Author : cutemoo

Title : Boneka Sapi Berpita Pink (geje banget judulnya =.=)

Length : One Shoot

Genre : Crispy (?) Comedy, Little Romance

Cast :

– T.O.P aka Choi Seung Hyun (belongs to himself)

– Han Yong Woo (belongs to author)

– Kang Dae Sung (belongs to himself)

– Seung Ri (belongs to himself)

– Dong Yong Bae (belongs to himself)

– Kwon Ji Yong (belongs to me *bagbugbyurr* belongs to himself)

– Song Yoo Jin (belongs to author)

*<>*<>*<>*<>*<>*

Annyeong readers… Author kali ini bikin ff geje lagi *pokoke klo berbau ff geje, saia ahlinya hahahahaha….. #plakk

Mianhae nae yeobo GD, kali ini aq selingkuh dulu dengan hyung-mu. Cuma kali ini aja koq yah?? Yah?? Yah?? *cubit2 pipi GD. Lain kali aq bikin lagi deh ff Yongie Couple *Ji Yong Woo ^^

Latar belakang cerita diambil dari author, karena saia emank suka warna pink dan boneka sapi ^^ uda kliatan kan dari namanya 🙂 N about karakter T.O.P, saia terinspirasi dari parodi Big Bang di“Secret Big Bang”. Oohhh, satu hal lagi….GD disini cuma numpang lewat aja. Soalnya author ga tega selingkuh didepan mata suami sendiri *DUUAAAGGHHH

Betewe, silakan dilahap (?) ff geje ini!! *emank pecel ayam 😀

#<~><~><~><~><~><~><~><~><~>#

 

Author POV

 

“Lihat..lihat… Ini barang yang ingin kutunjukkan padamu, Yoo Jin. Bagus kan??” ucap Yong Woo riang pada temannya, Song Yoo Jin. Barang yang dimaksud Yong Woo adalah boneka sapi berwarna hitam putih memakai pita pink. “Sebenarnya aku ingin tubuhnya yang berwarna pink, tapi sudah kucari kemana-mana namun hasilnya nihil” sambung gadis itu dengan wajah sedih.

 

“Bukankah sapi itu memang berwarna hitam putih?! Percuma saja kau mencari hingga ke pelosok Korea, aku yakin pasti takkan pernah ada sapi berwarna pink” jawab Yoo Jin sambil mencibir kearah Yong Woo. “Lagipula apa sih bagusnya warna pink itu? Menurutku warna biru lebih keren” sambungnya.

 

Dengan mimik wajah serius, Yong Woo menatap sahabatnya itu. “Yoo Jin-ah.. Aku heran, mengapa Tuhan bisa menakdirkan kita bersahabat? Sedangkan untuk urusan makanan, gaya pakaian, artis favorit hingga warna favorit pun tak ada yang sama antara kita” katanya.

 

“Misalnya, makanan kesukaanmu adalah ramyun seafood sedangkan aku suka yang pedas karena aku tidak suka seafood. Untuk style berpakaian, aku lebih suka bergaya girly tapi kau lebih memilih yang bergaya sporty. Artis favoritku adalah Song Hye Kyo sedangkan kau suka Yoon Eun Hye. Dan jelas-jelas aku sangat suka pink, tapi kau suka biru. Sebenarnya kita ini bersahabat tidak sih??!” Yong Woo berkata panjang lebar. Kalimat terakhirnya membuahkan sebuah jitakan halus dari Yoo Jin.

 

“Kau ini ngomong apa sih?! Tentu saja kita bersahabat. Namun kau tidak bisa menyalahkan aku, jika aku tidak suka warna pink” Yoo Jin berkata sambil menyeruput orange juice miliknya.

 

“Hyung-ah… Pink itu warna kekanakan, kenapa kau sangat menyukainya?? Beda sekali dengan raut wajahmu yang sangar. Hahaha…” ucap salah seorang namja bernama Yong Bae disusul tawa yang lainnya.

 

“Benar, aku juga heran ketika pertama kali tahu bahwa Seung Hyun hyung suka warna pink. Kupikir warna kesukaannya itu merah atau mungkin hitam” namja bernama Daesung menimpali.

 

“Warna pink itu sangat tidak cocok untukmu hyung” sahut Seungri.

