Happy Scrolling >< Ditunggu commentnya (Sepi terus..author jd sedih)
Author : Regina Nicole (Nicky)

Title : Loving You Without Any Reason

Length : chaptered

Genre : romance,friendship,drama

Cast : FT Island (incl WonBin), CN Blue, fic girls(Rhie,JinJi,ShinHye,JiNa,MinHee,HanYoon)

Summary : Which is more important?Love or your friendship? When a girl meet this kind of choice no one can guess what is the answer…

So Here the story…about letting someone go..about holding someone arm…

PS: FF ini udah pernah dipublish di blogku sendiri http://nickisland.wordpress.com/ ^^ Happy reading..Comments are love
Oh iy..krn d ff sebelumnya ada yg nanya..Jd author ksih profilenya ya^^
fic girls –> http://nickisland.wordpress.com/fic-girls/
FT Island –> http://nickisland.wordpress.com/2011/06/20/review-ft-islands-profile/
CN Blue —> http://nickisland.wordpress.com/2011/06/20/review-cn-blue-profile/

Chapter 6

“Aku bersumpah akan membunuh kalian kalau aku melihat kalian pesta alcohol seperti ini lagi.”Omel Rhie begitu anggota dormnya sudah lengkap.Hari ini ia terpaksa cuti bekerja untuk merapikan semua kekacauan yang ada.Membangunkan seluruh orang yang tidur di dorm depan pagi-pagi buta dan sekarang begitu sudah pukul 7,memaksa semua orang untuk makan cream soup.

Sebenarnya ia mau membiarkan mereka semua untuk tidur sebentar lagi,tapi sisi kejamnya mengatakan kalau teman-temannya itu harus sedikit merasakan hasil perbuatan mereka. Lagipula, walaupun ia cuti bekerja,ia kan juga tidak berencana untuk diam di apartemen dan hanya mengurus dua buah dorm sekaligus.

“Aaah…Kepalaku benar-benar pusing.”Jerit JinJi. Well, ia harus mengakui bahwa tindakannya semalam benar-benar bodoh.Kenapa harus terprovokasi dengan ocehan HongKi.Lihat apa hasilnya. Mana Rhie juga dengan kejamnya menyeretnya pagi-pagi buta walaupun ia bahkan belum tidur lebih dari 4 jam..Ugh..masih kurang 5 jam lagi.

“Yah..sisi baiknya.Kau punya alasan yang jelas untuk membolos hari ini.”Ujar JiNa.Kepalanya juga masih pusing,tapi jelas tidak seperah JinJi.Ia kuat minum walaupun kemarin benar-benar over. Hari ini jelas ia memutuskan untuk hibernasi di kamarnya.

“Aish..aku benar-benar mengantuk.”Seru ShinHye.

“Yah…Kau salah satu yang tertidur duluan.”Ingat JiNa.

“Tapi aku belum puas tidur.”Gerutu ShinHye.

“Siapa suruh kau tidak tidur di dormmu sendiri dan bermain di dorm seberang sampai selarut itu?”Omel Rhie lagi.

“Yaah..Bukan berarti kau bisa marah hanya karena kau tidak ikut bersenang-senang semalam. Itu kan pilihanmu untuk berkutat dengan project kuliahmu.”Jawab ShinHye bandel. Ia memang termaksud orang yang paling sering membantah Rhie.

“Aku tidak akan mengatakan apapun kalau kalian begadang di sini,tapi kalian melakukannya di dorm seberang.Apa yang harus kujawab kalau sampai ada orang yang tahu?Omma kalian misalnya?”

“Rhie-ah..Omma tidak akan tahu kalau tidak ada yang melaporkan kepadanya dan aku yakin kau tidak akan sekejam itu melakukan hal ini.Lagipula kita kan sudah kuliah.”Ujar JinJi. Ia tidak mau memikirkan apa yang akan diteriakkan oleh omma dan appanya kalau mereka sampai tahu kemarin ia bertanding minum alcohol…Jelas…semua kartu yang dipegangnya akan diblokir dan mungkin ia tidak akan bisa keluar dari rumahnya sebelum orangtuanya mengijinkan.No way…

“Sudahlah Rhie…Mereka kan juga sudah merasakan sendiri bagaimana tidak enaknya efek mabuk.”

“Unnie juga sama..Walaupun kau tidak mabuk,tapi kenapa kau tidak kembali ke kamar?” Gerutu Rhie.Ia setengah membayangkan.Kalau MinHee ada di kamar kemarin, seharusnya kejadian kemarin tidak akan terjadi..Kejadiannya bersama JongHun….Ketika ia..ah sial..ia harus melupakannya.

“Kau mengerti kenapa,Rhie.Lagipula kan ada JongHun yang menemanimu.Aku melihatnya masih tertidur di sofa waktu tadi pagi kau memanggilku untuk kembali.”

“Justru itu..”

“Kau jelas tidak bisa mengatakan justru itu masalahnya.Sudah kubilang, dia serius Rhie.”

“Aku akan pergi membeli vanilla latte.”Ujar Rhie buru-buru,”Aish..kalian seharusnya segera mendupiklat kunci.Hanya 3 buah rangkap mana mungkin cukup.”

“Bawakan aku moccachino,Rhie.”Teriak JiNa.

“Shiroyou…”Balas Rhie kemudian menutup pintu di belakangnya.

“Imma..Anak itu pelit sekali.”Gerutu JiNa.

“Aniya…bukannya pelit,tapi efisien.Untuk apa ia membelikanmu kalau kau akan menyusul JinJi.”Sergah MinHee sambil menunjuk JinJi yang sudah bergelung di atas sofa dan tertidur.

