Title : Complicated in Our Relationship (Part 7)
Main Cast : Evil Couple (Cho Kyuhyun – Song Eunrim)
Support cast : Super Junior member
Genre : Romance, Comedy
Rate : 15+
Length : Continue

Disclaimer : © by @thyziana! No Plagiat! Buat yang mau plagiat lempar aja ke laut! Semua ide dalam FFku ini murni dari ide yang melayang-layang dari pikiranku.. Dan tolong kalau ada yang mau copy ke word, ijin dulu yaa.. Kalian enak-enakan copas, nanti bisa-bisa jadi kontroversi.. 😛

Dan untuk cover kali ini.. jeongmal gomawo lagi buat Zen!! xD

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5 – Part 6
=====================================================================

Annyeoooooooongggg!!! Thyz kembali lagi membawa evil couple!! Buat semua yang udah menunggu lama.. yang udah jamuran, karatan, mianhaeee.. ><

Dan seperti pertanyaanku di ff sebelumnya, akhirnya diberikan satu keputusan bulat, jadwal pemostingan evil couple ini TIDAK AKAN DITENTUKAN HARINYA.. tapi thyz janji seminggu sekali akan muncul part baru.. soalnya kalau ditentukan waktu pemostingan, ak serasa dikejar deadline.. >< kalau gak ditentukan, seminggu sekali bisa 2 s/d 3 kali dipost kan? Kekeke~

Kalau kalian tidak ingin ketinggalan, rajin-rajinlah mengecek FFL.. hohoho~ ada cara yang lebih gampang sih.. silakan subscribe blog kami.. supaya kalian tidak ketinggalan lagi.. di bagian sebelah kiri, ada tulisan ‘ayo daftar’? nah.. kalian cukup memberikan email kalian untuk mendapatkan jadwal update FF kami..^^

Atau buat yang buka di HP, dan gak sempet ol kompi.. thyz slalu ngumumin di semua akun pribadiku kalo ada pemostingan baru kok.. jadi klo kalian minat berteman denganku, silakan add “Tizia Thilma” atau follow “@thyziana” ak seneng banget kalo kalian mau berteman.. xD

Ohh iyaa.. kalaupun ada perubahan judul, silakan kalian search aja “EVIL COUPLE”.. karena biarpun judulnya beda-beda, akan tetap digunakan format kata itu..

Ehmm, dan berhubung minggu depan itu udah dirilis (cieh dirilis) 10 besar FF lomba, jadi ada kemungkinan untuk minggu depan evil couple diundur dulu.. mohon pengertiannya yaa..

Ohh iyaa.. untuk part ini, kebanyakan masa lalu Eunrim.. Ayoo berikan pendapat kalian.. gimana? Suka apa gak.. feelnya ak rasa sih kurang untuk part ini.. gak tau deh menurut kalian.. hehe..

Cincao lah.. monggo dibaca FFnya.. xD

====================================================================

.Eunrim POV.

Aku benci padamu, Cho Kyuhyun!

Yaa, terus saja melarangku ini dan itu.. Kau hanya membuatku sakit hati! Tidak bisakah kau memberikanku kelonggaran?

Aku mencintaimu! Yaa! Sangat! Aku bahkan tidak rela melepaskanmu pada orang lain.. Aku sudah rela membagimu dengan para SparKYU, tapi kau bahkan tidak rela membiarkanku dengan namja lain? Kenapa tidak sekalian saja kau larang aku bertemu dengan appaku? Dia juga namja kan?!

OMG, Cho Kyuhyun! Kau kemanakan otakmu? Walaupun aku belum resmi mempunyai KTP, tapi kau tidak bisa seenak perutmu berbuat seperti ini! Aku juga punya hak!

Tik.. tikk.. Tikk..

Ehh? Hujan? Aishh.. Lengkaplah penderitaanku! Tapi setidaknya hujan ini bisa melepas semua kekesalanku padamu, Mr.Cho! Aku bosan meladenimu!

Kadang aku berpikir untuk mengakhiri saja hubungan kita, tapi kenapa aku bahkan tidak bisa mengatakan kata putus? Terakhir kali aku memintamu putus pada saat kau dikabarkan akan beradegan kissing di drama musikalmu (silakan baca ff ‘ottokhe’ untuk lebih jelasnya).. dan aku sangat menyesal sehabis mengatakannya..

Sekarang, semua sel-sel tubuhku seakan tidak bisa terlepas darimu.. tidak bertemu denganmu, atau tidak mendengar suaramu, walaupun hanya sehari, bisa membuatku gila.. Aku bukan gila sebagai seorang SparKYU, tapi aku gila karena kau, namja yang sekarang milikku.

***

.Kyuhyun POV.

Aku terus mondar mandir tak jelas di lobby depan.

Konser hari pertama sudah selesai, sementara Eun-ah menghilang.. LAGI? Dia tidak menampakkan batang hidungnya di konser tadi..

Dan aku bahkan tidak bisa mencarinya.. Seharusnya tidak kubiarkan dia pergi tadi.. Bagaimana kalau dia tersesat? Kelaparan? Aishh! Mana ini sudah menjelang malam!

Ottokhe.. OTTOKHEE? Sebegitu marahnya kah kau, baby? Jeball.. Sekarang sedang hujan badai! Seandainya tidak ada para hyung yang sedang menjagaku di sini, aku akan menerjang badai dan mencarimu! Tapi aku tidak bisa Eunrim!

“Kyu.. Kau seperti bebek..” sindir Eunhyuk yang kepalanya dari tadi terus mengikuti gerakanku. Grrr.. sebaiknya kau pergi saja hyung!

