MINJI I LOVE U

DECISION

(END OF STORY)

Author : Eghy Geumjandi Disini

Genre : Comedy – Romance

Length : Continue

Cast    :

Koo Hye Sun (Minji)

Kim Youngwoon (Gomwoon)

Choi Siwon (Joon Ki)

Kim Heechul (Lee)

Rate : General

(Buat readers mohon maaf yah seri akhirnya agak telat, soalnya author ujian dulu dan ujiannya bikin stres tingkat khayangan…bikin rambut author rontok gara2 mikirin uas ini…Euuuuh emosi banget loh !!![>_<]

 

Minggu tengah malam di Chungdamdong…..

Suara deru mobil berhenti di depan rumah Minji.

“Joon Ki makasih…aku seneng banget dengan liburan kita.. Tapi mungkin aku gak bisa ngasih apapun sebagai balasannya…” kata Minji.

“Aku tahu Minji…tapi walaupun begitu aku merasa senang karena bisa pergi bersama kamu..dan aku tidak mengharapkan balasan apapun darimu..” timpal Joon Ki.

“Tapi aku malu Joon Ki…” lanjut Minji.

“Kenapa mesti malu?” tanya Joon Ki.

“Karena aku seperti menjadi seekor lintah yang menghisap darah mangsanya…” jawab Minji.

“Jangan bicara seperti itu ! Yang jelas aku gak ngerasa demikian…Aku merasa nyaman dengan kamu, Minji…” jelas Joon Ki.

“Joon Ki aku malu….” kata Minji dengan muka semu merah.

“Sudahlah jangan malu – malu..” timpal Joon Ki.

“Kalo begitu aku mau masuk ke rumah saja…Sepertinya semuanya sudah tertidur…” kata Minji. Minji membuka pintu mobil.

“Minji sebentar…” Joon Ki menahan Minji.

“Ada apa?” tanya Minji.

            Joon Ki menatap tajam mata Minji, hal tersebut membuat Minji merasa tidak nyaman. Minji pun mengalihkan pandangannya dari Joon Ki, tapi Joon Ki tetap memandanginya. Lalu sedikit demi sedikit wajah Joon Ki mendekati wajah Minji membuat Minji memejamkan matanya. Dan….

“Minji aku ingin kamu mengenakan gelang ini besok dan selamanya…aku ingin aku selalu berada di dekat kamu walaupun jika ada kehendak lain bahwa aku mungkin kita tidak akan bertemu lagi…” kata Joon Ki sambil melingkarkan gelang dari manik – manik dihiasi dengan kulit kerang – kerang laut. Lalu Joon Ki mencium pipi Minji. Minji hanya terdiam.

“Ingat Minji…aku ingin kamu mengenakan gelang ini selamanya…” pesan Joon Ki pada Minji.

“Iya Joon Ki…Tapi kenapa kamu berkata seolah – olah kamu akan pergi jauh?” tanya Minji.

“Aku takut kita gak akan bertemu lagi…” jawab Joon Ki.

“Joon Ki,,kita pasti ketemu kok…” timpal Minji.

“Sudahlah aku mau masuk ke rumah…” Minji keluar dari mobil.

“Joon Ki makasih…sampai ketemu besok! “ Minji pamit.

“Besok aku tunggu kamu di gang depan…Minji aku ingin jawaban kamu besok…” kata Joon Ki. Mobil Joon Ki pun melaju dari depan rumah Minji.

“Joon Ki aku sudah memutuskan cuma saja aku gak mau nyakitin salah satu di antara kalian…” gumam Minji.

            Minji pun berjalan ke depan pintu lalu mengetuk pintu rumahnya.

Tok tok tok…

“Kak Lee….Aku pulang” kata Minji.

Ceklek…Pintu terbuka.

“Selamat datang….*^^* “ Lee menyambutnya dengan senyuman manis yang membuat mual.

“Iya aku tau kak, pasti nunggu oleh – oleh kan?” kata Minji langsung to the point.

“Ya ampun Minji…Kakakmu ini memang ingin menyambut kamu yang baru datang dari liburan dengan perasaan senang gembira, ceria damai aman makmur sejahtera sentosa abadi selamanya gemah ripah loh jinawi…” timpal Lee.