JiNa mengangguk-angguk sendiri dan memutuskan melanjutkan tidurnya yang terputus di dalam kamarnya.Sedangkan MinHee memutuskan untuk mandi.Siapa yahu ia bisa lebih sadar dengan cara itu dan ShinHye setelah mengecek ulang jadwal pelajarannya hari ini memutuskan memang jauh lebih baik kalau ia tetap di apartemen daripada terjebak di antara buku-bukunya.

***

HanYoon menarik kopernya tanpa arah.Aduh…Kenapa ia bisa ceroboh begini sih?Karena sibuk dengan urusan kuliahnya bulan ini,ia sampai lupa harus membayar kamar asramanya. Ini benar-benar kesialan yang tidak bisa dielakkan.

Bookingan kamar asrama yang sangat penuh membuat kecerobohannya menjadi kesalahan besar. Ia terpaksa harus kelur karena pengurus asrama yang mengira ia tidak akan melanjutkan tinggal di sana segera memasukkan nama lain atas kamarnya.

Sekarang ia harus kemana?Jelas pilihan pulang ke rumahnya dicoret mentah-mentah. Ia tidak mau harus kembali ke kampung halamannya hanya karena hal seperti ini. Bagaimana dengan kuliahnya?Ommanya pasti akan memaksanya untuk tinggal di rumah saja dan mencari universitas yang dekat dengan rumahnya.

Masa ia harus menginap di hotel untuk hari ini?Uggh..Kalau ia terpaksa seperti itu apa uang bulanannya akan cukup untuk mencari tempat tinggal untuk sisa bulan ini?Cewek itu menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal…

Aaah…Ada MinHee unnie!Cewek itu mengingat salah satu unnienya yang tinggal di Seoul juga. Seharusnya ia bisa menumpang dulu karena apartemen unnienya itu kan hanya ditinggali berdua dengan SooYun unnie.Seharusnya ketambahan 1 orang lagi tidak akan menjadi masalah yang begitu besar. Belum lagi mungkin saja mereka bisa tinggal bersama.

Cewek itu mencoba menghubungi nomor MinHee…Tidak ada jawaban…Ia mengulanginya lagi…Dan mengerutkan keningnya saat mendengar nada voice mail yang sama.Ia memasukkan handphonenya ke dalam kantung celananya.Well..mungkin nanti siang ia bisa mencoba menghubungi MiNHee unnie lagi.

***

“Aish…Apa tidak ada satupun dari kalian yang berniat membongkar semua isi koper dan kardus ini?”Tanya MinHyuk pada hyung-hyungnya.Ia sendiri sedang sibuk dengan kardus-kardus miliknya.Berusaha mencari space untuk meletakkan semua barangnay sepersis mungkin seperti dulu. Mungkin tidak akan terlalu rapi,tapi minimal semua baranganya terlihat dankeluar dari dalam kardus.Sisanya ia tidak akan terlalu peduli lagi.

“Opsoyo.”Jawab YongHwa sambil kembali ke handphonenya. Ia masih bersms-ria dengan SeoHyun untuk membahas apa yang akan mereka lakukan di We Got Married episode terakhir. Jujur saja..Walaupun ia mengatakan pada MinHee bahwa ia cukup senang acara itu berakhir,tapi ia sendiri merasa agak kehilangan,tapi apa lagi yang bisa ia katakan kalau sedang berada di depan fans?

“Kau tidak perlu panic MinHyuk-ah…Seingatku manager kita bilang kalau perusahaan akan mengirimkan seorang co-asisten nanti untuk melakukan semua itu.”

“Jadi kalian akan membiarkan dorm berantakan sampai orang itu datang?”

“Tampaknya begitu..”Ujar JeongShin geli.Di band mereka,MinHyuk memang orang yang paling concern dengan kebersihan sedangkan yang lain terlalu malas untuk merapikan semuanya. Toh selama ini mereka jarang beraktivitas di dorm. Apalagi semenjak ia dikontrak sebagai model. Biasanya ia hanya ada di dorm kalau mereka ada jadwal bersama atau jadwalnya ia sendiri benar-benar kosong sama sekali.Dan di saat itu,tentunya ia akan lebih memilih untuk tidur daripada melakukan hal lainnya.

“Apa tidak ada yang membuat sarapan hari ini?”Tanya JongHyun.

“Tidak ada yang cukup rajin.Lagipula itu gunanya kafetaria di bawah.”Jawab YongHwa.

JongHyun memutar bola matanya.Well,ia masih belum bisa menerima kepindahan dorm ini. Dormnya yang dulu kan sudah menyenangkan.Ia sudah melewati tahapan membiasakan diri di sana. Sekarang malah terpaksa merapikan semuanya lagi.

Ia mendekati jendela yang mengarah pada jalanan depan apartemen.Berusaha memperhatikan siluet orang yang berada di bawah.Ia mengenali sosok JongHun yang berada di depan berusaha menarik seorang cewek dengan cepat.Err…Rhie?Kalau ia tidak salah mengenali.Ada apa ini?

“Hyung…Apa kau benar-benar akan turun ke kafetaria?”Tanya MinHyuk buru-buru saat ia melihat JongHyun agak terhuyung karena setengah berlari menuju pintu.

“Aku memang akan turun,tapi karena aku melihat sesuatu yang menarik.”Jawab cowok itu kemudian pergi tanpa meninggalkan clue apapun.

***

JiNa memutuskan untuk keluar dari kamarnya setelah merasakan tubuhnya tidak akan sanggup lagi menampung tidur yang lebih lama.Ia memang mengantuk,tapi ia jelas bukan JinJi yang punya batas minimal tidur sampai 9 jam apalagi dimulai dari pagi menjelang siang.

Kebetulan sekali ia melihat JaeJin yang juga baru keluar dari apartemennya dan memutuskan untuk mengahampiri cowok itu.Mencoba berbasa-basi juga sekalian berterima kasih karena cowok itu membiarkannya untuk tidur di kamarnya kemarin sampai Rhie membangunkannya.

