author : Dian linglung

Genre : action, romantic,

Length : continue

Cast : choi ha ni

choi siwon

onew

yunho

support cast : Park eun chan

Gu seung ma

member Super junior

shim changmin TVXQ

minho Shinee

backsound : CN Blue teardrops in the rain, Don’t say goodbye

 

Annyeong..

ff lanjutan nich.. happy reading okeh? ^.^

 

When death will come

No one knows

However, one day, death will come to you

For sure…

(mistery 6)

 

Ha ni POV

“Keluar kalian polisi-polisi bodoh“ teriak namja yang membawa sandera di tangannya.

 

Kami saling berpandangan mendengar teriakkan namja itu. Yunho mengisyaratkan agar kami keluar dan tetap waspada. Kami pun keluar dari balik mobil sambil tetap mengacungkan pistol.

 

Tiba-tiba tubuhku membeku melihat pemandangan yang kurang mengenakan di hadapanku. Ada 5 orang berbaju hitam salah satunya yeoja, mereka masing-masing membawa senjata api di tangannya.

 

Aku yakin mereka black evil kelompok mafia yang paling di cari saat ini. mataku membelalak kaget melihat sosok namja yang sedang membawa sandera dalam dekapannya sambil mengacungkan pistol di kepala yeoja itu.

 

“Eun chan.“ Gumam kyuhyun, meskipun kyuhyun hanya bergumam tapi aku sangat jelas mendengar perkataannya karena dia berada tepat di sebelahku.

 

Aku menyapukan pandanganku pada sosok namja yang membawa sandera itu, meneliti setiap lekuk tubuhnya, berharap penglihatanku salah. Tapi, harapanku musnah sudah.

 

Namja yang di hadapanku ini adalah kim heechul, namja yang selama ini telah dianggap mati di lautan yang dalam, namja yang selama 2 tahun ini kutangisi kematiannya, namja yang aku cintai sampai sekarang. Ternyata dia ada di hadapanku, dia masih hidup.

 

“Ternyata kalian datang polisi-polisi bodoh, masih ingat dengan surat ancamanku?“ tanyanya sambil menyeringai. “Akan ku bunuh kalian satu persatu.“ Teriak heechul dengan seringaian licik di wajahnya.

 

Tubuhku langsung menegang, tanganku bergetar tak terkendali, pistol yang ku pegang jatuh.

 

“Ha ni~a kau kenapa?“ tanya donghae yang ada di sampingku. Aku sama sekali tidak bergeming, pandanganku lurus menatap heechul.

 

Dadaku sesak, perasaan bahagia, kecewa, sedih berkecamuk dalam dadaku.

 

Kenapa? Kenapa semua ini terjadi begitu saja? Kenapa kau datang lagi di kehidupanku dan ingin membunuhku? Apa yang terjadi padamu selama ini? pertanyaan-pertanyaan itu memenuhi kepalaku.

 

“HA NI~A AWAS!!!” teriak onew, donghae, kyuhyun berbarengan.

 

Duuarrr…..

Suara tembakan itu menyadarkanku,tiba-tiba aku sudah ada dalam pelukan onew. Untuk apa onew memelukku, tunggu.. suara tembakan itu. Apa menuju ke arahku? Pertanyaan dalam benakku telah terjawab, tanganku menyentuh punggung onew. Basah, aku merasakan ada cairan keluar dari tubuh onew.

 

Kesadaranku benar-benar sudah kembali, tapi sudah sangat terlambat. Onew menahan tembakan yang tertuju padaku dengan tubuhnya sendiri. Dia melindungiku, bukan.. dia mempertaruhkan nyawanya.

 

Duuar.. duar.. duar..

Suara tembakan bertubi-tubi dari arah kami memekakkan telinga. Aku sama sekali tidak peduli dengan keadaan di sekitarku.