“Tidak usah perhatikan..” gerutuku ketus. Aku sangat berharap mereka sedikit lengah supaya aku bisa melarikan diri.. Aku mencemaskanmu Eun-ahh.. Odieya? Walaupun aku marah sekalipun, aku sangat mencemaskanmu! kau lebih berharga dibandingkan apapun!

“Aishhh..” kataku sambil mulai mengacak-acak rambutku. Bisa-bisa aku botak kalau begini terus!

“Kyuu.. duduk tenang di sini.. Ayolah.. Paling sebentar lagi Eun-ah akan kembali..” kata Donghae sambil menepuk-nepuk sofa kosong disebelahnya.

“kau tenang karena bukan yeojamu yang hilang, hyung!” bentakku.

Donghae merasa memperlihatkanku tatapan bersalahnya. Aishh.. Aku selalu mengalah, hyung! Yaa, aku bahkan tidak bisa berbuat apa-apa sekarang!

Tiba-tiba aku melihat sosok yang sangat kucemaskan dari tadi.

“Eun-ahh..” seruku lalu berlari menghampirinya.

Badannya bergetar. Ada apa ini?

“Kau sakit?” kataku yang panik melihatnya. Dia basah, dan berjalan dengan sempoyongan.. Spontan aku langsung memegang kedua bahunya ketika dia hampir ambruk.

“Badanmu panas..” ujarku sambil memegang dahinya. Ommona Eun-ahh.. Kau mandi hujan? Dan sekarang demam? Aku bahkan bisa merasakan kalau kau menggigil hebat..

Hupp.. Aku langsung mengangkatnya.

“Wae?” tanya Donghae yang kaget ketika melihatku menggendong Eun-ah. Dia dan Eunhyuk spontan langsung mendatangiku.

“Hyung.. Bantu aku memanggilkan seorang roomgirl.. Baju Eun-ah basah..” kataku lalu meninggalkan kedua hyung yang kebingungan.

***

“Kenapa bukan kau saja yang mengganti bajunya, Kyu?” tanya Eunhyuk bersemangat. Kami sedang menunggu di luar kamar sementara seorang roomgirl sedang menggantikan baju Eun-ah.

Pletak! Donghae dengan cepat memukul kepala Eunhyuk. Heuhh.. baru saja mau kulakukan! Dasar hyung otak yadong! Jangan pernah kau dekat-dekat dengan Eun-ah lagi!

“Kau pikir Eunrim itu gadis apa, Hyuk? Sembarangan saja..” gerutu Donghae.

Kubiarkan kau hidup hari ini, Lee Hyukjae! Kau beruntung aku sangat mencemaskan Eun-ah sekarang.. Kalau tidak, mungkin kau sudah kugantung hidup-hidup di tiang bendera hotel ini! Memangnya aku setega itu pada yeoja yang sudah banyak kusakiti?

“Sudah selesai, tuan.. Dia mengigau terus dari tadi..” kata roomgirl itu setelah keluar dari kamar.

“Wahh.. aku mau lihat~” seru Eunhyuk yang berniat melangkahkan kakinya. Tapi kerah bajunya kutahan. Oh nononono! Jangan harap!

“Aku rasa Kyu sudah bisa mengurusnya sekarang.. Ayo, Hyuk!” sela Donghae sambil menyeret paksa si monyet gila itu.

Gomawo hyung.. Yaa, sebaiknya jauhkan dia dari pandanganku!

Aku lalu masuk ke dalam kamar Eun-ah..

.Author POV.

Kyuhyun lalu mendekati Eunrim secara perlahan-lahan.

“Kenapa kau main hujan sih?” kata Kyuhyun lembut sambil membelai pipi Eunrim pelan. “Apa karena masalah tadi siang? Aigoo..” tambah Kyuhyun lagi.

Dia lalu mengecek suhu tubuh Eunrim. “Aihh.. aku tidak bisa merasa panas tubuhmu..” kata Kyuhyun lalu mulai mendekatkan wajahnya. Napas Eunrim yang dihembuskan tidak teratur membuat Kyuhyun mendesah kebingungan. Dengan pelan dia menempelkan dahinya ke dahi Eunrim.

“Hmm..” Eunrim mengigau, tapi Kyuhyun mengira kalau gadis itu terbangun sehingga langsung menjauhkan wajahnya.

“Eommaa.. appuu..” ringis Eunrim sambil terisak pelan.

“Apa kau kesakitan, baby? Aku tau rasanya pasti menyakitkan kalau sedang demam tinggi.. mianhae..” sahut Kyuhyun iba. Dia lalu menuju ke toilet dan membasahi handuk dengan air dingin.

“Euuunngg..” desah Eunrim tidak nyaman ketika Kyuhyun meletakkan handuk basah itu di dahinya.

“Mianhae.. Mian..” cicit Kyuhyun yang semakin tidak tega. “Aku benar-benar menyesal Eun-ah.. Jeball.. Kau harus sembuh.. Aku akan melakukan apapun..”

Dengan telaten Kyuhyun terus mengompres Eunrim. Dia bahkan rela tidak tidur semalaman hanya untuk menjaga gadis yang sangat dicintainya.

.Kyuhyun POV.

Aku tidak tega melihatmu seperti ini.. Suhu tubuhmu sangat panas sampai kau menggigil? Apa yang bisa kulakukan agar panasmu reda?

Semua ini terjadi karenaku kan? Seharusnya aku tidak memanas-manasimu tadi siang.. Kau masih labil..

