Kya!! AKu kembali dengan FF baru! Semoga kalian suka ya, dan aku berharap banget kalian bisa comment kalo sudah baca FF ini. Soalnya anyak banget reader yang baca tapiyang comment sangat sedikit… Ya, kalo commentnya semakin banyak, waktu aku memposting ini akan lebih cepat #PLAK kekeke…

Ayo, para Silent Readers, sadarlah! Hargailan karya aku.. Udah capek-capke dibikin lho! Wkwk.. Commentnya itu boleh berisi kritikan lho! Malah kritikan bisa membuat FF aku tambah bagus…

Udah ah, daripada kelamaan ngebacotnya.. Langsung aja! Ini dia FF aku!

Title : Evil brother And Me Part 1

Cast :

  1. Park Jiyeon
  2. Lee Jinki
  3. Lee Jonghyun
  4. Lee Kibum SHINee
  5. Lee Minho SHINee
  6. Lee Taemin
  7. Lee Nara

Length : Series

Genre : Romance, Family

Rating : General

***

Jiyeon P.O.V

Aku terduduk di sudut kamar baruku. Kamar yang sangat sederhana tetapi cukup nyaman bagiku.  Melihat kehangatan keluarga baruku ini, membuatku sadar akan betapa buruknya kehidupanku selama ini. Terlalu sulit bagiku untuk menerima keadaanku yang selama ini. Hidup tanpa ayah dan tanpa ibu yang menyayangiku. Ayahku telah meninggal dunia, walaupun ibuku masih hidup, nyatanya dia tak pernah memberikan kasih sayang yang cukup bagiku. Yang ia pikirkan hanyalah uang, uang dan uang. Aku memang hidup berkecukupan secara jasmani tetapi hatiku sangatlah kosong.

Mengenang segala kehidupanku selama ini, membuat hatiku sakit sekali. Aku memegang dadaku yang terasa nyeri. Saat kulihat keenam saudara itu –read:Jinki, dan adik-adiknya- , aku merasa mereka sangatlah beruntung. Memiliki seorang ayah yang menyayangi mereka. Kau bilang aku iri? Ya, aku memang iri. Kupikir iri itu wajar. Sebagai seorang gadis tanpa kasih sayang, aku tumbuh menjadi seseorang yang tak mau menunjukkan kelemahannya di depan orang lain. Aku memang terlihat kuat, tapi tak ada yang tahu isi hatiku yang sebenarnya selain. . . . Err my Ex-namja chingu dan kakak kandungku. Mereka adalah  yang mengerti diriku melebihi siapapun  bahkan melebihi eommaku sendiri.

***

Jinki P.O.V

“Hyung, kau benar-benar mau melakukan rencana itu?” tanya Jjong

“Ya, tentu saja! Aku tak mau kasih sayang ayahku terbagi hanya dengan kehadirannya,”jawabku sinis

“Tapi itu terlalu jahat, hyung. Bagaimanapun juga, dia seorang gadis..” kata Jjong

“Ya! Lee Jonghyun! Mengapa kau terus membelanya?” bentakku

“Hmm.. Aniyo hyung..”

“Pokoknya kalian semua harus membantuku! Arraso?”

“Ne,hyung!” teriak semua namdongsaengku.

AKu tersenyum senang melihat kepatuhan adik-adikku.

‘Park Jiyeon, mati kau!’ batinku

***

Jiyeon P.O.V

Sebagai anak perempuan tertua di keluarga baruku ini, aku memiliki kewajiban membuatkan sarapan untuk mereka. Ayah tiriku, ibu, dan Nara sedang pergi keluar kota. Jadi, aku tinggal di rumah ini bersama kelima anak laki-laki itu.

Saat ku hampir menyelesaikan masakanku, suara seorang namja sukses membuatku kaget.

“Park Jiyeon!! Mana makanannya?” teriak seorang namja

PRANG..

Beberapa piring yang kupegang jatuh ke lantai karena suara teriakannya. Aku memandang masakanku yang telah  jatuh itu, lalu aku menatap mereka satu persatu.

“Ya! Tak bisakah kalian berbicara dengan tidak berteriak?” teriakku

Mereka yang tadinya tertawa, langsung menghentikan tawanya dan menatapku tajam.