 

Pelukan onew lama kelamaan semakin lemah, dia berbisik tepat di telingaku.”kau tidak apa-apa loligirl?” aku hanya bisa mengangguk tanpa bisa mengatakan sepatah kata pun. Dia melepas pelukkannya dan tersenyum kepadaku sampai akhirnya dia tidak sadarkan diri.

 

Aku dengan sigap menangkap tubuh onew dengan tanganku, agar kepalanya tidak terantuk ke tanah.

“Oppa sadar.. aku mohon sadarlah” ujarku sambil menepuk pipinya pelan.. darah segar terus keluar dari punggungnya. Dia membuka matanya perlahan.

 

“Lihatkan, oppa tak akan pernah membiarkan mereka menyakitimu seujung rambut pun.” Ujarnya pelan.

“kenapa? Kenapa oppa melakukan semua ini?” tanyaku dengan suara bergetar

“Because you are my everything to me, ”

 

Deg

Jawaban singkat tapi mampu membuatku menjadi orang paling tolol yang pernah ada.

“Oppa.. oppa..” panggilku dia kembali tak sadarkan diri.

 

“Ha ni~a ayo kita cepat pergi dari sini, disini semakin berbahaya. “ujar donghae menarik tanganku yang tertunduk lemas menatap onew di pangkuanku. Leeteuk menggendong onew di punggungnya sedangkan yunho dan kyuhyun berada di depan kami sambil tetap waspada.

 

Aku ingat orang yang mencoba menembak ku adalah seorang namja tinggi dan bertubuh kurus. Aku kalap, aku menyambar pistol yang sedang di pegang donghae.

“Yak!!” panggil donghae.

 

Aku berlari mengejar mafia-mafia itu, yang berlari menjauh menuju sebuah mobil van hitam di seberang jalan. Kyuhyun dan yunho mengikuti dari belakang.

 

Duar.. duar..

Aku menembakkan tembakan bertubi-tubi ke arah mereka namun sayang tak ada satupun tembakan ku mengenai mereka.

 

Mereka sudah masuk ke dalam mobil van itu sambil membawa sandera. Mobil van itu melaju dengan cepat, tak lama jendela mobil terbuka dan

 

Duar..

Salah satu dari mereka menembak ke arahku dan mengenai lengan kiriku. Aku berhenti berlari. Memegang lengan yang terkena tembakan, darah segar keluar.

 

“Ha ni~a gwenchana?” Tanya kyuhyun, dia membelalakan mata melihat lenganku terluka.

 

Plak…

Yunho tiba-tiba menamparku, aku hanya diam tak bereaksi.

“Hyung.”

“Kau… bodoh, otakmu itu di taruh dimana hah? Apa kau tak melihat banyak warga sipil di sekitar sini? Apa kau mau membunuh mereka satu persatu hah?”

“Hyung sudahlah lengan ha ni terkena tembakan, dia sedang terluka sekarang.”

 

“Gwenchana kyu.” Ujarku pelan. Aku berjalan perlahan meninggalkan mereka. Lenganku ini sakit, perih. Tapi rasa sakit ini tak ada apa-apanya dibandingkan rasa sakit yang dialami onew.

 

Kenapa? Kenapa semua ini terjadi begitu saja? Tanpa bisa aku berbuat apa-apa. Aku tidak akan memaafkan diriku sendiri kalau terjadi sesuatu pada onew.

 

Aku menghentikan langkahku, diam membeku pikiranku terus mengawang jauh. aku takut sangat takut.

Tiba-tiba ada seseorang yang menyentuh pundakku.

 

“Semua akan baik-baik saja, aku tahu bagaimana perasaanmu saat ini.”ujarnya dan ternyata dia cho kyuhyun. “karena yeoja yang disandera mereka adalah yeoja yang ku cintai” lanjutnya dengan suara parau.

 

Aku mengangkat kepalaku, menatap kyuhyun tak percaya. Dia hanya tersenyum, senyuman yang dipaksakan ku rasa. Air muka kyuhyun saat ini keruh, baru pertama kali aku melihatnya seperti ini dan dia sama sekali tidak memperlihatkan kemarahan. Tidak seperti biasa, emosinya tidak meledak ledak.