Aku tidak akan melakukannya lagi Eun-ah.. tidak setelah aku melihat semua ini! Kau sangat tersiksa! Dan setiap desahanmu itu serasa meremukkan badanku! Seandainya aku bisa bertukar posisi denganmu.. Aku merindukan senyumanmu..

“Kenapa kau mengigau terus?” tanyaku lembut. Tapi toh percuma saja, kau tidak akan membalas pertanyaanku kan? Apa yang sedang kau mimpikan? Orang demam biasanya bermimpi buruk..

“Yang itu babo..” desah Eunrim.

Sebuah senyum tersungging di wajahku. “Yahh, setidaknya aku muncul dalam mimpimu..” kata Kyuhyun puas.

“Ehh.. tapi artinya aku ini mimpi buruk bagimu?”

***

.Eunrim POV.

“Sudah kubilang aku menang.. cepat berikan uang taruhannya.. si princess itu sudah tunduk padaku..” aku mendengar suara seseorang samar-samar.

“Heh.. kau curang sekali, Jeremy.. Apa tidak kasihan melihat Erica kau perlakukan seperti itu?” balas suara lain.

Aku berencana untuk datang tanpa sepengetahuan pacarku – Jeremy – untuk mengagetkannya.. Tapi tidak disangka malah aku yang kaget dengan percakapan mereka.

“Ayolahh.. Kita hanya bertaruh kan? Dan, sepertinya gadis itu lumayan juga.. Kau tau kan, dia itu putri perusahaan besar? Aku bisa kaya kalau menikah dengannya! Hahahaha!!” tawa Jeremy bagaikan pisau yang menusuk hatiku.

Apa yang kudengar ini nyata?

“Dan dia sangat bodoh percaya dengan semua rayuan manisku..” tambah Jeremy lagi.

TIDAK!!

Braakk!! Aku langsung mendobrak pintu dan membuat Jeremy serta temannya kaget.

“Erica sayang.. Sejak kapan kau diluar?” kata Jeremy lembut. Dia lalu mendekatiku dan mencoba memelukku. Pletak!! Kutepis tangannya yang terasa kotor itu. Aku jijik melihatmu!

“Coba ulangi apa yang kaubilang tadi?!” sahutku dengan suara 1 oktaf lebih tinggi.

“Kau mendengarnya?” ujar Jeremy terbata-bata.

“Jadi itu semua benar? Kau.. Tidak mencintaiku?” tuntutku sambil menahan air mataku. Kenapa kau melakukan ini padaku? Selama ini aku memang selalu mencintaimu! Selalu! Tapi inilah balasan yang kuterima?

“Jadi itu semua benar?” tanyaku lagi.

Jeremy hanya terdiam saja.

“Get out of my sight!!! FOREVER!!!!” seruku sambil menampar wajah lelaki yang selama ini mengisi hidupku dengan tawa. Aku tidak percaya dengan semua ini! Tega benar kau memperlakukanku seperti ini!

Tanpa menunggu lagi, aku langsung mengangkat kakiku dari tempat itu.

***

“Eun-ahh.. Bagaimana kalau kita pindah ke Seoul untuk sementara waktu?” bujuk eommaku yang sepertinya sudah tidak tahan dengan sikapku.

Selama ini, aku hanya berdiam diri di kamarku. Tidak mau menerima telepon dari siapapun, tidak mau menonton TV ataupun bermain.. Hanya duduk diam di atas ranjangku sambil memeluk sebuah boneka teddy bear.

Dan kalau malam.. Kehidupanku berubah.. Aku akan bermain ke club malam ayahku. Yaa, itulah yang akan membuat perasaanku tenang. Kehidupan malam yang glamor, walaupun aku tau mereka akan tetap mengawasiku, menjaga agar tidak terjadi sesuatu yang buruk, tapi tetap saja kedua orang tuaku tidak bisa mengatur isi hatiku.

Semuanya sudah hancur. Kehidupan asmara yang selama ini kudapatkan, akan kukubur di laci hati terdalamku.

“Seoul?” cicitku setelah sekian lama. Kita mau pindah ke mana lagi?

“Ya, Seoul.. Kau masih ingat? Ahh.. Mungkin juga tidak… Kita pernah tinggal di sana sampai kau berumur 5 tahun..” balas eommaku lembut.

5 tahun? Aigoo.. apa aku masih ingat? Sepertinya tidak.. Kugeleng-gelengkan kepalaku..

“wahh, kalau begitu pas sekali.. kau bisa mencari suasana baru di sana.. kebetulan appamu juga harus ke Seoul untuk keperluan bisnis.. Ikut yaa?” bujuk eomma lagi.

Hmm, benar juga kata eomma.. aku memang membutuhkan suasana baru.. tapi di Seoul? Apa mereka akan menerima kehadiranku?

“Baiklah eomma..” kataku pelan.

***

“Gimana, baby? Rumahnya bagus kan? Eomma membawa sebagian suasana di NY untuk membuatmu nyaman..” kata eommaku riang.

Aku hanya menatap depan rumahku dengan bingung. Eomma, mau diapakan juga yaa tetap sama.. ini sebuah rumah!

“Berapa lama kita akan tinggal di sini?” tanyaku sambil melihat-lihat sekitar.

“Selama yang kau mau, princess..” balas appaku ramah.

