Miaaan Chingu…Author hiatusnya kelamaan ><” Abis UAS malah disambung sama2 keg2 lain..hwhwhwhw….
Ini part 5 nya ya…
Happy Scrolling >< Ditunggu commentnya (Sepi terus..author jd sedih)
Author : Regina Nicole (Nicky)

Title : Loving You Without Any Reason

Length : chaptered

Genre : romance,friendship,drama

Cast : FT Island (incl WonBin), CN Blue, fic girls(Rhie,JinJi,ShinHye,JiNa,MinHee,HyoYeon)

Summary : Which is more important?Love or your friendship? When a girl meet this kind of choice no one can guess what is the answer…

So Here the story…about letting someone go..about holding someone arm…

PS: FF ini udah pernah dipublish di blogku sendiri http://nickisland.wordpress.com/ ^^ Happy reading..Comments are love

Chapter 5

“Aku membeli banyak makanan.”Teriak MinHwan saat masuk ke dalam dormnya. “ Tepatnya aku membawa semua pesanan kalian.Kenapa tidak delivery saja sih?”Cowok itu melepaskan hodie besarnya yang tadi ia pakai untuk menyamarkan diri.

“Lebih mudah memintamu untuk membeli .”Jawab HongKi santai.”Bawa ke sini.Sebentar lagi tamu kita dari lantai atas mau bergabung.”

MinHwan menangguk dan menaruh semua kantung plastic bawaannya.Ia memang sudah mengira kalau leadernya akan memberikan sambutan ramah tamah.Bagaimanapun mereka kan 1 perusahaan.Dan mereka sebagai sunbae (walaupun umur mereka rangenya sama) tapi tetap harus memberikan gambaran yang baik.

“Ah…aku juga sudah memberi tahu JiNa bahwa mereka tidak perlu memasak hari ini.”Ujar JaeJIn sambil membantu MinHwan mengeluarkan belanjaannya.Gila…dongshaengnya yang satu ini sih benar-benar kuat loh.Banyak sekali bawaannya.Ia sendiri bingung bagaimana cowok itu bisa bertahan melewati lotte mart dan sampai dengan selamat di dorm mereka.

“Seharusnya mereka memang dari awal tidak perlu memasak.”Gerutu HongKi.Kemarin gilirannya ShinHye yang memasak dan rasanya…Benar-benar mengerikan…Kabarnya sih ShinHye sedang mengamuk karena ada masalah dengan dosennya.

Satu-satunya manusia yang masih tetap makan adalah WonBin dengan alasan bahwa dia sangat kelaparan dan tidak terlalu mempedulikan rasa makanan.Padahal JongHun yang biasanya bersikap sopan saja sampai diam-diam membuang setengah isi mangkuk ke wastafel. Mereka sih sudah  menebak-nebak bahwa mungkin saja WonBin sudah terpikat dengan tetangga yang satu ini.

“Setauku mereka juga akan memulai debut di Jepang kan?”Tanya JaeJin. Fakta ini agak menganggunya.Kenapa band-band baru sekarng sangat cepat memulai debutnya di luar negeri?Dulu mereka dengan susah payah harus menguasai pasar Korea dulu baru mendapat kesempatan untuk ke luar negeri.

“Ya..Perusahaan ingin hasil yang instan.Dan kita semua tahu kalau merebut pasar luar negeri bisa berhasil,artinya di Korea mereka tidak perlu memusingkan apapun.”Jawab WonBin tenang.

“Aaaah…Aku jadi tidak tahu bagaimana harus bersikap terhadap mereka.Di satu sisi,mereka kan hobae kita,dan di sisi lain,mereka saingan kita dalam indie band.”Teriak HongKi.

“Yah..hyung….kenapa harus pusing.Bersikap saja seperti biasa.Bagaimanapun fans kan yang akan memilih.Kenapa harus takut saingan?”Celetuk MinHwan.”JongHun hyung dimana sih?”Tanyanya.

“Dia menemui manager kita.Kelihatannya dai benar-benar serius waktu bilang akan mengurus soal kepindahan para gadis itu.”Jawab HongKi.

“Aaah..Jadi dia sudah memberi tahu manager bahwa Rhie adalah pacar bohongannya.” Ujar JaeJin menyimpulkan.

“Aku ragu hyung akan mengatakan soal bohongan itu.”Celetuk MinHwan.