“Kau pikir kau siapa bisa memarahi kami? Sadarlah! Kau itu hanya seperti pembantu disini!” kata Minho

Aku hanya terdiam dan tak berani membalasnya. Ya, aku sadar kalau aku ini hanyalah anak tiri yang tidak mereka sukai. Aku memilih meninggalkan dapur dengan wajah menunduk. Tetapi, tiba-tiba sebuah tangan kekar menahan langkahku.

“Mau kemana, kau? Mana makanannya?” tanya seseorang dengan suara dingin

Kuangkat wajahku dan kupandangi wajahnya. Wajahnya tak pernah berubah daridulu dan aku muak melihat wajahnya. Aku mencoba menghempaskan tanganku dari pegangannya tetapi ia semakin mengeratkan pegangannya.

“Auw..” rintihku pelan

“Kau! Buatkan makanan dalam 5 menit..” perintah Minho

“Aku tidak mau. Bukankah kalian yang membuatku  menjatuhkan makanan itu?” jawabku

Dan sebagai jawabannya, seorang namja yang memiliki suara dingin itu, semakin mengeratkan pegangan tangannya di lenganku.

“Ah.. baiklah. Tapi, lepaskan tanganmu!” kataku

Mereka kembali meninggalkanku dalam keheningan.

‘sabarlah, Jiyeon! Sebentar lagi kau bisa balas dendam kepada mereka!’ batinku

Setelah 5 menit, masakan keduaku sudah jadi. Aku hanya bisa membuatkan makanan sederhana karena mereka hanya memberiku waktu 5 menit.

“Hanya ini? Kau pikir kami ini apa? Masa makanannya hanya omelet?” teriak Taemin

“Ya! Terserah kalian mau makan atau tidak, aku sudah lelah!” kataku sambil berlari meninggalkan mereka tetapi sedetik kemudian

“Auw!!” teriakku

Aku terjatuh. Seseorang diantara mereka, yang ternyata adalah Jinki, menghalangi langkahku yang sedang berlari hingga akhirnya aku jatuh tersungkur. Sepertinya kakiku sedikit terluka, rasanya sangat perih.

“Kuperingatkan kepadamu, Park Jiyeon! Jangan pernah membuat kami marah lagi! Ayo semuanya, kita makan di luar saja..” kata Jinki sambil meninggalkan ruang makan bersama dengan adik-adiknya

“Ya!! Tak bisakah kalian menghargaiku sedikit saja! Hah?!?” teriakku yang membuat mereka menoleh kepadaku

Mereka menatapku dengan tatapan siap membunuh. Okay, aku menyesal telah berteriak begitu.

“Bisa kau ulangi perkataanmu, Miss Park?” kata Minho dengan nada sinis

“Err.. Kalian!! Tak bisa menghargaiku?” teriakku dengan sedikit keberanian

“Menghargaimu? Menghargaimu , Miss Park? Pergilah dari rumah ini, baru aku akan menghargaimu!”

“Aku tidak mau!”

“kalau begitu jangan pernah bermimpi kami akan menghargaimu, Miss Park!” teriak Minho

Aku menghela nafasku. Ya, aku harus sabar menghadapi mereka.

***

SomeOne P.O.V

“Mmm.. Aku tak ikut kalian untuk makan di luar ya?” tanyaku

“Hah? Waeyo?”

“AKu… Aku sedang sedikit sakit,”

“Mwo? Kau sakit apa?”

“Hanya sedikit pusing. Kalian pergi saja,”

“benarkah? Kau tak apa?”

“Ne..” kataku meyakinkan saudara-saudaraku

“Baiklah. Hati-hati di rumah dan hati-hati dengan yeoja itu!” kata saudaraku sambil terkekeh

Setelah mereka pergi, aku segera menghampiri yeoja itu. Park Jiyeon. Kulihat ia sedang berusaha membereskan piring-piring yang pecah. Aku menatapnya dengan pandangan penuh makna.

“Auw..” serunya tiba-tiba

AKu segera menghampiri yeoja itu. Dan menggantikan dia untuk membereskan pecahan piring itu.

“Kau.. Mengapa kau disini?” Tanya yeoja itu dengan sangat dingin

“Kau tak pernah berubah, JIyeon-ah..” kataku sambil terus membersihkan pecahan piring

“Kau! Jangan pernah kau berlagak mengerti diriku!” teriaknya

“Tapi aku memang mengerti dirimu. Melebihi siapapun,” kataku pelan tapi cukup membuatnya kaget

Dia hanya mendengus pelan untuk menahan rasa kesalnya.