“Begitukah? Tapi bahasa koreaku masih kurang fasih..” ujarku. Yaa, selama ini kami selalu berbicara dengan menggunakan bahasa inggris. Hanya sebutan ‘appa’ dan ‘eomma’ yang tetap kugunakan.. yahh, walaupun di acara-acara formal, aku akan memanggil mereka dengan sebutan ‘dad’ dan ‘mom’.. Toh mereka tidak pernah mempermasalahkan hal itu.

“Kau akan bersosialisasi dengan cepat, honey.. Dulu kita kan tinggal di sini.. Dan kau tidak mungkin lupa bahasa yang paling gampang sedunia!” sahut eomma riang.

Eomma ini, dari dulu memang kekanak-kanakan! Heuhh.. baiklah.. kita liat saja berapa lama aku tahan di sini..

“Aku mau meninjau lokasi lagi.. hmm, Seoul.. sepertinya lumayan.. mungkin aku akan betah di sini..” kataku lalu mulai berjalan keluar tanpa menggubris lagi kedua orang tuaku.

***

BONEKA, HANYA 1000 WON!

Aku membaca tulisan yang tertempel di salah satu mesin yang terlihat berisi boneka teddy bear kesukaanku.

Sepertinya Seoul memang kota yang indah! Boneka seharga itu? Wahh.. aku tidak akan mendapat harga semurah itu di NY..

Baiklah, ayo kita coba keberuntunganmu hari ini, Erica Song! Ahh.. aku harus mengubah namaku di sini.. Siapa tadi eomma bilang? Eunrim? Hmm.. terserahlah.. aku rasa nama itu juga lumayan kok..

“Ahhh.. kenapa bonekanya tidak mau terambil sih?!” seruku setelah beberapa kali mencoba. Sepertinya dewi fortuna tidak berpihak padaku hari ini..

“Nona, bolehkah aku mencobanya?” sahut seseorang di sampingku. Aku menoleh.

Siapa ini? Orang aneh.. Panas terik begini tapi dia menggunakan syal? Dan kenapa juga memakai topi dan kacamata? takut kulit menjadi hitam? Aku memperhatikannya dari ujung rambut hingga kaki.. Heh.. terserah lah..

“Ahh.. Silahkan..” balasku masih setengah bingung. Dia tampaknya baik.. Hanya penampilannya itu loh.. Seperti om-om mesum yang mau menculikku.

Dia tersenyum ramah. “Kau mau mengambil boneka yang mana?” Wahh.. tipe senyum kesukaanku.

“Yang teddy bear itu. Aku sangat suka boneka beruang.” Sahutku sambil terus memperhatikannya. Tinggi, lumayan.. Dan sepertinya masih muda.. Tapi kenapa berpenampilan seperti om-om?

“Yang itu ya. Gampang itu.” Serunya dan langsung mencoba bermain. Ehh, dia memakai uangnya? Padahal aku baru saja mau memasukkan koin ke dalam mesin itu. Hmm.. tipe yang royal..

Dengan sekali tarikan, boneka yang kuinginkan langsung didapatkannya. Waaahhh.. dia hebat sekali!!

“Ahh.. Gomawo yo~” kataku begitu boneka tsb berada di tanganku. Aku langsung memeluk boneka itu. Sudah kuduga bulu boneka ini sangat halus.

“Kau seperti anak kecil.” Katanya sambil cekikikan. Anak kecil?

“Yaa! Jangan memanggilku anak kecil. Aku tidak suka.” Gerutuku. Huh.. aku memang masih kecil, tapi tidak ada yang boleh memanggilku anak kecil!

“Ahh.. mian. Aku tidak akan berkata seperti itu lagi.” Sahutnya sambil mengangkat kedua tangannya tanda meyerah.

Aku tersenyum.

“Kau baru di sini? aksen koreamu terdengar aneh..” katanya lembut.

“Ehh.. Ketahuan yaa? Aku memang baru pindah dari NY, tapi aku orang korea kok.. Hanya saja aku pindah waktu berumur 5 tahun.. hehehe.. “ jelasku panjang lebar. Aku memang tipe orang yang suka cerocos tidak jelas. Apa berbahaya menjelaskan hal seperti ini pada orang tak dikenal?

Dia tersenyum lagi. Aku rela menukarkan bonekaku hanya untuk melihat senyumannya. “Ahh.. Kalau begitu aku boleh mengetahui namamu? Mungkin suatu saat nanti kita bisa bertemu lagi..” balasnya antusias.

Namaku? Erica Song? Ahh.. bukan..

“Song Eunrim imnida.. Dan kau?” sahutku ramah.

“Cho Kyuhyun..”

***

Sudah seminggu sejak aku pindah ke Seoul. Dan selama seminggu ini, aku hanya mempunyai seorang teman. Yaa, orang yang waktu itu membantuku mendapatkan boneka teddy bearku. Namja yang bernama Cho Kyuhyun.

Setiap hari kami pasti berkirim pesan ataupun chatting.. meski harus kukatakan, sepertinya dia orang yang cukup sibuk.. terkadang aku harus menunggu hingga 2-3 jam untuk mendapatkan balasan.

Tapi dia enak diajak bicara.. Aku selalu menceritakan bagaimana hariku di Seoul, apa yang kulakukan, apa yang kumakan hari ini.. Terlihat sangat antusias ya? Tapi memang begitulah sifatku.. Lagipula dia selalu mempunyai perkembangan terkini tentang Seoul. Apa yang sedang tren di sini, bagaimana selera fashion Seoul, yahh.. sangat membantuku untuk bersosialisasi..^^

Titt.. Titt.. suara ponselku berbunyi.. Ahh.. ada sms..

From : Kyuhyun

Sedang buat apa?