“Siapa yang tahu apa isi pikiran orang itu.”Tambah WonBin.

“Ah…Apa para member CN Blue juga tahu kondisi JongHun hyung dan Rhie?”Tanya JaeJin.

“Aku bertaruh tidak..JongHun tidak mau repot-repot memberitahu mereka.Lagipula dia kan memang mau membuat semua ini mirip dengan kenyataan.”Jawab WonBin.

“Tepatnya kalau perlu jadi kenyataan.”Gumam MinHwan

“Sudahlah..Kalian cepat rapikan semua itu.Biar kita bisa langsung mulai begitu semuanya sampai.”Seru HongKi

“YA!Hyung!Kau yang tidak membantu sama sekali sedari tadi!!”Gerutu MinHwan.

***

“Apa yang harus kupakai?Apa yang harus kupakaaaiii????”Seru JiNa panik.

“Memangnya kau sekarang tidak pakai baju?”Jawab JinJi ketus.Entah kenapa hari ini giliran dia yang emosian.Dosen sial…bisa-bisanya merusak mood seorang mahasiswa sampai separah ini.

“Abaikan saja dia.”Jawab ShinHye,”Tapi memang benar.Kau terlalu ribet.JiNa.”

“Kau…Kau berani bicara seperti itu soalnya kau sendiri kan sudah mendapatkan pakaian yang bagus!!!”Gerutu JiNa.

ShinHye menjulurkan lidahnya.Tentu saja…Hahaha…Dia memang sudah mengenakan jumpsuit hitamnya dilengkapi dengan kaos sabrina neck warna coklat.Bahkan ia sudah menyiapkan leather jacktnya kalau-kalau di dorm sebelah suhunya ternyata dingin.

“Lebih baik cepat kalau mau memilih pakaian,JiNa.”Saran MinHee.Sebentar lagi seharusnya sudah waktu makan malam.”

“Ne..unnie..”

MinHee sendiri juga sudah siap.Ada one piece garis vertikal berwarna pink dengan sedikit leather di bahunya yang baru saja ia beli ditambah legging putih.Sudah lengkap…Lagipula ia pikir kalau ia terus-menerus berdandan berlebihan setiap kali bersama dengan para idol itu,bisa-bisa MinHwan mengangapnya centil.Ia kan tidak mau sampai seperti itu.

“Sudahlaah…Pakai hodie sepertiku saja kan bisa.”Seru JinJi lagi.Cewek itu sudah siap dengan hodie besar hitamnya dan hot pants andalannya.Agak gila sebenarnya menggunakan hot pants di musim dingin,tapi biar saja…Ini kan di dalam ruangan.

“Kau kan sedang kesurupan saja makanya berani seperti itu.Coba kalau sudah normal.Mana mungkin berani menemui HongKi hanya dengan dandanan seperti itu.”Jawab JiNa.

JinJi hanya mengangkat bahunya tanda tidak peduli.Mungkin>Tapi dia memang tidak memiliki mood sama sekali untuk berdandan selama 3 hari ini…Kalau benar kata JiNa ini karena dia sedang ‘kesurupan’ then semoga kegilaannya cepat berakhir.

“Ngomong-ngomong Rhie mana?”

“Dia tidak ikut lagi hari ini…Biasa..tugasnya ditolak.”

“Aku bingung kenapa Rhie bisa-bisanya tetap bertahan tidak gila dengan dosen seperti itu.”

“Tidak ada yang bisa menebak otaknya.”

“Ah!!Aku sudah menemukan apa yang mau kupakai!!”Teriak JiNa.

Cewek itu menunjuk sebuah dress midi dengan ruffle berwarna kuning.

“Apa tidak terlalu er..heboh,JiNa-ah?”Tanya MinHee.

“Biar saja unnie..Heboh kan dia.”Jawab ShinHye.

“Berikan aku waktu setengah jam dan aku akan siap!”Teriak JiNa sambil berlari masuk ke kamarnya.

“YAH!KITA AKAN TERLAMBAT!!”Teriak JinJi,”Dan aku sudah lapar.”

“SAVE THE BEST FOR THE LAST dong JinJi sayang.”Balas JiNa dan kemudian terdengar suara pintu ditutup yang cukup kencang.JiNa pasti benar-benar ngebut.

