Author : selvialala

Title : Do you Love me?

Length : one shoot

Genre : Romance, friendship, sad

Cast : kim heechul, cho kyuhyun, lee donghae

Oh iya, sebelumnya ff ini pernah aku publis di sini : http://ffunfiction.wordpress.com/2011/06/14/do-you-love-me/
Gomawoyo^^

***

  Han Sunra POV

 

  ”kajja!!” seru seorang namja kepadaku.

  Aku terpaksa menurutinya dan bergegas membereskan buku-buku pelajaranku yang masih bergeletakkan diatas meja belajar. Sedangkan namja tadi sudah berjalan cepat keluar dan menungguku didalam mobilnya.

  ”Ne, sabar sedikit oppa.” ujarku lalu masuk kedalam mobilnya dan duduk dikursi sebelahnya.

  ”Kau terlalu lama.” ujarnya singkat dan langsung menjalankan mobilnya menuju tempat yang akan kami kunjungi setelah ini.

  Selama diperjalanan aku menghabiskan waktu dengan memandang keadaan sekitar. Banyak sekali para yeoja dan namja yang berpergian bersama. Maklum saja, ini memang hari sabtu dan bisa dibilang malam ini adalah tempatnya para pasangan untuk bersama.

  Sama sepertiku saat ini bersama namjaku yang kini tengah berkonsentrasi menyetir mobil. Namanya Kim Heechul, aku bertemu dengannya saat aku tengah menghadiri konser Super Junior di Seoul dan tidak sengaja bertemu dengannya dan beberapa member lain. Ya, dia adalah salah satu dari 13 member boy band Super Junior yang sangat terkenal di Korea ini.

  Semenjak saat itu hubungan kami menjadi semakin dekat. Bisa dikatakan kalau aku mulai mencintainya, namun aku cukup tahu diri saat itu. Aku berfikir bahwa seorang Kim Heechul tidak mungkin akan menyukaiku. Namun semua anggapanku itu terhapus ketika dia menyatakan cintanya padaku 6 bulan yang lalu.

  ”Kau sedang melamunkan apa?” tanyanya mengagetkanku.

  Aku menoleh kearahnya dan menatap wajahnya, ”Aniyo, hanya sedang mengingat sesuatu.”

  Heechul tidak menjawab atau merespon perkataanku barusan dan tetap melihat lurus kearah depan. Aku kembali mengalihkan pandanganku dan memandang kearah luar jendela.

  Ya, beginilah hubungan kami selama ini. Jika dilihat sekilas, kami tampak seperti kakak adik bukan seperti sepasang kekasih. Heechul tampak tidak terlalu memperdulikan keadaanku dan tidak mengerti apa yang sedang kurasakan. Dia bahkan hampir tidak pernah untuk memperlakukanku sebagai yeojachingu-nya.

  Namun entah apa yang membuatku mampu bertahan selama ini dengannya. Sebagai seorang yeoja aku juga ingin seperti yeoja lain yang diperhatikan oleh namjanya. Keinginanku itu selalu kupendam dan tidak pernah kuungkapkan kepadanya. Aku takut dia akan pergi menjauh dariku setelah aku berkata demikian kepadanya.

  ”Sudah sampai. Ayo turun.” ajaknya dan segera turun dari mobil meninggalkanku.

  Aku tersadar dari lamunanku dan bergegas keluar dari mobil dan segera berjalan menghampirinya. Aku berjalan pelan dibelakangnya, mengikuti setiap langkah kakinya.

  Sampailah kami didepan sebuah pintu yang aku ketahui adalah pintu dorm Super Junior. Aku memang sering diajak kedorm olehnya dan berbincang dengan para member Super Junior yang ada didalam dorm. Seperti hari ini, Heechul kembali mengajakku untuk berkumpul di dorm dan melewati malam ini di dorm bersama anggota Super Junior yang lain.

  ”Selamat datang Sunra.” sapa Donghae ketika aku masuk kedalam dorm.

  Donghae langsung datang menghampiriku dan menggandeng lenganku. Aku dan Donghae memang sangat dekat seperti kakak dan adik.

  ”Annyeong oppa.” sapaku dan tersenyum manis kearahnya.