 

“Terkadang kita harus menekan perasaan kita demi kepentingan orang lain.” Ujar kyuhyun tanpa melihatku.

***

 

Author POV

Kepolisian pusat

shindong berlari menuju kantor siwon.

Tok..tok..

“Masuk”

Ckrek.

“Lapor, telah terjadi perampokan di taman kota pelakunya black evil. yunho dan anak buahnya sempat beradu tembak dengan mereka, onew tertembak di punggungnya dan ha ni lengannya terkena sambitan peluru.”Ujar shindong “Mereka berhasil kabur membawa sandera, sandera itu adalah anak dari lee sungmin kepala polisi sebelum anda. ” lanjutnya.

“MWO???” teriak siwon.

***

 

Rumah sakit

Ha ni, kyuhyun, yunho berlari di lorong rumah sakit. Ha ni terus berlari tanpa mempedulikan rasa sakit di lengannya, darah segar terus mengalir. Kyuhyun yang ingin membantu menghentikan pendarahan terkena bentakan dari ha ni, dia pun mengurungkan niatnya.

 

“Onew mana?” Tanya ha ni pada leeteuk dan donghae.

“Ha ni~a lenganmu kenapa?” Tanya leeteuk khawatir setelah dia melihat tangan ha ni terus mengeluarkan darah tanpa mempeduliakn pertanyaan ha ni.

“BAGAIMANA KEADAAN ONEW?” teriak ha ni tak sabar.

“Dia sedang dalam perawatan.” Jawab donghae.

“Ha ni~a” panggil minho yang sudah tiba di rumah sakit. Dia langsung datang ke rumah sakit setelah mendapat kabar.

“Gwenchana?” tanya minho

Ha ni memalingkan wajahnya,

“Ha ni terkena tembakan.” Jawab kyuhyun

“Yak.. kenapa kalian tidak menolongnya? Ha ni~ a ayo ikut aku.” Ujar minho sambil melingkarkan tangannya ke pundak ha ni. Ha ni melepas paksa tangan minho.

“Andwe, aku ingin disini.”

“Yak kau ini, kau bisa kehabisan darah.” Ujar minho sambil memegang tangan ha ni.

Ha ni menolakknya lagi.

 

“Ha ni~a berhenti bersikap kekanak kanakan.” Ujar siwon setengah berteriak yang kini sudah berada di belakan minho. Leeteuk, kyuhyun, donghae dan minho menundukkan kepala sedangkan ha ni menatap siwon tajam.

ha ni berjalan pelan menuju kursi dan duduk di kursi itu sambil memegang lengan yang terkena tembakan.

 

“Andwe. Aku mau di sini.”

“Minho sshi! lebih baik kau panggil dokter kemari.” Perintah siwon, sepertinya dia sudah menyerah dengan sikap keras kepala ha ni.

“Ne.” minho pun berlari menjauh.

 

“Leeteuk, donghae, Kyuhyun. Lebih baik kalian kembali ke kantor, lakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai black evil. Temukan markas mereka.” Perintah siwon. Tanpa berlama-lama mereka bertiga langsung pergi meninggalkan siwon, yunho dan ha ni.

 

Tak lama setelah mereka pergi, minho datang dengan membawa dokter dan suster. Mereka langsung menangani luka ha ni. Ha ni hanya diam, dia sama sekali tidak merintih kesakitan. Pandangannya kosong.

Siwon menatap ha ni dengan tatapan yang sulit dilukiskan.

“Yunho sshi, bisa kita bicara sebentar.” Ujar siwon

***

 

One hour before

“Siwon ssi, ini adalah daftar nama anggota black evil.” Ujar yesung agen mata-mata kepercayaan siwon. Dia menyerahkan sebuah map berisi data-data anggota black evil.