“Kau mau kemana oppa?”Tanya JiNa yang melihat cowok itu memutar-mutar kunci motor dan sudah siap dengan jaket di tangannya.

“Ke perusahaan sebentar menemui manager sekalian memanggil co assistant atau maid yang disediakan untuk merapikan dorm.”

“Ah..Boleh aku menemanimu,oppa.”

“Kau yakin?”

“100%.Kalau aku kembali ke dormku sekarang,aku hanya akan tertidur lagi.”

“Tapi apa kau terbiasa naik motor?Aku mau pergi dan kembali dengan cepat,jadi tidak akan meminjam mobil dari siapapun.”

“Tenang saja…Aku toh juga tidak akan menjerit-jerit ketakutan.”Seru JiNa antusias.

Well,selain ini akan menjadi kesempatannya untuk pendekatan lebih jauh dengan JaeJin(Kyaa dibonceng naik motor dengan cowok itu!),ia kan juga akan masuk ke dalam perusahaan labeling band cowok itu.Siapa tahu saja akan ada produser yang tertarik dengannya dan menawakannya untuk masuk ke dunia entertainment.Tidak ada yang bisa tahu kan?

Kurang dari setengah jam keduanya sudah sampai di gedung kantor dan segera berlari masuk. Tidak tahan dengan cuaca dingin dan jujur saja..Ternyata naik motor membuatnya terasa lebih parah. Angin yang menerpa mereka benar-benar tanpa ampun.

“Kok sepi ya ,oppa?”Ujar JiNa bingung.Ia pikir yang namanya kantor management seperti ini harusnya kan terlihat ramai dan sibuk.Ini kan dunia yang tidak pernah beristirahat sama sekali.

“Mungkin ada yang mengurus acara di luar.Sebentar aku cari.”Gumam JaeJin tidak yakin. Karena kalau dipikir-pikir artis besar yang sedang diorbit oleh management hanya FT Island dan CN Blue dan keduanya hari ini tidak memiliki jadwal karena sepertinya kedua leader sudah menghubungi perusahaan sedari pagi untuk membatalkan semuanya.

“Apa yang sedang kalian tonton?”Tanya JaeJin penasaran.Saat berhasil menemukan beberapa staff yang ia kenal di salah satu ruangan rekreasi.

“Masa kau tidak tahu kalau JongHun mengadakan press conference hari ini.”

“Mwo?”

“Ah ne..kau kan membernya..Kenapa kau tidak pernah memberitahukan pacar JongHun pada kami.Tadi kami juga hanya melihat sekilas.Hanya ada atasan yang boleh berbicara dengannya.Huh.. JongHun ssi benar-benar protective dengan pacaranya.”

JaeJin memberikan pandangan tidak percaya terhadap JiNa.

“Yah..Minimal,pakaian yang Rhie kenakan sangat cantik.Sehingga tidak ada yang bisa mengkritik penampilannya.”Tutup JiNa tidak tahu harus berkomentar apa.

***

“Rhie tidak ada di sini?”Tanya MInHee.

Cewek itu membuka pintu apartemen FT yang memang terbuka sedikit dari awal.Orang yang sebelumnya keluar sepertinya lupa menutup pintu dengan benar.

“Rhie?Opsoyo..Seperti yang kaulihat,hanya ada aku yang terjebak membereskan dorm ini.” Jawab MinHwan sambil terus memindahkan sampah-sampah ke dalam kardus,”Memangnya kenapa?”

“Ani..Hanya agak bingung saja.Rhie tadi hanya bilang akan turun untuk beli vanilla latte,tapi belum kembali sampai sekarang.Ia bahkan tidak membawa handphonenya.”

MinHwan mengangguk-angguk walaupun tidak tahu harus menjawab apa. Tadi JongHun tiba-tiba pergi buru-buru,tetapi ia kan tidak bisa mengaitkan begitu saja kepergian leadernya dengan Rhie. Atau memang sudah seharusnya ia menghubungkan kedua orang itu?

“Aku akan membantumu oppa.”Ujar MinHee tiba-tiba.

“Kau yakin?Apa tidak ada hal lain yang mau kaulakukan?”

“Yep..Kalau dipikir-pikir keadaan berantakan ini kan karena kami juga.”

“Baiklah…Silahkan bantu apapun yang kau bisa.”Jawab MinHwan diplomatis.

Bagaimanapun, ia memang membutuhkan bantuan.Apalagi melihat tidak ada satupun member bandnya yang akan repot-repot merapikan semuanya.Kalau menunggu co assistant atau maid dari perusahaan, bisa keburu ada yang jatuh karena tersandung sampah di dorm ini.Nasib buruknya sebagai magnae …

“Yah!Jangan sentuh bagian rak buku!”Seru MinHwan panik.

Cowok itu menarik tangan MinHee secepat yang ia bisa.Tidak sempat memikirkan kalau tindakannya malah mengakibatkan keduanya limbung dan terjatuh. Dengan posisi MinHee berada d atas MinHwan.

Mereka tidak bergerak hingga beberapa menit karena kaget dan sisanya memang tidak yakin harus bangun bagaimana berpindah.MinHee yang pertama mencoba menegakkan tubuhnya kemudian disusul Minhwan yang mengelus-ngelus kepalanya yang terbentur.

Rasanya sakit juga walaupun ia bersyukur bukan cewek itu yang mengalami hal tersebut.

“Memangnya apa isi rak itu?”Tanya MinHee begitu bisa menemukan suaranya.

“Kau tidak akan mau lihat.Boys’ fabric.”

MinHee mengangguk mengerti..Well,ia memang pernah lihat di salah satu acara kalau..Er.. Ada anggota FT Island yang menyimpan beberapa komik dewasa,tapi tidak dijabarkan dengan jelas siapa.Baginya sih agak wajar mendengar hal itu.Bagaimanapun,dorm ini kan dipenuhi oleh 5 cowok. Hal apa sih yang bisa diharapkan?