  Kulihat Heechul sudah menghilang masuk kedalam dapur dan meninggalkanku di luar. Aku menghela nafas pelan melihatnya dan berjalan pelan kearah sofa mengikuti langkah Donghae yang menggandeng lenganku.

  ”Sudah lama kau tidak main kesini. Ada apa?” tanya Donghae begitu kami sudah duduk disofa.

  Aku tersenyum menatapnya, wajahnya yang khas membuatku ingin tertawa melihatnya saat ini.

  ”Ani, aku hanya sedikit sibuk saat ini. Waeyo oppa?” ujarku balik bertanya.

  Donghae menatapku teduh dan kemudian tersenyum, ”Bogoshipo Sunra-ah, kau tau aku sempat khawatir dengan keadaanmu saat kau tidak main kesini.”

  Aku tertawa kecil mendengarnya dan mengalihkan pandanganku memandang sekeliling. Kulihat di sudut ruangan ada Kyuhyun yang tengah serius berkutat dengan PSP yang ada ditangannya. Sedangkan Ryeowook kulihat baru saja keluar dari dapur dan berjalan menuju meja makan.

  ”Dimana yang lainnya?” tanyaku pada Donghae yang sudah menghidupkan televisi dan menontonnya.

  ”Leeteuk hyung dan Yesung hyung sedang siaran di Sukira. Dan yang lainnya ada didalam kamar, entah sedang apa.” jawabnya tanpa mengalihkan pandangannya.

  Aku mengangguk pelan dan mengikuti arah pandanganan Donghae yang tengah memperhatikan acara ditelevisi. Dapat kurasakan suasana tenang didorm saat ini. Tidak ada keributan yang biasanya terjadi ketika semua anggota sedang berada diruang tengah.

  Yang kini terdengar hanya suara televisi dan suara yang ditimbulkan oleh game yang sedang dimainkan oleh Kyuhyun. Lalu terdengar suara dentingan panci dengan spatula dari arah dapur. Suara keluhan Kyuhyun yang kesal saat main game juga terdengar jelas olehku.

  Aku menghembuskan nafas pelan dan menyandarkan bahuku di punggung sofa. Donghae duduk terdiam memperhatikan acara televisi dengan cukup serius. Lamunanku kembali melayang mengingat sikap Heechul kepadaku saat ini. Sejujurnya aku sangat mencintainya, namun sikapnya terhadapku selama ini membuatku ragu kepadanya. Apakah dia benar mencintaiku atau tidak?

  ”Aahh!! Sial! Aku kalah lagi! Boneka sialan!!” umpat Kyuhyun kesal mengetahui kalau dia kalah bermain game.

  Donghae terlonjak kaget mendengar makian Kyuhyun dan langsung bangun dari duduknya. Aku yang sedari tadi duduk disebelahnya, ikut bangun dan menatapnya heran.

  ”Ada apa?”

  Donghae tidak merespon pertanyaanku. Dia menatapku lama dan mengedipkan matanya berulang-ulang seakan menyadari sesuatu.

  ”Omona! Aku lupa! Tunggu disini Sunra, aku ingin memberikan sesuatu kepadamu.” ujarnya lalu pergi meninggalkanku.

  ”Hei,, hei oppa..” aku mencoba memanggilnya namun gagal. Donghae telah masuk kedalam kamarnya terlebih dahulu.

  Aku menggelengkan kepalaku dan kembali duduk. Kyuhyun yang masih mengumpat kesal pindah dari tempat duduknya dan kini duduk tepat disampingku. Bersamaan dengan itu, Heechul keluar dari dapur dengan membawa satu gelas air putih dan ikut duduk di sofa.

  ”Kemana Donghae?” tanya Heechul tanpa melihat kearahku.

  ”Entah, tadi dia masuk kekamarnya. Katanya dia ingin memberikan sesuatu kepadaku dan memintaku untuk menunggu disini.” jawabku panjang lebar.

  Seperti biasanya, Heechul tidak pernah merespon perkataanku dan tetap memperhatikkan acara televisi dihadapannya.

  ”Kalah lagi Kyuhyun-ah?” tanyaku pada Kyuhyun yang kini sedang mencoba kembali memainkan gamenya.

  ”Ne, sedari kemarin aku belum bisa memenangkannya.”