 

Siwon membuka map itu, matanya membelalak ketika melihat nama yang tertera di awal halaman. Nama itu kim heechul,

“Kim heechul dia adalah ketua dari black evil, dia memiliki 4 anak buah yaitu zhoumi, eunhyuk, shim changmin, dan gu seung ma satu-satunya anggota yeoja.” Jelas yesung.

 

Siwon membanting map itu dengan kasar. “sudah kuduga, ada yang tidak beres dengan namja itu.” Ujarnya penuh emosi

 

Markas black evil

“Yak. Oppa, kenapa kau membawa gadis ini? menyusahkan saja” ujar gu seung ma anggota yeoja satu-satunya black evil. Dia menoyor kepala eun chan keras. Eun chan hanya bisa pasrah mendapat perlakuan dari seung ma.

 

Eun chan, nama gadis yang disandera oleh black evil dia diikat pada sebuah kursi dan mulutnya di bekap dengan saputangan. Keringat dingin membasahi wajahnya, matanya sembab sepanjang perjalanan dia menangis ketakutan.

 

“Kau pasti punya rencana kan hyung?” Tanya eunhyuk.Dia menghampiri eun chan dan mengelus pipi eun chan. Eun chan memalingkan wajahnya.

 

“Ne, dia adalah anak dari Lee sungmin. Orang yang harus bertanggung jawab atas kematian orang tuaku.” Jawab heechul sambil menunjuk eun chan dengan penuh emosi.

 

“Yak.. jangan sentuh dia. Dia mainanku” ujar changmin pada eunhyuk yang sedang ‘bermain-main’ dengan eun chan.

 

“Hyung.. siapa polisi yeoja itu? Kenapa dia tadi menatapmu seperti itu?” Tanya zhoumi sambil mengelap pistol yang ada ditangannya, pistol yang dipakai untuk menembak ha ni.

 

“Yeoja dari masa laluku.” Jawab heechul singkat tanpa mengalihkan pandangannya dari sebuah foto lusuh yang dipegangnya.

 

“Mmh.. sepertinya kalian pernah memiliki hubungan spesial.” Tebak zoumi

Eunhyuk, changmin, seung ma terkesiap mendengar perkataan zhoumi, mereka kompak menatap heechul penasaran.

 

“Ada hubungan atau tidak, masa lalu tetaplah masa lalu.” Jawab heechul. Dia melangkah keluar meninggalkan anak buahnya yang masih penasaran.

***

 

Yunho berjalan menuju ruang ICU, dia melihat ha ni duduk sendirian sambil menatap telapak tangannya yang penuh dengan noda darah. Dia mengambil saputangan yang ada di saku celananya dan menghampiri ha ni.

 

Yunho berlutut di depan ha ni, dia memegang telapak tangan ha ni dan mulai membersihkan tangan ha ni dengan saputangannya. Ha ni kaget dengan apa yang dilakukan yunho, dia menarik tangannya kasar.

 

Yunho memegang kembali tangan ha ni “diamlah, tanganmu masih kotor dengan noda darah.”

 

Tak sepatah kata pun yang keluar dari mulut ha ni, dia hanya menatap yunho dengan alis bertaut. Ha ni heran dengan perubahan yunho yang cukup drastis. Tak kurang 1 jam yang lalu yunho menampar ha ni dan membentaknya dan sekarang dia malah membersihkan tangan ha ni yang dipenuhi noda darah.

 

Tak lama, dokter yang menangani onew keluar.

Ha ni dan yunho langsung mengahampiri dokter “Bagaimana keadaan onew dokter?” Tanya ha ni.

 

Dokter itu diam sejenak, dia kemudian menatap ha ni dan yunho bergantian. “Mianhamnida, kami sudah melakukan semampu kami untuk menolong onew sshi, tapi proyektil peluru itu menembus tulang belakang dan kami tidak bisa mengeluarkannya. Kemungkinan dia hidup hanya 10 %.”Jelas dokter dengan wajah serius.