“Park JIyeon yang terlihat kuat diluarnya tetapi di dalamnya ia sangat lemah..” gumamku

“Ya!! Jaga ucapanmu!” teriaknya

“Kau marah? Kau benar-benar tidak berubah, Jiyeon-ah..” kataku sambil  terkekeh

“Diam kau!”

“Kau, masih marah padaku?” tanyaku

“Hah! Menurutmu? Tapi aku sudah tidak memikirkannya lagi. Kau! Kau adalah masa laluku yang paling buruk..”

DEG

Kata-katanya cukup membuatku tersadar bahwa aku memang telah menyakiti hati gadis yang pernah kucintai atau bahkan kucintai sampai saat ini.

“Itu..itu tidak seperti yang kau bayangkan, Jiyeon!”

“Sudahlah. Setelah 2 tahun aku menunggumu, kau baru menjelaskannya sekarang? Itu sudah telat, Mr Lee,” katanya sambil meninggalkanku

“Bagaimana kalau aku masih mencintaimu?” kataku pelan tapi aku yakin dia masih mendengarnya

***

“Bagaimana kalau aku masih mencintaimu?”

Kata-kata itu terus berputar di otakku seperti video player yang tak dapat dihentikan. Kata-kata itu terlontar begitu saja dari bibirku. Tetapi, itulah yang kurasakan padanya. Kurebahkan diriku di tempat tidurku berusaha untuk menenangkan pikiranku yang terus berkecamuk.

‘Jiyeon, apakah kau tak bisa memaafkanku. Aku.. aku sangat  mencintaimu,” batinku

Pikiranku masih bimbang tentang kelanjutan hubunganku dengannya. Apakah aku harus terus mengejarnya sesuai kata hatiku atau aku harus berhenti mencintainya? Aku sadar, aku telah melakukan suatu kesalahan fatal dengannya.

Aku sedikit kaget ketika aku menyadari sebuah fakta bahwa gadis itu tak pernah menyatakan bahwa ia tak mencintaiku lagi. Aku tersenyum ketika menyadarinya.

Saat itu, ia hanya meninggalkanku dengan  tangisannya dan memutuskaku dengan sebuah sms yang masih kusimpan samapi sekarang. Ya, aku telah membuat keputusan.

‘Jiyeon, selamakau belum mengatakan kalau kau tidak mencintaiku lagi, aku akan terus mengejarmu!’ batinku

Kupejamkan mataku perlahan, dan mencoba untuk tertidur. Tetapi, sedetik kemudian aku menghela nafas panjangku.

‘Shit! Kenapa aku lupa keberdaan hyung-hyungku. Apa kata mereka kalau tahu tentang hal ini?’

Aku menggaruk kepalaku yang tak gatal, dan sepertinya rasa ngantuk dan lelahku telah hilang.

‘JIyeon, seberapa besar kekuatanmu hingga bisa membuatku seperti ini sih!’ gumamku dalam hati

***

***

Jiyeon P.O.V

“Jinki-ah, sebelum kau ke kampusmu, kau antarkan dulu Jiyeon ya!” kata appa kepada Jinki

“Mwo? Aku? Kenapa harus aku?” katanya sinis sambil melirikku tajam

“Karena Jjong akan mengantar Nara dan Taemin kesekolah,”

“Appa, adikku kan tak hanya Jonghyun dan Taemin!” teriaknya

“Kau tahu sendiri adikmu yang lain seperti apa. Tentu saja mereka masih tidur..”

Kulihat Jinki menghela nafasnya.

“Appa, kau tak bertanya kepada yeoja itu dulu, siapa tahu ia tak mau diantar oleh ku,” katanya pelan sambil menatapku

“Ah ne! Jiyeon-ah, kau mau diantar oleh Jinki?” tanya appa sambil tersenyum manis padaku

“Tentu, appa!” kataku sambil tersenyum

“Shit!” gumam Jinki yang masih bisa kudengar

Ya, aku tersenyum penuh kemenangan.

***

Jiyeon P.O.V

“Kau! Turun dari mobilku!” kata Jinki saat kami berada di tengah perjalanan menuju sekolahku

“Aku tidak mau!” kataku

“Turun!!” teriaknya

“Kalau aku tidak mau, kenapa?”