 

Yong Woo POV

 

“Warna pink itu sangat tidak cocok untukmu hyung” ucap seorang namja bersuara lembut.

 

Aku dan Yoo Jin terdiam, tanpa disadari kami menguping pembicaraan para namja di meja sebelah. Maklum, kafe Bingo ini menyekat tiap mejanya. Hingga memudahkan para pelanggan yang menginginkan sedikit privasi. Makanya aku suka sekali ke tempat ini, selain karena strawberry pie-nya yang enak.

 

“Apa kubilang, pink itu warna kekanakan tau” Yoo Jin buka suara.

 

“Sst…aku ingin mendengar pendapat namja yang menyukai warna pink itu” kataku pada Yoo Jin sambil menempelkan jari telunjuk ke bibirku.

 

“YAA! Kalian! Mengapa tawa kalian tulus sekali? Memangnya salah jika aku menyukai warna pink??!” ucap namja bersuara berat.

 

“Bukannya begitu hyung. Hanya saja warna yang kau sukai itu tidak cocok dengan karaktermu” sahut namja yang lain.

 

“Benar, benar. Pink itu warna kekanakan, lagipula kebanyakan para yeoja yang menyukainya. Sudahlah, hyung, sebaiknya kau ganti saja warna kesukaanmu ke hitam atau putih. Itu lebih cocok” ucap namja bersuara lembut itu lagi.

 

“Apa sih bagusnya warna pink? Malah menurutku warna itu melambangkan karakter cengeng. Apalagi warna itu…”

 

Karena tak tahan dengan para namja yang sudah menjelek-jelekkan warna kesukaanku, aku beranjak dari mejaku untuk menghampiri mereka.

 

“Yaa!! Kau, seenaknya saja berkata bahwa warna pink itu kekanakan. Kau tidak tahu ya kalau warna pink itu melambangkan cinta dan kasih sayang?!” dengan amarah yang meledak-ledak, langsung saja kusembur salah satu dari mereka. Namun namja tersebut hanya diam, dari tatapan matanya aku menyimpulkan bahwa sepertinya dia agak sedikit terkejut. Entah karena kedatanganku yang tiba-tiba atau karena aku memakinya.

 

“Yaa..mengapa kau diam saja? Ayo jawab aku” kataku lagi masih emosi.

 

Hahahahahaha……seketika itu juga para namja berjumlah empat orang yang ada dimeja ini menertawakanku. Terkecuali seorang namja yang baru saja kumaki. Sikapnya jadi salah tingkah dan aneh menurutku.

 

“Yaa..yeoja pabo! Apa yang kau lakukan hah?” ucapnya.

 

“Berani sekali kau mengataiku pabo!!” nadaku meninggi satu oktaf. Baru aku akan memakinya lagi, tanpa sengaja aku mengarahkan pandanganku ke lehernya. Mataku membelalak ketika tak sengaja kulihat namja di depanku ini memakai scarf berwarna pink. Tiba-tiba saja perasaanku jadi tidak enak. Dengan sedikit menyadari bahwa sepertinya aku membuat kesalahan, aku langsung diam seribu bahasa.

 

Saat pikiranku sedang menebak-nebak sebenarnya namja ini bukan yang membenci warna pink. Salah seorang dari mereka yaitu namja bermata sipit mendekatiku.

 

“Annyeong yeoja manis. Boleh kutau siapa namamu?” tanyanya sambil tersenyum menahan tawa kearahku.

 

“Annyeong, Oppa. Naneun Han Yong Woo imnida” jawabku ragu-ragu, kutundukkan wajahku sedikit. Ia mengangguk mendengar jawabanku. Kenapa perasaanku jadi tambah tidak enak sih??

 

“Yong Woo yaa, bolehkah kami semua memperkenalkan diri kami masing-masing? Naneun Kang Daesung imnida” katanya lagi.

 

“Seung Ri imnida” kata namja bersuara lembut. Kudongakkan wajahku untuk melihatnya. Ooh jadi dia namja bersuara lembut itu, pikirku.

 

“Yong Bae imnida”namja bermata sipit yang lain memperkenalkan diri dengan riang sambil menunjukkan high five-nya.

 

“Dan yang terakhir namanya Choi Seung Hyun. Pria yang baru saja kau maki-maki karena menurutmu dia membenci warna kesukaanmu itu. Namun faktanya, dia adalah fans berat warna pink” ucap Daesung menampakkan senyum angelnya, maksudku senyum jahilnya.

