Title : A Perfect Present/Special Yonghwa Birthday

Genre : Romance tragedy

Rate : General

Length : Oneshot

Main Cast :

Yongshin Couple(Yonghwa-Shinhye)

Support cast :

    • Member CNBlue
    • Kim Je Young ak.a Shanthy Unnie
    • Byunghee ak. a GO/MBLAQ

Disclaimer : Zen illustration area only ! No others author !

WARNING :
ANTIS YONGSHIN SHIPPER MENJAUHLAH ! ZEN GA BERHARAP ADA BASH DISINI ! KARNA ZEN JUGA GA PERNAH NGEBASH YONGSEO COUPLE !

BUAT PLAGIAT ! TERUTAMA ‘INU LOVE KIM’ GUA TAU LO DISINI ! MENJAUHLAH SAYANG ! LO GA BAKAL HIDUP KALAU KETEMU GUA !FANFIC ‘3600 DETIK’ SAH MILIK GUA !

~Ppyong~

@Seoul, 23.59pm KST. 21 Juni 2011
#Tiktok

Mata tajam itu terus memperhatikan detik demi detik arloji miliknya. Kini, dia tengah berdiri didepan pintu, menunggu .. dan terus menunggu. Tangannya tidak juga beranjak untuk memutar knok pintu dorm. Berkali-kali dia menjilat bibirnya, gelisah dan gusar terus berada dibenak lelaki itu. Ini .. adalah hari ulang tahunnya, dia akan genap 24 tahun.

1.. 2.. 3 .. #Tik

Jarum panjang dan pendek itu sudah mendarat resmi di angka 12, Lelaki itu mengerakkan tangannya, memutar knok lalu mendorong pintu yang ada didepannya. #BUAR, Suara bunyi terompet menggema di Dorm CNBlue, Conffety berterbangan diiringi langkah lelaki itu. Jungshin yang berada didekatnya menarik tangan lelaki itu.

“Saegil Chukkhae Hyung !”Teriak Minhyuk dan Jonghyun tersenyum dibalik meja yang sudah dipenuhi makanan dan Kue tart.

Lelaki itu tersenyum, “Ne, Gomawo~”

“ah~ Hyung make a wish !”Ucap Jonghyun.

“Doakan aku menjadi orang yang hanya satu-satunya ‘Tampan’ di CNBlue”Ujar Jungshin diiring dengan tawanya dan disambut pukulan dari Jonghyun dan Minhyuk.

“Ya !! kau pikir itu akan terkabul huh?”Jonghyun mencekik Jungshin dengan lengannya.

Lelaki itu hanya terkikik melihat tingkah Dongsaengnya, “Nanti saja, aku menunggu seseorang”

“Mworago Hyung?Seseorang?Nuguseyo?”

Minhyuk tersenyum dengan melirik licik lelaki itu, “aish hyung~”Minhyuk menyikutnya “Apa itu orang yang sudah lama kau kenal? Dan dia adalah seorang perempuan?”

#Duagh,Jonghyun menjitak kepala Minhyuk

“Ya !! Tentu saja seorang perempuan, apa kau pikir Yonghwa hyung seorang gay?! Oh, astaga .. kenapa kami mempunyai Dongsaeng yang babo?!”

Minhyum mendelik, dia kesal dengan perkataan Jonghyun.

“Ne, dia pernah mengatakan. Jika aku berulang tahun ke 24, dia akan datang dan memberikan hadiah terindah”Mata lelaki bernama Yonghwa menatap lilin-lilin yang ada di kue tart itu.

“Ah~ aku tahu siapa itu ! Tenang hyung, sebentar lagi dia akan datang”

“Ne,mungkin .. mungkin saja dia tidak akan pernah datang”Yonghwa menatap mereka, “Kajja .. kita tiup lilinnya”

“Chamkaman-yo hyung, katanya kau menunggu seseorang”

Yonghwa tertawa, “Oppseo, dia tidak akan datang. Dia sudah berbeda sekarang”

#Creak, Pintu Dorm CNBlue terbuka.

Yonghwa menoleh, dia mendelik. Dadanya berdebar tidak karuan, nafasnya tiba-tiba saja berhenti, bahkan kakinya bergetar. Mata Yonghwa juga tidak lepas dari dinding yang menutupi pintu dorm.

#Tuktuk, bunyi ketukan sepatu dengan ubin.

Gadis itu datang .. dia terlihat sibuk dengan barang yang dia bawa. “Oppa, Chukkhae ..”

Redup .. semangatnya menjadi redup. Senyuman yang telah dia siapkan lenyap dan musnah tanpa sisa, kebahagiaan sesaat tadi menjadi mati.

“Je Young, adalah orang yang hyung tunggukan?”Minhyuk berjalan mendekati Je Young, dia mendorong perempuan itu mendekat “Kajja Young, Yonghwa hyung sudah menunggumu”

(*)

@Je Young,Apaterment Door

02.09 am KST

Yonghwa dan Je Young secara serempak menghentikan langkah didepan pintu apaterment Je Young. Mereka berdua tengah berhadapan sekarang.