***

Rhie menyeruput vanilla latte yang ada di tangannya. Ternyata udara di luar juga tetap saja tidak bisa membantunya untuk berpikir. Entah apa yang nanti akan dikatakan oleh MinHee unnie kalau sampai cewek itu kembali ke kamar duluan.Tadi dia meninggalkan begitu banyak sampah kertas bekas sketsanya.

Terlalu banyak pikiran….Tidak biasanya ia seperti ini.Perihal tentang kepindahannya mendadak ke apartemen ini. Tentang dirinya yang tiba-tiba harus menjadi public figure sebagai pacar idol dan ditambah lagi kabar yang ia dengar kemarin malam tentang CN Blue yang benar-benar sudah pindah ke lantai atas mereka.Padahal seharusnya ruangannya yang mereka gunakan. Bagaimana caranya ia berpura-pura menjadi pacar JongHun kalau ia harus tetap bertemu orang luar bahkan di apartemen sekalipun.

“Apa kau tinggal di apartemen ini juga?”

Rhie mendongakkan kepalanya untuk melihat siapa yang berbicara dengannya. Tidak terlalu kaget saat mengetahui bahwa JongHyun CN Blue yang baru saja menyapanya.Hanya sedikit bingung kenapa orang itu tidak berada di dorm FT Island untuk makan bersama seperti yang JiNa katakan malah berkeliaran di kafetaria bawah.

“Ne..Ada yang bisa aku bantu JongHyun ssi?”

“Pesankan apapun yang kaupesan?”

“Ne?”Gumam Rhie bingung,tapi cewek itu tetap melangkah ke bagian penjualan dan memesan vanilla latte.Ia sendiri membawa cangkir miliknya dan meminta ahjumma yang ada di kasir untuk menukarnya dengan gelas take away.

“Bukannya seharusnya kau menemaniku minum bersama bukannya pergi begitu saja?”

“Aku pikir tidak seharusnya aku menganggumu.”Jawab Rhie buru-buru.Sebenarnya bukan itu saja sih alasannya.Ia sendiri memang tidak punya mood untuk  berbincang-bincang. Hwhwhw… gimana nasib tugasnya sekarang..

“Aku memintamu untuk duduk menemaniku,bagaimana?”

Dan sialnya..lagi-lagi Rhie tidak sanggup untuk menolak,jadi cewek itu berjalan duduk dengan patuh walaupun pikiran di dalam kepalanya terbang kemana-mana.

***

“YAH!Kenapa wajahmu?”Seru HongKi saat melihat manusia yang biasanya menjadi rival ributnya diam malam itu.”Bukannya kalau aku tidka salah hitung,hari ini adalah hari terakhirmu berada di RSJ?”

“Kau memang tidak salah hitung HongKi ssi.”

“Lalu kenapa wajahmu seperti itu?Seperti tidak rela saja meninggalkan rumah sakit jiwa itu. Apa kau jangan-jangan betah ya berada di sana?”

“Memangnya kau pikir otakku sudah terganggu?Aku stress memikirkan tugasku okay?Jadi jangan mengangguku sekarang.”

HongKi menggerak-gerakkan bibirnya untuk mencibir..Huh..tampaknya ia akan terus ribut dengan cewek yang satu ini.Memang jenis yang tidak bisa diajak bersahabat!Padahal dia sendiri kan juga sedang stress.Melihat kedatangan CN Blue kok sepertinya dia merasa agak tersaingi ya?

Awalnya mereka kan satu-satunya band yang diurus oleh perusahaan.Mereka yang dari awal merintis nama dan susah payah membuat band Indie setingkat dengan boy band.Eh,begitu saja perusahaan membuat band baru begitu keadaan sudah nyaman.

“Kenapa sojumu tidak diminum?”Tanya HongKi.

“Aku tidak minum minuman keras.Lagipula apa bagusnya untuk kesehatan?”

“Bilang saja kalau kau tidak bisa..”

“Jangan menantangku sekarang.”

HongKi mengeluarkan suara andalannya dalam mencibir.Ia memang sedang bosan dan kesal.. Jadi ia akan melakukan apapun untuk menggoda cewek di sampingnya itu. Itulah satu-satunya hal menarik yang berhasil ia temukan dari kepindahan kelima cewek itu ke apartemen ini.

“Mau bertanding?Kita lihat siapa yang mabuk duluan.”