 

Author POV

 

“Dan yang terakhir namanya Choi Seung Hyun. Pria yang baru saja kau maki-maki karena menurutmu dia membenci warna kesukaanmu itu. Namun faktanya, dia adalah fans berat warna pink”

 

Jeedddhhheeeeeeerrrrrrr (?)…….. Bagai disambar gledek (?) Yong Woo mendengar penjelasan dari Daesung mengenai namja dengan scarf pink itu. Ternyata benar dugaannya bahwa ia telah salah memaki orang. Yong Woo melirik sekilas ke arah Yoo Jin dengan tatapan tolong-bantu-aku, tapi yang dilirik malah cuek bebek sambil menggoyangkan telunjuknya dari atas ke bawah (a/n:cucian d u :p).

 

Sepintas Yong Woo mengeluarkan senyumnya, yang lebih tepat dibilang ringisan.

 

“Mianhae, oppa. Jeongmal mianhae..” kataku tertunduk, speechless.

 

Siiiiinnnnnnggggggg…. Tak ada jawaban. Ragu-ragu Yong Woo mengangkat wajahnya, tanpa sengaja matanya langsung beradu pandang dengan namja bernama Seung Hyun itu.

 

Aigoo, kenapa tatapan matanya membuat jantungku berdebar seperti ini?? Kata Yong Woo dalam hati. Cepat-cepat gadis itu menundukkan kepalanya lagi. Ia takut kehilangan jantungnya jika menatap Seung Hyun lebih lama dari ini.

 

“YAA!!” bentak Seung Hyun pada Yong Woo hingga gadis itu terlonjak dan mundur selangkah. Dipeluknya boneka sapi yang sejak tadi dia pegang.

 

“Karena kau sudah merusak mood sore-ku ini. Aku akan menghukummu” ucap Seung Hyun lagi.

 

Seung Hyun POV

 

Kupikir yeoja ini sangat menyebalkan karena suka sekali mengurusi urusan orang. Tapi setelah kuperhatikan, dia cukup lucu juga. Ternyata warna kesukaannya sama denganku.

 

Jadi namanya Han Yong Woo ya??! Akan kuingat itu. Ke ke ke… Aku ingin sekali tertawa melihatnya terkejut setelah mendengar penjelasan dari Daesung mengenai diriku.

 

Haish… kami beradu pandang, namun sepertinya dia tidak mau lama-lama menatapku. Waeyeo?? Biasanya para yeoja seakan lumer (?) bila ditatap olehku. Atau mungkin dia gugup?? Kuharap begitu ke ke ke 😀

 

Ige mwoya?? Boneka sapi?? Apa yeoja ini menyukai boneka sapi juga?? Ahh, aku ada ide. Akan kukerjai yeoja bernama Yong Woo ini karena dia sudah merusak mood-ku. Yah bukan salah dia sepenuhnya sih mengingat yang memulai masalah ini adalah Daesung, Yong Bae dan Seungri.

 

“YAA!!” Dia tersentak. Lucu sekali, apa dia segitu takutnya padaku?? Sampai harus memeluk bonekanya seperti itu.. Kyeopta.. >.<

 

 

“Karena kau sudah merusak mood sore-ku ini. Aku akan menghukummu” kataku berpura-pura dingin.

 

“Aku akan menerima permintaan maafmu dengan satu syarat. Kau harus memberiku boneka sapi dengan pita berwarna pink”.

 

“Jeongmal?? Hanya itu sajakah??” akhirnya yeoja pabo ini mengangkat wajahnya. Kulihat matanya berbinar senang.

 

Hei, jangan salah yeoja manis. Syaratku tidak segampang itu. Masih ada sebaris kalimat lagi yang belum kukatakan padamu. Aku berkata dalam hati lalu tersenyum jahil padanya.

 

“Ne… Boneka sapi, namun besarnya harus melebihi boneka sapi yang kau pegang. Tepatnya harus sebesar dirimu. Ingat, dengan pita berwarna pink! Araseo!!”