“Saegil chukkhae Oppa”Je Young menaruh tangannya di dada Yonghwa, “Long Distance membuat aku menjadi yeojachingu yang tidak berguna”Je Young tersenyum.

Yonghwa memegang pergelangan tangan Je Young, “Bukankah kau ditaiwan sibuk? Kau bilang kau ada perkerjaan?”

Je Young tersenyum, “Aku meninggalkannya Oppa, aku ingin ada disetiap ulang tahunmu.”

“Jangan lakukan lagi ..”Ucap Yonghwa dengan dingin.

“Ne?Mworago oppa?”

“Tidak perlu kau kembali, tidak perlu kau menghabiskan waktu untuk datang merayakan ulang tahunku. Jangan lakukan .. itu .. tidak akan merubah keadaan”Yonghwa melewati Je Young yang membisu, dia pergi dengan ekspresi dingin.

Mata Je Young berair, dia meremas dadanya yang terasa sakit. Je Young merasa hancur, terpukul .. perlahan tubuhnya terjatuh, Je Young terduduk dilantai. Air matanya terus menetes tanpa habis.

#Taptap

Sepasang sepatu berhenti di depan Je Young, seseorang itu menjongkok .. dia tersenyum, “Kali ini apa? Apa aku harus menemukanmu dengan keadaan yang seperti ini terus?”

Tidak dihiraukan Je Young orang yang ada didepannya, dia masih menabahkan diri.

(*)

@Myungdong,Seoul.

06.00 am KST, 22 Juni 2011

Yonghwa berdiri diantara bangunan toko yang terdapat di Myungdong. Pikirannya menerawang entah kemana, tidak dia pedulikan pundaknya yang tertabrak oleh orang atau kakinya yang terinjak. Kini kepalanya dipenuhi dengan lego-lego yang menyusun .. yang akan memutar kembali memori lama yang hampir mati. Shinhye .. nama itu bersinar terang di kepalanya.

[FlashBack]

Berkali – kali gadis itu mengembungkan mulutnya, begitu juga dengan kakinya terus mengetuk-ngetuk aspal. Sesekali dia melihat kea rah arloji karet yang melekat ditangan kirinya.

Bosan dan kesal, hanya itu yang bisa melambangkan gadis itu.

“Aigoo~ perutku lapar”Gadis itu memegang perutnya, matanya mencari-cari tempat “Myungdong, sebaiknya aku kesana”

Kaki gadis itu melangkah ke pusat mode korea, atau yang biasa disebut dengan Myungdong. Melewati jalanan yang dipenuhi dengan lautan manusia.

#Takoyaki enak sekali ! tako .. tako .. gurita

Ponsel milik gadis itu berdering, dengan gesit tangannya merongoh tas dan merekatkan ke telinga.

“Yeoboseyo ! OPPAA !”teriak gadis itu dengan keras

“Aigoo~ suaramu besar sekali ..”

“Aish~ aku sudah lama menunggu oppa, apa oppa mau membatalkan janji lagi?”Gadis itu kembali mengembungka mulutnya.

“Oppseo ! Hajimal, Mianhae Shinhye, Eodiyeyo neo?”

“Oh .. Naega? Myungdong, aku lapar karna menunggu oppa”

“hem .. ottokhae kalau aku mengantinya dengan merekomendasikan tempat?”

“Ne, Gweanchana. Ppali oppa ! aku lapar !”

“Kau lihat disebelah kiri? Stand itu menjual Sangpyeon yang enak , cobalah untuk mencicipinya”

“Ne, arrchi oppa. Aku melihatnya annyeong !”Klik, sambungan telephone terputus.

Yonghwa tersenyum, matanya masih melirik gadis yang mendekat kea rah stand Sangpyeon. Dia membenarkan letak topi fedora, lalu berjalan dengan magendap-ngedap dibelakang gadis itu.

“Oppa ! kau benar ! sangpyeon itu sangat enak”gadis itu menghabiskan potongan terakhir Sangpyeon.

“Geurae?”Yonghwa tersenyum, dibelakang terlihat jelas kalau dia memperhatikan gadis itu.

“Oppa, apa kau punya yang lain?Ppali~”

“Kau mau ice cream? Disebelah kanan setelah toko tea, kau akan menemukannya”

“Oh, apakah itu? Ne, ne .. gomapta oppa”Klik, Sambungan telephone kembali terputus.

Shinhye duduk disudut ruangan, menikmati ice cream cup yang sudah dia beli. Satu-persatu dia masukkan ice cream menggunakan sendok ke mulutnya. Seseorang pelayan mendekatinya, memberikan satu mangkuk ice cream jumbo.

“Mianhae, saya tidak memesan ini ..” Ucapnya dengan ramah.

“Ani, ini gratis . kau mendapatkannya dengan Cuma-Cuma”Pelayan itu tersenyum, lalu pergi mendekati seorang lelaki yang duduk sedikit jauh dari Shinhye. “Aku sudah memberikannya .. sesuai dengan perkataan anda”

“Ne,Gomawo~”Yonghwa tersenyum, dia memasukkan sesendok ice cream ke mulutnya.