“Siapa takut.”Ujar HongKi senang.Hehehe…cewek itu sudah masuk ke dalam permainannya. Begini-begini,ia kan sering menemani HeeChul hyung minum.Tentu saja kemampuan minumnya di atas rata-rata.

“Mulai dari botol pertama.”

***

“Yah!Yah!Yah!Kau sudah botol keberapa?”Tanya JaeJin panik saat melihat JiNa dengan santainya mau membuka 1 botol soju yang baru lagi.

“Ehm…3?memangnya kenapa,oppa?”

“YA!Masih bertanya kenapa?Memangnya kau sekuat itu dalam minum?”

JiNa mengangguk yakin.Tentu saja dia yakin dengan kemampuannya minum.Lagipula ini kan hanya soju…Di antara teman-temannya sebelum ini kan ia yang paling sering pergi bermain,sehingga ia sudah terbiasa meminum minuman beralkohol.Apalagi sekarang kan sedang musim salju. Minuman itu merupakan minuman yang lazim diminum untuk menghangatkan tubuh.

“Benar-benar cewek unik.”Gumam JaeJin.

“Tenang sajalah oppa…Seandainya aku benar-benar mabukpun,kamarku kan hanya di sebelah.Kau bisa dengan mudah menggendongku ke sana.”

“Berapa banyak botol soju yang bisa kau minum?”Tanya JeongSin tiba-tiba.

“Kau jangan mencoba-coba Hyung.”Ujar JaeJin memperingatkan.

“Apa yang kucoba?”Jawab JeongSin mengelak.

JiNa sampai harus mendongak untuk menatap wajah cowok yang ia yakini baru berbicara kepadanya.Astaga…benar-benar tinggi sekali.Salah satu syarat cowok yang ia sukai. Setaunya dengan tingginya ini,JeongShin sudah mendapat kesempatan untuk masuk ke dunia model.

“5-6…Seharusnya kalau angka di bawah 10,aku masih sanggup.Hanya saja,aku kan bisa kembung.”

“Soju yang ada di dormku tidak sebanyak itu juga,JiNa.”Ujar JaeJin menyadarkan.Tadi yang membeli soju kan MinHwan…Dia hanya membeli 1 box besar dan diminum oleh berapa banyak orang coba?

“Makanya..tenang saja..Aku tidak akan mabuk oppa.Ah,JeongShin ssi.Aku dengar kau jadi terjun ke dunia model?”

“Ne.Perusahaan memintaku untuk memulai debut menjadi model juga.”

“Waah!!Benar-benar menyenangkan sekali.Aku sudah lama meninggalkan dunia model.”

“Kau model juga?”Tanya JeongShin.

“Dulu..waktu SMA.Sayangnya sekarang aku harus fokus kuliah atau omma akan membunuhku.”

JaeJin diam-diam beringsut menjauh meninggalkan kedua orang yang mulai cocok berbicara itu. Sayangnya bukan dengan topik yang ia mengerti.Hhh..kenapa dia merasa agak kesal ya? Apa karena fakta bahwa selama ini JiNa kan hanya mencari perhatian darinya dan sekarang muncul orang lain yang lebih menarik darinya..

***

“Aku tidak melihat JongHyun.Apa dia tidak bergabung bersama kita?”Tanya JongHun memastikan.Aneh juga melihat cowok yang notabene hobaenya itu tidak datang pada acara ramah-tamah seperti ini.

“Burning JongHyun..Tidak ada yang bisa menebak bagaimana moodnya.Kami sudah terbiasa melihat dia muncul atau menghilang tiba-tiba.”Ujar YongHwa menjelaskan.

“Ah..Aku mengerti.Aku akan keluar sebentar.Kalian semua lanjutkan saja.”Ujar JongHun dan segera beranjak pergi tanpa menunggu jawaban.

MinHee yang sedari tadi bosan karena ia sendiri tidak menyentuh lebih dari 1 botol soju mendekati YongHwa dan mencoba mengajak idolanya itu bicara.Ia benar-benar tidak ingin melewati kesempatan langka seperti ini.Ia benar-benar mengidolakan YongHwa setelah melihatnya di drama You’re Beautiful.

“YongHwa ssi..Aku benar-benar menyukai acara We Got Marriedmu.”