 

Ha ni maju selangkah “10 % katamu?” Tanya ha ni sambil mencengkram kerah kemeja dokter itu dan menatap dengan tatapan membunuh miliknya. Dokter itu hanya menganggukan kepala tanpa berusaha melepaskan cengkraman tangan ha ni dari kerah kemejanya, dia seakan mengerti dengan perasaan ha ni saat ini.

 

“Ha ni~a lepaskan tanganmu.” Suruh yunho sambil mencoba melepaskan tangan ha ni. Ha ni sama sekali tidak peduli dengan perkataan yunho, dia tetap menatap dokter itu tajam.

 

“Mianhamnida, kau boleh masuk menemuinya.”

ha ni melepas cengkraman tangannya dan dia langsung masuk ke ruangan di mana onew di rawat. Yunho mengikutinya di belakang.

 

“Oppa!” panggil ha ni ketika dia melihat tubuh onew tertelungkup, wajar luka tembakan yang dia alami di bagian punggung.

 

Ha ni menghampiri tubuh onew yang sudah tidak berdaya, tubuhnya dipasangi berbagai macam alat kedokteran. Ha ni berdiri disamping kanan tempat tidur.

 

Dia berlutut, dan menarik tangan kanan onew yang terpasang selang infus ke dalam gengamannya. Seketika air mata

ha ni tumpah. Yunho yang berdiri di belakang ha ni hanya bisa menatap mereka berdua tanpa berkata apapun.

 

“Oppa!! Ini aku, ha ni. Aku mohon sadarlah.” Ujar ha ni dengan suara parau. Dia memegang tangan onew erat.

Tangan onew mulai bergerak pelan, perlahan matanya terbuka.“Loligirl!” panggil onew pelan. Ha ni mengangkat kepalanya yang sedari tadi tertunduk.

 

“Oppa.. kau sadar? Syukurlah.”

 

“Syu kurlah kau ba..ik ba..ik sa..ja mu lai se ka rang kau ha rus men jaga di rimu sen diri. Mianhe, oppa ti dak bisa me lindungimu lagi.” Ujar onew terbata.

 

Air mata ha ni semakin deras “Andwe.. jangan berkata seperti itu. Kau harus tetap hidup.”

Minho dan siwon sudah berada dalam ruangan mereka berdiri di belakang ha ni.

Onew melihat mereka dan tersenyum.

 

“Hyung, mianhamnida aku ti dak bisa melaku kan tu gasku de ngan ba ik. Aku kem bali kan tu gas ini pada mu.” Ujar onew, dia berusaha mengangkat tangan kanannya mencoba menghormat pada atasan-atasan nya itu. Siwon, minho, dan yunho membalasnya dengan ikut menghormat.

 

Perlahan onew meletakkan tangannya di kepala ha ni dan mengelus kepalanya lembut. “Saranghaeyo ha ni ~ya!” ujar onew sambil tersenyum. Onew menutup matanya perlahan.

 

Tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiit……………………………………

 

Alat pengukur detak jantung itu berdecit keras. Garis dalam alat itu berubah lurus.

 

“OPPAA… bangun” teriak ha ni sambil mengguncangkan tubuh onew. Onew sama sekali tidak bereaksi. “Bangun… ayo, bangun”

 

Yunho langsung berlari keluar ruangan mencari dokter.

 

Minho memalingkan wajahnya, dia berusaha menahan air matanya. Dia tahu, sangat tahu bagaimana kedekatan ha ni dan onew. Dia tidak tega melihat pemandangan di depannya yang menyesakkan hati.

 

Siwon berjalan perlahan dan menarik ha ni ke dalam pelukannya. Tangisan ha ni malah semakin menjadi, dia menyentuh puncak kepala ha ni dan mengusapnya dengan lembut. Berusaha menenangkan adiknya itu. ya, ha ni adalah adik kandungnya choi siwon kepala kepolisian Seoul.

 

Sang kepala kepolisian yang dingin, tegas, keras, kini berubah 180 derajat. Perubahan ini tak lain menyangkut adik satu-satunya yang dia miliki. Dia juga dapat merasakan apa bagaimana perasaan ha ni saat ini.