  Aku tertawa pelan mendengarnya. Kudengar ada suara pintu yang terbuka dan menutup. Dan suara langkah kaki yang terdengar berjalan mendekat. Kutolehkan kepalaku dan mencari siapa yang menimbulkan suara tadi. Kulihat Donghae berjalan menghampiri kami dengan senyumnya yang mampu membuat seluruh penggemarnya berteriak histeris.

  ”Sunra-ah?” panggil Donghae kepadaku.

  Aku melihat kearahnya dan memandangnya bingung. Kulihat Kyuhyun dan Heechul ikut memandang Donghae dengan bingung.

  ”Ini untukmu. Aku sengaja membelikannya untukmu, aku tau kau sangat menyukai Winnie the Pooh.” ujarnya sembari menyerahkan boneka Winnie the Pooh yang tadi disembunyikan dibalik punggungnya.

  Aku menatapnya tidak percaya. Dan perlahan menerima boneka itu dari tangan Donghae. Aku menatapnya bahagia dan tersenyum manis kepadanya.

  ”Gomawo oppa. Jeongmal gamsahamnisa oppa, aku sangat menyukainya. Gomawo.” ujarku senang sembari memeluk boneka itu erat.

  Donghae tersenyum melihat kelakuanku, lalu dia berjalan duduk disamping kananku. Aku kembali tersenyum melihatnya dan kembali memeluk boneka yang dia berikan dengan erat.

  ”Seharusnya kau berpacaran saja dengan Donghae hyung. Kalian cocok.” ucap Kyuhyun tiba-tiba.

  Aku berbalik menatapnya bingung. Kulihat Heechul yang ternyata sedari tadi memperhatikanku dan Donghae. Diwajahnya tidak terlukis raut wajah cemburu atau kesal melihatku dan Donghae tadi. Dia hanya menatapku dan Donghae bergantian dengan pandangan dingin.

  ”Seharusnya sih begitu, tapi mau bagaimana lagi? Aku sudah menyukai Heechul oppa.” jawabku sekenanya pada Kyuhyun.

  Donghae disebelahku hanya tertawa kecil mendengarnya. Kembali aku perhatikan Heechul yang kini telah kembali memperhatikan acara ditelevisi dan tidak menghiraukan perkataanku barusan.

  Aku menatapnya sedih dan menghela nafas pelan. Kueratkan pelukanku kepada boneka yang kini berada didalam pelukanku. Menahan rasa kecewa yang meluap didalam hatiku melihat sikap Heechul kepadaku saat ini.

***

  ”Hei Sunra, hari kau ada acara tidak?” tanya Min Ah salah satu teman kerjaku saat ini.

  ”Tidak ada kurasa. Ada apa?”

  ”Bagaimana kalau hari ini kita makan di apartemenku? Sudah lama bukan kau tidak berkunjung keapartemenku?” tanyanya lagi.

  Aku mengingat-ingat kapan terakhir kalinya aku berkunjung keapartemen Min Ah. Dan benar apa yang dikatakan Min Ah, sudah 2 bulan ini aku tidak datang menemaninya di apartemen.

  ”Baiklah, lagipula ada yang ingin kuceritakan kepadamu.” ucapku kepadanya.

  Min Ah tersenyum senang dan kembali meneruskan pekerjaannya.

***

  Author POV

  In other Place

 

   Heechul berjalan bulak balik didalam kamarnya. Dia tampak seperti sedang memikirkan sesuatu. Namun tiba-tiba langkahnya berhenti dan bergegas keluar kamarnya.

  ”Donghae?” panggil Heechul saat melihat Donghae yang tengah asik berkutat dengan handphonenya.

  ”Ne hyung? Wae?”

  Heechul duduk persis disebelah Donghae dan menatapnya serius. Donghae yang bingung melihat sikap Heechul balik menatap Heechul bingung.

  ”Kau mau membantuku?” tanya Heechul tiba-tiba.

  Donghae mengerutkan keningnya menatap Heechul. Dia semakin bingung dengan sikap hyungnya itu.

  ”Membantu apa hyung?”

  Heechul kelihatan seperti memikirkan sesuatu sebelum menjawab pertanyaan Donghae tadi.