“O ya?? Sayangnya aku gak terkesan… Dari wajah kakak saja sudah menunjukkan bahwa kakak tidak tulus menyambut kedatangan aku…” Minji dengan santainya melewati kakaknya yang tengah bengong.

Brug… Minji menutup pintu kamarnya.

Lee muram setengah mati…

“Ya Tuhan aku selalu berharap mempunyai seorang adik perempuan yang baik hati, lucu, imut dan menggemaskan…Tapi kenapa aku mendapatkan yang seperti ini?? Tidak mempunyai rasa toleransi sama sekali…” Lee mengumpat.

“KAK LEE GAK USAH MENGUMPAT TENTANG AKU….” teriak Minji.

“SUDAH KAMU TIDUR SAJA MONSTER!!” balas Lee.

“LEE DONG HWA JANGAN TERIAK ATAU KAMU TIDUR DI LUAR!!!” ibu teriak dari dalam kamar.

“Iya ibu maaf…” kata Lee. “Rumah yang penuh dengan monster, dan hanya aku manusia asli di dunia yang kejam ini….” Lee mengeluh.

Pagi harinya…..

“Aku berangkat Bu….” Minji pamit.

“Iya hati – hati Minji….” balas Ibu.

            Minji pun berangkat ke sekolah. Dalam pikiran dia membayangkan muka masam Tak Gi, Hajie, dan Shin yang masih memendam ketidakRIDOan mereka terhadapnya. Sesampainya di depan gang…

“Minji….”

“Joon Ki…” ujar Minji.

“Ayo berangkat! “ ajak Joon Ki.

“Iya…” Minji berangkat bersama Joon Ki. Sesampainya di depan gerbang sekolah…

“Minji…” Gomwoon memanggil.

“Gomwoon tumben kamu datang sepagi ini?? Wah kamu memang sudah benar – benar berubah…*^^*” kata Minji. Joon Ki hanya memandangi wajah Gomwoon.

“Semuanya demi kamu…” ujar Gomwoon.

“Jangan begitu..kamu berubah buat diri kamu sendiri..sudahlah kita barengan saja nanti telat…” ajak Minji kepada Gomwoon.

“Dengan senang hati Tuan Putri…” kata Gomwoon.

“Aaaaah bisa saja…Jangan berlebihan seperti itu…hahahahahaha…” Minji menepuk – nepuk pundak Gomwoon. Gomwoon menoleh kepada Joon Ki dan memberikan sunggingan tanda dia menang. Joon Ki hanya menatap tajam Gomwoon.

            Mereka berpisah di depan kelas masing – masing. Minji dan Joon Ki pun sampai di kelas. Suasana kelas langsung ricuh terutama Tiga Bidadari (Shin, Hajie, dan Tak Gi__[sebentar apa Tak Gi layak disebut bidadari?? Demek gitu!!? *^0^*__Tak Gi : Pengarang kurang ajar…Napa seh sirik mulu??Sirik tanda tak mampu!!]__).

“Cieeee yang sudah berlibur berdua!” Teuki menyoraki Minji dan Joon Ki.

“Suit suit…Cintaku Mentok di Jeju Do nih…!” teriak salah seorang siswa dari belakang. Muka Minji memerah.

“Gak kok…gak berdua, kita liburan bertiga…”  kata Minji.

“Kita liburan berdua dan kita makin mantap untuk berhubungan yang lebih serius…” timpal Joon Ki membuat seisi kelas diam. Lalu….

“Nooooo……….No no no no no no….” Hajie teriak histeris sambil menundukkan wajahnya ke meja.

“Minji penghianat!!” Shin ikut – ikutan teriak.

“Aku tidak begitu kok…Joon Ki kamu ini….” Minji bingung.

“Ada yang patah hati nih! Bidadari got patah hati….hahahahahahaha..” Teuki menertawakan Hajie dan Shin.

“KASIM TEUK APA KAMU BARU SAJA MENERTAWAKAN KETERPURUKAN YANG MENIMPA DAYANG SHIN DAN HAJIE??” Tak Gi berteriak.

“bukan begitu Yang Mulia..hamba hanya….” Teuki menghindari bahaya tapi….