“Acara We got married ku?Aaah…Itu kan sudah hampir tamat.”

“Benarkah?Padahal YongHwa ssi dan SeoHyun ssi sangat cocok.”Ujar MinHee.Walaupun dalam hati ia agak bersorak kegirangan.Yeeahh…akhirnya ia tidak perlu sakit hati lagi setiap melihat acara itu.Cukup kesal karena Khuntoria couple kelihatannya masih memiliki jam tayang yang cukup panjang.

“Panggil saja aku oppa.Kami kan sama-sama idol.Tentu saja terlihat sangat cocok,tapi untunglah pernikahan bohongan kami akan berakhir segera setelah Adam couple berakhir.”

“Nee oppa.Yaah..Sayang sekali.”

“Apa kau tahu di sini juga ada yang mau mengikuti We Got Married.”

“Jinja?Duguen?”

“Hyuung…”Seru MinHwan begitu ia mendengar sirine tanda bahayanya berbunyi.Walaupun cowok itu minum berbotol-botol soju,ia termaksud orang yang kuat minum dan masih sadar penuh sampai sekarang.

“MinHwan!!!”Seru YongHwa.

“YAH!Itu kan hanya bercanda.Karna aku pikir rasanya menyenangkan bisa melakukan acara seperti itu.”

“Ah…dan apa kau tahu apa nama putri yang MinHwan inginkan?”Ujar YongHwa lebih kencang.

“Yaah..Hyung-ah..Kau sepertinya benar-benar sudah kebanyakan minum.”Seru MinHwan panik. Ia mencoba menutup mulut hyungnya,tapi sia-sia…Hyungnya itu ternyata cukup kuat walaupun sudah mabuk.

“MinHae-ah…Lihat..dia benar-benar sweet kan?”

“Hyung…Kau sih benar-benar ..Lebih baik berhenti minum.”

“Benarkah?”Tanya MinHee penasaran.Ia cukup tertarik dengan fakta baru yang ia temukan dari MinHwan.Ternyata cowok itu memiliki sisi imut juga.Ia pikir selama ini magnae yang satu ini hanya bisa menjadi sosok yang dewasa menggantikan hyung-hyungnya.Ternyata…

“Min dari namanya dan Hae dari nama istrinya nanti..Sepertinya ia akan mencari istri berdasarkan namanya saja nanti.”Jelas YongHwa panjang lebar.”Benar-benar anak ini…. Siapa yang menyangka masih ada cowok seperti ini di zaman sekarang.”

“YAH HYUNG!!Geumalhalja!”Gerutu MinHwan.

“Ne..Ne..Ne..Dia menyuruhku untuk berhenti membicarakannya MinHee-ah..Jadi bagaimana kalau kita membicarakan hal lain.”

MinHee mengangguk menyetujui.Ia rasa ide malam ini untuk berkenalan sama sekali tidak buruk.Ia jadi mengetahui banyak hal!!

***

“Kuliah sekarang benar-benar sangat sulit.”

“Tapi kau kan hanya kuliah.Bagaimana denganku yang harus terus-menerus membagi waktu?”

“Ne…Oppa kan seorang artis..Sedangkan aku hanya mahasiswi biasa.”

“Bisa dibilang seperti itu.Makanya aku ingin memiliki kembali kehidupanku yang normal.”

“Oppa rela menukar kehidupan yang oppa miliki..ehm.. sekarang dengan kehidupan yang normal?”

“Kenapa tidak?”

“Ehm…Entahlah..Aku tidak bisa menemukan alasan yang tepat.”

“Kalau sudah merasakan,tidak perlu alasan.Kau sendiri kan pasti memiliki sesuatu yang sangat kau inginkan walaupun tidak ada alasan yang jelas.Benar kan?”

Tidak ada jawaban….Cowok itu membalikkan tubuhnya untuk melihat lawan bicaranya.

WonBin tersenyum melihat gadis yang sudah tertidur duluan di sampingnya. ShinHye adalah yang pertama terlihat dampak alkoholnya.Walaupun ia sendiri kurang yakin apakah tidurnya cewek itu benar-benar karena pengaruh alkohol.Karena kalau menghitung jumlah botol yang ShinHye minum itu sangat sedikit.

“Kau benar-benar membuatku bisa hidup normal.”Gumam WonBin pelan.