“Kau ini! Baiklah, aku sudah mencoba bersikap baik padamu. Jangan salahkan aku kalau aku bersikap kasar padamu,” katanya lalu segera turun dari mobilnya

Ia membuka pintu mobil yang ada disampingku lalu menarikku keluar dari mobil. Dan, aku terjatuh.

“Ya! Sakit!” teriakku

“Bukankah sudah kuperingati padamu untuk tidak membuatku marah?” katanya sambil meninggalkanku dengan mobilnya

“Jinki!! Kau benar-benar akan mati!”

TIN TIN

Sebuah motor menyorotkan sinarnya kearahku. Saat aku melihatnya, aku cukup terkaget.

“Ayo naik..” katanya dengan suara dingin ciri khasnya

“Tidak mau!”

“Lalu, kau mau telat ke sekolah?”

Aku meliriknya sekilas dan mempertimbangkan ucapannya.

***

JonghyunP.O.V

Aku tersenyum penuh kemenangan. Ya, aku berhasil menarik perhatiannya. Kau tahu, aku akan sangat senang jika Jiyeon bisa percaya bahwa aku adalah satu-satunya oppanya yang baik.

“Apa maumu?” tanya Jiyeon tiba-tiba

Aku berpikir sebentar.

“Madsudmu?”

“kau pikir aku bodoh. Aku tahu kau punya madsud tertentu, Lee Jonghyun!” teriakku

“Well..well..kau memang pintar, Jiyeonnie..”

“Ya! Jangan memanggilku sepert itu!”

Aku hanya tertawa renyah saat melihatnya marah seperti itu.

“Kau tahu, saudara-saudaraku mempunyai sejuta rencana jahat untukmu..”

“Aku sudah tahu,bodoh!”

“Kau tak merasa membutuhkan bantuan?”

Kulihat dari kaca spion, ia sedang menatapku tajam.

“Apa maumu?” tanya nya dingin

“Aku ingin… kau menjadi kekasihku..”

***

Jiyeon P.O.V

Well, aku cukup terhibur dengan tingkah kelima oppaku yang terlihat “childish”. Aku tak menyangka mereka menganggapku seakan seperti sampah yang harus dibuang secepat mungkin. Saat ini, aku sedang melihat kelima namja itu sedang bermain bola di halaman belakang. Aku melihat mereka melalui jendela kamarku yang memang menghadap halaman belakang.

“Eonnie!” panggil seorang gadis yang kukenali sebagai adikku,Nara

“Waeyo,Nara-ya?” tanyaku mengalihkan perhatian dari kelima namja itu

“Kau sedang apa?”

“Ya,hanya melihat kelima namja yang selalu mempunyai  niat jahat kepadaku..”

Nara tertawa menatapku.

“ya! Kenapa kau tertawa?” kataku heran melihatnya

“Aniyo.. Aku hanya mengingat semua tingkah mereka kepadamu,eonnie. Mereka seperti anak-anak,”

“Ne, kau benar sekali. Lihat saja, kalau mereka sudah keterlaluan, mereka akan tahu akibatnya..”

“Kau memang harus begitu,eonnie. Selama ini mereka terus menjadi namja yang dibanggakan. Kupikir, sekali saja membuat mereka malu kan tak apa..” katanya tenang

Aku menatap gadis mungil itu dengan tatapan heran.

“Waeyo,eonnie?” tanya nya sambil balas menatapku

“Kau itu sama saja dengan oppa mu. Sama-sama usil,Nara..”

Dan, kamipun tertawa bersama. Nara memang satu-satunya saudaraku yang bersikap baik dikeluargaku yang baru ini.

“Hmm.. Boleh aku bertanya sesuatu padamu?” tanya Nara tiba-tiba

“Ne.. apa itu?”

“Kau.. Apakah kau  menyukai jonghyun oppa?”

Aku menatapnya dengan heran.

“Waeyo,Nara-ya?”

“Jawab pertanyaanku,eonnie!”teriaknya

Aku yang tadinya menganggap dia hanya bercanda, langsung menatapnya serius.

“Aku tak mungkin menyukai namja yang menyakitiku,Nara-ya”

“Benarkah?”

“Ne.. Waeyo,Nara?”

“Hmm… Aku hanya merasa kalian terlihat dekat. Itu saja! AKu… aku takut kalian memiliki hubungan padahal kaliankan bersaudara..”