Bak bik buk bek..gebrak……

“Rasakan itu kalo berani macam – macam dengan Tiga Bidadari…!” Tak Gi dengan santai berjalan ke belakang dan duduk dengan manis meninggalkan Teuki yang terkapar di depan. Siswa kelas 12 A dibuat bengong.

“Menyeramkan..Kelaki – lakiannya keluar secara keseleuruhan…” salah seorang siswa berbisik kepada teman sebelahnhya.

“Wah Minji teman kamu ada juga yang seperti itu..” kata Joon Ki.

“Ya itulah Tak Gi…Permaisuri neraka…”ujar Minji sambil duduk.

Kriiiiiiing….

Bel berbunyi dan pelajaran pun dimulai. Semua anak kelas 12A belajar dengan “agak” serius karena mereka akan segera menghadapi ujian akhir semester. Sepertinya anak – anak 12 A sudah mulai insyaf oleh sebab itu mereka berusaha agak lebih serius lagi dalam belajar walaupun masih ada yang ngantuk, ngobrol, bercermin saat guru menulis, dan masih banyak lagi kelakuan yang tidak layak ditiru (makanya jangan seperti ini yah kalo di sekolah! Pengarang waktu sekolah itu anaknya baik rajin pintar pandai TOP BGT lah!! __muji diri sendiri…yang udah tau diem jangan umbar aib pengarang !! *^0^* )

Kriiiiiiiing….

            Bel istirahat berbunyi. Siswa 12 A pun keluar ada yang menuju kantin, ke perpustakaan (tumben banget!?), dan masih banyak lagi. Saat itu di kelas…

“Teuki kamu mau kemana?” tanya Tak Gi pada Teuki yang hendak keluar kelas.

“Mau ke kantin…” jawab Teuki.

“Ingat kamu tadi udah berbuat salah?” lanjut Tak Gi.

“Iya Yang Mulia…” ujar Teuki.

“Kamu tau apa syarat supaya dimaafkan?” Tak Gi mengintimidasi Teuki.

“Iya Yang Mulia…Traktiran di kantin sepuasnya…” ujar Teuki.

“Baiklah ayo Teuki ku sayang kita pergi ke kantin bersama….!’ Tak Gi menggandeng tangan Teuki.

“Hai Girls ayo capcus ke kantin…!” ajak Tak Gi pada Shin dan Hajie.

“Minji kamu gak ikut?” tanya Tak Gi.

“Aku ingin membicarakan sesuatu dengan Joon Ki..” jawab Minji.

“Ya sudahlah selesaikan saja…!” ujar Tak Gi sambil menoleh ke arah Joon Ki yang sedang melihat ke arahnya. Tak Gi tak begitu mempedulikan tatapan Joon Ki, dia lebih tertarik dengan traktiran yang akan diberikan oleh Teuki di kantin. Sementara itu di dalam kelas…

“Ada apa Minji?” Joon ki bertanya sambil mendekati tempat duduk Minji.

“Aku ingin menyampaikan sesuatu…Tapi…..” ujar Minji gugup.

“Tapi apa?” Joon Ki tidak sabar.

“Aku tunggu kamu di lantai paling atas gedung Joon Ki nanti siang selepas pelajaran selanjutnya…sekarang aku akan mengejar Tak Gi yang tengah asyik jajan gratis di kantin….” jawab Minji.

Duiiiing…..

“Minji di saat seperti ini kamu masih memikirkan jajanan gratis daripada menyampaikan hal yang sangat aku tunggu…” gumam Joon Ki.

Minji menuju kantin tapi ditengah perjalanan ia bertemu dengan Genk Blackhawk. Ia menghampiri Gomwoon yang tengah berada di antara anak buahnya. Gomwoon langsung berdiri dan tersenyum, hal ini membuat anak buahnya bengong.

“ Gomwoon aku tunggu kamu di lantai paling atas gedung sekolah selepas pelajaran selanjutnya…Ada yang ingin aku sampaikan…” Minji pun langsung berbalik meninggalkan Gomwoon yang raut wajahnya berubah menjadi tegang tidak karuan.

“ Wah Bos ada apa nih? Anak itu berani sekali membuat janji dengan Bos dan langsung berlalu begitu saja…” ujar Hyun Bin.

“ Dia adalah gadis yang sudah membuatku seperti sekarang…Aku menginginkan dia…” jawab Gomwoon.