Cowok itu beranjak memasuki kamarnya dan mengambil sebuah selimut untuk ShinHye. Kamar ini memang hangat,tapi tetap saja.Tidur di ruang tamu tanpa menggunakan selimut bisa saja membuat cewek itu sakit.

Ia setengah berpikir mau menggendong ShinHye kembali ke dormnya,tapi dia tidak tahu siapa yang memegang kunci dorm seberang.Rasanya ia agak malas kalau harus bertanya kepada salah satu dari gadis yang masing-masing sedang sibuk dengan kegiatannya sendiri.

Setengahnya lagi,ia berpikir untuk membawa ShinHye untuk tidur di kamarnya saja. Itu lebih mudah.Ia bisa tidur di ruang tamu tanpa keberatan.Ya..Mungkin ia akan melakukan hal itu saja begitu semuanya sudah dalam keadaan tidak terlalu memperhatikan.Kalau sekarang ia memindahkan ShinHye yang ada ia akan diberondong banyak pertanyaan dan tatapan.Tidak..Itu akan terlalu merepotkan.

“Jangan sampai terbangun sebelum aku memutuskan apa yang harus kulakukan terhadapmu ya.”Gumam WOnBin lagi sambil setengah tersenyum.

***

“Ternyata di sini kau rupanya.”Ujar JongHun saat menyadari siapa yang ada di depan lift begitu ia keluar.

“Ah hyung..Maaf aku tidak bergabung di atas.”Jawab JongHyun

“Gwaenchana.Rhie kau darimana saja?”Tanya JongHun sambil berpindah ke sisi Rhie.

“Nan?Ah…”

“Apa kau tidak merasa dingin?”

“Aniya..”Ujar Rhie tidak nyaman.Entah kenapa dia merasa perhatian JongHun tidak seperti seharusnya.Apa perhatian seorang pacar bohongan harus seperti itu?”Cape ini sudah cukup hangat untukku.”

“Kalau tidak keberatan,aku akan naik dulu.”Ujar JongHyun memotong pembicaraan.

“Tentu saja…Tapi sebaiknya kau ke ruanganku dulu.Seharusnya anggota bandmu masih di sana dan kunci ruanganmu ada di YongHwa.”Jawab JongHun.“Kenapa wajahmu sepertinya senang sekali?”Tanya JongHun pada saat JongHyun sudah hilang dari pandangan.

“Ne?Ah..Aku mendapatkan ide untuk desain yang kuperlukan.JongHyun ssi berjanji mau membantuku.”

“Memangnya hasil yang kemarin kenapa?”Tanya JongHun bingung.Ia sudah melihat sekilas tadi pagi waktu mengantar Rhie ke kampus.Ia pikir seharusnya sudah cukup bagus.

“Dikembalikan oleh songsaenim..Katanya itu belum maksimal.”

“Jadi itu alasan kenapa kau tetap di kafetaria dan meminum vanilla late bukannya bergabung makan di atas?”

Rhie tersenyum,Rupanya JongHun sudah hafal kebiasaannya.

“Kau sudah makan.”

“Aku sudah kenyang oppa.”Jawab Rhie.Itu kan yang terpenting.Kalau ia tidak lapar kenapa harus memaksa untuk makan?

“Temani aku makan kalau begitu.”

“Ne?”Gumam Rhie reflex…Astaga..dia sendiri kan baru saja dipaksa untuk menemani JongHyun ssi.Masa sekarang…”Memangnya oppa belum makan tadi di atas?”

“Tidak sempat..Mereka lebih banyak minum daripada makan.”

“Aah..Arras..Ne?Minum?YAH!JinJi sama sekali tidak boleh menyentuh minuman!”Seru Rhie panic.Terakhir kali JinJi meminum minuman keras,cewek itu menangis dan menyerukan semua kekesalannya tanpa tahu tempat.Dan sialnya pada waktu itu tempatnya adalah pesta akhir tahun prom mereka.

Menyadari lawan bicaranya hampir berlari meninggalkannya,JongHun segera menarik kedua tangan Rhie sehingga menghadap ke arahnya.Bagian belakang tubuh Rhie sendiri sudah terhalang tembok sehingga ia tidak bisa melakukan hal lain kecuali menatap cowok di depannya.Cewek itu mencium bau soju yang khas dari lawan bicaranya.Beruntung,dia tidak ada di atas.Selama ini rekornya hanya 2 gelas.Lebih dari itu,Rhie pasti akan segera tertidur.