Aku tersenyum mendenarnya. Walaupun, aku merasa ada yang ia sembunyikan dariku.

***

Jiyeon P.O.V

Pelajaran di sekolah baru saja usai. Aku segera merapikan buku ku dan berjalan ke luar sekolah.

“Naiklah..” kata seseorang yang membuatku kaget

“Ya! Mengapa kau menjemputku?” teriakku

“Bukankah kau adalah….hmm..kekasihku?”

“Ya! Lee Jonghyun! Mati kau!”

Kulihat dia terkekeh pelan dan menyuruhku  naik ke motornya.

***

Author P.O.V

Tanpa Jonghyun dan Jiyeon sadari, seorang gadis sedang memperhatikan mereka berdua. Ia berada di jarak yang cukup untuk membuatnya mendengar seluruh perbicaraan mereka berdua. Tampak bulir-bulir tangisan menghiasi pipinya yang putih.

“Oppa, mengapa kau tega denganku? Mengapa kau harus memiliki hubungan dengan Jiyeon?” kata gadis itu ditengah tangisannya kepada dirinya sendiri

Ia terus menatapnya. Ia merasa iri akan kedekatan kedua insan manusia itu.

“Apakah aku harus terus memendam perasaan ini? AKu tahu..aku tahu kalau aku memang jatuh cinta pada orang yang salah. Maafkan aku,oppa..”

***

Jinki P.O.V

“Kau yakin dengan apa yang kau lihat,Minho?”

“Aku yakin sekali. Aku tak mungkin salah melihatnya. Lee Jonghyun menjemput Jiyeon disekolahnya,”

“Shit! Ada apa dengan anak itu?”

Kudengar pintu depan terbuka dan masuklah kedua sosok itu. Jonghyun dan jiyeon.

“Oh, Lee Jonghyun akhirnya kau pulang juga,”kataku dengan dingin

“Ah ne hyung..” kata Jonghyun dengan pelan

Sedangkan Jiyeon? Jiyeon langsung melewatiku dengan menatapku sinis.

“Itukah rasa sopan santunmu kepada oppamu, JIYEON?” kataku sambil menekankan nama ‘JIYEON’

Ia  menghentikan langkahnya dan menatapku.

“Apa urusannmu tentang sopan santunku?”

“Hah! Aku  benar-benar bernasib buruk mempunyai dongsaeng sepertimu. Aku yakin jika kau punya saudara kandung, pasti dia akan malu padamu,” kata Minho yang membuatnya semakin menatap kami dengan tajam

“Apa madsudmu?Hah? Asalkan kalian tahu, Kakak kandungku sangat menyayangiku!”

“Kau punya kakak? Kurasa dia akan terus merasa tersakiti memiliki adik sepertimu yang sama sekali tak memiliki rasa sopan santun!”kata Minho dengan tajam

Kulihat mata Jiyeon mulai sedikit berair. Apa ia menangis?

“Kalian benar. Aku memang seorang pembawa malam petaka, kakak ku selalu aku sakiti. Aku mencoba untuk bersikap baik padanya, tetapi apa yang terjadi? Aku malah membunuhnya. Aku.. Aku yang telah  menyebabkan kakak ku meninggal dunia. Aku.. Aku memang orang jahat yang tak memiliki sopan santun!!” katanya ditengah tangisannya

“Dan, seharusnya kalian sadar akan diri kalian sendiri sebelum mencaci ku seperti ini. Apa memiliki mulut yang selalu berkata kasar merupakan contoh sopan santun yang baik, Minho? Dan kau, Jinki! Apa kau pikir menyiksa fisikku merupakan sopan santun yang harus kau contohkan kepadaku, Hah? Jawab aku?” teriaknya sambil berlari ke kamarnya.

“Eonnie! Oppa! Hentikan!” teriak Nara yang baru datang kerumah

Semua mata menatap adik terkecil ku itu.

“nara-ya, masuk kamar!” kataku pelan tapi penuh ancaman

“Aku tidak mau! Jangan kalian pikir karena aku paling kecil , kalian bisa mengaturku seenaknya!”

“Nara!” teriakku

“Kalian itu seperti anak kecil, oppa! Menggunaka kekerasan untuk menyelesaikan masalah, kalian pikir itu bisa menyelesaikan masalah? Kalian bodoh!” teriak Nara

“NARA!” teriaku lebih keras

“Oppa!! Selama ini aku sudah sabar menghadapi perilaku kalian kepada Jiyeon eonnie! Tapi, kalian benar-benar sudah keterlaluan! Kalian tak punya hati!”