“Lebih baik kita nyalakan TV saja.”Ujar MinHwan buru-buru untuk meredakan ketegangan.

“Ah..Ne..Ide bagus.”Jawab MinHee gugup.Ia masih belum bisa berdiri dari posisinya terakhir.

Acara yang pertama kali muncul di layar kaca itu adalah acara infotaiment.MinHee mulai bernafas lega dan mendengarkan apa yang presenter bawakan.Lebih mudah berkonsentrasi pada suara- suara berisik tersebut untuk menyembunyikan detak jantungnya yang masih sibuk berlari.

“Sebenarnya bukan pasangan baru…tapi mereka JongHun ssi ini baru mau menunjukkannya ke public sekarang untuk kelancaran hubungan mereka.Kalau sudah open public begini,tntu saja hubungan kalian akan langgeng.”

Keduanya menoleh secara cepat ke arah televisi saat merasa telinganya mendengar nama yang familiar.JongHun ssi?Bukan pasangan baru..Jangan-jangan…

“Apa aku tidak salah lihat?”Gumam MinHee bingung.

“Tidak kalau yang kau lihat sama denganku.Itu tadi JongHun hyung..”

“Dan Rhie..”

“Sepertinya kita sudah mendapat jawaban kemana mereka berdua pergi.”

MinHee hanya bisa mengangguk.Tampaknya..selama tinggal di apartemen ini,ia akan dengan cepat kehabisan stok tenaga untuk kaget.

***

ShinHye hampir tidak bisa menutup mulutnya saat ia melihat infotaiment yang ada di depan matanya sekarang. Rhie  dan JongHun yang menjadi sorotan utama di berita yang dibawakan kali ini. JongHun dengan santai menggandeng sebelah tangan Rhie,sedangkan cewek itu sendiri hanya memaksakan senyum gugup dan membiarkan dirinya dibawa oleh JongHun ke sana kemari.

“Astaga..leadermu benar-benar melakukan apa yang ia katakan.”

“Aku tahu kalau ia serius,tapi tidak tahu kalau ia akan bergerak secepat itu.”Jawab WonBin sambil menyeruput tehnya.Beruntung mereka sedang tidak berada di dorm.Cowok itu sudah dapat membayangkan teriakan-teriakan yang keluar dari mulut HongKi.

“Oppa..Apa JongHun-ssi selalu seperti itu?Maksudku serius dengan semua perkataannya?”

“Tentu saja,kalau tidak bagaimana mungkin ia menjadi seorang leader.”

“Benar juga..Aish..Padahal ia baru saja tadi pagi memarahi kami bagaimana kalau orangtua kami sampai tahu apa yang terjadi semalam.Lihat ia sendiri..Apa yang akan ommanya lakukan kalau ia sampai menonton berita ini.”

WonBin menatap ShinHye dengan tatapan bingung,”Memangnya omma Rhie seperti apa?”

“Apa oppa tidak bisa menebak dari hanya melihat Rhie?”

WonBin menggeleng,”Maksudmu?”

“Semua keahliannya bukan bisa begitu saja.Ia mempelajari mengurus rumah,mengurus dirinya sendiri sekaligus semua kemampuan lainnya semenjak kecil.Oppa juga tidak tahu kan kalau dia bisa bermain musik dan sudah lulus piano.”

“Aku mengerti…”

“Mungkin itu juga kali alasannya ia tidak mau tinggal di rumahnya lebih lama lagi.”

“Apa alasanmu tinggal di dorm ini sebenarnya?”Tanya WonBin tiba-tiba.

“Awalnya tentu saja karena Rhie terpaksa pindah ke sini kan.Kami selalu bersama-sama semenjak kuliah jadi aku ikut pindah bersamanya.”

“Awalnya?Berarti ada alasan lainnya?”

“Sekarang ada…tapi aku tidak akan mengatakannya.”Jawab ShinHye buru-buru.Mustahil kan ia mengatakan bahwa WonBin merupakan salah satu alasan lain kenapa ia rela pindah ke dorm ini. Padahal kalau mengikuti fakta dari kemajuan kuliahnya,akan jauh lebih baik kalau ia pindah ke dorm teman-teman fakultasnya.

“Minimal kau masih memiliki alasan untuk tinggal di dorm ini.Sedangkan aku hampir tidak ada lagi.”Gumam WonBin

“Ne?Maksudnya?Bisa diulangi lagi tidak,oppa?”

WonBin hanya memberikan senyumannya kemudian mengalihkan pandangannya serius ke dalam infotaiment yang masih membahas pasangan itu. Kebohongan demi kebohongan mengalir dengan lancar dari mulut JongHun tentang cerita mereka pertama bertemu dan kenapa ia menyembunyikan Rhie selama ini.Padahal kenyataannya ia memang baru ‘menemukan’ Rhie.

Cowok itu menatap ShinHye.Ia yakin kalau dirinya tidak akan melakukan hal seperti itu terhadap gadis yang ia sukai.Ia akan mengatakannya terus terang dari awal dan membawanya ke hadapan public dengan alasan yang sesungguhnya.

***

“Jadi kau yang kalah kan kemarin?”Ujar HongKi bangga.

Kebetulan sekali,setelah ia pulang dari YoungStreet sehabis menjadi bintang tamu di acara sunbaenya itu,HongKi melihat JinJi yang sedang berkeliaran dengan hodienya.Kelihatan sekali kalau cewek terburu-buru keluar dari apartemen hanya untuk membeli makanan hangat.

“Enak saja..Kau kan juga mabuk kemarin.”

“Tapi aku melihatmu tertidur duluan.”Sanggah cowok itu bangga.

“Tetap saja kau mabuk.Sudahlah..Aku sudah kena omel oleh Rhie tadi pagi.Tidak perlu membahas hal ini lagi.”Tutup JinJi kesal.