“Ah..ne..seharusnya aku menyadarinya.Berapa botol soju yang kau minum,oppa?”

“Aku tidak ingat..YongHwa termaksud kuat minum dan sedari tadi aku terpaksa menemaninya.”

“Baiklah…Ikut aku oppa..Aku akan membuatkanmu cream soup.Kau harus jadi orang pertama yang menghabiskannya malam ini.”Ujar Rhie..Baiklah…lupakan tugas hari ini.Sebelah tangannya sekarang berganti menarik JongHun masuk ke dalam lift.

“Kalau kalian semua mabuk siapa yang akan membereskan keadaan di atas?”Gerutu Rhie.

“Aku tidak mabuk..”

“Ne..seperti aku akan percaya saja..Duduk di sofa,oppa.Dan usahakan jangan tertidur sampai aku kembali.Cukup 5 menit.”

JongHun mengangguk.Sesungguhnya ia sama sekali tidak mabuk.Well,memang agak sedikit mengantuk,tapi belum sampai tahap mabuk.Bagaimanapun ia kan leader di FT Island.Selama ini ia yang harus menemani semua orang minum,tapi rasanya menyenangkan mendapat perhatian seperti itu dari Rhie.Apalagi ia bebas melakukan apapun dengan dalih mabuk.

“1 mangkuk ini harus dihabiskan.Aku tidak peduli bagaimana caranya.”Ujar Rhie begitu kembali.Ia menaruh sebuah mangkuk ukuran sedang di depan cowok itu.”Aku akan ke dorm seberang. Teman-temanku dan unnie harus kupastikan tidur di dorm ini bukan di dorm kalian.”

“Well,aku tidak keberatan.”

“Tapi aku keberatan,oppa.”Ujar Rhie.Cewek itu memutuskan untuk berdiri.Harus ada yang membereskan semua keadaan berantakan ini.Walaupun agak sialnya..kenapa harus dia..

“Tidak perlu ke sana.Temani aku di saja di sini.Kau kan pacarku bukan suster yang harus mengurus mereka semua.”Ujar JongHun sambil menarik sebelah tangan Rhie sehingga cewek itu kembali terduduk.

“Habiskan creamsoup mu oppa.Setelah itu kau pasti akan sadar dan ikut panic bersamaku.”

“Aku sadar,Rhie.”Potong JongHun,”Cukup sadar bahkan untuk melakukan ini.”

JongHun mendekatkan wajahnya dengan cepat ke wajah Rhie dan dalam  hitungan detik, ia sudah mencium Rhie tepat di bibirnya.Cewek itu terpaku bahkan terlampau bingung harus melakukan apa.Rasanya manis…lembut..

Apa ini wajar karena mereka sekarang memiliki status sebagai pacar?Tapi pikiran Rhie yang lainnya berteriak kalau hubungan mereka kan hanya pura-pura,”Oppa..Hentikan..Kau benar-benar mabuk.”Ujar Rhie dengan susah payah.Tangannya berusaha mendorong tubuh di depannya.

“Aku tidak mabuk makanya aku bisa melakukan hal ini,Rhie.”Ujar JongHun tenang.Cowok itu mengecup bibir Rhie lembut kemudian memeluknya.

Kening Rhie benar-benar berkerut sekarang.Apa yang harus ia lakukan?Sekarang semua gambaran rapi yang ada di dalam pikirannya mengabur satu demi satu.

***

“Yah..bangun…Yah..Yah….”Ujar HongKi sambil mendorong tubuh JinJi dengan jarinya.

Tepat sesuai dengan dugaannya.JinJi benar-benar kalah taruhan dengannya.Sudah dibilang kalau ia itu lebih tangguh daripada kelihatannya.Hanya bertanding minum dengan seorang gadis tentu saja ia akan menang.

“Makanya kalau tidak kuat minum jangan sok.”Omelnya panjang pendek.Walaupun ia tahu kalau keadaan JinJi sekarang sedikit banyak ada andil dirinya juga.

“Kau adalah salah satu gadis yang membuatku bingung bagaimana cara menghadapinya.”Ujar HongKi pelan.