Entah sejak kapan aku menjadi dekat dengannya. Meski harus kuakui hatiku masih sedikit sakit dengan perlakuan Jeremy, tapi kurasa Kyuhyun mengobatinya secara perlahan-lahan. Dia juga pria, tapi aku merasa sangat bebas jika berbicara dengannya.

To : Kyuhyun

Sedang bersiap-siap sekolah.. Ini hari pertamaku loh.. Kau sendiri?

Yaa, hari ini aku memutuskan untuk melanjutkan pendidikanku di salah satu SMA di Seoul. Hidup harus terus berjalan kan? Aku tidak mungkin hanya duduk terpuruk di rumahku.

From : Kyuhyun

Ohh.. Aku sedang latihan vokal.. Selamat bersekolah.. semoga kau bersenang-senang..^^

To : Kyuhyun

Latihan vokal lagi? Aku rasa seorang namja tidak perlu latihan vokal sebanyak itu kan? Memangnya kau itu penyanyi?

From : Kyuhyun

Kekeke~ Kau lihat saja nanti.. sudah dulu yaa.. fighting!

Nah.. itulah jawaban yang selalu diberikan padaku. Lihat saja nanti.. atau kau akan mengetahuinya sebentar lagi.. atau nikmati saja selagi kau tidak tahu..

Memangnya kau siapa, Cho Kyuhyun? Aku memang seorang warga korea yang tidak mengikuti perkembangan negaranya.. Puas? Tapi kau membuatku penasaran!

“Eun-ahhh.. Sudah saatnya berangkat ke sekolah..” teriak eommaku dari lantai bawah.

Baiklahh.. aku akan memulai kembali kehidupanku! Song eunrim, fighting!!

***

“Song Eunrim imnida..” kataku sambil membungkukkan badanku dihadapan seluruh isi kelas. Tatapan yang mereka berikan padaku bermacam-macam.. Ada yang terlihat antusias, bosan, maupun tidak peduli..

“Nah, Eunrim.. Kau bisa duduk di sana..” kata songsaengnim sambil menunjuk satu kursi kosong di samping seorang gadis mungil yang terlihat berbinar-binar menatapku.

“Nee..” sahutku yang tanpa basa-basi langsung menuju ke tempat yang ditunjuk.

“Annyeong!! Lee Soohwa imnida!! Kau bisa memanggilku Soohwa.. Atau Soo-ahh juga boleh.. Whoaaaa.. Aku sangat senang mempunyai teman duduk!! Jumlah murid dini tidak pas, terpaksa aku duduk sendiri deh.. tapi senang kau datang.. Kalau ada apa-apa tanya saja padaku..” cerocosnya sangat cepat sambil menjabat tanganku.

“Ehh.. nee.. panggil saja Eunrim.. atau Eun-ah..” balasku ramah.

***

“Kau tidak tahu Super Junior??” teriak Soohwa histeris ketika jam istirahat berlangsung. Kami sedang berpiknik ria di bawah salah satu pohon yang rindang. Eomma mengirimkan banyak sekali makanan, sehingga mau tak mau aku mengajak Soohwa untuk menghabiskan semuanya.

Dia sangat kaget ketika aku tidak tahu menahu mengenai Super Junior. Toh memang aku baru di sini.. dan aku paling malas menonton TV..

“Ommonaa Eun-ahh.. Kau benar-benar tidak tahu? Whoaaa.. Tidak disangka.. Ada juga penduduk korea yang tidak mengenal mereka.. Bahkan anak umur 3 tahun pun akan berteriak histeris ketika bertemu mereka loh..” tambah Soohwa sambil menggigit sosisnya.

“Ehh.. Aku memang tidak tahu, Soo-ahh.. Aku kan baru pindah dari NY..” sahutku mengingatkannya.

“Ahhh.. iya yaa.. Kau harus tahu tentang mereka!! Tapi kalau sudah kenal, jangan sampai suka dengan Yesung oppa yaa.. Dia milikku!” cerocosnya lagi sambil memberikanku ponselnya.

Aku lalu melihat ke foto yang berada dalam ponsel Soohwa.

1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11,12,13?

“13 orang? Whoa.. banyak sekali!” kataku tidak percaya.

“Tentu saja.. ahh.. ini foto lama sih, tapi wajah mereka tidak terlalu berbeda lah.. paling style rambutnya saja yang diubah.. ohh yaa, ini orang yang kukatakan Yesung oppa tadi..” sahut Soohwa sambil menunjuk salah satu namja dengan rambut cepak.

“Hmm.. yang itu.. Bagaimana kau bisa membedakannya? Mereka terlihat seperti kembar 13 bagiku!” kataku masih melihat foto itu dengan seksama.. tidak ada yang berbeda dari mereka.. Heuhh..

“Kembar 13?? Kau tidak salah? Hahahaha.. aku bahkan bisa membedakan mereka dari radius 1 km!” kata Soohwa sambil terbahak-bahak.

“Sama sekali tidak..” jawabku polos.

“Dengar baik-baik yaa.. Shindong, Donghae, Ryeowook, Sungmin, Leeteuk, Kibum, Heechul, Siwon, Hanggeng, Eunhyuk, Kangin, Suamiku, dan Kyuhyun..” jelas Soohwa sambil menunjuk satu per satu foto mereka.

Bagaimana aku bisa menghafal kalau kau menyebut nama mereka dengan sangat cepat? Shindong? Leeteuk? Eunhyuk? Kyuhyun?

Tunggu sebentar! Kyuhyun?? Aku lalu melihat gambar itu lagi..