Shinhye menghembuskan nafas, lalu dia kembali merongoh tasnya. Mengambil ponsel, lalu memencet beberapa digit angka di keypad. Gadis itu kembali menelphone Yonghwa.

“Oppa, aku ingin Bakmie. Apa oppa tahu dimana?”

“Mworago? Kau masih lapar?Jinjja?oh, astaga .. perutmu itu terbuat dari apa huh?”Terdengar gelak tawa di ujung sana.

“HAHA ! ketawa saja oppa !, Oppa .. eodiyeyo?Aku masih lapar ! Jebal ..”

“Ne,ne .. kau tahu toko baju disebelah tempat ice cream? Kau harus ke kiri, dan diujung jalan kau akan menemukannya”

“Jinjja?Chamkaman, hem .. NE ! itu dia oppa ! Gomawo~”

Shinhye mengambil tempat duduk didepan, tak lama dari itu bakmi yang dia pesan sudah ada dimeja. Setelah berdoa, gadis itu langsung melahapnya. Yonghwa yang juga masuk ke dalam toko itu memilih duduk dibelakang Shinhye lagi, dia juga menikmati bakmi.

“oppa ! Gomawo~ Ini seperti oppa sedang berada disini, dan melakukan kencan seperti biasa”Shinhye berjalan melewati Zebra cross(penyebrangan) dia sudah sampai diseberang.

“Benarkah?”Yonghwa tidak menyebrang, dia menunggu diujung penyebrangan. “Jika kau memutar badanmu dan berjalan lima langkah, itu akan menjadi kenyataan”

“Mworago oppa?”Shinhye memutar badannya, dia kembali berjalan melewati Zebra cross. Ponselnya masih merekat ditelinga.

Tidak gadis itu hiraukan lagi traffic road yang sudah berubah menjadi hijau, tidak dia lihat lagi orang-orang yang berlari cepat meyebrangi jalan, tidak dia dengar lagi suara orang yang memanggilnya, tidak dia hiraukan lampu mobil yang semakin mendekat ke arahnya.

Yonghwa tersenyum, tak lama senyumannya redup .. matanya membulat melihat cahaya lampu itu, ponselnya terjatuh .. dan setetes air mata keluar dari sudut matanya.

#BRUK, hantaman itu terdengar sangat keras. Antara logam dan daging .. badan itu rebah, darah berceceran dimana –mana. Seluruh orang berkumpul, melihat kejadian beberapa detik itu.

Tragis dan nyata.

[END FLASHBACK]

Seluruh memori itu hilang, dimakan oleh pusaran angin di kepala Yonghwa. Seketika nafas Yonghwa menjadi tidak beraturan, tangannya bergetar. Takut, Yonghwa takut akan kejadian itu. Dia benci myungdong ! dia tidak suka ! Yonghwa ingin menghancurkan Myungdong, tapi tidak bisa .. dan tidak akan pernah bisa.

Yonghwa menyentuh dadanya yang terasa sesak dan penuh, dengan tertatih-tatih Yonghwa bersandar di dinding. Dia mengalihkan matanya ke arah sebuah toko, toko bunga .. dan seorang gadis yang tengah menyiramnya.

… degdeg

… Degdeg

… DEGDEG

Matanya kembali membulat, dia tidak percaya ini. Tangannya bergetar hebat, tidak mungkin .. tidak mungkin ! Itu yang ingin Yonghwa teriakkan, tapi tidak .. ini nyata. Yonghwa tidak bisa membohongi dirinya, dia benar-benar melihatnya.

Gadis itu ..

3 tahun yang lalu ..

… Shinhye …

Yonghwa berjalan mendekat, dia bahkan mendengar percakapan gadis itu.

“ne eommanim ! aku akan segera mengatarnya ! Arraseo !Annyeong ~”Gadis itu keluar dari toko, dan melihat Yonghwa. Perlahan dia menunduk, mengucapkan salam.

Yonghwa membisu, dia menjadi kaku. Rahang mulutnya menjadi keras, lidahnya terasa kelu. Dia ingin mengatakan sesuatu, tapi apa? Rasa rindunya? Perkataan kalau dia mencintai gadis itu? atau rasa menyesal dirinya?

Gadis itu merasa binggung, lalu dia pergi meninggalkan Yonghwa tanpa berkata apa-apa. Yonghwa masih menekuk wajahnya, dia menangis. Entah ada apa dengan dirinya, dia ingin meminta maaf, tiga tahun bukan waktu yang singkat untuk dia bertemu lagi dengan Shinhye. Tapi .. ada yang menjanggal, apa mungkin itu gadis itu?

.. Bukankah ..

Gadis itu sudah meninggal?

“Cog—“Perkataan Yonghwa berhenti, dia tidak menemukan gadis itu berada didepannya.

Yonghwa melihat ke kiri dan ke kanan, tidak ada .. nihil. Gadis itu sudah pergi, tapi dia tidak ingin menyerah, Yonghwa masih mencari .. disekeliling Myungdong, Sampai dia menemukan tempat dimana Shinhye meninggal. Oke, dia sudah menyerah. Perasaan itu kembali menggerogoti pikirannya. Rasa menyesal, akan kematian Shinhye.