  ”Itu, aku,, ah sudahlah. Pokoknya kau harus membantuku!” ujar Heechul memaksa, sedangkan Donghae hanya menatapnya heran.

***

 At Min Ah house

  ”Jadi seperti itu Min Ah, aku bingung harus bagaimana lagi dengannya.” ucap Sunra putus asa.

  Min Ah yang duduk dihadapannya hanya diam dan memperhatikan sahabatnya yang tengah bersedih saat ini.

  ”Kau sudahi saja kalau kau memang sudah tidak kuat dengannya. Aku bukannya menyuruhmu untuk memilih itu, tapi aku hanya menyarankan pilihan yang mungkin dapat membantumu.” ujar Min Ah sembari mengusap pelan punggung sahabatnya itu.

  ”Tapi aku menyayanginya. Aku takut kehilangannya, tapi jujur aku juga tidak ingin seperti ini terus. Aku sering iri jika melihat sepasang kekasih tengan bersama. Eottohke?”

  Kini Sunra mulai terisak saat mengatakannya. Min Ah yang melihatnya langsung merangkul Sunra dan menenangkannya. Min Ah yang sudah mengetahui semua masalah yang tengah dihadapi oleh Sunra hanya bisa diam dan memberikan semangat untuk sahabatnya itu.

***

  Sudah satu minggu ini Sunra dan Heechul tidak bertemu satu sama lain. Mereka hanya berhubungan melalui telepon atau pesan singkat yang terkadang dikirim oleh Sunra.

  Heechul mengatakan bahwa selama satu minggu ini jadwalnya sangat padat, sehingga tidak dapat bertemu dengan Sunra. Sunra hanya bisa terdiam mendengarnya dan berusaha menjalani hari-harinya dengan senyuman.

  Ketika hendak tidur, Sunra tidak sengaja melihat kalender yang ada diatas meja riasnya. 2 hari lagi adalah hari dimana tepat 7 bulan dirinya dan Heechul menjadi sepasang kekasih. Sunra memikirkan bagaimana nasib hubungannya dengan Heechul saat ini. Sunra kembali teringat saat pertama kali Heechul menyatakan cintanya. Dan pada saat awal-awal mereka menjadi sepasang kekasih. Semuanya terasa indah saat itu.

  Tanpa sadar air mata Sunra perlahan turun keluar dari sudut matanya.  Semua kenangannya bersama Heechul selama ini berkelebat cepat didalam benaknya. Semua yang telah Heechul lakukan kepadanya. Semua yang sudah dia dan Heechul lewati bersama. Semua tawa yang selama ini sudah Heechul berikan kepadanya. Dan juga semua tangis yang akhir-akhir ini Heechul berikan kepadanya.

  Semua itu berkelebat cepat didalam kepala Sunra. Sunra tidak dapat menahan air mata dan isakkannya yang keluar. Kini dia sedang dihadapi kepada dua pilihan yang sulit. Antara mengakhiri hubungannya dan mendapatkan kebahagiaan bersama namja lain atau mempertahankanya dan terus rela menerima sikap Heechul yang dingin kepadanya?

***

  Sunra POV

  Hari ini entah kenapa aku merasa kalau pekerjaanku terlalu banyak. Mulai dari menemani bosku meeting bersama kliennya, membantu para anggota baru yang baru masuk kerja, lalu meeting bersama direktur utama, sampai mendapatkan tugas deadline yang menumpuk dan harus diselesaikan hari ini.

  Jam sudah menunjukkan pukul setengah 11 malam ketika aku melangkahkan kakiku keluar gedung kantor. Hari ini aku terpaksa bekerja lembur untuk menyelesaikan deadline-ku. Kurasakan punggung dan leherku sudah meminta untuk segera diistirahatkan. Tanpa banyak pikir, aku melangkahkan kakiku dengan cepat kearah stasiun kereta.

  ”Lama sekali kau bekerja.”

  Aku terlonjak kaget mendengar suara tadi. Kutolehkan kepalaku mencari sumber asal suara tersebut. Kulihat seorang namja yang memakai kacamata hitam tengah berdiri didepan mobilnya dengan tangan terlipat di depan dadanya.

  ”Oppa?” tanyaku ragu.