“ Apa tidak salah Bos? Dia tidak cantik sama sekali…Malahan yang kami tau dia itu mata duitan…” tanya salah seorang anak buahnya.

“Tidak..Aku tidak salah…Dia adalah segalanya…Aku sudah menyukainya semenjak masuk sekolah ini..tapi aku salah tidak mengungkapkannya, dan sekarang aku mendapatkan saingan dari anak baru itu…” ujar Gomwoon.

“Perlu bantuan kami Bos untuk menghilangkan halangan?” tanya Hyun Bin.

“Tidak perlu lagi…aku hanya ingin ini menjadi urusanku sendiri dengannya…” timpal Gomwoon.

“Baiklah Bos…” kata anak buahnya.

Sementara itu di kantin…..

“Wah Teuki kamu sering – sering aja buat aku marah supaya bisa traktiran tiap hari seperti ini…hahahahahhahaha kamu memang baik sekali Teuki….” ujar Tak Gi.

“Iya sering – sering deh….” Shin ikut – ikutan bicara.

“Sepertinya aku punya pikiran untuk pindah kelas aja daripada harus sekelas dengan monster – monster tengil seperti ini…Menyusahkan aja !” Teuki mengumpat.

“Apa yang kamu bilang Teuki?” tanya Tak Gi.

“aaaah tidak…Selamat menikmati aja Yang Mulia..” jawab Teuki. Lalu tiba – tiba …

“Teuki aku datang bergabung…Boleh yah?” Minji datang menghampiri mereka.

“Telat makanan sudah habis semua…” Tak Gi berkata.

“Heh ga ada yang bicara sama kamu !! “ timpal Minji.

“Sudah – sudah aku sudah mempersiapkannya buat kamu Minji…” kata Teuki sambil mengeluarkan sebuah kotak berisi kue tart cokelat strawberry.

“Wah Teuki kamu ini…padahal aku kan lagi gak ulang tahun loh!” ujar Minji kaget sekaligus senang.

“Spesial buat kamu Minji…aku yang membuatnya sendiri…” lanjut Teuki. Pemandangan seperti ini mebuat kaget Shin, Hajie, dan Tak Gi.

“Teuki kamu…..” Shin kaget.

“Sudah lanjutkan makan kalian…” suruh Minji. Shin, Hajie, dan Tak Gi hanya diam terpaku tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.

“Apa aku makan sekarang Teuki?” tanya Minji.

“Nanti saja jangan sekarang !” jawab Teuki.

“Baiklah sedikit saja yah aku coba..hehehehehe boleh yah?” bujuk Minji.

“Aku takut gak enak rasanya…” Teuki malu.

“Makanya biar tau harus aku coba dulu…” Minji memaksa dan mengambil sedikit potongan kue itu dan memakannya. Dan…

“Hemmmmm……Teuki….” Minji berdehem.

“Gimana Minji?” Minji gugup.

“Enaaaaak banget…Endang bambang gulindang deh! *^^*…” kata Minji senang.

“Minji aku mauuu……” Tak Gi ingin mencoba juga.

“Gak akh khusus buat aku…aku pergi dari sini takut kalian ikut – ikutan makan juga…Teuki makasih yah atas kuenya aku suka *^^*..” Minji kabur dari kantin…

“Teuki….” Tak Gi melirik ke arah Teuki.

“Tak Gi diam dulu ada ynag ingin aku bicarain!” kata Teuki.

“APA?” tanya Tak Gi dengan nada sewot.

“Aku suka sama Minji…” jawab Teuki malu – malu.

“APA????” (Jreng jreng jreng jreng) Tak Gi, Shin, dan Hajie kaget dan berteriak keras membuat semua mata tertuju ke meja mereka.

“Heh aduuuh jangan keras – keras…” pinta Teuki.

“Gak salah?” tanya Hajie.

“Gak dong! Aku memang suka ma dia kok sejak awal semester kelas 11…” jelas Teuki.

“Kenapa selama ini kamu diam – diam saja?” Shin ikut bertanya.

“Aku takut sekaligus malu juga…” jelas Teuki lagi.

“Kamu ini…terus sekarang gimana? Saingan kamu itu Joon Ki ma Gomwoon loh?” timpal Tak Gi.

“Hah? Gomwoon?” Shin dan Hajie kaget lagi.