“Aku .. membunuhnya”Ucapnya lirih, lalu melangkah meninggalkan tempat itu.

(*)

@Dorm CNBLUE, 08.00 pm KST, 22 Juni 2011

#Tok .. tok

Yonghwa mengetuk pelan pintu dorm, matanya menerawang .. entah apa yang sedang dia pikirkan. Sampai akhirnya Minhyuk membuka pintu dan melihat keadaan Yonghwa menangis seakan perih dan dalam, Dongsaengnya itu merasa panik.

“Jonghyun hyung ! Jungshin ! Yonghwa hyung ! Ppali-wa !!”Ucapnya seraya memampah Yonghwa.

“Hyung, Gweachana? Apa yang terjadi?”Jonghyun yang baru datang langsung menghujat Yonghwa dengan pertanyaan.

Yonghwa tidak mengubris, dia tetap menangis. Yonghwa melepaskan tangan Minhyuk, dia ingin berjalan sendiri ke kamar.

“Hyung, Je Young mencarimu tadi, dan dia menunggu hyung di Namsan Tower”Teriak Minhyuk sebelum Yonghwa benar-benar menghilang dibalik pintu.

“Ottokhae? Ada apa dengan Yonghwa hyung?”Tanya Jungshin, dia merebahkan tubuhnya disofa.

“Molla~ mungkin ada sesuatu”Jonghyun mengangkat kedua bahunya.

“Shireoo ! Oppseo ! Andwaee ! Aniyoo ! AAA ..”Minhyuk menggelengkan kepala, dia memukul kedua pipinya.

“MWO?mwo?!!”Jonghyun mendekati Minhyuk, dia meminta penjelasan apa maksud perkataan Minhyuk.

“Ini mengerikan hyung .. sangat mengerikan”Ucap Minhyuk, dia menatap Jonghyun. “Aku lapar, aku janji akan menceritakannya setelah perutku kenyang hyung”Minhyuk menyeringai, dia mengaruk-garuk kepalanya.

#Pletak ! Sukses Jonghyun mendaratkan sebuah pukulan dikepala Minhyuk, dan membuat Minhyuk menjadi bungkam.

“Aish kau ini ~ ya ! kau sudah memesan bunga? Kita perlu bunga itu untuk memberikannya ke Ahjumma ! Jika belum, kau yang akan kumakan !”Kata Jonghyun dengan kasar.

“Arraseo ! aku sudah memesannya”

(*)

@Namsan Tower, 10.00 am KST 22 Januari 2011

Je Young menunggu di depan pintu hidrolik untuk masuk ke namsan tower, berkali-kali dia menghembuskan nafas karna bosan menunggu. Sudah tiga jam Je Young menunggu, tapi Yonghwa tidak juga datang bahkan lelaki itu tidak memberinya kabar. Gadis itu mengubah posisi duduknya, terus seperti itu sampai dia meneteskan air mata.

Gadis itu tahu kalau Yonghwa tidak akan datang, dia sudah menduga. Tapi entahlah, dirinya terus menyuruh untuk tetap menunggu lelaki itu. Je Young tidak mau jika seandainya Yonghwa datang dan melihat dirinya tidak ada. Tidak sedikitpun dihati Je Young membuat Yonghwa merasa kecewa, tapi kenapa .. kenapa Yonghwa selalu membuat dirinya kecewa. Dia juga tidak tahu.

“Dia membatalkan janji lagi? Itukah orang yang kau cintai? Dan lagi-lagi aku menemukanmu dengan keadaan seperti ini”orang itu menghembuskan nafas, lalu menarik hood jaket gadis itu dengan kasar.

“Lepaskan ! lepaskan aku ! aku tidak mau ! lepaskan aku !”Je Young terisak, dia mengeliat mencoba melepaskan tangan orang itu dari hood jaketnya. Tapi tidak bisa, pegangan itu terlalu kuat, Je Young mengepalkan tangannya. “GO ! LEPASKAN AKU !”teriaknya, dan membuat orang bernama GO itu melepaskannya.

GO menatap gadis itu dengan dingin, tapi dibalik itu dia merasakan rasa sakit, dia tidak bisa melihat gadis itu menangis. Dia peduli.

“Kenapa? Kenapa kau tidak mengerti aku?! Apa perkataanku tidak cukup jelas?! Aku tidak mau ! kenapa kau selalu hadir?! Aku sedang menunggu Yonghwa !!”Je Young menekuk wajahnya, air mata terus keluar dengan deras.

“KAU HANYA MENCINTAI ANGIN ! Yonghwa tidak mencintaimu !Apa kau lupa dengan seseorang? Aku yakin kau tidak melupakan orang itu !”GO menghembuskan nafas.

“Aku tidak peduli ! aku mencintainya dan itu sudah CUKUP ! ada apa denganmu, kenapa kau selalu datang? Kau tidak perlu peduli denganku, aku tidak mau kau ikut campur”

Je Young memberanikan diri menatap wajah GO, dia lihat ada sesuatu di mata GO ..