  ”Ne ini aku. Sudah ayo naik.” ajaknya lalu masuk kedalam mobilnya.

  Aku terdiam melihatnya. Kenapa dia bisa berada disini? Apakah mungkin dia sudah menungguku sedari tadi?

  Pertanyaan demi pertanyaan terus bermunculan di otakku. Perlahan kubalikkan badanku dan berjalan pelan menuju kearahnya tadi.

  ”Cepat masuk.” perintahnya lagi.

  Dari nada suaranya aku yakin pastilah saat ini dia sedang kesal. Karena tidak ingin membuat mood-nya semakin buruk, aku langsung membuka pintu penumpang dan duduk disana.

  ”Kenapa kau ada disini? Kau menungguku?” tanyaku padanya yang sedang berkonsentrasi menyetir.

  Namun seperti dugaanku, dia tidak menjawab pertanyaanku barusan. Aku menghembuskan nafas pelan dan menatap keluar jendela dengan lelah.

  Seluruh badan dan fikiranku saat ini sangatlah lelah. Aku tidak ingin dengan adanya dia saat ini dapat menambah kelelahan hatiku untukknya. Sudah cukup selama ini aku lelah menerima semua sikapnnya itu.

  ”Kau akan membawaku kemana?” tanyaku lagi berusaha untuk mendengar responnya.

  Namun lagi-lagi dia mengacuhkan pertanyaanku. Kembali kuhembuskan nafas keras dan memutar tubuhku kearahnya.

  ”Malam ini aku lelah. Sangat lelah. Kalau kau hanya ingin membuatku lebih lelah lagi dengan sikapmu, aku mohon jangan sekarang. Lebih baik turunkan aku disini. Aku bisa pulang naik taxi.” ujarku kepadanya.

  Seperti biasa, dia bahkan tidak sedikit pun melirik kearahku. Aku semakin kesal dibuat olehnya. Dengan kesal, kubalikkan tubuhku memunggunginya dan melihat kearah luar jendela.

  Tiba-tiba Heechul menghentikkan mobilnya didepan sebuah rumah makan yang cukup terkenal didaerah ini. Aku tetap bergeming menatap keluar tanpa memperdulikan Heechul dibelakangku.

  ”Ayo turun.” ujar Heechul dingin.

  Aku mendengar Heechul telah turun terlebih dahulu dari mobil dan menutup pintunya dengan cukup keras. Aku terlonjak kaget mendengarnya, dan mendengus kesal melihatnya. Dengan sedikit rasa terpaksa, aku mengikutinya turun dan menyusulnya.

  Heechul membawaku kesalah satu meja makan yang ternyata telah ditempati oleh seorang ahjussi. Aku membungkukkan badanku kepada ahjussi itu ketika aku berdiri dihadapannya. Sedangkan Heechul langsung duduk disamping ahjussi itu.

  ”Silahkan duduk Sunra-ssi.” ujar ahjussi itu kepadaku.

  Aku tergelak mendengarnya menyebutkan namaku. Ahjussi ini mengetahui namaku?

  ”Ahjussi mengenalku?” tanyaku padanya.

  Dia tersenyum manis menatapku, ”Tentu aku mengenalmu. Sudah, silahkan duduk. Kita berbincang bersama.” ajaknya lagi.

  Aku menurutinya dan duduk tepat disebelah Heechul. Ahjussi tadi tersenyum melihatku sembari melihatku dan Heechul bergantian. Aku mengedarkan pandanganku ketika Heechul dan Ahjussi tadi memulai pembicaraan mereka.

  Sesekali aku mendengarkan percakapan mereka dan ikut tersenyum jika Ahjussi tadi tengah melihatku. Sedangkan Heechul tetap mengabaikanku dan terus mengajak Ahjussi tadi mengobrol.

  ”Aku permisi ke toilet dulu.”

  Aku bangkit dari dudukku dan berjalan pelan menuju toilet. Beruntungnya, letak toilet itu tidak jauh dari tempat duduk kami saat ini. Sejujurnya aku tidak ingin melakukan apapun di toilet. Aku hanya ingin berada jauh dari Heechul saat ini.