“Iya…ternyata Gomwoon memang suka sama Minji..kemarin dia juga ke Jeju Do kok liburan satu hotel satu pesawat dan satu perjalanan bersama Minji dan Joon Ki..Minji sendiri yang bilang ma aku…” jawab Tak Gi.

“Ya gak gimana – gimana…lagipula aku sudah memilih buat jd sahabat Minji saja sepertinya lebih menyenangkan menjadi sahabat…” ujar Teuki.

“Ya kalo itu memang keputusan kamu seh kita bisa apa?” timpal Tak Gi.

“Iya seh Teuki sahabatan saja kemana – mana juga bisa barengan terus…” Hajie ikut berpendapat. Lalu…

Kriniiiiiiiing…..

Bel tanda istirahat berakhir.. Semua siswa pun memasuki kelasnya masing – masing. Pelajaran pun dilanjutkan. Di dalam pelajaran Minji dan Joon Ki sama sekali tidak bisa berpikir. Minji memutar otaknya untuk memberikan jawaban kepada Joon Ki dan Gomwoon. Dari belakang Joon Ki memperhatikan Minji terus. Joon Ki bergumam dalam hati…

“Minji….aku baru sekarang merasakan hal seperti ini…menyukai lagi seseorang setelah aku ditinggalkan..Kamu memang tidak cantik, tidak pintar juga, tapi ada suatu hal yang aku tidak bisa jelaskan Minji.. X factor tersebut yang membuat aku menyukaimu…”

Sementara itu di depan…

“Joon Ki..Gomwoon..aku tidak tahu siapa yang harus aku pilih…kalian berdua baik..Aku takut kalo jawaban aku membuat salah satu di antara kalian sakit hati dan akhirnya membenci aku…Tuhan bantu aku….” Minji bergumam.

Di ruangan kelas yang lain….

“Minji aku tau aku hanya bisa berharap saja…karena kamu sudah terlanjur menyukai Joon Ki daripada aku…Tapi aku tetap gak akan tinggal diam walaupun kamu nantinya memilih Joon Ki…karena aku adalah Kang Gomwoon yang gak akan berhenti mengejar apa yang dia inginkan…dan kalaupun aku gagal,, aku akan kembali suatu saat nanti di dalam hidup kamu, Soo Minji..” gumam Gomwoon.

Kriniiiiiiing…..

            Bel pelajaran habis berdering. Minji langsung duluan keluar tanpa menghiraukan isi kelas. Joon Ki yang melihat hal tersebut langsung ikut meninggalkan ruangan kelas, menuju lantai paling atas gedung sekolah. Shin yang melihat hal tersebut langsung penasaran dan berusaha mengikuti mereka. Tapi….

“Shin jangan…Biarkan mereka!” cegah Tak Gi.

“Kenapa Tak Gi apa kamu juga tidak ingin tau apa yang bakalan mereka lakuin nanti?” Shin penasaran.

“Untuk hal ini aku lebih memilih diam saja..Kita juga bakalan tau nanti keputusan finalnya seperti apa…” ujar Tak Gi.

“Yaaah aku kecewa…padahal ini adalah suatu peristiwa bersejarah yang gak boleh dilewatkan loh! Soo Minji cewek mata duitan mau memilih seorang pangeran…” kata Shin.

“Eh taruhan yuk?! Siapa yang bakalan dipilih Minji? Yang jawabannya benar dapat uang…1 orang taruhannya 1000 won…Gimana?” Hajie mengajak taruhan.

“Ah kemurahan banget seh! 1 orang taruhan 5.000 won…” Tak Gi mengusulkan.

“Kalian ini nasib teman kalian dijadikan bahan taruhan…Lagi pula Tak Gi katanya kamu gak mau tau urusan ini..??” ujar Teuki.

“Sudah diam! Yang penting uang…Demi uang aku rela berubah haluan..Kamu mau ikut gak?” ajak Tak Gi.

“Gak akh…Silahkan saja…” timpal Teuki.

“Kalo begitu Shin kamu memilih siapa?” tanya Hajie.

“Aku pilih Joon Ki…Tak Gi, kamu pilih yang mana?” Shin bertanya pada Tak Gi.

“Aku tidak memilih keduanya…” ujar Tak Gi.