“Saranghae”Ucap GO tanpa ekspresi.

(*)

@Dorm CNBLUE, 12.00 pm KST

#Tingtong

Yonghwa keluar dari kamarnya, dia mendengar suara bel dorm dan memutuskan untuk membukanya. Yonghwa melihat Jungshin dan Minhyuk tengah sibuk dengan dapur, sedangkan Jonghyun baru saja ingin beranjak membukakan pintu.

“Gweanchana biar aku saja ..”Yonghwa tersenyum, dia tidak ingin dongsaengnya khawatir dengan keadaan dirinya.

“Ne, Hyung. Mungkin itu bunga untuk ahjumma”Jonghyun kembali duduk disofa.

“Oh,geurae ..”Yonghwa mengangguk, dia berjalan perlahan menuju pintu dorm.

Dengan sekali putar dan dorongan Yonghwa membuka pintu dorm, dan menemukan seorang gadis tengah berdiri membelakanginya. Perlahan .. gadis itu berbalik, tersenyum kea rah Yonghwa.

“N-ne-neo ..”Yonghwa terbata-bata.

“Hyung gweanchana-yo?!!”teriak Jungshin, dia melihat dari celah dapur dan terkejut melihat pemandangan itu. “Oh,tidak .. Gadis itu .. S-shinhye noona”

“Mwoo?!!”Minhyuk dan Jonghyun sontak berlari mendekat ke pintu dorm.

Yonghwa mengerakkan tangannya, dia mencoba untuk menyentuh wajah gadis itu. tapi terhenti.

“Mianhae. Neoneun Minhyuk-ssi?Ne?”Ucapnya, suara ini .. Yonghwa mengenalnya, membuat tubuhnya bergidik.

“Oppseo, ini Yonghwa hyung. Nuguseyo?”Tanya Minhyuk dengan penasaran.

Aneh. Itu yang ada dipikiran Yonghwa. Tidak mungkin Shinhye melupakan dirinya, bahkan dia tidak mengenal Yonghwa. Itu tidak mungkin terjadi, bagaimana mungkin itu bisa terjadi.

“Naega?Go Minyeo, ah~ Minhyuk-ssi bisa kau tanda tangan disini?”Gadis bernama Go Minyeo itu memberikan secarik kertas.

Bodoh. Tentu saja dia bukan Shinhye ! bagaimana bisa Shinhye hidup setelah ..kematiannya, tidak mungkin dia adalah gadis ini. Bahkan rambut mereka tidak sama, tapi walaupun seperti itu, Senyuman dan tatapan mata itu. Semua berputar dikepala Yonghwa.

“Kau ingat aku?”Ucap Yonghwa dengan begitu saja, membuat Minhyuk dan Jonghyun terkejut.

“Mworago Yonghwa-ssi? Ah~ Ne !! aku ingat, Neonun adalah orang yang diMyungdong tadi pagikan?Ne?”

Serentak Jonghyun dan Minhyuk menatap Yonghwa dengan gusar, mereka takut Yonghwa akan merasa hancur karna ucapan gadis pengantar bunga ini.

“Waeyo?apa ada yang salah dengan ucapanku?”Ucapnya dengan hati-hati.

Yonghwa menggeleng, dia meninggalkan gadis itu, Jonghyun, dan Minhyuk yang terdiam.

“Aggashi, kau tinggal diMyungdong? Boleh aku meminta alamatmu?”Jonghyun memohon.

“Ani, aku tinggal didekat sini. Ne,gweanchana. Chamkamanyo”Lalu gadis bernama Minyeo itu menulis sesuatu diatas kertas. “Ini, Annyeong ..”

Minhyuk dan Jonghyun menunduk memberikan salam, Lama Jonghyun menatap alamat itu .. lalu berjalan mendekati Yonghwa yang sedang duduk disofa.

“Kau bisa menanyakannya kembali Yonghwa ..”Jonghyun memberikan kertas alamat gadis itu.

“Ani, Dia bukan gadis itu. Dia orang lain, bukan .. bukan dia”Yonghwa mulai terisak kembali.

“Yonghwa hyung, kau bisa bertemu dengan eommanya. Bukankah kau tahu eomma Shinhye?”

“Tidak, aku tidak pernah bertemu dengan eommanya”

Dorm CNBLUE memjadi membisu, seperti sebuah kuburan lama. Tak lama dari itu sebuah suara yang lumayan keras memenuhi dorm itu.

“OPPA ! OPPA ! YONGHWA OPPA~”Je Young masuk dengan tersenyum, dia melihat kea rah Yonghwa.

Jungshin menatap kesal gadis yang tengah tersenyum itu, “kenapa dia selalu hadir! Gadis penganggu !”

“Oppa ! Kajja kita jalan, hari ini cuaca sedang bersahabat ! Kajja !”Je Young menarik tangan Yonghwa. “Wae? aku sudah menunggu oppa tadi empat jam ! wae oppa tidak datang ak—“

“DIAM JE YOUNG !”Nafas Yonghwa tidak beraturan karna membentak gadis itu, “Kau ini berisik sekali ! Kenapa kau tidak pergi sendirian saja huh ! aku bukan baby sittermu ! Pergilah !”