Jujur saja…begitu ia bangun dan melihat tidak ada seorangpun termaksud Rhie yang menyiapkan makanan,moodnya langsung tidak bisa diselamatkan lagi.Ia kelaparan dan di cuaca sedingin ini terpaksa keluar dari apartemen karena penjaga kafetaria ternyata juga berkonspirasi kehabisan makanan.Perasaan apartemen mereka hanya ketambahan 5 orang deh.

Walaupun sebenarnya ia merasa agak tidak rela sih menghentikan satu-satunya topik pembicaraan yang benar-benar dasarnya dibuat oleh mereka.Apa benar ya kalau dari awal memang suka, ia tidak bisa pura-pura mengingkari hal itu.Apalagi seringkali reaksi mereka berdua mirip.

“YAH!”Seru JinJi saat merasakan tubuhnya ditarik paksa oleh HongKi ke dalam sebuah gang, “Apa yang kau lakukan?”Geramnya.

“Sst..Apa kau tidak bisa diam sedikit.Lihat…”

HongKi mengarahkan kepalanya untuk memberi tanda bagi JinJi apa yang terlewat dari penglihatannya.Di sudut jalan dekat pintu apartemen ada beberapa gadis bergerombol dengan ributnya. Ketara sekali kalau mereka adalah fans..Entah fans FT Island atau fans CN Blue yang baru saja pindah ke apartemen ini.

“Tidak sopan menguping pembicaraan orang.”Bisik JinJi.

“Siapa yang menguping?Aku hanya tidak mau dikerumuni orang tahu!”

“Itu suka duka menjadi artis ,HongKi ssi.”

“Diam..Dengarkan sebentar..Aku harus memutuskan apakah aman atau tidak kita kembali ke dorm sekarang.”

JinJi terpaksa berhenti membantah.Well,udara benar-benar dingin dan ia jelas tidak mau berdebat di luar sepanjang hari.Apalagi posisi mereka sekarang….Entah HongKi menyadarinya atau tidak,tapi cowok itu hampir menghimpitnya habis ke tembok karena berusaha menyembunyikan dirinya.

“Benar!Menurut pengakuan mereka di infotaiment,cewek itu juga sudah tinggal di apartemen ini kan?”

“Aku pikir JongHun oppa yojachingu hanya rekaan.Ternyataa…Aku benar-benar tidak rela!”

“Ne…Kita akan membuatnya menyesal karena telah merebut oppa dari kita.”

“Benar..Kalau sampai ketemu dengan cewek itu..Aku akan menamparnya minimal sekali agar ia sadar.Memangnya kalau ia cantik ia bisa mendapatkan oppa kita.Huh…Pasti dia melakukan sesuatu.”

“Rhie.”Ujar JinJi dan HongKi bersamaan.

“Sejak kapan cowok bodoh itu mengumumkan segalanya?”Gerutu HongKi.

“I don’t have any idea,tapi ini benar-benar ide yang buruk untuk Rhie.Ternyata masih ada saja primadonas yang menyeramkan seperti itu.”

HongKi mengeluarkan handphonenya dan menekan beberapa nomor.

“Apa yang kaulakukan?”Tanya JinJi

“Tentu saja menelpon leader bodoh itu.Harus ada yang memberitahu mereka sebelum Rhie menjadi dendeng.Atau lebih tepatnya memberikanku kesempatan untuk menjadikan JongHun babak belur duluan.”

“Kalau kau berencana untuk menghajar leadermu,aku ikut.Bagaimana caranya ia sampai bisa membuat kecerobohan seperti ini.”

***

“Arraso..Aku akan lewat jalan belakang apartemen.”Ujar JongHun menjawab ocehan panjang dari handphonenya.”Aku tetap akan kembali walaupun sebentar.Aku tahu kalau kaian akan menuntut penjelasan langsung kan?”Sambung JongHun tenang.Ia sudah memprediksi emosi HongKi yang meledak-ledak.Jadi ia sudah menyiapkan segalanya.Toh bukannya semua ini sudah termaksud dalam rencana yang ia jabarkan dulu?Hanya saja ia tidak mengatakan kapan waktunya.

“Kenapa kita harus lewat jalan belakang?”Tanya Rhie.

Ia masih mengenakan pakaian yang tadi dipaksa manager JongHun untuk digunakan di press conference. a peach-colored HervéLedger bandage dress  lengkap dengan Gucci black ankle-high. Menolak menggunakan perhiasan apapun karena ia tidak suka melihat penampilan glamour yang mulai membuat ia tidak bisa mengenali dirinya sendiri.

Bukannya ia tidak terbiasa dengan pakaian-pakaian macam itu.Ia sering melihatnya berseliweran di tempatanya bekerja di Vogue.Masalahnya adalah ia tidak pernah membayangkan akan menggunakannya untuk hal seperti ini terlebih lagi,tidak ada waktu yang cukup untuk berganti baju di tengah keruwetan situasi tadi.

Lagipula walaupun ia menyetujui hal yang tadi diminta oleh JongHun bukan berarti pikirannya menyetujui hal itu. Ia masih berusaha berspekulasi akan apa yang akan terjadi setelah ini. Pikirannya jelas masih blank dan agak takjub dengan kemampuannya berkooperasi tadi.

“Rhie..Aku tidak menanyakannya padamu tadi.Tapi apakah kau menyesal ?”Tanya JongHun dalam suara rendah.

Rhie menyadari kalau cowok itu merasa agak bersalah dari nada suaranya.Benarkah dia menyesal??Dia memang sibuk mengkalkulasi segalanya,tapi setelah dipikir-pikir,ini belum sampai tahap menyesal.Memang ini konsekuensi dari janjinya kan?Sejak awal ia tahu kalau ia harus melakukan hal ini.Dengan perlahan cewek itu menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.