“Hah??” Hajie kaget.

“Sudah jangan dipermasalahkan yang penting aku ikut taruhan…!” timpal Tak Gi.

“Ya sudah…Hajie kamu siapa?” tanya Shin.

“Aku…Aku bingung…Tapi aku pilih Gomwoon aja deh! Kan Joon Ki udah dipilih ma Shin..sapa tau jawaban dia salah…kan lumayan tuh uangnya buat aku semua…” kata Hajie.

“OK DEAL!!! Cepetan mana uangnya kumpulin di aku!” suruh Hajie. Teuki hanya menggeleng – gelengkan kepala memperhatikan tingkah laku ketiga anak itu.

Sementara itu di atas gedung….

“Ya Tuhan bantu aku memilih…Semoga jawaban aku ini benar….”gumam Minji dalam hati. Lalu….

“Minji….” terdengar suara dua orang laki – laki.

“Kalian sudah datang rupanya…” Minji tidak menoleh tetap memandang lurus.

“Apa yang ingin kamu sampaikan pada kami?” tanya Joon Ki.

Minji terdiam lalu menarik nafas dalam – dalam…

Heeeeeeh……

“Kalian menginginkan jawaban itu sekarang kan?” tanya Minji.

“Iya…” jawab Gomwoon.

“Baiklah aku sudah memutuskan untuk menjawabnya hari ini di sini…” kata Minji.

“Lalu siapakah yang kamu pilih Minji?” tanya Gomwoon lagi.

Minji kembali menarik nafas….

“Aku memilih…..Untuk tidak bersama siapapun di antara kalian berdua…” jawab Minji.

“Kenapa Minji?” tanya Joon Ki.

“Bagiku ini terlalu cepat saja dan aku takut kalo nantinya aku gegabah mengambil keputusan….bagiku segala sesuatu itu ada prosesnya,,dan proses itu membutuhkan waktu yang tidak singkat…” jawab Minji.

“Memilih seseorang untuk menjadi yang spesial di dalam hidup kita itu janganlah terburu – buru…haruslah dipikirkan secara matang dan mendalam…karena aku hanya ingin memilih satu kali dalam hidup..Lagipula sekarang aku lebih memikirkan masalah sekolah aku…” lanjut Minji.

“Baiklah Minji kalo itu yang kamu inginkan…Aku mengerti…Tapi ingatlah satu hal Minji..Aku akan kembali datang suatu saat nanti untuk mendapatkan kamu…Aku berjaanji aku akan datang sebagai seorang laki – laki sempurna…” ujar Gomwoon.

“Walaupun aku tidak bisa menerima..tapi baiklah Minji karena ini sudah menjadi keputusan kamu…Aku tidak bisa berbuat apa – apa…aku juga akan kembali lagi untuk mendapatkan kamu..Seutuhnya…” balas Joon Ki.

“Kalo begitu sekarang kita bersahabat… *^^*…” kata Minji.

“Ya bersahabat….” kata mereka bertiga. Tanpa mereka sadari bahwa ternyata tengah diintai oleh Shin, Hajie, dan Tak Gi dari balik pintu dekat tangga.

“YES aku menang….hohohohohohoho….Sini uang kalian!” Tak Gi mengambil uang dari tangan Hajie.

“Sungguh menjengkelkan kenapa mesti tidak ada yang pilih seh?” Hajie menggerutu.

“Hari yang buruk…” timpal Shin.

“Sudah sudah jangan begitu terima saja kekalahan kalian…” ujar Tak Gi sambil mengibas – ngibaskan uang taruhan yang baru ia dapatkan sembari menuruni tangga menuju kelas.

[Lima tahun berlalu semenjak jawaban Minji.]

Musim dingin di Seoul….

Kriniiing kriniiing….(telpon berdering)

“Halo Kediaman Soo…” Lee menjawab telpon.

“Oh mau bicara dengan Minji…sebentar…”

“MINJI…ada telpon buat kamu…” panggil Lee.

“Dari siapa?” tanya Minji dari arah kamar.

“Tanya aja sendiri!” jawab Lee ketus.

Brug…pintu kamar ditutup, Minji keluar kamar sambil menggerutu.

“Selalu seperti itu…Dasar kakak yang tidak berperikemanusiaan dan berperikeadilan… Menyebalkan!”