 

Tak lama yunho kembali bersama dokter. dokter itu langsung memberikan pertolongan. Dia membalikan tubuh onew yang tertelungkup dibantu seorang suster. Dia mulai menekan bagian dada onew dengan intens. Setelah sekian lama, dokter itu menggelengkan kepalanya ke arah suster. Mimik penyesalan terlihat jelas di wajahnya.

 

Suster itu perlahan menutup tubuh onew dengan kain putih. Ha ni yang melihat jelas apa yang dilakukan suster langsung berteriak “ANDWE…ANDWE.”

***

 

Hari ini adalah pemakaman onew, seluruh anggota keluarga onew, dan rekan-rekannya di kepolisian ikut mengahadiri pemakaman.

 

Peti mati itu pun mulai diturunkan ke dalam liang lahad, disertai tangisan dari anggota keluarga dan rekan-rekan polisi terkecuali ha ni, dia hanya menatap peti mati itu dengan tatapan kosong.

 

Perlahan peti mati itu mulai tertutupi oleh tumpukan tanah. Orang-orang yang mengikuti proses pemakaman, satu persatu meninggalkan tempat pemakaman.

 

Yang tersisa sekarang, hanya ha ni. Di masih menatap makam onew dengan tatapan kosong. Entah apa yang ada di pikirannya sekarang.

 

Sudah satu jam, dia berada disana, ha ni tetap tidak bergeming. Sampai hujan pun turun dengan begitu derasnya.

 

Ha ni berlutut di depan makam, mengelus tumpukan tanah yang ada di hadapannya, tanpa mempedulikan tetesan-tetesan air hujan yang kini mulai membasahi tubuhnya. Tanpa mempedulikan luka tembakan di lengannya yang terasa perih terkena air hujan.

 

Tubuh ha ni bergetar, air matanya turun tak kalah derasnya dengan air hujan yang menerpa tubuhnya. Dia pun menangis dalam diam.

 

 

No one ever sees, no one feels the pain

Teadrops in the rain

 

I wish upon a star, I wonder where you are

I wish you’re coming back to me again

And everything’s the same like it used to be

 

I see the days go by and still I wonder why

I wonder why it has to be this way

Why can’t I have you here just like it used to be

 

I don’t know which way to choose

How can I find a way to go on ?

I don’t know if I can go on without you oh

 

Even if my heart’s still beating just for you

I really know you are not feeling like I do

And even if the sun is shining over me

How come I still freeze ?

No one ever sees, no one feels the pain

I shed teardrops in the rain

 

I wish that I could fly, I wonder what you say

I wish you’re flying back to me again

Hope everything’s the same like it used to be

 

I don’t know which way to choose

How can I find a way to go on

I don’t know if I can go on without you, without you

 

Even if my heart’s still beating just for you

I really know you are not feeling like I do

And even if the sun is shining over me

How come I still freeze ?

No one ever sees, no one feels the pain

I shed teardrops in the rain

 

Oh… I shed teardrops in the rain

Oh… Hey… Teardrops in the rain

 

Even if my heart’s still beating just for you

I really know you are not feeling like I do

And even if the sun is shining over me

How come I still freeze ?

No one ever sees (no one) no one feels the pain (no one)

I shed teardrops in the rain

Teardrops in the rain

Teardrops in the rain

Teardrops in the rain…

 

Tak jauh dari tempat ha ni, berdiri seorang pria berpakaian serba hitam serta kacamata hitam yang tergantung di hidungnya yang mancung dan memegang payung di tangannya.

 

“Mianhe” ujar namja itu sambil menatap ha ni dari jauh. dia meremas sebuah foto yang ada di genggaman tangan kirinya dan kemudian menjatuhkannya. Dia pun berjalan menjauh.

–TBC—

 

 

 

Buat yang baca hatur nuhun, terima kasih, thank you, arigatou gozaimasu, kamsahamnida *bow*