Mata Je Young berair, hatinya bagai dicabik karna ucapan Yonghwa tadi. Sakit, tapi dia bertahan, dia ingin bertahan dan mencoba untuk tersenyum. Je Young tersenyum.

“oppa ak~”Je Young terisak, dia berlari pergi dari Dorm.

Je Young terus berlari, sampai dia sampai di Lobby Dorm CNBLUE. Gadis itu berjongkok, menangis dengan sekencang-kencangnya. Dia tidak pedulikan orang yang melihatnya atau lewat didepannya. Tanpa Je Young sadari ada orang yang menarik lengan tangannya dengan kasar, dan kembali membawanya masuk ke dalam Dorm CNBLUE.

#Brak, Lelaki itu mengebrak pintu Dorm CNBLUE.

Dia melepaskan tangan Je Young, lalu dengan cepat lelaki itu menarik kerah baju Yonghwa. Menatap Yonghwa dengan kesal dan marah.

“Apa yang kau lakukan dengan Je Young?!Huh?”

“Lalu, Hyung mau apa?”

“Neo ! apa kau tidak lihat dia sudah cukup sakit karnamu?”

Yonghwa memasang ekspresi dingin, “Begitukah? Aku tidak melihatnya”

#Duagh,gepalan tangan lelaki itu mendarat ke pipi kanan Yonghwa. Membuat lelaki itu jatuh membentur lantai. Yonghwa beranjak, dia membalasnya dengan memukul pipi lelaki bernama GO itu dengan keras.

“BERHENTI !”Je Young berteriak, air matanya kembali terjatuh.

GO menatap Je Young, lalu dia kembali menatap Yonghwa. “Dengarkan aku, Aku MENCINTAI dia, jika kau tidak mau, aku akan mengambilnya !”GO menekan kalimatnya.

Je Young memukul lengan GO dengan kesal, lalu dia menyentuh tangan Yonghwa. “Oppseo ! tidak seperti itu Yonghwa ! aku bisa—“

Yonghwa tersenyum, “Aku tidak peduli, Jangan sungkan. Je Young kita tidak ada hubungan lagi”

Gadis itu terkejut, Je Young berjalan mundur dengan teratur .. kepalanya juga terus menggeleng tidak percaya. Gadis itu kembali pergi meninggalkan Dorm.

“JE YOUNG !”teriak GO, lalu dia menatap Yonghwa dengan tajam. “Itulah alasan kenapa perempuan itu melupakanmu !”

Yonghwa membulatkan matanya, dia jatuh terduduk .. menjadi lemas karna perkataan lelaki itu.

“HYUNG !”Minhyuk,Jonghyun, dan Jungshin mendekati Yonghwa.

(***)

Lama Yonghwa menatap kertas putih dengan sedikit coretan itu, sesekali dia menatap bangunan yang ada didepannya. Ingin dirinya melangkah, mengetuk pintu dan kembali melihat wajah orang yang sudah lama tidak dia lihat itu. Tapi .. entahlah, perasaan apa yang membuat dirinya untuk menahan kemauan itu.

Yonghwa menggeleng, dia berbalik untuk beranjak pergi. “Jika itu dia, tolong panggil aku ..”Bisik Yonghwa, dia memberikan harapan besar untuk itu.

“Yonghwa-ssi !!”

Degdeg .. Yonghwa mendelik, dia kembali berbalik badan dan menemukan sosok gadis bunga itu.

“Ah, Ternyata benar”Ujarnya dengan tersenyum seraya membenarkan letak topi fedoranya. “Wae Yonghwa-ssi kemari? Mau memesan bunga?Seharusnya Yonghwa-ssi ke Myungdong, ini alamat rumah kami”Gadis itu terus berbicara, cerewet sama persis dengan Shinhye.

Yonghwa hanya tersenyum kecil, tapi tersirat kekecewaan dihati Yonghwa. Shinhye tidak pernah memanggilnya dengan memakai ssi tapi dia memanggil dengan sebutan ‘oppa’.

“Minyeo-ssi, kau mau kemana?”Tanya Yonghwa.

“Naega? Ah, aku hanya ingin pergi jalan-jalan ke Namsan Park. Yonghwa-ssi, kau belum menjawab pertanyaanku, untuk apa Yonghwa-ssi datang kemari?”

“Ingin bertemu denganmu, Kajja .. kau mau ke Namsan Parkkan?”Yonghwa mengulurkan tangan, dia bermaksud menggandeng gadis itu.

“Mwo?”Gadis itu menggeleng, “Yonghwa-ssi boleh menggandengku jika Yonghwa-ssi adalah Namjachingku”Ucapnya seraya melewati Yonghwa.

Yonghwa terkejut, dia teringat akan sesuatu. “Oppseo, Yonghwa oppa boleh mengandengku jika Oppa adalah namjachingku”

“YONGHWA-ssi !! Ppali, apa kau berubah pikiran?”Minyeo mengaiskan rambut yang menutupi matanya.