 

“Aku tunggu kau di tempat ini besok di waktu yang sama” kataku sambil menatapnya yang memandangku tak berkedip. Lalu aku beranjak pergi meninggalkan yang lainnya dan Yong Woo yang masih berdiri kaku. Shock mendengar syarat yang kuajukan. Ke ke ke…

 

Yong Woo POV

 

Dasar namja tidak tau diriii. Keterlaluan kau… Seenak jidatmu saja memberiku syarat seperti itu. Kau menyuruhku memberimu boneka sapi sebesar diriku?? Kenapa tidak sekalian saja kau suruh aku berdandan ala sapi, lalu menempatkanku di sudut kamarmu. Oops, jangan sampai perkataan terakhirku didengarnya. Bisa-bisa dia benar-benar menyuruhku bergaya seperti itu.

 

Saat pikiranku dihinggapi penyakit bingung + emosi tingkat dewa, tiga orang namja yang tadi bersama Seung Hyun oppa menghampiriku.

“Saeng-ah… Hwaiting!! Mungkin hanya itu saja yang bisa kami ucapkan padamu. Karena kami pun tidak bisa menolak permintaan Seung Hyun hyung jika mood-nya kurang bagus” Daesung oppa berkata sambil menepuk-nepuk punggungku.

“Berusahalah… Kuberitahu kau sebuah rahasia, sebenarnya Seung Hyun hyung itu orang yang baik. Jadi, kau tak perlu khawatir” bisik Yong Bae oppa tersenyum.

“Aku dataannggg…. Yaa, mengapa kalian berdiri disini? Mana strawbeey pie-ku?? Dan, siapa yeoja ini?? Apakah dia yeojachingu barumu, Yong Bae-ah??” seorang namja lain yang baru saja datang bertanya pada Yong Bae oppa. Raut wajahnya lucu, menurutku.

“Kajja, Ji Yong hyung. Sepertinya pancake stroberi disini sudah habis” ucap Seung Ri oppa sambil menyeret lengan namja bernama Ji Yong.

“Mwo!!”

Keesokan harinya @ Dorm Big Bang


Seung Hyun POV


Haissh… Apa yang sudah kulakukan?? Mengapa aku memberinya syarat yang begitu susah? Bagaimana jika dia tidak menemukan boneka sapi yang kuminta?? Dan parahnya lagi dia tidak datang ke kafe untuk menemuiku. Aigoo, Choi Seung Hyun pabo…

“Omoo… Aku sedang memikirkan apa?? Kenapa wajah yeoja itu selalu terbayang dibenakku? Untuk apa juga aku repot jika memang dia tidak datang ke kafe. Jangan-jangan aku… Ahh, anniyeo, anniyeo…”

“Hyung ah.. Kau sedang bicara apa? Kau ada masalah?” tanya Seungri.

Aku terlonjak kaget karena tiba-tiba Seungri sudah duduk di sebelahku. Semoga saja dia tidak mendengar ocehanku yang tidak jelas tadi. Kalau tidak bisa gawat dunia persilatan (?) nanti.

“Oh ya hyung… Yeoja yang kemarin itu…siapa namanya?? Ooh Han Yong Woo. Bagaimana menurutmu??”

Glekk.. To the point sekali anak ini.“Bagaimana apanya? Menurutku biasa saja” jawabku cuek.

“Hyung-ah.. Kau mau kemana pagi-pagi begini? Wow, pakaianmu rapi sekali, tidak seperti biasanya” tanya Daesung yang baru saja tiba di dorm. Entah darimana dia.

“Seung Hyun hyung akan pergi menemui yeoja pujaannya yang kemarin” jawab Seungri. (a/n:biasaa, ‘ember’nya Seungri kumat *ditendang Seungri sampe nyungsep)

“Mwoo!! Maksudmu yeoja yang kita temui di kafe Bingo itu?” tanya Daesung pada Seungri dengan mimik tak percaya.

“Ne.. Hyung bilang, dia selalu terbayang wajah yeoja itu. Mianhe hyung, aku tak sengaja dengar tadi” (a/n: Seungri‘ember’ lagi sodara sodara :D)

Haish, dasar Seungri, pabo magnae.. Apa‘makhluk’ ini tidak bisa menjaga mulutnya sedikit!!