“Tapi ekspresimu sedari tadi…”

“Aku hanya masih belum menyiapkan diri karena aku tidak menyangka akan secepat ini, tapi tenang saja.Aku rasa aku tidak akan menyesal.”

“Apa mau aku saja yang menghadapi teman-temanmu?”

“Kau akan lebih repot menangani HongKi ssi daripada seluruh temanku,oppa.”

JongHun nyengir mendengar pernyataan itu.Yah..Bagaimanapun,ia memang sudah siap menghadapi member-membernya.Sedikit teriakan dari HongKi mungkin,tapi tidak mungkin lebih buruk lagi.Mereka sudah tahu kok rencana gila ini dari awal.Itu alasan kenapa pernjanjiannya dengan Rhie dibuat kan?

Ia menggenggam sebelah tangan Rhie.Justru cewek itu yang ia cemaskan.Kelihatannya ia memang tenang,tapi pikirannya sudah melayang kemana-mana.Ia jadi merasa kalau ia yang harus mengurus segalanya..dan sejujurnya sama sekali tidak keberatan dengan hal itu. Entah kenapa mengurus cewek itu memberikannya kepuasan tersendiri.

Sebuah bola bisbol melayang begitu JongHun membuka pintu.Untung cowok itu sempat mengelak dan Rhie yang berada di balik tubuh cowok itu jelas masih terlindungi.Tidak perlu diragukan lagi tentang siapa yang menyambutnya dengan cara seperti itu.

HongKi mengentak-ngentak berjalan ke arahnya diikuti dengan JinJi di belakangnya. Sangat mengagumkan melihat masalah ini malah membuat keduanya menjadi dekat.JongHun tersenyum. Setidaknya ia sudah punya 1 bahan godaan untuk HongKi.

“Kau jelas punya urusan denganku.”Seru HongKi.

“Di saat kau punya urusan dengan kami,Rhie.”Sambung JinJi.

“Jangan gunakan fragse kami.Aku jelas hanay ingin mendengar cerita lengkap.”Ujar JiNa dengan cengirannya.Seperti biasa kegembiraannya hari ini tidak tersentuh dengan atmosfer apapun.

“Kau baru memarahi kami,tapi liat sendiri kelakuanmu.”Ketus ShinHye.

“Yah…Itu agak kejam.”Sanggah MinHee.Ia memang awalnya menuntut penjelasannya, tapi bukan dengan cara yang ShinHye lakukan.Kesannya agak seperti membalas dendam.”Kenapa kau tidak membawa handphonemu Rhie?Kau kan bisa menjelaskannya melalui telepon.”

“Lupa unnie..”Jawab Rhie sambil menerima handphone putihnya.

“Kau tidak bisa menyalahkanku karena kenyataannya primadona’s tidak kehilangan membernya satupun.”Ujar JongHun enteng sebelum HongKi sempat berteriak padanya.

“Kau kan bisa memberitahu kami terlebih dahulu.Bukan tahu-tahu menghilang dan menimbulkan kegemparan.”

“Walaupun primadona’s sepertinya tidak berkurang,tapi ada beberapa yang menunggumu di luar sedari tadi,hyung.”Ujar JaeJin.

“Well.Kalau begitu sudah diputuskan apapun yang terjadi kita akan saling melapor.”Gurau JongHun.

“Baiklah..Kalau begitu ada yang ingin kuumumkan.”

“Dengarkan.”Ujar JongHun menyela omelan panjang pendek HongKi.

“Aku akan keluar dari FT Island.”Ujar WonBin tiba-tiba.

Semua yang ada di ruangan terdiam sejenak.Menatap WonBin tidak percaya atas apa yang barusan ia katakan.Masa ia melemparkan sebuah HOAX semalam ini?

“Kau bercanda,hyung.”Hardik JaeJin.

“Tidak..tidak sama sekali.Aku sudah membicarakan hal ini kepada perusahaan dan manager juga.Mereka memberikanku kesempatan untuk debut solo.”

“Tapi kita kan sudah pernah berjanji untuk tetap mengembangkan FT Island.”Jawab MinHwan setengan frustasi.

“Kalau kau merasa bagian menyanyimu terlalu sedikit.Aku tidak keberatan untuk berbagi lagi.” Ujar HongKi.Ia tahu sebenarnya WonBin juga memiliki passion untuk menyanyi selain bermain bass. Masalahnya mereka kan bukan boyband.Format FT Island adalah band sehingga semuanya memiliki peranan masing-masing.Kalau ia sebagai vokalis terus membagi kerjaannya,lalu apa dong yang bisa ia tampilkan?

“Tidak..Aku sudah memikirkannya dan jalan yang terbaik adalah memang keluar dari band dan aku akan melakukan solo karir.”

“Jadi itu maksud pertanyaanmu tadi,oppa.”Ujar ShinHye yang menangkap pembicaraan di kubu cowok dan baru menyadari apa artinya pembicaraan mereka selama di kafetaria tadi.

WonBin hanya memberikan senyuman seperti biasa.Enggan menjelaskan karena ia memang lebih suka orang lain mengerti lewat keadaan.Lagipula percuma.Apapun yang ia katakan sekarang tidak akan megubah keadaan.Begitu pula apapun yang mereka katakan.

“Aku masih tidak setuju.”Ujar HongKi.

“Begitu pula aku.”Ujar JaeJin.

“Aku tidak ingin kau keluar,hyung.Tapi aku juga tidak tahu mana yang terbaik.”Ujar MinHwan.

“Kau telah mengatakannya pada management?”Tanya JongHun memastikan.

WonBin mengangguk.Ia tahu apa reaksi dari leadernya itu.”Kita tinggal mengadakan pesta perpisahan.”

“Aku tidak bisa melarangmu kan?Kapan kau mulai training untuk solo?”

“Hyung!!”Protes JaeJin.

“Kalau kau memang menganggap WonBin sebagai bagian dari kita.Seharusnya kau mendukung apa yang dia inginkan.Lagipula percuma kau melarangnya.Kita semua berharap yang terbaik untuk karirnya.”