Yonghwa tersenyum, dia berlari mensejajarkan diri dengan Minyeo. “Tentu tidak”

“Gweanchana Yonghwa-ssi kau masih punya kesempatan”Ucap Minyeo berjalan duluan.

Lagi .. Yonghwa ingat perkataan itu, “Gweanchana oppa, kau masih punya kesempatan”

(*)

@Myungdong, 09.00 am, 23 Juni 2011

“Yonghwa-ssi”Panggil Minyeo, dia mengetuk-ngetuk dagu dengan jari telunjuknya lalu menoleh ke ara Yonghwa. “Aku lapar .. apa kau tahu sesuatu makanan yang enak disini?”

Yonghwa menoleh, terlihat keterkejutan di wajahnya, “Ne, Kau mau Sangpyeon? Tiga tahu yang lalu Sangpyeon itu adalah yang terbaik”

“Jinjja?Kajja ..Tunjukkan kepadaku Yonghwa-ssi”Minyeo terlihat sangat bersemangat.

Yonghwa berjalan bersama Minyeo kesalah satu stand yang menjual sangpyeon, tempat dimana Shinhye memakan Sangpyeon tiga tahu yang lalu.

“Aigoo~ Ini benar Yonghwa-ssi ! Sangat enak !”Ucap Minyeo, dia menghabiskan potongan terakhir.

Tangan Yonghwa bergetar, dia benci .. kenangan itu akan kembali merasuki pikirannya. Dia ingin menhapusnya, tapi tidak bisa .. Shinhye terlalu berharga untuk dihapuskan.

“Minyeo-ssi”panggil Yonghwa, “Jika kau bertemu dengan orang yang pernah mengisi hidupmu dan kau benar-benar menyayanginya. Kau akan memberitahunya atau diam dan melupakan semua kenanganmu?”

“Hem ..”Minyeo terlihat berfikir, “Tentu aku akan memberitahunya. Dia adalah orang yang pernah mengisi hidupku dan aku menyayanginya, itu berarti dia sangat berharga Yonghwa-ssi, Wae?”

“Ani, aku hanya bertanya”Yonghwa sudah bertekad, dia harus memberitahu semuanya kepada gadis yang sedang ada dihadapannya.

“Yonghwa-ssi, apa kau punya yang lain? Ppali~”Rengek Minyeo, “Walaupun aku sudah sering disini, aku masih buta akan Myungdong”

Yonghwa mengosok pelan rambut Minyeo, “Kau mau ice cream? Kajja ..”

Minyeo terdiam, karna sentuhan Yonghwa membuat dirinya menjadi linglung.

“Yonghwa-ssi, aku tidak memesan ice cream jumbo !”

“Ini Gratis, kau mendapatkannya hanya Cuma-Cuma”Yonghwa berharap, dia memberikan harapan agar gadis itu bisa mengingatnya.

Pandangan Minyeo mengabur, entahlah .. pandangannya diganti oleh sebuah layar hitam dan dipenuhi dengan bayangan-bayangan. Bayangan yang tadinya ada, lama-lama terus mengabur .. lenyap dan hilang.

“Minyeo-ssi? Minyeon-ssi? Gweanchana?”Yonghwa mengibas-ngibaskan tangannya.

Minyeo menggeleng, “Yonghwa-ssi, apa sebelumnya kau pernah bertemu denganku? Dulu .. sangat lama?”

Yonghwa lagi-lagi mendelik, dia tersenyum .. tidak salah, dia tidak mungkin salah gadis ini adalah benar Shinhye.

“Hanya saja, kau mengingatkan aku dengan seorang pelayan. Dan dia berkerja disini”

Apa? Untuk kesekian kalinya Yonghwa kembali kecewa, harapan yang sudah dia bangun hancur dengan sekali hantaman perkataan itu.

“Oh~ Mungkin saja”Yonghwa memaksakan senyumanya.

“Yonghwa-ssi”Minyeo menghembuskan nafas, “Aigoo~ aku ingin bakmie”

Yonghwa menyentuh pergelangan tangan Minyeo, mereka beranjak “Kajja .. aku tahu dimana”

“Mwo? Jinjja?”

Mereka berdua memasukki resto Bakmie yang lumayan terkenal di Myungdong, lalu memilih tempat duduk didepan sama persis dengan posisi Shinhye waktu itu. Mereka menikmatinya, Minyeo menikmati Bakmie sedangkan Yonghwa menikmati masa lalunya, dia seperti bernostalgial dengan gadis yang sama.

Yonghwa dan Shinhye kembali berjalan, mereka berhenti di ujung tempat penyebrangan jalan. Dada Yonghwa kembali sesak dan sempit, tulangnya nyeri menyakitkan, Hatinya seperti ditusuk ribuan jarum. Dia merasakan sesuatu yang tidak mengenakkan.

“Aku benci penyebrangan ini Yonghwa-ssi”Ucap Minyeo, dia berjalan mendekati Zebra Cross itu. “Eomma bilang, Tempat ini adalah tempat yang mengerikan”Minyeo berjalan mundur, dia melangkah satu langkah digaris putih petama.

“Mworago?”