“NARA! Masuk kamarmu, sebelum…”

“Sebelum apa,oppa?” tantang  Nara yang memotong ucapan minho

“Nara-ah, apakah Jiyeon yang telah membuatmu seperti ini?”  tanya Taemin

“Jangan pernah menyalahkan Jiyeon eonnie,oppa!! Dia tak bersalah!” teriaknya

“Nara-ya, Ku minta kau kekamarku dulu! Biar kami menyelesaikan masalah ini dulu,” kata Kibum dengan tenang

Nara memandang Kibum dengan tatapan datar, lalu ia berjalan meninggalkan kami. Kami terdiam dalam keheningan.

“Apakah aku terlalu  berlebihan?”gumamku memecah keheningan

“Hyung, kau membuat hatinya sangat terluka. Itu..itu adalah kenangan yang sangat ingin ia kubur dalam-dalam,hyung.” kata Kibum kepadaku

***

Kibum P.O.V

“Hyung, kau membuat hatinya sangat terluka. Itu..itu adalah kenangan yang sangat ingin ia kubur dalam-dalam,hyung.” kata ku kepada semuanya

Seketika itu juga keempat saudaraku menatapku dengan tajam, membuatku menjadi salah tingkah.

“Waeyo?” tanyaku

“hyung…” panggil Taemin

AKu menatap Taemin. Dia tersenyum licik padaku.

“Sepertinya kau sangat  mengenalnya ,” kata Taemin dengan nada sindiran

“Apa..apa madsudmu,Taeminie?”

“Ceritaan pada kami, Kibum,” kata Jinki

“Tapi, bukankah kau mau bertanya dulu pada Jonghyun hyung tentang hubungannya dengan JIyeon? Kenapa sekarang aku?”

“Setelah kau, Jonghyun akan bercerita pada kami, Kibummie..” kata jinki dengan pelan tapi dengan penuh paksaan

“Hyung..” kataku mencoba meyakinkan Jinki hyung bahwa aku tak mengetahui apapun tentang Jiyeon

“Aku tak akan memarahimu, Kibum,,” kata Jinki sambil menatapku

“Okay, aku menyerah hyung,” kataku pelan

Aku menarik nafas panjang dan menghembuskan nafasku sebelum berkata….

“Dia… Dia adalah mantan kekasihku,hyung,”kataku pelan, sangat pelan dan lirih

Semua mata menatapku seakan meminta penjelasan.

TBC

Sinopsis  Next Chapter :

***

“Aku melihatnya saat kau menjemput jiyeon, Jonghyun!”

“Itu.. aku..” gumam Jonghyun

“Jelaskan, jonghyun!”

“Aku… aku berpacaranya dengannya,hyung!”

***

“Apa salahku? Mengapa kalian begitu membenciku? Awalnya aku juga membenci kalian, tapi aku sadar bagaimanapun kalianlah yang akan hidup bersamaku. Tetapi, kenapa kalian masih bersikap seperti itu kepadaku?” kata Jiyeon kepada Kibum

Ucapan Jiyeon itu seakan menjadi pukulan besar bagiku. Walaupun aku merasa membencinya, aku memang tak seharusnya sejahat itu kepadanya. Harusnya aku sadar, ia hanyalah seorang wanita.

***

“Kau tak usah bersandiwara lagi, Jiyeon!” kata Jinki

“Sandiwara? Apa madsudmu?”

“Tak usah berpura-pura kuat dihadapan kami!” kata Minho

***

“Apa kau juga melupakan kalau kau ada kekasihku mulai dari kemarin?” tanya Jonghyun yang membuatku tersedak

“Nara-ya, kau tak apa?” teriak Jinki oppa

“Tak apa, oppa! Jadi, Jonghyun oppa dan Jiyeon eonnie pacaran?” tanyaku dengan nada senormal mungkin

***

“Berarti kau sudah memaafkan Kibum?” tanya jinki yang membuat wajahku memucat

***

TBC!!

Part 3 nya udah selesai lho! Tinggal diedit Hahaha.. Part 2 akan aku post jika part 3 nya selesai. Jadi, ditunggu aja ya!!!