“Halo dengan Minji….” Minji menjawab telponnya.

“MALAM MINJI…” terdengar suara cempreng yang merusak genderang telinga.

“KIM TAK GI…mau apa?” tanya Minji.

“Dasar nenek sihir judes…Aku hanya mau menyampaikan kalo nanti ada pertemuan alumni SMA CHUNGDAMDONG di CITY HALL…datang yah? Kita bertiga juga mau datang,,kosongkan jadwal akhir pekan kamu…!” suruh Tak Gi.

“Aku gak tau….” Minji berkata belum selesai berbicara…

“GAK MAU TAU DATANG POKOKNYA…udah gak usah sok sibuk!” lalu…Tut..tut…tut…tut…tut suara telpon ditutup.

“Dasar seenaknya saja…Huh baiklah lagipula aku sangat merindukan kalian! Semenjak perpisahan sekolah kita tidak bertemu..aku hanya bisa melihat di tayangan televisi saja..kalian menjadi trio presenter di acara variety show stasiun televisi terkenal di Seoul…” Minji bernostalgia.

“Sebenarnya kita bisa bertemu kapan pun hanya saja kesibukkan pekerjaan kita yang membuatnya terasa susah…Tunggu aku sabtu nanti…” gumam Minji.

Hari sabtu yang ditunggu…di City Hall

City Hall sudah dipenuhi oleh alumni – alumni SMA Chungdamdong dari berbagai angkatan. Ada yang membawa pasangan, ada yang sendiri, tapi penampilan mereka semua berubah. Sepertinya mereka semua diberkahi rejeki yang berlimpah oleh Tuhan.

Di tengah kerumunan…

“Mana sih si Minji? Ngaret ret ret…seperti biasa!” Hajie mengeluh sekaligus tidak sabar menunggu kehadiran Minji.

“Nanti juga datang sendiri!” Shin lebih cuak.

“Kira – kira Minji datang ma siapa yah?” tanya Hajie.

“Aku denger seh dia menjalin hubungan dengan Teuki yah? Sehabis lulus mereka kan satu kampus…mereka juga sering jalan bareng…itu kata informan aku…terpercaya loh!” Tak Gi mulai bergosip.

“Oh benarkah? Akh tapi aku tetep gak percaya…” timpal Shin.

“Kita lihat saja dia datang ma siapa….” ujar Tak Gi.

“Taruhan 100.000 won….Aku berani bertaruh Minji datang ma Teuki….” tantang Tak Gi (tetap tidak berubah).

“Gak mau aku kapok taruhan – taruhan…!” Shin menolak.

“Aku aja deh…aku ikut…aku kira dia gak kan datang ma siapa – siapa deh!” Hajie menerima tantangan.

“OK DEAL! Kamu pegang uangnya…” ujar Tak Gi.

            Tiba – tiba dari arah belakang mereka, berjalanlah seorang perempuan yang mengenakan dress hitam casual dengan rambut panjang namun tetap anggun bagi yang melihatnya.

“Hai….” sosok tersebut menepuk pundak Tak Gi.

“Iya….” Tak Gi terdiam sebentar mengamati sosok tersebut dari atas ke bawah dan setiap lekukan yang ada.

“Jangan bilang kamu SOO MINJI anak 12 A yang terkenal mata duitan dan dandanannya biasa – biasa aja?” tanya Tak Gi.

“Iya ini aku Tak Gi!” kata Minji.

“Aku gak percaya!! Mana mungkin kamu jadi seperti ini??Kamu operasi yah?Kamu jadi cantik begini…Rambut kamu juga,,,mata kamu,, idung kamu…tapi dada kamu tetep kecil…” Tak Gi melihat – lihat.

PLETAK….

“Jangan kurang ajar!!! Aku juga bisa cantik seperti yang lain…” timpal Minji.

“Oh begitu! Hajie, Shin sini!! Minji datang….” panggil Tak Gi. Hajie dan Shin langsung buru – buru menghampiri Tak Gi.

“Wah wah Minji kamu berubah?” Hajie bengong dan Shin hanya menganga saja melihat perubahan Minji.

“Iya dong! Sekarang aku cantik kan?” Minji mulai sombong.