Cowok itu tersenyum sendiri.Sepertinya ia sendiri mabuk,tapi ia malah sengaja tidak menahan apa yang ia katakan.Toh tidak ada orang yang sedang sibuk memperhatikan dirinya.HongKi menatap JinJi yang tidur bergelung sambil memeluk botol soju yang terakhir diminumnya.

“Kau itu,,,Hmm..Aku harus mulai darimana?Tidak cantik!Ya.Ya…dibandingkan dengan ratusan artis yang bekerja sama denganku,bagaimana aku bisa mengatakan kau cantik?Kau bahkan lebih pendek daripada teman-temanmu yang lain.”

“Ah…ya..dan kau sangat ribut.Begitu senangnya menentangku.Apa kau tidak bisa menjadi gadis manis saja seperti fans-fansku?Apa jangan-jangan kau bukan fansku ya?Kau tahu?Memikirkan fakta seperti ini membuatku kesal.”

“Tapi di balik itu semua,kau menarik…”Gumam HongKi pelan,”Aku rasa aku tidak akan bisa seperti JongHun yang langsung berkomitmen,tapi aku pikir…aku akan tahan melihatmu setiap hari.” Tutupnya.

Cowok itu ikutan bergelung dengan wajah menghadap JinJi.Ia menyerah pada pengaruh alkohol akhirnya.HongKi menutup matanya yang berat dan kemudian tertidur.

***

“Aku tidak bisa masuk ke dalam kamarku!”Keluh MinHee.

“Kau tidak membawa kuncimu?”Tanya MinHwan yang berdiri di samping MinHee.Walaupun letak drom mereka hanya berseberangan,tapi cowok itu merasa tidak sopa membiarkan MinHee berjalan sendiri ke sana.

“Tidak karena kupikir kan akan pergi dan pulang bersama JinJi dan yang lainnya.Sedangkan aku sendiri tidak tahu kuncinya ada di siapa di antara mereka bertiga.”

“Kalau Rhie?”

“Aku tidak tahu dia sudah pulang atau belum.Dan tidak membawa handphone untuk menghubunginya.Biarpun sudah pulang…”MinHee melirik jam tangan warna salem yang melingkar di tangannya,”Ini kan sudah jam 2 pagi.Tidak mungkin ia masih bangun.”

“Kalau begitu tidurlah di kamarku.”Ujar MinHwan pendek.

“Ne?”Ulang MinHee takut salah pendengaran.

“Jangan berpikir yang aneh-aneh.Maksudku,kau bisa menggunakan kamarku untuk malam ini dan aku akan mengungsi ke kamar hyungku yang lain.Lagipula kelihatannya mereka bahkan tidak memerlukan kamar.”

MinHee memandang MinHwan ragu.Memangnya bisa seperti itu?Tapi kalau dipikir-pikir,di udara seperti ini ia juga tidak mau menunggu di koridor sampai pagi hanya untuk dibukakan pintu entah jam berapa…

“Bagaimana?”

“Kalau tidak merepotkan oppa.”

“Kalau merepotkan,aku tidak akan menawarkanmu MinHee.”

***

“Dia benar-benar kuat minum.”Ujar JeongShin.

“Apa hyung tidak bisa mempercayai kata-katanya saja tanpa harus melihatnya praktek?”Tanya JaeJin setengah kesal.

“My bad…”Gumam JeongShin.

JaeJin melihat sekelilingnya.Ruangan ini benar-benar berantakan.Sepertinya besok ia harus memanggil maid yang disediakan perusahaan untuk bekerja ganda.Cemilan dan botol soju bertebaran kemana-mana.Kalau sampai ada wartawan yang melihat kejadian ini,pasti mereka salah paham dan popularitas FT Island beserta CN Blue akan tamat.

“Aah…Lebih baik aku naik ke atas untuk tidur.”

“YA!Hyung!Kau mau meninggalkanku begitu saja?”

“Apa maksudmu?”

“Tunggu aku sebentar,kamar di atas kan kosong.Biarkan aku menginap malam ini.”

“Tapi ini kan dormmu.”Ujar JeongShin bingung.

“Tapi kamarku akan dipakai oleh JINa.”Jawab JaeJin pendek.Cowok itu berusaha mengangkat tubuh JiNa dan membawanya ke kamarnya.Setidaknya hal ini akan lebih aman daripada ia harus membayangkan JiNa tidur begitu saja di tengah kekacauan seperti ini.