“Anniyeo, Seungri hanya mengada-ada. Lagipula aku pergi bukan untuk menemui yeoja pabo itu. Aku ada urusan sebentar. Aku pergi dulu”

Yong Woo POV

“Aigoo… Ini toko yang ke 9, tapi aku belum juga menemukan boneka sapi itu. Eomma, eottoke??” kataku hampir menangis. Yong Woo pabo, beginilah akibatnya jika kau suka mencampuri urusan orang lain.

“Bagaimana jika aku sama sekali tidak menemukan boneka sapi itu? Apa aku harus cari diluar negeri?” (a/n: Yongie, cari aja di mangga 2. Dijamin ada deh #author edan ^^)

“Yaa, yeoja pabo!! Mengapa kau menangis di depan etalase toko orang?!!”

DEG… Sepertinya aku mengenal suara ini. Andwee…andwee.. Jangan sampai aku bertemu namja mengerikan itu disini. Andwee… Aku belum menemukan boneka yang dia minta.. ANDWEE…. >.<

“Yaa!! Tadi menangis, sekarang menggelengkan kepala tidak jelas. Seperti orang bodoh saja”

Aku diam tak bergeming. Ingin rasanya lari dari tempat ini. Tapi aku lebih pendek darinya, percuma saja melakukan itu. Toh akhirnya aku akan terkejar dengan mudah.

“Yeoja pabo, mau sampai kapan kau membelakangiku seperti itu” katanya sambil mengetuk pelan pundakku dengan ujung telunjuknya. Heiii, sepertinya pendengaranku sudah rusak! Kenapa sekarang suaranya berubah jadi lembut??

Dengan perasaan campur aduk, kuberanikan diri membalikkan badan hingga berhadapan dengannya.

“Mianhae, oppa. Aku belum menemukan boneka sapi yang kau minta. Sudah delapan toko yang kukunjungi. Dan ini yang ke sembilan. Tapi sepertinya disini pun tak ada” kataku lemas.

“Jinjja?? Haish…sudahlah, kau tunggu saja disini. Aku akan masuk ke dalam”

Tanpa menunggu persetujuan dariku, namja ini masuk kedalam. Kira-kira dia mau beli apa ya?? Ahh, mollasoyeo. Bukan urusanku juga.

“Heee…. Ige mwoya??” kataku kaget. Sekembalinya dari dalam, tiba-tiba saja dia sudah melingkarkan sebuah scarf pink ke leherku.

“Karena kau tidak memberikan apa yang kuminta, kaulah yang jadi boneka sapinya” katanya enteng.

“Mwoo??” Aigoo, apa dia tahu apa yang kupikirkan kemarin??! Omoo, apa yang harus kulakukan??

“Aku sudah bilang, kau akan kumaafkan jika memberiku boneka sapi”

“Tapi kan aku sedang berusaha. Ayolah, oppa.. Beri aku kesempatan lagi untuk mencarinya” kataku memohon.

“Untuk apa kau mencarinya lagi?! Kau kan sudah memberikannya. Mulai sekarang, kau adalah boneka sapi milikku” katanya tersenyum.

“Perkataan macam apa itu?? Memangnya aku boneka yang bisa dimiliki semua orang”

“Haish..jinjja!! Kau ini benar-benar pabo ya.. Maksudku, sekarang kau adalah yeojachingu-ku. Araseo!! Kajja..”

“Mwooo!!!”

=====================================END=========================================

Hyyaaaaa…..Mian klo ff nya juueeellleeekkkkkkk banget….. Saia selaku yang buat, benar-benar minta maap *bow

Jeongmal gomapsumnida, buat chingudeul yang uda maw baca ff saia ini *hug chingu 1 1

Tentang endingnya, harusnya bukan begini. Waktu author dapet ide langsung deh buru2 ngetik. Tapi koq makin lari (?) dari ide yang didapet =.= Yaahhh, gini deh akibat selingkuh di depan suami sendiri *preeettttt





   




   
Klo maw kasih komen, kripik kentang (oops) maksudnya kritik dan saran juga boleh. Kripik (bc:kritik) yang paling pedes pun diterima. Apalagi klo maw kasih lappie, diterima dengan seikhlas-ikhlasnya hahahahaha *ngumpet dibelakang Tabi krn ngliat para readers bawa golok, samurai, parang, bom, gas air mata, sarung (?)




   




   
Ya uda deh yaaa, saia maw menyiapkan ff geje berikutnya. Annyeoonnggg… ^^
Iklan