“Kau tertarik dengan salah satu dari mereka?” tanya Soohwa penasaran.

“Dia.. Yang ini..” kataku sambil menunjuk gambar yang dibilang Kyuhyun. “ Namanya Kyuhyun?”

“Yakk.. benar sekali.. Cho Kyuhyun.. Dia magnae mereka!” sahut Soohwa riang. “Kau tertarik dengannya? Banyak sekali ELF yang menyukainya loh.. aigoo..”

Wajah ini.. Terasa familiar di mataku.. Apa dia Cho Kyuhyun yang kukenal itu?

***

Sepulang dari sekolah aku langsung bergegas menuju kamarku. Aku bahkan tidak menggubris eomma yang bertanya bagaimana hari pertamaku di sekolah. Hanya satu tujuanku saat ini.

Mengambil ponsel yang kutinggalkan di kamarku, dan menghubungi satu orang yang membuat tanda tanya besar di kepalaku.

To : Kyuhyun

Kau.. Kyuhyun Super Junior?

Yaa.. aku butuh kejelasan dengan semua ini.. Bukannya menginginkan teman artis.. Aku hanya tidak suka disembunyikan sesuatu..

Titt.. titt..

From : Kyuhyun

Kau sudah tau? Cepat sekali.. Tau dari teman sekolahmu ya? Kekeke~

To : Kyuhyun

Berarti kau benar-benar artis? Kenapa tidak bilang?

Titt.. titt..

From : Kyuhyun

Karena aku belum pernah mendapatkan seorang teman yang memandangku tanpa status ‘super junior’.. jadi aku sangat senang ketika bertemu denganmu..^^ kau tidak keberatan kalau harus merahasiakan semua ini dari teman-temanmu? Jebal..

To : Kyuhyun

Hmm, baiklah.. tapi kau berhutang semangkuk es krim padaku.. kekeke~

“Eun-ahh.. Bagaimana sekolahmu tadi?” tanya eommaku yang langsung masuk ke kamarku. Sepertinya percakapanku dengan Kyuhyun harus dihentikan dulu untuk sementara waktu..

***

“Jadi tidak apa-apa nih kalau kau jalan denganku?” tanyaku sambil melahap semangkuk es krim – hasil suapan Kyu untuk menutup mulut – di hadapanku.

“Hemm.. Yaa dan tidak..” sahutnya sambil nyengir. Seperti pertemuanku yang pertama, kali ini dia memakai topi, kacamata, dan syal lagi.Yahh.. sepertinya aku harus membiasakan diri dengan penampilannya..

“Yaa dan tidak?” ulangku.

“Hmm.. yaa karena pasti para hyung akan memarahiku.. Hari ini ada latihan dan aku bolos..” jawabnya polos. “Dan tidak karena aku memang membutuhkan waktu jalan-jalan..”

Kau bolos latihan? Nakal sekali.. Keke~

“hmm, kau tau? kacamatamu itu membuat semua orang menoleh padamu loh..” kataku sambil menahan tawa.

“Begitukah?” katanya yang langsung melepas kacamatanya.

Aku melihat mata bulat yang sangat indah.. Ommo.. Wajahnya membuatku terpesona..

“Kenapa? Kau terpesona dengan wajahku yaa?” tanya Kyuhyun sambil tersenyum jail.

“Enak saja..” jawabku lalu mengalihkan pandanganku.

“Hahaha.. Kau lucu sekali..” balasnya sambil mengacak-acak rambutku.

Aishh.. Namja ini..

“Kau membuat rambutku berantakan!” kataku sambil pura-pura cemberut.

“Jiaahhh.. Begitu saja ngambek? Hahaha.. Dasar..” dia lalu menukar mangkuk esnya yang masih tidak tersentuh sama sekali dengan punyaku yang sudah hampir habis.

Dia mengisyaratkan agar aku melanjutkan santapanku.

“Whoaaa.. buatku? Gomawoo~” kataku dengan mata berbinar-binar. Aku memang sangat suka makan es krim. Lumayan, es gratis.. Keke~

“Hmm.. Habiskanlah, setelah itu aku akan mengajakmu jalan-jalan..” kata Kyuhyun polos.

***

“Lotte World?” tanyaku tidak percaya saat Kyuhyun membawaku ke sebuah tempat yang tidak asing lagi. Taman bermain?

“Kau bilang sangat ingin mengunjungi taman bermain kan? Ayoo.. waktuku terbatas..” kata Kyuhyun lalu menarik tanganku.

Aku tersenyum senang. Ommo~ Ternyata kau memperhatikan setiap pesanku? Padahal waktu itu aku hanya bertanya apa ada taman bermain yang bagus di sini.

Kami lalu mencoba hampir semua permainan.. Mulai dari yang mendebarkan jantung sampai permainan anak-anak.. Aku benar-benar menikmati tiap permainan tadi. Bahkan wajah Kyuhyun yang ketakutan setelah naik roller coaster pun sangat kunikmati.. Kekeke~

***

Tak terasa waktu sudah mulai sore..

“Ke sini..” kata Kyuhyun yang menarikku ke tepi danau. Dia lalu mendudukkanku ke salah satu perahu yang berbentuk flamingo..

“Aku ingin mengatakan sesuatu padamu..” kata Kyuhyun yang duduk di sebelahku. Dia lalu mulai mendayung pedal supaya perahu kami jalan.. Mau tak mau aku juga ikut mendayung agar perahunya seimbang.

“Mau bilang apa? Anyway.. Jeongmal gomawo buat hari ini..” kataku puas.