“Tapi aku ingin membunuh rasa takut itu”Minyeo kembali melangkah satu langkah, dia berada digaris putih nomor dua.

“Minyeo-ssi, kau akan tertabrak .. kembalilah”Yonghwa ingin menarik tangan Minyeo, tapi tangannya sangat susah untuk digerakkan.

“Gweanchana, Tempat ini mengingatkan aku akan sesuatu. Tapi aku lupa apa itu .. sesuatu yang lama, persis dengan wajahmu yang mengingatkan aku dengan seorang pelayan”Kembali Minyeo berjalan mundur, dia sudah diurutan ketiga.

Yonghwa menggeleng, dia menyetuh kepalanya yang terasa sakit. “Minyeo-ssi, ada yang ingin aku beritahukan”

“Chamkaman Yonghwa-ssi, aku ingin menyelsaikan ini dulu”Minyeo berjalan mundur lagi, “Aku pernah membaca, Angka kedelapan adalah angka yang sempurna, tapi bagiku angka sepuluh adalah segalanya”Minyeo langsung menghitung, dia berjalan mundur berapa kali hingga sampai pada urutan kesepuluh.

#Tess,Tess

Yonghwa mengeluarkan air mata, Seluruh tubuhnya bergetar dan bulu kuduknya berdiri. Dia ingin mencegah kejadian ini, tapi tidak .. tidak mungkin bisa. Ini sudah terjadi, takdir tidak akan bisa berubah. Matanya mendelik, otot-ototnya menjadi kencang.

Untuk .. Kedua kalinya

Aku .. Melihatnya.

“Yonghwa-ssi Gomawo, Ini seperti kau menjadi namjachinguku”Ucap Minyeo, dia menoleh menatap lampu serta bunyi klason yang semakin mendekat ke arahnya, semakin ini menyentuh tubuhnya, Dia pasrah.

Tidak pasrah, tapi dia teringat sesuatu .. memori lama, sudah menyeruak dipikiranya, terlihat jelas dan nyata. Bukan kebohongan, bukan bentuk hitam, tapi berwarna dan penuh dengan cinta. Kehidupannya yang lama, seorang gadis bernama Shinhye.

TIDAK ! Yonghwa memberontak, dia tidak mau ! dia tidak mau kehilangan orang yang sangat dia cintai, dia sudah memberikan harapan, tidak mau lagi .. tidak akan pernah,Bisik Yonghwa.

Dengan berlari Yonghwa mengapai tangan gadis itu, menarik gadis itu menjauh lalu memeluknya dengan erat.

Dia hampir ..

.. Membunuh orang lagi

“Oppseo, kau adalah Shinye, kau adalah yeojachinguku. Park Shinhye, itu kau . kau adalah dia Minyeo. Kau harus ingat ! kau harus tahu ! aku tidak mau kau melupakan aku, karna aku mencintaimu”Yonghwa memeluknya, tidak ingin dia lepaskan lagi. Tidak akan ..

Perlahan baju kemeja yang dipakai Yonghwa basah, Yonghwa mendengar sebuah isak tangis dan juga merasakan cengkraman gadis itu.

“Aku .. aku”Ucapnya terbata-bata, “Yonghwa oppa~”

Yonghwa tersenyum, harapannya .. semuanya kini menjadi nyata. “kau ingat?”

Gadis itu hanya mengangguk dipelukkan Yonghwa, terlarut dalam kesedihan, kerinduan, bahkan kata ‘CINTA’

STATUS :END

WAKAKA~ YONGHWAAA SARANGHAE (?) <- Lah? Keke~ walaupun udah terlambat YONGHWA SAEGIL CHUKKHAEE ! Semoga CNBLUE SUKSES TERUS, walaupun Zen bukan seorang boice tulen lagi/DUAGH. Mianhae~ Mianhae Oppadeul, Zen sekarang adalah A+ Tulen <- lah? Gimana sih si Zen ini? Ho-oh, walaupun Zen mencintai CNBlue udah dari pertama mereka debut, tapi Zen juga mencintai MBLAQ 1 bulan setelah mereka debut, yaitu 9 November -_____- .

Aigooo~ alurnya terlalu cepatkah? Zen buru-buru -___- Mianhae. Kemarin Zen mau publish jam 12 kemarin malem waktu tanggal 21 Juni itu ==a . Baru bisa bikin sekrang, karna Zen sibuk ngurusin SMA . DAAAAN BAGAIMANA NASIB Je YOUNG? YAAH PASTI SUDAH TAHU LAH, DIA DENGAN GO(BYUNGHEE) . MIANHAE SHANTY UNN, Zen lagi nyari Cameo eh ternyata ada unnie XDD . JUDULNYA COCOK GA SIH? Wakaka~ ANGGAP AJA DIULTAH YONG, DIA MENDAPATKAN HADIAH SEMPURNA YAITU SHINHYE ~ XDD .

Dan semua, FF Zen ada yang memplagiatkan mungkin kalian kenal ‘INU LOVE KIM’ siapa yang masih ingat dengan FF Zen 3600 detik? Wakaka~ diplagiatin tuh sama orang .