  Aku berdiri didepan cermin dan menatap bayanganku sendiri. Kulihat raut wajahku yang terkesan berpura-pura ceria saat berada di depan Ahjussi tadi. Dan kini dapat kulihat jelas raut wajahku yang lelah tertera jelas disana.

  Dengan tekad bulat, kukeluarkan handphoneku dan mengetikkan sesuatu lalu kukirimkan ke nomor Heechul. Kutatap sejenak handphone itu lalu kumasukkan kembali kedalam tas dan berjalan pelan keluar dari toilet.

***

  Author POV

 

From : Sunra

To     : Heechul

 

Aku pulang duluan.

 

  Begitu isi pesan singkat yang dikirimkan Sunra untuk Heechul. Heechul membacanya dan menatap handphonenya sesaat, lalu memalingkan lagi wajahnya kearah paman yang tengah berbicara padanya saat ini.

  Disisi lain Sunra berjalan pelan menyusuri jalan raya yang semakin lama terasa semakin ramai. Ia ingat saat dirinya dan Heechul berjalan bersama ditepi jalan untuk merayakan hari jadi mereka. Namun, saat ini Sunra hanya berjalan sendirian dan Heechul tak muncul untuk menyusulnya.

  ”Kau jahat.” gumam Sunra sembari menendang pelan batu kerikil yang ada dihadapannya.

  Awalnya Sunra berniat akan naik taxi pulang kerumahnya. Namun niat itu dibatalkannya karena Sunra merasa malam ini malam yang indah dan sayang untuk dilewatkan dengan naik taxi. Dibawah bulan yang bersinar terang, Sunra melangkah pelan dengan fikiran yang masih terpaku kepada sosok Heechul yang telah menjadi namja-nya selama 7 bulan ini.

  Lalu tiba-tiba datang sebuah mobil dari arah yang berlawanan dengan Sunra dan memancarkan sinar lampu yang sangat menyilaukan kearah Sunra. Sunra memejamkan matanya menerima sorotan cahaya yang terlalu menyilaukan matanya.

  Mobil tadi melewati tubuh Sunra sedikit dan berhenti tepat disamping Sunra. Sunra masih memejamkan matanya dan kembali menyesuaikan matanya dengan keadaan saat ini.

  ”Kau ingin kemana? Cepat masuk!” Sunra mendengar suara yang sangat ia kenali membentakknya dari dalam mobil.

  Sunra membuka matanya dan mendapati Heechul tengah menatapnya. Sunra yakin bahwa yang membentakknya tadi adalah Kim Heechul.

  ”Kenapa diam? Cepat masuk!” serunya lagi.

  Sunra mendengus keras lalu masuk kedalam mobil Heechul. Tanpa menatap Heechul, Sunra menaiki mobil dan langsung duduk memunggungi Heechul. Melihat Sunra yang telah duduk disebelahnya, Heechul langsung menjalankan mobilnya dengan kecepatan yang lumayan tinggi. Hal itu sempat membuat Sunra sedikit terlonjak dan langsung memakai safetybelt yang ada disampingnya.

  Kali ini Heechul kembali membawa Sunra kerestaurant yang lagi-lagi belum pernah Sunra kunjungi sebelumnya. Sunra yang masih kesal dengan sikap Heechul terus diam dan tetap tidak bergeming dari duduknya.

  ”Sampai kapan kau mau didalam mobil? Cepat turun dan masuk!”

  Sunra berpura-pura tidak mendengarnya dan menutup kedua matanya agar Heechul tidak terus memaksanya. Namun, Heechul malah membuka pintu yang ada tepat didepan wajah Sunra dan langsung melepaskan safetybelt yang melekat ditubuh Sunra. Sunra yang terkejut dengan perlakuan Heechul langsung membuka matanya dan menatap Heechul kaget.

  ”Ayo turun.” ajaknya lagi. Namun kali ini dengan nada yang lembut.

  Sunra tetap diam ditempatnya dan menatap Heechul heran. Lalu tanpa diduga oleh Sunra, Heechul menarik tangannya pelan dan itu membuat Sunra keluar dari mobil Heechul. Heechul langsung menutup pintu mobilnya dan menggenggam tangan Sunra erat.