“Aduh udah deh jangan dipuji entar yang ada dia malah jadi besar dada…eh maksud aku besar kepala…” timpal Tak Gi.

“Minji kamu ke sini ma siapa?” tanya Hajie.

“Sendiri…” jawab Minji singkat.

“Yes aku menang!! Tak Gi 100.000 won…hahahahahahaha…” Hajie puas menang.

“Kalian menjadikan aku bahan taruhan?” tanya Minji.

“Akh yang penting dapat uang…hahahahaha” Hajie kegirangan.

“Terpaksa aku bayar….” Tak Gi mengeluarkan uangnya.

“Wah aku kaya….” Hajie mengibas – ngibaskan uang itu di depan muka Tak Gi dan Minji. Kepala Minji mengikuti arah ke mana uang itu bergerak.

“Oh iya Minji ada yang pengen ketemu ma kamu…Tuh orangnya di situ!” Hajie menujukkan arah orang tersebut.

“Siapa?” tanya Minji.

“Lihat aja sendiri…kita bertiga mau nyari kecengan dulu yah? Yuk mari cint?” ajak Hajie pada Tak Gi dan Shin.

“Yuuuuu….!” jawab Tak Gi dan Shin kompak. Minji pun ditinggalkan oleh The Angels (sebutan trio Tak Gi, Hajie, dan Shin__apa panggilan ini tidak salah yah?___[-_-!!] yang jelas pengarang berada di bawah tekanan Tak Gi dan Genknya sehingga terpaksa dituliskan seperi itu).

            Minji celingukan mencari – cari sosok yang ditunjukkan Hajie sebelumnya. Tapi Minji tidak berhasil menemukannya. Minji pun terdiam di posisinya. Dari arah depannya berjalanlah sesosok pria tengah mengenakan pakaian formal yang membuat sosoknya terlihat gagah.

“Malam Nona!!” sapa sosok tersebut.

“Iya…Hah??” Minji kaget.

“Ada apa Minji?” tanya sosok tersebut pada Minji yang bengong karena kaget.

“Joo..joo…joo…Joon Ki?” Minji tetap bengong.

“Iya kenapa?” lanjut Joon Ki.

“Sangat berbeda..sekarang kamu sudah terlihat dewasa…” Minji melihat sosok Joon Ki dari atas ke bawah.

“Kamu suka?” tanya Joon Ki.

“Hanya kaget melihat perubahan kamu saja…(iya seh aku suka kamu sepertinya sudah menjadi seorang laki – laki dewasa…)” Minji berkilah.

Bagaimana pekerjaanmu? Aku dengar kamu sekarang menjadi sekretaris sekaligus penasihat masalah keuangan di salah satu perusahaan swasta besar di Seoul?” tanya Joon Ki.

“Hahahaha jadi malu…ya begitulah sepertinya memang itu cocok dengan aku (Cocok banget kalo masalah uang!!)…Kalo kamu sendiri?” jawab Minji.

“Aku melanjutkan bisnis ayahku…” ujar Joon Ki.

“Wah bagus dong turun – temurun…” timpal Minji. Obrolan mereka pun berlanjut diselingi dengan candaan. Di tengah – tengah pembicaraan mereka tiba – tiba…

“Minji….”

Minji menoleh…

“Apa aku kenal kamu?” tanya Minji masih tidak mengenali sosok tersebut.

“Hemmm…..” Minji memperhatikan sosok tersebut secara detail dan…

“Gomwoon? Kamu…” Minji kaget lagi.

“Aku menepati janji ku terdahulu Minji…bahwa aku akan datang kembali untuk mendapatkan kamu…” ujar Gomwoon dan hal ini membuat Joon Ki gerah serta menatap wajah Gomwoon dengan tajam.

“Ah Gomwoon kamu selalu seperti itu…sekarang kita lagi pesta…nikmati saja!” Minji menepuk – nepuk pundak Gomwoon.

Akhirnya mereka bertiga menikmati suasana pesta tersebut. Pembicaraan mereka mengalir begitu saja. Tapi hawa persaingan masih tetap terasa walaupun lima tahun sudah berlalu semenjak Minji memberikan keputusannya. Sepertinya Minji kembali tidak menyadari bahwa kisah cinta dia yang sesungguhnya baru saja di mulai kembali.

*THE END OF STORY*