“Nee..” jawab Kyuhyun pelan. Ehh.. Kenapa suasananya jadi seperti ini?

“Song Eunrim..” kata Kyuhyun tegas. Dia lalu berhenti mendayung dan membiarkan kami terapung di tengah-tengah danau.

“Aku tau kita baru saja bertemu.. Tapi.. Apa kau percaya dengan cinta pada pandangan pertama?” kata Kyuhyun terlihat gugup.

Ehh? Kenapa dia bertanya begini?

“Memangnya kenapa?” balasku sok tenang. Tapi sebenarnya jantungku sudah berpacu sangat cepat. Apa ini dia akan berkata seperti mimpiku semalam?

 “Aku tau kau pasti bertanya kenapa.. Tapi aku benar-benar menyukaimu.. Song Eunrim.. saranghae..” kata Kyuhyun mantap.

Aku terbengong.. Hahh?

“Kau serius?” balasku tidak percaya.

Dia mengangguk-anggukkan kepalanya pasti. “Keurom.. Kau mau menjadi yeojaku?”

Aku masih terdiam. Apa dia sadar dengan apa yang dikatakannya? Aku? Mempunyai namja seperti ini? Maksudku.. Seorang artis? Dia? Cho Kyuhyun?

“Ehh.. Eunrim?” sela Kyuhyun. Aku mendeteksi aura ragu-ragu di suaranya. “Kalau kau menolak juga tak apa-apa.. Aku tau ini terlalu cepat..” tambah Kyuhyun yang terlihat lesu.

Tahukah kau, Cho Kyuhyun.. Aku juga merasakan hal yang sama sepertimu.. Walaupun kita jarang bertemu selama hampir sebulan ini.. Tapi aku merasa sangat dekat denganmu.. Setiap hari aku selalu menunggu smsmu.. walaupun hanya sekedar kata ‘hai..’ untukku, itu sudah lebih dari cukup.. dan sekarang kau mengatakan sesuatu yang membuatku seakan-akan terbang ke langit ke-7?

“Anii..” jawabku sambil menunduk. Aku terlalu malu untuk berkata yaa.. Tapi apa dia tidak menganggap jawabanku sebagai penolakan?

“Maksudmu, kau menerimaku?” tanya Kyuhyun memastikan.

Aku hanya menganggukkan kepalaku perlahan.

Kemudian kedua tangan itu langsung memelukku dengan erat. Kehangatan yang selama ini kulupakan.. Kau sudah mengubahku kembali, Cho kyuhyun..

***

“Namanya Eunrim, Hyung..” kata Kyuhyun ketika membawaku ke dorm super Junior keesokan harinya.

Aku menatap semua wajah oppadeul satu per satu. Yaa, aku sudah mengenal mereka sekarang. Aku sudah menghabiskan waktu seharian penuh dengan Soohwa untuk menghafal wajah-wajah yang terlihat seperti malaikat itu..

“Hmm.. Eunrim.. Gadis yang manis..” kata Leeteuk oppa sambil tersenyum ramah. “Aku leader di sini.. kau bisa memanggilku Eeteuk atau Teuki oppa..”

Aku menggangguk patuh.. Wahh.. Senyum Teuki oppa sangat manis..

“Tipemu boleh juga, Kyu..” kata Eunhyuk oppa. “Kalau Kyu meninggalkanmu, kau boleh kok bersamaku..”

Ehh?

Bukk.. Sebuah bantal melayang tepat di kepala Eunhyuk oppa. “Coba saja hyung, kau akan kubakar hidup-hidup..” sahut Kyuhyun ketus.

“Hahaha.. Jangan menggubris Hyukkie yaa.. Otaknya memang bermasalah.. Aku Donghae..” kata oppa yang lainnya sambil menepuk-nepuk kepalaku perlahan.

Wahh..

“Kulitmu mulus juga, Eunrim.. Kau mau luluran bersamaku?” tanya Heechul oppa. Aku cekikikan tidak jelas. Ternyata info yang kudapat memang tepat. Heechul oppa sangat suka dengan yang berbau ‘kecantikan’.

“Aigoo.. Kenapa di ajak luluran?” kata seseorang di belakangku. Aku menoleh.. Yesung oppa.. Soohwa pasti akan mencekikku kalau dia sampai tahu kalau aku sudah bertemu dengan idolanya.

“Daripada luluran, bagaimana kalau kita memasak saja, Eunrim?” tanya Ryeowook oppa tidak kalah ramah. “Panggil aku Wookie oppa yaa.. Kyuhyun bilang kau beda 6 tahun dengannya..”

“Tamu kenapa disuruh memasak sih?” sela Sungmin oppa. “Aigoo.. maafkan keadaan kami yang seperti ini ya, Eunrim.. Aku teman sekamar Kyu.. Sungmin imnida.. Tapi kau boeh memanggilku Minnie oppa..”

“Yahh.. Kyuhyun kan tidak bisa memasak.. siapa tau yeojanya bertimbal balik..” kata Shindong oppa. Ahh.. oppa yang paling subur di Suju.. Imut!

Aku hanya tertawa melihat semua kejadian itu.. Mereka rame sekali..

***

Aku lalu terbangun.. Mimpiku kali ini.. Semua kenanganku di masa lalu? Heuhh.. sampai namja yang sudah mencampakkanku – Jeremy – juga ikut muncul.

Hahaha.. Lucu juga mendapat mimpi ini di saat aku sedang bertengkar hebat dengan Kyu. Apa ini pertanda harus baikan yaa?

