Eeteuk hyung sambil mengkode agar kakiku dipindahkan.

Aishhh.. Bela terus saja si monyet gila ini..

“Mulai sekarang kau orang kedua yang perlu menjauhiku, setelah Henry!” sahutku ketus sambil menarik-narik Eunrim.

“Ada banyak orang di lobby.. lepaskan tanganmu dari Eunrim..” saran Heechul.

Aku tau! Huh! Kalian semua.. Pikiranku sudah sangat berat! Kenapa kalian selalu memperlakukanku seperti anak kecil sih?

“Aku turun duluan.. Kau jangan dekat-dekat denganku selama ada kamera..” kataku lalu masuk ke dalam lift meninggalkan Eun-ah yang kebingungan.

-flashback-

“Babo~ ahh.. betapa lamanya sebutan itu tidak kugunakan untukmu..” samar-samar kudengar suara seseorang.

Nugu?

“Mianhae, Kyu.. Tapi aku harus berpura-pura lupa ingatan..”

Eunrim? Dia.. Berpura-pura?

“Aku hanya menginginkan perhatianmu padaku.. Kau yang sekarang.. walaupun sangat overprotektif, aku menyukainya..” suara Eunrim semakin mendekat.

“Bolehkan aku memainkan peranku lebih lama? Kalau kau mengetahuinya sekarang, aku yakin kau pasti akan membakarku hidup-hidup.. Kekeke~” tes.. sesuatu jatuh di pipiku.

Dia menangis?

“Mianhae..” katanya sambil mengecup pipiku perlahan. “Kau pasti sangat frustasi.. Tapi setelah kudengar dari Yesung oppa bahwa kau tidak tidur kemarin, aku merasa bersalah babo! Aku bukannya emas 24 karat yang harus kau jaga terus..”

Kau lebih daripada itu baby.. Emas 24 karat tidak ada artinya dibandingkan dirimu..

Tidakkah kau tau betapa bahagianya aku sewaktu bertemu denganmu di pesta waktu itu? Kau tepat dihadapanku, tapi kau bahkan tidak mengenalku?

Yaa.. aku sangat frustasi.. Aku sudah merencanakan berbagai rentetan ide yang bisa membuat ingatanmu kembali, bahkan sudah bertekat akan menggulingkanmu dari atas tangga andai saja otakku tidak bekerja dengan baik..

Tapi dengan sangat lancarnya kau bilang hanya pura-pura? PURA-PURAA??!!

“Tapi kau juga harus mengerti keadaanku..” desahnya. “Tidakkah kau tau betapa hancurnya hatiku sewaktu melihatmu bertunangan dengan gadis lain? Kau sudah mengingkari janjimu! Dan appamu menjodohkan kalian hanya demi perusahaan? Aku tidak terima! Selama ini aku selalu menyembunyikan statusku, tapi itu malah menjadi boomerang? Aigoo..”

Aku tau kesalahanku.. Aku ini namja yang sangat tega ya?

“Bersikap tidak sopan pada Hyora juga membuatku terlihat sangat egois.. Tapi aku melakukan itu semua demi mendapatkanmu kembali.. Ahh.. Aku memang egois ya? Hahaha..” tawanya terdengar mengiris hatiku.

Tidak.. Rasa-rasanya aku ingin bangun dan memelukmu seerat-eratnya! Kau tidak egois! Tidak sama sekali.. aku bahkan sangat bersyukur kau melakukan hal itu di depan appaku..

Tapi walaupun kau hanya gadis biasa.. Bukanlah seorang putri penerus perusahaan Song, aku akan tetap mencintaimu..

-end of flashback-

Saat ini tujuanku hanya melindungimu.. Menjauhkanmu dari semua bahaya yang mungkin akan menimpamu.. Seandainya kita sudah bertemu dari dulu, mungkin aku akan menolak untuk menjadi artis..

“Kyaaaaa!!! OPPAAAAAAA!!!! OPPAAAAAA!!!” teriakan yang selalu membahana di sekelilingku.

Entah kenapa aku bahkan tidak menyukai caramu memanggilku ‘oppa’.. Walaupun semua fans memanggilku dengan sebutan itu.. tapi aku merasa panggilan itu tidak pantas kau sebutkan.. Aku merindukanmu memanggilku ‘Kyu’ atau ‘babo’..

“Pallii.. Palli..” kata sungmin mendorongku agak lebih cepat-cepat berjalan.

“Eunrim odieya?”  bisikku pada Sungmin.

“Di belakang.. Kau tenang saja, dia tidak akan hilang kok..” sahut Sungmin sambil memberikan senyuman mautnya.

Kami pun secepatnya naik ke dalam bus.

“Semuanya sudah ada kan?” cek Eeteuk.

“EUNRIM!!!” seruku panik. Di mana lagi dia?

“EHH?” serentak yang lain mulai mencari ke luar bus. Tapi nihil, Eunrim tidak ada di manapun.

“Kita harus jalan, Kyu..” kata Eeteuk tenang. “Dia mungkin kembali ke kamarmu..”

“TAPI KUNCINYA ADA PADAKU!!” seruku tambah panik.

Bagaimana kalau dia tidak mengikuti kami tadi? Bagaimana kalau dia sedang berjuang di antara banyaknya ELF yang sedang ber’kyaaaaaa’ pada kami?

“HENTIKAN BUSNYA!!!!” jeritku begitu mengetahui bus mulai berjalan.

“Kyuu!! Jadwal kita akan terbengkalai!!” sergah Eeteuk lagi.

Tapi Eunrim.. Dia pasti kebingungan kalau sendirian!

“Seharusnya tidak kubiarkan dia jauh dariku..” kataku sambil mengacak-acak rambutku.

“Tenanglah, Kyuu.. Dia pasti bisa mencari jalan ke tempat show kita.. Atau mungkin dia menunggu di lobby.. Toh dia sudah besar..” sahut Wookie mencoba menenangkanku.

“TAPI DIA BARU 16 TAHUN!!!!” jeritku lagi.

“Aihh.. siapa juga yang menyuruhmu mempunyai yeoja semuda itu?” balas Heechul.

Aku semakin merasa bersalah.. “YAAA!! Aku memang menyuka yeoja yang umurnya SANGAT jauh dariku.. Apa itu salah? SALAH?” kataku mulai kehilangan kesabaran.

“CUKUP!” sergah Eeteuk tegas. “Kalian tidak usah ribut! Tidakkah kalian malu? Dari tadi sopir itu memperhatikan kita..”

Aku tidak tau lagi!!! ARGHHHHHHHHH!!! Song Eunrim.. odieya?

-continue-

==========================================================

Penasaran? Kekeke~

Pertanyaan untuk part ini :

kira-kira Eunrim itu ke mana hayo? Dia sengaja menghilang atau emang beneran  terpisah dari Kyu?

Iklan