“Jadi kau akan membiarkan orang..bahkan membermu sendiri untuk pergi setelah ia tidak terlalu penting?”

“ShinHye-ah..Jangan ikut campur.”Sergah Rhie.

“Hanya karena ini bukan urusanmu bukan berarti aku tidak boleh peduli.”Jawab ShinHye ketus.

“Bukan itu maksudnya,ShinHye.Tapi itu memang keputusan WonBin ssi kan?”

“Kau mengatakan ini karena JongHun mengatakan seperti itu kan?Sadar Rhie..Ia juga hanya menggunakanmu.Yah..itu urusanmu sendiri sih kalau kau senang dimanfaatkan.”

“ShinHye-ah..”Ujar JinJi panik.ShinHye bukan orang yang bisa bersikap terlalu serius,tapi kalau kata-katanya sudah mematikan seperti ini biasanya cewek itu sudah bersiap untuk bertengkar dan mengobarkan bad moodnya.

Rhie merasakan tubuhnya ditarik ke belakang JongHun.Tiba-tiba saja cowok itu sudah berada di antaranya dan ShinHye,”Aku tidak tahu apa hubunganmu dengan WonBin,tapi kalau kau menyudutkan Rhie itu jelas masalahku.Dan mungkin akan terdengar sedikit kejam,tapi ini memang urusan dalam FT Island.”

“Rhie bukan bagian dari FT Island dan dia jelas bukan hak priority mu,JongHun ssi.”

“Dia pacarku,jadi dia adalah bagian dari FT.Kalau kau tidak suka silahkan pacaran dengan salah satu member dan aku tidak akan protes lagi dengan apa yang kau katakan.Walaupun itu soal mengata-ngataiku memanfaatkan orang lain.”

***

“Apa yang kaulakukan di sini?”Tanya YongHwa saat menyadari JongHyun sedang berdiri di depan pintu dorm FT Island yang agak terbuka waktu sedang memutuskan untuk berjalan ke kafetaria.

JongHyun hanya mengendikkan kepalanya sebagai ajakan agar leadernya sendiri yang menghampirinya.YongHwa yang memang merasa penasaran memang menghampiri JongHyun dan mulai mendengarkan.

“Rumor tentang WonBin benar?”Bisiknya saat berhasil menangkap apa yang sedang diributkan.

“Kau bisa mendengarnya sendiri.”

“Wah..mereka harus mengganti nama band mereka dari Five Treasures Island menjadi Four Treasures Island.Permasalahan dalam band kapanpun selalu sama.Sama saja seperti sebelum JeongShin masuk.”

“Management pasti sudah menemukan penggantinya,ia tidak mungkin diijinkan keluar kalau belum.”

“Benar juga..Ini mekanisme dunia kita.”

“Mundur…”Ujar JongHyun tiba-tiba saat menyadari ada suara derap kaki mendekat yang menandakan ada orang yang akan keluar dari ruangan itu.

Pintu yang awalanya hanya terbuka sedikit menjeblak dengan keras karena didorong dengan kasar.Orang yang muncul pertama kali adalah JongHun dengan seorang cewek yang ditarik di belakangnya,Rhie..JongHyun mencari-cari mata Rhie,tetapi yang ia dapatkan hanyalah pandangan kosong.Entah apa keributan yang di dalam benar-benar membuatnya syok seperti itu.

“Apa yang kau lakukan di sini?”Tanya JongHun.

“Ah..Pintu dormmu terbuka dan aku mendengar keributan.Hanya mencoba melihat apa ada yang bsia kubantu.”Jawab YongHwa buru-buru.Sedangkan JongHyun hanya menatap tajam Rhie yang masih berdiri di belakang.

“Ini urusan band kami,tapi terima kasih atas tawarannya.”Jawab JongHun dingin.Cowok itu kemudian berjalan lalu sambil tetap membawa Rhie.

“Bukankah itu tadi gadis yang kita lihat di TV?Kenapa ia tidak ada kemarin?”Tanya YongHwa.

“Tidak terlihat bukan berarti dia tidak ada.”

***

“Ah!Unnie!Akhirnya kau menjawab teleponku!”

“Mian..Ada masalah makanya aku tidak terlalu memperhatikan handphoneku.Nee..Ada masalah apa HanYoon sampai kau menelponku sebanyak ini.”

“Hehehe..kau sudah bisa menebak ya unnie kalau aku terjebak dalam masalah.”

“Biasanya seperti itu.Apa yang bisa kubantu?”

“Aku bisa menginap di apartemenmu tidak untuk malam ini unnie?Sebenarnya sih kalau bisa sampai akhir bulan ini.SooYun unnie pasti mengijinkan kan?”Jawab HanYoon lugas.MinHee sudah seperti keluarga baginya.Jadi tidak ada alasan untuk berpura-pura atau berbohong.Toh memang ini tujuannya menelpon sedari tadi.

“Masalahnya,aku sudah tidak tinggal bersama SooYun.Sekarang aku tinggal bersama Rhie dan kawan-kawannya.”Jawab MinHee mencoba memberi alasan.

Bukannya ia tidak mau membantu,hanya saja masalahnya kan ia tidak bisa semudah itu mengajak seseorang untuk tinggal bersamanya.Apalagi dalam keadaan seberantakan ini. Ia jamin…Begitu ia mencoba bertanya, HongKi akan mengamuk tanpa batasan karena kebetulan cowok itu juga sedang mencari tumbal.

“1 malam saja unnie…Aku benar-benar tidak tahu harus tidur di mana…”

Cewek itu menatap ke luar jendela.Well,di luar sudah hampir sepenuhnya gelap dan benar-benar dingin.Ia jelas tidak bisa membayangkan bagaimana keadan HanYoon kalau sampai terombang-ambing di luar.Bisa saja ia menyarankan dongshaengnya itu untuk tidur sehari di sauna,tapi ia jelas tidak setega itu.