Aku lalu bangkit dari ranjangku. Ehh? Setauku kemarin aku mengenakan kaos, kenapa sudah diganti? Apa aku menggantinya sewaktu tidur yaa?

Aku melihat jam.. Hmm, seharusnya sekarang SM Town sedang berlangsung.. Apa kudatangi saja dia? Ahh.. Tapi aku merasa kondisi badanku tidak memungkinkan.. Semua badanku terasa sakit.. Memangnya apa yang kulakukan kemarin? Dan aku sangat lapar.. Heuhh..

Makanlah, aku tau kau pasti lapar.. Kalau membutuhkan sesuatu, pesan saja dari layanan hotel.. Setelah SM Town selesai aku akan mengunjungimu..

Aku membaca sebuah kertas yang diletakkan di atas meja.. Di sebelahnya diletakkan semangkuk bubur..

Melihatnya saja sudah membuat air liurku mau tumpah.. Arghh.. berapa tahun aku tidak makan sih?

“Hachiii..” aishh.. sepertinya aku terkena flu.

Ahh.. aku ingat! Kemarin kan aku basah-basahan. Tapi kenapa aku bisa dengan tenang di kamarku?

ARGHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!!!

Apa si babo itu yang menggantikan bajuku??!!!

***

.Author POV.

“Kau mau ke mana, Kyu?” kata Eeteuk yang memperhatikan Kyuhyun sudah bersiap-siap pergi.

“Aku mau mengecek Eunrim.. Siapa tau dia masih demam..” jawab Kyuhyun singkat.

“Aku ikut denganmu..” kata Donghae. Yang lainnya juga menyerukan pernyataan serupa.

“Aishh.. terserah kalian lah.. Tapi monyet gila itu tidak boleh ikut!” tunjuk Kyuhyun ke Eunhyuk.

Eunhyuk hanya duduk pasrah meratapi nasibnya.

***

Tokk.. tokk.. Kyuhyun mengetuk pelan pintu kamar Eunrim. Sementara yang lainnya menunggu di belakang tubuh Kyuhyun.

“Apa dia masih tidur?” tanya Sungmin.

“Aku lupa! Kuncinya kan kubawa..” sahut Kyuhyun sambil membuka pintu.

“Emm, hyung.. Aku punya firasat tidak enak.. bisa mundur beberapa langkah?” cicit Ryeowook.

BUGHHH.. DUAKKK..

“YAAA, SONG EUNRIM!! KENAPA KAU MELEMPARIKU HAH??!!” jerit Kyuhyun yang tidak terima.

“DASAR KAU RAJA IBLIS, CHO KYUHYUN!! HYAAAAAAAAA!!!” seru Eunrim lalu meluncurkan pukulannya pada Kyuhyun.

***

“Nah kan hyung.. aku bilang juga apa..” kata Ryeowook dengan tatapan ketakutan.

“Aigoo.. Mereka berdua ini.. Untung satu lantai ini untuk kita para artis SM.. Bagaimana kalau ada tamu lain yang melihat?” balas Heechul yang cekikikan melihat kejadian itu.

“Memangnya kenapa sampai Eunrim bisa marah-marah seperti itu sih?” tanya Yesung polos.

“APA YANG SUDAH KAULIHAT HAH??!!! DASAR CHO KYUHYUN BABOOOO!!!” jeritan Eunrim terdengar lagi.

“Yahh.. tuh kau sudah dengar sendiri..” komentar Sungmin.

“Mungkin Eunrim pikir Kyu sudah mengganti bajunya..” tambah Donghae. “Padahal kan bukan Kyu.. Kekeke~”

“Aigoo.. mereka ini benar-benar harus pulang ke Korea secepatnya..” kata Eeteuk yang tiba-tiba datang sehabis menerima telepon. “PD-nim sudah mencari mereka..”

“Memang kau mendaftarkan mereka ke mana sih hyung?” tanya Shindong penasaran.

“Hmm.. Ke mana? Yaa Mnet Scandal lah.. Mau apa lagi.. Aku ingin mendaftarkan mereka di WGM, tapi Eunrim kan bukan artis.. Pasangan itu cepat atau lambat harus diresmikan.. lebih baik mengikutkan mereka di acara itu.. Setelah satu minggu kan Kyuhyun harus memilih apa hubungan mereka harus dilanjutkan atau tidak.. Kekeke~” jawab Eeteuk puas.

“Aku tidak sabar menonton adegan mereka hyung..” sahut Ryeowook puas.

“MNET SCANDAL?” jerit yang lainnya.

-continue-

=============================================================

Hayoo yang jawabannya benar siapa?? Wkwk.. Walaupun hampir semua jawaban itu WGM, tapi kalau tidak salah ada juga yang jawabannya benar kan??

Nahh, sekilas info buat yang gak tau apa mnet scandal itu, acara ini dikhususkan untuk artis dan seseorang yang bukan artis. Jadi seperti kasus Kyuhyun ini, si Eunrim kan bukan artis tuh..

Jadi selama seminggu itu, pasangan artis ini akan dibuat selayaknya pasangan beneran (toh mereka emang pasangan beneran..) dan setelah seminggu itu, akan diberikan keputusan kepada sang artis, apa dia mau melanjutkan hubungannya dengan teman kencannya itu atau bagaimana..

Jadii, gimana?? Ayoo komen pendapat kalian.. dan kali ini thyz mau minta request.. kalian maunya mereka seperti apa? Maksudku yaa event event apa yang bagus dilakukan untuk part ini..^^