  Sunra menatap tangannya yang kini tengah digenggam erat oleh Heechul. Sunra seperti tidak mempercayai apa yang tengah dirasakannya saat ini. Sudah hampir 2 bulan ini Heechul sudah tidak pernah menggenggam erat tangannya seperti ini.

  Heechul menarik lengan Sunra memasuki restaurant tersebut dan langsung menempati tempat yang sepertinya sudah dipesan olehnya. Sunra hanya pasrah mengikuti Heechul dari belakang. Pikirannya saat ini penuh dengan pertanyaan akan sikap Heechul.

  ”Kau duduk disini.” ujar Heechul sambil menarik kursi untuk Sunra.

  Sunra terkejut dengan perubahan sikap Heechul yang mendadak seperti ini. Tidak biasanya dia bersikap manis seperti itu. Ada apa sebenarnya dengan Heechul?

  Sunra mengikuti perkataan Heechul dan duduk ditempat yang tadi Heechul tunjukkan. Sunra menatap sekeliling restaurant dengan mata terbelalak. Dia baru menyadari bahwa didalam restaurant itu tidak ada orang lain selain mereka berdua dan para pelayannya. Lalu lampu yang dihidupkan disana terkesan sedikit remang-remang dan menimbulkan suasana yang romantis.

  Heechul menarik kursi yang berada tepat didepan Sunra. Dia melambaikan tangannya kearah salah seorang pelayan yang menunggunya didekat sana. Sang pelayan hanya mengangguk dan berjalan pergi meninggalkan mereka berdua disana.

  ”Ada apa ini oppa? Kenapa kau membawaku kesini?” tanya Sunra ketika melihat pelayan tadi pergi begitu Heechul melambaikan tangannya.

  ”Kau tidak suka?” tanya Heechul.

  Sunra mengerutkan keningnya menatap Heechul. Sebenarnya apa yang direncanakan olehnya saat ini?

  ”Ani, bukan begitu oppa. Hanya saja aku heran melihatmu saat ini.” jawab Sunra terus terang.

  Heechul menatap Sunra tepat di matanya. Sunra balik menatap Heechul dan mereka berdua sama-sama terdiam.

  ”Mianhe kalau selama ini sikapku terlalu dingin kepadamu. Sejujurnya aku ingin seperti Donghae atau namja lainnya, tapi aku terlalu malu untuk menunjukkan rasa sayangku kepadamu..” jelas Heechul tanpa diminta dengan masih menatap mata Sunra dalam.

  Sorot mata terkejut tertera jelas dimata Sunra. Dia tidak menyangka seorang Kim Heechul akan mengatakan itu kepadanya saat ini.

  ”Aku ingat, besok adalah hari jadi kita untuk yang ke 7 bulan. Jadi aku ingin merayakannya disini berdua denganmu. Mianhe untuk semua sikapku selama ini padamu Sunra-ah. Saranghaeyo.” Heechul mengakhiri kalimatnya sembari menggenggam erat tangan Sunra.

  Sunra menundukkan kepalanya menatap tangannya yang dipegang oleh Heechul. Matanya tiba-tiba terasa panas dan berair. Ia tidak menyangka bahwa Heechul masih mengingat hari jadi mereka dan menyiapkan semua ini untuk merayakannya.

  ”Jeongmal?” hanya itu kata yang bisa diucapkan oleh Sunra.

  Sunra mengangkat kepalanya menunggu jawaban dari Heechul. Air matanya hampir saja tidak dapat dibendungnya lagi saat ini.

  ”Ne, jeongmal saranghaeyo Han Sunra.” ucap Heechul lembut.

  Air mata yang sedari tadi ditahan sekuat tenaga oleh Sunra jatuh bercucuran ketika mendengar jawaban dari Heechul. Ya, itulah kata-kata yang telah lama ditunggunya dari seorang Kim Heechul. Dan kini ia telah mendengarnya langsung.

  Sunra tersenyum disela-sela tangisnya. Heechul menghapus air mata yang tumpah dipipi Sunra dengan kedua ibu jarinya. Sunra tersenyum dan bertekad didalam hati untuk selalu mencintai Kim Heechul dan menerima semua sikapnya yang dingin itu. Karna ia tau, bahwa Kim Heechul juga mencintainya.

 

 

 

 

The End

Iklan