Kalau ia bertanya pada Rhie,cewek itu pasti akan mengatakan iya dan memikirkan alasan agar para anggota FT menerima belakangan.Cuma sekarang cewek itu kan sedang tidak ada di dorm. Menyusul JongHun pergi entah kemana tadi.Dan ia tidak bisa menanyakan pendapat pada gadis-gadis lainnya.Karena kemungkinan besar akan menerima jawaban tidak.Semua keputusan ada di tangannya sendiri.

“Unnie..Bisakah?”

“Baiklah..Aku akan memberikan alamatnya.Hubungi aku begitu kau sampai di belakang gedung.AKu akan menjemputmu dan menjelaskan semuanya.”

“Menjelaskan apa unnie?”

“Nanti saja..Tidak bisa melalui telepon.”

“Ah ne…Rhie unnie dan yang lainnya sudah setuju?”

“Tepatnya Rhie tidak akan ada di apartemen malam ini.Dan yaaah…kalau yang lainnya lebih baik kita lihat nanti.”

“Baiklah..Kumawoyo unnie.”

MinHee menghembuskan nafas panjang.Well,satu-satunya alasan yang kuat yang bisa ia jabarkan kalau ada yang bertanya nanti adalah kemungkinan Rhie tidak pulang hari ini.Yang berarti HanYoon memang bisa berbagi kamar dengannya untuk sementara.

***

Satu persatu orang keluar dari dorm FT atau masuk ke kamar mereka masing-masing. Hanya tinggal ShinHye yang masih mencoba meredam amarahnya yang tiba-tiba meledak dan WonBin yang jelas merasa masih memiliki urusan dengan cewek itu.Ia jelas tidak menyangka kalau ia bisa menjadi alasan pertengkaran seperti tadi.Terlebih…ini urusannya..masalahnya..keputusannya…

“Apa maksud tindakanmu tadi?”

“Apa aku masih harus menjelaskannya oppa?Aku menyukaimu.Dan oppa tadi menanyakan alasanku tinggal di sini kan?Seharusnya kau sudah tahu dengan jelas sekarang.”

“Aku…Baiklah..Aku tidak bisa berpura-pura kalau aku tidak senang dengan pernyataanmu, tapi yang kumaksud adalah ledakan amarahmu kepada Rhie dan semua orang lainnya.”

“Aku hanya tidak suka diatur oleh orang-orang yang tidak memperhatikan 2 aspek sekaligus.Sekitar ataupun dirinya.”

“Jadi setelah aku keluar dari FT,kau juga akan keluar?”

“Kelihatannya seperti itu.”

“Jangan.”Sergah WonBin.

“Waeyo?”

“Kau akan meninggalkan teman-temanmu hanya karena hal seperti ini?”

“Aku toh sudah memikirkannya sejak lama.Dan kerumitan ini hanya meledak sekarang.”

“Kau malah membuat keadaan menjadi sulit untuk semua orang.”

***

No?Gwaenchana?”Tanya JongHun setelah mereka memasuki sebuah bangunan apartemen di pinggiran Seoul.Mess yang biasa digunakan oleh orang-orang management juka mereka pulang terlalu malam.

Sepanjang perjalanan tadi mereka berdua tidak berbicara apapun.Keduanya tenggelam dalam pikirannya masing-masing dan sama-sama takut untuk memulai pembicaraan karena adanya kemungkinan salah bicara.

“Gwaenchana..Mian oppa harus melihatku seperti ini.”

“Aku tidak percaya kalau temanmu bisa mengatakan hal seperti itu.”

“ShinHye tidak biasanya seperti itu.Mungkin dia benar-benar kaget mendengar berita tentang WonBin ssi.”

“Tidak..Aku memperhatikannya dan itu terjadi sejak awal.”

“Moodnya sedang buruk.Sudahlah oppa…Aku mengenalnya lebih lama.Lebih baik ini tetap menjadi urusanku.”

JongHun menghela nafasnya,”Kadang-kadang kau juga harus membiarkan dirimu untuk dibantu.Kita pacaran bukan hanya 1 pihak untuk keuntunganku seperti yang ShinHye katakan.”

“Aku tahu..Tenang saja..Aku tidak merasa bahwa oppa memanfaatkanku.Ini memang hal yang harus kulakukan karena telah mencederai tanganmu.”

“Tanganku sudah sembuh,tapi aku tetap tidak mau memutuskan hubungan ini.”

Rhie tidak menjawab.Haruskah ia mempercayai kalau hubungan yang diinginkan oleh JongHun bukan hanya pura-pura seperti awal perjanjian mereka?Ia melepaskan tangannya dari genggaman JongHun.Berusaha menyadarkan dirinya sendiri..Astaga dia sudah kehilangan akal sehatnya.Kenapa ia bisa merasa senyaman itu dalam genggaman JongHun sampai tidak menyadari berapa lama mereka bersentuhan.

“Sudahlah..Malam ini kita tidur di mess perusahaan.Kamarku tepat di depan kamarmu jadi kalau ada apa-apa,kau bisa memanggilku.”

“Kita harus tinggal di sini berapa lama?”

“Paling hanya sampai besok.Tenang saja,aku akan memastikan kau tetap bekerja dan kuliah besok.”

Rhie mengangguk mengerti.Ya..Ia tidak akan memikirkannya lagi malam ini.Rasanya ia bisa dengan mudah mempercayai cowok itu dalam keadaan seperti ini.Matanya tiba-tiba terfokus pada hanpdhonenya yang bergetar tiba-tiba.

“Waeyo?”Tanya JongHun bingung saat melihat ekspresi Rhie yang panic begitu melihat handphonenya.

“Omma..”Cicit Rhie.

***

Happy Reading..Please comment^^

Comments are love ><